• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2020"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN

TAHUN 2020

PENGADILAN NEGERI BANDUNG KELAS IA KHUSUS

Jalan L.L.R.E. Martadinata No.74-80 Bandung-40114

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke Hadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia- Nya, sehingga Laporan Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2020 Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus dapat diselesaikan. Ucapan terima kasih juga dihaturkan kepada semua pihak, terutama Tim Penyusun sehingga Pelaksanaan Kegiatan ini dapat rampung sesuai dengan waktu yang ditentukan.

Penyusunan Laporan ini berdasarkan surat edaran dari Sekretaris Mahkamah Agung tanggal 27 November 2020 perihal Penyusunan Laporan Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2020.

Laporan ini menggambarkan situasi dan kondisi serta perkembangan Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus selama Tahun 2020, yaitu keadaan organisasi peradilan secara teknis maupun non teknis, dengan harapan laporan ini dapat dijadikan bahan evaluasi dalam rangka meningkatkan kinerja peradilan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Laporan ini menjadi pelengkap bahan penyusunan laporan tahunan Mahkamah Agung Republik Indonesia dan bahan evaluasi untuk penyusunan program kerja selanjutnya.

Besar harapan kami untuk terwujudnya progresifitas pelayanan di bidang teknis dan Non Teknis dari tahun ke tahun dengan berpedoman pada visi dan misi Mahkamah Agung RI serta meyakini kapabilitas kinerja yang sesuai dengan ekspektasi rencana kerja, sebagaimana quote yang menyatakan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Semoga laporan ini dapat memberi manfaat.

Bandung, 31 Desember 2020

KETUA PENGADILAN NEGERI BANDUNG KELAS I A KHUSUS

SIHAR HAMONANGAN PURBA., S.H., M.H

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... iii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

BAB II ... 1

A. Keadaan Perkara di Peradilan Umum ... 1

- Keadaan Perkara Tingkat Pertama ... 1

- Keadaan Perkara Tingkat Banding ... 2

- Keadaan Perkara Tingkat Kasasi ... 2

- Keadaan Perkara Tingkat Peninjauan Kembali ... 3

B. Penyelesaian Perkara ... 3

- Jumlah Sisa Perkara Yang Diputus ... 3

- Jumlah Perkara Yang Diputus Tepat Waktu ... 4

- Jumlah Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding, Kasasi, Dan PK ... 4

- Jumlah Perkara Perdata Yang Berhasil Dimediasi ... 5

- Jumlah Perkara Anak Yang Berhasil Melalui Diversi ... 5

C. Akreditasi Penjaminan Mutu (Sertifikat ISO Pengadilan) ... 5

- Posbakum ... 6

- Sidang Keliling/Pelayanan Terpadu ... 6

- Perkara Prodeo (Pembebasan Biaya Perkara) ... 7

BAB III SUMBER DAYA MANUSIA ... 9

Komposisi SDM Berdasarkan Kepangkatan/Golongan/Pendidikan ... 9

- Mutasi ... 9

- Promosi ... 9

- Pensiun... 10

- Diklat (SDM Teknis/Non Teknis yang telah mengikuti diklat) ... 10

BAB IV PENGELOLAAN KEUANGAN, SARANA DAN PRASARANA, DAN TEKNOLOGI INFORMASI ... 13

(4)

- Implementasi SIPP di Lingkungan Peradilan Umum ... 33

BAB V PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK ... 37

- Akreditasi Penjaminan Mutu ... 37

- Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) ... 52

- Inovasi Pelayanan Publik ... 57

BAB VI PENGAWASAN ... 61

A. Internal ... 61

B. Evaluasi ... 66

BAB VII PENUTUP ... 66

A. Kesimpulan ... 66

(5)

BAB I PENDAHULUAN

Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus merupakan Satuan Kerja Lembaga Peradilan di Kota Bandung yang berada di wilayah hukum Pengadilan Tinggi Jawa Barat di bawah Lembaga Mahkamah Agung Republik Indonesia yang mempunyai tugas memeriksa, mengadili dan memutus suatu perkara yang memiliki locus delicti di Kota Bandung.

Berikut ini adalah peta yurisdiksi Pengadilan Negeri Bandung

Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai lembaga peradilan, Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus dituntut mampu memberikan rasa keadilan kepada masyarakat pencari keadilan. Pengadilan juga wajib memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang berkaitan dengan putusan dan biaya perkara dalam proses persidangan serta menyampaikan salinan putusan kepada para pihak.

(6)

menimbulkan pertentangan secara nyata dengan rasa keadilan, terutama rasa keadilan pencari keadilan.

3. Tidak boleh menciderai asas dan norma konstitusi (batas yang tidak dapat dilampaui).

4. Tidak boleh mencederai hak-hak asasi pencari keadilan.

5. Menemukan keseimbangan antar kepentingan pencari keadilan dan kepentingan masyarakat.

6. Walaupun ada diskresi, putusan Hakim harus semata-mata didasarkan pada fakta yang ditemukan dipersidangan dan tetap memutus menurut hukum.

Selain hal tersebut di atas sesuai arah kebijakan Mahkamah Agung RI dengan agenda pembaruannya, maka di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus mempunyai program prioritas yang berkaitan dengan Keterbukaan Sistem Informasi.

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI Nomor : 1-144/KMA/SK/I/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan, Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus di tahun 2019 telah menyediakan sarana keterbukaan informasi melalui beberapa program kegiatan yang telah terlaksana selama tahun 2019 diantaranya:

- e-Court (Peradilan elektronik)

Aplikasi e-Court merupakan pelaksanaan dari Peraturan Mahkamah Agung Nomor 3 Tahun 2018 tentang Administrasi Perkara Secara Elektronik di Pengadilan. Aplikasi ini terdiri dari tiga fitur utama, yakni pendaftaran perkara (e-filing), pembayaran panjar uang perkara (e-payment) dan penyampaian pemberitahuan dan pemanggilan persidangan secara elektronik (e-summons). Pada tahun 2019 Mahkamah Agung melengkapi fitur e-Court dengan fasilitas persidangan elektronik (e-Litigation) yang berfungsi untuk mempermudah persidangan jawab jinawab dan kesimpulan secara elektronik melalui payung hukum Peraturan Ketua Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2019.

- Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus telah menerapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai langkah mempermudah stakeholder dan pengunjung pengadilan memenuhi kebutuhan administrasi umum dan administrasi perkara. Pelayanan terpadu satu pintu ini dapat menjadi impuls positif bagi pihak internal dan eksternal dalam memenuhi kebutuhan beragam pelayanan

(7)

dari Pengadilan. Pengunjung hanya tinggal menuju PTSP yang di dalamnya sudah tersedia beragam pelayanan dan informasi lengkap yang memudahkan dan memberi kenyamanan serta pelayanan prima.

- Aplikasi MIS (Monitoring Implementasi SIPP)

MIS merupakan aplikasi untuk monitoring dan evaluasi pelaksanaan SIPP pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus. Sehingga seluruh penguna SIPP mulai dari Ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera, Panitera Muda, Panitera Pengganti dan Jurusita/Jurusita Pengganti dapat melihat kinerja masing-masing melalui aplikasi ini. Seluruh tunggakan pekerjaan akan dimunculkan dalam aplikasi MIS sehingga dapat memacu etos kerja para Pengguna SIPP untuk memadupadankan antara pekerjaan yang telah dilakukan dengan input laporan pekerjaan.

- E-Litigation (Persidangan Elektronik)

E-Litigasi merupakan bagian dari aplikasi E-Court yang sudah diberlakukan sejak tahun 2018. E-Litigasi adalah persidangan secara elektronik yang mengacu pada Perma No 1 Tahun 2019. Administrasi dan persidangan secara elektronik akan diterapkan secara menyeluruh pada perkara-perkara tertentu di empat lingkungan peradilan dan Mahkamah Agung.

- Eraterang (Surat Keterangan Elektronik)

Merupakan produk terbaru dari Dirjen Badan Peradilan Umum dan berlaku di semua Pengadilan Negeri/Tingkat Pertama di seluruh Indonesia. Eraterang adalah layanan Permohonan Surat Keterangan secara Elektronik yang dapat diakses oleh pemohon dimanapun ia berada.

A. Visi Dan Misi

(8)

Misi Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus :

1. Menjaga kemandirian Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus. 2. Memberikan pelayanan hukum yang berkeadilan kepada pencari keadilan. 3. Meningkatkan kualitas kepemimpinan Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus. 4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus.

B. Rencana Strategis (Renstra)

Untuk mewujudkan visi dan misi di atas perlu adanya suatu perencanaan di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus yang terfokus pada pelaksanaan peradilan tingkat pertama secara efektif, sesuai tuntutan perkembangan jaman, kualitas hukum dan masyarakat pencari keadilan yang semakin hari semakin tinggi dan kompleks. Sehingga terbentuk suatu manajemen peradilan yang baik, dengan memperhitungkan tujuan, sasaran atau variabel yang dapat mempengaruhi pencapaian goal setting Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus di tahun pertama Rencana strategis 2020-2024.

