T1__Full text Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Perancangan Aplikasi Inventory Berbasis Web dengan Teknologi Barcode Menggunakan Library DataTables : Studi Kasus Kantor DPRD Kota Salatiga T1 Full text

26  Download (0)

Teks penuh

(1)

Perancangan Aplikasi Inventory Berbasis Web dengan

Teknologi Barcode Menggunakan Library DataTables

( Studi Kasus : Kantor DPRD Kota Salatiga )

Artikel Ilmiah

Diajukan kepada Fakultas Teknologi Informasi

untuk memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Peneliti:

Riski Sasmita (672013164).

Ramos Somya, S.Kom., M.Cs.

Program Studi Teknik Informatika

Fakultas Teknologi Informasi

Universitas Kristen Satya Wacana

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

Perancangan Aplikasi Inventory Berbasis Web Dengan

Teknologi Barcode Menggunakan Library DataTables

(Studi Kasus: Kantor DPRD Kota Salatiga)

1)

Riski Sasmita, 2) Ramos Somya Fakultas Teknologi Informasi Universitas Kristen Satya Wacana Jl. Diponegoro 52-60, Salatiga 50711, Indonesia Email: 1) sasmita.riski@gmail., 2)ramos.somya@gmail.com

Abstract

Provincial Legislative Council (DPRD) of Salatiga City is a local people's representative body which domiciled as an element of the district or city government. Secretariat of Parliament Salatiga City has an important role that is facilitate the duties and functions of the DPRD to realize the orderly administration and performance accountability, to manifest the smooth implementation of duties and functions of Parliament. In the process of recapitulation of goods using a blank form that will be filled by an officer during checking the goods, for inputting the goods are still using Microsoft Excel so it takes a long time to create data entry and search the goods. In this research, developing a web-based inventory applications with barcode technology using library datatables. The test results indicate that the inventory application has been qualified as an application that can make it easier for staff to search and input the goods that are efficient and easy to use.

Keywords: Application Inventory, Barcode, Library Datatables, PHP

Abstrak

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Salatiga merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten atau kota. Sekretariat DPRD Kota Salatiga mempunyai peran penting yaitu memfasilitasi tugas dan fungsi DPRD, mewujudkan tertib administrasi dan akuntabilitas kinerja, mewujudkan kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD. Pada proses rekapitulasi barang menggunakan form kosong yang akan diisi oleh petugas selama melakukan pengecekan barang, untuk penginputan barang masih menggunakan Microsoft Excel sehingga memerlukan waktu yang lama dalam penginputan maupun pencarian barang. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan aplikasi inventory berbasis web dengan teknologi barcode menggunakan library datatables. Hasil pengujian aplikasi menunjukkan bahwa aplikasi inventory telah memenuhi syarat sebagai aplikasi yang dapat mempermudah petugas dan staf untuk pencarian serta penginputan barang yang efisien dan mudah digunakan.

Kata Kunci: Aplikasi Inventory, Barcode, Library Datatables, PHP

1)

Mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Jurusan Teknik Informatika, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.

2)

(8)

1

1. Pendahuluan

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Salatiga merupakan lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten atau kota. DPRD Kota Salatiga mempunyai tugas pokok memperkuat tata Pemerintahan Daerah Otonomi yang harmonis, dinamis, adil, dan sejahtera. Pada Kantor DPRD Kota Salatiga memiliki beberapa bagian dalam pengoperasionalan di Kantor yaitu Badan Musyawarah, Badan Anggaran, Badan Legislasi, Badan Kehormatan, Fraksi, Komisi A, Komisi B, Komisi C, dan Sekretariat DPRD. Sekretariat DPRD Kota Salatiga mempunyai peran penting yaitu memfasilitasi tugas dan fungsi DPRD, mewujudkan tertib administrasi dan akuntabilitas kinerja, mewujudkan kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD.

Salah satu tugas Sekretariat DPRD Kota Salatiga adalah melakukan rekapitulasi barang kantor seperti, alat rumah tangga, alat transportasi, alat media, alat bangunan, alat komputer, alat cetak, alat tulis kantor. Dari ketujuh jenis barang yang ada Contoh satu kali rekapitulasi mencatat satu jenis barang yang dilakukan Sekretariat DPRD Kota Salatiga akan melalui beberapa proses yang telah ditetapkan oleh Sekretariat DPRD Kota Salatiga. Pada proses rekapitulasi terdapat dua petugas pencatat di lapangan dan satu petugas penginput data menggunakan Microsoft Excel. Pertama, petugas memindai barang yang akan dicari untuk dicatat seperti, jenis barang, jumlah barang, harga barang, dan kondisi barang. Kedua petugas melakukan pengecekan barang untuk melihat kondisi barang yang akan dicatat, kemudian ditulis pada lembar kosong yang dibawa oleh petugas. Pada saat pencatatan hanya dilakukan oleh dua petugas selanjutnya, petugas menyerahkan lembar yang berisi barang yang telah melalui pengecekan secara langsung ke bagian pencatatan data. Terakhir Petugas menginput data di

Microsoft Excel sesuai data yang diberikan oleh petugas.

Berdasarkan proses yang dilakukan dalam rekapitulasi, kendala yang ada dalam pengarsipan adalah proses pencatatan untuk sekali rekapituasi satu jenis barang memerlukan waktu lebih dari enam puluh menit, padahal terdapat seratus lebih barang dari tujuh jenis barang dan pencarian data yang sulit karena dalam satu file terdapat berbagai data barang, adapun barang yang tidak terinput karena tidak memiliki pengenal, terdapat pula barang yang tidak tercatat karena tidak diketahui lokasinya. Hal tersebut yang menjadi masalah dalam proses pengarsipan di kantor karena dalam waktu tiga bulan setelah rekapitulasi pernah terjadinya kehilangan barang satu buah alat media dan sulit dilacak karena tidak memiliki keterangan terakhir dimana barang tersebut berada.

