• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Intensitas Naungan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Kultivar Kedelai ( Glycine max (L.) Merrill) di Lahan Pasir Pantai Bugel, Kulon Progo | Handriawan | Vegetalika 25346 51481 1 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Intensitas Naungan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tiga Kultivar Kedelai ( Glycine max (L.) Merrill) di Lahan Pasir Pantai Bugel, Kulon Progo | Handriawan | Vegetalika 25346 51481 1 PB"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Intensitas cahaya (lux), suhu udara ( ̊C), kelembaban udara (%), dan kadar lengas tanah (%) pada berbagai taraf naungan (%) Intensitas Intensitas Suhu Kelembaban Kadar lengas
Gambar 1. Hubungan antara intensitas cahaya (lux) dan suhu udara ( ̊ C)
Tabel 2. Tinggi tanaman (cm) tiga kultivar kedelai pada berbagai taraf naungan (%) umur 2,4,6,8, dan 9 minggu setelah tanam Umur tanaman
Tabel 3. Jumlah daun (helai/rumpun) tiga kultivar kedelai pada berbagai taraf naungan (%) umur 2, 4, 6, 8, dan 9 minggu setelah tanam Umur tanaman
+4

Referensi

Dokumen terkait

segar dan kering tajuk yang berbeda nyata terhadap naungan 0% dan 50% (Tabel 2). Intensitas cahaya yang dibutuhkan tumbuhan cukup beragam, ada tanaman yang

Interaksi perlakuan komposisi pupuk hayati dan lokasi pengembilan tanah tidak berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan berat kering tanaman

Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan naungan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada umur 2 dan 6 MST, jumlah buku umur 3 MST, umur berbunga, berat

Alat pelindung tanaman secara tertutup atau naungan tertutup yang diletakkan menyelubungi suatu tanaman akan dapat merubah iklim mikro (suhu udara, suhu tanah, kelembaban,

Untuk beberapa respon yang berbeda nyata pada perlakuan petrobio, baik pada berat kering tanaman, berat kering akar, nisbah pupus akar dan panjang akar dosis terbaik ditunjukkan

Penggunaan varietas Wilis dengan takaran pupuk Kalium k2 (60 kg ha -1 K2O) menunjukkan bobot biji tanaman -1 yang paling berat dan berbeda nyata dibandingkan dengan

Kacang hijau Lokal Wonosari yang dibudidayakan di lahan pasir menggunakan mulsa sekam memiliki hasil paling rendah, sehingga keuntungan yang didapat juga rendah

Penurunan jumlah polong per tanaman yang lebih rendah pada varietas yang diduga toleran dibandingkan dengan yang diduga peka dalam kondisi naungan 50%, karena pendistribusian