PASAR PAKAIAN JADI DI ARAB SAUDI
1. Pendahuluan
Pakaian jadi merupakan komoditi ekspor potensial ke Arab Saudi. Data BPS-Indonesia menunjukkan bahwa diantara berbagai jenis komoditi ekspor Indonesia ke Arab Saudi, pakaian jadi menduduki rangking tertinggi dengan nilai ekspor pada tahun 1999, 2000 dan 2001 masing-masing sebesar US$ 116,6 juta, US$ 129,6 juta dan US$ 128,1 juta. Pakaian jadi merupakan komoditi ekspor Indonesia untuk pasar Arab Saudi yang nilai ekspornya dapat ditingkatkan lagi dengan cepat.
Pakaian jadi yang diperdagangkan di Arab Saudi meliputi : HS SITC Diskripsi produk
6101 8431 Male overcoat,knitted or crocheted
6102 8441 Female overcoat, knitted or crocheted
6103 8432 Male suits Knitted or crocheted 6104 8442 Female suits knitted or
crocheted 6105 8437 / 8447 Male shirts
6106 8438 Female blouses,shirts 6107 8448 Male underwear and briefs. 6108 8453 Female slips and nigtwear. 6110 8451 Jerseys, pullovers, cardigans. 6111 84 Babies clothes
6201 8421 Male cloaks, over coats, outer-garment.
6202 8412 Female overcoats, raincoats. 6203 8413 Male suits
6203 8414 Male jackets
6203 8422 Male trousers, shorts. 6204 8423 Female suits
6204 8424 Female jackets 6204 8425 Female dresses
6204 8426 Femaleskirts, devided skirts. 6204 8415 Female trousers
6205 8427 / 8416 Male shirts 6206 8428 Female blouses
6207 8458 Male underwear and briefs. 6208 8455 Female slips and patti coats. 6210 8411 Male or Female garment,
rubberized
6211 8452 Maleswimwear, Male long dress (thobbe) 6212 Brassieres 6213 Shawls,scarve 6214 Ties, bow-ties 6215 Gloves
6216 Stocking, belts, clothing
accesories
Secara keseluruhan, pakaian jadi yang diper-dagangkan meliputi HS No: 61011000 sampai HS No : 62171170 yang mencakup sekitar 114 jenis pakaian jadi.
2. Potensi Pasar.
Potensi pasar pakaian jadi di Arab Saudi cukup besar ditinjau dari beberapa aspek antara lain :
menjadikan perusahaan Commission Agent ini sebagai penjamin dalam transaksi-transaksi awal.
b. Pakaian pria Thobbe kebutuhannya sangat besar di Arab Saudi. Walaupun diproduksi lokal, Arab Saudi masih mengimpor. Pakaian jadi Thobbe dapat menjadi sasaran Indonesia, terutama dari kain tenun poliester. Satu tahun setiap pria Arab Saudi memerlukan 6 s/d 10 stel pakaian Thobbe dari yang harganya Sr. 60,- s/d Sr. 250,-/stel.
Pakaian anak-anak prospeknya juga sangat baik, karena rata-rata keluarga muda memiliki 4 - 5 orang anak yang usianya berbeda 1-2 tahun satu sama lain.
c. Peluang untuk Aliansi strategis antar Departemen Store cukup besar misalnya : Matahari dengan Hokair, Cahaya dengan Splash, Borobudur dengan S'maa dan sebagainya.
Riyadh, 20 Maret 2002 Atase Perindustrian dan Perdagangan KBRI Riyadh, Arab Saudi
dimanfaatkan sebaik-baiknya dan mendapat perhatian.
12. Rekomendasi
a. Untuk meningkatkan pangsa pasar maka perlu dilakukan sbb :
* Produsen / Eksportir pakaian jadi Indonesia perlu Aktif melakukan pen-dekatan kepada Importir / pedagang besar, pemilik departemen store dan Chain-link store, untuk menawarkan dan mencari solusi bagi peningkatan pembelian dari Indonesia.
Pendekatan dengan cara :
- korespondensi terlebih dahulu
- pertemuan langsung di Arab Saudi atau di Indonesia, sebaiknya 2 - 3 bulan sebelum musim penjualan.
Atperindag Arab Saudi dapat dimintakan
bantuannya untuk mengatur one-on-one
meeting dengan para importir Arab Saudi atau ikut pameran TPT di Arab Saudi.