Berdasarkan latar belakang masalah yang terjadi, akan dilakukan penelitian yang memiliki tujuan menggunakan teknologi untuk mengatasi masalah yang ada yaitu dengan dilakukan perancangan Aplikasi Inventory tersebut. Teknologi

(9)

2

penggunaan library datatables digunakan untuk mempercepat loading data dalam jumlah lebih dari seratus data barang, serta mempermudah proses search dan

ordering barang. Pada library datatables penggunaan lebih untuk menampilkan data dalam bentuk table yang memiliki berbagai fungsi seperti print data dalam bentuk excel, PDF sebagai laporan, dapat melakukan ordering data, dapat melakukan searching data, dapat membuat page secara otomatis, dapat melakukan pengelompokan data dari coloum, serta mempercepat loading data.

Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu bagaimana menggunakan teknologi barcode dan library datatables untuk mempercepat rekapitulasi barang serta meminimalisir kehilangan barang di kantor DPRD Kota Salatiga. Fokus dari penelitian ini sendiri adalah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi

pengelola ke-arsipan barang dalam penyimpanan data sehingga dalam penelitian ini memiliki batasan.

2. Tinjauan Pustaka

Salah satu penelitian berjudul Sistem Informasi Inventori Gudang Untuk Mengontrol Persediaan Barang Pada Gudang (Studi Kasus PT.Alaisys Sidoarjo).

Penelitian ini membahas mengenai perancangan sistem informasi inventory guna mempercepat proses manajemen barang di gudang [1]. Penelitian ini bertujuan menggunakan web application karena dapat menyediakan informasi yang cepat, tepat dan akurat mengenai data maupun laporan, serta memudahkan proses dipenyampaian laporan ke kantor pusat.

Penelitian kedua berjudul Perancangan Aplikasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Menggunakan Visual Basic.Net 2008 Dengan Deteksi Kartu Pasien Via Barcode Berbasis Android. Penelitian ini membahas mengenai perancangan aplikasi pendaftaran pasien rawat jalan dengan teknologi barcode dimana hasil dari penelitian ini menjelaskan penggunakan teknologi barcode guna untuk pengidentifikasi ID kartu pasien. Jadi dengan memanfaatkan teknologi barcode

yang ada dikartu pasien dideteksi menggunakan barcode scanner pada OS android akan mendapatkan kecocokan data barcode dari database. Sehingga akan membantu meningkatkan proses pelayanan kepada pasien, proses jauh lebih praktis dibanding dengan proses pendaftaran di loby [2].

Berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan terkait dengan barcode

penelitian terdahulu terfokus pada penggunakan barcode sebagai label, akan tetapi belum menunjukkan mempercepat proses pekerjaan maka akan dilakukan penelitian yang membahas tentang Perancangan Aplikasi inventory menggunakan teknologi barcode dan library datatables untuk mempercepat rekapitulasi barang dan pencarian barang, serta meminimalisir kehilangan barang di kantor DPRD Kota Salatiga. Aplikasi yang dihasilkan diharapkan dapat mempermudah pelaporan, pengolahan dan pengarsipan, serta penggunaan framework bootstrap

membuat tampilan aplikasi menjadi lebih menarik sehingga dapat meningkatkan kinerja Staf DPRD Kota Salatiga.

(10)

3

ketika seseorang mengunjungi website. Pada home page, pengunjung dapat mengklik hyperlink untuk pindah ke halaman lain yang terdapat dalam website

tersebut [11].

Bar coding adalah sebuah bentuk artificial identifier. Barcode merupakan sebuah kode mesin yang dapat dibaca. Barcode terdiri dari sebuah bentuk bar dan spasi (hitam dan putih) dalam rasio yang didefinisikan yang merepresentasikan karakter alphanumeric [7]. Umumnya Barcode berbentuk garis-garis vertikal tipis tebal yang terpisah oleh jarak tertentu. Tapi kini ada beberapa variasi berbentuk pola-pola tertentu, lingkaran konsentris, atau tersembunyi dalam sebuah gambar.

Barcode dibaca dengan menggunakan sebah alat baca optik yang disebut barcode

reader. Pada prinsipnya barcode reader hanya sebuah alat input biasa seperti halnya keyboard atau scanner tapi peran manusia sebagai operator sangat minimum. Bentuk kerja scanning barcode ini dapat di lihat di Gambar 12.

Gambar 12 Barcode Proses Scanning Dan Print[14]

Berdasarkan bagan pada Gambar 12 dapat dijelaskan Barcode Proses Scanning Dan Print.Pada proses scanning barcode menggunakan barcode reader

data yang dibaca akan diproses dalam program, dimana program tersebut melakukan verifikasi kode barcode pada server local area network atau internet guna untuk mencari kecocokan data. Staf dapat melihat secara langsung data apa saja yang discan oleh petugas dengan munggunakan smartphone atau komputer[14].

DataTables adalah plugin yang di bangun dari jquery untuk menampilkan data dalam bentuk tabel dan sudah terintegrasi search form dan pagination untuk penomoran data pada tabel. Sehingga tidak perlu lagi membuat form pencarian pada aplikasi, dan tidak perlu lagi membuat pagination sendiri. Kelebihan dari

datatables ini adalah dia telah mengintegrasikan pagination dan search form pada tabel data yang di buat. Fitur tersebut dapat di jalankan dengan menggunakan fungsi tertentu dan semua sudah di berikan oleh dataTables [3].

3. Metode dan Perancangan Sistem

(11)

4

pengujian; dan 5) Penulisan laporan hasil penelitian. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 Gambar Alur Proses Penelitian (Sumber : Data Primer, 2015)

Berdasarkan bagan pada Gambar 1 dapat dijelaskan bahwa tahapan penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: tahap pertama: analisis dan pengumpulan data, yaitu melakukan analisis tentang apa saja yang dibutuhkan oleh petugas Sekretari DRPD juga kendala-kendala yang dihadapi oleh petugas dalam melaksanakan tugasnya. Tahap kedua: Perancangan sistem meliputi perancangan proses menggunakan Unified Modelling Language (UML) misalnya perancangan use case diagram, sequence diagram, class diagram. Perancangan

database yaitu perancangan tabel-tabel database yang berfungsi menyimpan data yang dibutuhkan oleh aplikasi inventory. Perancangan antarmuka yaitu sebagai interaksi antara user dengan sistem, berupa interface aplikasi inventory dibuat aplikasi untuk petugas Sekretariat DPRD kota Salatiga.

Tahap perancangan aplikasi terdapat desain sistem, perancangan arsitektur dan preancangan proses. Terdapat dua pengguna sistem untuk aplikasi Inventory, pertama adalah petugas Sekretariat DRPD sebagai user dan staf di Sekretariat DRPD sebagai admin. User dapat melakukan aktifitas sebagai berikut: 1) User

dapat memilih daftar barang yang ada pada halaman scan barang yang berisi infomasi barang; 2) User dapat melakukan update akun; 3) User dapat melihat pengumuman pada halaman pengumuman; 4) User dapat mencetak laporan barang.

Admin dapat melakukan aktifitas sebagai berikut: 1) Admin dapat melihat dan mengelola user; 2) Admin dapat menambah, melihat dan mengelola data barang; 3) Admin dapat melihat dan mencetak laporan barang; 4) Admin dapat menambah dan mengelola pengumuman; 5) Admin dapat mengupdate data barang.

Analisis kebutuhan perangkat keras dan spesifikasi perangkat lunak yang digunakan dalam membangun aplikasi inventory ini yaitu: Prosesor Intel Core i5, 4.00 GHz, RAM 4 GB dan SSD 500 GB. Sedangkan perangkat lunak yang digunakan adalah sistem operasi Windows 10 Creator Media, Sublime Text,

(12)

5

Prosedur penggunaan aplikasi inventory sebagai berikut: 1) User membuka

web browser kemudian menuliskan alamat web aplikasi; 2) User login

menggunakan username dan password yang diberikan admin; 3) User yang sudah

login dapat melihat halaman dashboard yang memiliki menu pilihan dari tombol yang berupa link menuju halaman lain, antara lain scan barang, profile, laporan hasil barang dan pengumuman; 4) User yang sudah login dapat melakukan kelola akun melalui menu profile; 5) User yang sudah login dapat melakukan scan

barang untuk melihat informassi barang; 6) User dapat keluar dari aplikasi inventory dengan melakukan klik pada tombol logout.

Metode pengembangan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

prototype model. Prototype model merupakan sebuah proses untuk membangun sebuah sistem berdasarkan dari kebutuhan pengguna. Metode ini dilakukan secara bertahap, yaitu dengan mengembangkan suatu prototype yang sederhana terlebih dahulu baru kemudian dikembangkan dari waktu ke waktu sampai perangkat lunak selesai dikembangkan. Prototype merupakan bentuk dasar atau model awal dari suatu sistem atau subsistem [13]. Tahap-tahap dalam metode Prototype

ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2Metode Prototype [13]

Metode prototype diawali dengan pengumpulan data kebutuhan. Pengumpulan kebutuhan dilakukan dengan cara komunikasi dengan pengguna aplikasi, yang dapat berupa wawancara atau kuesioner. Pada penelitian dilakukan pencarian ketubutuhan aplikasi sesuai dengan masalah yang ada dalam proses rekapitulasi sebelumnya, selanjunya membangun model prototype sesuai dengan gambaran aplikasi. Model prototype yang sudah dibuat kemudian diuji oleh Staf dan petugas. Hasil pengujian kemudian menjadi acuan apakah aplikasi yang dibuat sudah memenuhi kebutuhan pengguna. Tahapan yang dilakukan pada metode prototype dalam membangun aplikasi inventory adalah listen to customer,

build/revise mock-up dan customer test-drive mock-up.

Tahap listen to customer dilakukan untuk mengetahui dan menerjemahkan semua permasalahan serta kebutuhan perangkat lunak dan kebutuhan sistem yang dibangun. Analisis kebutuhan dilakukan dengan melakukan pencarian data serta informasi yang dibutuhkan oleh sistem. Ada empat analisis kebutuhan dalam perancangan sistem yaitu analisis kebutuhan sistem, analisis kebutuhan data, analisis kebutuhan perangkat keras dan analisis kebutuhan perangkat lunak.

(13)

6

DPRD Kota Salatiga akan melewati beberapa proses yang telah ditetapkan oleh petugas Sekretariat DPRD Kota Salatiga. Pertama, petugas memindai barang yang akan dicari untuk dicatat seperti, jenis barang, jumlah barang, harga barang, dan kondisi barang. Kedua petugas melakukan pengecekan barang untuk melihat kondisi barang yang akan dicatat, kemudian ditulis pada lembar kosong yang dibawa oleh petugas. Pada saat pencatatan hanya dilakukan oleh dua petugas selanjutnya, petugas menyerahkan lembar yang berisi barang yang telah melalui pengecekan secara langusng ke bagian pencatatan data. Terakhir Petugas menginput data di Microsoft Excel sesuai data yang di berikan oleh petugas. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah aplikasi yang dapat memenuhi kebutuhan sebagai berikut: a) kebutuhan admin mencakup dapat mengelola data hasil pencatatan, mengelola data barang, dapat mengelola user, dapat mengelola data pengumuman. b) kebutuhan petugas laboratorium dapat scan barang guna melihat informasi detail barang.

Pada tahap build/revise mock-up dilakukan pembuatan prototype aplikasi

inventory. Sumber berupa kebutuhan aplikasi dan form uji sampel petugas Sekretariat DPRD Kota Salatiga. Form yang telah ada diimplementasikan kedalam aplikasi inventory. Perancangan sistem mulai dibuat menggunakan UML. Pada prototype pertama sistem dibangun menggunakan PHP, Framework Bootstrap, dan Framework Jquery UI untuk desain antarmuka. Kelemahan pada

prototype pertama yaitu aplikasi Inventory belum dapat menampilkan hasil scan barcode dan beberapa fungsi yang ada pada aplikasi inventory belum dapat digunakan. Kelemahan pada prototype pertama kemudian menjadi acuan untuk melakukan perbaikan pada prototype kedua. Perbaikan prototype kedua yaitu perbaikan dan penambahan fungsi hasil scan barcode dan tambah pengumuman pada aplikasi inventory. Kelemahan pada prototype kedua yaitu aplikasi inventory

masih belum dapat mencetak laporan hasil barang. Kelemahan tersebut kemudian diperbaiki pada prototype ketiga dan keempat.

Tahapan customer test-drives mock-up dilakukan untuk untuk mengetahui apa saja yang masih menjadi kekurangan aplikasi dan apa saja yang sudah memenuhi kebutuhan aplikasi. Jika masih terdapat kekurangan dalam aplikasi, maka dilakukan perbaikan. Apabila aplikasi inventory sudah sesuai dengan kebutuhan, maka proses selesai.

Perancangan sistem dalam penelitian ini dibuat dalam bentuk diagram UML, meliputi use case diagram, activity diagram, sequence diagram dan class diagram. Berikut ini akan dijelaskan masing-masing diagram yang telah dibuat.

(14)

7

Gambar 3 merupakan use case diagram dari aplikasi yang dibuat. Terdapat 2 (dua) aktor dalam aplikasi, yaitu aktor admin dan user. Aktor admin merupakan pemilik hak akses tertinggi, admin disini adalah Staf Sekretariat DPRD Kota Salatiga di mana dapat melakukan pengelolaan data barang, data kategori barang, data laporan barang, data barcode, data user dan data pengumuman. Aktor user

merupakan pemilik hak akses kedua dengan tingkat dibawah kendali admin, user

disini adalah petugas umum Sekretariat DPRD Kota Salatiga. Hak akses user

memiliki 2 (dua) use case, yaitu mengelola data scan barang, mencetak laporan, dan melihat pengumuman.

Gambar 4Activity Diagram Scan Barang

Gambar 4 merupakan activity diagram dari proses mencari data barang dengan melakukan scan kode barang. Activity dimulai dari memilih menu scan barang kemudian petugas Sekretariat mengisi data form scan barang yang terdiri dari data kode barang. Data kemudian akan disimpan dalam database setelah petugas menekan tombol submit dalam bentuk history, kemudian data yang di cari akan ditampilkan ke petugas.

Gambar 5Activity Diagram pengumuman

Gambar 5 merupakan activity diagram dari proses melihat pengumuman dari admin. Activity dimulai dari memilih menu pengumuman, kemudian menekan tombol pengumuman. Data pengumuman kemudian akan dicari dalam database

(15)

8

Gambar 6Activity Diagram Tambah Data Barang

Gambar 6 merupakan activity diagram dari proses menginput data barang.

Activity dimulai dari memilih menu barang, kemudian menekan tombol tambah barang kemudian petugas Sekretariat mengisi data form tambah barang yang terdiri dari data kode barang, nama barang, nomer register, merk, kondisi, harga, ukuran, tahun, bahan, cara perolehan, jumlah barang, gambar dan keterangan. Data barang kemudian akan disimpan dalam database setelah petugas menekan tombol submit, kemudian data barang yang disimpan akan ditampilkan ke petugas.

Gambar 7 SequenceDiagram Tambah Data Barang

Gambar 7 merupakan sequence diagram untuk melakukan tambah data barang. Admin mengisikan data barang dengan memasukan kode barang, nama barang, nomer register, merk, kondisi, harga, ukuran, tahun, bahan, cara perolehan, jumlah barang, gambar dan keterangan. Seletah Admin melakukan klik tombol submit data akan disimpan kedalam database, kemdian data yang disimpan akan ditampikan di halaman menu barang.

Gambar 8 SequenceDiagram Tambah Data Kategori

(16)

9

tombol submit data akan disimpan kedalam database, kemudian data yang disimpan akan ditampikan di halaman menu barang.

Gambar10 SequenceDiagram Tambah Data Merk

Gambar10 merupakan sequence diagram untuk melakukan tambah data Merk. Admin mengisikan data merk dengan memasukan attribute merk. Seletah

Admin melakukan klik tombol submit data akan disimpan kedalam database, kemdian data yang disimpan akan ditampikan di halaman menu merk.

Gambar 11 Class Diagram Aplikasi

Gambar 11 merupakan penggambaran dari modul-modul yang ada di dalam sistem. Berdasarkan Gambar 11, terdapat lima class yang digunakan dalam sistem ini, yaitu kategori, kode_barang, merk, barcode dan user. Setiap class memiliki fungsi/method masing-masing. Method insert() digunakan untuk memasukan data.

