Rapor positif, Selamat Sempurna belum ubah target.
Pendapatan tumbuh 16,77%, LINK genjot pelanggan.
Panca Budi siap gencar ekspansi usai IPO.
Chandra Asri terbikan obligasi untuk ekspansi 2018.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG pada perdagangan akhir
Oktober 2017 kemarin berhasil
melanjutkan tren bullish sepan‐
jang tahun ini, ditutup menguat
31,707 poin (0,53%) di 6005,784.
Sepanjang Oktober IHSG menguat
1,78% menandai penguatan bu‐
lanan selama sepuluh bulan bertu‐
rut‐turut sejak Februari lalu. Pen‐
guatan IHSG kemarin ditopang
aksi beli saham sektor konsumsi,
industri semen, perbankan dan
properti. Sedangkan saham yang
tertekan
adalah
infrastruktur,
aneka industri dan tambang. Senti‐
men pasar digerakkan dengan se‐
jumlah isu individual terkait rilis
laba 3Q17, pergerakan harga ko‐
moditas dan penguatan rupiah
terhadap dolar AS yang kemarin berada di Rp13563.
Sementara Wall Street tadi malam berhasil menguat terbatas.
Indeks DJIA dan S&P masing‐masing menguat 0,12% dan 0,09% di 23377,24
dan 2575,26. Indeks Nasdaq menguat 0,43% di 6727,67. Selama Oktober
2017, indeks DJIA dan S&P masing‐masing menguat 4,34% dan 2,22%
menandai penguatan bulanan selama tujuh bulan berturut‐turut. Sentimen
pasar tadi malam dipicu optimisme pasar atas persetujuan Kongress atas
usulan reformasi pajak Trump, rencana Trump mengumumkan calon Guber‐
nur The Fed yang baru Kamis pekan ini menggantikan Yellen, dan penca‐
paian laba 3Q17 sejumlah emiten yang di atas ekspektasi. Pasar komoditas
juga bergerak bullish tadi malam. Harga minyak mentah di AS menguat
0,42% di USD54,38/barel. Harga logam nikel di LME tadi malam melonjak
6,65% di USD12422,5/MT. Harga batubara di Newcastle kemarin hampir
mencapai USD100/MT.
Penguatan harga komoditas energi dan logam akan mendorong
kembali penguatan saham berbasiskan komoditas pada perdagangan hari
ini. IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren penguatannya pada
perdagangan di awal Nopember ini. IHSG diperkirakan bergerak di kisaran
support 5970 hingga 6040 berpeluang menguat. Selain sentimen harga ko‐
moditas, pasar juga akan digerakkan dengan data rilis data inflasi Oktober
dimana Bank Indonesia (BI) memperkirakan relatif rendah di 0,09% (mom)
dan 3,67% (yoy).
S1 5970 S2 5950 R1 6040 R2 6070
Index Last Chg % DJIA 23377.24 (7.50) (0.03) S&P 500 2575.26 2.43 0.09 FTSE 100 7493.08 5.27 0.07 CAC 40 5503.29 9.66 0.18 DAX 13229.57 0.00 0.00 NIKKEI 225 22238.27 332.89 1.52 HANGSENG 28245.54 (90.65) (0.32) STI 3374.08 (1.89) (0.06) SHENZHEN 2002.28 13.80 0.69 SHANGHAI 3393.34 3.00 0.09 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 54.67 0.60 1.11 CPO (RM/M.T) 2815.00 (24.00) (0.85) Gold (USD/T.oz) 1269.40 (7.60) (0.60) Nikel (USD/M.T 11525.00 155.00 1.36 Timah (USD/M.T) 19750.00 150.00 0.77 Coal (USD/M.T) 97.80 0.80 0.82 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13585.00 20.00 0.15 USD/EUR 1.164 0.00 0.00 JPY/USD 113.88 0.74 0.65 IDR/SGD 9965.18 (0.01) (0.00) IDR/AUD 10404.00 (14.80) (0.14) TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 30.04 4081 0.04 0.13Top Gainers IDR % Chg
GOLD 535 15.80 73 BCIP 130 14.00 16 ASJT 900 13.90 110 SRAJ 220 13.40 26 MTWI 386 12.90 44
Top Losers IDR % Chg
LMPI 175 (15.90) (33)
KIOS 2,850 (13.90) (460)
BIMA 82 (12.80) (12)