(9)

BAB II

KEADAAN PERKARA

A. Keadaan Perkara di Peradilan Umum

-

Keadaan Perkara Tingkat Pertama

Secara umum capaian pelaksanaan fungsi utama memutus dan mengadili perkara di Pengadilan Negeri Bandung sepanjang tahun 2020 telah memenuhi target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis organisasi. Pencapaian kinerja pada tahun 2020 ini tidak mencapai target kinerja dan menurun dari capaian kinerja pada tahun 2019, dikarenakan terdapat 30 perkara yang terkendala minutasinya dikarenakan volume pekerjaan yang melebihi kapasitas. Hal ini merupakan suatu kewajaran saja karena tidak terkait peran hakim dan panitera pengganti yang patuh terhadap pemenuhan target kinerja yang ditetapkan.

Jumlah sumber daya hakim dan panitera pengganti di Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus menjadi kendala bagi pencapaian target kinerja. Karena dalam hal untuk mengejar target capaian yang ditetapkan, hakim dapat melakukan pemeriksaan persidangan hingga malam hari. Peran pimpinan yang selalu melakukan monitoring penyelesaian perkara juga menjadi kontribusi yang sangat bagus dalam pencapaian target kinerja.

Adapun keadaan perkara pada tingkat pertama dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Perkara Tahun Sisa Lalu

Masuk Tahun 2020

Putus/selesai

dan kirim Sisa Keterangan

Perdata

Gugatan 270 528 430 295 a. Cabut 73 perkara

b. Gugur - perkara Gugatan

sederhana

1 84 36 20 a. Cabut 29 perkara

b. Gugur - perkara Permohonan 108 973 938 29 a. Cabut 114 perkara

b. Gugur - perkara Pidana Pidana 214 1.130 1.118 226 - Pra Peradilan 3 42 45 1 Dicabut 8 perkara Tindak Pidana Lalu Lintas - 55.792 55.792 - Jumlah denda Rp. 3.780.795.000,- Tindak - 27 27 - -

(10)

Eksekusi 47 90 43 94 a. Tahap Pendaftaran 18 perkara

b. Tahap Teguran 57 perkara

c. Tahap Sita Eksekusi 19 perkara

d. Tahap lelang – perkara e. Tahap penetapan eksekusi – perkara f. Selesai sukarela 19 perkara g. Selesai lelang 9 perkara h. h. Selesai dicabut 15 perkara

-

Keadaan Perkara Tingkat Banding

Sisa Tahun Lalu Masuk Tahun 2020 Putus/selesai

dan kirim Sisa Keterangan

Perdata 55 112 121 42 a. Sudah dikirim 121 perkara b. Belum dikirim 42 perkara c. Dicabut 3 perkara Pidana 4 51 46 3

a. Sudah dikirim 46 perkara b. Belum dikirim 3 perkara c. Dicabut 6 perkara

Tipikor 1 29 27 1

a. Sudah dikirim 27 perkara b. Belum dikirim 1 perkara c. Dicabut 2 perkara

PHI - - - - -

-

Keadaan Perkara Tingkat Kasasi

Sisa Tahun Lalu Masuk Tahun 2020 Putus/selesai

dan kirim Sisa Keterangan

Perdata 31 75 71 29 a. Sudah dikirim 71 perkara b. Belum dikirim29 perkara c. Dicabut 3 perkara d. Tidak memenuhi

(11)

Pidana - 32 25 6

a. Sudah dikirim 25 perkara b. Belum dikirim 6 perkara c. Dicabut /Tidak dikirim 1 perkara

Tipikor 4 24 22 6 a. Sudah dikirim 22 perkara b. Belum dikirim 6 perkara

PHI 33 11 2 29 a. Sudah dikirim 13 perkara b. Belum dikirim 16 perkara c. Dicabut 2 perkara

-

Keadaan Perkara Tingkat Peninjauan Kembali

Sisa Tahun Lalu Masuk Tahun 2020 Putus/selesai

dan kirim Sisa Keterangan Perdata 14 30 15 15 a. Sudah dikirim 15 perkara b. Belum dikirim 15 perkara

c. Dicabut 1 perkara

Pidana - 5 2 2

a. Sudah dikirim 2 perkara b. Belum dikirim 2 perkara c. Delegasi belum dikirim 3 perkara

d. Delegasi 3 perkara e. Tidak dikirim 1 perkara f. Diterima kembali tahun ini 4 perkara

Tipikor 2 19 12 8

a. Sudah dikirim 12 perkara b. Belum dikirim 8 perkara c. Dicabut 1 perkara

PHI - - - - -

B. Penyelesaian Perkara

-

Jumlah Sisa Perkara Yang Diputus

Sisa perkara pada tahun 2020 adalah sebanyak 768 perkara dan telah diputus sebanyak 686 perkara (58,99%), sehingga masih menyisakan sisa perkara yang belum diputus. Adapun rincian penyelesaian sisa perkara tahun 2019 di tahun 2020 adalah sebagai berikut :

Jenis Perkara Sisa 2019 Sisa Perkara 2019

(12)

-

Jumlah Perkara Yang Diputus Tepat Waktu

Total perkara yang masuk pada tahun 2020 sebanyak 58.530 perkara (dengan perincian Perkara Pidana Lalulintas sebanyak 55.792 perkara dan perkara di luar pidana lalulintas sebanyak 2.738 perkara), sedangkan sisa perkara 2019 yang belum diselesaikan sebanyak 768 perkara. Sehingga beban kerja pada tahun 2020 adalah harus menyelesaikan perkara sebanyak 59.298 perkara.

Dari beban penyelesaian perkara sebanyak 59.298 perkara tersebut, telah diselesaikan sebanyak 58.515 perkara (termasuk Perkara Pidana Lalulintas sebanyak 55.792 perkara), dan menyisakan 783 perkara yang masih berjalan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dari tabel di bawah ini :

Tahun Jumlah Perkara Keterangan

2019 768 Sisa perkara yang belum diputus

2020 58.530 Jumlah perkara tahun berjalan

Jumlah 59.298

2020 (58.515) Jumlah perkara yang telah diselesaikan 783 Sisa perkara yang belum diputus tahun 2020 Tabel Perkara (termasuk Perkara Pidana Lalulintas)

Tahun Jumlah Perkara Keterangan

2019 768 Sisa perkara yang belum diputus

2020 2.738 Jumlah perkara tahun berjalan

Jumlah 3.506

2020 (2.723) Jumlah perkara yang telah diselesaikan 783 Sisa perkara yang belum diputus tahun 2020 Tabel Perkara tanpa Perkara Pidana Lalulintas

-

Jumlah Perkara Yang Tidak Mengajukan Upaya Hukum Banding, Kasasi, dan

PK

Perkara yang diputus Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus tahun 2020 sebanyak 58.515 perkara dan yang mengajukan upaya hukum banding tahun 2020 sebanyak 366 perkara, maka yang tidak melakukan upaya hukum banding sebanyak 58.149 perkara. Sementara itu, yang mengajukan upaya hukum kasasi tahun 2020 sebanyak 133 perkara, maka yang tidak mengajukan upaya hukum kasasi sebanyak 58.382 perkara. Pada tahun ini juga yang mengajukan upaya hukum peninjauan kembali sebanyak 52 perkara, maka yang

(13)

tidak melakukan upaya hukum peninjauan kembali sebanyak 58.463 perkara. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Jumlah

Perkara 2020 Yang Mengajukan Tidak Mengajukan

Upaya Banding 58.515 181 58.334

Upaya Kasasi 58.515 133 58.382

Upaya Peninjauan Kembali 58.515 52 58.463

-

Jumlah Perkara Perdata Yang Berhasil Dimediasi

Perkara perdata yang dilakukan mediasi pada tahun 2020 sebanyak 328 perkara, telah diselesaikan dengan perdamaian melalui mediasi sebanyak 5 perkara, tidak tercapai perdamaian sebanyak 260 perkara, dan menyisakan 63 perkara yang masih dalam proses mediasi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

No Perkara Jumlah

1. Mediasi Berhasil 5

2. Mediasi Gagal 260

3. Mediasi (Masih dalam proses) 63

Jumlah 328

-

Jumlah Perkara Anak Yang Berhasil Melalui Diversi

Beban perkara pidana khusus anak tahun 2020 sebanyak 9 perkara, jumlah perkara yang diselesaikan dengan diversi sebanyak 1 perkara (tidak semua perkara pidana anak dapat didiversi, tindak pidana yang dakwaannya 7 tahun ke atas dan perbuatan yang berulang-ulang tidak dapat didiversi). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

No Perkara Jumlah

1. Diversi Berhasil 1

2. Diversi Gagal 8

(14)

standarisasi nasional melalui ISO 9001:2015 sebagaimana yang dipaparkan dalam Bab V Peningkatan pelayanan publik.

-

Posbakum

Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus memiliki kegiatan Pos Layanan bantuan hukum di bawah koordinasi Kepaniteraan Hukum. Posbakum Pengadilan memberikan layanan berupa :

a. Pemberian informasi, konsultasi atau advis hukum. b. Bantuan pembuatan dokumen hukum yang dibutuhkan.

c. Penyediaan informasi daftar Organisasi Bantuan Hukum sebagaimana dimaksud dalam UU No 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum atau organisasi bantuan hukum atau advokat lainnya yang dapat memberikan bantuan hukum cuma-cuma.

