• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cara Mengajar Guru terhadap Minat Belaja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Cara Mengajar Guru terhadap Minat Belaja"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Dari zaman dahulu sampai sekarang, pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting. Mengapa pendidikan sangat penting? Karena pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk mengembangkan potensi diri yang diperlukan bagi dirinya sendiri. Seperti kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan dan ahlak mulia.

Pendidikan dibedakan menjadi dua bagian, yaitu pendidikan akademik dan pendidikan non-akademik.Pendidikan akademik meliputi matematika, sejarah, dll. Sedangkan pendidikan non-akademik meliputi olahraga,seni, dll. Banyak pelajar suka dalam bidang akademik, ada juga yang suka dalam bidang non-akademik.

Pendidikan identik dengan pembelajaran. Saat belajar disekolah, kita membutuhkan seorang guru yang dapat membimbing kita. Guru harus memiliki pengetahuan serta pengalaman yang jauh lebih baik dibandingkan siswa. Semakin lama pengalaman seorang guru maka semakin baik juga guru tersebut dalam memberikan pendidikan.

Guru adalah orang tua kita disekolah dan sebagai panutan bagi siswa. Guru memiliki cara mengajar yang berbeda-beda untuk menarik minat siswa dalam belajar. Banyak guru yang disukai oleh murid, namun banyak juga yang tidak disukai oleh murid.Mengapa demikian? Karena cara mengajar seorang guru yang dapat memengaruhi minat belajar siswa tersebut.

Cara mengajar seorang guru sangat mempengaruhi proses pembelajaran. Jika guru mengajar dengan baik, maka proses pembelajaran akan berjalan dengan lancar ataupun sebaliknya. Oleh Karena itu, guru harus memiliki cara mengajar yang menarik minat siswa untuk mengikuti pembelajaran dengan baik.

(2)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas akan muncul berbagai masalah. Masalah-masalah tersebut dapat didefinisikan sebagai berikut :

1. Bagaimana cara mengajar seorang guru yang baik ?

2. Faktor apa sajakah yang mempengaruhi minat belajar siswa?

3. Adakah pengaruh cara mengajar seorang guru terhadap minat siswa?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan faktor yang penting di dalam melakukan penelitian sebab dengan adanya tujuan, penelitian dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai arah penelitian yang akan dicapai. Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian sebagai berikut :

1. Mengetahui cara mengajar seorang guru yang baik.

2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa. 3. Mengetahui pengaruh cara mengajar seorang guru terhadap minat

belajar siswa. 1.4 Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka hasil penelitian ini dapat bermanfaat baik secara teoritis maupun secara praktis. Adapun beberapa manfaat yang dapat diterima :

a. Bagi Pembaca

1. Mengetahui cara mengajar seorang guru.

2. Memberikan informasi tentang pengaruh cara mengajar seorang guru terhadap minat siswa

b. Bagi Penulis

1. Untuk Menambah Wawasan

1.5 Metode Penelitian

Metode yang akan kami gunakan untuk penelitian ini adalah dengan cara kajian pustaka dilakukan dengan mencari literature di internet dan memberikan angket kepada semua siswa SMA EKA WIJAYA. Angket ini diberikan untuk diisi dan menjawab beberapa pertanyaan yang diberikan.

(3)

LANDASAN TEORI

2.1 PENGERTIAN BELAJAR

Belajar merupakan kegiatan berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap jenjang pendidikan. Dalam keseluruhan proses pendidikan, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan penting dalam keseluruhan proses pendidikan.

Belajar adalah proses atau usaha yang dilakukan tiap individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, maupun sikap dan nilai yang positif sebagai pengalaman untuk mendapatkan sejumlah kesan dari bahan yang telah dipelajari. Kegiatan belajar tersebut ada yang dilakukan di sekolah, di rumah, dan di tempat lain seperti di museum, di laboratorium, di hutan dan dimana saja. Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Sebagai tindakan maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri dan akan menjadi penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar.

2.2 PENGERTIAN BELAJAR MENURUT PARA AHLI

Menurut Vernon S. Gerlach & Donal P. Ely dalam bukunya teaching & Media-A systematic Approach (1971) dalam Arsyad mengemukakan bahwa “belajar adalah perubahan perilaku, sedangkan perilaku itu adalah tindakan yang dapat diamati. Dengan kata lain perilaku adalah suatu tindakan yang dapat diamati atau hasil yang diakibatkan oleh tindakan atau beberapa tindakan yang dapat diamati”.

