• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI TUMBUHAN BAWAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STRUKTUR DAN KOMPOSISI VEGETASI TUMBUHAN BAWAH"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 16. Hasil sebaran data vegetasi tumbuhan bawah tingkat semak  pada ketinggian 100-200 mdpl
Tabel 17. Hasil analisis data vegetasi pada ketinggian 100-200 mdpl
Tabel 18. Hasil seberan data vegetasi tumbuhan bawah tingkat herba pada ketinggian 100-200 mdpl
Tabel 19. Hasil analisis data vegetasi pada ketinggian 100-200 mdpl
+7

Referensi

Dokumen terkait

c. Ukur pH, suhu dan kelembaban udara dalam tanah pada lokasi pengamatan. Ukur suhu dan kelembaban udara, kecepatan angin, dan intensitas cahaya pada lokasi pengamatan. Amati jenis

c. Ukur pH, suhu dan kelembaban udara dalam tanah pada lokasi pengamatan. Ukur suhu dan kelembaban udara, kecepatan angin, dan intensitas cahaya pada lokasi pengamatan. Amati jenis

Sistem ini berbasis pada mikrokontroller Arduino Mega yang terhubung dengan sensor suhu, intensitas cahaya, kelembaban tanah, kelembaban udara dan indeks

Dari data faktor abiotik (Ketinggian Tempat, pH Tanah, Temperatur, Kelembaban Udara, Curah Hujan dan Intensitas Cahaya) yang dicari hubungannya dengan panjang dan

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa vegetasi di kawasan Hutan Sekunder Universitas Riau memiliki tingkat keanekaragaman yang sedang dan stabil, ditunjukkan dari nilai

DAS Biyonga hidup pada ketinggian antara 120-159 mdpl, topografi datar- berbukit, suhu 29-34 0 C, pH tanah 4,3-5,3, intensitas cahaya 37-45,4 Cd, kelembaban 72-89%,

Kondisi lingkungan ekosistem sungai lebih sesuai dengan habitat Pteridophyta karena memiliki suhu udara, suhu tanah, kelembaban udara, dan intensitas cahaya yang lebih rendah dibanding

Teknologi pertanian yang dikenalkan meliputi soil sensor NPK tanah, kelembaban dan pH tanah, mini AWS untuk mengetahui suhu dan kelembaban udara serta intensitas cahaya, drone