• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BATU"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN WALIKOTA BATU

NOMOR 118 TAHUN 2020 TENTANG

KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA BATU,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 6 Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 8 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, perlu menetapkan Peraturan Walikota Batu tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2001 tentang

Pembentukan Kota Batu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 91, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4118);

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang

Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 124, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4674) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 232, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5475);

3. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang

Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas

(2)

Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan

Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara

Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398);

4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494);

5. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);

6. Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang

Administrasi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 292, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5601);

7. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 80, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 4736) sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir

dengan Peraturan Pemerintah Nomor Peraturan

Pemerintah Nomor 40 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 102, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6354);

8. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 187, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6402);

9. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang

Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan

Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 73, Tambahan Lembaran

(3)

Negara Republik Indonesia Nomor 6041);

10. Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 69 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri dalam Negeri Nomor 43 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Dalam Negeri;

12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 76 Tahun 2015 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pejabat pada Unit Kerja yang Menangani Urusan Administrasi Kependudukan di Provinsi dan Kabupaten/Kota;

13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015

tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;

14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;

15. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 96 tahun 2019

tentang Pendataan dan Penerbitan Dokumen

Kependudukan bagi Penduduk Rentan Administrasi;

16. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi dan Kabupaten/Kota;

17. Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 5 Tahun 2016 tentang

Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 8 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN

ORGANISASI, URAIAN TUGAS DAN FUNGSI, SERTA TATA KERJA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Walikota ini yang dimaksud dengan: 1. Daerah adalah Kota Batu.

(4)

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kota Batu. 3. Walikota adalah Walikota Batu.

4. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Batu sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah.

5. Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan dengan prinsip otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

6. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu kepala daerah dan DPRD dalam penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah.

7. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Batu. 8. Sekretaris Daerah adalah Sekretaris Daerah Kota Batu. 9. Dinas adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Kota Batu.

10. Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batu.

11. Unit Pelaksana Teknis Dinas yang selanjutnya disingkat UPTD adalah unsur pelaksana kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang Dinas.

12. Jabatan Fungsional adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.

13. Organisasi adalah penyusunan dan pengaturan berbagai bagian, sehingga semuanya menjadi kesatuan yang teratur.

14. Tata Kerja adalah segala sesuatu mengenai pengurusan dan pelaksanaan kegiatan suatu organisasi.

15. Kewenangan adalah hak dan kewajiban untuk

menentukan atau mengambil kebijakan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan.

16. Administrasi Kependudukan adalah rangkaian kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data Kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk, Pencatatan Sipil, Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, serta pendayagunaan hasilnya untuk pelayanan publik dan pembangunan sektor lain.

17. Penduduk adalah Warga Negara Indonesia dan Orang Asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

18. Warga Negara Indonesia yang selanjutnya disingkat WNI adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai Warga Negara Indonesia.

(5)

Indonesia.

20. Data Kependudukan adalah data perseorangan dan/atau data agregat yang terstruktur sebagai hasil dari kegiatan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil.

21. Pendaftaran Penduduk adalah pencatatan biodata

Penduduk, pencatatan atas pelaporan Peristiwa

Kependudukan dan pendataan Penduduk rentan

Administrasi Kependudukan serta penerbitan Dokumen Kependudukan berupa kartu identitas atau surat keterangan kependudukan.

22. Dokumen Pendaftaran Penduduk adalah dokumen yang meliputi biodata penduduk, nomor induk kependudukan, kartu keluarga, kartu tanda penduduk elektronik, kartu identitas anak.

23. Nomor Induk Kependudukan yang selanjutnya disingkat NIK adalah nomor identitas Penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal, dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai Penduduk Indonesia.

24. Kartu Keluarga yang selanjutnya disingkat KK adalah kartu identitas keluarga yang memuat data tentang nama, susunan, hubungan dalam keluarga, dan identitas anggota keluarga.