SQMI 418 (11.10) (52)
ACES 1,255 (10.40) (145) Top Value IDR % (miliar)
BBRI 15,600 0.30 776 B BBCA 20,900 2.30 650 B BMRI 7,050 (0.40) 557 B GGRM 70,000 3.40 507 B PGAS 1,840 (1.30) 382 B
Top Volume IDR % (juta)
MYRX 118 0.90 848.691 IIKP 206 (1.00) 815.647 RIMO 630 (1.60) 539.538 BKSL 143 0.00 409.635 ASRI 406 4.60 337.646 IHSG 6,005.78 Change 31.70 Change (%) 0.53 Change (%/ytd) 13.39
Total Value (IDR triliun) 8.821 Total Volume (miliar saham) 9.204 Net Foreign Buy (IDR miliar) 517.000
News Update
2
Rapor positif, Selamat Sempurna belum ubah target. Permintaan pasar aftermarket (purna jual) di sektor otomotif terus meningkat. Salah satu pemain komponen otomotif, PT Selamat Sempurna Tbk mendapat berkahnya. Lidiana Widjojo, Sekretaris Perusahaan PT Selamat Sempurna Tbk mengatakan, penjualan kuartal III-2017 mulai terdongkrak karena permintaan global dan domestik yang meningkat. "Kombinasi di produk filter maupun radiator" kata Lidiana. Dalam laporan keuangan kuartal III-2017, tercatat penjualan Selamat Sempurna sebesar Rp 2,38 triliun atau tumbuh 16,6% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 2,04 triliun. Bila diperinci penjualan domestik meningkat Rp 729,1 miliar atau tumbuh 24,4% dari periode sama tahun lalu Rp 586,1 miliar. Sedangkan untuk luar negeri sebesar Rp 1,65 triliun atau meningkat 13,7% dibanding periode sama tahun lalu Rp 1,45 triliun. Meski kinerja membaik, emiten berkode dagang SMSM ini belum mau merubah target. Asal tahu tahun ini perseroan menetapkan target penjualan tumbuh 10%-15%. "Di level domestik kami meningkat karena anak usaha di bidang body maker. Sedangkan untuk ekspor kami meningkat karena permintaan tinggi di Cina, Jepang, Thailand dan Filipina," lanjutnya. Untuk kinerja laba bersih pihak SMSM belum mau menetapkan target. Hal ini disebabkan karena ada kenaikan harga bahan baku besi (steel) dan juga aluminium di level global. "Kami tapi upayakan efisiensi agar bisa profit margin minimal sama dengan tahun lalu," kata Lidiana. Asal tahu di kuartal III-2017 laba bersih perseroan sebesar Rp 346,5 miliar atau meningkat 5,4% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp 328,2 miliar. Ke depan produsen otomotif bagian dari ADR Group ini belum ada rencana aksi korporasi maupun diversifikasi produk. Saat ini SMSM tetap mengandalkan bisnis penjualan filter dan radiator. Sebagai gambaran, kapasitas produksi filter 100 juta per tahun sedangkan kapasitas prodiksi radiator 2 juta unit per tahun. "Untuk saat ini utilisasi berkisar sekitar 60%, kami masih ada ruang untuk tingkatkan," kata Lidiana. (Kontan)
Pendapatan tumbuh 16,77%, LINK genjot pelanggan. Berkembangnya kebutuhan internet membuat bisnis PT Link Net Tbk (LINK) menggeliat. Hal itu nampak dari optimisme perusahaan membidik rumah terkoneksi internet (homes passed) bisa mencapai 2,8 juta homes passed pada 2021. Secara year to date, saat ini homes passed LINK telah bertambah 118.000 rumah menjadi 1,94 juta. Peningkatan pelanggan tersebut, diikuti dengan kenaikan rata-rata pendapatan per pelanggan atau Average Revenue per User (ARPU). LINK mencatat peningkatan menjadi Rp 420 ribu dan jumlah pelanggan meningkat sebesar 13.640 pelanggan pada kuartal tiga tahun 2017. LINK terus memperluas cakupan jaringannya dan menambah 118 ribu rumah terkoneksi