Gagne dalam Whandi (2007) mendefinisikan belajar sebagai “suatu proses dimana suatu organisme berubah perilakunya akibat suatu pengalaman”. Slameto menyatakan belajar adalah “suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”. Lebih lanjut Abdillah (2002) dalam Aunurrahman menyimpulkan bahwa “belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah laku baik melalui latihan dan pengalaman yang menyangkut aspek-aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik untuk memperoleh tujuan tertentu”.

(4)

penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri.

2.3 Cara belajar yang baik dan benar adalah sebagai berikut : 1. Mulailah dengan berdoa

Mungkin ini hal yang paling sering dilupakan oleh sebagian besar para pelajar. Padahal segala sesuatu yang akan kita lakukan harus kita awali dan kita akhiri dengan berdoa. Dengan berdoa, kita akan berserah diri kepada Tuhan dan Dia akan membantu kita supaya hasil belajar kita menjadi maksimal.

2. Pilih tempat belajar Anda

Tempat belajar juga sangat mempengaruhi konsentrasi belajar Anda. Pilihlah tempat yang nyaman tetapi tidak membuat Anda mengantuk dan tidak membuat Anda merasa bosan, misalnya di teras rumah atau di lantai. Jika Anda mudah terganggu oleh suara dari luar, cobalah untuk belajar di tempat yang sunyi tetapi tidak membuat Anda merasa kesepian.

3. Musik

Hidupkan juga lagu-lagu klasik atau lembut tetapi tidak membuat Anda badmood. Jangan mendengarkan musik rock karena itu akan mengganggu otak Anda sehingga belajar menjadi tidak maksimal.

4. Latihan soal

Belajar dengan membaca materinya terlebih dahulu, latihan soal, kemudian evaluasi dengan melihat pembahasan di setiap soalnya adalah cara belajar yang terbaik. Untuk itu, sangat diperlukan untuk membeli buku-buku dengan materi pelajaran dan soal-soal yang berkualitas.Materi pelajaran yang berkualitas itu adalah materi yang ringkas, mudah dipahami, dan mengandung konsep yang tersirat.

(5)

Belajar bersama teman-teman memang sangat asik dan seru. Namun, sebaiknya anggota kelompok belajar Anda maksimal 5 orang karena jika terlalu banyak, maka akan mengganggu proses belajar Anda. Usahakan juga supaya ada satu dari anggota kelompok belajar Anda ada yang lebih memahami sebuah materi pelajaran yang akan dipelajari. Kelebihan dari belajar kelompok adalah bisa sharing secara langsung dengan teman-teman tentang hal yang belum dipahami. Kekurangan belajar kelompok adalah konsentrasi belajar kita bisa terganggu jika teman Anda mengajak Anda mengobrol. 6. Pembimbing

Pembimbing bisa saja diperlukan untuk menemani Anda belajar. Anda bisa bertanya-tanya kepadanya. Pembimbing dapat guru atau orangtua. Gunakan pembimbing Anda secara maksimal. Tanyakan segala hal yang belum Anda pahami berkaitan tentang materi pelajaran yang Anda pelajari.

7. Belajar dari internet

Internet memang memberikan wahana belajar yang sangat luas dan banyak menambah wawasan. Gunakan internet sebagai sarana bantu untuk belajar dan bertanya kepada orang-orang di dunia maya.

8. Refreshing

Tidak ada manusia yang bisa belajar terus-menerus. Hasil penelitian menunjukan bahwa manusia hanya bisa konsentrasi terhadap satu hal selama 20 menit saja. Jadi, manusia hanya bisa belajar satu mata pelajaran selama 20 menit saja dan setelah itu konsentrasinya akan buyar. Maka dari itu berdoa, setiap 20 menit belajar dianjurkan untuk beristirahat selama 5 menit atau ganti dengan mata pelajaran lain. Setelah selesai belajar, hibur diri Anda dengan membeli makanan favorit atau jalan-jalan ketaman supaya Anda tidak stress.

(6)

Sama seperti saat memulai belajar, mengakhiri belajar juga harus diakhiri dengan doa. Anda berdoa kepada Tuhan agar apa yang Anda pelajari telah Anda pahami dengan maksimal dan memberi manfaat ke depannya.