25. Kartu Tanda Penduduk Elektronik yang selanjutnya disebut KTP-el adalah kartu tanda penduduk yang dilengkapi cip yang merupakan identitas resmi penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Dinas.

26. Pencatatan Sipil adalah pencatatan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang dalam register Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana.

BAB II

KEDUDUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI Pasal 2

(1) Dinas merupakan unsur pelaksana urusan pemerintahan di bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil.

(2) Dinas dipimpin oleh Kepala Dinas yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Dalam Negeri melalui Walikota.

(3) Dinas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), mempunyai tugas melaksanakan unsur pemerintah daerah di bidang administrasi kependudukan dan pencatatan sipil berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan;

(4) Dinas dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (3), menyelenggarakan fungsi:

(6)

bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

b. perumusan Rencana Strategis sesuai dengan Visi dan Misi Walikota;

c. penetapan rencana kerja dan anggaran di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

d. pelaksanaan kebijakan di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

e. penyelenggaraan pembinaan sumber daya manusia aparatur Dinas;

f. pelaksanaan administrasi dinas;

g. penyelenggaraan monitoring dan evaluasi program, kegiatan, dan anggaran di bidang kependudukan dan pencatatan sipil;

h. penyelenggaraan laporan pelaksanaan program dan kegiatan Dinas; dan

i. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri dan Walikota terkait dengan tugas dan fungsinya.

Pasal 3

(1) Susunan organisasi Dinas terdiri atas: a. Sekretariat, membawahi:

1. Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan; dan 2. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.

b. Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk,

membawahi:

1. Seksi Identitas Penduduk;

2. Seksi Pindah Datang Penduduk; dan 3. Seksi Pendataan Penduduk.

c. Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, membawahi: 1. Seksi Kelahiran;

2. Seksi Perkawinan dan Perceraian;

3. Seksi Perubahan Status Anak Pewarganegaraan dan Kematian.

d. Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi

Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data, membawahi:

1. Seksi Sistem Informasi Administrasi

Kependudukan;

2. Seksi Pengolahan dan Penyajian Data

Kependudukan; dan

3. Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan. e. UPTD; dan

f. Kelompok Jabatan Fungsional.

(2) Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas. (3) Masing-masing Bidang dipimpin oleh Kepala Bidang yang

(7)

Kepala Dinas.

(4) Masing-masing Sub Bagian dipimpin oleh Kepala Sub Bagian yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris.

(5) Masing-masing Seksi dipimpin oleh Kepala Seksi yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Bidang.

(6) Hubungan tata kerja antara Kepala Dinas dengan bawahan atau sebaliknya secara administratif dilakukan melalui Sekretaris.

(7) Bagan Struktur Organisasi Dinas sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Walikota ini.

BAB III

URAIAN TUGAS DAN FUNGSI Bagian Kesatu Sekretariat

Pasal 4

(1) Sekretariat mempunyai tugas merencanakan,

melaksanakan, koordinasi, dan sinkronisasi, serta

mengendalikan kegiatan administrasi umum,

kepegawaian, perlengkapan, penyusunan program, dan keuangan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

a. perumusan kebijakan rencana program kegiatan dan anggaran dinas;

b. pengelolaan dan pelayanan administrasi umum;

c. pengoordinasian dan fasilitasi pengelolaan

administrasi kepegawaian;

d. pengkoordinasian dan fasilitasi pengembangan kompetensi dan kapasitas kepegawaian;

e. pengelolaan administrasi aset; f. pengelolaan urusan rumah tangga;

g. pengelolaan pelayanan, hubungan masyarakat, dan publikasi;

h. pelaksanaan koordinasi dan pengelolaan data;

i. pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi penyusunan rencana strategis;

j. pelaksanaan koordinasi penyusunan program,

anggaran, dan perundang-undangan;

k. pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan pelaksanaan program dan kegiatan;

l. pengelolaan kearsipan dinas;

m. pelaksanaan monitoring dan evaluasi organisasi dan tata laksana;

n. pengelolaan administrasi keuangan; dan

(8)