baru sampai dengan akhir September 2017. Penetrasi jumlah pelanggan terhadap cakupan jaringan juga meningkat menjadi 28,8% Sampai dengan kuartal III-2017, LINK membukukan pendapatan sebesar Rp 2,5 triliun. Angka tersebut naik 16,77% bila dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,14 triliun. Sementara LINK mencatatkan laba usaha sebesar Rp 1 triliun atau naik 22,43% dari sebelumnya Rp 819,56 miliar. Pendapatan LINK dikontribusi dari biaya berlangganan dari layanan broadband internet dan jaringan sebesar Rp 1,42 triliun atau naik 17,27% yoy, biaya berlangganan dari layanan televisi kabel sebesar Rp 920,63 miliar atau naik 15,72% yoy, dan lain lain sebesar Rp 160,85 miliar atau naik 18,45% yoy. Dari sisi bottomline, LINK membukukan laba bersih kuartal III-2017 sebesar Rp 740,28 miliar. Capaian ini naik 22,44% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 604,58 miliar. Untuk meningkatkan capaian, LINK juga menambah jumlah pelanggan. Termasuk diantaranya memperluas cakupan jaringan. "Serapan capital expenditure sampai dengan kuartal III-2017 adalah Rp 262,6 miliar," terang Joel Ellis, Head of Investor Relations LINK. (Kontan)
Panca Budi siap gencar ekspansi usai IPO. PT Panca Budi Idaman Tbk menawarkan 738,8 juta saham baru kepada publik lewat aksi initial public offering (IPO). Harga penawaran dari aksi pencatatan saham perdana ini ada di rentang Rp 810-Rp 1.160 per saham. Dengan demikian setelah IPO Panca Budi diperkirakan akan meraup dana segar sekitar Rp 598,43 miliar-Rp 857,01 miliar. Sebagaimana dimuat dalam prospektur perseroan, dana hasil IPO ini nantinya akan digunakan untuk ekspansi dan modal kerja. Anggaran dana ekspansi adalah sebesar 70% dari total dana IPO atau sekitar Rp 418,90 miliar-Rp 599,91 miliar. Sebanyak 25% dari dana ekspansi ini digunakan untuk penambahan pabrik dan fasilitas distribusi, sedangkan 45% lainnya untuk penambahan mesin. Sementara itu, 30% sisanya dari dana IPO atau sekitar Rp 179,52 miliar-Rp 257,10 miliar akan digunakan untuk modal kerja Panca Budi berikut anak-anak usahamnya. Modal kerja ini tentunya akan digunakan untuk operasional perusahaan meliputi pembelian bahan baku dan pembayaran biaya lainnya yang berkaitan dengan produksi. Dierektur Keuangan Panca Budi Tan Hendra melanjutkan, ada tiga growth strategy perusahaan yang termasuk dalam rencana ekspansi usai IPO. Pertama, perusahaan berencana mengembangkan area distribusi ke area Indonesia timur. Hal ini diwujudkan dengan pembangunan 7 gudang yang akan berlangsung dari 2017 hingga 2019 nanti. Kedua, Panca Budi juga berencana meningkatkan kapasitas prosduksi. Langkah yang sitempuh antara lain dengan memperbarui mesin dan membangun dua pabrik baru yakni di Jawa dan Sulawesi. Sebagai informasi, saat ini Panca Budi memiliki kapasitas produksi sebesar 6.000 ton per bulan. Kedepannya perusahaan berencana menambah kapasitas sebesar 27.000 ton per bulan dalam satu tahun. Ketiga, perusahaan juga berencana membuat produk baru. Tan Hendra bilang Panca Budi akan merambah bidang medical dengan membuat kantong darah dan kantong air susu ibu (ASI). “Kami juga berencana bikin security bag untuk e-commerce,” tuturnya saat paparan publik. (Kontan)
