• Tidak ada hasil yang ditemukan

TILIK DATA Pola 552 Serangan Teror di Indonesia. Tim Analis LAB Maret 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "TILIK DATA Pola 552 Serangan Teror di Indonesia. Tim Analis LAB Maret 2021"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

TILIK DATA

“Pola 552

Serangan Teror

di Indonesia”

T i m A n a l i s L A B 4 5 2 9 M a r e t 2 0 2 1

(2)

Tercatat 552 aksi teror di Indonesia dari tahun 2000-2021.

Kulminasi serangan teroris terjadi di masa pemerintah Yudhoyono.

Terjadi peralihan karakter dari pola serangan kelompok JI ke pola aksi teror

jejaring JAD dan MIT.

Teror bom Gereja Katedral Makassar menunjukkan kecenderungan

penggunaan kembali metode pengeboman oleh sel teror.

(3)

Komersial/Pariwisata 13% Misi Diplomatik 2% Pemerintahan 8% Jurnalis/Media 2% Militer 7%

Ruang/Tokoh Publik Lainnya 6% Paramiliter 1% Polisi 17% Individu/Aset Pribadi 24% Tokoh/Tempat Religius 15% Transportasi 3%

Data Tidak Lengkap 2%

SASARAN SERANGAN TEROR DI INDONESIA, 2000-2021

Serangan Bersenjata 30% Pembunuhan 5% Pemboman 51% Serangan pada Fasum

8%

Penculikan 4%

Serangan Tak Bersenjata

1% Data Tidak Lengkap1%

TIPE SERANGAN TEROR DI INDONESIA, 2000-2021

Temuan 1:

Ada tiga sasaran utama aksi teror, yaitu individu/aset pribadi, tokoh/tempat keagamaan dan aparat kepolisian.

Temuan 2:

Mayoritas serangan teror cenderung berupa aksi-aksi pengeboman.

(4)

0 10 20 30 40 50 60 70 80 2000 2003 2006 2009 2012 2015 2018 2021

TIPE SERANGAN TEROR DI INDONESIA

Serangan Bersenjata Pembunuhan Pemboman Serangan pada Fasum

Penculikan Serangan Tak Bersenjata Data Tidak Lengkap Poly. (Pemboman)

Temuan 3:

Aksi pengeboman

cenderung menurun dari tahun 2000 sampai 2015, namun terjadi peningkatan serangan sejak tahun 2016.

(5)

0% 20% 40% 60% 80% 100% 2000 2003 2006 2009 2012 2015 2018 2021

SASARAN SERANGAN TEROR DI INDONESIA

Komersial/Pariwisata Misi Diplomatik Pemerintahan Jurnalis/Media

Militer Ruang/Tokoh Publik Lainnya Paramiliter Polisi

Individu/Aset Pribadi Tokoh/Tempat Religius Transportasi Data Tidak Lengkap

Temuan 4:

Sebaran data dari tahun 2000 sampai 2021

menunjukkan bahwa aksi teror cenderung menyasar empat target utama, yaitu individu/aset pribadi, tokoh/tempat religius, aparat kepolisian dan fasilitas

(6)

Jamaah Ansharut Daulah (JAD), 15%

Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), 8%

Jamaah Islamiyah (JI), 50% Mujahidin Indonesia Barat

(MIB), 1%

Mujahidin Indonesia Timur (MIT), 26%

KELOMPOK PELAKU SERANGAN TEROR YANG DIKETAHUI DI INDONESIA, 2000-2021

Sangat Rendah 30% Rendah 52% Sedang 12% Tinggi 3% Kritikal 3%

DAYA RUSAK SERANGAN TEROR DI INDONESIA, 2000-2021

Temuan 5:

Mayoritas serangan teror dilakukan oleh JI yang berafiliasi dengan Al Qaeda, dan MIT yang berafiliasi dengan ISIS.

Temuan 6:

Mayoritas serangan teror cenderung berdaya rusak rendah dengan

menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh dan dirakit.

(7)

Bom Palu

(JI) Bom Gereja Immanuel

(JI)

Bom Poso Teror Bom Bukudi Jakarta

Penyerangan Pos Polisi Solo

(JAT)

Bom Alam Sutra Bom Solo (JAD) Bom Gereja Okumenne (JAD) Aksi Bom Polresta Surakarta (JAD) Bom Polresta Medan (JAD) Aksi Teror Poso (MIT) Aksi Teror Sigi (MIT) Bom McD Makassar (JI)

Bom Bandara Soetta (JI)

Bom Palopo (Jemaah Islamiya)

Aksi Teror terhadap

Anggota/Kantor Polisi Aksi Teror Poso (MIT)

Aksi Teror Sarinah (JAD)

Bom Kampung Melayu (JAD) Aksi Penusukan Menko Polhukam (JAD) Bom Katedral Makassar (JAD) Bom Mall Atrium

(JI)

Bom Ambon

Bom JW Marriot Bom Ritz Carlton

(JI)

Bom Cirebon Bom Solo

(JAT)

Bom Santa Maria Surabaya (JAD) Bom Gereja Santa Anna (JI) Bom Bali I (JI) Bom JW Marriott (Jemaah Islamiya) Bom Kedubes Australia (JI) Bom Bali II Bom Tentena (JI) 0 1 2 3 4 1999 2001 2003 2005 2007 2009 2011 2013 2015 2017 2019 2021 IN TE N SI TY O F VI O LE N CE

DAYA RUSAK SERANGAN TEROR DI INDONESIA, 2000-2021 KRITIKAL TINGGI SEDANG RENDAH SANGAT RENDAH Temuan 7:

Teror bom Gereja Katedral Makassar dilakukan oleh kelompok JAD dengan daya rusak sedang.

(8)

0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 2000 2003 2006 2009 2012 2015 2018 2021

KELOMPOK PELAKU SERANGAN TEROR YANG DIKETAHUI DI INDONESIA Jamaah Islamiyah (JI) Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Mujahidin Indonesia Barat (MIB) Linear (Jamaah Islamiyah (JI))

Linear (Jamaah Ansharut Daulah (JAD)) Linear (Mujahidin Indonesia Timur (MIT)) Linear (Mujahidin Indonesia Timur (MIT)) Linear (Mujahidin Indonesia Barat (MIB))

Temuan 8:

Terpantau adanya

peralihan dominasi sel teror dari kelompok JI ke

kelompok ke JAD dan MIT dari tahun 2000-2021.

(9)

0 50 100 150 200 250

Abd. Wahid Megawati Yudhoyono Jokowi

JUMLAH SERANGAN TEROR MENURUT MASA KEPRESIDENAN

Temuan 9:

Kulminasi serangan teror (192 insiden) di Indonesia terjadi di masa

(10)

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 Janua ri Febr uari

Maret April Mei Jun i Juli Agus tus Septe mber Oktob er Nove mber Desem ber POLA PERIODE SERANGAN TEROR DI INDONESIA, 2000-2021

Temuan 10:

Serangan teror terjadi di dua periode utama, yaitu Agustus-September dan November-Desember.

Pola ini cenderung terkait dengan momentum jejaring teror global “Black

September” dan perayaan Natal dan Tahun Baru.

(11)

0% 20% 40% 60% 80% 100% Jamaah Islamiyah

(JI) Jamaah AnsharutTauhid (JAT) Jamaah AnsharutDaulah (JAD) Indonesia TimurMujahidin (MIT)

Mujahidin Indonesia Barat

(MIB) Tipe Sasaran Kelompok Teror

Komersial/Pariwisata Misi Diplomatik Pemerintahan

Jurnalis/Media Militer Ruang/Tokoh Publik Lainnya Paramiliter Polisi Individu/Aset Pribadi Tokoh/Tempat Religius Transportasi Tak Diketahui

0 5 10 15 20 25 30 Jamaah Islamiyah (JI) Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Mujahidin Indonesia Barat (MIB)

Daya Rusak Serangan Kelompok Teror

0% 20% 40% 60% 80% 100% Jamaah

Islamiyah (JI) Ansharut TauhidJamaah (JAT) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Mujahidin Indonesia Barat (MIB) Tipe Serangan Kelompok Teror

Serangan Bersenjata Pembunuhan Pemboman

Serangan pada Fasum Penculikan Serangan Tak Bersenjata

Tak Diketahui

Temuan 11:

Terjadi peralihan serangan teror dari karakter sel JI yang mengandalkan aksi pengeboman terhadap tokoh/tempat religius menjadi metode yang lebih variatif seperti serangan bersenjata, pembunuhan

(12)

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100% Jamaah

Islamiyah (JI) Ansharut TauhidJamaah (JAT) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Mujahidin Indonesia Barat (MIB)

Aksi Kelompok Teror Menurut Masa Kepresidenan

Abd. Wahid Megawati Yudhoyono Jokowi

0% 20% 40% 60% 80% 100% Jamaah

Islamiyah (JI) Ansharut TauhidJamaah (JAT) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Mujahidin Indonesia Barat (MIB)

Pola Periode Serangan Kelompok Teror

0% 20% 40% 60% 80% 100% Jamaah

Islamiyah (JI) Ansharut TauhidJamaah (JAT) Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Mujahidin Indonesia Barat (MIB)

Daerah Sasaran Kelompok Teror

Aceh Sulawesi Tengah Jakarta Sumatera Utara

Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Sulawesi Selatan

Riau Banten Bali

Temuan 12:

terjadi peralihan pola serangan dari sel JI yang

cenderung beraksi di perkotaan seperti Jakarta dan Medan pada akhir tahun ke pola teror jejaring JAD dan MIT yang kerap melakukan serangan sporadis

(13)

Referensi

Dokumen terkait

Orangtua dengan pendapatan lebih tinggi akan mempunyai alokasi dana yang lebih untuk menyekolahkan anak, sehingga kesempatan anaknya untuk sekolah menjadi lebih

Agar semua masyarakat menerima anak berkebutuhan khusus, kegiatan di atas alhamdulilah masyarak, guru-guru dan orang tua yang mempunyai anak berkebutuhan khusus

Dengan paradigma baru pembangunan yang berorientasi pada prakarsa daerah dan pemberdayaan peran yang lebih dari sektor swasta dan masyarakat, maka dibutuhkan kesadaran dari

Kesimpulan sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang rendah tentang tablet Fe, sebagian besar responden tidak teratur mengkonsumsi tablet Fe, dan terdapat hubungan

Nilai difusivitas panas bahan merupakan salah satu sifat panasyangdibutuhkan untuk menduga laju perubahan suhu bahan sehingga dapat ditentukan waktu :Op'timum yang

Penilaian keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik dalam presentasi, kemampuan bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan atau mempertahankan

Dengan penyelesaian pembiayaan Non Performing Financing (NPF) menggunakan metode penjadualan kembali bank tidak diperbolehkan menambah jumlah tagihan pembiayaan yang