Dinas sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

Pasal 5

(1) Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan;

c. menyiapkan bahan penyusunan program Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan;

e. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan standar operasional prosedur;

f. menyiapkan bahan pelaksanaan pengelolaan data dan informasi;

g. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan program, kegiatan dan perundang-undangan;

h. menyiapkan bahan pelaksanaan koordinasi dan fasilitasi penyusunan rencana strategis;

i. menyiapkan bahan koordinasi penyusunan

monitoring dan evaluasi program dan kegiatan;

j. menyiapkan bahan koordinasi dan fasilitasi penyusunan laporan kinerja;

k. melaksanakan koordinasi dan fasilitasi penyusunan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah;

l. melaksanakan koordinasi kebijakan penataan

pengembangan kapasitas kelembagaan dan

ketatalaksanaan;

m. melaksanakan koordinasi dan fasilitasi pelaksanaan pengelolaan keuangan;

n. mengoordinasikan pengalokasian dan verifikasi anggaran SKPD;

o. melaksanakan pengadministrasian dan pembukuan keuangan;

p. menyusun laporan pertanggungjawaban atas

pelaksanaan pengelolaan keuangan;

q. melaksanakan koordinasi pelaksanaan kegiatan

termasuk penyelesaian rekomendasi hasil

pengawasan;

r. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan Sub Bagian Perencanaan dan Keuangan; dan s. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh

Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(2) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

(9)

Umum dan Kepegawaian;

c. menyiapkan bahan penyusunan program Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional prosedur Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;

f. melaksanakan penerimaan, pendistribusian, dan pengiriman surat;

g. melaksanakan koordinasi penggandaan naskah dinas; h. melaksanakan koordinasi mengelola kearsipan Dinas;

i. menyelenggarakan urusan rumah tangga dan

keprotokolan;

j. menyiapkan bahan kebijakan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat, publikasi, dan dokumentasi; k. melaksanakan koordinasi penyusunan kebutuhan

dan pengelolaan perlengkapan, pengadaan dan perawatan peralatan kantor, serta pengamanan;

l. melaksanakan koordinasi dan fasilitasi pengelolaan aset;

m. menyiapkan kebijakan pengelolaan administrasi kepegawaian;

n. melaksanakan koordinasi dan fasilitasi seluruh

rencana kebutuhan kepegawaian mulai dari

penempatan pegawai sesuai formasi;

o. menyelenggarakan administrasi kepegawaian lainnya; p. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan

pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; dan q. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh

Sekretaris sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Kedua

Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Pasal 6

(1) Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk mempunyai tugas merencanakan, merumuskan, mengoordinasikan, melaksanakan program, serta mengendalikan kegiatan di bidang identitas penduduk, pindah datang penduduk, dan pendataan penduduk.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

a. perencanaan program bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk;

(10)

pindah datang penduduk, dan pendataan penduduk; c. pengoordinasian kebijakan program bidang Pelayanan

pendaftaran penduduk;

d. pembinaan bidang identitas penduduk, pindah datang penduduk, dan pendataan penduduk;

e. penyusunan standar operasional prosedur di bidang identitas penduduk, pindah datang penduduk, dan pendataan penduduk;

f. pengendalian data informasi bidang identitas penduduk, pindah datang penduduk, dan pendataan penduduk;

g. pengoordinasian pelaksanaan kegiatan seksi Identitas Penduduk, Seksi Pindah Datang Penduduk, dan Seksi Pendataan Penduduk;

h. pengendalian pelaksanaan kegiatan seksi Identitas Penduduk, Seksi Pindah Datang Penduduk, dan Seksi Pendataan Penduduk;

i. penyusunan perencanaan pelayanan pendaftaran penduduk;

j. perumusan kebijakan teknis, pembinaan, koordinasi serta pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pendaftaran penduduk;

k. pelaksanaan pelayanan pendaftaran penduduk;

l. pelaksanaan penerbitan dokumen pendaftaran

penduduk;

m. pelaksanaan pendokumentasian hasil pelayanan pendaftaran penduduk;

n. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan bidang pelayanan pendaftaran penduduk; dan

o. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Pasal 7

(1) Seksi Identitas Penduduk mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Identitas

Penduduk;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang urusan identitas penduduk;

c. menyiapkan bahan penyusunan program identitas penduduk;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran bidang identitas penduduk;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional prosedur di bidang identitas penduduk;

(11)

pelaksanaan teknis identitas penduduk;

g. menyiapkan bahan penyusunan perencanaan

pelayanan dan penerbitan dokumen pendaftaran penduduk;

h. menyiapkan bahan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan koordinasi pelayanan dan penerbitan dokumen pendaftaran penduduk;

i. melaksanakan pelayanan dan penerbitan dokumen pendaftaran penduduk;

j. melaksanakan pendokumentasian hasil pelayanan penerbitan dokumen pendaftaran penduduk;

k. menyiapkan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan pelayanan dan penerbitan dokumen pendaftaran penduduk;

l. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan bidang identitas penduduk; dan

m. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya. (2) Seksi Pindah Datang Penduduk, mempunyai tugas sebagai

berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Pindah Datang Penduduk;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang pelayanan urusan pindah datang penduduk;

c. menyiapkan bahan penyusunan program pelayanan pindah datang penduduk;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran bidang pelayanan pindah datang penduduk;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional prosedur di bidang pelayanan pindah datang penduduk;

f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan

pelaksanaan teknis pelayanan pindah datang penduduk;

g. melaksanakan pelayanan dan penerbitan dokumen pendaftaran penduduk pindah datang penduduk warga negara indonesia dalam wilayah Republik Indonesia;

h. melaksanakan pelayanan dan penerbitan dokumen pendaftaran penduduk pindah datang penduduk warga negara asing dalam wilayah Republik Indonesia;

i. melaksanakan pelayanan dan penerbitan dokumen pendaftaran penduduk Warga Negara Indonesia tinggal sementara;

j. melaksanakan pelayanan dan penerbitan dokumen pendaftaran penduduk pindah datang antar Negara; k. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan

pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan bidang pindah datang penduduk; dan

(12)

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(3) Seksi Pendataan Penduduk, mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Pendataan Penduduk;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang urusan pendataan penduduk;

c. menyiapkan bahan penyusunan program pendataan penduduk;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran bidang pendataan penduduk;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional prosedur di bidang pendataan penduduk;

f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan

pelaksanaan teknis pendataan penduduk;

g. melaksanakan pendataan penduduk, penduduk rentan Administrasi Kependudukan dan penduduk asing dan nonpermanen;

h. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan bidang pendataan penduduk; dan

i. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Ketiga

Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Pasal 8

(1) Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil, mempunyai tugas

merencanakan, merumuskan, mengoordinasikan,

melaksanakan program, serta mengendalikan kegiatan di bidang pelayanan akta kelahiran, akta kematian dan pencatatan akta perkawinan, perceraian, perubahan status anak, dan pewarganegaraan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada

ayat (1), Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil

menyelenggarakan fungsi:

a. perencanaan program bidang pelayanan pencatatan sipil;

b. perumusan kebijakan bidang pelayanan akta kelahiran, akta kematian, dan pencatatan akta perkawinan, perceraian, perubahan status anak, dan pewarganegaraan;

c. pengoordinasian kebijakan program bidang pelayanan pencatatan sipil;

d. Pembinaan bidang pelayanan akta kelahiran, akta

(13)

perceraian, perubahan status anak, dan pewarganegaraan;

e. penyusunan standar operasional prosedur di bidang pelayanan akta kelahiran, akta kematian dan pencatatan akta perkawinan, perceraian, perubahan status anak, dan pewarganegaraan;

f. pengendalian data informasi bidang pelayanan akta kelahiran, akta kematian dan pencatatan akta perkawinan, perceraian, perubahan status anak, dan pewarganegaraan;

g. perumusan kebijakan teknis verifikasi akta kelahiran dan akta kematian;

h. perumusan kebijakan teknis verifikasi pencatatan akta perkawinan, perceraian, perubahan status anak, dan pewarganegaraan;

i. pelaksanaan penerbitan dokumen penting pencatatan sipil;

j. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan bidang pelayanan pencatatan sipil; dan k. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala

Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Pasal 9

(1) Seksi Kelahiran mempunyai tugas sebagai

berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Kelahiran;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan dibidang urusan pelayanan pencatatan Kelahiran;

c. menyiapkan bahan penyusunan program pelayanan pencatatan kelahiran;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran bidang pelayananan pencatatan kelahiran;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional prosedur dibidang pelayanan pencatatan kelahiran ;

f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan

pelaksanaan teknis pelayanan pencatatan kelahiran;

g. menyiapkan bahan verifikasi permohonan

pencatatan kelahiran;

h. menyiapkan bahan pencatatan dan penerbitan kutipan akta kelahiran;

i. melaksanakan pelayanan dan penerbitan dokumen pencatatan kelahiran;

j. melaksanakan pelayanan pencatatan pembatalan akta;

k. melaksanakan melaksanakan legalisasi terkait dokumen akta kelahiran;

(14)

kedua, salinan akta, surat keterangan, bukti pelaporan;

m. melaksanakan legalisasi terkait dokumen akta kelahiran;

n. menyiapkan pelaksanaan pembinaan dan koordinasi pelaksanaan pelayanan pencatatan kelahiran;

o. melaksanakan pendokumentasian hasil pelayanan pencatatan kelahiran;

p. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program

dan kegiatan bidang pelayanan pencatatan

kelahiran; dan

q. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(2) Seksi Perkawinan dan Perceraian mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Perkawinan dan Perceraian;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan dibidang urusan pelayanan pencatatan Perkawinan dan Perceraian;

c. menyiapkan bahan penyusunan program bidang urusan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran bidang urusan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional prosedur dibidang urusan pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian;

f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan

pelaksanaan teknis pelayanan pencatatan bidang perkawinan dan perceraian;

g. menyiapkan bahan verifikasi permohonan

pencatatan akta perkawinan dan perceraian;

h. menyiapkan bahan pencatatan dan penerbitan kutipan akta perkawinan dan perceraian;

i. melaksanakan pengelolaan buku register dan arsip akta perkawinan, perceraian;

j. melaksanakan penerbitan dokumen akta

perkawinan dan perceraian;

k. melaksanakan koordinasi dengan kantor

kementerian yang menyelenggarakan urusan

pemerintahan di bidang agama kabupaten/kota dan

pengadilan agama yang berkaitan dengan

pencatatan nikah, talak, cerai, dan rujuk bagi penduduk yang beragama Islam;

l. melaksanakan pedokumentasian hasil pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian;

m. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program

(15)

dan kegiatan bidang pelayanan pencatatan perkawinan dan perceraian; dan

n. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(3) Seksi Perubahan Status Anak, Pewarganegaraan dan Kematian mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Perubahan Status Anak, Pewarganegaraan dan Kematian;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan dibidang

pelayanan pencatatan pengangkatan anak,

pengakuan anak, pengesahaan anak, perubahan status kewarganegaraan dan kematian;

c. menyiapkan bahan penyusunan program bidang

pelayanan pencatatan pengangkatan anak,

pengakuan anak, pengesahaan anak, perubahan status kewarganegaraan dan kematian;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran bidang

pelayanan pencatatan pengangkatan anak,

pengakuan anak, pengesahaan anak, perubahan status kewarganegaraan dan kematian;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional

prosedur dibidang pelayanan pencatatan

pengangkatan anak, pengakuan anak, pengesahaan anak, perubahan status kewarganegaraan dan kematian;

f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan

pelaksanaan teknis pelayanan pencatatan

pengangkatan anak, pengakuan anak, pengesahaan anak, perubahan status kewarganegaraan dan kematian;

g. menyiapkan pelaksanaan pembinaan dan koordinasi

pelaksanaan pencatatan pengangkatan anak,

pengakuan anak, pengesahaan anak, perubahan status kewarganegaraan dan kematian;

h. melaksanakan pelayanan pencatatan pencatatan pengangkatan anak, pengakuan anak, pengesahaan anak, perubahan status kewarganegaraan dan kematian;

i. melaksanakan pedokumentasian hasil pelayanan pencatatan pengangkatan anak, pengakuan anak,

pengesahaan anak, perubahan status

kewarganegaraan dan kematian;

j. menyiapkan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan

pelayanan pencatatan pengangkatan anak,

pengakuan anak, pengesahaan anak, perubahan status kewarganegaraan dan kematian;

k. melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program

dan kegiatan bidang pelayanan pencatatan

pengangkatan anak, pengakuan anak, pengesahaan anak, perubahan status kewarganegaraan dan kematian; dan

(16)

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Keempat

Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data

Pasal 10

(1) Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data mempunyai tugas merencanakan,

merumuskan, mengkoordinasikan, melaksanakan

program, serta mengendalikan kegiatan di bidang sistem informasi administrasi kependudukan, pengolahan dan penyajian data kependudukan, serta kerja sama, dan inovasi pelayanan.

(2) Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

a. perencanaan program Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data; b. perumusan kebijakan bidang sistem informasi

administrasi kependudukan, pengolahan dan

penyajian data kependudukan, serta Kerja Sama, dan inovasi pelayanan;

c. pengkoordinasian kebijakan program bidang sistem informasi administrasi kependudukan, pengolahan dan penyajian data kependudukan, serta Kerja Sama, dan inovasi pelayanan;

d. pembinaan bidang sistem informasi administrasi kependudukan, pengolahan dan penyajian data kependudukan, serta Kerja Sama, dan inovasi pelayanan;

e. penyusunan standar operasional prosedur di bidang sistem informasi administrasi kependudukan, pengolahan dan penyajian data kependudukan, serta Kerja Sama, dan inovasi pelayanan;

f. pengendalian data informasi bidang sistem informasi

administrasi kependudukan, pengolahan dan

penyajian data kependudukan, serta Kerja Sama, dan inovasi pelayanan ;

g. perumusan kebijakan teknis pengelolaan informasi administrasi kependudukan, pemanfaatan data dan dokumen kependudukan, Kerja Sama administrasi kependudukan, serta inovasi pelayanan administrasi kependudukan;

h. perumusan kebijakan di bidang fasilitasi infrastruktur dan jaringan komunikasi data, serta pengembangan sistem dan aplikasi;

i. pelaksanaan pembinaan dan koordinasi pelaksanaan

pengelolaan Sistem Informasi Administrasi

Kependudukan (SIAK), pemanfaatan data dan dokumen kependudukan, Kerja Sama administrasi

(17)

kependudukan, serta inovasi pelayanan administrasi kependudukan;

j. pelaksanaan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data; dan

k. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Pasal 11

(1) Seksi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan, mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan sistem informasi administrasi kependudukan;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang urusan sistem informasi administrasi kependudukan; c. menyiapkan bahan penyusunan program pelaksanaan

sistem informasi administrasi kependudukan;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran bidang

pelaksanaan sistem informasi administrasi

kependudukan;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional prosedur di bidang pelaksanaan sistem informasi administrasi kependudukan;

f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan

pelaksanaan teknis pelaksanaan sistem informasi administrasi kependudukan;

g. menyiapkan bahan koordinasi sistem informasi administrasi kependudukan;

h. menyiapkan bahan perencanaan dan perumusan kebijakan teknis sistem informasi administrasi kependudukan;

i. menyiapkan dan melaksanakan sistem informasi administrasi kependudukan;

j. menyiapkan dan melaksanakan pembinaan sistem informasi administrasi kependudukan;

k. melaksanakan penerimaan dan pengelolaan

pengaduan masyarakat mengenai permasalahan administrasi kependudukan, pengoordinasian dengan seksi yang melayani serta fasilitasi tindak lamjut atas pengaduan; dan