Chandra Asri terbikan obligasi untuk ekspansi 2018. Demi mencari dana segar baru, emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menerbitkan surat utang global berdenominasi dollar Amerika Serikat (AS). Obligasi global yang diterbitkan di Singapore Stock Exchange ini membidik dana senilai US$ 300 juta, setara dengan Rp 4,05 triliun. Obligasi yang saat ini sedang dalam masa penawaran ini menawarkan kupon sebesar 5,1% per tahun. Kabarnya, surat utang yang kini masih dalam masa penawaran ini telah mencatat kelebihan permintaan atau oversubscribed sebesar 7,33 kali. Total permintaan yang masuk mencapai US$ 2,2 miliar. Nantinya dana yang didapat dari penerbitan obligasi ini, menurut Direktur Independen TPIA Suryandi, akan digunakan untuk keperluan ekspansi pabrik polietilena serta belanja modal di tahun depan. "Sebagian akan digunakan untuk pembiayaan penambahan kapasitas pabrik polietilena. Sedangkan sebagian lagi akan digunakan untuk keperluan dana belanja modal (capital expenditure/capex) di tahun 2018 mendatang," kata Suryandi. Sebelumnya, perusahaan telah memiliki fasilitas pabrik polietilena yang memiliki kapasitas sebesar 336.000 ton per tahun. Perusahaan pun berencana untuk menambah pabrik baru sehingga kapasitas produksi perusahaan meningkat jadi 736.000 ton per tahun yang baru akan mulai beroperasi pada tahun 2020 nanti. Terkait capex, Suryandi memproyeksikan kebutuhan belanja modal di tahun depan bernilai sebesar US$ 240 juta. Jumlah ini meningkat 60% dibanding capex perusahaan di tahun 2017 ini sebesar US$ 150 juta. "Namun, dana untuk capex tak sepenuhnya diambil dari hasil obligasi. Dana tersebut akan berasal dari kombinasi kas internal dan global bond tersebut," paparnya. Penerbitan global bond ini bukanlah satu-satunya aksi korporasi yang dilakukan anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) selama tahun 2017 ini. Sebelumnya, TPIA telah melakukan beberapa aksi korporasi lain diantaranya penerbitan saham baru (rights issue) dan pembagian dividen interim di tahun ini. Menjelang akhir tahun ini pun perusahaan berencana melakukan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 1:5. Untuk itu, perusahaan akan meminta persetujuan dari para pemegang saham pada rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 6 November 2017 mendatang demi melancarkan aksi korporasinya ini. (Kontan)Stock Picks
3AKRA 7300‐7600
. AKR Corporindo Tbk (AKRA) sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini (9M17) berhasil
mencatatkan peningkatan kinerja. Penjualan dan pendapatan usaha meningkat 22,62% mencapai Rp13,43
triliun dibandingkan periode yang sama 2016 Rp10,95 triliun. Laba bersih berhasil tumbuh 28,30% menca‐
pai Rp1,02 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 Rp793,19 miliar. Marjin bersih 9M17 naik menjadi
7,58% dari 7,24% periode yang sama 2016. Kenaikan penjualan dan pendapatan bersih sepanjang 9M17
terutama didukung peningkatan harga produk‐produk yang didistribusikan serta peningkatan permintaan
bahan kimia dasar di Indonesia. Harga jual BBM tahun ini juga lebih tinggi. Pencapaian penjualan dan pen‐
dapatan bersih hingga 9M17 mencerminkan 83% dari target tahun ini yang sebelumnya diperkirakan
Rp16,23 triliun atau tumbuh 6,7% dari tahun sebelumnya Rp15,21 triliun. Sedangkan pencapaian laba ber‐
sih hingga 9M17 telah mencerminkan 79% dari target laba tahun ini yang sebelumnya diperkirakan Rp1,29