10. Yakin

Kunci kesuksesan berawal dari keyakinan. Yakinlah bahwa Anda bisa memahami materi pelajaran tersebut. Keyakinan membuat Anda tidak ragu saat menjawab soal ulangan atau ujian nasional.

2.4 Pengertian Pembelajaran

Pembelajaran mengandung makna adanya kegiatan mengajar dan belajar, di mana pihak yang mengajar adalah guru dan yang belajar adalah siswa yang berorientasi pada kegiatan mengajarkan materi yang berorientasi pada pengembangan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa sebagai sasaran pembelajaran. Dalam proses pembelajaran akan mencakup berbagai komponen lainnya, seperti media, kurikulum, dan fasilitas pembelajaran. 2.5 Pengertian Pembelajaran menurut Para ahli :

1. Darsono secara umum menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai “suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru sedemikian rupa sehingga tingkah laku siswa berubah kearah yang lebih baik”. Sedangkan secara khusus pembelajaran dapat diartikan sebagai berikut :

· Teori Behavioristik, mendefinisikan pembelajaran sebagai usaha guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan menyediakan lingkungan (stimulus). Agar terjadi hubungan stimulus dan respon (tingkah laku yang diinginkan) perlu latihan, dan setiap latihan yang berhasil harus diberi hadiah dan atau reinforcement (penguatan).

· Teori Kognitif, menjelaskan pengertian pembelajaran sebagai cara guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk berfikir agar dapat mengenal dan memahami apa yang sedang dipelajari.

· Teori Gestalt, menguraikan bahwa pembelajaran merupakan usaha guru untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian rupa, sehingga siswa lebih mudah mengorganisirnya (mengaturnya) menjadi suatu gestalt (pola bermakna).

(7)

pelajaran dan cara mempelajarinya sesuai dengan minat dan kemampuannya.

2. Arikunto (1993: 12) mengemukakan “pembelajaran adalah suatu kegiatan yang mengandung terjadinya proses penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap oleh subjek yang sedang belajar”. Lebih lanjut Arikunto (1993: 4) mengemukakan bahwa “pembelajaran adalah bantuan pendidikan kepada anak didik agar mencapai kedewasaan di bidang pengetahuan, keterampilan dan sikap”.

Dari berbagai pendapat pengertian pembelajaran di atas, maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pembelajaran merupakan suatu proses kegiatan yang memungkinkan guru dapat mengajar dan siswa dapat menerima materi pelajaran yang diajarkan oleh guru secara sistematik dan saling mempengaruhi dalam kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan pada suatu lingkungan belajar.

Proses pembelajaran merupakan proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/ media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Proses yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran ataupun didikan yang ada dalam kurikulum, sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun penulis buku dan media.

Demikian pula kunci pokok pembelajaran ada pada guru (pengajar), tetapi bukan berarti dalam proses pembelajaran hanya guru yang aktif sedang siswa pasif. Pembelajaran menuntut keaktifan kedua belah pihak yang sama-sama menjadi subjek pembelajaran.Jadi, jika pembelajaran ditandai oleh keaktifan guru sedangkan siswa hanya pasif, maka pada hakikatnya kegiatan itu hanya disebut mengajar.Demikian pula bila pembelajaran di mana siswa yang aktif tanpa melibatkan keaktifan guru untuk mengelolanya secara baik dan terarah, maka hanya disebut belajar .Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran menuntut keaktifan guru dan siswa.

(8)

Metode adalah cara yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajarmengajar di kelas sebagai upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

Metode pembelajaran ada bermacam-macam, diatarannya : A. Metode ceramah.

Dalam metode ceramah proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru umumnya didominasi dengan cara ceramah.

B. Metode Tanya jawab

Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa memahami materi tersebut. Metoda Tanya Jawab akan menjadi efektif.

Bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi, meliputi pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta disajikan dengan cara yang menarik.

C. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah suatu cara mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah.

Jika metode ini dikelola dengan baik, antusiasme siswa untuk terlibat dalam forum ini sangat tinggi. Tata caranya adalah sebagai berikut: harus ada pimpinan diskusi, topik yang menjadi bahan diskusi harus jelas dan menarik, peserta diskusi dapat menerima dan memberi, dan suasana diskusi tanpa tekanan.