* Produsen / eksportir Indonesia agar mulai memanfaatkan perusahaan Commission Agent dalam usaha bertemu dengan importirnya langsung. Perusahaan Commission Agent ini paling mudah untuk dihubungi dan mereka sudah lebih mengetahui calon pembelinya. Selain itu disebabkan karena adanya kecenderungan dari importir Arab Saudi untuk
2.1. Potensi Ekonomi
Pada tahun 2000, Gross Domestic Product (GDP) Arab Saudi mencapai US$ 168,8 milyar dengan pertumbuhan 4,5%. Nilai ekspor sebesar US$ 78,97 milyar sedang-kan impornya sebesar US$ 27,79 milyar, sehingga Arab Saudi memperoleh surplus perdagangan sebesar US$ 51,17 milyar. Inflasi sebesar 1.2 % sedangkan anggaran belanjanya surplus sebesar US$ 11.99 milyar. Pada tahun 2001, GDP diproyeksi-kan meningkat 1.8%, sebagai dampak harga minyak yang tidak terlalu tinggi dibandingkan pada tahun 2000. Pada periode ini diharapkan Arab Saudi dapat diterima menjadi anggota WTO.
2.2. Pendapatan Masyarakat
Jumlah penduduk Arab Saudi sebesar 22.7 juta orang diantaranya sebanyak 7 juta orang adalah pendatang asing. Pendapatan perkapita pada tahun 2000 sebesar US$ 7.621,-. Dengan makin berkembangnya sektor swasta maka penduduk dengan penghasilan menengah ke atas semakin besar.
2.3 Produksi TPT Dalam Negeri
Industri Pakaian jadi Arab Saudi berkembang cukup pesat serta masih menjamurnya pengusaha penjahitan / Tailor, dilain pihak walaupun industri kain tekstilnya mulai berkembang namun produksi kain untuk pakaian jadi terbatas. Oleh karena itu impor kain tekstil untuk bahan pakaian jadi masih sangat besar.
3. Karakteristik Pasar
3.1. Segmentasi pasar
Konsumen di Arab Saudi dapat digolong-kan berdasarkan tingkat ekonominya (tingkat pendapatan / incomenya).
a. Konsumen berpenghasilan tinggi dan menengah
Yang termasuk golongan ini adalah para anggota keluarga kerajaan, keluarga pejabat negara, keluarga para pengusaha, orang asing ber-penghasilan tinggi dan menengah, visitor atau turis berpenghasilan tinggi dan menengah. Bagi golongan ini harga bukan faktor yang mempengaruhi pembelian mereka. Pertimbangan pembelian lebih kepada kesan dan penampilan barangnya. Golongan ini lebih mementingkan kualitas dan Merk terkenal.
b. Konsumen berpenghasilan rendah
Yang termasuk golongan ini adalah masyarakat yang ber- penghasilan rendah, penduduk yang mendapat subsidi Pemerintah, pekerja asing berpenghasilan rendah dan Visitor berpenghasilan rendah (umumnya waktu musim haji).
Golongan ini lebih menyenangi datang ke toko-toko diskon atau pasar-pasar yang menawarkan pakaian jadi dengan harga
11. Kesimpulan
1. Pasar pakaian jadi Arab Saudi cukup besar, nilai impor pakaian jadi pada tahun 2000 mencapai US$ 686,8 juta meliputi 128 jenis pakaian jadi.
Pangsa pasar Indonesia sebesar 6,8 % yang mencapai nilai US$. 36,9 juta yang meliputi 31 jenis pakaian jadi. Jenis pakaian jadi Indonesia yang terbanyak masuk pasar Arab saudi adalah :
- Setelan pria dari kain tenun sintetis. - Setelan pria dengan kain tenun wool.
- Celana panjang wanita dari bahan kain tenun. - Baju kaos pria dari bahan sintetis.
2. Pertimbangan utama pembelian pakaian jadi adalah harga dan disain.
Akhir-akhir ini Merk menjadi salah satu pertimbangan
utama. Pesaing utama Indonesia adalah China, India dan Thailand.
3. Harga CIF Indonesia umumnya lebih rendah dari negara pesaing utama, oleh karena itu peluang Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasar masih terbuka luas.
4. Untuk meningkatkan pemasaran, maka sasaran
promosi diarahkan kepada pengusaha importir / pedagang besar (wholesaler) dan pengusaha toko eceran (Chain-link store). Untuk penetrasi pemasaran yang mantap dan terus -menerus, perusahaan Commision Agent di Arab Saudi perlu
kompetitif, dimana bila pada waktu barangnya masuk pasar menghadapi barang lain dengan harga murah, mereka masih dapat menjualnya. (Pakaian jadi asal China, India, Pakistan, Srilangka banyak yang berharga murah, Khusus untuk produk China, India dan Srilangka tidak saja murah namun kualitas dan desain makin baik).
Oleh karena itu, faktor harga akan sangat penting sebagai pertimbangan pembelian. Para pedagang datang ke Indonesia dengan membawa referensi harga dari berbagai negara. Untuk produk-tertentu harga dari China dan India sebagai referensi pembelian.
Dari pengamatan, Beberapa pedagang besar hanya mempertahankan harga barangnya selama 3 (tiga) bulan, selanjutnya di jual murah agar sirkulasi barang tetap lancar.
- Secara terfokus, promosi lewat media massa baik media cetak maupun televisi (dalam bahasa inggris dan arabic), terutama untuk pakaian jadi yang perlu ditonjolkan untuk suatu musim penjualan tertentu,misalnya bulan Ramadhan, Tahun pelajaran baru, menghadapi musim dingin, dsbnya.