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(2) Seksi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan, mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang

urusan pengolahan dan penyajian data

kependudukan;

c. menyiapkan bahan penyusunan program pengolahan dan penyajian data kependudukan;

(18)

d. menyusun rencana kerja dan anggaran bidang pengolahan dan penyajian data kependudukan;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional prosedur di bidang pelaksanaan pengolahan dan penyajian data kependudukan;

f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan

pelaksanaan teknis pengolahan dan penyajian data kependudukan;

g. menyiapkan bahan koordinasi pengolahan dan penyajian data kependudukan;

h. menyiapkan bahan perencanaan dan perumusan kebijakan teknis pengolahan dan penyajian data kependudukan;

i. menyiapkan dan melaksanakan pengolahan dan penyajian data kependudukan;

j. menyiapkan dan melaksanakan pembinaan

pengolahan dan penyajian data kependudukan;

k. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan bidang pengolahan dan penyajian data kependudukan; dan

l. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(3) Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan mempunyai tugas sebagai berikut:

a. menyusun rencana kegiatan Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan;

b. menyiapkan bahan perumusan kebijakan di bidang urusan kerja sama dan inovasi pelayanan;

c. menyiapkan bahan penyusunan program kerja sama dan inovasi pelayanan;

d. menyusun rencana kerja dan anggaran bidang kerja sama dan inovasi pelayanan;

e. menyiapkan bahan penyusunan standar operasional prosedur di bidang kerja sama dan inovasi pelayanan;

f. menyiapkan bahan perumusan kebijakan

pelaksanaan teknis kerjasama dan inovasi pelayanan;

g. menyiapkan bahan koordinasi kerja sama

administrasi kependudukan, pemanfaatan data dan dokumen kependudukan, serta inovasi pelayanan administrasi kependudukan;

h. menyiapkan bahan perencanaan dan perumusan

kebijakan teknis kerja sama administrasi

kependudukan, pemanfaatan data dan dokumen kependudukan, serta inovasi pelayanan administrasi kependudukan;

i. menyiapkan bahan kerja sama administrasi

kependudukan;

j. menyiapkan bahan pemanfaatan data dan dokumen kependudukan;

k. menyiapkan bahan pelaksanaaan inovasi pelayanan administrasi kependudukan;

l. menyiapkan bahan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kerja sama administrasi kependudukan,

(19)

pemanfaatan data dan dokumen kependudukan serta inovasi pelayanan administrasi kependudukan;

m. melaksanakan monitoring, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan program dan kegiatan bidang kerja sama dan inovasi pelayanan; dan

n. melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

BAB IV

UNIT PELAKSANA TEKNIS Pasal 12

(1) UPT adalah unsur pelaksana teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu.

(2) UPT dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.

Pasal 13

Ketentuan lebih lanjut mengenai jumlah, nomenklatur, susunan organisasi, uraian tugas, dan fungsi UPT Dinas diatur dengan Peraturan Walikota.

BAB V

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL Pasal 14

(1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas sejumlah tenaga dalam jenjang jabatan fungsional tertentu yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan bidang keahliannya.

(2) Setiap kelompok sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang diangkat oleh Walikota.

(3) Jenis jenjang dan jumlah jabatan fungsional ditetapkan oleh Walikota berdasarkan kebutuhan dan beban kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB VI TATA KERJA

Pasal 15

(1) Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Kepala Dinas, Sekretaris, Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian, Kepala Seksi, dan Kelompok Jabatan Fungsional wajib menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi di lingkungan Pemerintah Daerah, serta instansi lain di luar Pemerintah Daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing.

