Tuntaskan pabrik, BWPT anggarkan capex Rp 400 M.
INDY bidik pendapatan di atas US$ 1 miliar.
Bank Harda gelar rights issue di semester II 2017.
ANTM cetak rekor produksi feronikel. Sepanjang 2016,
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG kemarin bergerak bervari‐
asi, sempat menguat di resisten
5330 namun masih tutup di teritori
negatif koreksi 10,178 poin (0,2%)
di 5302,662. Koreksi IHSG terutama
dipicu aksi jual atas sejumlah sa‐
ham unggulan seperti saham Astra
International Tbk (ASII) yang ko‐
reksi 2,5% di Rp7900. Sedangkan
aksi beli spekulatif terutama
melanda sejumlah saham Grup
Bakrie yang bergerak di sektor
energi dan beberapa saham
emiten batubara. Koreksi IHSG
kemarin terutama disebabkan sen‐
timen kawasan yang kurang kon‐
dusif menyusul meningkatnya re‐
siko pasar setelah Trump memu‐
tuskan kebijakan imigrasi yang
melarang warga dari tujuh negara muslim masuk ke AS.
Kebijakan ini dikhawatirkan menimbulkan aksi balasan dan bisa
memicu ketegangan geopolitik baru. Sedangkan dari domestik, sentimen
pasar saat ini digerakkan dengan sejumlah rilis laba emiten 2016. Sementara
bursa saham global tadi malam merespon negatif kebijakan imigrasi Trump.
Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing‐masing koreksi 0,6% di 19971,13
dan 2280,90. Indeks Nasdaq koreksi 0,8% di 5613,71. Di zona Euro indeks
saham Eurostoxx koreksi 1,2% di 3262,72. Seiring meningkatnya resiko
pasar, harga emas menguat 0,4% di USD1193,20/t.oz. Sedangkan harga min‐
yak mentah tadi malam di AS koreksi 0,9% di USD52,66/barel. Kebijakan
imigrasi Trump yang melarang warga negara sejumlah negara masuk ke AS
telah melahirkan ketidakpastian baru dan tidak sesuai dengan apa yang di‐
inginkan pasar.
Menyusul meningkatnya resiko pasar saham global dan kawasan,
IHSG pada perdagangan akhir bulan Januari ini akan rawan kembali bergerak
di teritori negatif. Di luar sentimen eksternal, pasar akan digerakkan dengan
sejumlah isu individual terutama terkait rilis laba 2016 dan antisipasi data
inflasi Januari yang diperkirakan naik dibandingkan Desember 2016. Bank
Indonesia (BI) memperkirakan inflasi Januari 2017 mencapai 0,69% (mom)
naik dibandingkan Desember 2016 sebesar 0,42% (mom). IHSG diperkirakan
akan bergerak bervariasi dalam rentang konsolidasi di kisaran 5280 hingga
5330 cenderung koreksi.
S1 5280 S2 5250 R1 5330 R2 5350
Index Last Chg % DJIA 19971.13 (122.65) (0.61) S&P 500 2280.89 (13.80) (0.60) FTSE 100 7118.48 (64.92) (0.90) CAC 40 4777.60 (62.44) (1.29) DAX 11681.76 (132.51) (1.12) NIKKEI 225 19191.90 (275.50) (1.42) HANGSENG 23360.78 0.00 0.00 STI 3051.66 (13.19) (0.43) SHENZHEN 1917.32 0.00 0.00 SHANGHAI 3159.17 0.00 0.00 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 52.63 (0.57) (1.07) CPO (RM/M.T) 3070.00 (17.00) (0.55) Gold (USD/T.oz) 1198.90 5.20 0.44 Nikel (USD/M.T 9420.00 0.00 0.00 Timah (USD/M.T) 19965.00 0.00 0.00 Coal (USD/M.T) 80.85 0.35 0.43 Exchange Rates Chg % IDR/USD 13338.00 (17.00) (0.13) USD/EUR 1.069 (0.00) (0.09) JPY/USD 113.80 (1.28) (1.11) IDR/SGD 9424.00 91.42 0.98 IDR/AUD 10121.00 26.90 0.27 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 29.10 3881 (0.21) (0.72)Top Gainers IDR % Chg
BMAS 398 20.60 68
XCID 103 18.40 16
HOME 260 18.20 40
BABP‐W 7 16.70 1
ENRG 81 15.70 11
Top Losers IDR % Chg
ALKA 173 (24.80) (57)
HDFA 220 (18.50) (50)
AKPI 700 (16.20) (135)
AHAP 178 (11.00) (22)
BULL 125 (8.80) (12)
Top Value IDR % (miliar)
