Alustia Sri Fadhilah (1504378) Pendidikan Akuntansi – FPEB
Setiap pengembangan kurikulum, selain bertolak pada landasan juga harus menerapkan prinsip-prinsip pengembangan kurikulum. Prinsip berfungsi sebagai pedoman untuk mengarahkan aktivitas orang yang bekerja di daerah tertentu. Prinsip kurikulum berasal dari berbagai sumber: data empiris, data eksperimen, keyakinan akan kurikulum, terdiri dari keyakinan dan sikap tidak berdasar, dan akal sehat. (Oliva, 1992: 28)
Menurut Idi (2007) prinsip pengembangan kurikulum dibagi menjadi tujuh yaitu: prinsip relevansi, prinsip efektivitas, prinsip efisiensi, prinsip kesinambungan (kontinuitas), prinsip fleksibilitas (keluwesan), prinsip berorientasi tujuan, prinsip dan model pengembangan kurikulum. Dengan adanya prinsip tersebut, setiap pengembangan kurikulum diikat oleh ketentuan sehingga dalam pengembangannya mempunyai arah yang jelas. Termasuk keterkaitan antara tingkat pendidikan, jenis program pendidikan, dan bidang studi. Hal ini didasarkan pada prinsip kesinambungan (kontinuitas).
Kesinambungan di antara berbagai tingkat sekolah: bahan pelajaran yang diperlukan untuk belajar lebih lanjut pada tingkat pendidikan yanglebih tinggi hendaknya sudah diajarkan pada tingkat pendidikan sebelumnya atau di bawahnya. Bahan pelajaran yang telah diajarkan pada tingkat pendidikan yang lebih rendah tidak harus diajarkan lagi pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sehingga terhindar dari tumpang tindih dalam pengaturan bahan dalam proses belajar mengajar.
Kesinambungan di antara berbagai bidang studi: kesinambungan di antara berbagai bidang studi menunjukkan bahwa dalam pengembangan kurikulum harus memerhatikan hubungan antara bidang studi yang satu dengan yang lainnya. Mislnya, untuk mengubah angka temperatur dari skala Celcius ke skala Fahrenheit dalam IPA diperlukan keterampilan dalam pengalian pecahan. Karenanya, pelajaran mengenai bilangan pecahan tersebut hendaknya sudah diberikan sebelum anak didik mempelajari cara mengubah temperatur itu.
Daftar Pustaka: