PEDOMAN
PENULISAN TUGAS AKHIR
SKRIPSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
(IAIN) TULUNGAGUNG
TAHUN 2016
BAB I
KETENTUAN UMUM A. Pengertian dan Ruang Lingkup Skripsi
1. Pengertian Skripsi
Skripsi adalah karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa dalam rangka menyelesaikan studi program Strata Satu (S1) berdasarkan hasil penelitian mandiri terhadap suatu masalah yang menarik, aktual, urgen dan signifikan yang dilakukan secara seksama dan terbimbing. Karya ilmiah tersebut berupa laporan penelitian, baik penelitian lapangan, penelitian pustaka, penelitian laboratorium, maupun penelitian pengembangan.
2. Ruang Lingkup Skripsi
Skripsi mahasiswa harus memuat beberapa aspek, yaitu: (1) aspek permasalahan, (2) aspek kajian pustaka, (3) aspek metodologi penelitian, dan (4) aspek hasil penelitian.
B. Ketentuan Pemrograman dan Pembimbing Skripsi
1. Persyaratan Akademik Pemrograman Skripsi
Setiap mahasiswa program S1 pada semua jurusan wajib menyusun skripsi untuk mengakhiri studinya. Skripsi dapat diprogram pada semester tertentu. Skripsi bisa diujikan manakala mahasiswa telah lulus seluruh mata kuliah dan telah lulus Ujian Komprehensif. Apabila pada semester tersebut penyusunan skripsi belum selesai, maka skripsi harus diprogram kembali pada semester berikutnya dengan memperhatikan batas akhir masa studinya.
Syarat akademik merupakan persyaratan yang berhubungan dengan tingkat pencapaian tertentu baik secara teknis maupun substantif yang berkaitan dengan penyusunan skripsi. Persyaratan akademik yang harus dipenuhi mahasiswa agar dapat memprogram skripsi adalah:
a. Telah memperoleh satuan kredit semester sekurang-kurangnya 120 SKS.
b. Telah lulus mata kuliah metodologi penelitian. 2. Persyaratan Administratif Pemrograman Skripsi
Persyaratan administratif yang harus dipenuhi oleh mahasiswa supaya bisa memprogram skripsi sebagai berikut:
a. Tercatat sebagai mahasiswa aktif IAIN Tulungagung b. Memprogram mata kuliah skripsi. Mahasiswa bisa
mengajukan tema/topik penelitian sebelum
memprogram skripsi kepada ketua jurusan/program studi (Lampiran 1). Kemudian mahasiswa menyusun proposal penelitian untuk diajukan dalam seminar proposal serta ditentukan pembimbingnya melalui SK Dekan. Setelah pembimbing ditetapkan serta seluruh persyaratan administrasi terpenuhi, mahasiswa memperoleh kartu/buku bimbingan dari jurusan (bisa juga didownload pada website fakultas).
3. Persyaratan Pembimbing Skripsi
a. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 46 tahun 2013 Dosen dapat yang menjadi pembimbing skripsi adalah dosen yang memenuhi persyaratan akademik dan relevansi bidang keilmuan dengan aturan teknis serendah-rendahnya memiliki jabatan akademik asisten ahli dengan kualifikasi pendidikan minimal adalah Magister (S2).
b. Jurusan/program studi yang jumlah dosen yang memenuhi syarat sebagai pembimbing skripsi kurang, maka jurusan/program studi yang bersangkutan diperbolehkan bekerja sama (sharing) dengan dosen dari luar jurusan/program studi yang relevan dengan judul skripsi mahasiswa.
Untuk dapat menyusun skripsi, proposal skripsi yang telah disusun mahasiswa harus sudah diseminarkan dan telah disetujui oleh dosen pembimbing serta penguji seminar proposal skripsi.
Dalam penyusunan skripsi, pendapat penyusun yang tertuang di dalam skripsi harus didukung oleh data dan fakta yang obyektif, baik berdasarkan penelitian lapangan maupun kepustakaan.
Naskah skripsi disusun dengan bahasa Indonesia atau bahasa asing (Arab atau Inggris). Skripsi disusun sesuai dengan bidang keilmuan yang ditekuni atau sesuai dengan program studi mahasiswa penyusun skripsi. Jumlah halaman skripsi minimal 70 halaman bagi yang menggunakan bahasa Indonesia, sedang yang menggunakan bahasa asing (Arab atau Inggris) minimal 50 halaman.
Skripsi harus diuji kebenarannya secara ilmiah dan harus dipertahankan di hadapan Tim Penguji. Skripsi dibuat minimal rangkap 4 (empat). Setelah dinyatakan lulus oleh Tim Penguji, direvisi sesuai hasil ujian, dijilid sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Setelah disahkan, diserahkan kepada pihak/lembaga yang bersangkutan.
D. Kode Etik Penyusunan Skripsi
Kode etik adalah seperangkat norma yang dapat dijadikan pedoman dalam penyusunan skripsi. Norma ini berkaitan dengan teknik pengutipan, perujukan, perizinan terhadap bahan yang digunakan dan penyebutan sumber data atau informasi.
Penyusun skripsi harus jujur, dengan menyebutkan rujukan terhadap bahan atau pikiran yang diambil dari sumber lain. Pemakaian bahan atau pikiran dari suatu sumber atau orang lain yang tidak disertai dengan rujukan dapat diidentikkan dengan plagiasi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa dalam penyusunan skripsi adalah sebagai berikut:
a. Apabila skripsi yang disusun mahasiswa ternyata tidak sesuai dengan proposal yang telah disetujui oleh dosen
pembimbing dan penguji seminar proposal, maka skripsi tersebut dianggap gugur dan tidak boleh diujikan.
b. Jika dalam menyusun skripsi ternyata terbukti data yang ditampilkan adalah fiktif dan/atau melakukan plagiasi, maka skripsi tersebut dinyatakan gugur meskipun telah melalui proses ujian skripsi.
c. Jika dalam rentang waktu 2 (dua) semester mahasiswa belum bisa menyelesaikan skripsi, maka mahasiswa tersebut harus mengulang proses penyusunan skripsi dari awal, kecuali jika ada pertimbangan khusus dari pembimbing yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pembimbing kepada ketua jurusan/program studi.
BAB II
MEKANISME PENYUSUNAN SKRIPSI A. Penyusunan dan Pengajuan Proposal Skripsi
1. Penyusunan Proposal
Penyusunan proposal skripsi adalah langkah awal dalam penyusunan skripsi. Akan tetapi sebelum penyusunan proposal skripsi dilakukan, terlebih dahulu dilakukan konsultasi tema/topik penelitian antara mahasiswa kepada ketua jurusan/program studi yang bersangkutan. Setelah tema/topik penelitian disetujui oleh ketua jurusan/program studi, maka penyusunan proposal skripsi bisa dilakukan.
Proposal skripsi adalah rencana penelitian yang berisi gambaran konkret dan jelas tentang arah, tujuan, serta hasil akhir yang akan dicapai dalam penelitian. Hal ini menjadi sebuah keharusan dikarenakan suatu penelitian akan dapat dikerjakan dengan baik jika dilandasai oleh desain penelitian yang sesuai dengan kaidah-kaidah penelitian.
Topik/tema penelitian yang telah mendapatkan
persetujuan dari ketua jurusan/program studi
dikembangkan menjadi proposal dan selanjutnya diajukan untuk mengikuti seminar proposal skripsi.
2. Pengajuan Proposal
Proses pengajuan proposal skripsi diatur sebagai berikut:
a. Proposal skripsi yang telah disusun diajukan kepada
Sekretaris Jurusan untuk ditentukan Dosen
Pembimbing/Penguji Seminar Proposal Skripsi serta
jadwal seminar proposal skripsinya dengan
melampirkan persetujuan judul penelitian dari Ketua Jurusan/Program Studi.
b. Sesudah ditentukan pembimbing/penguji serta waktu seminar proposal skripsinya, proposal diseminarkan dihadapan peserta dan penguji seminar proposal serta dibuktikan dengan pengisian daftar hadir serta berita
acara seminar proposal skripsi oleh pihak-pihak yang terkait.
B. Pembimbingan Skripsi
1. Penunjukan pembimbing skripsi dilakukan melalui Surat Keputusan (SK) Dekan Fakultas yang berlaku sampai penyusunan skripsi selesai.
2. Pembimbingan diawali dengan seminar proposal sampai akhir penyusunan skripsi.
3. Proses bimbingan skripsi dilaksanakan secara individual, terstruktur, terjadwal, dan terdokumentasi.
4. Proses bimbingan skripsi dilakukan secara berkala dan durasinya disesuaikan dengan keperluan bimbingan. 5. Bersama dosen pembimbing, mahasiswa menyusun jadwal
(time schedule) bimbingan yang konkret, sehingga masa penyelesaian penulisan dapat diperkirakan.
C. Teknik Seminar Proposal Skripsi
1. Seminar proposal dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
2. Seminar proposal dihadiri oleh:
a. Dosen Pembimbing, yang dalam seminar ini bertindak sebagai ketua Tim Penguji proposal skripsi sekaligus pembimbing.
b. Sejumlah mahasiswa, yang diberi kesempatan untuk mengemukakan komentar atau masukan kepada penyaji.
c. Mahasiswa yang berhak menyajikan proposal skripsi, adalah mahasiswa yang pernah mengikuti seminar proposal minimal 3 (tiga) kali, dengan menunjukkan bukti peserta seminar dari Tim Seminar.
3. Dalam seminar proposal skripsi, mahasiswa harus memaparkan proposal penelitiannya dan menjawab pertanyaan dosen penguji dan peserta seminar proposal. 4. Hasil seminar proposal skripsi dituangkan dalam berita
acara seminar proposal skripsi dan digunakan sebagai acuan revisi proposal skripsi.
5. Dosen penguji seminar akan memberikan penilaian kelayakan proposal mahasiswa. Jika proposal dinilai tidak layak, mahasiswa harus menyusun proposal baru. Jika proposal dianggap layak dan ada revisi, mahasiswa harus merevisi sesuai masukan yang didapat.
6. Jika dosen pembimbing/penguji seminar proposal keberatan terhadap judul dan masalahnya atau perubahan-perubahan dari hasil seminar, pembimbing diperbolehkan memberi jalan keluar atas masalah yang dimaksud.
7. Setelah dilakukan revisi atas catatan-catatan pada saat seminar proposal, maka proposal skripsi disahkan oleh pembimbing/penguji seminar proposal dan diserahkan kepada jurusan masing-masing untuk diarsipkan.
8. Sesudah menyerahkan revisi hasil seminar proposal, mahasiswa diberikan kartu/buku bimbingan skripsi (atau bisa didownload di website fakultas.
9. Mahasiswa bisa mengajukan surat ijin penelitian dengan menyerahkan berita acara serta hasil seminar proposal skripsi.
D. Permohonan Ijin Penelitian
Permohonan ijin penelitian ini berlaku terutama bagi mahasiswa yang akan mengadakan penelitian lapangan (instansi, lembaga, wilayah teritorial). Sedangkan bagi mahasiswa yang akan mengadakan penelitian Kepustakaan (library research) tidak merupakan keharusan. Permohonan ijin penelitian ini dilakukan jika pimpinan lembaga yang dijadikan objek penelitian sudah bersedia menjadi subyek/obyek/tempat penelitian. Permohonan ijin penelitian dilakukan dengan cara sebagai berikut:
1. Mengajukan surat ijin penelitian kepada subbag akademik, kemahasiswaan dan alumni fakultas dengan melampirkan berkas seminar proposal yang berisi daftar hadir seminar, berita acara ujian seminar proposal, serta catatan hasil seminar proposal.
2. Mahasiswa mengisi draft surat ijin penelitian yang sudah disediakan oleh Jurusan dan/atau di-upload di website
fakultas dan menyerahkan draft surat tersebut ke subbag akademik, kemahasiswaan dan alumni fakultas.
3. Surat ijin penelitian yang telah ditandatangani oleh Dekan Fakultas, kemudian diberikan nomor register oleh staf Subbag akademik, kemahasiswaan dan alumni fakultas dan diserahkan kepada mahasiswa yang bersangkutan.
E. Sistematika Proposal Skripsi
Usulan proposal penelitian skripsi memuat 3 bagian yaitu: Bagian Awal, Bagian Inti dan Bagian Akhir.
1. Bagian Awal
Bagian awal usulan penelitian ini meliputi: sampul/cover depan, halaman judul dan halaman persetujuan pembimbing.
a. Halaman Sampul/Cover Depan (lampiran 2)
Halaman sampul berisi: judul rencana penelitian, usulan proposal penelitian skripsi, nama dan nomor induk mahasiswa (NIM), lambang IAIN Tulungagung dan diikuti dengan nama lengkap, fakultas, jurusan dan waktu (bulan-tahun) usulan penelitian skripsi yang disahkan.
1) Judul Penelitian
Judul Penelitian harus dibuat singkat, jelas, mencakup semua hal yang berkaitan dengan penelitian dan tidak bermakna ganda.
2) Usulan Penelitian 3) Nama, NIM
Nama ditulis lengkap (tidak boleh disingkat dan digaris bawah) dan di bawahnya ditulis NIM (Nomor Induk Mahasiswa).
4) Lambang IAIN Tulungagung
Lambang IAIN Tulungagung berdimensi lebar dan tinggi adalah 1 : 1,25.
5) Program Studi/Jurusan, Fakultas, Institut, bulan dan tahun skripsi diusulkan
b. Halaman Judul (lampiran 3)
Halaman judul dibuat sama dengan
sampul/cover depan, hanya di bawah judul penelitian ditambahkan maksud usulan penelitian, yaitu untuk menyusun Skripsi, Program Studi/Jurusan, Fakultas, Institut Agama Islam Negeri Tulungagung, bulan dan tahun.
c. Halaman Persetujuan Pembimbing (lampiran 4) Halaman persetujuan meliputi:
1) Judul Persetujuan Pembimbing Skripsi 2) Judul Penelitian 3) Nama 4) NIM 5) Tanggal Persetujuan 6) Nama Pembimbing 2. Bagian Inti
Penelitian kualitatif terdiri dari 2 jenis yaitu: 1.a. Proposal Penelitian Kualitatif Lapangan
Bagian inti proposal penelitian kualitatif terdiri dari:
A. Pendahuluan
a. Latar belakang Masalah
Latar belakang masalah mengungkapkan
segala yang melatarbelakangi penulisan skripsi, sehingga dapat diketahui hal-hal yang melandasi munculnya penelitian. Latar belakang hendaknya disusun secara singkat dan mampu mencakup seluruh masalah yang akan diteliti. Masalah-masalah tersebut. bersumber dari pengalaman lapangan, deduksi dan atau induksi dari suatu teori, laporan penelitian, kebijakan pemerintah, dan lembaga atau organisasi. Adapun konteks penelitian
berisi tentang penjelasan mengenai
problematika yang akan diteliti dan atau alasan-alasan mengapa masalah yang dikemukakan dipandang menarik, penting dan perlu diteliti,
serta belum pernah dipecahkan oleh peneliti terdahulu, sehingga menunjukkan keorisinilan persoalan yang akan diteliti. Diperkuat dengan data /tabel/grafik numerik.
b. Fokus penelitian,
Perumusan masalah atau fokus penelitian harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, dan operasional yang sebaiknya dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Untuk rumusan fokus penelitian dalam penelitian kualitatif seharusnya menggunakan kata "bagaimana?" dan atau "mengapa?"
c. Tujuan penelitian,
Tujuan penelitian merupakan gambaran
tentang arah yang akan dituju dalam penelitian. Tujuan penelitian mengacu pada masalah-masalah yang telah dirumuskan sebelumnya. d. Identifikasi penelitian, dan Batasan Masalah
Bagian ini merupakan penjelasan tentang
kemungkinan-kemungkinan cakupan yang
dapat muncul dalam penelitian dengan melakukan identifikasi dan inventarisasi sebanyak-banyaknya kemungkinan yang dapat diduga sebagai masalah.
Kemudian dilakukan pembatasan ruang lingkup
permasalahan dalam rangka menetapkan
batas-batas masalah secara jelas sehingga mana saja yang masuk dan mana yang tidak masuk dalam masalah yang alcan diteliti. Ini berlaku untuk penelitian kuantitatif dan kualitatif. Sementara untuk penelitian kualitatit tidak perlu ada identifikasi dan batasan masalah.
e. Kegunaan Penelitian/ Manfaat penelitian
Pada bagian ini peneliti menjelaskan kontribusi
yang akan diberikan setelah selesai
berupa kegunaan secara ilmiah (kegunaan teoritis) dan kegunaan praktis seperti kegunaan bagi instansi dan masyarakat baik secara umum maupun khusus. Kegunaan penelitian ini berupa pernyataan yang riil, sesuai dengan kenyataan dan tidak mengada-ada.
f. Penegasan istilah:
1. Definisi konseptual yang bersumber dari kamus atau teori
2. Definisi operasional yang menurut peneliti
B. Kajian Pustaka (kajian singkat permasalahan secara teoritis serta hasil penelitian yang relevan) C. Metode Penelitian, berisi tentang: a) pendekatan
dan jenis/rancangan penelitian, b) lokasi penelitian, c) kehadiran peneliti, d) data dan sumber data, e) teknik pengumpulan data, f) teknik analisis data, g) pengecekan keabsahan temuan, h) tahap-tahap penelitian.
D. Sistematika penulisan skripsi. E. Daftar Pustaka
1.b. Proposal Penelitian Kepustakaan/Literer
Bagian inti dari proposal penelitian kepustakaan adalah sebagai berikut:
A. Pendahuluan, yang memuat: a) Latar belakang masalah,
Latar belakang masalah berisi argumentasi tentang mengapa penelitian dilakukan, disusun secara proporsional dan mampu mencakup seluruh masalah yang akan diteliti. Masalah- masalah tersebut bisa bersumber dari data lapangan, deduksi atau induksi dari suatu teori, laporan penelitian, kebijakan pemerintah, dan lembaga atau organisasi.
b) Permasalahan kajian (identifiksi, pembatasan dan perumusan masalah)
Rumusan masalah penelitian harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik, dan operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Untuk rumusan rumusan masalah dalam penelitian literer menggunakan kata "bagaimana?" dan atau "mengapa?". Rumusan masalah harus sesuai/singkron dengan kesimpulan di bab penutup
c) Tujuan kajian,
Tujuan penelitian merupakan gambaran
tentang arah yang akan dituju dalam
penelitian. Tujuan penelitian mengacu pada isi rumusan masalah penelitian. Rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan
d) Kegunaan kajian,
Pada bagian ini peneliti menjelaskan kontribusi
yang akan diberikan setelah selesai
penelitiannya. Kegunaan penelitian dapat berupa kegunaan secara ilmiah (kegunaan teoritis), yaitu kegunaan yang berkaitan dengan kontribusi keilmuan (mengembangkan,
menguatkan, atau menolak teori), dan
kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi instansi dan masyarakat, baik secara umum maupun khusus. Kegunaan penelitian ini berupa pernyataan yang riil sesuai dengan kenyataan dan tidak mengada-ada. Kegunaan penelitian harus sesuai dengan saran di bab penutup.
e) Penegasan istilah:
1. Definisi konseptual yang bersumber dari kamus atau teori
2. Definisi operasional yang menurut peneliti B. Kajian Pustaka yang memuat diantaranya: kajian
C. Metode penelitian, yang memuat antara lain: (a) pendekatan dan jenis penelitian, (b) sumber data (c) teknik dan instrumen pengumpulan data, (e) definisi opersional (jika diperlukan), dan (f) teknik analisis data.
D. Sistematika Pembahasan E. Daftar Pustaka
2. Proposal Penelitian Kuantitatif
Bagian ini dari proposal penelitian kuantitatif terdiri dari :
A. Pendahuluan, yang berisi: a) Latar belakang masalah, b) Identifikasi masalah c) Rumusan masalah, d) Tujuan penelitian, e) Kegunaan penelitian,
f) Ruang lingkup dan keterbatasan penelitian, g) Definisi operasional.
B. Landasan Teori, yang memuat: (a) kerangka teori yang didasarkan pada variabel-variabel penelitian dan (b) kajian penelitian yang relevan, (c) kerangka konseptual, dan (d) hipotesis penelitian (jika diperlukan).
C. Metode penelitian, memuat antara lain: (a) pendekatan dan jenis penelitian, (b) populasi, sampling dan sampel penelitian, (c) sumber data, variabel dan skala pengukurannya, (d) teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian serta (e) teknik analisis data.
D. Sistematika penulisan skripsi. E. Daftar Pustaka
3. Bagian Akhir
Bagian akhir meliputi: daftar rujukan dan rencana daftar isi skripsi serta lampiran.
Daftar Rujukan berisi keseluruhan literatur/ referensi beserta pengarangnya, yang dijadikan sebagai acuan dalam penelitian.
b) Rencana Daftar Isi Skripsi
Rencana daftar isi skripsi, berisi tentang keseluruhan rencana daftar isi skripsi.
c) Lampiran
Lampiran pada usulan penelitian bisa berupa pedoman wawancara/daftar pertanyaan, observasi, dokumentasi, angket, lembar tes, atau hal lain yang dianggap perlu.
3. Proposal Penelitian R&D
1) Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah berisi argumentasi tentang mengapa penelitian dilakukan, disusun secara singkat, jelas dan mampu mencakup seluruh masalah yang akan diteliti. Masalah-masalah tersebut dapat bersumber dari fakta lapangan, teori, laporan penelitian, kebijakan pemerintah, dan lembaga atau organisasi.
2) Perumusan Masalah
a) Identifikasi dan Pembatasan Masalah
Bagian ini merupakan penjelasan tentang aspek-aspek yang berpengaruh dalam penelitian baik secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi dan inventarisasi berbagai kemungkinan yang dapat dijadikan masalah. Kemudian dilakukan pembatasan masalah atau variabel penelitian secara jelas sehingga dapat ditentukan variabel independent/antecendent (yang mempengaruhi), transaction/moderator (perantara) dan dependent/outcome (yang dipengaruhi atau hasil). b) Rumusan Masalah
Rumusan masalah merupakan upaya untukmenyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Isi rumusan masalah adalah
pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah harus disusun secara jelas, singkat, spesifik dan operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.
3) Tujuan Penelitian dan Pengembangan
Tujuan penelitian dan pengembangan merupakan
gambaran tentang arah yang akan dituju dalam penelitian dan pengembangan. Tujuan penelitian dan pengembangan mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian dan
pengembangan. Rumusan tujuan penelitian dan
pengembangan dituangkan dalam bentuk kalimat
pernyataan.
4) Spesifikasi Produk yang Diharapkan
Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik produk yang diharapkan dari penelitian dan pengembangan. Karakteristik produk mencakup semua identitas penting yang dapat digunakan untuk membedakan satu produk dengan produk lainnya, produk yang dimaksud dapat berupa modul, kurikulum, paket pembelajaran, buku teks, alat evaluasi, model, atau produk lain yang dapat digunakan untuk memencahkan masalah dalam pendidikan, pembelajaran, pelatihan atau lainnya.
5) Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini peneliti menjelaskan kontribusi yang akan diberikan setelah selesai penelitiannya. Kegunaan penelitian dapat berupa kegunaan secara ilmiah (teoritis) dan kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi instansi dan masyarakat, baik secara umum maupun khusus. Kegunaan penelitian ini berupa pernyataan yang riil sesuai dengan kenyataan dan tidak mengada-ada.
6) Asumsi dan Keterbatasan Penelitian dan Pengembangan Asumsi dalam penelitian dan pengembangan merupakan landasan pijak untuk menentukan karakteristik produk yang dihasilkan dan pembenahan pemilihan model serta prosedur pengembangannya. Asumsi hendaknya diangkat
dari teori- teori yang teruji shahih, pandangan ahli atau data empiris yang relevan dengan masalah yang hendak dipecahkan dengan produk yang akan dikembangkan.
Keterbatasan penelitian dan pengembangan
mengungkapkan keterbatasan dari produk yang dihasilkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi khususnya untuk kontek masalah yang lebih luas.
7) Penegasan Istilah
Istilah-istilah yang perlu ditegaskan dalam bagian ini adalah istilah yang mengandung interpretasi beragam. Istilah yang digunakan dalam penelitian harus ditegaskan secara konseptual dan secara operasional. Istilah yang ditegaskan adalah istilah yang mengarah ke variabel penelitian, mendukung variabel, dan diakhiri dengan istilah secara keseluruhan pengertian judul yang dimaksudkan oleh peneliti. Penegasan istilah bukan penegasan kata, meskipun terkadang ada suatu istilah hanya terdiri dari satu kata, seperti istilah paradigma bukan pengertian dari kamus.
8) Landasan Teori dan Kerangka Berfikir
Landasan teori berisi teori-teori atau konsep-konsep dari pakar atau ahli yang relevan dengan rumusan masalah dan varibel penelitian. Kerangka berfikir merupakan pemetaan pemikiran yang didasari atas teori atau konsep yang divisualisasikan dalam bentuk kerangka konseptual.
9) Penelitian Terdahulu
Bahasan ini ditekankan pada penelusuran karya-karya dan penelitian dengan tema yang sama atau mirip pada masa-masa sebelumnya hingga saat penulisan proposal. Berdasarkan penjabaran tersebut, posisi penelitian yang akan dilakukan harus dijelaskan. Apakah penelitian terhadap persoalan yang sama sekali baru, atau mengulang penelitian yang lama dengan pendekatan yang
berbeda.Penelitian terdahulu minimal 5 (lima)
penelitian.Kutipan penelitian terdahulu ditulis dalam bentuk footnote. Aspek yang ditulis dalam penelitian terdahulu
meliputi; judul penelitian, rumusan masalah/pertanyaan penelitian, dan hasil penelitian.
10) Metode Penelitian dan Pengembangan a) Model penelitian dan pengembangan
Model penelitian dan pengembangan dapat berupa model prosedural, modal konseptual dan model teoritis. Model prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Model konseptual adalah model yang bersifat analitis yang memberikan komponen- komponen produk yang akan dikembangkan serta keterkaitan antar komponen. Model teoritis adalah model yang menunjukkan hubungan perubahan antar peristiwa. Dalam bagian ini perlu dikemukakan secara singkat struktur model yang digunakan sebagai dasar pengembangan produk. Apabila model yang digunakan merupakan adaptasi dari model yang sudah ada, maka pemilihannya perlu disertai dengan alasan, komponen- komponen yang disesuaikan serta kekuatan dan kelemahan model itu. Apabila model yang digunakan dikembangkan sendiri, maka informasi yang lengkap mengenai setiap komponen dan kaitan antar komponen dari model itu perlu dipaparkan.
b) Prosedur penelitian dan pengembangan
Prosedur penelitian dan pengembangan meliputi Uji coba produk, yaitu terdiri dari (a) Desain uji coba, (b)Subjek coba, (c) jenis data, (d) instrumen pengumpulan data, dan (e) teknik analisis data. Adapun masing-masing alurnya dapat dijelaskan sebagai berikut:
(1) Desain uji coba
Desain uji coba produk bisa menggunakan desain yang biasa digunakan dalam penelitian kualitatif, yaitu desain deskriptif atau eksperimental.
(2) Subjek Coba
Subjek coba produk bisa terdiri dari ahli di bidang isi produk, ahli di bidang perancangan produk dan atau sasaran pengguna produk.
(3) Jenis data
Paparan mengenai jenis data yang digunakan hendaknya dikaitkan dengan desain dan pemilihan subjek coba. Misalnya pengumpulan data mengenai kecermatan isi data dilakukan secara perseorangan dari ahli isi atau secara kelompok dalam bentuk seminar.
(4) Instrumen pengumpulan data
Bagian ini mengemukakan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Jika menggunakan instru-men yang sudah ada, maka perlu ada uraian mengenai karakteristik instrumen itu terutama mengenai keshahihan dan keterandalannya. Apabila instrumen yang digunakan dan dikembangkan sendiri, maka prosedur pengembangannya juga perlu dijelaskan.
(5) Teknik analisis data
Teknik yang digunakan dalam menganalisis data uji coba dikemukakan dalam bagian ini dan disertai alasannya.
11) Sistematika Pembahasan
Pada bagian ini peneliti menjelaskan urutan-urutan yang akan dibahas dalam penyusunan laporan penelitian. Sistematika diungkapkan dalam bentuk narasi singkat masing-masing bab. Sistematika pembahasan bisa juga berupa pengungkapan alur bahasan sehingga dapat diketahui logika penyusunan dan koherensi antara satu bagian dan bagian yang lain. Karena itu ditekankan pada "mengapa" sub bab tertentu ditulis dan bukan "apa" yang ditulis.
12) Kerangka Pembahasan (outline) Sementara
Pada bagian ini peneliti membuat rancangan daftar isi yang berfungsi sebagai kerangka acuan penulisan skripsi.
Daftar kepustakaan sementara berupa literatur yang akan digunakan sebagai referensi utama dalam penulisan skripsi
F. Ujian Proposal Skripsi
Prosedur ujian proposal skripsi yang harus diikuti adalah sebagai berikut:
1. Setelah naskah proposal skripsi siap untuk diujikan, dosen pembimbing menandatangani nota persetujuan yang menyatakan bahwa proposal skripsi yang disusun oleh mahasiswa yang dibimbingnya telah diperiksa dan dinyatakan layak untuk diujikan.
2. Dengan nota persetujuan dari dosen pembimbing, mahasiswa mendaftar ke masing-masing jurusan, untuk mengikuti ujian dengan melengkapi syarat-syarat sesuai peraturan yang berlaku.
3. Penguji proposal skripsi terdiri dari tim yang ditetapkan melalui Surat Tugas dari Dekan Fakultas serta Surat Keputusan (SK) Rektor IAIN Tulungagung.
4. Tim penguji proposal skripsi sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua/ Penguji, dan Sekretaris/penguji.
5. Tim penguji proposal skripsi secara bersama-sama menguji seorang mahasiswa.
6. Durasi ujian dilaksanakan kurang lebih selama 1 jam dengan perincian sebagai berikut:
a. Pemaparan garis besar isi skripsi oleh mahasiswa selama 10 s.d. 15 menit.
b. Pertanyaan untuk setiap penguji serta jawabannya 15 s.d. 30 menit.
c. Lain-lain (pembukaan serta penutupan sidang) 5 s.d. 15 menit.
7. Keputusan hasil ujian proposal skripsi ditentukan oleh tim penguji dengan memutuskan apakah proposal tersebut layak untuk dilanjutkan menjadi skripsi
8. Revisi naskah proposal skripsi yang telah diuji dilakukan paling lambat 2 minggu setelah ujian dilaksanakan atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing fakultas.
BAB III
MODEL PENULISAN LAPORAN Penelitian Kualitatif
1.a. Model Penulisan Laporan Penelitian Kualitatif
Pendekatan kualitatif cenderung menggunakan analisa induktif, dimana proses penelitian dan pemberian makna terhadap data dan informasi lebih ditonjolkan, dengan ciri utama pendekatan ini adalah bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta naturalistic. Sedang pendekatan deduktif dari sebuah teori hanya akan digunakan sebagai pembanding dari hasil penelitian yang diperoleh. Hal ini dimaksudkan untuk mengungkap fenomena secara holistik-kontekstual melalui pengumpulan data yang bersifat deskriptif untuk menghasilkan suatu teori substantif. Sedangkan proses makna (verstehend) menggunakan pendekatan interaksi-simbolik atau menggunakan perspektif subyek (subject perspective).
Adapun sistematika penyusunan laporan model penelitian kualitatif dapat dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:
Bagian awal, terdiri dari: halaman sampul depan, halaman judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan, moto,, persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar, daftar lampiran, transliterasi dan abstrak.
Bagian utama (inti), terdiri dari:
Bab I pendahuluan, terdiri dari: (a) konteks penelitian/ latar belakang masalah, (b) fokus penelitian/rumusan masalah, (c) tujuan penelitian, (d) batasan masalah (bila perlu), (e) kegunaan/manfaat hasil penelitian, (f) definisi istilah, (g) sistematika penulisan skripsi.
Bab II kajian pustaka, terdiri dari: (a) kajian fokus pertama, (b) kajian fokus kedua dan seterusnya, (c) hasil penelitian terdahulu, (d) kerangka berpikir teoritis/paradigma (jika perlu).
Bab III metode penelitian, terdiri dari: (a) pendekatan dan jenis penelitian, (b) lokasi penelitian, (c) kehadiran peneliti, (d) data dan sumber data, (e) teknik pengumpulan data, (f) teknik analisis data, (g) pengecekan keabsahan temuan, dan (h) tahap-tahap penelitian.
Bab IV Hasil penelitian, terdiri dari: (a) paparan data, (b) temuan penelitian, (c) pembahasan temuan penelitian.
Bab V Pembahasan
Bab VI penutup, terdiri dari: (a) kesimpulan, (b) implikasi penelitian (jika perlu), dan (c) saran/rekomendasi
Bagian akhir, terdiri dari: (a) daftar rujukan, (b) lampiran-lampiran, (c) surat pernyataan keaslian tulisan, (d) daftar riwayat hidup.
A. Bagian Awal
Bagian awal, terdiri dari: halaman sampul depan, halaman judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan, moto, persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar lampiran, transliterasi dan abstrak. Isi masing-masing halaman pada bagian awal tersebut adalah sebagai berikut: 1. Halaman sampul depan (lampiran 5)
Halaman ini berisi tentang: judul skripsi, tulisan skripsi, lambang IAIN Tulungagung, nama penyusun, NIM, nama instansi, dan tahun penyelesaian skripsi.
a. Judul skripsi sama
b. Tulisan skripsi menggunakan huruf besar dan tebal. c. Lambang IAIN Tulungagung.
d. Nama mahasiswa yang menulis skripsi ditulis lengkap (tidak boleh memakai singkatan) dan tanpa derajat kesarjanaan. Nomor induk mahasiswa dicantumkan di bawah nama.
e. Nama jurusan/program studi, Fakultas, dan Institut f. Tahun penyelesaian skripsi ialah tahun ujian skripsi
terakhir dan ditempatkan di bawah tulisan Institut. 2. Halaman Sampul Dalam (lampiran 6
Halaman ini memuat: judul skripsi, tulisan skripsi, maksud pengajuan skripsi, lambang IAIN Tulungagung, nama dan NIM, dan tahun penyelesaian skripsi.
a. Judul skripsi sama dengan halaman depan b. Tulisan skripsi
c. Maksud pengajuan skripsi adalah untuk memenuhi sebagian syarat guna memperoleh Gelar Sarjana Strata satu sesuai program studi masing-masing.
d. Lambang IAIN Tulungagung
e. Nama dan Nomor Induk mahasiswa.
f. Nama jurusan/program studi, Fakultas, dan Institut g. Tahun penyelesaian skripsi
3. Halaman Persetujuan Pembimbing (Lampiran 7)
Pada halaman ini memuat tanda tangan
persetujuan kelayakan untuk diujikan dari pembimbing dan diketahui oleh Ketua Jurusan.
4. Halaman Pengesahan Skripsi (Lampiran 8)
Merupakan halaman yang memuat tanda tangan para penguji skripsi dan mengetahui Dekan Fakultas. Tanda tangan tersebut diperoleh setelah mahasiswa melalui proses ujian munaqasyah/skripsi serta telah melakukan revisi.
5. Halaman Kata Pengantar (Lampiran 9)
Kata Pengantar mengandung uraian singkat
tentang maksud skripsi, penjelasan tentang
hambatan/kekurangan, dan ucapan terima kasih kepada Rektor IAIN Tulungagung, Dekan Fakultas, Ketua Jurusan/ Program Studi, Pembimbing, pimpinan lembaga lokasi penelitian dan atau kepada semua pihak yang ikut membantu menyelesaikan skripsi tersebut.
6. Halaman Daftar Isi (Lampiran 10)
Memuat gambaran secara menyeluruh tentang isi dan sebagai petunjuk bagi pembaca yang ingin langsung melihat suatu bab atau sub bab disertai dengan nomor halaman.
7. Halaman Daftar Tabel (Lampiran 11)
Judul tabel ditulis dengan huruf kapital. Daftar tabel berisi daftar urutan judul tabel beserta nomor halamannya, 8. Halaman Daftar Gambar
Berisi uraian judul gambar dan nomor halamannya. 9. Halaman Daftar Lampiran
Isinya ialah urutan judul lampiran dan nomor halamannya.
Pedoman yang diikuti untuk penulisan dari huruf Arab ke huruf latin.
11. Halaman Abstrak (Lampiran 13)
Abstrak Skripsi ditulis dalam 3 (tiga) bahasa, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Isinya memuat judul, nama peneliti, rasional, tujuan, metode penelitian, hasil penelitian (simpulan) dan kata kunci (keywords) maksimum 5 kata. Oleh karena itu abstrak hanya terdiri dari beberapa alinea saja dan panjangnya tidak lebih dari 1 halaman, dengan spasi tunggal dan maksimal terdiri dari 400 kata.
B. Bagian Utama
Pada bagian utama atau inti ini memuat uraian sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan, terdiri dari: a) Latar belakang masalah, b) Fokus penelitian,
c) Tujuan penelitian,
d) Batasan masalah (bila perlu), e) Kegunaan/manfaat hasil penelitian, f) Penegasan istilah,
g) Sistematika penulisan skripsi.
Bab II kajian pustaka, terdiri dari: (a) kajian fokus pertama, (b) kajian fokus kedua dan seterusnya, (c) hasil penelitian terdahulu, (d) kerangka berpikir teoritis/paradigma (jika perlu).
Bab III metode penelitian, terdiri dari: (a) pendekatan dan jenis penelitian, (b) lokasi penelitian, (c) kehadiran peneliti, (d) data dan sumber data, (e) teknik pengumpulan data, (f) teknik analisis data, (g) pengecekan keabsahan temuan, dan (h) tahap-tahap penelitian.
Bab IV Hasil penelitian, terdiri dari: (a) paparan data, (b) temuan penelitian, (c) analisa data.
Bab V Pembahasan berisi tentang kroscek antara teori dan temuan penelitian
Bab VI penutup, terdiri dari: (a) kesimpulan, (b) implikasi penelitian (jika perlu), dan (c) saran/rekomendasi
Uraian lebih lanjut, dapat dicermati pada penjelasan berikut ini.
1. Bab I Pendahuluan
Dalam bab pendahuluan ini di dalamnya berisi uraian mengenai (a) konteks penelitian/ latar belakang masalah, (b) fokus penelitian/rumusan masalah, (c) tujuan penelitian, (d) batasan masalah (bila perlu), (e) kegunaan/manfaat hasil penelitian, (f) definisi istilah, (g) sistematika penulisan skripsi.
a. Latar Belakang Masalah, berisi tentang penjelasan mengenai problematika persoalan yang akan diteliti dan
atau alasan-alasan mengapa masalah yang
dikemukakan dipandang menarik, penting dan perlu diteliti, serta belum pernah dipecahkan oleh peneliti terdahulu, sehingga menunjukkan keorisinilan persoalan yang akan diteliti.
b. Fokus Penelitian, berisi tentang rincian pernyataan-pernyataan tentang cakupan atau topik-topik inti yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini. Fokus penelitian atau rumusan masalah bisa berupa pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan masalah yang nantinya akan dicari dan dijawab dalam penelitian. Pertanyaan dan pernyataan masalah diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan.
c. Tujuan Penelitian, merupakan hasil atau harapan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, sesuai dengan fokus penelitian atau rumusan masalah.
d. Pembatasan Masalah, merupakan hal-hal yang membatasi sebuah penelitian. Jika tidak diberi batasan maka penelitian menjadi tidak jelas dan bisa kemana-mana nantinya. Batasan masalah ada untuk membatasi bahasan penelitian agar lebih terarah dan fokus. Bagian dari pembatasan masalah adalah batasan tempat, batasan waktu, serta objek penelitian.
e. Kegunaan/manfaat Penelitian, berisi tentang manfaat pentingnya penelitian, terutama untuk pengembangan ilmu atau pelaksanaan pengembangan dalam arti luas. f. Definisi Istilah, berisi tentang istilah-istilah yang belum
dan tidak dapat dipahami oleh pembaca terkait dengan judul yang diketengahkan. Istilah-istilah ini ditegaskan
atau dijelaskan dalam rangka menghindari
kesalahpahaman baik dari penguji maupun pembaca pada umumnya.
g. Sistematika Penulisan skripsi, berisi tentang urutan-urutan yang sistematis terkait dengan pembahasan yang ada dalam suatu karya ilmiah (skripsi). Sistematika pembahasan ini ditujukan untuk mempermudah dan memberikan alur kajian atau pembahasan yang harus dilakukan oleh peneliti.
2. Bab II Kajian Pustaka
Pada bab ini memuat uraian tentang tinjauan pustaka atau buku-buku teks yang berisi teori-teori besar (grand theory) dan teori-teori yang dihasilkan dari penelitian terdahulu. Dalam penelitian kualitatif ini keberadaan teori baik yang dirujuk dari pustaka atau hasil penelitian terdahulu digunakan sebagai penjelasan atau bahan pembahasan hasil penelitian dari lapangan. Dengan kata lain, dalam penelitian kualitatif ini, peneliti berangkat dari data lapangan dan menggunakan teori sebagai penjelasan dan berakhir pada konstruksi teori baru yang dikemukakan oleh peneliti setelah menganalisis dan menyimpulkan hasil penelitian.
3. Bab III Metode Penelitian
Pada bab ini di dalamnya berisi tentang: (a) pendekatan dan jenis penelitian, (b) lokasi penelitian, (c) kehadiran peneliti, (d) data dan sumber data, (e) teknik pengumpulan data, (f) teknik analisis data, (g) pengecekan keabsahan temuan, dan (h) tahap-tahap penelitian.
a. Pendekatan dan jenis penelitian, menjelaskan tentang alasan mengapa penelitian model kualitatif atau
pendekatan kualitatif ini digunakan. Pada sub bab ini juga menjelaskan tentang bagaimana orientasi teoritisnya yakni landasan berpikir untuk memahami makna suatu gejala seperti fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnomenologis atau kritik seni hermeneutik. Peneliti harus mengemukakan jenis penelitian apa yang digunakan dan model kualitatif ini, apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologi, partisipatoris, atau penelitian tindakan.
b. Lokasi penelitian, menjelaskan tentang identifikasi karakteristik, alasan memilih lokasi, bagaimana peneliti memasuki wilayah lokasi tersebut. Hendaknya lokasi diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik, struktur organsiasi, program dan suasana sehari-hari. Dengan kata lain bagaimanakah situasi, kondisi dan domisili, keadaan lokasi penelitian tersebut.
c. Kehadiran peneliti, menjelaskan tentang kehadiran peneliti di lapangan dalam penelitian kualitatif mutlak dilakukan atau diperlukan. Kehadiran peneliti harus dilukiskan secara eksplisit dalam laporan penelitian. Dalam hal ini perlu juga dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subyek atau informan. Oleh karena itu, fungsi peneliti sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen.
d. Data dan Sumber data, menjelaskan tentang dari mana dan dari siapa data diperoleh, data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana ciri-ciri informan atau subyek tersebut, dan dengan cara bagaimana data dijaring sehingga validitasnya dapat dijamin. Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus dipakai dengan
penuh kehati-hatian, Karena tujuan pengambilan sampel
adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak
mungkin, bukan untuk melakukan rampatan
(generalisasi). Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subyek (informan) dan waktu. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampel, snowballing, tidak ada yang memakai random sampling.
e. Teknik pengumpulan data, mengemukakan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi data, fidelitas dan struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana penyajian bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Sedangkan dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan pula waktu yang diperluas dalam pengumpulan data.
f. Teknik analisis data, menguraikan tentang proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintetis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis kawasan, analisis taksonomi, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan bahan-bahan statistik, logika, etika atau estetika
g. Pengecekan Keabsahan Temuan; memuat uraian-uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuan. Agar diperoleh data dan interpretasi yang absah dari temuan penelitian, maka perlu diteliti
kredibilitasnya dengan menggunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, trianggulasi (menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan dengan sejawat, analisis kasus dilakukan pengecekan dapat tidaknya ditransfer ke latar lain (transferability), ketergantungan pada konteksnya (dependability) dan dapat tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability).
h. Tahap-tahap penelitian, menggunakan proses waktu pelaksanaan penelitian, mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desains, pelaksanaan penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan. 4. Bab IV Hasil Penelitian
Pada bab ini berisi uraian tentang paparan data yang disajikan dengan topik sesuai dalam pertanyaan-pertanyaan atau pernyataan-pernyataan penelitian dan hasil analisis data. Paparan data tersebut diperoleh melalui pengamatan (apa yang terjadi di lapangan), dan atau hasil wawancara (apa yang dikatakan oleh informan), serta deskripsi informasi lainnya yang dikumpulkan oleh peneliti melalui prosedur pengumpulan data sebagaimana tersebut di atas. Hasil analisis data yang merupakan temuan penelitian disajikan dalam bentuk pola, tema, kecenderungan, dan motif yang muncul dari data. Di samping itu, temuan bisa berupa penyajian kategori, sistem klasifikasi, identifikasi dan tipologi.
Pada bagian pembahasan hasil penelitian, memuat analisis peneliti, keterkaitan antara pola-pola, kategori-kategori dan dimensi-dimensi, posisi temuan atau teori yang ditemukan terhadap teori-teori temuan sebelumnya, serta interpretasi dan penjelasan dari temuan teori yang diungkap dari lapangan (grounded theory). Analisis data berisi kesimpulan sementara dari temuan penelitian
5. Bab V Pembahasan,
Pada bagian pembahasan,
memuat keterkaitan antara pola- pola,
kategori-kategori dan dimensi-dimensi, posisi temuan atau teori
yang
ditemukan
terhadap
teori-teori
temuan
sebelumnya, serta intepretasi dan penjelasan dari
temuan teori yang diungkap dari lapangan (
groundedtheory).
Untuk skripsi perlu dilengkapi dengan
implikasi-implikasi dari temuan penelitian
6. Bab VI PenutupBab ini terdiri dari: (a) kesimpulan, (b) implikasi penelitian (jika perlu), dan (c) saran/rekomendasi. Pada kesimpulan, uraian yang dijelaskan dalam model penelitian kualitatif adalah temuan pokok atau simpulan harus mencerminkan “makna” dari temuan-temuan tersebut sesuai dengan rumusan masalah.
Implikasi penelitian berfungsi membandingkan antara hasil penelitian yang lalu dengan hasil penelitian yang baru dilakukan. Implikasi hasil penelitian bisa berupa implikasi teoritis, implikasi manajerial/praktis, serta implikasi metodologis.
Sedangkan pada saran/rekomendasi dibuat
berdasarkan hasil temuan dan pertimbangan penulis, ditujukan kepada para pengelola obyek/subyek penelitian atau kepada peneliti dalam bidang sejenis, yang ingin melanjutkan atau mengembangkan penelitian yang sudah diselesaikan. Saran merupakan suatu implikasi dari hasil penelitian.
C. Bagian Akhir
Pada bagian ini memuat uraian tentang daftar rujukan, lampiran-lampiran, surat pernyataan keaslian tulisan dan daftar riwayat hidup.
1. Daftar Rujukan
Bahan rujukan yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan rujukan yang hanya dipakai sebagai bahan bacaan tetapi tidak
dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan rujukan yang disebutkan dalam penelitian, harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Istilah daftar pustaka digunakan untuk menyebut daftar yang berisi bahan-bahan pustaka yang dipakai oleh penulis, baik yang dirujuk maupun yang tidak dirujuk dalam teks. Untuk skripsi, tesis, artikel, daftar pustaka yang ditulis hanya yang dirujuk dalam teks.
2. Lampiran-lampiran
Lampiran-lampiran hendaknya berisi keterangan-keterangan yang dipandang penting untuk penulisan laporan penelitian, misalnya instrumen penelitian, data mentah hasil penelitian, surat ijin dan tanda bukti telah melaksanakan pengumpulan dan penelitian, dan lampiran lain yang dianggap perlu. Untuk mempermudah pemanfaatannya, setiap lampiran harus diberi nomor urut lampiran dengan menggunakan angka Arab.
3. Surat pernyataan keaslian tulisan/skripsi
Pernyataan keaslian tulisan ini berisi pernyataan bahwa skripsi yang akan diujikan tidak didasarkan data fiktif dan/atau penjiplakan/plagiasi atau autoplagiasi, baik sebagian maupun keseluruhan.
Selain itu, surat pernyataan ini juga berisi kesanggupan mahasiswa menerima sanksi akademik jika terbukti bahwa hasil penelitian yang telah diujikan tersebut ternyata terbukti terdapat sebagaian atau keseluruhan data yang fiktif dan/atau penjiplakan/plagiasi atau autoplagiasi.
Pernyataan ini ditandatangani di atas materai yang cukup oleh mahasiswa.
4. Daftar riwayat hidup
Daftar riwayat hidup hendaknya disajikan secara naratif. Hal-hal yang dimuat dalam riwayat hidup antara lain: nama lengkap peneliti, tempat tanggal lahir, riwayat penelitian, pengalaman berorganisasi yang relevan (bila
perlu) dan informasi prestasi yang pernah diraih selama masa belajar di bangku sekolah atau perguruan tinggi.
1.b. Model Penulisan Laporan Penelitian Kepustakaan
Penelitian kepustakaan ini biasa disebut dengan kajian kepustakaan atau kajian literatur. Kajian pustaka adalah telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka dan hasil-hasil penelitian yang terkait dengan topik (masalah) kajian.
Telaah pustaka ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru atau untuk keperluan baru. Dalam hal ini bahan-bahan pustaka dan hasil-hasil penelitian diperlakukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru dan teori baru dengan mengedepankan pendekatan deduktif dari pengetahuan yang telah ada, sehingga dapat dikembangkan kerangka teori baru sebagai dasar pemecahan masalah. Kajian pustaka ini memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi tentang obyek atau materi kajian dan kesimpulan disertai dengan penjelasan, ulasan dan alasan sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan. Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang dikaji, maka diperlukan kajian secara kritis, tajam dan mendalam.
Adapun sistematika skripsi hasil kajian kepustakaan, dibagi menjadi tiga bagian utama sebagai berikut:
A. Bagian Awal
Dalam penulisan penelitian kepustakaan, unsur-unsur yang harus ada sama dengan isi bagian awal pada model penelitian lain (lihat model kualitatif).
B. Bagian Utama
Pada bagian inti ini memuat uraian tentang hal-hal sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan. Dalam bab pendahuluan ini berisi uraian mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, kajian penelitian, tinjauan pustaka, metode penelitian yang
terdiri dari: a. Data dan sumber data, b. Metode dan instrumen pengumpulan data, c. Analisa data yang antara lain terdiri dari: (1). Pencacahan atau pengidentifikasian, (2). Pengolahan data, dan (3). Penafsiran (hermenuetik), (4). Pendekatan yang dipakai dalam kajian, dan sistematika skripsi.
Bab II Pembahasan gagasan pokok. Pada bab ini memuat penjabaran dari gagasan pokok serta sub bab berdasarkan keperluan, misalnya berdasarkan makna atau segi lainnya.
Bab III dan seterusnya disesuaikan dengan substansi masalah kajian.
Bab IV Hasil Penelitian. Pada bab ini terdiri dari: a) hasil penelitian (yang berisi deskripsi data) dan b) pembahasan hasil penelitian.
Bab V Analisis. Pada bab ini penulis menganalisis dari data yang ada kemudian melakukan justifikasi/pembenaran, penolakan terhadap teori atau menemukan teori baru.
Bab VI Penutup. Pada bab ini memuat temuan penelitian yang menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan pada bab awal.
C. Bagian Akhir
Pada bagian ini memuat uraian tentang daftar rujukan, lampiran-lampiran (jika ada), surat pernyataan keaslian tulisan dan daftar riwayat hidup sebagaimana bagian akhir dalam penulisan laporan penelitian kualitatif dan kuantitatif.
BAB IV
MODEL PENULISAN LAPORAN PENELITIAN KUANTITATIF
Penelitian kuantitatif adalah suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan
beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk
memperoleh pembenaran (verifikasi) atau penolakan dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan. Atau dengan kata lain dalam penelitian kuantitatif peneliti berangkat dari paradigma teoritk menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan.
Pada umumnya hal-hal yang disajikan dalam skripsi model penelitian kuantitatif bersifat substantif, kompleks dan mendasar, mulai dari isi kajian dengan menggunakan berbagai paradigma teoritik, sampai pada hal-hal yang bersifat teknis-operasional. Karena begitu kompleksnya materi yang akan disajikan, maka sistematika penyusunan laporan penelitian kuantitatif perlu diatur, agar para pembaca laporan penelitian dapat dengan mudah menemukan setiap bagian yang dicari dan dapat dipahami dengan tepat.
Adapun sistematika penyusunan laporan model penelitian kuantitatif dapat dibagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:
Bagian awal, terdiri dari: halaman sampul depan, halaman judul, halaman persetujuan, halaman pengesahan, motto, persembahan, kata pengantar, daftar isi, daftar gambar, daftar lampiran, transliterasi dan abstrak.
Bagian utama (inti) dari, terdiri dari:
Bab I Pendahuluan, terdiri dari: (a) latar belakang masalah, (b) identifikasi masalah (c) rumusan masalah, (d) tujuan penelitian, (e) kegunaan penelitian, (f) ruang lingkup dan keterbatasan penelitian, (g) penegasan istilah, (h) sistematika skripsi.
Bab II Landasan Teori, terdiri dari: (a) teori yang membahas variabel/sub variabel pertama, (b) teori yang membahas variabel/sub variabel kedua, (c) dan seterusnya [jika
ada], (d) kajian penelitian terdahulu, (e) kerangka konseptual, dan (f) hipotesis penelitian (jika diperlukan).
Bab III Metode Penelitian, terdiri dari: (a) berisi pendekatan dan jenis penelitian; (b) populasi, sampling dan sampel penelitian, (c) sumber data, variabel dan skala pengukurannya, (d) teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian , (e) analisis data
Bab IV Hasil Penelitian, terdiri dari: (a) hasil penelitian (yang berisi deskripsi data dan pengujian hipotesis)
Bab V Pembahasan hasil penelitian, yang berisikan pembahasan data penelitian dan hasil analisis data
Bab VI Penutup, terdiri dari: (a) kesimpulan dan (b) saran Bagian akhir, terdiri dari: (a) daftar rujukan, (b) lampiran-lampiran, (c) surat pernyataan keaslian skripsi, (d) daftar riwayat hidup.
A. Bagian Awal
Bagian awal telah dijelaskan pada model penulisan penelitian kualitatif.
B. Bagian Utama
Bagian utama (inti) skripsi terdiri dari beberapa bagian seperti dijelaskan berikut ini.
Bab I Pendahuluan, terdiri dari: (a) latar belakang masalah, (b) Identifikasi masalah, (c) rumusan masalah, (d) tujuan penelitian, (e) kegunaan penelitian, (f) ruang lingkup dan keterbatasan penelitian, (g) penegasan istilah, (h) sistematika skripsi.
Bab II Landasan Teori, terdiri dari: (a) teori yang membahas variabel/sub variabel pertama, (b) teori yang membahas variabel/sub variabel kedua, (c) dan seterusnya [jika ada], (d) kajian penelitian terdahulu, (e) kerangka konseptual, dan (f) hipotesis penelitian (jika diperlukan).
Bab III Metode Penelitian, terdiri dari: (a) berisi pendekatan dan jenis penelitian; (b) populasi, sampling dan sampel penelitian, (c) sumber data, variabel dan skala pengukurannya, (d) teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian.
Bab IV Hasil Penelitian, terdiri dari: (a) hasil penelitian (yang berisi deskripsi data dan pengujian hipotesis) serta (b) temuan penelitian.
Bab V Pembahasan hasil Penelitian
Bab VI Penutup, terdiri dari: (a) kesimpulan dan (b) saran
Bagian akhir, terdiri dari: (a) daftar rujukan, (b) lampiran-lampiran, (c) surat pernyataan keaslian skripsi, (d) daftar riwayat hidup.
Uraian lebih lanjut, dapat dicermati pada penjelasan berikut ini.
1. Bab I Pendahuluan
1) Latar Belakang Masalah, di dalamnya mengemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoritik ataupun kesenjangan praktis yang melatar belakangi masalah yang akan diteliti. Pada latar belakang ini pula dipaparkan secara ringkas teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman-pengalaman pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang akan diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti memiliki landasan berpijak yang kuat dan kokoh.
2) Identifikasi masalah: Bagian ini merupakan penjelasan tentang kemungkinan- kemungkinan cakupan yang dapat muncul dalam penelitian dengan melakukan identifikasi dan inventarisasi sebanyak- banyaknya kemungkinan yang dapat diduga sebagai masalah.
