Tanggung Jawab Terhadap Kegagalan Bangunan dalam Pekerjaan Konstruks Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 Tentang Jasa Konstruksi
Teks penuh
Dokumen terkait
Kegagalan bangunan dalam pelaksanaan pembangunan rumah susun dapat terjadi akibat dari suatu bentuk wanprestasi yang dilakukan oleh penyedia jasa konstruksi karena
Undang-undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi ini mengatur tentang ketentuan-ketentuan yang mengikat dalam kontrak kerja konstruksi antara Pengguna Jasa dan
Di dalam pasal 1 ayat (5) Undang-undang Nomor 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi menyebutkan bahwa Kontrak Kerja Konstruksi adalah keseluruhan dokumen yang mengatur hubungan
Pengertian tentang kegagalan bangunan dalam penyelenggaraan pekerjaan konstruksi harus dipahami pelaku jasa konstruksi, karena diyakini banyak pihak yang masih rancu dalam
Selain berdasarkan Undang-Undang Jasa Konstruksi, apabila bangunan konstruksi dimaksud merupakan sebuah gedung, maka terdapat aturan dalam Undang-Undang Nomor 28
I. Dalam pembangunan nasional, jasa konstruksi mempunyai peranan penting dan strategis mengingat jasa konstruksi menghasilkan produk akhir berupa bangunan atau bentuk fisik
Dalam Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang No 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi dinyatakan bahwa "Barang siapa yang melakukan perencanaan pekerjaan konstruksi
selain memuat uraian yang jelas dan rinci tentang lingkup kerja, nilai pekerjaan, dan batasan waktu pelaksanaan sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 18