Method update() digunakan untuk melakukan update data, terakhir method delete() untuk menghapus data. Class yang digunakan pada aplikasi ini terdiri dari tiga jenis yaitu entity class, controller, dan boundary class. Entity class berisikan informasi mengenai beberapa class yang digunakan seperti atribut dan fungsi yang digunakan dalam class yang bersangkutan, misal pada class kode_barang terdapat

entity class yang berisikan atribut kode_barang dan kategori selain itu juga terdapat fungsi insert(), update() dan delete(). Kemudian controller, class ini berisikan fungsi untuk mengolah data, pada class kode_barang terdapat controller_kategori yang berisikan beberapa fungsi seperti get_data(), tambahKategori(), ubahKategori() dan hapusKategori(). Class yang terakhir adalah boundary, class ini berinteraksi langsung dengan pengguna, atau bisa dibilang user interface, pada class penjadwalan boundary direpresentasikan sebagai class Interface_inventaris. Konfigurasi yang sama juga dilakukan pada

(17)

10

Gambar12 FlowChartDiagramScan Barcode Barang

Gambar12 merupakan flowchart diagram untuk melakukan scan barcode

barang. User yang telah login mengisikan kode barcode dengan menggunakan

barcode reader atau diinput secara langsung, data barcode yang discan akan secara langung dicari didatabase inventory untuk melihat kecocokan kode barcode

tersebut, kemudian data yang valid akan secara langusng di tampilkan sesuai kode

barcode yang ada dibarang, sedangkan data yang tidak cocok tidak akan ditampilkan. Pada saat proses scan barcode secara langsung juga melakukan

insert pada table last scan barcode.

4. Pembahasan dan Hasil Pengujian

Implementasi dari perancangan aplikasi inventory DPRD Kota Salatiga dilakukan dengan Php Native. Terdapat beberapa pengaturan yang harus dilakukan pertama kali saat pembuatan, yaitu pengaturan koneksi ke database. Pengaturan koneksi basis data dilakukan pada file koneksi. Pengaturan ini ditunjukkan pada Kode Program 1.

Kode Program 1 Koneksi Php Native

Kode Program 1 merupakan konfigurasi untuk koneksi dengan database

MySql. Konfigurasi ini terdapat dalam file koneksi pada folder projectinventory. Pada konfigurasi ini dilakukan pengisian untuk nama database yang digunakan,

$server,$database, $username dan $password.

1. <?php

2. $server = "localhost"; 3. $username = "root"; 4. $password = "";

5. $database = "db_inventaris";

6. // Koneksi dan memilih database di server

7. mysql_connect($server,$username,$password) or die("Koneksi gagal"); 8. mysql_select_db($database) or die("Database tidak bisa diakses. Periksa

server!");

(18)

11

Gambar 14 Halaman Dashboard Admin

Gambar 14 merupakan halaman dashboard admin yang menampilkan chart

data jumlah barang yang ada di kantor DPRD Kota Salatiga. Untuk menampilan

chart menggunakan plugin chartJS.

Kode Program 3 Fungsi Menampilkan Data Chart

Kode Program 3 merupakan fungsi JavasSript untuk menampilkan data

chart dan konfigurasi tampilan warna chart. Baris tiga dan enam adalah fungsi untuk mengambil data dari tb_inventaris, sedangkan baris tujuh dan dua belas merupakan konfigurasi warna background dan border pada chart bar.

Gambar 15 HalamanTambah Data Barang

Gambar 15 adalah halaman tambah data barang. Pada halaman ini admin

mengisikan data meliputi nomor registrasi, nama barang, gambar, kode barang, barcode, jenis barang, kategori, tahun, cara perolehan, bahan, merk, ukuran, jumlah barang, dan kondisi. Ada beberapa form yang wajib diisi, khusus untuk

form kategori setidaknya harus diisi oleh satu data.

1. type: 'bar', 2. data : {

3. labels: [<?php while ($b = mysqli_fetch_array($bulan)) { echo '"' . $b['nama_barang'] . '",';}?>],

4. datasets: [{

5. label: 'jumlah barang',

6. data: [<?php while ($p = mysqli_fetch_array($penghasilan)) { echo '"' . $p['jumlah_barang'] . '",';}?>],

7. backgroundColor: [

8. 'rgba(255, 99, 132, 0.2)', 9. 'rgba(54, 162, 235, 0.2)',

10. 'rgba(255, 206, 86, 0.2)'

(19)

12

Gambar 16 HalamanDaftar Barang

Gambar 16 adalah halaman daftar barang. Halaman ini menampilkan semua daftar barang yang telah ditambah. Pada halaman ini terdapat fungsi untuk mencari barang, tombol detail berfungsi untuk melihat detail lebih lanjut dari barang tersebut.

Gambar 17 HalamanScan Barang

Gambar 17 adalah halaman scan barang. Pada halaman ini ditampilkan scan

barang yang dilakukan oleh petugas, setelah discan data akan masuk pada table last scan dan list scan barcode. Proses scan dilakukan dengan cara petugas menginput kode barcode barang menggunakan barcode reader atau diketik secara langusung, selanjutnya menekan tombol submit. Setelah disubmit makan barang akan langsung masuk pada table list scan barang secara otomatis. Pada table list scan barcode memunculkan kecocokan barcode dengan data barang yang telah ditambah oleh staf, maka memunculkan data keterangan pada table list scan barcode guna mempermudah pencarian dan pencocokan data.

Kode Program4 Fungsi InsertScanBarcode

Kode Program 4 merupakan fungsi Insert Scan Barcode data, guna untuk menyimpan data barcode yang telah discan oleh petugas. Pada proses ini data yang telah discan akan masuk ke database pada tb_barcode.

1. <?php

2. error_reporting(E_ALL ^ E_DEPRECATED); 3. $link=mysql_connect("localhost","root",""); 4. mysql_select_db("db_inventaris",$link); 5. if(isset($_POST['submit'])){

6. $barcode = $_POST['barcode'];

7. $query = mysql_query(" INSERT INTO tb_barcode VALUES ('','$barcode',now())");

8. header("LOCATION:main1.php?module1=barang");

(20)

13

Gambar 20 Contoh Label Barcode Barang di DPRD.

Gambar 20 adalah contoh label barcode barang di DPRD kota salatiga yang akan discan. Pada label barcode barang berbeda-beda, ada yang bertype EAN 8, code 39, dan code 128. Pada dasarnya cara scanning masih sama namun bentuk

Bar dari barcode agak berbeda, untuk barcode bisa dibuat langsung diaplikasi

inventory yang telah dibuat pada menu barcode admin.

Gambar 21 Label Barcode Nomer Seri DiscanMenggunakan Barcode Reader.

Gambar 21 adalah label barcode nomer seri discan menggunakan barcode reader. Pembaca/Scanner barcode merupakan perangkat yang secara optis

memindai sebuah barcode dan menterjemahkan data yang ada dalam barcode dari pola barcode ke dalam data yang bisa dipakai oleh computer atau perangkat lain. Pada saat proses scanning code bar dalam barcode tersebut akan muncul dikotak inputan barcode pada menu scan barcode.

Gambar 22 Hasil Baca Code Bar Dalam Barcode.

(21)

14

petugas menekan tombol submit untuk diproses, jika menggunakan barcode reader akan otomatis tersubmit.

Gambar 23 Hasil Last Scan Barcode.

Gambar 23 adalah hasil last scan barcode. Pada saat barang discan maka akan muncul pada tabel last scan. Pada tabel ini menampilkan id, barcode, tanggal, dan jam scanning, sehingga bisa melihat history scan barang.

Kode Program5 Fungsi Menampilkan LastScanBarcode

Kode Program 5 merupakan fungsi Menampilkan Last Scan Barcode data, guna untuk menampilkan data barcode yang telah discan. Pada saat scan barcode

selesai data kode barcode disimpan di tb_barcode kemudian di tampilkan ditable last scan barcode menggunakan query sql select * from tb_barcode, data tersebut bisa dijadikan sebagai history scanning barang kantor DRPD kota Salatiga.

Gambar 24 Hasil List Scan Barang

Gambar 24 adalah hasil list scan barang. Pada saat barang discan maka akan dicocokan datanya antara tb_barcode dengan tb_inventaris, untuk barcode yang sama dengan tb_barcode dan tb_inventaris maka akan tampil datanya sesuai barang tersebut. Sedangkan barcode yang tidak sama maka hanya akan masuk ditabel list scan barcode saja. Pada table list scan barcode petugas dapat melihat barang yang discan, didalam table tersebut menampilkan informasi kode barang,

1. <div class="tbl-content">

2. <table cellpadding="0" cellspacing="0" border="0"> 3. <tbody>

4. <?php

5. $hasil = mysql_query("SELECT * FROM tb_barcode ORDER BY id desc"); 6. while ($r=mysql_fetch_array($hasil)){

7. echo " 8. <tr >

9. <td>$r[id]</td> 10. <td>$r[barcode]</td> 11. <td>$r[date]</td> 12. </tr>";}

(22)

15

barcode, nama/jenis barang, nomer register, merk/type, jumlah barang, keterangan, tanggal, dan jam, sehingga petugas mudah dalam mendapatkan informasi barang yang scan.

Kode Program5 Fungsi Menampilkan ListScanBarcode

Kode Program 5 merupakan fungsi Menampilkan List Scan Barcode data, guna untuk menampilkan data barcode dengan menggunakan join table tb_inventaris dengan tb_barcode. Fungsi join sangat berguna karena data dua

table tersebut memiliki attribut yang sama maka bisa di joinkan, jadi barang yang telah discan akan dicocokan barcodenya sesuai data pada tb_inventaris dan data yang cocok akan di tampilkan pada table list scan barcode.

Kode Program6 Fungsi Row Grouping Laporan Barang Menggunakan Library Datatables

Kode Program 6 merupakan fungsi Row Grouping Laporan Barang Menggunakan Library Datatables, guna untuk menampilkan data laporan barang sesuai kategori yang ada, maka digunakan library datatables untuk membuat tampilan data sesuai dengan kategori. Pada penggunaan fungsi row grouping dilaporan barang terdapat dua belas coloum yang dimana pada coloum kedua yang

1. $(document).ready(function() {

8. return 'Details for '+data[0]+' '+data[1];}} ),

9. renderer: $.fn.dataTable.Responsive.renderer.tableAll()}}, 10. "columnDefs": [

11. { "visible": false, "targets": 1 }], 12. "order": [[ 1, 'asc' ]],

13. "displayLength": 10,

14. "drawCallback": function ( settings ) { 15. var api = this.api();

16. var rows = api.rows( {page:'current'} ).nodes();

17. var last=null;

18. api.column(1, {page:'current'} ).data().each( function ( group, i ) { 19. if ( last !== group ) {

11. $hasil = mysql_query("SELECT kode_barang, tb_inventaris.barcode, nama_barang, nomor_register, merk, jumlah_barang, keterangan, date FROM tb_barcode INNER JOIN tb_inventaris ON tb_barcode.barcode =

(23)

16

merupakan coloum kategori menjadi row grouping, pada setiap kategori yang ada akan menjadi row sebagai pemisah antar kategori barang.

Gambar 19 HalamanLaporan Barang

Gambar 19 adalah halaman laporan barang. Pada halaman ini ditampilkan laporan barang yang dilakukan oleh petugas, data barang yang tampilkan dapat langsung dicetak dalam bentuk excel, pdf, dan dapat dicopy langsung sesuai data yang dicari, untuk fungsi cetak dan tampilan row grouping menggunakan library datatables. Pada penggunaan fungsi dari library datatables mempermudah petugas dalam melakukan cetak laporan, ordering laporan, dan searching data laporan.

Pengujian sistem dilakukan dengan menguji fungsi-fungsi dari sistem yang telah dibuat untuk mencari kesalahan/bug pada sistem. Pengujian sistem dilakukan agar sistem yang dibuat berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Pengujian sistem ini menggunakan dua teknik pengujian yaitu pengujian alpha dan pengujian beta.

Pengujian alpha menggunakan metode blackbox yaitu pengujian fungsi-fungsi sistem secara langsung tanpa memperhatikan alur eksekusi program. Pengujian ini dilakukan dengan memperhatikan apakah fungsi telah berjalan sesuai rancangan dan sesuai yang diharapkan. Tabel 1 adalah hasil pengujian dari sistem yang telah dilakukan.

Tabel 1 Hasil Pengujian Blackbox

Fungsi yang diuji Kondisi Output yang

diharapkan

Output yang dihasilkan sistem

Status Pengujian

Login Username dan password

benar

Tambah Data Barang Form diisi dengan benar

Form wajib diisi kosong

Ubah Data Barang Form diisi dengan benar Sukses ubah data Sukses ubah data Valid

Hapus Data Barang Pilih salah satu data Sukses hapus data Sukses hapus data Valid

Tambah Pengumuman Form diisi dengan benar Sukses tambah data Sukses tambah data Valid

Ubah pengumuman Form diisi dengan benar Sukses ubah data Sukses ubah data Valid

Hapus pengumuman Pilih salah satu data Sukses hapus data Sukses hapus data Valid

Menampilkan data

Membuka halaman arsip Sukses menampilkan data

(24)

17

data data

Ubah data user Data user diisi dengan benar

Sukses ubah data Sukses ubah data Valid

Scan Barang Scan diisi dengan benar Sukses Scan data Sukses Scan data Valid

Berdasarkan pengujian yang dilakukan pada aplikasi web dapat dilihat status pengujian dari setiap fungsi valid, maka disimpulkan bahwa aplikasi ini berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan. Pengujian beta adalah pengujian yang dilakukan oleh orang yang tidak ikut dalam pembuatan aplikasi atau calon pengguna aplikasi. Pengujian beta dilakukan dengan menggunakan kuesioner, yaitu dengan melakukan tanya jawab melalui telfon kepada sample user. Sample user berjumlah 15 responden dan dipilih secara acak, sample user pada pengujian ini adalah petugas Sekretariat DPRD Kota Salatiga yang menggunakan aplikasi

Inventory. Hasil jawaban kuesioner dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Hasil Jawaban Kuesioner

No Pernyataan STS TS CS S SS

1 Aplikasi aplikasi ini mudah digunakan 0 0 2 8 5

2 Tampilan, huruf dan gambar dari aplikasi ini dapat dilihat dengan jelas

0 0 5 5 5

3 Menu-menu pada aplikasi ini mudah dipahami dan tidak

membingungkan

1 0 4 3 7

4 Aplikasi ini membantu dalam melakukan pengelolaan scan

barang

0 0 0 10 5

5 Aplikasi ini membantu dalam melakukan pengelolaan data

barang

0 1 5 4 5

6 Aplikasi ini bermanfaat untuk menyimpan arsip data barang 0 3 5 3 4

Setelah semua jawaban diketahui maka yang dilakukan adalah menghitung presentase jawaban responden yang telah mengisi kuesioner. Berikut rumus untuk menghitung index persentase jawaban responden.

Rumus Index % = ∑ Skor:Y*100% (1)

Rumus 1 adalah rumus untuk menghitung presentase jawaban responden. Hasil analisa untuk pertanyaan pertama didapatkan index 84,00% responden setuju jika aplikasi inventory mudah digunakan. Untuk pertanyaan kedua 80,00% responden setuju bahwa huruf dan gambar pada aplikasi inventory dapat dilihat dengan jelas. Untuk pertanyaan ketiga 80,00% responden setuju bahwa menu pada aplikasi inventory mudah untuk dipahami dan tidak membingungkan. Untuk pertanyaan keempat 86,70% responden setuju bahwa aplikasi inventory membantu dalam melakukan pengelolaan scan barang. Untuk pertanyaan kelima 76,00% responden setuju bahwa aplikasi inventory membantu dalam melakukan pengelolaan data barang. Untuk pertanyaan keenam 70,67% responden setuju bahwa aplikasi sistem informasi laboratorium bermanfaat untuk menyimpan arsip data barang.

Pengujian diujikan kepada 15 pengguna di kantor DPRD kota Salatiga, adapun hal-hal yang diujikan yaitu cara penginputan data barang beserta fungsi-fungsinya dan cara scanning barang. Pada hasil pengujian mendapatkan respon bahwa untuk penginputan barang lebih mudah dikarenakan mudahnya pengisian

(25)

18

adanya aplikasi Inventory memudahkan Staf Sekretariat DPRD Kota Salatiga dalam melakukan pengawasan pekerjaan petugas Sekretariat DPRD Kota Salatiga dan dalam melakukan pencarian data barang dengan mengunakan fitur scan

barang menjadi semakin cepat dua menit dari proses waktu yang lalu lima menit untuk setiap barang, sedangkan proses penyimpanan data barang lebih cepat empat puluh menit dari proses sebelumnya memakan waktu enam puluh menit untuk satu jenis barang, serta pencarian arsip data barang yang ada di kantor. Selain itu petugas juga dimudahkan dengan adanya fitur pengumuman.

5. Simpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa perancangan aplikasi inventory di kantor DPRD Kota Salatiga dapat dirancang menggunakan Php Native, barcode, dan library datatables . Penggunaan aplikasi inventory dapat diterapkan untuk mempermudah petugas Sekretariat DPRD Kota Salatiga dalam melakukan pencatatan dan pencarian barang. Adanya teknologi barcode dan library datatables mempercepat proses penyimpanan atau pencatatan barang yaitu memakan waktu hanya dua puluh menit untuk setiap jenis barang dari proses terdahulu memakan waktu enam puluh menit untuk setiap barang. Pada rekapitulasi data menjadi lebih efisien dalam pembuatan laporan barang, serta bisa meminimalisir kelihangan barang yang pernah terjadi karena dalam data barang terdapat detail keterangan lokasi barang terakhir dan kapan terakhir discan oleh petugas sehingga setiap barang dapat dipantau lokasinya setiap waktu.

Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa pengembangan aplikasi

inventory mampu membantu dalam proses pencatatan data barang di DPRD Kota Salatiga, dan adanya fitur untuk melakukan pencarian scan barang. Dengan adanya aplikasi inventory juga mempermudah Staf Sekretariat DPRD Kota Salatiga untuk menyampaikan informasi melalui fitur pengumuman.

6. Pustaka

[1] Agusvianto Hendra, 2017. Sistem Informasi Inventori Gudang Untuk Mengontrol Persediaan Barang Pada Gudang (Studi Kasus PT.Alaisys Sidoarjo). JIEET(1). Januari 2017. ISSN 2549-869X.

[2] Fitriana N Dewi, 2013. Perancangan Aplikasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Menggunakan Visual Basic.Net 2008 Dengan Deteksi Kartu Pasien Via Barcode Berbasis Android. SINTEKS(2). Juni 2013. ISSN 1907-2007. [3] DPRD kota Salatiga, 2017. Visi Misi DPRD. Diakses tanggal 1 Februari

2017 dari http://dprd-salatigakota.go.id/.

[4] JQueryScript, 2017. Full-width jQuery. Diakses tanggal 5 Februari 2017 dari http://www.jqueryscript.net.

[5] DataTables, 2017. DataTables. Diakses tanggal 7 Februari 2017 dari https://datatables.net.

(26)

19

[7] Indrawaty, Youllia, 2001, Sebuah Gagasan Penggunaan Sistem Pengkodean Baris(Barcode) Sebagai Kunci Pendeteksian Uang Secara Otomatis. Surakarta : Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[8] Ramadijanti, N dan Setiawardhana. 2010. Implementasi Pengolahan Citra Untuk Identifikasi Produk Kemasan Berdasarkan Label Kemasannya. Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[9] Albert Haryadi, 2012, Perancangan Sistem Identifikasi Barcode Untuk Deteksi ID Produk Menggunakan Webcam. Padang : Universitas Andalas. [10] Dinas Kearsiapan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi, 2016. Arsip

Berbasis Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Pembangunan Nasional. Diakses tanggal 15 Mei 2017 dari https://basipda.bekasikab.go.id. [11] HM, Jogiyanto, 1995. Sistem Teknologi informasi. Andi, Yogyakarta. [12] Vandika Arnes Y, 2011, Perancangan Sistem Informasi Manajemen

Inventory dengan Menggunakan Ms. Visual Foxpro 6.0 Pada Kantor Dinas Badan Pusat Statistik (Bps) Lampung Selatan, Lampung: Universitas Bandar.

[13] Pressman, R. S., 2001. Software engineering: a practitioner’s approach.

Amerika Serikat: R.S. Pressman and Associates.

[14] Real-Time Work-in-Process and Materials Tracking Systems, 2017. BellHawk Standard Edition - Work-in-Process and Inventory Tracking Software. Diakses tanggal 15 Mei 2017 dari http://www.bellhawk.com/.

Figur

Gambar 2 Metode Prototype [13]

Gambar 2

Metode Prototype [13] p.12
Gambar 3 Use Case Diagram Sistem

Gambar 3

Use Case Diagram Sistem p.13
Gambar 4 Activity Diagram Scan Barang

Gambar 4

Activity Diagram Scan Barang p.14
Gambar 6  Activity Diagram Tambah Data Barang

Gambar 6

Activity Diagram Tambah Data Barang p.15
Gambar 8 merupakan sequencebarang. barang, nomer perolehan, jumlah barang, gambar dan keterangan

Gambar 8

merupakan sequencebarang. barang, nomer perolehan, jumlah barang, gambar dan keterangan p.15
Gambar12  FlowChart Diagram Scan Barcode Barang
Gambar12 FlowChart Diagram Scan Barcode Barang p.17
Gambar 14 merupakan halaman dashboard admin yang menampilkan chart

Gambar 14

merupakan halaman dashboard admin yang menampilkan chart p.18
Gambar 14 Halaman Dashboard Admin

Gambar 14

Halaman Dashboard Admin p.18
Gambar 17 Halaman Scan Barang

Gambar 17

Halaman Scan Barang p.19
Gambar 16 Halaman Daftar Barang

Gambar 16

Halaman Daftar Barang p.19
Gambar 20 Contoh Label Barcode Barang di DPRD.

Gambar 20

Contoh Label Barcode Barang di DPRD. p.20
Gambar 20 adalah contoh label barcode barang di DPRD kota salatiga yang

Gambar 20

adalah contoh label barcode barang di DPRD kota salatiga yang p.20
Gambar 23 adalah hasil last scan barcode. Pada saat barang discan maka

Gambar 23

adalah hasil last scan barcode. Pada saat barang discan maka p.21
Gambar 23 Hasil Last Scan Barcode.

Gambar 23

Hasil Last Scan Barcode. p.21
table tersebut memiliki attribut yang sama maka bisa di joinkan, jadi barang yang

table tersebut

memiliki attribut yang sama maka bisa di joinkan, jadi barang yang p.22
Tabel 1 Hasil Pengujian Blackbox

Tabel 1

Hasil Pengujian Blackbox p.23
Gambar 19 adalah halaman laporan barang. Pada halaman ini ditampilkan

Gambar 19

adalah halaman laporan barang. Pada halaman ini ditampilkan p.23
Gambar 19 Halaman Laporan Barang

Gambar 19

Halaman Laporan Barang p.23
Tabel 2 Hasil Jawaban Kuesioner

Tabel 2

Hasil Jawaban Kuesioner p.24

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di