triliun atau tumbuh 27,72% dari tahun sebelumnya Rp1,01 triliun. Secara kuartalan, laba bersih 3Q17 men‐
capai Rp429,22 miliar atau tumbuh 30% (qoq) dibandingkan kuartal sebelumnya Rp330 miliar dan naik
107% dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp207,63 miliar. Marjin bersih 3Q17 meningkat men‐
jadi 10,20% dari 6,76% di 2Q17 dan 5,79% di 3Q16. Perseroan sebelumnya menargetkan marjin bersih ta‐
hun ini bisa mencapai 8% dari 2016 yang hanya 6,6%. EPS 2017 diperkirakan Rp325,42. Sebelumnya
diperkirakan harganya berpeluang ditransaksikan dengan PE 25x (E/17) atau mencapai Rp8135. Kemarin
harga sahamnya tutup di Rp7450 menguat 2,7% setelah terkoreksi dalam dua hari perdagangan sebelum‐
nya akibat aksi ambil untung. Sepanjang tahun ini harga sahamnya bergerak bullish. Akhir 2016 lalu harga
sahamnya tutup di Rp6000. Pergerakan harga sahamnya sepanjang tahun ini sudah sejalan dengan tren
pertumbuhan labanya. Secara technical, level support saat ini di kisaran Rp7200 hingga Rp7300 dan pe‐
luang penguatan akan kembali menguji resisten di Rp7600 hingga Rp7700. Trading Buy, SL 7100
4
Stock Picks
ASRI 400‐420.
Harga saham emiten properti, Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) kemarin keluar dari rentang
konsolidasi, melanjutkan tren penguatannya menguji resisten di Rp414. Harga sahamnya kemarin tutup di
Rp406, menguat 4,6%. Penguatan harga sahamnya kemarin terutama merespon rilis laba sepanjang
sembilan bulan pertama tahun ini (9M17). Laba perseroan tumbuh 69,22% (yoy) mencapai Rp1,12 triliun
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp659,74 miliar . Pencapaian laba bersih hingga 3Q17
membuat target laba tahun ini diperkirakan berpeluang mencapai Rp1,55 triliun atau tumbuh 204% dari
tahun 2016 lalu yang hanya Rp508,78 miliar. Target laba bersih tahun ini tersebut meningkat signifikan
dibandingkan perkiraan sebelumnya yang hanya Rp774 miliar. Dari sisi penjualan dan pendapatan usaha,
hingga 3Q17 perseroan mencatatkan pertumbuhan 66,39% mencapai Rp3,17 triliun dari Rp1,90 triliun di
periode yang sama tahun lalu. Pencapaian penjualan dan pendapatan usaha ini terutama dikontribusikan
dari penjualan tanah kavling yang mencapai Rp1,12 triliun atau berkontribusi 35% terhadap total
penjualan. Penjualan tanah kavling tersebut naik 54% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan
tanah kavling ini dihasilkan dari kerja sama perseroan dengan China Fortune Land Development (CFLD)
untuk proyek Pasar Kemis Tangerang. Pencapaian penjualan dan pendapatan usaha hingga 3Q17
mencerminkan 86% dari target tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp3,68 triliun atau tumbuh 35,65%
dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,71 triliun. Harga sahamnya sebelumnya diperkirakan berpeluang
ditransaksikan dengan PBV 1x‐1,2x. Dengan PBV 1x harganya berpeluang mencapai Rp440 dengan
pertumbuhan ekuitas 20%. Dari harga saat ini di Rp406 ada ruang penguatan 8,4%. Tantangan pergerakan
harga sahamnya adalah resiko pelemahan rupiah atas dolar AS yang saat ini berada diRp13550. Secara
technical, support saat ini di Rp392 hingga Rp400. Peluang penguatan lanjutan menguji resisten di Rp414
hingga Rp420. Trading Buy, SL 380
Rabu, 01 November 2017
5
Stock Picks
BDMN 5025‐5325.