Pelayanan Pos Bantuan Hukum pada Pengadilan Negeri Bandung periode Januari sampai dengan Desember 2020 sebanyak 102 layanan, dengan matrik sebagai berikut:

NO BULAN JUMLAH 1 Januari 14 2 Februari 6 3 Maret 13 4 April 3 5 Mei 5 6 Juni 10 7 Juli 7 8 Agustus 12 9 September 5 10 Oktober 6 11 November 12 12 Desember 9

-

Sidang Keliling/Pelayanan Terpadu

Sidang keliling adalah sidang pengadilan yang dilaksanakan di luar gedung pengadilan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang mengalami hambatan untuk datang ke kantor pengadilan karena alasan jarak, transportasi dan biaya. Biasanya perkara yang dapat diajukan melalui sidang keliling adalah berupa permohonan seperti permohonan perbaikan nama, tanggal lahir, atau tahun lahir pada akta lahir, buku nikah atau pasport. Namun, untuk

(15)

Pengadilan Negeri Bandung sendiri layanan sidang keliling ini belum tersedia karena keterbatasan sumber daya manusia dan banyaknya perkara yang masuk setiap harinya.

-

Perkara Prodeo (Pembebasan Biaya Perkara)

Melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran 03 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 099068, Pengadilan Negeri Bandung memiliki anggaran untuk pembebasan biaya perkara bagi para pencari keadilan yang tergolong tidak mampu berdasarkan Peraturan Ketua Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2014.

Digantinya SEMA 10/2010 dengan Perma 1/2014 membawa perubahan yang cukup signifikan dalam sejumlah hal. Misalnya dalam hal mekanisme pemberian layanan pembebasan biaya perkara atau bisa disebut dengan perkara prodeo.

Mengacu kepada SEMA 10/2010, masyarakat yang ingin berperkara secara prodeo pertama-tama harus mendapatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kepala desa, lurah, atau pejabat yang setingkat dengan itu. Masyarakat juga bisa membawa Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) atau sejenisnya sebagai bukti bahwa yang bersangkutan tidak mampu membayar biaya perkara.

Mengacu kepada SEMA 10/2010, masyarakat yang ingin berperkara secara prodeo pertama-tama harus mendapatkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kepala desa, lurah, atau pejabat yang setingkat dengan itu. Masyarakat juga bisa membawa Kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) atau sejenisnya sebagai bukti bahwa yang bersangkutan tidak mampu membayar biaya perkara.

Berikutnya, dokumen itu diajukan bersama-sama dengan pengajuan surat gugatan/permohonan di pengadilan saat mendaftarkan perkara. Setelah itu, majelis hakim yang menangani perkara tersebut membuat putusan sela untuk memutuskan apakah permohonan berperkara secara prodeo itu dikabulkan atau tidak.

Jika permohonan itu dikabulkan, maka proses berperkara secara prodeo dilanjutkan hingga perkara diputus. Namun jika jika permohonan itu tidak dikabulkan, maka penggugat/pemohon diperintahkan membayar panjar biaya perkara dalam jangka waktu 14 hari setelah dijatuhkannya putusan sela. Bila tidak dipenuhi, gugatan/permohonan tersebut akan dircoret dari daftar perkara.

(16)

gugatan/permohonannya ke pengadilan. Tapi ia tidak harus terlebih dahulu mengikuti sidang dan menunggu putusan sela untuk mengetahui apakah permohonannya untuk mendapatkan pembebasan biaya perkara dikabulkan atau tidak.

Permohonan pembebasan biaya perkara itu diajukan kepada ketua pengadilan melalui kepaniteraan. Panitera memeriksa kelayakan pembebasan biaya perkara dan ketersediaan anggaran. Hasil pemeriksaan panitera diserahkan kepada ketua pengadilan sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan apakah permohonan pembebasan biaya perkara itu dikabulkan atau ditolak. Jika permohonan itu dikabulkan, ketua pengadilan mengeluarkan Surat Penetapan Layanan Pembebasan Biaya Perkara. Namun jika permohonan itu ditolak, maka proses berperkara dilakukan seperti biasa.

Pada tahun 2020 perkara perdata yang masuk sebanyak 528 perkara dan didalamnya terdapat perkara yang dimohonkan secara prodeo sebanyak 2 perkara. Sementara itu, perkara perdata gugatan PHI yang masuk pada tahun 2020 sebanyak 18 perkara dan tidak ada perkara yang dimohonkan secara prodeo.

Dari beban perkara gugatan prodeo sebanyak 2 perkara tersebut, semuanya diterima dan dilakukan proses pemeriksaan perkaranya sehingga diputus dan diminutasi.

(17)

BAB III

SUMBER DAYA MANUSIA

Komposisi SDM Berdasarkan Kepangkatan/Golongan/Pendidikan

-

Mutasi

Tahun 2020 telah tejadi mutasi Hakim, Pejabat struktural, Pejabat Fungsional dan pegawai baik mutasi masuk ke Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus maupun keluar dari Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus yaitu :

A. MUTASI / KELUAR DARI PENGADILAN NEGERI BANDUNG KELAS I A KHUSUS :

NO NAMA JABATAN LAMA JABATAN BARU

1 Suwanto, S.H Hakim PN Bandung Hakim PN Semarang

2 Muhammad Razzad, S.H,.M.H Hakim PN Bandung Hakim PN Bengkulu 3 Haran Tarigan,S.H Hakim PN Bandung Hakim PN Bekasi

4 Pranoto, SH. Hakim PN Bandung Hakim PN Bekasi

B. MUTASI / MASUK KE PENGADILAN NEGERI BANDUNG KELAS I A KHUSUS :

No Nama Jabatan lama Jabatan baru

1 Lucas Prakoso, SH., Mhum. Wakil PN Jakarta Pusat Ketua PN Bandung 2 Sihar Hamonangan Purba, SH., MH Ketua PN Bale

Bandung

Wakil Ketua PN Bandung

3 Nuratiah, SH., MH. Sekretaris DILMIL

Utama Sekretaris

4 Fernando, S.Si,.S.H Hakim Adhoc Hakim Adhoc

5 Dyah Silviadithya AK, S.Sos., S.H Panitera Pengganti PN

Tanggerang Panitera Pengganti 6 Poppy Endah Triati,S.H,. M.H Panitera Pengganti Bale

Bandung Panitera Pengganti

(18)

No Nama Jabatan lama Jabatan baru

1 Suko Harsono, S.H., M.H Hakim PN Bandung Hakim Tinggi PT Kupang

2 Puji Hendro Suroso,S.H Hakim PN Bandung Hakim PT Yogyakarta

3 Lucas Prakoso, SH., Mhum., Ketua PN Bandung

Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Badan Peradilan Umum 4 Syafrudin, SE., SH Jurusita Pengganti PN

Bandung

Jurusita PN Bale Bandung

5 Zenal Muttakin, SH., MH Jurusita Pengganti PN Bandung

Jurusita PN Bale Bandung

-

Pensiun

Jumlah pegawai pensiun selama tahun 2020 sebanyak 3 orang dan pensiun sesuai waktunya dengan rekapitulasi sebagai berikut:

No. NAMA JABATAN TMT PENSIUN

1. Basari Budi, S.H., M.H Hakim Adhoc 19 Agustus 2020 2. Marsidin Nawawi, S. H., M.H Hakim Adhoc 19 Agustus 2020

3. Dede Sukmara Staf Pankum 1 Juli 2020

-

Diklat (SDM Teknis/Non Teknis yang telah mengikuti diklat)

Berikut adalah daftar beberapa pejabat struktural dan pegawai yang mengikuti diklat tahun 2020 :

No. NAMA/NIP JABATAN DIKLAT

1 Triesna Juniar Fatriawan, S.H Ka. Sub Bag Tata Usaha & Keuangan FGD, Bimtek Keuangan

2 Rahmat Hidayat Jurusita Focus Group Discussion, Bimtek grafis dan Perencanaan 3 Riyanti Andriyasari, S.

Kom Staf IT Pelatihan Pranata Komputer

4 Dwi Mardianto, S.H Hakim Adhoc Tipikor Pelatihan Sertifikasi Hakim Tindak Pidana Korupsi 5 Dwi Mardianto, S.H Hakim Adhoc Tipikor Pelatihan Sertifikasi Hakim Tindak Pidana Korupsi 6 Erry Iriawan, S.H Hakim Pelatihan Online Membangun Ketahanan Pribadi 7 Yuli Sinthesa Tristania, S.H., M.H Hakim Pelatihan Online Kepemimpinan Organisasi

(19)

