• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENANGGUHAN PEMBERIAN SURAT IDZIN KEPADA DOKTER DAN DOKTER GIGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENANGGUHAN PEMBERIAN SURAT IDZIN KEPADA DOKTER DAN DOKTER GIGI"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 8 TAHUN 1951

TENTANG

PENANGGUHAN PEMBERIAN SURAT IDZIN KEPADA DOKTER DAN DOKTER GIGI

Presiden Republik Indonesia,

Menimbang : bahwa karena dokter-dokter dan dokter-dokter gigi yang bekerja pada Pemerintah sangat kurang, perlu amat diadakan peraturan yang menjamin agar tambahan tenaga dokter untuk Pemerintah teratur adanya;

Mengingat : pasal 42 Undang-undang Dasar Sementara Republik Indonesia;

Mendengar : sidang Dewan Menteri tanggal 28 September 1950.

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia;

Memutuskan :

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGGUHAN PEMBERIAN SURAT IZIN KEPADA DOKTER DAN DOKTER GIGI.

Pasal 1.

"Het Reglement op den Dienst der Volksgezondheid" (Staatsblad 1882 No. 97, sebagaimana telah diubah dan ditambah, terakhir dengan Staatsblad 1949 No. 228) ditambah dengan satu pasal baru 43 a, yang bunyinya seperti berikut :

(1) Pemberian surat izin, seperti dimaksud dalam pasal 43 "Het Reglement op den Dienst der Volksgezondheid" tersebut, dipertangguhkan kepada :

a. mereka yang memperoleh ijazah dokter atau dokter gigi dalam negeri ini;

b. warga negara, yang di negeri lain mendapat ijazah dokter atau dokter gigi yang memberikan hak kepadanya untuk menjalankan pekerjaan dokter atau dokter gigi di negeri ini.

(2) Surat izin diberikan setelah mereka sekurang-kurangnya 3 tahun berturut-turut bekerja pada Pemerintah.

(3) Barang siapa yang bekerja kepada Pemerintah hanya semata-mata untuk melanjutkan atau menamatkan pelajarannya, maka masa kerja itu tidak dapat dihitung sebagai masa kerja kepada Pemerintah seperti dimaksud dalam ayat (2).

(4) Dalam hal yang luar biasa Menteri Kesehatan berkuasa memberikan surat izin dengan menyimpang dari pada yang ditetapkan dalam ayat (1).

Pasal 2.

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

2

-Barang siapa, yang sebagai mata-pencaharian, baik khusus maupun sebagai sambilan, menjalankan pekerjaan dokter atau dokter gigi dengan tidak mempunyai surat izin, di dalam keadaan yang tidak memaksa, dihukum dengan hukuman kurungan paling lama dua bulan atau hukuman denda setinggi-tinggi sepuluh ribu rupiah.

Pasal 3.

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan.

Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 30 Juni 1951. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

SOEKARNO.

MENTERI KESEHATAN,

J. LEIMENA

Diundangkan

pada tanggal 13 Juli 1951. MENTERI KEHAKIMAN a.i.,

M.A. PELLAUPESSY.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil Penelitian ini tidak sejalan karena masa kerja hanya menggambarkan waktu yang telah dilalui selama beberapa tahun dan bukan waktu untuk kontak dengan pasien, analisis

 Alumni Program Studi S1 Pendidikan Matematika FKIP UT lulusan tahun 2009.1 sd 2010.2 sebelum melanjutkan studi ke UT sudah bekerja sebagai guru bidang studi matematika.. Masa

bahwa besaran tunjangan kehormatan yang diberikan kepada Bekas Anggota Komite Nasional Indonesia Pusat dan Janda/Dudanya sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan

telah mempunyai masa kerja dalam dinas militer sekurang- kurangnya 20 tahun akan tetapi belum mencapai usia pensiun minimum; perhitungan dan besarnya pensiun pokok dalam syarat

menekankan kepada keupayaan untuk bergelagat semata-mata bagi memenuhi kehendak dan keperluan manusia di dunia. Sebaliknya, konsep niat yang diperkenalkan oleh Al-Ghazali menekankan

: Jabatan fungsional : Unit kerja : Menyatakan bersedia menjadi anggota tim untuk bekerja sama dalam pelaksanaan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2019, dengan:

Dalam erti kata lain, penawaran kursus Wajib termasuk kursus FIS tidak hanya memfokuskan kepada teori dan ilmu semata-mata, tetapi pada masa yang sama menerapkan elemen pembentukan

Data kajian ini mendorong penyelidik untuk mengemukakan syor definisi baharu bagi istilah "digital poverty" yang tidak terhad kepada pemilikan gajet semata-mata tetapi juga masa, ruang