• Tidak ada hasil yang ditemukan

Market Preview. HSG kemarin bergerak bervariasi, sempat menguat di resisten I 5330 namun masih tutup di teritori negatif koreksi 10,178 poin (0,2%)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Market Preview. HSG kemarin bergerak bervariasi, sempat menguat di resisten I 5330 namun masih tutup di teritori negatif koreksi 10,178 poin (0,2%)"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)



Tuntaskan pabrik, BWPT anggarkan capex Rp 400 M.



INDY bidik pendapatan di atas US$ 1 miliar.



Bank Harda gelar rights issue di semester II 2017.



ANTM cetak rekor produksi feronikel. Sepanjang 2016,

DAILY RESEARCH

Statistics

Highlight

Opening Today Nikkei AORD

 Change  

 

 

Market Preview

HSG  kemarin  bergerak  bervari‐

asi,  sempat  menguat  di  resisten 

5330 namun masih tutup di teritori 

negatif  koreksi  10,178  poin  (0,2%) 

di 5302,662. Koreksi IHSG terutama 

dipicu  aksi  jual  atas  sejumlah  sa‐

ham unggulan seperti saham Astra 

International  Tbk  (ASII)  yang  ko‐

reksi  2,5%  di  Rp7900.  Sedangkan 

aksi  beli  spekulatif  terutama 

melanda  sejumlah  saham  Grup 

Bakrie  yang  bergerak  di  sektor 

energi  dan  beberapa  saham 

emiten  batubara.  Koreksi  IHSG 

kemarin terutama disebabkan sen‐

timen  kawasan  yang  kurang  kon‐

dusif  menyusul  meningkatnya  re‐

siko  pasar  setelah  Trump  memu‐

tuskan  kebijakan  imigrasi  yang 

melarang warga dari tujuh negara muslim masuk ke AS.  

 

Kebijakan  ini  dikhawatirkan  menimbulkan  aksi  balasan  dan  bisa 

memicu  ketegangan  geopolitik  baru.  Sedangkan  dari  domestik,  sentimen 

pasar saat ini digerakkan dengan sejumlah rilis laba emiten 2016. Sementara 

bursa saham global tadi malam merespon negatif kebijakan imigrasi Trump. 

Indeks DJIA dan S&P di Wall Street masing‐masing koreksi 0,6% di 19971,13 

dan  2280,90.  Indeks  Nasdaq  koreksi  0,8%  di  5613,71.  Di  zona  Euro  indeks 

saham  Eurostoxx  koreksi  1,2%  di  3262,72.  Seiring  meningkatnya  resiko 

pasar, harga emas menguat 0,4% di USD1193,20/t.oz. Sedangkan harga min‐

yak  mentah  tadi  malam  di  AS  koreksi  0,9%  di  USD52,66/barel.  Kebijakan 

imigrasi Trump yang melarang warga negara sejumlah negara masuk ke AS 

telah melahirkan ketidakpastian baru dan tidak sesuai dengan apa yang di‐

inginkan pasar.  

 

Menyusul  meningkatnya  resiko  pasar  saham  global  dan  kawasan, 

IHSG pada perdagangan akhir bulan Januari ini akan rawan kembali bergerak 

di teritori negatif. Di luar sentimen eksternal, pasar akan digerakkan dengan 

sejumlah  isu  individual  terutama  terkait  rilis  laba  2016  dan  antisipasi  data 

inflasi  Januari  yang  diperkirakan  naik  dibandingkan  Desember  2016.  Bank 

Indonesia  (BI)  memperkirakan  inflasi  Januari  2017  mencapai  0,69%  (mom) 

naik dibandingkan Desember 2016 sebesar 0,42% (mom). IHSG diperkirakan 

akan  bergerak  bervariasi  dalam  rentang  konsolidasi  di  kisaran  5280  hingga 

5330 cenderung koreksi.      

 

S1 5280  S2 5250  R1 5330  R2 5350   

Index Last Chg % DJIA  19971.13  (122.65)  (0.61)  S&P 500  2280.89  (13.80)  (0.60)  FTSE 100  7118.48  (64.92)  (0.90)  CAC 40  4777.60  (62.44)  (1.29)  DAX  11681.76  (132.51)  (1.12)  NIKKEI 225  19191.90  (275.50)  (1.42)  HANGSENG  23360.78  0.00   0.00   STI  3051.66  (13.19)  (0.43)  SHENZHEN  1917.32  0.00   0.00   SHANGHAI  3159.17  0.00   0.00   Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel)  52.63  (0.57)  (1.07)  CPO (RM/M.T)  3070.00  (17.00)  (0.55)  Gold (USD/T.oz)  1198.90  5.20   0.44   Nikel (USD/M.T  9420.00  0.00   0.00   Timah (USD/M.T)  19965.00  0.00   0.00   Coal (USD/M.T)  80.85  0.35   0.43   Exchange Rates Chg % IDR/USD  13338.00  (17.00)  (0.13)  USD/EUR  1.069  (0.00)  (0.09)  JPY/USD  113.80  (1.28)  (1.11)  IDR/SGD  9424.00  91.42   0.98   IDR/AUD  10121.00  26.90   0.27   TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE  29.10  3881  (0.21)  (0.72) 