D. Metode Pemberian Tugas

(9)

1) Tugas harus bisa dikerjakan oleh siswa atau kelompok siswa. 2) Hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan presentasi oleh

siswa dari satu kelompok dan ditanggapi oleh siswa dari kelompok yang lain atau oleh guru yang bersangkutan.

3) Di akhir kegiatan ada kesimpulan yang didapat.

E. Metode Eksperimen

Metode eksperimen adalah suatu cara pengelolaan pembelajaran di mana siswa melakukan aktivitas percobaan dengan mengalami dan membuktikan sendiri suatu yang dipelajarinya. Dalam metode ini siswa diberi kesempatan untuk mengalami sendiri atau melakukan sendiri dengan mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang obyek yang dipelajarinya. Di dalam TIK, percobaan banyak dilakukan pada pendekatan pembelajaran analisis sistem terhadap produk teknik atau bahan.

Percobaan dapat dilakukan melalui kegiatan individual atau kelompok. Hal ini tergantung dari tujuan dan makna percobaan atau jumlah alat yang tersedia. Percobaan ini dapat dilakukan dengan demonstrasi, bila alat yang tersedia hanya satu atau dua perangkat saja. F. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi adalah cara pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, benda, atau cara kerja suatu produk teknologi yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan disertai dengan penjelasan lisan.

Demonstrasi akan menjadi aktif jika dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metoda ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa.

(10)

Metode tutorial adalah suatu proses pengelolaan pembelajaran yang dilakukan melalui proses bimbingan yang diberikan/dilakukan oleh guru kepada siswa baik secara perorangan atau kelompok kecil siswa. Disamping metoda yang lain, dalam pembelajaran Pendidikan Teknologi Dasar, metoda ini banyak sekali digunakan, khususnya pada saat siswa sudah terlibat dalam kerja kelompok.

H. Metode Pembelajaran Efektif

Belajar atau pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara, dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif dan efisien adalah sebuah keharusan. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenakngkan dan tidak membosankan. Di bawah ini adalah beberapa metode pembelajaran efektif, yang mungkin bisa kita persiapkan.

I. Metode Debat

Metode debat merupakan salah satu metode pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa. Materi ajar dipilih dan disusun menjadi paket pro dan kontra. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat orang.Di dalam kelompoknya, siswa (dua orang mengambil posisi pro dan dua orang lainnya dalam posisi kontra) melakukan perdebatan tentang topik yang ditugaskan. Laporan masing-masing kelompok yang menyangkut kedua posisi pro dan kontra diberikan kepada guru.

J. Metode Role Playing

Metode Role Playing adalah suatu cara penguasaan bahan-bahan pelajaran melalui pengembangan imajinasi dan penghayatan siswa. Pengembangan imajinasi dan penghayatan dilakukan siswa dengan memerankannya sebagai tokoh hidup atau benda mati. Permainan ini pada umumnya dilakukan lebih dari satu orang, hal itu bergantung kepada apa yang diperankan. Kelebihan metode Role Playing:

(11)

1. Siswa bebas mengambil keputusan dan berekspresi secara utuh.

2. Permainan merupakan penemuan yang mudah dan dapat digunakan dalam situasi dan waktu yang berbeda.

3. Guru dapat mengevaluasi pemahaman tiap siswa melalui pengamatan pada waktu melakukan permainan.

4. Permainan merupakan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak.

2.7 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT SISWA Menurut Taufani ada tiga faktor yang mendasari timbulnya minat yaitu: 1. Faktor dorongan dalam, yaitu dorongan dari individu itu sendiri,

sehingga timbul minat untuk melakukan aktivitas atau tindakan tertentu untuk memenuhinya. Misalnya, dorongan untuk belajar dan menimbulkan minat untuk belajar.

2. Faktor motivasi sosial, yaitu faktor untuk melakukan suatu aktivitas agar dapat diterima dan diakui oleh lingkungannya. Minat ini merupakan semacam kompromi pihak individu dengan lingkungan sosialnya. Misalnya, minat pada studi karena ingin mendapatkan penghargaan dari orangtuanya.

3. Faktor emosional, yakni minat erat hubungannya dengan emosi karena faktor emosional selalu menyertai seseorang dalam berhubungan dengan objek minatnya. Kesuksesan seseorang pada suatu aktivitas disebabkan karena aktivitas tersebut menimbulkan perasaan suka atau puas, sedangkan kegagalan akan menimbulkan perasaan tidak senang dan mengurangi minat seseorang terhadap kegiatan yang bersangkutan.

