GORONTALO CINEMA CENTRE DENGAN PENDEKATAN GREEN ARSITEKTUR Gorontalo Cinema Center using Green Architecture
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Menurut Tanoyo (2015), tujuan utama dari green architecture adalah menciptakan eco desain, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, dan pembangunan
Tujuan dari adanya Surakarta Pet Centre sendiri salah satunya adalah menciptakan sebuah konsep perancangan desain arsitektur yang mampu mewadahi segala kegiatan
Lasem Heritage Center (LHC) berada di kota Lasem dengan pendekatan pada desain bangunan yang berlanggam arsitektur etnik kontemporer yaitu memadukan desain arsitektur
Tema yang digunakan pada objek rancangan yakni Biomimicry dalam Arsitektur, maka dalam perancangan bangunan adalah mengikuti suatu bentuk objek dalam tumbuhan
Bentukan massa bangunan berdasarkan fungsi bangunan sebagai sarana kegiatan umat Islam sehingga bentuk massa dipengaruhi arsitektur Islam. Bangunan utama yaitu
1. Konsep Bentuk dan Tampilan Bangunan, Massa bangunan dirancang menyatu sesuai tema beteng dan memcerminkan ciri-ciri arsitektur monumental. Konsep Fasade Bangunan,
Yaitu perancangan ruang atas dasar perilaku penggunanya, bukan mementingkan estetika bangunan semata. Penggunaan tema pendekatan arsitektur perilaku bertujuan agar
Arsitektur Berkelanjutan diharapkan dapat mewadahi kegiatan yang berkaitan dengan perfilman indie di Kota Bandung, serta ikut dalam mensukseskan visi Kota Bandung