Bank Danamon Tbk (BDMN) sepanjang sembilan bulan pertama 2017 (BDMN)
mencatatkan pertumbuhan laba 20,6% (yoy) mencapai Rp3,03 triliun dibandingkan periode yang sama
2016 sebesar Rp2,52 triliun. Perolehan laba tersebut didorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih 3%
(yoy) mencapai Rp10,58 triliun. Penyaluran kredit perseroan sepanjang 9M17 tumbuh 2% mencapai
Rp126,88 triliun. Tahun ini perseroan menargetkan kredit bisa tumbuh 5% menjadi Rp119,2 triliun. Di sisi
biaya, pertumbuhan laba, ditopang turunnya biaya kredit 25% menjadi Rp2,5 triliun dari Rp3,36 triliun
karena turunnya resiko kredit. Rasio NPL Gross perseroan akhir September 2017 turun ke 3,31% dari 3,47%
di akhir 2016. Namun perolehan dana pihak ketiga (DPK) perseroan sepanjang 9M17 turun 3% menjadi
Rp121,02 triliun membuat rasio LFR naik ke 93,8% dari 91,7%. Secara kuartalan, laba bersih 3Q17
mencapai Rp995 miliar tumbuh 0,58% (qoq) dari 2Q17 sebesar Rp989,22 miliar dan naik 27,24% (yoy) dari
3Q16 sebesar Rp781,97 miliar. Secara valuasi harga saham BDMN saat ini di Rp5100 relatif murah
dibandingkan harga emiten bank dalam kelas aset yang sama. Saat ini PBV saham BDMN hanya 1,3x
dibandingkan PBV peer nya 1,5x. Dengan PBV 1,5x harga sahamnya berpeluang ditransaksikan di harga
Rp6900 atau punya ruang penguatan 35% dari harga saat ini. Secara technical harganya saat ini berada di
area oversold sehingga berpeluang terjadinya bullish reversal. Support ada di kisaran Rp5000 hingga
Rp5100. Rebound akan menguji resisten terdekat di Rp5325 hingga Rp5400. Maintain Buy, SL 4850
Rabu, 01 November 2017
Saham Pilihan
ASII 7900-8200 Buy, SL 7800
INCO 2880-3100 Buy, SL 2750
HMSP 3850-4050 TB, SL 3800
JSMR 6300-6600 TB, SL 6200
ITMG 21200-23400 Buy, SL 19400
UNVR 49000-50500 Buy, SL 48600
CTRA 1175-1250 Buy, SL 1150
Stock View
6
Rabu, 01 November 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
6005.78 6030.32 6054.85 5985.56 5965.33
PERKEBUNAN AALI 14575 14,700.00 14,825.00 14,500.00 14,425.00 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 244 248.00 252.00 242.00 240.00 LSIP 1510 1,523.33 1,536.67 1,493.33 1,476.67 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2490 2,500.00 2,510.00 2,480.00 2,470.00 SIMP 520 528.33 536.67 513.33 506.67 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 184 194.00 204.00 178.00 172.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1825 1,858.33 1,891.67 1,808.33 1,791.67 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 260 270.00 280.00 252.00 244.00 DEWA 50 50.00 50.00 50.00 50.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2350 2,390.00 2,430.00 2,330.00 2,310.00 ITMG 22200 22,583.33 22,966.67 21,758.33 21,316.67 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 11475 11,608.33 11,741.67 11,358.33 11,241.67 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1325 1,373.33 1,421.67 1,273.33 1,221.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 84 86.33 88.67 82.33 80.67
ELSA 308 322.67 337.33 298.67 289.33 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 99 103.33 107.67 95.33 91.67
ESSA 179 187.33 195.67 173.33 167.67
MEDC 790 798.33 806.67 783.33 776.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 645 653.33 661.67 638.33 631.67 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2940 2,970.00 3,000.00 2,900.00 2,860.00 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 820 835.00 850.00 810.00 800.00 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 22450 23,391.67 24,333.33 21,616.67 20,783.33 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 825 845.00 865.00 810.00 795.00 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 10900 11,025.00 11,150.00 10,800.00 10,700.00 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 87 89.33 91.67 85.33 83.67 JPRS 134 135.33 136.67 132.33 130.67 KRAS 492 497.33 502.67 489.33 486.67 PAKAN TERNAK CPIN 3300 3,363.33 3,426.67 3,263.33 3,226.67 JPFA 1375 1,401.67 1,428.33 1,346.67 1,318.33 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8000 8,050.00 8,100.00 7,975.00 7,950.00 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71