Faktor-faktor untuk membangkitkan minat belajar siswa melalui peran guru menurut Usman, yaitu :

· Guru sebagai demonstrator, yaitu :

1. Menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan. 2. Harus belajar terus menerus sehingga kaya dengan ilmu

pengetahuan.

3. Mampu dan terampil dalam merumuskan standar kompetensi, memahami kurikulum, memberikan informasi kepada kelas, memotivasi siswa untuk belajar, dan menguasai serta mampu melaksanakan keterampilan-keterampilan mengajar.

· Guru sebagai pengelola kelas, yaitu : 1. Dapat memelihara fisik kelasnya.

(12)

3. Menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mengurangi ketergantungannya pada guru.

4. Mampu memimpin kegiatan belajar yang efektif serta efisien dengan hasil optimal.

5. Mampu mempergunakan pengetahuan teori belajar mengajar dan teori perkembangan.

· Guru sebagai mediator dan fasilitator, yaitu :

1. Memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang media pendidikan. 2. Memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta

mengusahakan media dengan baik.

3. Terampil mempergunakan pengetahuan berinteraksi dan berkomunikasi.

4. Mampu mengusahakan sumber belajar yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar.

· Guru sebagai evaluator, yaitu :

1. Mampu dan terampil melaksanakan penilaian.

2. Terus-menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai siswa dari waktu ke waktu.

3. Dapat mengklasifikasikan kelompok siswa yang pandai, sedang, kurang, atau cukup baik di kelasnya.

Menurut Aritonang bahwa faktor-faktor yang membuat siswa berminat belajar yaitu :

· Cara mengajar guru, · Karakter guru,

· Suasana kelas tenang dan nyaman, dan · Fasilitas belajar yang digunakan.

Upaya yang harus dilakukan guru untuk membangkitkan minat belajar siswa diantarannya :

1. Menarik perhatian siswa, perhatian siswa muncul karena didorong oleh rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu dapat dirangsang melalui hal-hal yang baru.

2. Membuat tujuan yang jelas, setelah siswa tertarik untuk belajar dengan menjelaskan kepada siswa kompetensi dasar (KD) yang akan dicapai. Dengan adanya KD yang jelas siswa akan berusaha untuk mencapai KD tersebut.

Adapun tujuan yang jelas dapat dilakukan dengan cara:

(13)

· Menghubungkan materi pembelajaran dengan kebutuhan dan kondisi siswa.

· Menjelaskan harapan guru terhadap mata pelajaran yang diajarkan dan saat memulai mengajar.

· Menggunakan tanda-tanda, bahasa tubuh yang menyakinkan. · Semangat yang luar biasa terhadap apa yang diajarkan.

3. Mengakhiri pelajaran dengan berkesan, agar materi pelajaran yang telah disampaikan akan teringat terus serta siswa akan mempelajarinya.

4. Guru harus mengakhiri pelajaran dengan berkesan, yaitu · Menyediakan waktu untuk menutup pelajaran.

· Tekankan pada siswa untuk hening selama beberapa detik guna mengendapkan informasi yang baru saja diterima.

· Meminta siswa menuliskan semua yang sudah mereka pelajari. · Menugaskan siswa membuat ringkasan.

· Mengaitkan kegiatan penutup dengan kegiatan pembuka.

5. Faktor karakter guru, yaitu karakter guru yang dapat membangkitkan minat belajar siswa yaitu sabar, memiliki 3 S (senyum, sapa, santun), menghargaikekurangan siswa, adil, baik, disiplin, tidak menakuti atau mengancam siswa, dan memiliki semangat.

6. Faktor suasana kelas yang nyaman dan tenang, yaitu lingkungan kelas yang tenang dan nyaman sangat merangsang siswa untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang proses belajar mengajar. Karena itu guru harus mengelola kelas dengan baik.

7. Faktor fasilitas belajar, yaitu belajar yang efektif harus dimulai dengan pengalaman langsung dan menuju ke pengalaman yang lebih abstrak. Belajar akan lebih efektif jika dibantu dengan alat peraga pengajaran daripada siswa belajar tanpa dibantu dengan alat pengajaran. Fasilitas belajar misalnya menggunakan kaset, televisi, papan tulis, OHP, dan projektor.