Promosi ini tetap diarahkan untuk mengundang perhatian para importir dan pemilik toko pakaian jadi. (Tradisi Islam dan masyarakat yang berlaku, menyebabkan direct marketing kurang dapat berkembang, karena pemerintah tidak memperkenan-kan se-seorang berhubungan langsung dengan wanita dan keluarga Arab Saudi).
murah. Mereka kadang juga datang ke mall-mall apabila ada penjualan diskon. Penjualan diskon besar-besaran terjadi pada bulan Juni-Juli (liburan panjang) dan bulan Ramadhan atau akhir tahun kalender.
c. Faktor Geografis
Penduduk di kota Jeddah, Riyadh, Mekkah, Madinah, Al-khobar, Dammam dan Dhahran mempunyai daya beli tinggi dan tertarik akan mode. Mereka memakai pakaian cukup mahal pada acara resmi, pesta, pertemuan keluarga atau perjalanan keluar Negeri. Sehari-hari Masyarakat Arab Saudi menggunakan pakaian Thobbe warna putih (musim panas) dan Thobbe berwarna gelap (musim dingin), sedangkan kaum wanita-nya menggunakan Abaya warna hitam. Kaum wanita menggunakan Abaya yang menutupi pakaian yang dikenakan sehari-hari.
Adapun industri pakaian jadi umumnya terkonsentrasi di kota Riyadh, Makkah dan Jeddah, sedangkan pengusaha Tailor dan toko-toko kain berada pada hampir semua kota di Arab Saudi.
d. Faktor Usia penduduk
Antara tahun l980 dan l997 tingkat pertumbuhan penduduk adalah 4,5%/tahun. Diproyeksikan dari tahun l998 sampai tahun 2015 tumbuh sekitar 3,1%/tahun. Pada tahun 2000, penduduk berusia dibawah 25
tahun sekitar 11,3 juta orang dimana sekitar 5,2 juta orang diantaranya berusia dibawah l4 tahun. 56% penduduk Arab Saudi atau sebanyak 12,7 juta orang adalah pria.
Gambaran umum penduduk Arab Saudi
adalah banyaknya orang-orang muda yang sedang tumbuh, sehingga menciptakan dinamika pasar yang berkembang cepat terutama terhadap barang-barang untuk keperluan orang muda seperti Fastfood, perlengkapan permainan, komputer (hardware dan software), mode pakaian dan mobil.
4. Karakteristik produk dan harga 4.l. Diferensiasi dan disain
a. Pakaian pria
Warga asli Arab Saudi dan sebagian para pendatang dari negara Arab sekitarnya menggunakan pakaian Thobbe (Pakaian jubah panjang) dalam kegiatan sehari-hari. Pakaian didalamnya dapat berupa pakaian dalam (berupa cawat, celana pendek, celana panjang) dan kaos kutang/t-shirt. Pada musim panas yang dikenakan Thobbe berwarna putih, sedangkan pada musim dingin (bulan Nopember s/d Februari) mengenakan Thobbe berwarna gelap (abu-abu, biru, coklat, bercorak garis atau polos ). Pakaian pria (western style) dikenakan oleh orang asing dalam kegiatannya sehari-hari, sedangkan warga Arab Saudi
mengenakan-pedagang besar yang sebenarnya. Oleh karenanya kedatangan mereka ke Perusahaan Indonesia, perlu dilayani dengan sebaik- baiknya.
Pembelian pakaian jadi umumnya tidak dalam jumlah besar sekaligus untuk suatu jenis dan desain tertentu. Hal ini adalah memang sesuai dengan kondisi pasar Arab Saudi yang selalu berusaha memberi penawaran yang luas kepada konsumen.
Oleh karena itu, kesabaran dalam pelayanan dan berbisnis dengan pengusaha Arab saudi perlu ditingkatkan.
- Pendekatan pemasaran diArab Saudi dapat dilakukan yaitu :
* Menunjuk 1 (satu) agen untuk seluruh pasar Arab Saudi
* Menunjuk 3 (tiga) agen untuk wilayah Barat (Jeddah), Wilayah Tengah (Riyadh) dan wilayah Timur (Al-Khobar/Dammam).
* Salah satu diatas, ditambah negara disekitarnya.
Luasnya wilayah Arab Saudi, perbedaan tradisi, terbukanya pasar dengan volume tidak begitu besar untuk masing-masing jenis barang, maka menunjuk
tiga agen pemasaran untuk tiga wilayah yaitu Jeddah, Riyadh, Al-Khobar / Dammam adalah yang paling menguntungkan.