GJTL 695 710.00 725.00 685.00 675.00
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8800 8,950.00 9,100.00 8,700.00 8,600.00 INDF 8200 8,266.67 8,333.33 8,166.67 8,133.33 MYOR 2050 2,116.67 2,183.33 2,016.67 1,983.33 ROTI 1270 1,280.00 1,290.00 1,250.00 1,230.00 GGRM 70000 71,441.67 72,883.34 68,141.67 66,283.34 INAF 2640 2,670.00 2,700.00 2,620.00 2,600.00 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2770 2,826.67 2,883.33 2,656.67 2,543.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1600 1,638.33 1,676.67 1,573.33 1,546.67
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 262 270.00 278.00 258.00 254.00 ASRI 406 417.33 428.67 391.33 376.67 BKSL 143 146.67 150.33 140.67 138.33 BSDE 1720 1,748.33 1,776.67 1,698.33 1,676.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1160 1,163.33 1,166.67 1,153.33 1,146.67 CTRA 1210 1,220.00 1,230.00 1,200.00 1,190.00 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 304 306.00 308.00 302.00 300.00 MDLN 330 334.67 339.33 326.67 323.33 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2190 2,216.67 2,243.33 2,166.67 2,143.33 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 77 79.33 81.67 75.33 73.67 PTPP 2850 2,886.67 2,923.33 2,826.67 2,803.33 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 590 600.00 610.00 585.00 580.00 TOTL 720 735.00 750.00 705.00 690.00 WIKA 1970 2,011.67 2,053.33 1,946.67 1,923.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 1840 1,886.67 1,933.33 1,806.67 1,773.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1355 1,390.00 1,425.00 1,330.00 1,305.00 JSMR 6500 6,616.67 6,733.33 6,316.67 6,133.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3380 3,413.33 3,446.67 3,323.33 3,266.67 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6000 6,066.67 6,133.33 5,866.67 5,733.33 TLKM 4030 4,110.00 4,190.00 3,990.00 3,950.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 366 372.67 379.33 360.67 355.33 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 650 706.67 763.33 616.67 583.33 WINS 290 295.33 300.67 283.33 276.67 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 2250 2,323.33 2,396.67 2,193.33 2,136.67 BANK BBCA 20900 21,041.67 21,183.33 20,641.67 20,383.33 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 555 561.67 568.33 551.67 548.33 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 7600 7,675.00 7,750.00 7,550.00 7,500.00 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 15600 15,683.33 15,766.67 15,533.33 15,466.67 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2760 2,806.67 2,853.33 2,726.67 2,693.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5100 5,183.33 5,266.67 5,058.33 5,016.67 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2450 2,460.00 2,470.00 2,440.00 2,430.00 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 7050 7,133.33 7,216.67 6,983.33 6,916.67 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1240 1,253.33 1,266.67 1,228.33 1,216.67 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 7450 7,533.33 7,616.67 7,333.33 7,216.67 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 388 394.67 401.33 382.67 377.33 UNTR 34675 35,133.34 35,591.67 33,983.34 33,291.67 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6550 6,633.33 6,716.67 6,383.33 6,216.67 RALS 915 925.00 935.00 905.00 895.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1560 1,581.67 1,603.33 1,541.67 1,523.33
PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 64 65.67 67.33 62.67 61.33
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam
TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.