(20)

(2) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi

bawahannya masing-masing dan bila terjadi

penyimpangan agar mengambil langkah yang diperlukan. (3) Setiap pimpinan satuan organisasi bertanggung jawab

memimpin dan mengoordinasikan bawahan masing- masing dan memberikan bimbingan, serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya.

(4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab pada atasannya masing-masing, serta menyampaikan laporan berkala tepat pada waktunya.

(5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan

organisasi dan bawahannya wajib diolah dan

dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahannya.

(6) Dalam menyampaikan laporan masing-masing kepada atasan, tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja.

BAB VII

PENGISIAN JABATAN Pasal 16

(1) Kepala Dinas diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Dalam Negeri atas usul Walikota melalui Gubernur.

(2) Perangkat Daerah diisi oleh pegawai Aparatur Sipil Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Pegawai Aparatur Sipil Negara yang menduduki jabatan

pimpinan tinggi, jabatan administrator, dan jabatan pengawas Perangkat Daerah wajib memenuhi persyaratan kompetensi:

a. teknis;

b. manajerial; dan c. sosial kultur.

(4) Selain memenuhi kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) pegawai aparatur sipil negara yang menduduki jabatan Perangkat Daerah harus memenuhi kompetensi pemerintahan.

(5) Kompetensi teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a diukur dari tingkat dan spesialisasi pendidikan, pelatihan teknis fungsional, dan pengalaman bekerja secara teknis yang dibuktikan dengan sertifikasi.

(6) Kompetensi manajerial sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b diukur dari tingkat pendidikan, pelatihan

struktural atau manajemen, dan pengalaman

kepemimpinan.

(7) Kompetensi sosial kultur sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c diukur dari pengalaman kerja berkaitan dengan masyarakat majemuk dalam hal agama, suku, dan budaya sehingga memiliki wawasan kebangsaan.

(21)

(8) Ketentuan mengenai persyaratan kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB VIII

KETENTUAN PENUTUP Pasal 17

Pada saat Peraturan Walikota ini mulai berlaku, Peraturan Walikota Batu Nomor 81 Tahun 2016 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Batu (Berita Daerah Kota Batu Tahun 2016 Nomor 81/D) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 18

Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal

diundangkan dan pelaksanaannya terhitung mulai tanggal 1 Januari 2021.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Batu.

Ditetapkan di Batu

pada tanggal 19 November 2020

WALIKOTA BATU, ttd

DEWANTI RUMPOKO

Diundangkan di Batu

pada tanggal 19 November 2020

SEKRETARIS DAERAH KOTA BATU, ttd

ZADIM EFFISIENSI

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Pengelolaan informasi administrasi kependudukan adalah pengumpulan, perekaman, pengolahan dan pemutakhiran data hasil pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil untuk

Bahwa dalam rangka tertib administrasi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, perlu dilakukan penataan penyelenggaraan dan penerbitan dokumen kependu-dukan secara terpadu,

Bahwa dalam rangka tertib administrasi pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil, perlu dilakukan penataan penyelenggaraan dan penerbitan dokumen kependu-dukan secara terpadu,

Sedangkan Pelayanan Kependudukan dan Pencatatan Sipil adalah rangkaian kegiatan penertiban dan penataaan dalam penertiban dokumen dan data kependudukan

Oleh karena itu, penataan dalam perwujudan administrasi kependudukan yang berkaitan dengan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil harus dilakukan agar

penyusunan perencanaan di bidang pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi admnistrasi kependudukan, kerjasama administrasi kependudukan, pemanfaatan

pembinaan, koordinasi, pengendalian, dan fasilitasi pelaksanaan urusan bidang kependudukan dan pencatatan sipil meliputi pelayanan pendaftaran penduduk, pelayanan

Dalam kebijakan ini, yang dimaksud dengan administrasi kependudukan adalah kegiatan penataan dan penertiban dalam penerbitan dokumen dan data kependudukan melalui Pendaftaran Penduduk,