- Mengingat persaingan antar pengusaha Arab Saudi di pasar Arab Saudi sangat ketat, maka mereka cenderung mencari barang berkualitas dengan harga
pengusaha Importir/ pedagang besar/wholesaler, kepada para pemilik toko (utamanya chainlink stores) dan perusahaan Commission Agent. Mengingat mereka pada dasarnya berfungsi sebagai pedagang antara, maka mereka memiliki keinginan-keinginan dari para eksportir, yaitu antara lain :
a. Barang yang diterima buyer, 100 % sesuai desain dan mutu yang diminta.
b. Harga yang kompetitif. c. Tepat waktu pengirimannya.
d. pembayaran dengan L/C dengan tenggang waktu. e. pelayanan yang baik dalam bertransaksi, dengan
memberikan data dan sampel seperti diminta serta segera mengatasi bila terjadi klaim.
Bentuk promosi kepada mereka adalah :
- Membangun kontak-kontak dan pertemuan langsung one on one, yaitu :
* Korespondensi (mengajukan tawaran atau
menjawab segera Inquiries)
* Mengadakan kunjungan ke Arab Saudi (
Kunjungan individual, Kunjungan Misi dagang, Ikut Pameran di Arab Saudi).
* Menerima kedatangan pengusaha Arab Saudi di Indonesia (Kunjungan individual, Kunjungan Misi Dagang, kunjungan kepameran di Indonesia).
Dari pengalaman, peranan Perusahaan / pedagang
perantara (Commission Agent) sangat penting
dalam membuka jalur pertama kepada importir /
nya bila berada dirumah, berolahraga dan apabila bepergian keluar negeri.
Pakaian Thobbe sebagian besar (95%) dibuat dari bahan sintetis (poliester, rayon). Pakaian pria yang di jual di Arab Saudi dibuat dari berbagai bahan baik dari bahan katun, wool maupun bahan sintetis seperti polister, rayon, nilon. Pakaian pria senantiasa juga mengikuti mode yang sedang " in ". Untuk Celana cenderung polos berwarna gelap, sedangkan kemeja atau T-shirt dengan corak garis atau kotak dengan warna muda. Warna putih, krem, coklat muda, biru muda paling disukai.
b. Pakaian Wanita
Penggunaan Abaya dan tutup kepala (kerudung atau cadar) bagi wanita bila keluar rumah adalah keharusan. Di Kota Jeddah dan kota Dhahran sekitarnya masih mungkin dijumpai orang asing tidak pakai Abaya, tetapi sangat jarang. Dikota lainnya orang asing kadang hanya dengan Abaya tanpa tutup kepala. Abaya umumnya ber-warna hitam yang terbuat dari kain poliester atau rayon. Kaum wanita, menggunakan Abaya untuk menutupi pakaian sehari-harinya. Pakaian sehari-hari mereka adalah western style ; rok,blus, celana panjang/ pendek, T-shirt dsbnya. Pakaian tsb. oleh wanita Arab Saudi dikenakan tanpa Abaya hanya di rumah. Pada orang asing pakaian tersebut mereka kenakan tanpa Abaya dapat dilihat pada pertemuan dilingkungan
mereka sendiri atau pertemuan di kalangan orang asing.
Pakaian wanita senantiasa meng-ikuti mode yang sedang " in". Rok, blus, celana jean, T-shirt merupa-kan pakaian yang digunakan se-hari-hari dengan corak kembang atau polos dengan warna lembut. Untuk ke pesta rok, blus, pakaian panjang dsbnya dengan corak kembang atau brokat dengan hiasan benang emas atau perak. Warna favorit putih, hitam, hijau, merah, emas, perak.
c. Pakaian anak
Pakaian anak sangat mengikuti mode dan colorful. Warna biru, putih, kuning, hijau, pink sangat disukai. Bahan katun diutamakan. Anak laki-laki dan anak wanita mulai mengenakan thobbe dan Abaya setelah masuk sekolah dasar, Kemudian menjadi pakaian sehari-hari setelah mereka aqil-baliq.
Di Arab Saudi, jumlah anak kecil cukup besar, oleh karena jumlah keluarga muda cukup besar dengan memiliki anak rata-rata 4-5 anak per keluarga. Jarak umur antara anak-anak mereka 1s/d 2 tahun.
4.2. Harga
Untuk menentukan harga penjualan, beberapa yang dipertimbangkan antara lain :
- Harga FOB
- Biaya pengiriman.
- Bea masuk
Dari pengamatan, pakaian jadi umumnya diimpor oleh bermacam pedagang yaitu :
1. Langsung oleh Importir / Pedagang besar yang me-rangkap distributor.
2. Oleh perusahaan Commission Agent mewakili importir.
3. Oleh pengusaha pemilik toko pakaian ( dep. store, toko pakaian).
4. Oleh pedagang Inang-inang, baik orang Saudi maupun non-Saudi.
Pakaian jadi yang di import, oleh Importir kemudian disalurkan ke toko-toko, baik toko eksklusif, Dep.Store, super market, toko pakaian umum.
Indonesia dikenal oleh para pedagang sebagai produsen pakaian jadi berkualitas bagus/tinggi, desain yang menarik dan harga yang relatif murah. Bagi pedagang Arab Saudi maka pertimbangan harga masih sangat dominan, hal ini karena di dorong oleh adanya persaingan ditingkat retail yang ketat.