Menurut Safari bahwa untuk mengetahui berapa besar minat belajar siswa, dapat diukur melalui:

1. Kesukaan

(14)

dan inisiatif ini dapat diwujudkan dengan berbagai usaha yang dilakukan untuk menguasai ilmu pengetahuan yang terdapat dalam mata pelajaran tersebut dan tidak merasa lelah dan putus asa dalam mengembangkan pengetahuan dan selalu bersemangat, serta bergembira dalam mengerjakan tugas ataupun soal yang berkaitan dengan pelajaran yang diberikan guru di sekolah.

2. Ketertarikan

Ketertarikan, seringkali dijumpai beberapa siswa yang merespon dan memberikan reaksi terhadap apa yang disampaikan guru pada saat proses belajar mengajar di kelas. Tanggapan yang diberikan menunjukkan apa yang disampaikan guru tersebut menarik perhatiannya, sehingga timbul rasa ingin tahu yang besar.

3. Perhatian

Perhatian, semua siswa yang mempunyai minat terhadap pelajaran tertentu akan cenderung memberikan perhatian yang besar terhadap pelajaran itu. Melalui perhatiannya yang besar ini, seorang siswa akan mudah memahami inti dari pelajaran tersebut.

4. Keterlibatan

Keterlibatan yakni keterlibatan, keuletan, dan kerja keras yang tampak melalui diri siswa menunjukkan bahwa siswa tersebut ada keterlibatannya dalam belajar di mana siswa selalu belajar lebih giat, berusaha menemukan hal-hal yang baru yang berkaitan dengan pelajaran yang diberikan guru di sekolah. Dengan demikian, siswa akan memiliki keinginan untuk memperluas pengetahuan, mengembangkan diri, memperoleh kepercayaan diri, dan memiliki rasa ingin tahu.

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 SAMPEL

(15)

3.2 DESKRIPSI PENELITIAN

Berikut adalah nama-nama responden dalam penelitian “CARA MENGAJAR GURU TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA” pada siswa-siswi kelas X dan kelas XI SMA EKA WIJAYA.

NO NAMA LENGKAP SISWA KELAS JENIS KELAMIN

1 Agnes Rosalina XI-IPA Perempuan

2 Arville Andriawan XI-IPA Laki-laki

3 Cornelia Clara XI-IPA Perempuan

4 Dita Evagelista XI-IPA Perempuan

5 Geraldo Nathanael Setiawan X Laki-laki 6 Intan Christiani Karundeng XI-IPA Perempuan

7 Jessica XI-IPA Perempuan

8 Kalam Wira Buana XI-IPS Laki-laki

9 Made Dwi X Perempuan

10 Migweal Anggi XI-IPA Laki-laki

11 Natasya Christina XI-IPA Perempuan

12 Owen Julio XI-IPS Laki-laki

13 Rudy Sanjaya XI-IPS Laki-laki

14 Septiyan Aditya XI-IPA Laki-laki

15 Sofi Nuraini XI-IPS Perempuan

16 Stefanny X Perempuan

17 Tio Andika Putra XI-IPA Laki-laki

18 Vivia Honesta XI-IPS Perempuan

19 Yang Ngin Adriana XI-IPA Perempuan

20 Yosario X Laki-laki

3.3 INSTRUMEN PENELITIAN

Pada penelitian ini digunakan alat penelitian berupa angket sebanyak 20 pernyataan dengan pilihan jawabannya yaitu sangat setuju,setuju, kurang setuju, tidak setuju, tidak setuju sama sekali. Berikut contoh soal dalam angket.

PERNYATAAN SS S KS TS TSS

(16)

dalam suatu pelajaran.

3. Sikap guru dapat mempengaruhi cara belajar siswa. 4. Guru harus membuat suasana belajar yang nyaman

agar dapat meningkatkan minat belajar siswa. 5. Kuis/games dapat menarik minat belajar siswa.

6. Ketidaksukaan terhadap sikap guru dapat mempengaruhi minat belajar siswa.

7. Guru yang baik mempunyai cara mengajar yang baik. 8. Penampilan guru dapat mempengaruhi minat belajar

siswa.

9. Belajar di luar kelas dapat menambah minat belajar siswa.

10. Guru humoris dapat menambah minat belajar siswa. KETERANGAN :

SS = Sangat setuju S = Setuju

KS = Kurang Setuju TS = Tidak Setuju

(17)

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL ANGKET

Dari pernyataan angket yang sudah kami buat dan uji terhadap siswa-siswi SMA EKA WIJAYA kelas X dan kelas XI, kami membuat 10 pernyataan yang harus dijawab dengan jujur.