Pengadilan Memimpin Perubahan Masa Turbulensi 8 Femina Mustikawati, S.H.,

M.H Hakim

Peserta FDG Perkara Tindak Pidana Khusus dengan Pelaku Korposisi

9 Sulistiyono,S.H.,M.H Hakim

Peserta FDG Perkara Tindak Pidana Khusus dengan Pelaku Korposisi

10 Dariyanto,S.H.,M.H Hakim Peserta FDG Perkara Tindak Pidana Khusus dengan Pelaku Korposisi

11 Asep Sumirat

Danaatmaja,S.H., M.H Hakim

Peserta FDG Perkara Tindak Pidana Khusus dengan Pelaku Korposisi

12 Rahmat Hidayat Staf IT Pelatihan Online Basic Image Editing With Adobe Photoshop

13 Tri Apriana Wibowo,S.Kom Jurusita Pelatihan Teknis Fungsional Jurusita/ Jurusita Pengganti 14 Mela Septiani, S.H., M.H Panitera Pengganti Bimtek Panitera Pengganti 15 Yeyen Herdiyani, S.H., M.H Panitera Pengganti Bimtek Panitera Pengganti 16 Yullyus Rhamdhany,S.H Panitera Pengganti Bimtek Panitera Pengganti 17 Nuratiah, SH., MH. Sekretaris Bimtek Kepegawaian dan Perencanaan 18 Ahmad Halimuddin Ka Subbag. PTIP Bimtek Bahasa Inggris dan

Perencanaan

19 M. Nurfitriyadi, S.Kom,M.Kom Ka Subbag. Kepegawaian Bimtek Bahasa Inggris dan Kepegawaian 20 Nesya Permata Wijaya Staf Kepegawaian Bimtek Kepegawaian

(20)
(21)

BAB IV

PENGELOLAAN KEUANGAN,

SARANA DAN PRASARANA, DAN

TEKNOLOGI INFORMASI

A. Pengelolaan Keuangan

Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya serta untuk mencapai target rencana kinerja juga ditentukan oleh penyediaan anggaran melalui Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2020 yang meliputi :

1. DIPA (01) Badan Urusan Administrasi, meliputi Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal yang berjumlah Rp 27.689.140.000,00

2. DIPA (03) Badan Peradilan Umum, meliputi Belanja Barang yang berjumlah Rp. 1.469.522.000,00

Adapun realisasi belanja DIPA 01 tahun 2020 seperti gambar di bawah ini :

Realisasi belanja DIPA 01 Tahun 2020 tersebut seperti tabel di bawah ini : Rp24.184.670.000 87,34% Rp3.479.470.000 12,57% Rp25.000.000 0,09%

Pagu DIPA BUA (01) Tahun 2020

Belanja Pegawai (51) Belanja Barang (52) Belanja Modal (53)

(22)

URAIAN JUMLAH (Rp) % Pagu DIPA 27.689.140.000,00 100,00 Realisasi DIPA 23.381.756.511,00 84,44 - Belanja Pegawai 19.904.205.214,00 85,12 - Belanja Barang 3.452.551.297,00 14,76 - Belanja Modal 25.000.000,00 0,10 Sisa Pagu 4,307,383,489,00 15,56

Adapun realisasi belanja Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 03 tahun 2020 seperti gambar di bawah ini :

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 80,00% 90,00% Pagu Realisasi 87,34% 85,12% 12,57%0,09% 14,76% 0,10%

Perbandingan Antara Pagu dan Realisasi

DIPA BUA (01) Tahun 2020

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

(23)

Realisasi belanja Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) 03 tahun 2020 tersebut seperti tabel di bawah ini :

URAIAN JUMLAH (Rp) % Pagu DIPA 1.469.522.000,00 100,00 Realisasi DIPA 1.418.495.375,00 96,53 - Belanja Barang 1.418.495.375,00 96,53 Sisa Pagu 51.026.625,00 3,47 96,53%

Pagu DIPA Badilum (03) Tahun 2020

(24)

Perbandingan Realisasi DIPA 01 dan DIPA 03 tahun 2020 tersebut seperti tabel di bawah ini : 94,00% 95,00% 96,00% 97,00% 98,00% 99,00% 100,00% 100,00% 100,00% 96,53% Pagu Realisasi 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 5,79% 12,25%19,11%25,62% 34,35%40,28%46,70% 59,03%65,04%70,92%77,62% 84,44% DIPA 01

(25)

B. Pengelolaan Sarana dan Prasarana

1. Pengelolaan Surat • Surat Masuk : 10.580 • Surat Keluar : 7.645 2. Inventaris Kantor a. Gedung Kantor

Alamat Kantor : Jl. L. L. R. E. Martadinata No. 74-80 Bandung Luas Bangunan : 3.572,25 m2

Luas Tanah : 8.228 m2 Status Kepemilikan : Hak Pakai Sertifikat Nomor dan a.n : 47

a.n. Pemerintah Republik Indonesia cq. Mahkamah Agung RI

b. Rumah Dinas

No Alamat Kondisi Luas (M2) Penghuni Sertifikat a.n 1 Jl. R.E. Martadinata No. 82 Baik 336 Sihar Hamonangan Purba, SH., MH

Pemerintah RI cq.

MahkamahAgun g RI

2 Jl. Nayaga No. 1 Baik 160 Kosong s.d.a 3 Jl. Taruna VB no. 77 Baik 77 Nuratiah, SH., MH s.d.a 4 Jl. H. Bardan II No. 1 Rusak 92,5 Kosong / Rusak s.d.a 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 1,05%11,87% 21,33%28,25%29,93%31,76%36,87% 42,81%44,61%59,00% 84,45%96,53% DIPA 03

(26)

c. Kendaraan Dinas

No Jenis/Merk Tahun No.Pol Kondisi Pengguna Perolehan Asal

1 Mitsubishi Pajero Sport 2.4 L D-1233-E Baik Hamonangan P., Sihar SH., MH

2 Isuzu Panther/2002 2002 D-1235-F Rusak Berat - Hibah 3 Toyota Kijang Innova E.M/T

(TG40GM/TM) 2006 D-1734-D Baik

Deni Saptana, SH.,

MH Pembelian 4. Toyota Kijang Innova Type G 2013 D-1406-E Baik Halimuddin, ST Ahmad Hibah PemKot Bandung 2013 5. Toyota Altis B-1917-UAG Baik Nurati’ah, SH., MH

6. Toyota Rush 1.5 Type G 2013 D-1419-E Baik Triesna Juniar F, SH

Hibah PemKot Bandung 2013 7.

Toyota Rush 1.5

Type G 2013 D-1421-E Baik Susilo Nandang B., SH., MH

Hibah PemKot Bandung 2013 8.

Toyota Rush 1.5

Type G 2013 D-1424-E Baik Budi Risman, SH Hibah PemKot Bandung 2013 9.

Toyota Avanza 1.3

E M/T B-1198-FQ Baik Wibowo, S.Kom Tri Apriana

10.

Toyota New Vios

1.5 G MT D-1022-PN Baik Entis Sutisna, SH., MH 11. Innova V Luxury 2011 D-1793-F Rusak Berat -

1 Honda Mega Pro CW/GLP.III/2006 2006 D-5014-D Rusak Berat - Dihapuskan 2 Suzuki RC.100/1993 1993 D-4624-A Rusak Berat - Dihapuskan 3 Honda Kharisma 125 D/2003 2003 D-4384-C Rusak Berat - Dihapuskan 4 Honda Mega Pro 160 CW/GL.160

D/2006 2006 D-5278-E Baik - -

5 Honda Mega Pro/GL.160

D/2007 2007 D-5755-D Baik - -

6 Honda Mega Pro 2011 D-2384-E Baik - Pembelian 2011 d. Meubeulair/Inventaris Kantor

No Nama Peralatan Jumlah tahun

2020 Keterangan

1 Lemari Besi Metal 42 Baik

2 Lemari Kayu 15 Baik

3 Rak Besi 29 Baik

4 Rak Kayu 6 Baik

5 Filing Cabinet Besi 25 Baik

6 Brandkas 2 Baik

(27)

8 Meja Kerja Besi/Metal 19 Baik

9 Meja Kerja Kayu 400 Baik

10 Kursi Besi/Metal 305 Baik

11 Kursi Kayu 32 Baik

12 Sice 17 Baik

13 Bangku Panjang Besi/Metal 12 Baik

14 Meja Komputer 14 Baik

15 Tempat Tidur Besi 1 Baik

16 Meja Resepsionis 2 Baik

17 Kursi Fiber Glass/Plastik 157 Baik

18 Meja Periksa 1 Baik

e. Peralatan Elektronik dan lainnya

No Nama Peralatan Jumlah tahun

2020

Keterangan

1 Mesin Ketik Manual Portable

(11-13 inci) 21 Baik

2 Mesin Ketik Manual Langewagon (18-27 inci)

4 Baik

3 Mesin Fotocopy Electronic 1 Baik

4 CCTV-Camera Control

Television System 1 Baik

5 Papan Visual/Papan Nama 110 Baik

6 Alat Detektor Barang

Terlarang/X Ray 1 Baik

7 Mesin Absensi 4 Baik

8 Alat Pemotong Kertas 1 Baik

9 Hand Metal Detector 3 Baik

10 LCD Projector/Infocus 2 Baik

11 Pot Bunga 32 Baik

12 Jam Elektronik 35 Baik

13 Mesin Pemotong Rumput 1 Baik

14 A.C. Split 28 Baik

(28)

19 Amplifier 3 Baik

20 Loudspeaker 7 Baik

21 Sound System 4 Baik

22 Microphone Table Stand 11 Baik

23 Lambang Garuda Pancasila 15 Baik

24 Gambar Presiden dan Wakil

Presiden 8 Baik

25 Lambang Korpri/Dharma

Wanita 10 Baik

26 Tiang Bendera 10 Baik

27 Kaca Hias 16 Baik

28 Dispenser 8 Baik

29 PaluSidang 6 Baik

30 Lambang Instansi 10 Baik

31 Karpet 2 Baik

32 Gordyn/Kray 11 Baik

33 Kabel Roll 8 Baik

34 UPS 3 Baik

35 Camera Digital 2 Baik

36 Pesawat Telephone 25 Baik

37 Faksimili 1 Baik

38 Switcher Manual 7 Baik

39 Stabilizer 6 Baik

40 Exhaust Fan 14 Baik

41 Mixer 1 Baik

42 Stabilizer/UPS 4 Baik

43 Internet 1 Baik

44 P.C Unit 86 Baik

(29)

46 Card Reader 1 Baik 47 CPU 12 Baik 48 Monitor 12 Baik 49 Printer 89 Baik 50 Scanner 5 Baik 51 Modem 2 Baik

52 Stape Gun 2 Baik

53 Piala 2 Baik

54 Piagam 1 Baik

55 Ultra Mobile PC 2 Baik

56 Wireless Access Point 12 Baik

f. Perpustakaan Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus Jumlah buku : 4.685 Eksemplar

Buku Hukum : 4.327 Buku Buku Sosiologi : 88 Buku

Buku Umum : 270 Buku

g. Pemeliharaan dan Pengamanan Kantor

Telah ditunjuk 10 Tenaga satpam ( 7 di PN, dan 3 di PHI) untuk pengamanan dan jaga malam.

h. Kebersihan

Telah ditunjuk Tenaga Kebersihan untuk Ruang Sidang I-VII dan Ruang Sidang Anak.

i. Pengadaan (Belanja Modal)

Pada tahun 2020 terdapat pengadaan laptop guna menunjang kegiatan mereka dalam menjalankan tugasnya. Seperti membuat putusan dan menginputnya pada Sistem

(30)
(31)

j. Pembangunan dan Renovasi • Pembangunan

Sepanjang tahun 2020 Pengadilan Negeri Bandung telah melakukan pembangunan ruang tamu terbuka. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung lebih nyaman berada di wilayah Pengadilan Negeri Bandung. Selain itu fungsi dari ruang tamu terbuka ini adalah untuk penerimaan tamu dari pegawai Pengadilan Negeri Bandung sendiri. Selain pembangunan ruang tamu terbuka ini, terdapat pula relokasi ruang Tipikor. Sekarang ini, tipikor menempati ruang bekas kantin dan koperasi. Pemindahan ini dilakukan untuk menyatukan semua ruang kepaniteraan ke dalam satu wilayah yang nantinya hanya Pegawai Pengadilan Negeri Bandung sendiri yang mendapat hak akses masuk. Hal ini dilakukan agar semua ruangan steril dari pihak luar.

(32)

Tahun 2020 adalah tahun pandemi Covid 19 dimana setiap kantor harus menyediakan tempat untuk cuci tangan dan pengecekan suhu tubuh. Pengadilan Negeri Bandungpun juga telah menyediakan area cuci tangan pada area depan informasi.

Ruang Tunggu/Tamu Umum

(33)
(34)

Lahan Parkir

(35)
(36)
(37)

• Renovasi

Selain membangun ruangan baru, Pengadilan Negeri Bandung juga merenovasi beberapa ruang. Antara lain ruang mediasi, kaukus dan laktasi.

(38)
(39)
(40)

C. Pengelolaan Teknologi Informasi

-

Implementasi E-Court di Lingkungan Peradilan Umum

Pengadilan Negeri Bandung telah menerapkan E-Court sejak bulan Oktober 2018. Karena Pengadilan Negeri Bandung adalah salah satu dari Pengadilan yang ditunjuk untuk menerapkan Court. Pada tahun 2020 ini semua perkara perdata wajib menggunakan E-Court. Sosialisasipun dilakukan agar masyarakat dapat memanfaatkan sistem baru ini dengan baik. Mengingat sistem ini dapat menghemat dan memudahkan masyarakat dalam mendaftarkan perkaranya.

Adapun rincian Perkara tahun 2020 yang masuk melalui E-Court.

Jenis Perkara Jumlah Gugatan Online 502 Perkara

Bantahan Online 23 Perkara

Gugatan Sederhana Online 79 Perkara

Permohonan Online 972 Perkara

(41)

-

Implementasi SIPP di Lingkungan Peradilan Umum

Pengadilan Negeri Bandung Kelas IA Khusus pada tahun 2020 berupaya meningkatkan pengembangan Teknologi Informasi untuk mengimplementasikan keterbukaan informasi publik di Pengadilan. Secara bertahap informasi yang disajikan kepada masyarakat semakin lengkap. Penyajian informasi yang menggunakan media website dan sistem informasi perkara yang dikembangkan oleh Mahkamah Agung yang dikenal dengan nama Sistem Informasi Penelusuran Perkara.

Mahkamah Agung juga menyediakan sistem untuk menampilkan kinerja SIPP Pengadilan Tingkat Pertama melalui http://evaluasi.badilum.mahkamahagung.go.id/ sesuai periode yang dipilih. Yang dinilai meliputi kinerja, kepatuhan, kelengkapan dan kesesuaian. Adapun untuk Pengadilan Negeri Bandung sendiri sepanjang tahun 2020 mencatat kinerja 138,05 (maks 155), kepatuhan 404,27 (maks 533), kelengkapan 145,18 (maks 146) dan kesesuaian 157,89 (maks 166). Yang artinya untuk implementasi SIPP Pengadilan Negeri Banding sudah cukup baik mengingat perkara yang masuk sudah melebihi 2000 perkara setiap tahunnya.

(42)

Adapun perkara yang masuk selama Tahun 2020 dapat terlihat dari tabel di bawah ini :

1. Perdata

No. Perkara Sisa Tahun Lalu Masuk Tahun 2020 Putus/sel esai dan Kirim Sisa Keterangan 1. Gugatan 270 528 430 295 a. Cabut b. Gugur 73 - Perkara Perkara 2. Gugatan

Sederhana 1 84 36 20 b. Gugur a. Cabut 29 -

Perkara Perkara 3. Permohonan 108 973 938 29 a. Cabut b. Gugur 114 - Perkara Perkara 4. Upaya Hukum

Banding 55 112 121 42 a. Sudah Dikirim b. Belum Dikirim c. Dicabut 121 - 3 Perkara Perkara Perkara 5. Upaya Hukum

Kasasi 31 75 71 29 a. Sudah Dikirim b. Belum Dikirim c. Dicabut d. Tidak Memenu hi Syarat Formal 71 - 3 3 Perkara Perkara Perkara Perkara

6. Upaya Hukum PK 14 30 15 15 a. Sudah Dikirim b. Belum Dikirim c. Dicabut 15 - 1 Perkara Perkara Perkara 7. Eksekusi 988 68 3 27 a. Tahap Pendafta ran b. Tahap Teguran c. Tahap Sita Eksekusi d. Tahap Lelang e. Tahap Penetapa n Eksekusi f. Selesai Eksekusi g. Selesai Lelang h. Selesai Dicabut 53 12 1 - - - - 2 Perkara Perkara Perkara Perkara Perkara Perkara Perkara Perkara

(43)

2. Pidana No

. Perkara Tahun Sisa Lalu

Masuk Putus Sisa Keterangan

1. Pidana Biasa 214 1.130 1.118 226 -

2. Pra Peradilan 3 42 45 1 Dicabut 8 perkara

3. Tindak Pidana Lalu Lintas - 55.792 55.792 - Jumlah denda Rp. 3.780.795.000,- 4. Tindak Pidana Ringan - 27 27 - - 5. Upaya Hukum Banding

4 51 46 3 a. Sudah Dikirim 46 Perkara b.Belum Dikirim 3 Perkara c. Dicabut 6 Perkara

6. Upaya Hukum

Kasasi - 32 25 - a. Sudah Dikirim 25 Perkara b. Belum Dikirim - Perkara c. Tidak Dikirim 1 Perkara

7. Upaya Hukum

PK - 5 - 2 a. Sudah Dikirim 2 Perkara b. Belum Dikirim 2 Perkara c. Dicabut - Perkara

8. Upaya Hukum

Grasi - - - - a. Sudah Dikirim - Perkara b.Belum Dikirim - Perkara c.Dicabut - Perkara

3. PHI (Pengadilan Hubungan Industrial) NO

. PERKARA TAHUN SISA LALU

MASUK PUTUS SISA KETERANGAN

1. Gugatan 92 18 14 96 a. Dicabut - perkara.

2. Upaya Hukum Kasasi

33 11 2 29 a. Sudah Dikirim 13 perkara. b. Belum Dikirim 16 perkara. c. Dicabut 2 perkara.

d. Tidak Memenuhi Syarat Formal - Perkara.

3. Upaya Hukum Pk (Peninjauan Kembali)

- - - - a. Sudah Dikirim - perkara. b. Belum Dikirim - perkara. c. Dicabut - perkara.

4. Eksekusi 47 90 43 94 a. Tahap Pendaftaran 18 perkara. b. Tahap Teguran 57 perkara. c. Tahap Sita Eksekusi 19 perkara. d. Tahap Lelang - perkara.

(44)

4. Tipikor (Tindak Pidana Korupsi) NO Perkara Sisa Tahun

Lalu Masuk Putus Sisa Keterangan

1 Pidana Tipikor 33 76 70 39 Gugur - 2 Upaya Hukum Banding 1 29 27 1 a. Sudah Dikirim 27 b. Belum dikirim 1 c. Cabut - 3 Upaya Hukum Kasasi 4 24 22 6 a. Sudah Dikirim 22 b. Belum dikirim 6 c. Cabut - 4 Upaya

Hukum PK 2 19 12 8 a. Sudah Dikirim 12 b. Belum dikirim 8 c. Cabut 1

5 Grasi - - - - a. Sudah Dikirim -

b. Belum dikirim - c. Cabut -

(45)

BAB V PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK

-

Akreditasi Penjaminan Mutu

Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus menjunjung tinggi pelayanan prima terhadap stakeholder dan para pengunjung yang datang dengan mengedepankan prinsip Senyum Salam Sapa (3R) dan Ringkas Rapi Resik Rawat Rajin (5R). sehingga tahun 2017 adalah tahun yang ketiga kalinya PN. Bandung Kelas 1A Khusus mempertahankan Akreditasi Penjaminan Mutu Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI dengan mendapatkan predikat nilai excellent.

Pelaksanaan Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus berdasar kepada Surat Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 1639/DJU/SK/OT01.1/9/2015 dimana Pengadilan Negeri Bandung termasuk Pengadilan pertama yang menjadi Role Model mendapatkan penghargaan ISO 9001: 2015 dan penghargaan Akreditasi Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI.

Ada beberapa manfaat penerapan sistem akreditasi penjaminan mutu pada Pengadilan Negeri diantaranya:

• Zero waste yang berarti mengurangi biaya dan efisiensi meningkat.

• Zero injury yang berarti keselamatan kerja lebih baik. • Zero breakdown yang berarti pemeliharaan lebih baik.

• Zero defect yang berarti kualitas lebih baik.

• Zero set up time yang berarti tidak ada waktu yang terbuang.

• Zero late delivery yang berarti dapat memenuhi permintaan pencari keadilan tepat

waktu.

• Zero customer claim yang berarti pelanggan menaruh tingkat kepercayaan yang

tinggi.

• Zero defisit yang berarti Pengadilan akan lebih maju

Penerapan sistem akreditasi penjaminan mutu pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus menuntut perbaikan secara bertahap untuk bermigrasi dari sistem manual birokratis menuju sistem yang lebih sederhana namun memberikan manfaat

(46)

Perkembangan teknologi saat ini telah menjadi kebutuhan utama bagi kehidupan manusia pada umumnya, dan hampir tidak ada aspek dari kehidupan modern yang bisa dipisahkan dari kemajuan Teknologi Informasi (TI). Keterbukaan (transparansi) muncul sebagai sebuah paradigma tersendiri, atau dengan kata lain menjadi semangat jaman (geist) yang tak terbendung. Satu hal yang patut dicatat, bahwa pelayanan publik yang bertolak dari asas-asas transparansi, akuntabiitas, serta mengandung prinsip kesederhanaan, kepastian waktu, akurasi, keamanan, kemudahan akses, dan sebagaimana akan sangat sulit diimplementasikan dalam tugas sehari-harinya bila tanpa mengadopsi kemajuan IT dan memanfaatkannya di dalam penerapan kerja.

Akreditasi Penjaminan Mutu terbagi dalam dua garis besar pelayanan yaitu utama dan pendukung, dimana pelayanan utama menitikberatkan pada core bisnis peradilan yang berhubungan dengan teknis perkara, sedangkan pelayanan pendukung bersifat non teknis biasanya berhubungan dengan kegiatan kesekretariatan, lingkungan kerja dan cara kerja para aparatur pengadilan.

Dalam hal implementasi pelayanan utama dan pendukung akreditasi penjaminan mutu, Pengadilan Negeri Bandung mampu menjadi pionir di Jawa Barat dan termasuk Pengadilan Negeri generasi pertama bersama beberapa Pengadilan Negeri lainnya se-Indonesia yang berhasil meraih predikat excellent.

(47)

Setelah mendapatkan penilaian excellent pada akreditasi pertama, PN. Bandung Kelas 1A Khusus kembali meraih predikat excellent dalam 2 kali surveilans Akreditasi Penjaminan Mutu:

(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)

-

Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi

Zona Integritas (ZI) adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pengadilan Negeri Bandung sebagai salah satu satker yang tengah melakukan pembangun Zona Integritas telah berupaya untuk melakukan proses pembangunan enam area pengungkit. Dalam melakukan pembangunan Zona Integritas ini telah melalui beberapa tahapan, sejak dari datangnya Tim Penilai Internal Mahkamah Agung melalui Badan Pengawasan dan Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum yang menilai sejauh mana pembangunan zona integritas telah dicapai Pengadilan Negeri Bandung. Selanjutnya Badan Pusat Statistik melakukan sampling indeks persepsi korupsi beserta Kemanpan RB mengadakan Evaluasi melalui Desk Evaluation untuk menilai hasil pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani.

Setelah Pengadilan Negeri Bandung lolos survey lapangan Badan Pusat Statistik dan desk evaluation Kementerian PAN-RB, Pengadilan Negeri Bandung dikunjungi Tim penilai akhir Kemenpan RB untuk mereviu pencapaian pengungkit dan hasil yang telah diupayakan dalam pembangunan Zona Integritas WBK/WBBM. Atas berkat karunia Allah SWT maka pada tanggal 10 Desember 2019 Pengadilan Negeri Bandung meraih anugerah penghargaan Satuan Kerja yang berhasil mewujudkan pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani yang diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia beserta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Berikut gambaran umum pencapaian Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus dalam melakukan pembangunan Zona Integritas:

Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) merupakan aksi nyata dari strategi pemerintah yang tengah dilakukan Pengadilan Negeri Bandung dalam pencegahan dan pemberantasan praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). Pemerintah telah giat berupaya untuk mencegah pemberantasan korupsi dengan berbagai strategi yang sangat jelas, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang tahun 2012-2025

(55)

dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014. Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus berkomitmen melaksanakan upaya percepatan pencegahan dan pemberantasan KKN melalui pencanangan Zona Integritas yang bertujuan untuk membentuk birokrasi yang bersih, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan publik yang lebih baik.

Dasar Hukum pelaksanaan pembangunan Zona integritas pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus:

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);

2. Undang-Undang Nonor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3874);

3. Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang Tahun 2012-20125 dan Jangka Mennegah Tahun 2012-2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 122);

4. Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2014 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi;

5. Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik ;

6. Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025;

7. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Jangka Panjang tahun 2012-2025 dan Jangka Menengah Tahun 2012-2014; dan

8. Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani di Lingkungan Instansi Pemerintah.

Setelah adanya regulasi berupa Keputusan Sekretaris Mahkamah Agung RI nomor 41/SEK/SK/9/2015 tentang Road Map Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung Republik

(56)

Umum yang berhasil mendapatkan Akreditasi Penjaminan Mutu Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI dan sertifikat ISO 9001:2015.

Awal tahun 2018 Pengadilan Negeri Bandung mulai berbenah mewujudkan Kawasan berintegritas melalui program Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani dengan diterbitkannya Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Bandung Nomor 6552 tahun 2018 yang direvisi pada tanggal 21 Januari 2019 dengan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Bandung Nomor 407 tahun 2019, dan revisi terakhir SK KPN nomor 2620 tahun 2019 yang dikeluarkan pada tanggal 17 Mei 2019 tentang Pembentukan Tim Evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus.

Melalui program ZI WBK/WBBM ini Pengadilan Negeri Bandung membangun komitmen Bersama untuk menerapkan system penerapan pelayanan anti korupsi dan manajemen media yang dibangun secara massif melalui media cetak, elektronik, internet, buku saku, spanduk, baligho, banner hingga leaflet yang disosialisasikan oleh seluruh unsur keluarga besar Pengadilan Negeri Bandung hingga saat ini.

Komitmen mewujudkan Zona Integritas WBK/WBBM Pengadilan Negeri Bandung tidak hanya dilakukan pada Kawasan internal Pengadilan, tapi lebih dari itu Pengadilan Negeri Bandung telah menggagas Sistem Penanganan Perkara Pidana secara terpadu dengan adanya penandatanganan MoU antara Pengadilan Negeri bersama Kejaksaan, Polrestabes,

(57)

Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan dan Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara dengan memanfaatkan system daring dalam berkomunikasi dan berkoordinasi.

Penilaian masyarakat terhadap pembangunan Zona Integritas WBK/WBBM pada Pengadilan Negeri Bandung dilakukan melalui survey mandiri setiap bulan untuk bidang pelayanan, dan setiap semester untuk pemenuhan indeks persepsi korupsi, yang hasilnya cukup memuaskan bahwa dalam kurun waktu singkat Pengadilan Negeri Bandung mampu mengikis perbuatan koruptif di setiap pelayanan yang diberikan, baik yang sifatnya teknis ataupun administratif. Leading sector pelaksana survey kepuasan pelanggan dan indeks persepsi korupsi dilakukan oleh Kepaniteraan Hukum dibantu Sub Bagian Perencanaan, Teknologi Informasi dan Pelaporan.

Pengadilan Negeri Bandung senanatiasa membina hubungan baik dengan para stakeholder dan masyarakat luas pada umumnya, seperti peran serta aktif dalam menghimpun donasi bagi korban banjir di bantaran sungai Cimanuk Garut, donasi korban bencana Lombok, santunan terhadap anak yatim dan dhu’afa, Pengajian umum dan makan Bersama anak yatim dan dhu’afa di Masjid An-Nuur Kantor Pengadilan Negeri Bandung, Penyuluhan hukum di sekolah dan perguruan tinggi, dan banyak kegiatan kemasyarakatan lainnya yang dapat menumbuhkembangkan eksistensi Lembaga, peran serta masyarakat, kepercayaan dan manfaat yang dapat dirasakan Bersama.

(58)

diinginkan, kendala yang dihadapi, penyebab kendala, dan solusi yang ditawarkan. Sehingga dari Laporan Hasil Pengawasan ini setiap bidang dapat mengevaluasi dan menindaklanjuti temuan Hakim Pengawas di Rapat Tinjauan Manajemen tahap internal bidang, atau pada tahap selanjutnya di rapat Teknis/Non Teknis, atau pada tahap akhir di Rapat Bulanan Minggu ke-Empat yang melibatkan seluruh unsur Pimpinan dan keluarga besar Pengadilan Negeri Bandung.

Pembangunan Zona Integritas WBK/WBBM pada Pengadilan Negeri Bandung melahirkan sebuah perubahan mindset dan Culture set para pegawai. Saat ini semua Pegawai Pengadilan Negeri Bandung telah mendeklarasikan dirinya sebagai pelayan masyarakat yang siap memberikan pelayanan prima di bidang hukum dan keadilan. Wujud dari Pelayanan prima yang dipersembahkan oleh Pengadilan Negeri Bandung adalah dengan adanya Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Administrasi Peradilan secara elektronik (e-Court), mediasi teleconference, ruang sidang khusus anak, Layanan Pengaduan, Pos Bantuan Hukum, kawasan ramah difabel, Pengembangan potensi pegawai melalui coaching clinic, diklat, pelatihan, seminar, sosialisasi dan adanya reward/punishment.

Akhirnya pada tanggal 10 Desember 2019 Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus berhasil mendapatkan predikat Kawasan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi melalui penganugerahan penghargaan yang diberikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

(59)

Kemudian pada tahun 2020 ini Pengadilan Negeri Bandung kembali mendapat perhargaan sebagai Pengadilan Terbaik Peringkat V Dalam Pelaksanaan Gugatan Sederhana dan

(60)

-

Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Pada tanggal 27 April 2018 Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus menjadi ikon PTSP dengan diresmikannya Pelayanan Terpadu Satu Pintu wilayah Pengadilan Tinggi Jawa Barat oleh Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI di Kantor Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus.

Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus memiliki 7 meja pelayanan terpadu yang terdiri dari

1. Pidana 2. Perdata

3. Pengadilan Hubungan Industrial 4. Tindak Pidana Korupsi

5. Hukum 6. Pengaduan

7. Tata Usaha Persuratan 8. Pojok e-Court

Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus Nomor : W10.U1/1638/KP.04.4/III/2018 tanggal 4 Januari 2018 tentang Pedoman Standar Pelayanan Peradilan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus untuk selanjutnya disebut SK Ketua Pengadilan, maka jenis-jenis layanan peradilan yang masuk ruang lingkup Pelayanan Terpadu Satu Pintu (One Gate Integrated Service) tersebut, meliputi :

a. Kepaniteraan Pidana

1. Penerimaan pelimpahan berkas perkara pidana biasa, singkat, cepat dan ringan/lalu lintas dari Penuntut Umum/Penyidik;

2. Pendaftaran permohonan praperadilan;

3. Penerimaan permohonan perlawanan, banding, kasasi, peninjauan kembali dan grasi;

4. Penerimaan memori/kontra memori perlawanan, banding, kasasi dan peninjauan kembali;

5. Penerimaan permohonan pencabutan perlawanan, banding, kasasi dan peninjauan kembali;

6. Penerimaan permohonan izin/persetujuan penggeledahan; 7. Penerimaan permohonan izin/persetujuan penyitaan;

(61)

8. Penerimaan permohonan izin/persetujuan pemusnahan barang bukti dan atau pelelangan barang bukti;

9. Penerimaan permohonan perpanjangan penahanan; 10. Penerimaan permohonan pembantaran;

11. Penerimaan permohonan izin besuk;

12. Layanan-layanan lain yang berhubungan dengan proses dan informasi penyelesaian perkara pidana;

b. Kepaniteraan Perdata

1. Pendaftaran perkara gugatan biasa; 2. Pendaftaran perkara gugatan sederhana; 3. Pendaftaran verzet atas putusan verstek; 4. Pendaftaran pekara perlawanan/bantahan; 5. Pendaftaran perkara permohonan;

6. Pendaftaran permohonan banding, kasasi dan peninjauan kembali;

7. Penerimaan memori/kontra memori banding, kasasi dan peninjauan kembali; 8. Penerimaan permohonan sumpah atas ditemukannya bukti baru dalam

permohonan peninjauan kembali;

9. Permohonan dan pengambilan sisa panjar biaya perkara; 10. Permohonan dan pengambilan turunan putusan;

11. Pendaftaran permohonan eksekusi; 12. Pendaftaran permohonan konsinyasi;

13. Permohonan pengambilan uang hasil eksekusi dan uang konsinyasi;

14. Permohonan pencabutan gugatan, permohonan banding, kasasi, peninjauan kembali dan eksekusi serta konsinyasi;

15. Permohonan pendaftaran putusan arbitrase;

16. Layanan-layanan lain yang berhubungan dengan proses dan informasi penyelesaian perkara perdata;

c. Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial

(62)

6. Penerimaan permohonan sumpah atas ditemukannya bukti baru dalam permohonan peninjauan kembali;

7. Permohonan dan pengambilan sisa panjar biaya perkara; 8. Permohonan dan pengambilan turunan putusan;

9. Permohonan pencabutan gugatan, kasasi, peninjauan kembali; 10. Permohonan pendaftaran Perjanjian Bersama;

11. Permohonan surat keterangan tidak sengketa;

12. Layanan-layanan lain yang berhubungan dengan proses dan informasi penyelesaian perkara PHI;

d. Kepaniteraan Tindak Pidana Korupsi

1. Penerimaan pelimpahan berkas perkara Tindak Pidana Korupsi dari Penuntut Umum;

2. Penerimaan permohonan perlawanan, banding, kasasi, peninjauan kembali dan grasi;

3. Penerimaan memori/kontra memori perlawanan, banding, kasasi dan peninjauan kembali;

4. Penerimaan permohonan pencabutan perlawanan, banding, kasasi dan peninjauan kembali;

5. Penerimaan permohonan izin/persetujuan penggeledahan; 6. Penerimaan permohonan izin/persetujuan penyitaan;

7. Penerimaan permohonan izin/persetujuan pemusnahan barang bukti dan atau pelelangan barang bukti;

8. Penerimaan permohonan perpanjangan penahanan; 9. Penerimaan permohonan pembantaran;

10. Penerimaan permohonan izin besuk;

11. Penerimaan permohonan izin berobat bagi Terdakwa;

12. Layanan-layanan lain yang berhubungan dengan proses dan informasi penyelesaian perkara Tindak Pidana Korupsi;

e. Kepaniteraan Hukum

1. Permohonan pendaftaran akta pendirian CV;

2. Permohonan pendaftaran waarmaking surat pernyataan waris; 3. Permohonan pendaftaran penolakan waris;

(63)

5. Permohonan melaksanakan penelitian dan riset;

6. Permohonan keterangan data perkara dan turunan putusan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap;

7. Permohonan pendaftaran surat kuasa;

8. Permohonan pendaftaran legalisasi akta kelahiran; 9. Permohonan legalisasi surat;

10. Permohonan pendaftaran utang tak tertagih; 11. Layanan pengaduan/SIWAS-MARI;

12. Layanan-layanan lain yang berhubungan dengan pelayanan jasa hukum lainnya;

f. Pengaduan

penerimaan pengaduan masyarakat berkaitan dengan pelayanan peradilan

g. Tata Usaha Persuratan

1. Penerimaan surat masuk;

2. Penerimaan berkas perkara banding, kasasi, peninjauan kembali dan grasi;

Dengan melihat jenis-jenis layanan peradilan yang pelaksanannya dilakukan secara terpadu, dapat dikatakan hampir semua jenis pelayanan administrasi baik teknis maupun administrasi di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus dilaksanakan melalui sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (One Gate Integrated Service). Untuk memudahkan pelayanan, maka pelaksanaannya dibagi ke dalam 7 (Tujuh) meja pelayanan, yaitu:

1. Meja 1 pelayanan Kepaniteraan Pidana: melayani semua jenis pelayanan yang berhubungan dengan perkara pidana;

2. Meja 2 pelayanan Kepaniteraan Perdata: melayani semua jenis pelayanan yang berhubungan dengan perkara perdata;

3. Meja Kasir pelayanan untuk berbagai jenis penginputan bukti pembayaran yang telah dilakukan pada Bank;

4. Meja 3 pelayanan Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI): melayani semua jenis layanan yang berhubungan dan berkaitan dengan perkara hubungan industrial.;

(64)

7. Meja 6 pelayanan Pengaduan: melayani pengaduan dari masyarakat baik dari para pencari keadilan atau pihak yang berperkara maupun dari customer focus lainnya; 8. Meja 7 pelayanan Tata Usaha: melayani penerimaan surat masuk, penerimaan

berkas perkara banding, kasasi, peninjauan kembali, grasi, dan lain-lain;

9. Pojok e-Court merupakan bagian pelayanan Kepaniteraan perdata untuk membantu pengguna pengadilan yang akan mendaftarkan perkkara permohonan, gugatan, gugatan sederhana dan bantahan.

Kerena itu, supaya Pelayanan Terpadu Satu Pintu itu dapat berjalan optimal dan efektif serta dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat pencari keadilan dalam mengakses layanan pengadilan secara sederhana, cepat, murah, mudah, transparan, akuntabel, tepat, pasti dan terukur jangka waktunya (direct service) serta efektif, efisien dan ekonomis, maka dalam SK Ketua Pengadilan telah ditetapkan kebijakan untuk mengutamakan proses yang dilakukan satu pintu secara sekaligus untuk semua urusan layanan peradilan dengan memperhatikan seluruh tugas dan wewenang pelayanan utama di bidang teknis administrasi peradilan dan bidang kesekretariatan;

Dengan demikian, dalam waktu bersamaan akan diperoleh hasil akhir berupa terselesaikannya permohonan pelayanan sesuai batas waktu yang telah ditetapkan dalam Standar Pelayanan Peradilan dan Standar Operasional Prosedur;

Dalam hal ini penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (One Gate Integrated Service) tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh semua Kepaniteraan Muda dan Kepala Sub Bagian yang ada di pengadilan dalam waktu dan tempat yang bersamaan (front office), dengan menunjuk petugas khusus untuk bertugas di Pelayanan Terpadu Satu Pintu secara bersamaan dan dalam menjalankan tugas, petugas tersebut akan diawasi dan dipimpin oleh para Panitera Muda dan Kepala Sub Bagian secara bergantian;

Segala tindakan administrasi baik yang bersifat teknis maupun non teknis yang dilaksanakan di unit Pelayanan Terpadu Satu Pintu dilaksanakan dengan cara sederhana, mudah diakses dan menyeluruh sebagai satu kesatuan yang utuh dalam penyelenggaraan kebijakan pengadilan;

Dalam penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu tentu dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Untuk hal itu Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus telah menyediakan tempat yang cukup representatif yakni salah satu ruangan

(65)

gedung Kantor Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1A Khusus yang semula berfungsi sebagai ruangan tunggu, dirubah menjadi tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

Untuk lebih memperlancar dan efektifnya pelayanan, maka tempat Pelayanan Terpadu Satu Pintu dibagi 2 (dua), yakni:

1. Front Office / Meja Pelayanan, diperuntukkan sebagai tempat penerimaan dan pendaftaran;

2. Back Office / Unit pemroses, untuk memverifikasi kelengkapan berkas serta memproses (dapur proses administrasi), kemudian apabila berkas tersebut telah selesai diproses, maka dikembalikan ke front office untuk diserahkan kepada pemohon / pencari keadilan.

- Inovasi Pelayanan Publik

Pengadilan Negeri Bandung memiliki inovasi pelayanan publik berupa: 1. KANG DILAN

Kang Dilan merupakan salah satu inovasi Pengadilan Negeri Bandung berupa chatbot via whatsapp yang berfungsi untuk memudahkan masyarakat pengguna pengadilan mengetahui layanan-layanan pengadilan dan tata cara beracara di pengadilan. Kang Dilan lahir di bulan Juli 2019 dan telah disosialisasikan dalam bentuk visual kepada masyarakat luas serta pengguna pengadilan.

Kang Dilan merupakan aplikasi chatbot via whatsapp yang menerangkan layanan pada Pengadilan Negeri Bandung

(66)

Audio anti gratifikasi

diperdengarkan melalui ceiling speaker yang terhubung ke seluruh ruangan di Gedung Pengadilan Negeri Bandung dan dikendalikan di ruangan informasi

3. POJOK ECOURT

Pojok e-Court merupakan layanan Pengadilan untuk memudahkan masyarakat pengguna pengadilan yang mengajukan perkara Perdata secara online. Pengguna terdaftar yang terdiri dari advokat dan pengguna lainnya yang terdiri dari perseorangan, Badan hukum dan institusi pemerintahan dapat memanfaatkan fasilitas pojok e-Court di ruangan pelayanan terpadu satu pintu untuk mendaftarkan perkara gugatan, permohonan, gugatan sederhana dan bantahan.

Pojok e-Court Pengadilan Negeri Bandung yang telah beriperasi semenjak bulan Agustus 2019

4. HIMBAUAN SIDANG

Sudah menjadi kewajiban para hakim di Pengadilan Negeri Bandung untuk menyampaikan himbauan kepada pengunjung sidang untuk tidak menemui, menghubungi dan memberikan pengaruh apapun terhadap aparatur pengadilan. Himbauan ini disampaikan sebelum acara sidang digelar.

(67)

Hakim membacakan himbauan sidang sebelum membuka acara sidang

5. OTOKLINIK

Adanya layanan klinik dokter jaga untuk hari-hari tertentu dan Otoklinik selama jam pelayanan dalam rangka menjaga Kesehatan, mencegah dan mengobati, serta melakukan pertolongan pertama sebelum dirujuk ke klinik madya dan utama. Layanan ini muncul dilatarbelakangi empati dan tindak lanjut atas kejadian pengunjung pengadilan terjatuh di ruangan tunggu.

Ruang pemeriksaan Otoklinik bagi pasien pengunjung Pengadilan dan warga sekitar

6. SARIJADI (Surat Keterangan Satu Hari Jadi)

Quality assurance berupa kompensasi layanan bagi para pemohon layanan merupakan gambaran bahwa PN Bandung sangat serius memberikan jaminan pelayanan yang sesuai dengan standar kualitas dan waktu yang telah ditentukan.

(68)

Kompensasi layanan bagi setiap layanan yang melebihi batas waktu yang ditentukan

7. DIFABLE PRIORITY

Pengunjung pengadilan disabilitas difasilitasi dengan layanan difabel priority yang lengkap, mulai dari kursi roda, priority seat, akses jalan, toilet dan priority service. Layanan ini muncul dilatarbelakangi simpati terhadap kejadian adanya pengunjung difabel yang dibopong oleh keluarganya.

PN Bandung menyediakan fasilitas difable dengan prioritas pelayanan utama

8. KIOS LAYANAN DIGITAL

Fasilitas Kios layanan diperuntukkan bagi para pengunjung PTSP yang tidak membawa peralatan daring atau kehabisan data seluler. Dilatarbelakangi adanya permintaan pengunjung pengadilan untuk difasilitasi peralatan daring yang sudah terintegrasi dengan katalog layanan dan aplikasi yang dipergunakan oleh Pengadilan Negeri Bandung.

Referensi

Dokumen terkait

Warna yang timbul sebagian besar berasal dari susu skim bubuk dan susu full cream, baking powder berwarna putih, tetapi karena penggunaannya hanya sedikit dan

Zdravi : > nivo kortizola inhibira oslobađanje ACTH iz adenohipofize, < nivo kortizola i drugih adrenalnih steroida.. Patološka supresija kortizola - pacijenti sa

Program-program yang telah dilakukan berkaitan dengan kegiatan sosialisasi pajak yang dimaksudkan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak antara lain (Putra et al, 2014). a)

mendapat skor tinggi pada Tes A juga mendapat skor tingi pada Tes B; dan siswa yang mendapat skor rendah pada tes A juga mendapat skor rendah pada tes B, Maka dapat dikatakan

Pengadilan Negeri Sei Rampah sebagai lembaga Peradilan di bawah Mahkamah Agung, sejak sekitar bulan Desember tahun 2018 sudah mulai menerapkan standar PTSP sesuai

Oleh karena itu agar diperoleh penampilan yang tidak kalah dibanding sosis daging sapi, maka diperlukan penambahan bahan tambahan yang mampu memberi warna merah pada

Dengan memvariasi perbandingan air dan semen, konsentrasi limbah yang ditambahkan, konsentrasi agregat pasir silikat dan waktu pemeraman, akan diperoleh data

Perbedaan dengan penelitian ini adalah, penelitian ini menggunakan metode cross sectional serta subjek pada penelitian ini merupakan pasien diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2,