Toko-toko merupakan jalur distribusi pakaian jadi yang sangat penting ke konsumen. Toko-toko tersebut memperoleh barangnya dengan berbagai cara, yaitu mengimpor langsung dari luar negeri, membeli dari produsen pakaian jadi lokal Arab Saudi atau mengambil dari Importir / pedagang besar/ wholesaler.
Sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas, maka untuk meningkatkan pemasaran pakaian jadi di Arab Saudi, maka sasaran promosi disarankan untuk lebih ditujukan kepada
Pasar Arab Saudi juga dipenuhi pekerja asing berpenghasilan rendah. Pasar ini cukup menarik untuk jenis pakaian jadi murah terutama ditujukan kepada pekerja asing asal India, Pakistan, Bangladesh, Indonesia. Untuk pasar ini, produk buatan China, India, Bangladesh banyak berperanan.
Produk pakaian jadi buatan China dan India, makin lama makin berada dihati konsumen, dengan harga yang selalu dipasang lebih rendah dari produksi negara lain, dan kualitas serta desain pakaian jadinya yang semakin menarik, menyebabkan pangsa pasar yang dicapainya makin lama makin besar. Sering mudah di duga, apabila sebuah toko menjual "sale" dipastikan selalu ada produk-produk buatan China dan India.
Keuntungan yang cukup besar dan kemudahan bertransaksi dengan China dan India, membuat importir pakaian jadi Arab Saudi makin berorientasi kepada China dan India. Toko-toko eceran yang tumbuh subur diseluruh wilayah Arab Saudi telah memperluas jaringan pemasaran pakaian jadi.
Namun mengingat seluruh toko tersebut dimiliki warga Arab Saudi maka kebijakan pemasarannya tidak berasal dari negara pengekspornya, tetapi sepenuhnya oleh pengusaha Saudi.
10. Strategi promosi produk Indonesia
Untuk mempromosikan pakaian jadi Indonesia ke Arab Saudi, perlu diketahui permintaan pasarnya serta cara memasuki pasarnya.
- Fee untuk Commision Agent . - Biaya penjualan.
- Profit.
Mutu barang, desain, periode waktu penjualan dan tempat penjualan dapat menambah peluang perolehan marjin keuntungan penjualan. Harga tinggi dapat diterapkan pada toko-toko eksklusif yang menjaga mutu, Harga menengah banyak dijumpai di Departemen store dan super market. Harga murah ada ditoko diskon dan pasar. Toko Eksklusif , Department Store, Super market pada musim SALE memberi potongan antara 30 s/d 70%, sedangkan di pasar-pasar para pedagang hanya sedikit memberi potongan (sekitar l0% - 30%) dari harga tertera yang memang sudah cukup murah.
5. Jalur Perdagangan
Dalam pengadaan barang, baik berasal dari impor maupun dari produsen lokal dapat dilakukan oleh pengusaha siapa saja, apakah oleh importir / pedagang besar, pemilik toko atau perorangan.
Untuk pakaian jadi, Perus ahaan importir / pedagang besar mengimpor langsung atau mengambil dari produsen pakaian jadi dalam negeri dan menjualnya ke pedagang eceran / Toko atau bahkan kadang langsung ke konsumen akhir.
Pemilik toko (Departemen store, supermarket atau toko pakaian) juga sering mengimpor langsung dan menjual langsung ke konsumen secara retail. Dalam Sistem perdagangan yang berlaku terdapat unsur Commission agent (pedagang perantara). Dalam rangka impor, peranan perusahaan Commission Agent sangat penting. Pada
banyak keadaan Perusahaan Commission Agent berperan mem-pertemukan pertama kali antara eksportir di luar negeri dengan importir/ pedagang besar Arab Saudi. Importir/pedagang besar Saudi umumnya sudah sibuk dalam operasional bisnisnya serta mereka juga langsung menerima penawaran-penawaran dari luar negeri, namun tawaran-tawaran dari luar negeri yang masuk sering di respon lambat.
Hal ini karena mereka selalu membanding-banding harga penawaran serta mempertanyakan ke-bonafiditasan perusahaan-perusahaan dari luar negeri tersebut, akibatnya keputusan pembelian atas penawaran melalui korespondensi sering dirasakan lambat. Kondisi ini yang membuat peranan Perusahaan Commission Agent menjadi sangat penting, karena dapat lebih mudah menembus dan menjadi jembatan sekaligus "guarantor" bagi perusahaan Arab Saudi tersebut.
Perusahaan Commission Agent cukup berkembang dengan baik dan umumnya menarik fee sekitar 5% untuk pakaian jadi dari total transaksi.
Pendeknya rantai distribusi menyebabkan tingkat persaingan harga menjadi sangat ketat. Oleh karena itu untuk memperoleh keuntungan (profit) yang baik maka pengusaha Arab Saudi sangat aktif mencari sumber-sumber pasokan barang ke-negara-negara yang memberikan harga kompetitif.
Dari skema jalur distribusi dibawah ini dapat dilihat peranan masing-masing unsur :
Dengan harga yang kompetitif, seharusnya Indonesia mempunyai peluang untuk meningkatkan pangsa pasarnya.
9. Pesaing
Produk pakaian jadi di pasar senantiasa mengikuti trend mode yang terakhir, baik dengan merk-merk terkenal maupun merk-merk kurang dikenal bahkan ada yang tanpa merk.
Untuk produk fashion bermerk terkenal maka saingan Indonesia adalah dari negara China, Thailand, Taiwan. Untuk produk fashion bermerk biasa, saingan Indonesia adalah China, Thailand, Turki, India dsbnya, sedangkan untuk produk non-fashion saingannya adalah China, India, Bangladesh, Maroko, Turki, Syria, dsbnya.
Di Pasar, terdapat produk-produk bermerk terkenal buatan India, Pakistan , namun dari segi kualitas, tampaknya masih dibawah Indonesia.
Sistem perdagangan yang bebas, membuat pasar dipenuhi barang-barang Fashion atau non-fashion, ber merk terkenal atau tidak ber merk terkenal, yang berasal dari berbagai negara. Namun demikian konsumen juga memperhatikan negara asal pakaian itu dibuat. Untuk produk Fashion mereka masih berorientasi kepada negara-negara yang memiliki citra baik dalam bidang fashion, sebagai contoh; Untuk produk fashion bermerk terkenal, maka mereka yang memiliki banyak uang cenderung memilih buatan Perancis, Amerika, Jerman, Italia, dsbnya. Namun secara umum, baik produk bermerk terkenal atau tidak, maka karena pertimbangan harga dan kualitas yang cukup memadai, maka pakaian jadi buatan Indonesia, China, Thailand, Spanyol cukup mengambil perhatian konsumen Arab Saudi.
memberikan harga yang kompetitif yaitu masing-masing SR 9,60/kg dan SR 11,43/kg sehingga dapat memperoleh pangsa pasar cukup besar.
Jenis Rok wanita dari kain tenun adalah jenis pakaian wanita buatan Indonesia yang cukup banyak menghasilkan devisa yaitu nomor HS 62045900 dengan nilai SR 6.002.000,-.Pangsa pasar yang diperoleh sebesar 10,6%. Posisi Indonesia adalah sebagai pemasok ketiga terbesar dibelakang China dan Thailand yang masing-masing dengan pangsa pasar 28,6% dengan nilai SR 16.071.000,- dan 15,4% dengan nilai SR. 8.694.000,-.
Harga CIF Indonesia, China dan Thailand saling bersaing yaitu masing-masing SR. 15,83/kg, SR> 16,26/kg dan SR. 15,06/kg. Nilai Impor Saudi untuk Jenis pakaian jadi ini pada tahun 2000 adalah SR 56.2 juta.
Pakaian bayi juga cukup besar impornya yaitu sebesar SR 100 juta pada tahun 2000. Sekurang-kurangnya ada 30 negara yang memasok pakaian bayi ini.
Untuk jenis pakaian bayi dari bahan kain tenun dengan nomor HS 62099000 pangsa pasar Indonesia sebesar 7,7 % dengan nilai SR 7.7 juta. Harga pakaian Bayi dari Indonesia termasuk murah yaitu SR 15,87/kg.
Harga pesaing Indonesia dari China, India, Italia dan Spanyol masing-masing lebih tinggi yaitu SR. 24,64/kg, SR. 22,61/kg, SR. 49,18/kg dan SR. 56,80/kg.
JALUR DISTRIBUSI PAKAIAN JADI
Commission Agent Eksportir / Produsen Lokal Importir / Pedagang Besar Pedagang Eceran / Toko pakaian Konsumen Perorangan Re-ekspor
Importir / Pedagang besar (wholesaler), pedagang eceran/oko dan perorangan juga berperan melakukan re-ekspor untuk melayani buyer luarnegeri utamanya dari negara-negara Afrika dan anggota GCC.
Dalam penjualan eceran, toko (Dep. store, supermarket dan toko khusus) mempunyai peranan penting. Umumnya toko pakaian jadi dapat dibagi dalam beberapa macam : a. Toko menjual hanya pakaian wanita, seperti butik. b. Toko menjual hanya pakaian Pria, seperti butik.
c. Toko menjual hanya pakaian anak-anak, seperti butik. d. Toko menjual hanya pakaian olah raga, seperti toko
pakaian olahraga.
e. Toko yang menjual semua jenis pakaian (pria, wanita, anak dan olahraga), biasanya pasar swalayan/ departemen store atau toko pakaian.
Toko-toko tersebut dalam pengadaan barang dagangannya melalui importir/ pedagang besar pakaian jadi, pedagang perorangan atau dengan mengimpor sendiri secara langsung.