Dalam pembahasan hasil angket, kami akan membahasnnya berdasarkan persentase setiap opsi pilihan yang ada. Untuk mendapatkan persentase tersebut kami akan menggunakan rumus sebagai berikut :

% = N/T x 100 %

Keterangan : % = Persentase yang kami peroleh

N = Jumlah Responden yang memilih opsi tersebut

T = Total jumlah semua responden yang menjawab

Rumus diatas akan kami gunakan untuk menghitung jumlah persentase setiap opsi dalam setiap pernyataan yang ada.

· PERNYATAAN NOMOR 1

1. Cara mengajar guru mempengaruhi cara belajar siswa.

Responden yang menjawab sangat setuju : · 11/20 x 100% = 55%

Responden yang menjawab setuju : · 6/20 x 100% = 30 %

(18)

Responden yang menjawab tidak setuju : · 0/20 x 100% =0 %

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 1/20 x 100% = 5%

· PERNYATAAN NOMOR 2

2. Cara mengajar guru mempengaruhi minat siswa dalam suatu pelajaran. Responden yang menjawab sangat setuju :

· 9/20 x 100% = 45 %

Responden yang menjawab setuju : · 6/20 x 100% = 30 %

Responden yang menjawab kurang setuju : · 4/20 x 100% = 20 %

Responden yang menjawab tidak setuju : · 1/20 x 100% = 5 %

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 0/20 x 100% = 0%

· PERNYATAAN NOMOR 3

3. Sikap guru dapat mempengaruhi cara belajar siswa.

Responden yang menjawab sangat setuju : · 7/20 x 100% = 35 %

Responden yang menjawab setuju : · 11/20 x 100% = 55 %

Responden yang menjawab kurang setuju : · 2/20 x 100% = 10 %

Responden yang menjawab tidak setuju : · 0/20 x 100% = 0 %

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 0/20 x 100%= 0%

· PERNYATAAN NOMOR 4

4. Guru harus membuat suasana belajar yang nyaman agar dapat meningkatkan minat belajar siswa.

Responden yang menjawab sangat setuju : · 14/20 x 100% = 70 %

Responden yang menjawab setuju : · 6/20 x 100% = 30 %

Responden yang menjawab kurang setuju : · 0/20 x 100% = 0 %

Responden yang menjawab tidak setuju : · 0/20 x 100% = 0 %

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 0/20 x 100%= 0%

· PERNYATAAN NOMOR 5

(19)

Responden yang menjawab sangat setuju : · 8/20 x 100% = 40 %

Responden yang menjawab setuju : · 6/20 x 100% = 30 %

Responden yang menjawab kurang setuju : · 6/20 x 100% = 30 %

Responden yang menjawab tidak setuju : · 0/20 x 100% = 0 %

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 0/20 x 100%= 0%

· PERNYATAAN NOMOR 6

6. Ketidaksukaan terhadap sikap guru dapat mempengaruhi minat belajar siswa.

Responden yang menjawab sangat setuju : · 9/20 x 100% = 45 %

Responden yang menjawab setuju : · 6/20 x 100% = 30 %

Responden yang menjawab kurang setuju : · 5/20 x 100% = 25 %

Responden yang menjawab tidak setuju : · 0/20 x 100% = 0 %

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 0/20 x 100%= 0%

· PERNYATAAN NOMOR 7

7. Guru yang baik mempunyai cara mengajar yang baik.

Responden yang menjawab sangat setuju : · 6/20 x 100% = 30 %

Responden yang menjawab setuju : · 4/20 x 100% = 20 %

Responden yang menjawab kurang setuju : · 7/20 x 100% = 35 %

Responden yang menjawab tidak setuju : · 2/20 x 100% = 10%

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 1/20 x 100% = 5%

· PERNYATAAN NOMOR 8

8. Penampilan guru dapat mempengaruhi minat belajar siswa.

Responden yang menjawab sangat setuju : · 0/20 x 100% = 0 %

Responden yang menjawab setuju : · 2/20 x 100% = 10 %

(20)

Responden yang menjawab tidak setuju : · 3/20 x 100% = 15 %

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 4/20 x 100% = 20%

· PERNYATAAN NOMOR 9

9. Belajar di luar kelas dapat menambah minat belajar siswa

Responden yang menjawab sangat setuju : · 0/20 x 100% = 0 %

Responden yang menjawab setuju : · 11/20 x 100% = 55 %

Responden yang menjawab kurang setuju : · 8/20 x 100% = 40 %

Responden yang menjawab tidak setuju : · 0/20 x 100% = 0 %

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 1/20 x 100% = 5%

· PERNYATAAN NOMOR 10

10. Guru humoris dapat menambah minat belajar siswa.

Responden yang menjawab sangat setuju : · 4/20 x 100% = 20 %

Responden yang menjawab setuju : · 11/20 x 100% = 55 %

Responden yang menjawab kurang setuju : · 4/20 x 100% = 20 %

Responden yang menjawab tidak setuju : · 0/20 x 100% = 0 %

Responden yang menjawab tidak setuju sama sekali : · 1/20 x 100% = 5%

BAB V

(21)

5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang kami lakukan, guru merupakan seorang yang sangat berpengaruh dalam memberikan ilmu kepada siswa. Metode atau cara mengajar guru sangat mempengaruhi minat belajar siswa, Guru yang memiliki cara mengajar yang baik dapat meningkatkan minat belajar siswa. Guru yang memiliki banyak pengalaman mengajar, pasti mempunyai cara mengajar yang baik.

Cara mengajar seorang guru sangat mempengaruhi minat belajar siswa. Ketika guru tersebut menyampaikan pelajaran dengan baik, dan membuat suasana nyaman dalam belajar, itu dapat menumbuhkan minat siswa. Tetapi ketika guru tidak membuat suasana yang nyaman, itu dapat menurunkan minat belajar siswa, dan dapat menimbulkan ketidaksukaan terhadap cara mengajar guru.

Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa yaitu faktor dorongan dalam, faktor motivasi sosial dan faktor emosional. Ketiga faktor ini mempengaruhi minat belajar siswa.

5.2 Kritik dan Saran

Saran yang dapat kami berikan agar KTI tentang “CARA MENGAJAR GURU MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR SISWA” dapat terlaksana dengan baik adalah :

· Persempit lingkungan tema yang ada karena semakin sempit tema yang dimiliki maka penulis dapat membuat KTI yang lebih terfokus.

· Gunakan metode-metode dalam melakukan penelitian seperti menyebar Angket, maka penulis akan mengetahui beberapa pengaruh yang lebih nyata

Demikian Karya Tulis Ilmiah yang kami buat, dan semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca, para penuis dan juga para guru. Apabila ada saran dan kritik yangingin di sampaikan, silahkan sampaikan kepada kami. Apabila terdapat kesalahan mohon dapat mema'afkan dan memakluminya. Terima Kasih.

(22)

· http://ichaledutech.blogspot.co.id/2013/03/pengertian-belajar-pengertian.html

· http://usmanmatematika.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-dan-macam-macam-metode.html

(23)

RIWAYAT PENULIS

Bella Meilisa

Penulis lahir di Bogor tanggal 26 Mei 1999.Penulis beragama Kristen.Ia anak bungsu dari 2 bersaudara. Sekarang ia menempuh pendidikan di SMA EKA WIJAYA dan duduk di kelas XI-IPA. Perempuan ini sangat menyukai warna biru muda.Hobbynya adalah Membaca

Novel.Motto hidupnya adalah “Utamakanlah Tuhan”.

Bima Khusuma Dinata

(24)

LAMPIRAN

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ongoing assessment adalah suatu proses penilaian siswa yang jelas dan sistematik yang dapat membantu

Dari pengertian di atas menurut para ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan atau pakai oleh pendidik (guru)

Dari berbagai definisi di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan

Dari pengertian-pengertian pengambilan keputusan di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa : Pengambilan keputusan merupakan suatu proses pemilihan alternatif

Kesimpulan yang dapat diambil melalui beberapa konsep pengertian di atas, evaluasi pendidikan adalah suatu proses sistematis yang mengukur, menelaah, menafsirkan, dan

Metode yang bervariasi sangat penting diterapkan oleh guru atau pengajar dalam proses kegiatan pembelajaran di sekolah, oleh karena minat dan kegairahan sangat diperlukan di

Dari berbagai definisi di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan

Berdasarkan pendapat para ahli dapat diambil kesimpulan bahwa pengertian pembelajaran adalah suatu kegiatan yang melalui proses, cara dan perbuatan pembelajaran yang