BUMI 494 (2.20) 897 B
ENRG 81 15.70 852 B
MYRX 154 (1.30) 487 B
BRMS 140 4.50 479 B
DEWA 95 6.70 426 B
Top Volume IDR % (juta)
ENRG 81 15.70 10,881.886 ELTY 62 10.70 6,114.373 DEWA 95 6.70 4,423.088 BRMS 140 4.50 3,356.687 MYRX 154 (1.30) 3,168.341 IHSG 5,302.66 Change (10.18) Change (%) (0.19) Change (%/ytd) 0.11 Total Value (IDR triliun) 6.087 Total Volume (miliar saham) 22.409 Net Foreign Buy (IDR miliar) 302.000 Up: 156 Down: 313 Unchange: 106
News Update
2
Tuntaskan pabrik, BWPT anggarkan capex Rp 400 M. Tidak banyak ekspansi yang dilakukan oleh PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) tahun ini. Perseroan hanya menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang relatif sama seperti tahun lalu, sekitar Rp 400 miliar.b"Fokusnya masih pada penyelesaian pabrik saja," kata Corporate Secretary BWPT Deddy Setiadi. Seperti diketahui, perseroan tengah dalam program mengurangi pengembangan lahan cadangan sebagai upaya menghemat modal sehingga bisa dialihkan kepada proyek peningkatan kapasitas pabrik. Pabrik yang sedang dibangun berlokasi di Papua. BWPT akan menginvestasikan dananya sebesar Rp 250 miliar dengan target akan mampu beroperasi pada tahun ini. Lokasi pabrik tersebut akan terletak di Jayapura, dekat dengan lahan BWPT sehingga akan menghemat biaya. Selain pabrik di Jayapura, emiten CPO itu juga tengah melakukan kajian dan visibilitas untuk area tanam dan pabrik di Sorong. "Sumber pendanaannya berasal dari kombinasi kas internal dan pinjaman," tambah Deddy. (Kontan)
INDY bidik pendapatan di atas US$ 1 miliar. PT Indika Energy Tbk (INDY) membidik pendapatan lebih dari US$ 1 miliar pada tahun ini. Jumlah pendapatan itu meroket dibandingkan pendapatan tahun 2016 yang diperkirakan hanya sebesar US$ 800 juta. Direktur Keuangan INDY, Azis Armand mengatakan, kenaikan harga batubara sepanjang pertengahan hingga akhir tahun 2016 berdampak positif terhadap kinerja anak-anak perusahaan, sehingga INDY berharap bisa menorehkan laba bersih pada tahun ini. "Pada tahun 2016, pendapatan masih turun dibandingkan 2015, dan bottom line masih negatif. Namun tahun ini akan berbalik arah," ujarnya di Jakarta. Ia mengatakan, gross margin perseroan mulai turun drastis pada tahun 2014. Gross margin INDY pada tahun 2013 mencapai 22% lalu anjlok menjadi 8% di tahun 2015 dan sudah mulai meningkat di tahun 2016 lalu menjadi 11%. Direktur Utama INDY Arsjad Rasjid menambahkan, harga batubara diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Ia memprediksi permintaan batubara memang masih stabil, namun suplai batubara akan lebih terbatas sehingga harga batubara berpotensi naik. Perkiraannya, harga batubara bisa berada di level US$ 80 per ton, lebih baik dibandingkan rata-rata tahun lalu yang sekitar US$ 50 per ton. Naiknya pendapatan INDY akan lebih banyak ditopang dari bisnis jasa pertambangan batubara dan minyak dan gas, dari anak usaha PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Triparta. "Kontrak Petrosea yang didapat di akhir tahun lalu cukup besar," imbuhnya. Utilisasi aset pertambangan batubara pun akan meningkat tajam pada tahun 2017 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Anak perusahaan INDY di bidang rekayasa teknik dan EPC untuk industri minyak dan gas juga akan menangani proyek strategis nasional yaitu Tangguh LNG Train 3 yang berlokasi di Papua Barat. Selain itu, proyek ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon dengan kapasitas 1x1000 MW, juga diharapkan segera mencapai financial close. INDY telah membagi hak partisipasinya kepada co-investor, PT Imeco Multi Prasarana (IMP). Ini untuk membagi beban risiko dari proyek US$ 2 miliar tersebut. Arsjad menargetkan financial closing proyek PLTU itu bakal rampung pada kuartal I tahun ini. Rencananya, sebanyak 80% dari investasi proyek atau sekitar US$ 1,6 miliar akan berasal dari project financing, salah satunya adalah Japan Bank for International Cooperation (JBIC). (Kontan)
Bank Harda gelar rights issue di semester II 2017. PT Bank Harda Internasional Tbk akan melakukan rights issue yang sudah direncanakan sejak 2016 lalu. Rencananya, bank berkode saham BBHI ini akan menggelar rights issue pada semester kedua 2017. Barlian Halim, Direktur Bank Harda mengatakan, nilai rights issue yang akan diterbitkan rencananya di bawah Rp 500 miliar. “Saat ini sedang dalam pembahasan,” ujarnya. Dalam hasil RUPSLB pada 23 September 2016, salah satunya hasilnya menyebutkan rights issue rencananya akan menerbitkan sebanyak 1 miliar saham baru. Namun, Barlian belum merinci update mengenai jumlah saham yang akan diterbitkan dan harga pelaksanaannya, termasuk pembeli siaga. Sebagai gambaran, harga saham bank berkode BBHI ini sejak awal Januari 2017 naik cukup signifikan. Pada penutupan Jumat (27/1), tercatat harga saham Bank Harga di angka Rp 92 per saham. Tercatat pemegang saham mayoritas Bank Harda saat ini adalah Keluarga Rachman Hakim melalui PT Hakimputra Perkasa sebesar 72.66%. Akhir tahun 2016, Bank Harda mencetak keuntungan sebesar Rp 6,8 miliar atau membaik dibandingkan pada 2015 lalu yang masih merugi Rp 2,3 miliar. Untuk kredit Bank Harda pada tahun lalu, mencatatkan realisasi sebesar Rp 1,39 triliun atau turun 7,66% secara yoy. Modal inti Bank Harda pada kuartal 3 2016 sebesar Rp 335 miliar atau masuk BUKU I. (Kontan)
ANTM cetak rekor produksi feronikel. Sepanjang 2016, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) memproduksi feronikel mencapai 20.293 ton nikel dalam feronikel (TNi). Sementara, penjualannya tercatat 20.888 TNi. "Capaian ini merupakan torehan tertinggi sepanjang sejarah ANTM," ujar Tedy Badrujaman, Direktur Utama ANTM Dalam keterangan resminya. Asal tahu saja, selain mencetak rekor tahunan, produksi tersebut juga mengalami kenaikan sebesar 18% secara year on year (yoy), yakni 17.211 TNi. Sementara, penjualannya mengalami kenaikan sekitar 12% yoy dari sebelumnya 18.643 TNi. Tedy bilang, torehan ini tak lepas dari tuntasnya keseluruhan paket Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) serta selesainya perbaikan trafo pada pada pabrik FeNi II yang telah kembali dioperasikan pada bulan Mei 2016. Sekelarnya proyek ini, perseroan lanjut menggenjot konstruksi Proyek Pabrik Feronikel Halmahera Timur (P3FH). Emiten tambang pelat merah ini menyiapkan Rp 2,56 triliun untuk belanja modal 2017. Sekitar Rp 2 triliun untuk pabrik feronikel. Sementara, sisanya digunakan untuk perawatan dan kebutuhan operasional lainnya. Konstruksi pabrik feronikel tahap pertama di Halmahera Timur menggunakan dana yang sudah ada, dari hasil penyertaan modal negara (PMN) pada 2015. Pabrik ini akan menambah kapasitas produksi feronikel ANTM, dari 27.000–30.000 ton nikel (TNi) jadi 40.500–43.500 TNi per tahun. Selain nikel, perseroan juga terus berupaya meningkatkan pertumbuhan komoditas utama lainnya yakni emas dan bauksit. Untuk emas, sepanjang tahun lalu ANTM mencatatkan volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 2.208 kg dengan volume penjualan emas sebesar 10.227 kg. (Kontan)Stock Picks
3HRUM 2000‐2120. Setelah bergerak konsolidasi di area downtrend dalam beberapa sesi perdagangan tera‐
khir, harga saham emiten batubara, Harum Energy Tbk (HRUM), kemarin berhasil rebound dan membentuk
pola bullish reversal. Harga sahamnya kembali bergerak di atas Rp2000 dan kemarin tutup di Rp2060. Den‐
gan pendekatan Fibonacci Retracement (FR) peluang rebound lanjutan akan menguji resisten terdekat di
Rp2120 dengan support saat ini di kisaran Rp1950 hingga Rp2000. Perseroan hingga 3Q16 telah membuku‐
kan laba bersih USD10,75 juta naik 971% dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar USD1 juta. Penda‐
patan usaha hingga 3Q16 turun 36,52% mencapai USD129,79 juta dibandingkan diperkirakan hanya men‐
capai 3 juta ton. Hingga 3Q16 perseroan telah menjual 2,5 juta ton batubara. Penjualan batubara perse‐
roan ditujukan untuk pasar ekspor terutama ke China, Korsel, Taiwan, Malaysia, dan Jepang. Kinerja perse‐
roan tergantung pada harga batubara dunia dan kebijakan impor batubara dari masing‐masing negara di
Asia tersebut. Tahun ini perseroan menargetkan produksi batubara sekitar 4‐5 juta ton. Tahun lalu dengan
target penjualan 3 juta ton dengan harga rata‐rata jual batubara USD60/MT maka pendapatan diperkira‐
kan mencapai USD180 juta atau turun 27,8% dibandingkan 2015 sebesar USD249,33 juta. Sedangkan laba
bersih tahun lalu diperkirakan mencapai USD16,20 juta dibandingkan periode yang sama 2015 yang
menderita rugi bersih USD19,24 juta. EPS tahun 2016 diperkirakan USD0,006 atau setara dengan Rp80 di
kurs 1USD=Rp13330. Tahun ini dengan proyeksi volume penjualan batubara 4 juta ton dan harga jual rata‐
rata USD70/MT maka proyeksi pendapatan perseroan akan mencapai USD280 juta. Sedangkan laba bersih
dengan marjin 12% diperkirakan mencapai USD33,60 juta atau tumbuh 107% dari perkiraan tahun lalu. EPS
proyeksi tahun ini diperkirakan USD0,0124 atau setara dengan Rp165,66 dengan kurs 1USD=Rp13330.
Kami memperkirakan harga sahamnya tahun ini berpeluang ditransaksikan dengan PE 15x (E/17) atau men‐
capai Rp2490. Maintain Buy, SL 1920
4
Stock Picks
SSIA 630‐690. Harga saham emiten kawasan industri, Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) kemarin kembali
melanjutkan tren bullishnya. Setelah sempat bergerak konsolidasi, penguatan lanjutan harga sahamnya
kemarin berhasil menguat sempat menembus resisten di Rp640 namun di akhir sesi tutup di Rp635. Saat ini
secara technical support berada di kisaran Rp615 hingga Rp630 dengan target resisten terdekat di Rp660
hingga Rp690. Pasar mengantisipasi pertumbuhan kinerjanya tahun ini setelah tahun lalu mengalami
penurunan. Tahun ini perseroan akan lebih ekspansif dengan fokus di infrastruktur dan real estat. Tahun
ini perseroan menyiapkan belanja modal Rp1,5 triliun. Kebutuhan belanja modal tahun ini akan berasal dari
kas internal dan dana hasil penerbitan obligasi tahun lalu Rp900 miliar. Sebesar Rp1 triliun akan digunakan
untuk akuisisi lahan di Subang yang rencananya sebesar 500 ha. Tahun lalu kinerja perseroan merosot
sehingga membuat harga sahamnya sepanjang 2016 lalu anjlok hingga 65%. Pendapatan usaha hingga
3Q16 turun 21,79% mencapai Rp3,01 triliun dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar Rp3,85 triliun.
Laba bersih turun hingga 75% mencapai Rp118 miliar dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar
Rp476,35 miliar. Selain penurunan pendapatan, turunnya laba bersih juga dipicu turunnya pendapatan
lainnya hingga 86% mencapai Rp24,80 miliar dari periode yang sama di 2015 yang mencapai Rp182,22
miliar. Tahun 2016 lalu pendapatan usaha perseroan diperkirakan hanya mencapai Rp3,77 triliun turun
22,57% dari tahun sebelumnya Rp4,87 triliun. Sebelumnya perseroan menargetkan pendapatan usaha
tahun lalu mencapai Rp4,5 triliun. Sedangkan laba bersih tahun 2016 lalu diperkirakan hanya mencapai
Rp150,76 miliar atau turun 50% dari tahun sebelumnya Rp302,46 miliar. Tahun ini pendapatan usaha
diperkirakan berpeluang tumbuh 26% mencapai Rp4,74 triliun dengan laba bersih diperkirakan mencapai
Rp284,27 miliar atau naik 88% dari estimasi 2016 sebesar Rp150,76 miliar. EPS tahun ini diperkirakan
Rp60,14. Harga sahamnya saat ini terdiskon 12% dari NAV nya sebesar Rp720 dan ditransaksikan dengan PE
10,6x (E/17). Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,1x mendekati rata‐rata industrinya
di 1,2x. Ini berarti harga sahamnya berpeluang mencapai Rp794. Secara technical pergerakan harganya
membentuk pola bullish continuation dengn target resisten terdekat di Rp690 dan support saat ini di Rp615
hingga Rp630. Trading Buy, SL 590
5
Stock Picks
PTPP 3480‐3620. Tekanan jual sejak awal tahun ini membuat harga saham emiten jasa konstruksi PT PP
Tbk (PTPP) berada di area oversold. Kemarin harga sahamnya berhasil mengalami technical rebound
menyusul berita positif terkait keberhasilan perseroan meraih kontrak baru hingga Rp4,3 triliun selama tiga
pekan pertama Januari 2017. Nilai ini melonjak dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp1,1
triliun. Tahun ini perseroan menargetkan perolehan kontrak baru sekitar Rp40 triliun atau meningkat 25%
dibandingkan dengan raihan 2016 lalu sebesar Rp32,6 triliun. Total order book perseroan akhir 2016 lalu
mencapai Rp71,5 triliun termasuk carry over 2015 sebesar Rp39 triliun. Laba bersih perseroan tahun lalu
mencapai Rp1,15 triliun (belum diaudit). Pencapaian laba bersih tersebut di atas perkiraan kami
sebelumnya sebesar Rp877 miliar. Ini mencerminkan pertumbuhan mencapai 55% dibandingkan 2015
sebesar Rp740 miliar. EPS 2016 sebesar Rp237,5 atau di atas estimasi sebelumnya Rp181. Sedangkan
perolehan pendapatan usaha tahun lalu diperkirakan manajemen mencapai Rp17,6 triliun, angka ini naik
24% dari 2015 sebesar Rp14,2 triliun. Namun perolehan pendapatan perseroan tahun lalu tersebut di
bawah perkiraan kami sebelumnya Rp19,5 triliun. Tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan
pendapatan sebesar 42% atau mencapai Rp25 triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan tumbuh
sekitar 50% atau mencapai Rp1,72 triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan Rp356. Pada harga Rp3520
harga sahamnya ditransaksikan dengan PE 9,9x (E/17). Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan
PE 13,7x (E/17) dalam kondisi pasar bullish atau mencapai Rp4887. Secara technical pergerakan harganya
membentuk pola bullish reversal setelah terbentuk pola long legged doji setelah downtrend dengan target
resisten terdekat di Rp3620 dan support di Rp3480. Maintain Buy, SL 3450
Selasa, 31 Januari 2017
Saham Pilihan
TLKM 3800-4000 BoW, SL 3770
PGAS 2750-2950 TB, SL 2500
PTBA 11100-11500 TB, SL 10500
ITMG 14750-15500 TB, SL 14000
INDY 750-810 TB, SL 670
KRAS 740-800 BoW, SL 730
BUMI 476-525 BoW, SL 470
Stock View
6
Selasa, 31 Januari 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5302.66 5321.90 5341.13 5293.04 5283.43
PERKEBUNAN AALI 15775 15,925.00 16,075.00 15,675.00 15,575.00 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 348 356.00 364.00 338.00 328.00 LSIP 1585 1,610.00 1,635.00 1,570.00 1,555.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2000 2,003.33 2,006.67 1,993.33 1,986.67 SIMP 515 516.67 518.33 511.67 508.33 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 76 79.00 82.00 71.00 66.00PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1715 1,728.33 1,741.67 1,703.33 1,691.67 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 494 512.67 531.33 482.67 471.33 DEWA 95 101.00 107.00 89.00 83.00 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 2060 2,108.33 2,156.67 1,983.33 1,906.67 ITMG 15000 15,125.00 15,250.00 14,750.00 14,500.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 11325 11,516.67 11,708.33 10,991.67 10,658.33 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 770 790.00 810.00 750.00 730.00
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 133 137.00 141.00 131.00 129.00
ELSA 438 443.33 448.67 433.33 428.67 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17 ENRG 81 86.00 91.00 73.00 65.00
ESSA 1500 1,500.00 1,500.00 1,500.00 1,500.00 MEDC 1375 1,381.67 1,388.33 1,366.67 1,358.33