Top Gainers IDR % Chg

BMAS  398  20.60   68 

XCID  103  18.40   16 

HOME  260  18.20   40 

BABP‐W  7  16.70   1 

ENRG  81  15.70   11 

Top Losers IDR % Chg

ALKA  173  (24.80)  (57) 

HDFA  220  (18.50)  (50) 

AKPI  700  (16.20)  (135) 

AHAP  178  (11.00)  (22) 

BULL  125  (8.80)  (12) 

Top Value IDR % (miliar)

BUMI  494  (2.20)  897 B 

ENRG  81  15.70   852 B 

MYRX  154  (1.30)  487 B 

BRMS  140  4.50   479 B 

DEWA  95  6.70   426 B 

Top Volume IDR % (juta)

ENRG  81  15.70   10,881.886  ELTY  62  10.70   6,114.373  DEWA  95  6.70   4,423.088  BRMS  140  4.50   3,356.687  MYRX  154  (1.30)  3,168.341  IHSG 5,302.66 Change (10.18) Change (%) (0.19) Change (%/ytd) 0.11 Total Value (IDR triliun) 6.087 Total Volume (miliar saham) 22.409 Net Foreign Buy (IDR miliar) 302.000 Up: 156 Down: 313 Unchange: 106

(2)

News Update

2



Tuntaskan pabrik, BWPT anggarkan capex Rp 400 M. Tidak banyak ekspansi yang dilakukan oleh PT Eagle High Plantation Tbk (BWPT) tahun ini. Perseroan hanya menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) yang relatif sama seperti tahun lalu, sekitar Rp 400 miliar.b"Fokusnya masih pada penyelesaian pabrik saja," kata Corporate Secretary BWPT Deddy Setiadi. Seperti diketahui, perseroan tengah dalam program mengurangi pengembangan lahan cadangan sebagai upaya menghemat modal sehingga bisa dialihkan kepada proyek peningkatan kapasitas pabrik. Pabrik yang sedang dibangun berlokasi di Papua. BWPT akan menginvestasikan dananya sebesar Rp 250 miliar dengan target akan mampu beroperasi pada tahun ini. Lokasi pabrik tersebut akan terletak di Jayapura, dekat dengan lahan BWPT sehingga akan menghemat biaya. Selain pabrik di Jayapura, emiten CPO itu juga tengah melakukan kajian dan visibilitas untuk area tanam dan pabrik di Sorong. "Sumber pendanaannya berasal dari kombinasi kas internal dan pinjaman," tambah Deddy. (Kontan)



INDY bidik pendapatan di atas US$ 1 miliar. PT Indika Energy Tbk (INDY) membidik pendapatan lebih dari US$ 1 miliar pada tahun ini. Jumlah pendapatan itu meroket dibandingkan pendapatan tahun 2016 yang diperkirakan hanya sebesar US$ 800 juta. Direktur Keuangan INDY, Azis Armand mengatakan, kenaikan harga batubara sepanjang pertengahan hingga akhir tahun 2016 berdampak positif terhadap kinerja anak-anak perusahaan, sehingga INDY berharap bisa menorehkan laba bersih pada tahun ini. "Pada tahun 2016, pendapatan masih turun dibandingkan 2015, dan bottom line masih negatif. Namun tahun ini akan berbalik arah," ujarnya di Jakarta. Ia mengatakan, gross margin perseroan mulai turun drastis pada tahun 2014. Gross margin INDY pada tahun 2013 mencapai 22% lalu anjlok menjadi 8% di tahun 2015 dan sudah mulai meningkat di tahun 2016 lalu menjadi 11%. Direktur Utama INDY Arsjad Rasjid menambahkan, harga batubara diperkirakan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Ia memprediksi permintaan batubara memang masih stabil, namun suplai batubara akan lebih terbatas sehingga harga batubara berpotensi naik. Perkiraannya, harga batubara bisa berada di level US$ 80 per ton, lebih baik dibandingkan rata-rata tahun lalu yang sekitar US$ 50 per ton. Naiknya pendapatan INDY akan lebih banyak ditopang dari bisnis jasa pertambangan batubara dan minyak dan gas, dari anak usaha PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Triparta. "Kontrak Petrosea yang didapat di akhir tahun lalu cukup besar," imbuhnya. Utilisasi aset pertambangan batubara pun akan meningkat tajam pada tahun 2017 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Anak perusahaan INDY di bidang rekayasa teknik dan EPC untuk industri minyak dan gas juga akan menangani proyek strategis nasional yaitu Tangguh LNG Train 3 yang berlokasi di Papua Barat. Selain itu, proyek ekspansi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon dengan kapasitas 1x1000 MW, juga diharapkan segera mencapai financial close. INDY telah membagi hak partisipasinya kepada co-investor, PT Imeco Multi Prasarana (IMP). Ini untuk membagi beban risiko dari proyek US$ 2 miliar tersebut. Arsjad menargetkan financial closing proyek PLTU itu bakal rampung pada kuartal I tahun ini. Rencananya, sebanyak 80% dari investasi proyek atau sekitar US$ 1,6 miliar akan berasal dari project financing, salah satunya adalah Japan Bank for International Cooperation (JBIC). (Kontan)



Bank Harda gelar rights issue di semester II 2017. PT Bank Harda Internasional Tbk akan melakukan rights issue yang sudah direncanakan sejak 2016 lalu. Rencananya, bank berkode saham BBHI ini akan menggelar rights issue pada semester kedua 2017. Barlian Halim, Direktur Bank Harda mengatakan, nilai rights issue yang akan diterbitkan rencananya di bawah Rp 500 miliar. “Saat ini sedang dalam pembahasan,” ujarnya. Dalam hasil RUPSLB pada 23 September 2016, salah satunya hasilnya menyebutkan rights issue rencananya akan menerbitkan sebanyak 1 miliar saham baru. Namun, Barlian belum merinci update mengenai jumlah saham yang akan diterbitkan dan harga pelaksanaannya, termasuk pembeli siaga. Sebagai gambaran, harga saham bank berkode BBHI ini sejak awal Januari 2017 naik cukup signifikan. Pada penutupan Jumat (27/1), tercatat harga saham Bank Harga di angka Rp 92 per saham. Tercatat pemegang saham mayoritas Bank Harda saat ini adalah Keluarga Rachman Hakim melalui PT Hakimputra Perkasa sebesar 72.66%. Akhir tahun 2016, Bank Harda mencetak keuntungan sebesar Rp 6,8 miliar atau membaik dibandingkan pada 2015 lalu yang masih merugi Rp 2,3 miliar. Untuk kredit Bank Harda pada tahun lalu, mencatatkan realisasi sebesar Rp 1,39 triliun atau turun 7,66% secara yoy. Modal inti Bank Harda pada kuartal 3 2016 sebesar Rp 335 miliar atau masuk BUKU I. (Kontan)



ANTM cetak rekor produksi feronikel. Sepanjang 2016, PT ANTAM (Persero) Tbk (ANTM) memproduksi feronikel mencapai 20.293 ton nikel dalam feronikel (TNi). Sementara, penjualannya tercatat 20.888 TNi. "Capaian ini merupakan torehan tertinggi sepanjang sejarah ANTM," ujar Tedy Badrujaman, Direktur Utama ANTM Dalam keterangan resminya. Asal tahu saja, selain mencetak rekor tahunan, produksi tersebut juga mengalami kenaikan sebesar 18% secara year on year (yoy), yakni 17.211 TNi. Sementara, penjualannya mengalami kenaikan sekitar 12% yoy dari sebelumnya 18.643 TNi. Tedy bilang, torehan ini tak lepas dari tuntasnya keseluruhan paket Proyek Perluasan Pabrik Feronikel Pomalaa (P3FP) serta selesainya perbaikan trafo pada pada pabrik FeNi II yang telah kembali dioperasikan pada bulan Mei 2016. Sekelarnya proyek ini, perseroan lanjut menggenjot konstruksi Proyek Pabrik Feronikel Halmahera Timur (P3FH). Emiten tambang pelat merah ini menyiapkan Rp 2,56 triliun untuk belanja modal 2017. Sekitar Rp 2 triliun untuk pabrik feronikel. Sementara, sisanya digunakan untuk perawatan dan kebutuhan operasional lainnya. Konstruksi pabrik feronikel tahap pertama di Halmahera Timur menggunakan dana yang sudah ada, dari hasil penyertaan modal negara (PMN) pada 2015. Pabrik ini akan menambah kapasitas produksi feronikel ANTM, dari 27.000–30.000 ton nikel (TNi) jadi 40.500–43.500 TNi per tahun. Selain nikel, perseroan juga terus berupaya meningkatkan pertumbuhan komoditas utama lainnya yakni emas dan bauksit. Untuk emas, sepanjang tahun lalu ANTM mencatatkan volume produksi emas dari tambang Pongkor dan Cibaliung sebesar 2.208 kg dengan volume penjualan emas sebesar 10.227 kg. (Kontan)

(3)

Stock Picks

3

HRUM 2000‐2120. Setelah bergerak konsolidasi di area downtrend dalam beberapa sesi perdagangan tera‐

khir, harga saham emiten batubara, Harum Energy Tbk (HRUM), kemarin berhasil rebound dan membentuk 

pola bullish reversal. Harga sahamnya kembali bergerak di atas Rp2000 dan kemarin tutup di Rp2060. Den‐

gan  pendekatan  Fibonacci  Retracement  (FR)  peluang  rebound  lanjutan  akan  menguji  resisten  terdekat  di 

Rp2120 dengan support saat ini di kisaran Rp1950 hingga Rp2000. Perseroan hingga 3Q16 telah membuku‐

kan laba bersih USD10,75 juta naik 971% dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar USD1 juta. Penda‐

patan usaha hingga 3Q16 turun 36,52% mencapai USD129,79 juta dibandingkan diperkirakan hanya men‐

capai 3 juta ton. Hingga 3Q16 perseroan telah menjual 2,5 juta ton batubara. Penjualan batubara perse‐

roan ditujukan untuk pasar ekspor terutama ke China, Korsel, Taiwan, Malaysia, dan Jepang. Kinerja perse‐

roan tergantung pada harga batubara dunia dan kebijakan impor batubara dari masing‐masing negara di 

Asia tersebut. Tahun ini perseroan menargetkan produksi batubara sekitar 4‐5 juta ton. Tahun lalu dengan 

target  penjualan 3 juta ton dengan harga rata‐rata jual batubara USD60/MT maka pendapatan diperkira‐

kan mencapai USD180 juta atau turun 27,8% dibandingkan 2015 sebesar USD249,33 juta. Sedangkan laba 

bersih  tahun  lalu  diperkirakan  mencapai  USD16,20  juta  dibandingkan  periode  yang  sama  2015  yang 

menderita rugi bersih USD19,24 juta. EPS tahun 2016 diperkirakan USD0,006 atau setara dengan Rp80 di 

kurs 1USD=Rp13330. Tahun ini dengan proyeksi volume penjualan batubara 4 juta ton dan harga jual rata‐

rata USD70/MT maka proyeksi pendapatan perseroan akan mencapai USD280 juta. Sedangkan laba bersih 

dengan marjin 12% diperkirakan mencapai USD33,60 juta atau tumbuh 107% dari perkiraan tahun lalu. EPS 

proyeksi  tahun  ini  diperkirakan  USD0,0124  atau  setara  dengan  Rp165,66  dengan  kurs  1USD=Rp13330. 

Kami memperkirakan harga sahamnya tahun ini berpeluang ditransaksikan dengan PE 15x (E/17) atau men‐

capai Rp2490. Maintain Buy, SL 1920       

(4)

4

Stock Picks

SSIA 630‐690. Harga saham emiten kawasan industri, Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) kemarin kembali 

melanjutkan  tren  bullishnya.  Setelah  sempat  bergerak  konsolidasi,  penguatan  lanjutan  harga  sahamnya 

kemarin berhasil menguat sempat menembus resisten di Rp640 namun di akhir sesi tutup di Rp635. Saat ini 

secara technical support berada di kisaran Rp615 hingga Rp630 dengan target resisten terdekat di Rp660 

hingga  Rp690.  Pasar  mengantisipasi  pertumbuhan  kinerjanya  tahun  ini  setelah  tahun  lalu  mengalami 

penurunan.  Tahun ini perseroan akan lebih ekspansif dengan fokus di infrastruktur dan real estat. Tahun 

ini perseroan menyiapkan belanja modal Rp1,5 triliun. Kebutuhan belanja modal tahun ini akan berasal dari 

kas internal dan dana hasil penerbitan obligasi tahun lalu Rp900 miliar. Sebesar Rp1 triliun akan digunakan 

untuk  akuisisi  lahan  di  Subang  yang  rencananya  sebesar  500  ha.  Tahun  lalu  kinerja  perseroan  merosot 

sehingga  membuat  harga  sahamnya  sepanjang  2016  lalu  anjlok  hingga  65%.  Pendapatan  usaha  hingga 

3Q16 turun 21,79% mencapai Rp3,01 triliun dibandingkan periode yang sama 2015 sebesar Rp3,85 triliun. 

Laba  bersih  turun  hingga  75%  mencapai  Rp118  miliar  dibandingkan  periode  yang  sama  2015  sebesar 

Rp476,35  miliar.  Selain  penurunan  pendapatan,  turunnya  laba  bersih  juga  dipicu  turunnya  pendapatan 

lainnya  hingga  86%  mencapai  Rp24,80  miliar  dari  periode  yang  sama  di  2015  yang  mencapai  Rp182,22 

miliar.  Tahun  2016  lalu  pendapatan  usaha  perseroan  diperkirakan  hanya  mencapai  Rp3,77  triliun  turun 

22,57%  dari  tahun  sebelumnya  Rp4,87  triliun.  Sebelumnya  perseroan  menargetkan  pendapatan  usaha 

tahun  lalu  mencapai  Rp4,5  triliun.  Sedangkan  laba  bersih  tahun  2016  lalu  diperkirakan  hanya  mencapai 

Rp150,76  miliar  atau  turun  50%  dari  tahun  sebelumnya  Rp302,46  miliar.  Tahun  ini  pendapatan  usaha 

diperkirakan berpeluang tumbuh 26% mencapai Rp4,74 triliun dengan laba bersih diperkirakan mencapai 

Rp284,27  miliar  atau  naik  88%  dari  estimasi  2016  sebesar  Rp150,76  miliar.  EPS  tahun  ini  diperkirakan 

Rp60,14. Harga sahamnya saat ini terdiskon 12% dari NAV nya sebesar Rp720 dan ditransaksikan dengan PE 

10,6x (E/17). Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PBV 1,1x mendekati rata‐rata industrinya 

di  1,2x.  Ini  berarti  harga  sahamnya  berpeluang  mencapai  Rp794.  Secara  technical  pergerakan  harganya 

membentuk pola bullish continuation dengn target resisten terdekat di Rp690 dan support saat ini di Rp615 

hingga Rp630. Trading Buy, SL 590      

(5)

5

Stock Picks

PTPP  3480‐3620. Tekanan  jual  sejak  awal  tahun  ini  membuat  harga  saham  emiten  jasa  konstruksi  PT  PP 

Tbk  (PTPP)  berada  di  area  oversold.  Kemarin  harga  sahamnya  berhasil  mengalami  technical  rebound 

menyusul berita positif terkait keberhasilan perseroan meraih kontrak baru hingga Rp4,3 triliun selama tiga 

pekan  pertama  Januari  2017.  Nilai  ini  melonjak  dibandingkan  periode  yang  sama  2016  sebesar  Rp1,1 

triliun. Tahun ini perseroan menargetkan perolehan kontrak baru sekitar Rp40 triliun atau meningkat 25% 

dibandingkan dengan raihan 2016 lalu sebesar Rp32,6 triliun. Total order book perseroan akhir 2016 lalu 

mencapai Rp71,5 triliun termasuk carry over 2015 sebesar Rp39 triliun. Laba bersih perseroan tahun lalu 

mencapai  Rp1,15  triliun  (belum  diaudit).  Pencapaian  laba  bersih  tersebut  di  atas  perkiraan  kami 

sebelumnya  sebesar  Rp877  miliar.  Ini  mencerminkan  pertumbuhan  mencapai  55%  dibandingkan  2015 

sebesar  Rp740  miliar.  EPS  2016  sebesar  Rp237,5  atau  di  atas  estimasi  sebelumnya  Rp181.  Sedangkan 

perolehan pendapatan usaha tahun lalu diperkirakan manajemen mencapai Rp17,6 triliun, angka ini naik 

24%  dari  2015  sebesar  Rp14,2  triliun.  Namun  perolehan  pendapatan  perseroan  tahun  lalu  tersebut  di 

bawah  perkiraan  kami  sebelumnya  Rp19,5  triliun.  Tahun  ini  perseroan  menargetkan  pertumbuhan 

pendapatan sebesar 42% atau mencapai Rp25 triliun. Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan tumbuh 

sekitar 50% atau mencapai Rp1,72 triliun. EPS proyeksi tahun ini diperkirakan Rp356. Pada harga Rp3520 

harga sahamnya ditransaksikan dengan PE 9,9x (E/17). Harga sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan 

PE 13,7x (E/17) dalam kondisi pasar bullish atau mencapai Rp4887. Secara technical pergerakan harganya 

membentuk pola bullish reversal setelah terbentuk pola long legged doji setelah downtrend dengan target 

resisten terdekat di Rp3620 dan support di Rp3480. Maintain Buy, SL 3450      

 

Selasa, 31 Januari 2017

Saham Pilihan

TLKM 3800-4000 BoW, SL 3770

PGAS 2750-2950 TB, SL 2500

PTBA 11100-11500 TB, SL 10500

ITMG 14750-15500 TB, SL 14000

INDY 750-810 TB, SL 670

KRAS 740-800 BoW, SL 730

BUMI 476-525 BoW, SL 470

(6)

Stock View

6

Selasa, 31 Januari 2017

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

IHSG 

5302.66  5321.90  5341.13  5293.04  5283.43 

               PERKEBUNAN AALI  15775  15,925.00  16,075.00  15,675.00  15,575.00  13,059,216.00  ‐19.91  393.15  ‐75.27  45.02  BWPT  348  356.00  364.00  338.00  328.00                LSIP  1585  1,610.00  1,635.00  1,570.00  1,555.00  4,189,615.00  ‐11.36  91.36  ‐32.01  18.72  SGRO  2000  2,003.33  2,006.67  1,993.33  1,986.67                SIMP  515  516.67  518.33  511.67  508.33  13,835,444.00  ‐7.53  16.72  ‐68.60  25.18  UNSP  76  79.00  82.00  71.00  66.00               

PERTAMBANGAN BATU BARA

ADRO  1715  1,728.33  1,741.67  1,703.33  1,691.67  37,032,346.42  ‐10.48  65.74  ‐5.12  10.50  BORN  50  50.00  50.00  50.00  50.00                BRAU  82  82.00  82.00  82.00  82.00                BUMI  494  512.67  531.33  482.67  471.33                DEWA  95  101.00  107.00  89.00  83.00  3,312,510.21  13.47  0.30  48.03  166.35  HRUM  2060  2,108.33  2,156.67  1,983.33  1,906.67                ITMG  15000  15,125.00  15,250.00  14,750.00  14,500.00  21,925,897.16  ‐9.27  770.46  ‐65.05  8.53  PTBA  11325  11,516.67  11,708.33  10,991.67  10,658.33  13,733,627.00  5.01  883.59  0.98  7.64  PTRO  770  790.00  810.00  750.00  730.00               

PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI

BIPI  133  137.00  141.00  131.00  129.00               

ELSA  438  443.33  448.67  433.33  428.67  3,775,323.00  ‐10.56  51.43  ‐8.99  7.17  ENRG  81  86.00  91.00  73.00  65.00               

ESSA  1500  1,500.00  1,500.00  1,500.00  1,500.00                MEDC  1375  1,381.67  1,388.33  1,366.67  1,358.33               

PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA

ANTM  800  808.33  816.67  793.33  786.67  10,531,504.80  11.79  ‐151.06  85.85  ‐3.10  INCO  2330  2,363.33  2,396.67  2,313.33  2,296.67  10,894,532.28  ‐15.64  70.11  ‐67.49  26.24  TINS  980  996.67  1,013.33  966.67  953.33  6,874,192.00  ‐6.74  13.64  ‐84.08  56.09  SEMEN INTP  15875  15,950.00  16,025.00  15,750.00  15,625.00  17,798,055.00  ‐10.99  1,183.48  ‐17.34  17.00  SMCB  900  903.33  906.67  898.33  896.67  9,239,022.00  ‐12.25  22.85  ‐73.80  47.91  SMGR  9100  9,266.67  9,433.33  9,016.67  8,933.33  26,948,004.47  ‐0.14  762.28  ‐18.76  14.07 

LOGAM DAN SEJENISNYA

GDST  114  116.00  118.00  113.00  112.00                JPRS  138  138.00  138.00  138.00  138.00                KRAS  760  776.67  793.33  751.67  743.33                PAKAN TERNAK CPIN  3210  3,240.00  3,270.00  3,160.00  3,110.00                JPFA  1710  1,730.00  1,750.00  1,675.00  1,640.00  25,022,913.00  2.31  43.92  40.87  18.44  OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA

ASII  7900  8,050.00  8,200.00  7,825.00  7,750.00  184,196,000.00  ‐8.68  357.28  ‐24.59  20.71  GJTL  1115  1,121.67  1,128.33  1,101.67  1,088.33               

INDUSTRI BARANG KONSUMSI

ICBP  8475  8,541.67  8,608.33  8,416.67  8,358.33                INDF  7800  7,933.33  8,066.67  7,733.33  7,666.67                MYOR  1755  1,763.33  1,771.67  1,748.33  1,741.67                ROTI  1590  1,606.67  1,623.33  1,556.67  1,523.33                GGRM  62800  63,233.34  63,666.67  62,533.34  62,266.67                INAF  2310  2,426.67  2,543.33  2,236.67  2,163.33  1,621,898.67  17.41  2.12  463.17  184.06  KAEF  2040  2,126.67  2,213.33  1,986.67  1,933.33  4,860,371.48  7.51  44.81  6.06  28.68  KLBF  1465  1,481.67  1,498.33  1,456.67  1,448.33               

KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA

(7)

7

EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE

PROPERTI DAN REAL ESTAT

APLN  222  224.00  226.00  220.00  218.00                ASRI  386  391.33  396.67  383.33  380.67                BKSL  90  91.00  92.00  89.00  88.00                BSDE  1840  1,860.00  1,880.00  1,830.00  1,820.00  6,209,574.07  11.45  1,164.55  460.00  1.60  COWL  1080  1,086.67  1,093.33  1,071.67  1,063.33                CTRA  1325  1,335.00  1,345.00  1,310.00  1,295.00                CTRP  690  690.00  690.00  690.00  690.00                CTRS  2710  2,710.00  2,710.00  2,710.00  2,710.00                ELTY  62  65.33  68.67  57.33  52.67                KIJA  290  292.67  295.33  286.67  283.33                MDLN  332  336.00  340.00  326.00  320.00  2,962,460.90  4.32  69.69  22.80  5.94  KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI  2110  2,133.33  2,156.67  2,083.33  2,056.67  9,389,570.10  8.51  130.22  43.08  20.93  DGIK  85  89.33  93.67  82.33  79.67                PTPP  3520  3,573.33  3,626.67  3,473.33  3,426.67  14,217,372.87  14.40  152.88  39.17  25.74  SSIA  635  658.33  681.67  613.33  591.67                TOTL  765  778.33  791.67  758.33  751.67                WIKA  2460  2,483.33  2,506.67  2,443.33  2,426.67  13,908,504.01  11.60  101.65  1.60  26.02  INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI

PGAS  2880  2,926.67  2,973.33  2,796.67  2,713.33  42,333,969.71  ‐0.16  228.31  ‐38.44  11.61  JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA

CMNP  1500  1,513.33  1,526.67  1,488.33  1,476.67                JSMR  4230  4,260.00  4,290.00  4,190.00  4,150.00  9,848,242.05  7.33  213.14  3.23  26.27  TELEKOMUNIKASI BTEL  50  50.00  50.00  50.00  50.00                EXCL  2890  2,920.00  2,950.00  2,860.00  2,830.00  22,876,182.00  ‐2.49  ‐2.97  ‐97.16  ‐1,348.39  ISAT  6300  6,333.33  6,366.67  6,233.33  6,166.67                TLKM  3860  3,893.33  3,926.67  3,843.33  3,826.67  102,470,000.00  14.24  153.66  5.81  21.51  TRANSPORTASI GIAA  338  342.00  346.00  336.00  334.00  52,627,783.53  7.55  40.78  ‐122.73  10.94  MBSS  370  376.67  383.33  356.67  343.33                WINS  250  251.33  252.67  247.33  244.67  1,378,353.91  ‐37.37  ‐19.45  ‐129.08  ‐10.95  KONSTRUKSI NON BANGUNAN

INDY  775  808.33  841.67  718.33  661.67                BANK BBCA  15450  15,575.00  15,700.00  15,325.00  15,200.00  47,081,728.00  7.56  730.83  9.30  18.47  BBKP  610  615.00  620.00  605.00  600.00  8,303,973.00  17.07  105.70  32.57  5.58  BBNI  5725  5,783.33  5,841.67  5,683.33  5,641.67  36,895,081.00  10.58  486.18  ‐15.91  10.90  BBRI  11750  11,816.67  11,883.33  11,716.67  11,683.33  85,434,037.00  13.73  1,029.53  4.77  10.95  BBTN  1910  1,921.67  1,933.33  1,901.67  1,893.33  14,966,209.00  16.86  174.91  65.91  10.43  BDMN  4280  4,336.67  4,393.33  4,196.67  4,113.33  22,420,658.00  ‐2.48  249.70  ‐8.09  16.40  BJBR  2300  2,343.33  2,386.67  2,273.33  2,246.67  10,084,451.00  14.70  142.02  23.39  6.79  BMRI  11025  11,075.00  11,125.00  10,975.00  10,925.00  71,570,127.00  14.26  871.50  2.33  11.76  BNGA  940  958.33  976.67  923.33  906.67  22,318,759.00  7.24  17.02  ‐81.74  34.36 

PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI

AKRA  6650  6,708.33  6,766.67  6,583.33  6,516.67  19,764,821.14  ‐12.03  261.74  27.59  27.03  INTA  340  346.67  353.33  332.67  325.33                UNTR  22375  22,783.33  23,191.67  22,158.33  21,941.67  49,347,479.00  ‐7.14  1,033.07  ‐28.24  14.86  PERDAGANGAN ECERAN MAPI  5300  5,341.67  5,383.33  5,216.67  5,133.33                RALS  1320  1,358.33  1,396.67  1,298.33  1,276.67               

ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA

MNCN  1715  1,730.00  1,745.00  1,700.00  1,685.00                PERUSAHAAN INVESTASI

BRMS  140  147.67  155.33  133.67  127.33                BNBR  50  50.00  50.00  50.00  50.00               

(8)

Corporate Action

8

Code

Name

Type

Date

Time

Venue

ARTI   Ratu Prabu Energi Tbk   AGM   03/08/2016   00:10:00   GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20,  Jakarta Selatan   

ARTI   Ratu Prabu Energi Tbk   EGM   03/08/2016   00:10:00   GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20,  Jakarta Selatan   

SCPI   Merck Sharp Dohme 

Pharma Tbk.   AGM   03/08/2016   00:10:00     

MYRX   Hanson International Tbk.   AGM   28/07/2016   00:14:00   Merchantile Athletic Club , World Trade Center   

MYRX   Hanson International Tbk.   EGM   28/07/2016   00:14:00   Merchantile Athletic Club , World Trade Center   

GMCW   Grahamas Citrawisata Tbk.   AGM   27/07/2016   00:09:00   Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman  Kav 58 Jakarta   

PTIS   Indo Straits Tbk   AGM   22/07/2016   00:09:00  

Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo  Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara 

14350, Indonesia   

BSSR   Baramulti Suksessarana Tbk   EGM   22/07/2016   00:10:00   Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56,  Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat    ISSP   Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk   AGM   21/07/2016   00:10:00   Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no  55 , Jakarta    ISSP   Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk   EGM   21/07/2016   00:10:00   Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no  55 , Jakarta   

SKYB   Skybee Tbk   AGM   21/07/2016   00:09:00     

WTON   Wijaya Karya Beton Tbk   EGM   20/07/2016   00:14:00   Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur   

CTBN   Citra Tubindo Tbk.   AGM   20/07/2016   00:10:30   Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2,  Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam    TRIO   Trikomsel Oke Tbk   EGM   15/07/2016   00:10:00     

LMAS   Limas Indonesia Makmur 

Tbk   AGM   14/07/2016   00:09:30  

Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center  Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta 

12190   

BEKS   Bank Pundi Indonesia Tbk.   EGM   11/07/2016   00:15:00   Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12,  Jakarta Selatan   

JPFA   Japfa Comfeed Indonesia 

Tbk.   EGM   01/07/2016   00:10:00  

HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191,  Jakarta 12960   

INCO   Vale Indonesia Tbk   EGM   01/07/2016   00:09:00   Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl.  Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta   

MITI   Mitra Investindo Tbk.   EGM   30/06/2016   00:10:00  

Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐ 

12950   

NIRO   Nirvana Development Tbk   AGM   30/06/2016   00:10:00  

Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai  1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan 

12190   

NIRO   Nirvana Development Tbk   EGM   30/06/2016   00:10:00  

Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai  1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan 

12190   

PKPK   Perdana Karya Perkasa Tbk   AGM   30/06/2016   00:10:00   Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta  Pusat 10150   

GREN   Evergreen Invesco Tbk   AGM   30/06/2016   00:09:00   Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan,  Jakarta   

ECII   Electronic City Indonesia 

Tbk   AGM   30/06/2016   00:10:00     

(9)

Corporate Action

9

EMITEN

JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN

TIFA 

24‐Jun‐16 

27‐Jun‐16 

21‐Jul‐16 

SQBB 

16000 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

SQBI 

16000 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

DPNS 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

GEMA 

16 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

MREI 

50 

23‐Jun‐16 

24‐Jun‐16 

20‐Jul‐16 

JTPE 

14 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

PEGE 

10 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

CPIN 

29 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

TALF 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

12‐Jul‐16 

KBLI 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

SRTG 

32 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

KKGI 

20 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

CTRP 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

13‐Jul‐16 

CTRS 

22 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

13‐Jul‐16 

CTRA 

22‐Jun‐16 

23‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

IDPR 

21‐Jun‐16 

22‐Jun‐16 

30‐Jun‐16 

UNVR 

424 

21‐Jun‐16 

22‐Jun‐16 

15‐Jul‐16 

(10)

Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.

Branch Office

Jakarta:

Gedung Jaya Lt. 2 Suite L02-05

Jl. M. H. Thamrin No. 12

Jakarta 10340

Phone : +62 21 3193 1811

Yogyakarta:

Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata

Tamansiswa Yogyakarta

Jl. Kusumanegara 121 - Yogyakarta 55165

Phone : 0274-543944

Solo:

Universitas Muhammadiyah Surakarta

Jalan A. Yani Tromol Pos 1,

Pabelan Kartasura, Surakarta,

Jawa Tengah 57162

(0271) 717417

Makassar :

Jl. Gunung Bawakareng No. 71

Makassar 90157

Phone : +62 411 361 3122

Sampit :

Universitas Darwan Ali

Jl. Batu Berlian No. 10

Kalimantan Tengah 74322

Phone : +62 531 31992

Panin Bank Centre

4

th

Floor Jl. Jend. Sudirman No. 1

Jakarta 10270, Indonesia

Phone

: +62 21 727 99888

Fax

: +62 21 571 0895

Web

: www.firstasiacapital.com

E-mail :

[email protected]

First Asia Research Team :

Ivan Kurniawan ([email protected])

David Nathanael ([email protected])

Referensi

Dokumen terkait

Pengguna mobil pribadi yang menggunakan CNG sebagai bahan bakar akan memperoleh biaya penghematan sebesar Rp 20.688 perhari per unit kendaraan jika beralih

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis proteomik terhadap protein imunogenik 31 kDa dengan mass spectrometry (LC MS/MS), ditemukan 11 jenis protein yaitu : protein

Kalau kita lihat dari hasil analisis untuk golongan organoklor baik untuk sampel wortel dan tanah terlihat bahwa residu pada tanah tidak terindikasi adanya residu Gamma BHC dan

Tabel 3 juga menunjukkan bahwa dari semua jenis pestisida yang diujikan ternyata masih berada di bawah standar BMR untuk selada seperti yang direkomendasikan oleh

Hasil analisis residu pestisida pada kubis menunjukkan bahwa bahan aktif endosulfan dominan ditemukan pada contoh kubis baik yang berasal dari Malang maupun Cianjur, dengan

dilakukan pemeriksaan parasit malaria di wilayah kerja Puskesmas Simpenan Kabupaten Sukabumi oleh juru malaria desa (JMD) dan mikroskopis Puskesmas terhadap seluruh warga

Hasil angka rata-rata House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI) oleh jumantik dewasa dan anak, rata rata pemantauan anak anak memiliki nilai

UU No 34 Tahun 1954 tentang Pemakaian Gelar Akuntan juga menegaskan bahwa syarat-syarat kecapakan dan kewenangan setiap orang yang terjun dalam profesi akuntan publik