6. Akses Pasar
Pasar Arab Saudi adalah pasar yang bebas. Arab Saudi tidak menerapkan pembatasan kuantitas.
Dalam memasuki pasar Arab Saudi hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :
6.1 Dokumen dan prosedur
Setiap barang yang masuk Arab Saudi harus disertai:
a. Surat Keterangan Asal Barang.
b. Faktur (commercial invoice) yang
menyebutkan antara lain nama dan alamat eksportir dan importirnya, uraian barang dan komposisinya termasuk merek, nama kapal atau penerbangan, tanggal berangkat dan tiba, nama pelabuhan muat dan pelabuhan bongkar barang, berat dan nilai barang, jumlah dan harga barang perunit, nomor L/c, asuransi dsbnya.
c. Bill of Lading atau airway bill.
d. Sertifikat perusahaan pelayaran atau
penerbangan
e. Dokumen asuransi, jika barang yang dikirim termasuk biaya / ongkos muat diasuransikan.
Untuk pakaian pria, pangsa pasar yang cukup besar diperoleh untuk jenis setelan pria dari bahan wool rajut dengan nomor HS. 61031100. Pangsa yang diambil sebesar 36,5 % dengan nilai SR.19.732.000,- Harga CIF Indonesia lebih tinggi yaitu SR. 19,2/kg dibandingkan harga CIF China yaitu SR. 17,65/kg, oleh karenanya China mengambil pangsa pasar lebih besar yaitu 55,1% dengan nilai total SR. 29,801.000,-. Pakaian pria yang paling banyak menghasilkan devisa adalah jenis setelan pria dari bahan kain tenun dengan nomor HS. 62031900, dengan nilai SR 27.2 juta. Namun demikian pangsa pasar yang diperoleh hanya 8,3% mengingat besarnya nilai impor Saudi sebesar SR 326,8 juta. Harga CIF Indonesia yang cukup kompetitif yaitu SR 15,12/kg tetap kalah d engan China yang memperoleh pangsa pasar sebesar 67,7% dengan harga CIFnya SR.18,93/kg. Jenis pakaian jadi ini adalah yang paling besar pasarnya di Arab Saudi dan sekurang-kurangnya 24 negara yang memasok jenis pakaian jadi ini.
Jenis pakaian wanita buatan Indonesia yang terbesar pangsa pasarnya adalah dari jenis celana panjang dari bahan kain tenun sintetis dengan nomor HS. 62046300 yaitu 11,0 %. Walaupun harga CIF Indonesia lebih murah yaitu SR. 9,60/kg, namun tetap pangsa pasarnya dibawah China dan Thailand yang masing-masing mengambil pangsa pasar sebesar 61,9% dan 9,2%.
Ada sekitar 13 negara yang memasok jenis pakaian ini ke Arab Saudi. Dengan harga CIF rata-rata yang masuk pasar sebesar SR 12,31/kg, maka pasar untuk jenis pakaian jadi ini dengan mutu cukup tinggi. Indonesia dan China untuk pasar ini mampu
Keterangan :
HS. 61031100 : Knitted Male Suits of wool.
HS. 61032300 : Knitted male ensembles of
synthetic fibers.
HS. 62031900 : Male suits of other textiles, not knitted.
HS. 62032900 : Male ensembles of other textiles, not knitted.
HS. 62034300 : Male trousers and similar, synthetic fibers, not knitted.
HS. 62044900 : Female dresses of other textiles ,not knitted.
HS. 62045900 : Female skirts of other textiles, not knitted.
HS. 62046300 : Female trousers, etc, synthetic fibers, not knitted.
HS. 62053000 : Male shirts of man made fibers, not knitted.
HS. 62099000 : Babies' garments of other textiles, not knitted.
Dari seluruh jenis pakaian jadi Indonesia yang di ekspor ke Arab Saudi, maka pakaian jadi kaos dari bahan sintetis dengan nomor HS. 61032300 memiliki pangsa pasar terbesar yaitu 67,9% dari total impor Arab Saudi yang besarnya Sr. 21.017.000,-. Setidaknya ada 3 negara utama yang mensuplai jenis tersebut ke Arab Saudi, yaitu Indonesia, China dan Syria. Memperhatikan harga CIFnya SR 6,23/kg, hal ini menunjukkan bahwa jenis pakaian jadi yang diekspor karena adalah berharga murah,sehingga mampu mengambil pangsa yang besar. Harga dari negara pesaing China adalah Sr. 10,90/kg dan Syria sebesar Sr. 12,97/kg.
f. Surat Keterangan Asal Barang, Faktur, Bill of Lading dan dokumen lainnya harus
dilegalisir terlebih dahulu oleh :
- Kedutaan Besar Arab Saudi diJakarta. - KADIN Komite TimurTengah/OKI di
Jakarta.
6.2. Bea Masuk
Bea masuk untuk pakaian jadi rata-rata adalah 20 %. Bebas Bea Masuk dapat diberikan kepada produk
Pakaian Jadi yang berasal dari negara anggota GCC, sepanjang dari perusahaan yang 51% modal perusahaan dimiliki warga negara teluk dan nilai tambahnya tidak boleh kurang dari 40% dari biaya produksi.
6.3. Standar kualitas.
Pada dasarnya, semua jenis pakaian jadi dapat masuk ke pasar Arab Saudi. Kecuali untuk pakaian yang model dan fungsinya melanggar kesusilaan. Standar untuk pakaian jadi belum ada.
Standar yang berlaku adalah untuk standar mutu kain untuk pakaian jadi, terutama untuk pakaian Thobbe. Ketentuan standar dapat di peroleh dengan membeli di Kantor Pusat SASO dengan alamat :
SAUDI ARABIA STANDARDS ORGANIZATION (SASO) - Information Center
P.O. Box 85245, Riyadh 11691 - KSA
Tel : 966 -1- 453 0035, 452 000 ext. 1380, 1381, 1385.
Fax : 966-1- 453 0035
E-mail : [email protected] Homepage : http://www.saso.org.sa.
Pemesanan dokumen standar dengan mencantum-kan nomor standarnya.
Harga per-dokumen antara SR 30.- sampai SR 50,-
6.4. Pengendalian impor
Untuk Pakaian seragam militer, importir Arab Saudi harus memiliki ijin impor khusus.
7. Produksi pakaian jadi dalam Negeri
Industri Pakaian jadi di Arab Saudi berkembang cukup pesat, sampai dengan tahun 1999 jumlah pabrik mencapai sekitar 51 pabrik pakaian jadi. Konsentrasi pabrik terbesar di kota Riyadh yaitu sekitar 20 pabrik pakaian jadi, kemudian kota Jeddah / Makkah sebanyak 16 pabrik pakaian jadi dan di daerah propinsi Timur dengan 9 pabrik pakaian jadi, sedangkan sisanya tersebar dibeberapa kota lainnya.
Nilai produksi pakaian jadi dalam negeri tidak ada datanya, namun produksi TPT Arab Saudi di-perkirakan sekitar US$ 650 juta, dengan nilai ekspor TPT Arab Saudi mencapai sekitar US$ 125 juta. Produksi kain Arab Saudi antara lain berupa kain tenun dan rajut untuk pakaian, kain kasur, kain selimut, seat cover, kain untuk sarung bantal dan keperluan ruang tidur, kain korden ( tidak termasuk produksi kain sajadah dan karpet). Dengan demikian kain buatan Arab Saudi untuk keperluan pembuatan pakaian jadi sangat terbatas. Oleh kar ena itu impor kain Arab Saudi cukup besar.
Dari data impor kain pada tahun 2000, Arab Saudi mengimpor kain senilai US$ 364.9 juta. Kain-kain impor tersebut didistribusikan ke pabrik pakaian jadi, Tailor/ penjahit dan toko-toko kain. Kain-kain tersebut sebagian besar dibuat pakaian Thobbe, Abaya dan fashion dress, sedangkan sebagian lainnya dijual pada toko-toko kain.
Produksi pakaian Thobbe dan Abaya di dalam negeri cukup besar.
8. Posisi Pakaian jadi Indonesia
Total nilai impor pakaian jadi Arab Saudi pada tahun l999 dan 2000 (berdasarkan data impor Arab Saudi) masing-masing adalah sebesar US$ 653,3 Juta dan US$ 686.8 juta yang meliputi masing-masing sebanyak 161 jenis ( No. HS) dan 128 jenis pakaian jadi.
Dalam hal ini kontribusi Indonesia sebesar US$ 47,7juta ( 7,3%) dan US$ 36,9 juta (5,3%) yang masing-masing meliputi 49 jenis (30,4%) dan 31 jenis ( 24,2 %) pakaian jadi. Posisi pakaian jadi Indonesia dapat digambarkan sebagai berikut :
a. Dari nilai impor memiliki pangsa rata-rata 6,8 % b. Dari jenis pakaian jadi, Indonesia berperanan
sebesar 31,2 % dari jenis pakaian jadi di pasar. c. Gambaran situasi 10 jenis pakaian jadi Indonesia
seperti dibawah ini :
No H.S Nilai (SR 000) Pangsa ( % ) Harga CIF ( SR / Kg ) Negara Pesaing
1 61031100 19.732 36,5 19,25 China, India, Thai
2 61032300 14.287 67,9 6,23 China, Syria
3 62031900 27.255 8,3 15,12 China, India, Thai
4 62032900 8.942 7,1 16,43 China, India, Italia
5 62034300 4.627 10,4 22,57 China, India, Thai
6 62044900 1.421 0,7 11,36 China, India, Thai,
Perancis
7 62045900 6.002 10,6 15,83 China, Thailand,
Perancis
8 62046300 18.56 11,0 9,60 China, India, Thailand,
Spanyol
9 62053000 6.443 9,7 12,2 China, India, Thai
10 62099000 7.746 7,7 15,87 China, India, Italia,