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 800 808.33 816.67 793.33 786.67 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 2330 2,363.33 2,396.67 2,313.33 2,296.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 980 996.67 1,013.33 966.67 953.33 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 15875 15,950.00 16,025.00 15,750.00 15,625.00 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 900 903.33 906.67 898.33 896.67 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 9100 9,266.67 9,433.33 9,016.67 8,933.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 114 116.00 118.00 113.00 112.00 JPRS 138 138.00 138.00 138.00 138.00 KRAS 760 776.67 793.33 751.67 743.33 PAKAN TERNAK CPIN 3210 3,240.00 3,270.00 3,160.00 3,110.00 JPFA 1710 1,730.00 1,750.00 1,675.00 1,640.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 7900 8,050.00 8,200.00 7,825.00 7,750.00 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71 GJTL 1115 1,121.67 1,128.33 1,101.67 1,088.33
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8475 8,541.67 8,608.33 8,416.67 8,358.33 INDF 7800 7,933.33 8,066.67 7,733.33 7,666.67 MYOR 1755 1,763.33 1,771.67 1,748.33 1,741.67 ROTI 1590 1,606.67 1,623.33 1,556.67 1,523.33 GGRM 62800 63,233.34 63,666.67 62,533.34 62,266.67 INAF 2310 2,426.67 2,543.33 2,236.67 2,163.33 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2040 2,126.67 2,213.33 1,986.67 1,933.33 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1465 1,481.67 1,498.33 1,456.67 1,448.33
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 222 224.00 226.00 220.00 218.00 ASRI 386 391.33 396.67 383.33 380.67 BKSL 90 91.00 92.00 89.00 88.00 BSDE 1840 1,860.00 1,880.00 1,830.00 1,820.00 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1080 1,086.67 1,093.33 1,071.67 1,063.33 CTRA 1325 1,335.00 1,345.00 1,310.00 1,295.00 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 62 65.33 68.67 57.33 52.67 KIJA 290 292.67 295.33 286.67 283.33 MDLN 332 336.00 340.00 326.00 320.00 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2110 2,133.33 2,156.67 2,083.33 2,056.67 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 85 89.33 93.67 82.33 79.67 PTPP 3520 3,573.33 3,626.67 3,473.33 3,426.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 635 658.33 681.67 613.33 591.67 TOTL 765 778.33 791.67 758.33 751.67 WIKA 2460 2,483.33 2,506.67 2,443.33 2,426.67 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2880 2,926.67 2,973.33 2,796.67 2,713.33 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1500 1,513.33 1,526.67 1,488.33 1,476.67 JSMR 4230 4,260.00 4,290.00 4,190.00 4,150.00 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 2890 2,920.00 2,950.00 2,860.00 2,830.00 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6300 6,333.33 6,366.67 6,233.33 6,166.67 TLKM 3860 3,893.33 3,926.67 3,843.33 3,826.67 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 338 342.00 346.00 336.00 334.00 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 370 376.67 383.33 356.67 343.33 WINS 250 251.33 252.67 247.33 244.67 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 775 808.33 841.67 718.33 661.67 BANK BBCA 15450 15,575.00 15,700.00 15,325.00 15,200.00 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 610 615.00 620.00 605.00 600.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 5725 5,783.33 5,841.67 5,683.33 5,641.67 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 11750 11,816.67 11,883.33 11,716.67 11,683.33 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 1910 1,921.67 1,933.33 1,901.67 1,893.33 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 4280 4,336.67 4,393.33 4,196.67 4,113.33 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2300 2,343.33 2,386.67 2,273.33 2,246.67 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 11025 11,075.00 11,125.00 10,975.00 10,925.00 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 940 958.33 976.67 923.33 906.67 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6650 6,708.33 6,766.67 6,583.33 6,516.67 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 340 346.67 353.33 332.67 325.33 UNTR 22375 22,783.33 23,191.67 22,158.33 21,941.67 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 5300 5,341.67 5,383.33 5,216.67 5,133.33 RALS 1320 1,358.33 1,396.67 1,298.33 1,276.67
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1715 1,730.00 1,745.00 1,700.00 1,685.00 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 140 147.67 155.33 133.67 127.33 BNBR 50 50.00 50.00 50.00 50.00
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center
MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center
GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman Kav 58 Jakarta
PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta
MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950
NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.