3) Rumusan Masalah, merupakan upaya untuk
menyelesaikan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Pernyataan dalam rumusan masalah merupakan uraian kalimat yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan variabel-variabel penelitian dan hendaknya dapat diuji secara empiris artinya memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab rumusan tersebut di lapang. Contoh rumusan masalah:
1) Adakah korelasi antara pembinaan anggota terhadap partisipasi anggota koperasi suka maju?
2) Adakah pengaruh tipe kepemimpinan Kyai terhadap kinerja karyawan Koppontren al Huda?
3) Apakah keefektifan perencanaan mutu sekolah berhubungan dengan kapasitas pengorganisasian personil?
4) Apakah program sertifikasi guru berhubungan dengan peningkatan profesionalisme guru?
4) Tujuan penelitian, mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi rumusan tujuan penelitian mengacu pada rumusan masalah. Perbedaannya dengan rumusan masalah, rumusan masalah disusun dalam bentuk kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian disusun dalam bentuk kalimat pernyataan. Contoh tujuan penelitian:
1) Untuk menganalisis korelasi antara pembinaan anggota terhadap partisipasi anggota koperasi suka maju.
2) Untuk menganalisis pengaruh tipe kepemimpinan Kyai terhadap kinerja karyawan Koppontren al Huda.
3) Untuk menguji hubungan keefektifan perencanaan mutu sekolah dengan kapasitas pengorganisasian personil.
4) Untuk menguji hubungan program sertifikasi guru dengan peningkatan profesionalisme guru.
5) Kegunaan penelitian, diorientasikan terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam sub bab kegunaan penelitian berisi manfaat-manfaat masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.
6) Ruang lingkup dan keterbatasan penelitian. Ruang lingkup penelitian menjelaskan tentang variabel-variabel dan sub variabel apa saja yang akan dikaji dan diteliti
beserta indikator-indikatornya, sehingga pembaca dengan mudah dapat mengetahui seberapa luas cakupan atau ruang lingkup pembahasan dalam penelitian tersebut. Pada bagian ini juga dipaparkan secara ringkas populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Keterbatasan penelitian menunjuk suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian, dan biasanya memuat dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena beberapa alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik. Kedua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari lokasi penelitian seperti adat, tradisi, etika atau hal-hal yang tidak memungkinkan peneliti menjangkaunya atau memasukinya untuk mengumpulkan data. Namun demikian keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam skripsi. Adanya keterbatasan penelitian untuk keperluan para pembaca dalam menyikapi temuan penelitian sesuai dengan keadaan yang ada.
7) Penegasan Istilah yng berisikan: a) Definisi konseptual merupakan definisi yang bersumber dari kamus atau bahan kajian literatur yang relevan dengan penelitian b) definisi operasional merupakan definisi variabel secara operasional, secara praktik, secara riil, secara nyata dalam lingkup obyek penelitian/obyek yang diteliti. 8) Sistematika pembahasan skripsi.
2. Bab II Landasan Teori
a. Kerangka teori yang membahas variabel/sub variabel pertama,
b. Kerangka teori yang membahas variabel/sub variabel kedua, dan seterusnya (jika ada).
c. Kajian penelitian terdahulu.
Kerangka teori dan kajian penelitian terdahulu diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih
baik jika kajian teoritis dan telaah terhadap
temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber
kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya
bersumber pada temuan penelitian. Sumber
kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua prinsip yakni (1) prinsip kemutakhiran dan (2) prinsip relevansi.
d. Kerangka berfikir penelitian, dipaparkan berdasar rumusan masalah serta landasan teori dan tinjauan penelitian terdahulu. Misalnya suatu penelitian dengan judul: Pegaruh Biaya Operasional, Inflasi dan Produk Domestik Bruto terhadap pembiayaan musyarakah di Bank Syariah Mandiri Periode 2008-2015. Variabel penelitiannya: biaya operasional (X1), inflasi (X2), PDB (X3), dan Pembiayaan Musyarakah (Y). Rumusan masalahnya: (1) apakah biaya operasional berpengaruh terhadap pembiayaan musyarakah?; (2) apakah inflasi berpengaruh terhadap pembiayaan musyarakah?; (3) apakah PDB berpengaruh pembiayaan musyarakah?. Berikut dikemukakan kerangka berfikir penelitian dengan judul penelitian di atas.
Biaya operasional (X1) Inflasi (X2) Pembiayaan Musyarakah PDB (X3)
Pola pengaruh dalam kerangka berfikir penelitian di atas dapat dijelaskan sebagai berikut (misalnya): pengaruh biaya operasional terhadap pembiayaan musyarakah dikembangkan dari landasan teori dan tinjauan penelitian terdahulu (sebutkan), pengaruh inflasi terhadap pembiayaan musyarakah dikembangkan dari landasan teori dan tinjauan penelitian terdahulu (sebutkan) dan pengaruh PDB terhadap pembiayaan musyarakah dikembangkan dari landasan teori dan tinjauan penelitian terdahulu (sebutkan).
e. Hipotesis penelitian, merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis. Penelitian kuantitatif yang memerlukan hipotesis adalah jenis penelitian eksplorasi (menghubungkan dua variabel atau lebih dalam hubungan sebab akibat), sedangkan deskriptif tidak memerlukan hipotesis. Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antar variabel, melainkan telah ditunjukkan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Kalimat hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan, (c) dirumuskan secara singkat, padat dan jelas, serta (d) dapat diuji secara impiris. Contoh pernyataan hipotesis: 1) Pembinaan anggota memiliki korelasi dengan
partisipasi anggota koperasi suka maju.
2) Tipe kepemimpinan Kyai berpengaruh terhadap kinerja karyawan Koppontren al Huda.
3) Keefektifan perencanaan mutu sekolah berhubungan dengan kapasitas pengorganisasian personil.
4) Program sertifikasi guru berhubungan dengan peningkatan kinerja guru.
3. Bab III Metode Penelitian
Metode penelitian, memuat: (a) pendekatan dan jenis penelitian; (b) populasi, sampling dan sampel penelitian, (c) sumber data, variabel dan skala pengukurannya (d) teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian serta (e) analisis data.
a. Pendekatan penelitian menjelaskan pendekatan penelitian kuantitatif ditinjau dari tingkat eksplanasinya, apakah jenis penelitian deskriptif, asosiatif ataukah komparatif. Desain penelitian juga merupakan strategi dari peneliti untuk mengatur sedemikian rupa agar memperoleh data yang valid, reliabel dan absah.
b. Populasi, sampling dan sampel. Populasi merupakan wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Sampel digunakan ketika peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi (respondennya terlalu kecil), akan lebih cocok digunakan istilah penelitian populasi atau sampel total (jumlah 100 orang ke bawah sebaiknya diambil
semuanya). Penjelasan yang akurat tentang
karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar jumlah sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Sampling merupakan teknik yang digunakan untuk menentukan sampel dalam penelitian, yang pada dasarnya dikelompokkan menjadi: probability sampling dan nonprobability sampling.
c. Sumber data, variabel dan skala pengukurannya. Sumber data penelitian dapat bersumber dari data primer (sumber data yang langsung memberikan data
kepada pengumpul data) dan data sekunder (sumber
yang tidak langsung memberikan data kepada
pengumpul data, misalnya lewat dokumen). Variabel merupakan konstruk atau sifat yang akan dipelajari. Umumnya variabel dibedakan menjadi variabel bebas (independent variabel), variabel terikat (dependent variabel) dan variabel bebas kedua (variabel moderator). Macam-macam skala pengukuran dapat berupa: skala nominal, ordinal, interval dan rasio. Sedangkan untuk menggali dan mengukur respon, pendapat, persepsi dan sikap responden, biasanya peneliti menggunakan skala likert. Dengan skala likert, variabel yang diukur dijabarkan menjadi indikator variabel yang selanjutnya dikembangkan dalam bentuk item-item pernyataan atau pertanyaan.
d. Teknik pengumpulan data dan instrumen penelitian Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuesioner dan observasi (pengamatan).
Instrumen Penelitian, digunakan untuk menggali variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpul data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Sebuah instrumen yang baik juga harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau
kode terhadap masing-masing butir
pertanyaan/pernyataan. Untuk alat dan bahan, harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai. Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, sub bab instrumen penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan.