RANGKUMAN
BLOK
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
1
FORENSIK
TRAUMATOLOGI (dr. ferryal)
TRAUMA TAJAM
TRAUMA TUMPUL
LUKA TUSUK B EN TU K LU K
A Tepi luka rata
Satu atau ke dua sudut sudut bisa tajam
Biasanya tidak ada memar atau lecet
disekitar luka
Gaya yang diperlukan sebuah pisau untuk melukai kulit
bergantung dari konfigurasi dan ketajaman ujung pisau. kalau pisaunya tajam gaya yang diperlukan tidak besar
Bila ujung pisau telah menembus kulit, maka seluruh bagian pisau sisanya akan dengan mudah masuk menembus tubuh. Jadi walaupun seluruh bagian pisau telah menembus tubuh, tidak berarti bahwa luka dihasilkan dengan gaya yang besar Panjang luka tusuk tidak sama
dengan panjang dari senjata elastisitas, faktor jaringan
LUKA LECET
Terbagi:
- Luka lecet Gores - Luka lecet tekan - Luka lecet serut
Terjadi akibat cedera pada epidermis yang bersentuhan dengan benda yang memiliki permukaan kasar atau runcing
Brush Abrasions: Benda dengan permukaan halus Punctuates Abrasions: Benda dengan permukaan kasar
Arah luka lecet geser:
Ditentukan dari penumpukan epitel / lapisan kulit yang teratas terkumpul dimana
Luka lecet antemortem gambaran reddish brown (coklat kemerahan)
Insect bite:
Lecet tp mempunyai dasar kuning pucat dan kecoklatan karena jaringan mati
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
2
GAM B A R A N LU K A TUS UK D IP EN GARUH I1. Mata pisau bermata satu atau bermata dua - Mata satu: pisau dapur
- Mata dua: pisau komando/utk berburu
- Saat menulis kesimpulan hati2, karena pisau bermata satu dapat menghasilkan luka spt pisau bermata dua
2. Elastisitas kulit
- Dlm keadaan teregang diasumsi luka yang lebih pendek dan lebar
- Langer’s line: Garis Langer adalah pola serat elastic pada dermis kulit yang relative sama tiap individu.
ditusuk tegak lurus terhadap arah serat ini menarik tepi luka dan menciptakan luka bercelah
luka yang terjadi parallel akan berbentuk sempit dan tipis.
Diantara kedua arah luka oblik. Bentuk luka oblik dapat asimetris atau semisirkular
3. Arah masuknya pisau ke tubuh
LUKA MEMAR
Adalah suatu perdarahan dalam jaringan bawah kulit → kekerasan benda tumpul. Letak, bentuk dan luas luka memar dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti besarnya kekerasan, jenis benda penyebab, kondisi dan jenis jaringan, usia, jenis kelamin, corak dan warna kulit, kerapuhan pembuluh darah penyakit (hipertensi, penyakit kardiovaskular, diatesis hemoragik).
Membedakan brill hematom dengan trauma tumpul pd mata:
Brill hematom jaringan disekitar mata bersih krn tdk ada trauma Trauma tumpul ada perdarahan
Memar karena jari tangan: sulit menentukan ukuran/besar jari pelaku dari memar yg ada
Perubahan memar oleh waktu: (individual)
Ekstravasasi darah (organ dalammerah tua, kulitungu/hitam) ↓
dihancurkan oleh enzim jaringan&infiltrasi seluler ↓
Ruptur sel darah merah (Hb dihancurkan hemosiderin,biliverdin,bilirubin) ↓ Coklat ↓ Hijau ↓ Kuning (A) Luka tusuk multiple akibat
pisau yang sama. Bentuk luka yang bervariasi disebabkan garis Langer. (B) Luka tusuk yang tegak lurus terhadap garis Langer. (C) Luka tusuk yang parallel terhadap garis Langer.
Tangkis
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
3
- pisau masuk ke tubuh tegak lurus gambaran lukadengan satu sudut tajam dan satu sudut tumpul - pisau masuk ke tubuh membentuk sudut gambaran
luka tusuk keduanya mempunyai sudut tajam - arah masuk mata pisau mata 1 atau 2 ? 4. Ketajaman/sifat/nature dari pisau itu sendiri
- trauma tajam biasanya tidak ada memar
- luka dengan tepi tajam dikelilingi memar
benda yang digunakan dapat setengah tajam atau setengah tumpul
terdapat tulang dibawah jaringan yang ditusuk ANATOMI PISAU
- pisau ditusukkan dengan arah tegak lurus gambaran luka dengan satu sudut tumpul dan satu sudut tajam
- pisau ditusukkan sampai ricasso tepi luka dapat berbentuk persegi pada tiap ujungnya
- pisau ditusukkan dengan gaya yang besar sampai sejauh bagianguard pisau bentuk guard dapat terlihat di kulit dan dapat meimbulkan memar
Marginal haemorrage Tampak dua buah luka memar berwarna kemerahan berbentuk garis memanjang dimana terdapat daerah pucat ditengahnya, luka ini menurut sifat dan polanya sesuai dengan luka yang terjadi dimana benda yang digunakan berbentuk bulat/gepeng panjang, dan daerah pucat ditengahnya dapat menunjukkan diameter/lebar dari benda yang digunakan
Luka memar karena tamparan sebelum periksa foto dulu krn bs hilang
Luka memar sebab penggantung baju btk setengah lingkaran, warna pucat menunjukkan diameter
Bite mark dicetak dicocokin dengan giginya shaft
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
4
- satu senjata atau lebih?5. Pergerakan pisau atau korban
- Mempengaruhi gambaran luka tusuk bs bbg bentuk
- Irreguler:
- Obeng kembang:
LUKA ROBEK
Luka terbuka akibat trauma benda tumpul yang → kulit teregang ke satu arah dan bila batas elastisitas kulit terlampaui, → robekan pada kulit.
Kekerasan tumpul yang cukup kuat dapat menyebabkan patah tulang.
AVULSI
Kulit terkelupas dari jaringan dibawahnya
Ciri trauma tumpul adalah adanya jembatan jaringan yang menghubungkan luka
Digigit tikus
dog bites antemortem Guard
Pisau bermata satu dgn guard ditusuk kearah bawah Pisau ditusuk ke arah atas dgn bekas guard pd ujung inferior
Luka tusuk oblik dgn bekas guard pd ujung inferior
Pukulan dari arah kanan
Pukulan dari kiri ke kanan
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
5
- Obeng tradisional- Pecahan botol: ukuran, bentuk, kedalaman tidak sama
- Luka multilple dengan gunting: bs satu, bisa dua, bisa saat nutup
- Luka multiple akibat alat penusuk es dd pistol dengan karet
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
6
- Multiple stab wound biasanya kasuscinta/sex/obat-obatan/lesbi/homo ID EN TIF IK A SI SE N JA T A
Apakah pisau yang digunakan bermata satu atau dua? Berapa panjang mata pisau? Lebar?
Apakah mata pisaunya berberigi? Apakah lebih dari satu pisau digunakan?
Kadang patahan mata pisau tertinggal periksa di lab forensic Kalau pisau masih menancap dikorban:
- Jika blm diperiksa sidik jari jangan di pegang, gunakan handscoon cabut dari tempat masuknya
Setiap pisau yang dicurigai sebagai penyebab luka atau kematian seseorang harus diperiksa apakah ada jaringan atau darah yang menempel untuk periksa DNA
SE B A B M A TI
Sebab mati, misal:
- ditusuk dijantung sebab mati luka tusuk didada mengenai jantung menyebabkan perdarahan hebat - ditembak tembakan senjata api
- jatuh/jerat trauma tumpul pada leher yang menyebabkan sumbatan jalan nafas
Fraktur kompresi: benda mendatangi kepala Fraktur linier: kepala mendatangi benda
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
7
CARA M A T I tidak b o le h d itu lis d i k e si m p u lan wajar sakit, tua tidak wajar bunuh diri / pembunuhan / kecelakaan
- bunuh diri (tidak perlu otopsi)
biasanya tangan kotor oleh darah, senjata dekat dengan korban
Biasanya didaerah kiri dan tengah dada, dan multiple Luka-luka yang dihasilkan bersifat penetrasi minimal
dengan hanya perlukaan pada kulit saja atau luka percobaan.
Luka-luka tusuk pada kasus bunuh diri biasanya bervariasi dalam ukuran dan kedalaman dengan satu atau dua luka tusuk final yang menembus dinding dada dan mencapai organ dalam
H A R A K IRI
tradisi Samurai Jepang yang disebut seppuku
merupakan bentuk bunuh diri dengan membuat luka tusuk pada abdomen membentuk huruf L
Eviserasi organ internal mengakibatkan penurunan tekanan intraabdominal dan cardiac return secara mendadak sehingga menyebabkan terjadinya kolaps kardiak. Metode seppuku adalah dengan cara menusukkan sebuah pedang pendek ke bagian kiri abdomen, kemudian mendorong pedang ke kanan.
Bunuh diri pd leher, tidak tll dalam hanya mengenai esophagus
Luka tangkis
Hestitaion mark ragu2
Suicide
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
8
LU K A TU SU K SE B ELU M / SE SU D A H K EM A TI A N Ditusuk saat jantung masih bergerak darah keluar Ditusuk setelah kematian tidak ada darah
Tidak ada darah dalam rongga dada korban sudah mati wkt ditusuk:
LUKA IRIS
sifat dangkal pada awal luka, kemudian semakin dalam, dan menjadi dangkal kembali.
bentuk luka dengan panjang lebih daripada kedalaman luka tidak memberikan informasi senjata yang digunakan
Luka iris biasanya tidak bersifat fatal kec bagian leher dan pergelangan tangan
LUKA BACOK
Golok menimbulkan luka yang sempit dan bersih tanpa fraktur.
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
9
BALISTIK FORENSIK (dr. ferryal)
Berhubungan dengan Senjata api Bulet, dan Selongsong Peluru. Ada 3 fase Balistik :
- Internal Ballistic - External Ballistic
- Terminal Ballistic: jarak jauh/dekat
INTERNAL BALLISTIC
EKSTERNAL BALLISTIC
TERMINAL BALLISTIC
Mekanisme penembakan yang terjadi didalam senjataapi terbentuknya BALLISTIC SIGNATURE, yaitu: Dimulai dari terpukulnya primer, ledakan mesiu, Pergerakan bulet didalam laras, dan terpukulnya selongsong peluru
Identifikasi senjata yang ada alurnya, guna alur agar stabil di udara
Untuk menghilangkan jejas yang smooth bore barrel Jarak jauh >60cm, dekat <60cm
Sebutir bulet yang melesat meninggalkan mulut laras sampai ke sasaran
Dan arah terlemparnya selongsong peluru
Mempelajari perilaku bulet setelah mengenai target Ada tiga hal yang terjadi apabila peluru mengenai
jaringan yaitu:
- Kerusakan dan robekan (laceraction and crushing). - Gelombang kejut ( shock wave).
- Terjadinya lubang (cavitation).
Besarnya kerusakan dan kemampuan peluru merobek jaringan, dipengaruhi oleh:
- Energi kinetik peluru. - Kecepatan peluru (velocity) - Masa peluru (mass).
- Konstruksi peluru ( construction). - Bentuk peluru (shape).
- Anggukan dari peluru ( yaw and thumbling ). Saat peluru mengenai jaringan, secara mekanik peluru
akan merobek dan membelah jaringan yang ada di depannya serta menghasilkan lubang yang disebut lubang utama (primary cavity). Bersamaan dengan itu peluru menghasilkan juga lubang sementara ( temporary cavity
), yang akan bertahan sampai 10 detik. Ini dapat disamakan seperti sebuah speedboat yang membelah air. Lubang sementara sangat destruktif efeknya,terutama pada luka tembak kepala kibat shootgun. Tetapi pada senjata genggam, karena tekanan dan kemampuan menyibak jaringan yang diakibatkan tidak begitu besar, maka tidak begitu mempengaruhi besarnya kerusakan luka tembak. Sebaliknya pada senapan oleh karena besarnya energi kinetik yang dihasilkan, akan mengakibatkan lubang dan gelombang tekanan yang lebih besar. Sehingga dapat merobek atau menghancurkan organ yang berada dekat lintasan luka tembak tersebut.
Pada saat senjata api meletus, peluru akan diikuti oleh: - Api dan gas panas.
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
10
Balistik signature dilihat alur ada hipoalur periksadengan mikroskop, lihat ada brp alur, ke kiri/kanan, jarak antar 2 alur
- Asap.
- Mesiu yang terbakar dan tidak terbakar. INVESTIGASI BALISTIK TERMINAL:
- Bila ada luka berbentuk lubang, apakah itu luka tembak?
- Bila luka tembak : LTM atau LTK? - Arah masuknya anak peluru? - Jarak Tembakan?
- Berapa diameter anak peluru : Untuk kaliber senjata Jenis senjata api Perkiraan posisi - Apa sebab kematiannya?
Kelim lecet: elastisitas jaringan subdermis (lebih elastis bisa nutup), kl epidermis tidak bs nutup
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
11
luka bakar keras ada karbonisasi, ada memar ada tulangRANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
12
hard contack gunshot entry stelap (bentuk bintang) , karena ada udara yang mampet jd pecah
Bunuh diri bercak darah dipunggung tangan
Gun residu analisis diperiksa diambil dengan cutton bud diperiksa di lab
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
13
KEMATIAN YANG DISEBABKAN OLEH KECELAKAAN LALU LINTAS (dr. Ferryal)
TUJUAN PEMERIKSAAN
MAYAT
Menentukan penyebab kematian
Menegaskan bahwa kematian disebabkan oleh perlukaan yang terjadi saat kecelakaan Menentukan perluasan dari perlukaan
Mencari beberapa penyakit atau faktor, misalnya obat-obatan, yang dapat mencetuskan atau berperan dalam menyebabkan terjadinya kecelakaan atau kematian
Mencari apakah ada tindakan kriminal yang dihubungkan dengan kematian.
Membuat indentifikasi pasti dari tubuh, khususnya apabila kecelakaan menyebabkan luka bakar atau mutilasi yang berat.
PENYEBAB KLL
Faktor pengemudi yang sering dihubungkan dengan alkohol dan obat-obatan HUMAN FACTORS
Lingkungan spt cuaca dll (ENVIRONMENTAL HAZARDS)
Penyakit-penyakit alami (NATURAL DISEASE) terbanyak penyakit jantung iskemik. Aneurisma aorta, cerebrivaskuler, epilepsy
KATEGORI KLL
Tabrakan dibagian depan Tabrakan dibagian samping ”Rollovers”
Tabrakan dibagian belakang
TABRAKAN DARI DEPAN
Ketika dua kendaraan mengalami tabrakan, dimana pengemudi dan penumpang dapat dikendalikan, mereka akan bergerak kedepan, meskipun mobil telah dihentikan.
Apabila tidak dapat dikendalikan, lutut pengemudi akan menabrak alat kontrol; dada akan menabrak setir mobil; dan kepala akan menabrak kaca depan.
Bentuk perlukaan yang sama akan terjadi pada penumpang yang tidak dapat dikendalikan, kecuali dimana mereka akan menabrak dashboard dibanding menabrak setir mobil. Apabila kepala pengemudi atau bagian depan tempat duduk penumpang menabrak kaca
depan, akan tejadi luka lecet dan luka tusuk yang dangkal pada dahi, hidung, dan wajah, dengan arah perlukaan bersifat vertikal
Apabila kepala pengemudi atau bagian depan tempat duduk penumpang menabrak kaca depan, akan tejadi luka lecet dan luka tusuk yang dangkal pada dahi, hidung, dan wajah, dengan arah perlukaan bersifat vertikal
Tipe luka dalam:
Perlukaan pada jantung kurang umum dibandingkan dengan perlukaan pada aorta. Biasanya ditemukan luka memar pada otot jantung, luka robek pada kantung , ruptur atrium kanan, ruptur ventrikel kanan anterior pada septum interatrial
Dilihat posisi korban: sudah dari awal
dgn posisi ini, atau keluar sendiri, atau
dikeluarin
Ada usaha yang kuat untuk ngerem tdp
jejas
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
14
Perlukaan pada dada menyebabkan robekan hati dan limpa Jejas seat belt menunjukkan bahwa korban adalah pengemudi (steer kiri)
patah tulang terbuka tjd pd pola luka pengemudi
TABRAKAN DARI SAMPING
Tersering kedua untuk tabrakan bagian depan.
Tabrakan ini selalu terjadi di persimpangan jalan atau ketika mobil tergelincir ke samping
Perlukaan eksternal – luka gores, luka robek, luka iris, dan fraktur – akan muncul pada sisi kiri dari bagian tubuh, dan lengan kiri dan kaki mungkin mengalami fraktur.
Tergantung asal tabrakan dari kiri atau kanan. Bila arah tabrakan dari sisi kiri maka luka terbanyak di sisi kiri
ROLLOVERS
Tabrakan rollover umumnya kurang menyebabkan kematian dibandingkan dengan tabrakan dari sisi depan dan sisi samping, asalkan orang tersebut tidak terlempar keluar atau kecelakaan berputar dan membentur suatu benda seperti pohon.
Apabila seseorang tidak menggunakan sabuk pengaman, orang tersebut mungkin terlempar kearah yang berlawanan dengan penumpang.
Pengeluaran mungkin lengkap dengan mobil yang berputar, atau hanya kepala dan tubuh bagian atas yang menjulur ke luar dari kendaraan.
Tidak ada pola perlukaan yang spesifik. Mati krn posisional asfiksi
TABRAKAN DARI BELAKANG
Tabrakan dari bagian belakang merupakan bentuk yang paling sedikit pada kecelakaan yang fatal.
Salah satu bahaya yang mungkin dengan tabrakan dari bagian belakang adalah ruptur tabung gas, dengan terbakarnya bahan bakar. Ada luka yg tdk sesuai dengan pola KLL, kadang ada luka tusuk (pembunuhan)
Air aki pecah dan menyemprot muka korban dengan asam
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
15
LUKA BAKAR (dr. Ferryal)
Karbonisasi (pengarangan)
IDENTIFIKASI Menentukan kelamin cari organ genital interna, wanita: uterus pria: prostat
IDENTIFIKASI PRIMER IDENTIFIKASI SEKUNDER
Sidik Jari: sidik jari akan sama pada keturunan ke 6 Gigi:
- dibagi 5 bagian
- tgt ras: Indonesia termasuk mongoloid giginya scope. Selain mongoloid lurus
- tahan thd panas, tp tdk tahan asam - email gigi bs utk perkiraan umur
DNA
- DNA yang satu telur (kembar) sama tp sidik jari berbeda Apabila ketemu 1 dari salah satu diatas (+)
Visual: foto
Dokumen: pasport, ID Card, currency (mata uang dalam dompetnya), driving liscence
Perhiasan: cincin, kalung,
Tanda khusus (surface marking): tahi lalat, tattoo, tanda lahir, scar bekas operasi dll
Ditemukan 2 dari salah satu diatas (+)
APAKAH HIDUP ATAU MATI
SAAT TERBAKAR
Lihat jelaga dalam saluran nafas terletak di distal epiglottis ada lender keabuan menunjukan korban hidup saat terbakar Asap masuk harus ada inspirasi aktif semakin banyak semakin masuk sampai bronkiolus, alveolus gambaran PA ada hitam-hitam Lebam mayat krn keracunan CO (kadar CO harus >10gr%) cherry red
Keracunan Cn lebih mematikan dibandingkan Co
- Tp Cn waktu paruh pendek dan juga diproduksi oleh mayat
Kalau TKP di kilang minyak ledakan hebat jd korban mati sebelum menghisap CO
KLL dan terbakar: ada Busa dimulut menunjukan ada edem paru, sebab mati trauma pd kepala krn kadar CO Hb <10% APAKAH LUKA-LUKA BERHUBUNGAN DENGAN KEADAAN SEKITAR
Sidik Jari Jari tangan yang sudah hangus terbakarpun masih dapat digunakan untuk identifikasi personal dari sidik jari Post mortem Hanya rahang bawah Ante mortem GIGI TATTO Awet smp kulit terkelupas masih ada tattoo krn zat warna smp ke subdermis Medical evidence Penggunaan kateter, dll Usus terburai: Trauma tajam ada darah dalam cavum abdomen Artefak dari luka bakartdk ada
Skin splitting: Trauma tajam ada pembuluh darah yang putus Artefak luka bakar kulit dibuka ditemukan pembuluh darah yg utuh dan berjalan
Pugillistic attitude: posisi seperti petinju
Karena jaringan synovial membeku
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
16
Kenapa korban tidak melarikan diri saat kebakaran? karena sudah meninggal akibat keracuna CO dan CN Curling ulcer mari karena perdarahan diusus bukan krn luka bakar, akibat luka bakar mengeluarkan toxin shg pembuluh darah ulserasi terbentuk ulkus - Makanya pada luka bakar diberikan terapi antacid
Periksa DNA dapat dilakukan sebelum jadi abu, kl udh jadi abu tidak bisa DNA yang dicari mitokondrianya dari ibu
super imposed pakai pas foto Patah tulang:
Panas dapat menyebabkan tulang patah dan kulit terbelah Epidural Hematom: Trauma tumpul pada pelipis a. meningea media Darah membeku konsistensi kenyal warna merah segar bentuk discoid
Artefak luka bakar:
Perdarahan pseudoepidural krn panas jd mendidih shg keluar
Darah membeku konsistensi rapuh, warna coklat bentuk tidak beraturan letak tersebar
Luka yang berhubungan dengan tindakan medis: eskarotomi Untuk mengurangi kontriksi atau tekanan kulit supaya bisa bernafas
Granat:
1. Luka bakar 2. Destruksi jaringan 3. Efek missile
Darah sedikit mati cepat, darah banyak mati lama Luka bakar yang menyebabkan kematian: Dewasa: >30%
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
17
TERSENGAT ARUS LISTRIK (dr. Ferryal)
CARA MATI Yang terbanyak kecelakaan (accident) Jarang pembunuhan
Jarang bunuh diri
EFEK LISTRIK THD TUBUH
Patofisiologi trauma listrik tidak sepenuhnya dapat diterangkan dengan baik, karena banyak faktor yang mempengaruhi, yaitu :
- Tipe sirkuit (AC/DC) - Lama kontak - Resistensi (R)
- Tegangan (V) tidak menimbulkan kematian, krn radioterapi ribuan volt hanya kelenjar-kelenjarnya mati (air mata, liur) krn ampere nya direndahkan
- Kuat Arus/Ampere (I) Paling berpengaruh thd kematian. kl tangan kapalan arus listrik ada lukanya, kl tangan basah gaada lukanya
- Jalannya Arus (Pathway) - Luas area kontak
Voltase di Indonesia adalah 220V termasuk rendah
High voltage didaerah pinggiran sekitar 7620 V dalam jarak ttt bisa kesetrum Tahanan manusia terhadap sengatan listrik termasuk kulit. Dengan tegangan 120 V, kulit yang kering memiliki tahanan 100.000 Ohm; kulit kering dan kasar berada diatas jutaan ohm;
kulit lembab memiliki tahanan 1000 ohm atau lebih rendah Terdapat luka masuk dan luka keluar
Crocodile skin Akibat Tersengat tegangang tinggi (kedutan)
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
18
kulit yang tipis dan lembab tahanannya lebih rendah dari 100 ohm. Tangan merupakan daerah yang paling sering kontak dengan sumber arus AC.
MEKANISME KEMATIAN
Ventrikel fibrilasi sampai cardiac arrest Paralise otot-otot pernafasan
Depressi Susunan saraf pusat
JALANNYA ARUS Kena mata katarak, ginjal ATN, dll
LUAS AREA Gambaran jejas listrik yang khas “electric mark” seringkali terjadi pada daerah kontak yang tidak begitu luas.
Listrik menghasilkan luka bakar
Petir giga volt, terbentuk gambarana seperti daun pakis (arborescent mark) Kulit kering ngebor Basah
Lesi kontak tdp halo
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
19
ABORSI (dr. Ferryal)
Angka kematian ibu tidak menurun aborsi tp dilaporkan krn perdarahan
Disuatu negara aborsi tinggi, pembunuhan anak sendiri rendah dan sebaliknya. Di indo pembunuhan anak sendiri tinggi
HUKUM DI INDONESIA
Undang-Undang RI No. 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang menjelaskan dengan alasan apapun, aborsi adalah tindakan
melanggar hukum. Sampai saat ini masih diterapkan.
Undang-Undang RI No. 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan.
Undang-undang RI No. 23 Tahun 1992 tentang kesehatan yang menuliskan dalam kondisi tertentu, bisa dilakukan tindakan medis tertentu (aborsi). MORAL ABORSI
Hak ibu / hak anak :
- Kehamilan yang tidak diinginkan, kontrasepsi gagal - Predisposisi genetik / fetal risk
KONSEP HIDUP
Sejak saat kontak sperma dengan ovum
Saat spermatozoa masuk ke dalam ovum dan terjadi penyatuan kromosom Sejak terjadinya pembelahan sel yang pertama
Sejak ovum bernidasi (pendapat American College of Obstetrician and gynecologist dan Planned Parenthood World Population Council) Hukum Gereja: Berbeda dari satu Paus dengan Paus lainnya
Agama Islam: Sejak ditiupkan Ruh, MUI: 42 hari
Sejak otak mulai berfungsi 5 – 16 minggu setelah konsepsi Sejak Jantung mulai berdenyut 16 – 20 minggu setelah konsepsi Sejak dirasakannya gerakkan janin 20 minggu setelah kehidupan
Sejak saat dilahirkan yaitu saat janin benar-benar hidup mandiri dan tidak tergantung dari ibunya
PENGERTIAN
Menurut Hukum ialah tindakan menghentikan kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu kelahiran, tanpa melihat usia kandungannya Tidak dipersoalkan apakah dengan pengguguran kandungan tersebut lahir bayi hidup atau mati
Yang penting adalah sewaktu pengguguran kehamilan dilakukan, kandungan tersebut masih hidup
METODE
Pada kehamilan di bawah 14 hari Dengan alat vakum. Pada umumnya tdk membahayakan dan pasien dpt segera dipulangkan Pada kehamilan < 12 mgg (Triwulan 1)Kuretase. Kemungkinan komplikasi lebih besar dari pada yang pertama
Aborsi pada triwulan ke dua Induksi pitosin. Hanya memerlukan alat sederhana tapi komplikasinya lebih besar. Infus prostaglandin dan pemberian prostaglandin atau misoprostol kedlm vagina
ABORSI > 5BULAN
Tidak dianggap sebagai aborsi di kalangan medis.
Aborsi dalam terminologi kedokteran berarti pengeluaran janin sebelum ia dapat hidup di luar kandungan. Pengeluaran janin > 5 bln tidak dianggap sbg tindakan aborsi tp induksi partus biasa.
Terminologi hukum adalah penghentian kehamilan atau mematikan janin sebelum waktu melahirkan, tanpa melihat usia kehamilan.
TEKNIK ABORSI KRIMINAL
Dengan menggunakan kekerasan umum atau aktifitas fisik yg berlebihan: Lari-lari, loncat, menunggang kuda Menggunakan kekerasan lokal
- Menggunakan instrumen: sonde, kateter, tang kuret.
- Tanpa menggunakan instrumen: memijat, menginjak, meninju - Dengan alat non medis: kawat, kayu, batang kayu
- Dengan zat kimia: air hangat, air dengan kreolin, lisol, air sabun, larutan zink klorida Menggunakan obat-obatan abortifisien
- Obat emetika
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
20
- Obat pelancar haid (emenagoga)- Obat perangsang otot rahim (Ecbolica)
KOMPLIKASI
Kematian segera
- Vagal reflex (vagal inhibition of heart): terjadi karena rangsangan pada permukaan dalam canalis cervicalis. Khas terjadi di meja operasi
- Emboli udara: sering terjadi pada aborsi dengan alat semprot. Udara ikut masuk ke dalam pewmbuluh darah dan menyebabkan emboli udara pada arteri koronaria atau otak. Kematian terjadi dlm 10 mnt.
Kematian tidak begitu cepat (moderate)
- Emboli cairan: Bila digunakan cairan (air sabun atau antiseptik) maka cairan tsb dapat mengakibatkan emboli. Kematian tdk segera, tetapi menunggu sampai terjadi nekrosis jaringan atau hemolisis.
- Perdarahan: Terjadi karena robeknya vagina, cervix atau uterus Kematian Lambat (late)
- Sepsis: alat tdk steril, uterus tdk bersih, robeknya usus besar
- Gagal ginjal (ARF) setiap keadaan syok, apapun sebabnya dpt menimbulkan gagal ginjal akut.
AUTOPSI Autopsi pada dugaan kematian akibat emboli udara vena dg menemukan udara dalam bilik jantung kanan atau udara dalam vena cava inferior
Uterus diiris mendatar dengan jarak 1 cm untuk mendeteksi perdarahan dari bawah.
PEMERIKSAAN
Korban hidup Korban mati
Harus dibuktikan pernah hamil dan usaha penghentian kehamilan. Anamnsa yang teliti.
Pemeriksaan fisik: Payudara membesar dan mengeluarkan ASI, warna kehitaman disekitar payudara,uterus masih membesar, striae, Lochia dari vagina, perlukaan pada portio.
Usaha penghentian kehamilan : Toksikologi, pemeriksaan PA jaringan hasil aborsi, HLA, DNA.
Pemeriksaan fisik : memar, udem, laserasi dan perdarahan pada alat kelamin, infeksi atau sepsis.
Periksa luar, periksa dalam, toksikologik, urin untuk gravindex, PA Pada autopsy: dilihat adakah pembesaran, krepitasi, proliferasi pada
uterus
Tentukan usia kehamilan dari janin.
Tentukan kaitan genetik antara janin aborsi dengan ibu.
Preserverasi dengan menggunakan alkohol untuk pemeriksaan DNA.
KEGUGURAN / DIGUGURKAN
Pemeriksaan melalui jar aborsi atau bahan kuretase.
Minimal ditemukannya vili koriales. Sering tercampur dg bekuan darah dan jar desidua, jar nekrotik dan inflamasi. Pada keguguran dapat ditemukan adanya sel radang spesifik spt TBC, yg menerangkan sb abortus.
Cari penyebab keguguran lainnya scr anam, bakteriologikal, PA, laboratorium TORCH
Bila ditemukan adanya fetus yg intak tanpa sel radang yg spc maka dpt diklarifikasi dg riwayat kejadian, riwayat penyakit, penemuan klinik, dan hasil anamnesa.
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
21
THANATOLOGI (dr. ferryal)
DEFINISI Ilmu yang mempelajari tentang kematian, perubahan-perubahan yang terjadi setelah mati dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
LEBAM MAYAT patof krn jantung sudah berhenti sehingga dikalahkan oleh gaya gravitasi Dipengaruhi oleh:
- Tekanan hidrostatik : melawan tekanan gravitasi - jumlah sdm: semakin banyak semakin cepat
org yang meninggal krn trauma lebam mayatnya lama timbul krn darahnya banyak keluar org yang meninggal krn asfiksi lebam mayatnya lebih banyak, luas dan cepat terbentuk anemia timbul lambat
polisitemia cepat
DIC tidak banyak pengaruh krn fibrinosilis terlepas dan menghancurkan bekuan darah sehingga darah encer dan darah tidak pernah membeku Terbentuk ½ jam setelah kematian
Daerah yang tertekan pale area pucat
Lebam hilang krn penekanan blm ada pembusukan Lebam tidak hilang dengan penekanan ada pembusukan
Beda dengan memar: disilet kl didalem ada perdarahan ada darah berarti memar, kl lebam disilet trs kasih air trs dipencet keluar pucat Lebam dipengaruhi oleh warna kulit
Warna lebam:
- Secara tipikal lebam mayat mempunyai warna ungu atau ungu kemerahan - Pada kematian karena keracunan carbon monoxide, lebam berwarna “cherry red”
- Pada kasus-kasus dimana methhaemoglobin dibentuk dalam darah sewaktu masih hidup seperti pada keracunan potassium chlorate, nitrate, dan aniline warna lebam adalah chocolate brown
- Pada kematian yang disebabkan terekspose suhu yang dingin memperlihatkan warna bright pink atau merah terang - Keracunan cyanide menyebabkan lebam berwarna sebagai pink, bright scarlet, dan violet
- Kematian yang disebabkan abortus septic dimana Clostridium perfringens merupakan bekteri penyebabnya, maka akan terlihat warna perunggu pucat bergaris-garis pada kulit dan ini tidak terbatas pada area lebam
KAKU MAYAT (RIGOR MORTIS)
Patof: karena ATP sudah habis, terjadi simultan disemua otot. Tp manifestasi di otot-otot kecil terjadinya 2 jam Beda dengan kontraksi otot kl kontraksi ada pemendekan otot
Periksa kaku mayat sebelum baju dibuka krn Kaku mayat kl ditarik seolah2 putus dan tdk akan tjd lagi Kaku mayat dipengaruhi oleh:
- Suhu: dianalogikan dengan pembusukan suhu tidak menghentikan pembusukan tp menahan Dipercepat dan durasinya dipersingkat oleh suhu lingkungan yang tinggi
- Aktifitas: aktivitas tinggi ATP lebih cepat habis rigor mortis lebih cepat terbentuk Bayi rigor mortis nya lebih cepat terbentuk dan lebih cepat hilang
Disuse atrophy yang ototnya kecil lebih cepat terbentuk dan lbh cpt hilang dibanding yang ototnya besar Pd Org mati: terjadi relaksasi primer kaku mayat relaksasi sekunder
Pada cadaveric spasme (regoor mortis pd otot-otot kecil yang terjadi bersamaan dengan kematian): tidak tjd relaksasi primer. misal pd org mau bunuh diri pake pistol tp ragu-ragu, otot kontraksi terus jd pas mati lsg kaku dan senjata gabisa ditarik lagi (death lock)
- Death lock, kekakuannya kuat sekali bukti yang tidak terbantahnya bahwa bunuh diri Pembusukan:
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
22
bs mendorong lidah, cairan, bs prolapse uteri, kl org hamil bayinya bs keluar keluar ke epidermis dan dermis kulit terkelupas (skin ……) - lalat biasanya dilubang hidung, mulut, vagina, anus
- pada kasus luka biasanya belatungnya lebih banyak belatung mayat biasanya gemuk
pd vagina dianggap belatung makan sperma belatung dibedah untuk indentifikasi kasus perkosaan - belatung digunakan untuk perkiraan saat mati larva diambil DNA nya diperiksa spesiesnya apa
- larva untuk mendeteksi keracunan metabolit apa yang ada dalam larva sfingter relaxasi, termasuk sfingter ani
ISTILAH MATI Mati Suri Mati Somatis
Mati Otak (Serebral) : Brain death is death Mati Batang Otak: Brain stem death is death
Mati seluler : kematian organ atau jaringan tubuh yang timbul beberapa saat setelah kematian somatis.
CARA TRADISIONAL MENENTUKAN
KEMATIAN
Auskultasi: Mendengarkan suara jantung/paru dengan stetoskop
Tes Winslow: Gelas berisi air diletakkan diatas perut, bila goyang masih ada gerakan nafas.
Tes Cermin; Kaca cermin ditaruh didepan mulut dan hidung. Bila basah, masih bernafas.
Tes Bulu burung: Di depan hidung diletakkan bulu burung. Bila bergetar masih bernafas. BRAIN STEM
DEATH
Hilangnya semua respon terhadap sekitarnya. Tidak ada gerakan otot serta postur.
Tidak ada reflek pupil. Tidak ada reflek kornea. Tidak ada respon motorik.
Tidak ada reflek menelan atau batuk. Tidak ada reflek vestibo-okularis. Tidak ada nafas spontan.
PERUBAHAN YG TERJADI SETELAH
MATI
Tanda kematian awal
- Berhentinya sistem pernafasan dan sirkulasi - Kulit yang pucat
- Relaksasi otot
- Perubahan pada mata : Reflek kornea, reflek cahaya, kornea menjadi kering,pupil midmidriasis, tekanan intraokuler yang menurun, segmentasi pada retina
Lebam mayat Rigor mortis
PERKIRAAN SAAT MATI
Lebam mayat kurang akurat Rigor mortis
Suhu Kekauan tubuh Perkiraan kematian Hangat Tidak kaku Tidak lebih dari 3 jam Hangat Kaku 3-8 jam
Dingin Kaku 8-36 jam Dingin Tidak kaku >38jam
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
23
PERKIRAAN SAAT MATI (dr. Ferryal)
KRITERIA MATI BATANG OTAK
Hilangnya semua respon terhadap sekitarnya. Tidak ada gerakan otot serta postur.
Tidak ada reflek pupil. Tidak ada reflek kornea.
Tidak ada respon motorik.
Tidak ada reflek menelan atau batuk. Tidak ada reflek vestibo-okularis. Tidak ada nafas spontan.
APLIKASI DI TKP Menentukan korban telah meninggal atau belum di TKP dengan satu sentuhan Prinsip: tidak boleh mengubah atau merusak TKP
TKP harus steril
Cara lakukan salah satu di bawah ini:
- Periksa pupil dengan senter apakah ada refleks cahaya diameter pupil tidak sama setelah kematian - Sentuh nadi leher apakah masih berdenyut
- Sentuh nadi di tangan apakah masih berdenyut
- Sentuh kornea dengan kapas atau apa saja, apakah ada kedipan Semua pemeriksaan dengan menggunakan sarung tangan
LEBAM MAYAT
Lebam aplikasi untuk medicolegal bahwa mayat sudah di manipulasi/pindah posisi
Lebam pd kasus tenggelam posisi kepala dibawah, kepala sudah skeletonisasi krn terbentur-bentur atau dimakan predator laut Lebab di gunakan untuk menentukan sebab mati
- abortus septic (Clostridium perfringens)warna perunggu pucat bergaris-garis pada kulit dan ini tidak terbatas pada area lebam - keracunan:
gas CO lebam mayat berwarna cherry red
potassium chlorate, nitrate, dan aniline warna lebam adalah chocolate brown cyanide menyebabkan lebam berwarna sebagai pink, bright scarlet, dan violet
KAKU MAYAT
SUHU TUBUH
Pada org gemuk lebih cepat busuk karena lemak menghambat pengeluaran panas
Tidak semua org gemuk atau kurus mengalami pembusukan Ada penyimpangan pembusukanPELEBARAN PEMBULUH
DARAH
Karena gas keluar melalui pembuluh darah Ada warna kehijauan akibat reaksi
Lebam mayat pada kasus senjata api lama tbtk
Lebam mayat pada kasus gantung diri
>gelap Lebam mayat dan memar
KAKU MAYAT
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
24
TATALAKSANA SEBAGAI SAKSI AHLI DI PENGADILAN (dr. Ferryal)
DOKTER KE PENGADILAN
Sbg Saksi mata : melihat lansung kejadiannya( data obyektif ) tidak harus melihat kejadian langsung
Sbg Saksi ahli : dipanggil untukmengungkapkan pengetahuan yang dikuasainya untuk membuat terang perkara pidana yang telah terjadi ( data subyektif ) sbg second opinion
DASAR HUKUM PASAL 1 BUTIR 28 KUHAP :
“ Keterangan Ahli adalah keterangan yang diberikan seorang yang memiliki keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara pidana guna kepentingan pemeriksaan.”
Pasal 179 KUHAP ayat (1)
“setiap orang yang diminta pendapatnya sebagai ahli kedokteran kehakiman atau dokter atau ahli lainnya wajib memberikan keterangan ahli demi keadilan”.
Pasal 180 KUHAP ayat (1)
“ Dalam hal diperlukan untuk menjernihkan duduknya persoalan yang timbul di sidang pengadilan, Hakim ketua sidang dapat meminta keterangan ahli dan dapat pula minta agar diajukan bahan baru oleh yang berkepentingan”.
Pasal 186 KUHAP
“ Keterangan ahli ialah apa yang seorang ahli nyatakan disidang pengadilan”.
Dapat disimpulkan bahwa membantu dalam pengadilan untuk peradilan bagi dokter (ahli) WAJIB HUKUMNYA. Bila menolak, PASAL 224 KUHP :
Barangsiapa dipanggil sebagai saksi, ahli atau juru bahasa menurut undang-undang dengan sengaja tidak memenuhi kewajiban berdasarkan undang-undang yang harus dipenuhinya, diancam : dalam perkara pidana, dengan penjara paling lama sembilan bulan.
TIDAK MEMBOCORKAN
RAHASIA
Atas ijin pasien, dengan demikian rahasia kedokteran itu bukan merupakan rahasia lagi.
Dokter terpaksa membuka rahasia kedokteran karena adanya dasar penghapus pidana menurut KUHP 48, 50 dan 51. - KUHP pasal 48 : Barangsiapa melakukan perbuatan karena pengaruh daya paksa tidak dipidana.
- KUHP pasal 50 : Barangsiapa melakukan perbuatan untuk melaksanakan ketentuan undang-undang tidak dipidana. - KUHP pasal 51
DOKTER SBG SAKSI AHLI
Dokter sebagai yang memeriksa korban atau pelaku tindak pidana tidak membuat VER nya. Kehadirannya untuk menjelaskan hasil pemeriksaannya dan kesimpulannya. atau hakim minta dijelasin isi ver
Dokter yang memeriksa korban atau pelaku telah menuangkan hasil dan kesimpulannya dalam VER VER tidak jelas atau ada perkembangan baru dalam perkara tersebut.
Dokter bukan pemeriksa tapi diminta opininya oleh pengadilan guna membuat terang perkara pidana.
DOKTER SBG SAKSI
“a charge” saksi yang sifatnya memberatkan terdakwa oleh Jaksa Penuntut
“a de charge” saksi yang sifatnya meringankan terdakwa oleh Pengacara
(Pasal 65 KUHAP)
Keduanya harus ada izin dari Hakim Ketua
PEMANGGILAN DOKTER
Atas usul jaksa
- Tertulis, bbrp hari sebelum siding
- Dicantumkan / isi surat : identitas dokter & instansinya, identitas terdakwa, jenis kasus, tempat & waktu pelaksanaan siding, ditanda tangani oleh J.P.U - Dikirim oleh kurir
- Rangkap 2 – 3 yang asli untuk dokter - Biasanya honor disediakan
Atas usul pengacara
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
25
- Menawarkan honor, untuk kehadirannya sebagai saksi “a de charge”- Isi surat yang dicantumkan sama dengan surat dari JPU
PERSIAPAN SEBELUM
SIDANG
Datang 1 s/d 2 jam sebelum waktu sidang Membawa :
- Surat panggilan.
- KTP, Ijazah dokter, sertifikat yang mendukung keahlian Pengalaman dalam keahliannya ( tertulis )
Lapor kehadiran pada Jaksa ( jika surat pemanggilan dari jaksa ) atau Pengacara ( jika surat pemanggilan dari hakim atas usulan pengacara) Selama menunggu, dapat bicara dg Jaksa / Pengacara untuk mendiskusikan kira-kira apa yang ditanyakan pd sidang, mengurangi ketegangan &
memantapkan persiapan Sabar menunggu persidangan
PEMERIKSAAN SAKSI
Oleh hakim ditanya:
- ada hubungan/kenal dg terdakwa
- dalam hal saksi adalah bekas suami/istri atau ada keberatan tertentu dg terdakwa keterangan saksi diabaikan oleh hakim - Sebagai saksi ahli ditanya kualifikasi keilmuannya dan dijawab dengan jujur jenjang keilmuannya
Pemeriksaan selanjutnya:
- Pertanyaan bersifat explorative oleh hakim - JPU menguatkan tuntutan
- Pengacara melemahkan tuntutan - Semua atas izin hakim
PRINSIP hanya menjawab pertanyaan JPU atau PENGACARA atas IZIN HAKIM, sehingga jika saksi tidak berkenan menjawab ia dapat mengajukan keberatannya kepada hakim. Saksi harus menjawab atau tidak bergantung pada keputusan hakim.
KIAT MENJAWAB PERTANYAAN
Hanya menjawab apa yang ditanya, tegas, singkat dan tidak bertele-tele. Jangan bicara yang bukan keahliannya, dapat menjadi bumerang bagi saksi. Menjawab secara jujur, bila tidak tahu hendaknya menjawab tidak tahu
Jangan takut meminta pada hakim hal yang perlu disampaikan untuk memperjelas pernyataan baik secara lisan, dg gambar, video atau foto, dsb. Jangan terjebak menjawab yg sesuatu merupakan kewenangan saksi mata.
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
26
EXHUMASI (dr. Ferryal)
DEFINISI
Exhumasi adalah penggalian jenazah yg sudah dikubur utk pemeriksaan post mortem. Tujuan :
- Dugaan tindak pidana.
Dibunuh --- dikubur ---hilangkan jejak --- informasi dari tersangka ke polisi.
Dikubur --- tidak diautopsi--- dugaan tindak pidana dari keluarga/oranglain--- lapor polisi. - Asuransi
- Pelanggaran HAM berat.
- Autopsi ulang: bisa saat dilakukan otopsi ulang ditemukan organ yang hilang
DASAR HUKUM
KUHAP 133 :
Penyidik--- dugaan tindak pidana---surat permintaan VetR--- dokter --- Vet R. KUHAP 135 :
Penyidik--- penggalian mayat sesuai psl 133 ayat 2 dan pasal 134 ayat 1
PERSIAPAN
1. Koordinasi dgn Penyidik dan keluarga: Anamnesa
Who --- siapa, sex, umur, tempat tinggal What--- apa yang terjadi.
When --- bila terjadinya/ dikubur Where --- terjadinya, dikuburnya. Why--- apa sebab/mengapa. .
2. Koordinasi dgn polisi utk tempat autopsi
dikuburan (situasi/kondisi)
dibawa kekamar autopsi di R.S
3. Cek koordinasi polisi dg keluarga, pamong desa, pemuka agama, apparat keamanan setempat.
4. Tempat Kejadian Perkara:
Pengamanan lokasi penggalian harus ada police line
Sebaiknya autopsi pagi hari Lokasi: tenda---tertutup penyekat. Meja autopsy, dipan/batang pisang. Tempat air, ember, gayung, sabun.
PERSIAPAN DOKTER
Alat2 autopsi: pisau, gunting, sarungtangan, skalpel, gergaji, pahat T, jarum, benang, apron, kantong plastik/wadah utk organ dg formalin 10%/alcohol absolut (Pem. P.A. dan Toksikologi).
- formulir laporan obduksi.
- formulir VetR /keterangan sementara. - formulir model A (kalau perlu) - formulir pem. Toksikologi.
PELAKSANAAN
Buat sketsa dan foto kubur. Catat siapa siapa yg hadir . Catat jam dan saat dimulainya . Buat foto dan catat yg ditemukan. Hati2 merusak peti atau mayat.
Ambil contoh tanah dari atas kiri, kanan, bawah mayat utk pemeriksaan racun/logam berat dlm tanah (utk kontrol).
Tanah pd peti/mayat dibersihkanfoto.
Jazad dibungkus plastik/diikat di 4-5 tempat untuk kemudian dinaikkan ke meja pemeriksaan. Bila peti keropos pasang papan pengaman.
Liang kubur kosong difoto sekali lagi.
AUTOPSI DI KUBURAN / TKP
Catat kronologis jam setiap tindakan
Kalau pakai petiidentifikasi petikeluarkan mayat dari peti foto.
Lakukan identifikasi mayat foto.
Pemeriksaan luar mayat. Pemeriksaan dalam mayat
Ambil organ utk P.A. dan Toksikologi.
Kalau dikirim kelab. lainsegel/ SPV dari penyidik, dll
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
27
TOKSIKOLOGI (dr. Ferryal)
DEFINISI Ilmu yang mempelajari sumber, sifat, khasiat, gejala-gejala keracunan, dosis terapi dan lethal serta temuan pada otopsi kasus yang meninggal dari suatu zat atau racun.
RACUN: Zat yang bekerja pada tubuh secara kimiawi dan faali, yang dalam dosis toksis dapat mengakibatkan penyakit sampai kematian. Alat pemeriksaan: GCMS bs mendeteksi 3000metabolit, LCMS, LCMSMS
FAKTOR PENGARUH INTOKSIKASI
Berat atau ringannya intosikasi : - Jumlah racun.
- Caramasuk: Inhalasi/oral/parentral/kulit - Umur: anak dan orang tua lebihsensitif - Kondisi tubuh: Penyakit gijal, lambung - Kebiasaan-toleransi: Alkohol dan morfin - idiosinkrasi, Alergi: Penisilin/streptomisin - addiksi dan sinergis: alkohol-barbiturat-morfin
TERAPI UMUM KERACUNAN
Muntahkan Bilas lambung.
Pencahar: Na2SO4 30 gr/200cc air. Dialise
Antidotum:Morfin x nalorfin/narcan. Demulcen: 3 butir telur/500cc air/susu Pengobatan simtomatik dan suportif:
- Kejang2….beri benzodizepam, edema paru akibat insektisida…sulfas atropine. - Racun terkena kulit/mata dibersihkan dengan air. Bila parentral ..pasang torniquet.
KRITERIA DIAGNOSTIK
Gejala-gejala sesuai dengan racun penyebab.
Analisa kimia positif adanya racun pada sisa barang bukti biasanya ada botol2 Ditemukan Racun pada cairan tubuh korban Darah, Urine
Otopsi, baik makroskopik dan mikroskopik sesuai dengan racun penyebab. Riwayat Penyakit korban kontak dengan racun.
3 dan 4 bila positif : Diagnosa pasti keracunan
PEMERIKSAAN TOKSIKOLOGI
Kecurigaan adanya keracunan di TKP
Pada Otopsi ditemukan kelainan2 yang tidak lazim.
- Lebam mayat cocok untuk cari sebab mati: merah terang (CO, CN). Coklat (Nitrit, Nitrat, Anilin, fenasetin). Parut bekas suntikan (Morfin), Bau Amandel (CN), Bau kutu busuk (Malation)
Negatif Otopsi = pada otopsi tidak ditemukan sebab kematian.( Periksa racun)
PENANGANAN KASUS KERACUNAN
Pemeriksaan di TKP:
- Sisa2 obat, jarum suntik, kaleng racun, Muntahan, sisa makanan semuanya dikumpulkan dalam wadah - AlloAnamnesa lengkap: Gejala keracunan, Saat Kematian, Penyakit/mental.
Analisa Toksikologi: kasus hidup/mati
Otopsi: Pemeriksaan Luar dan Dalam lengkap dengan bahan untuk toksikologi dan Patologi Forensik [mikoskopik ] PEMERIKSAAN
LUAR
Tercium bau dari hidung, mulut, pakaian: bau amandel (sianida), minyak tanah (insektisida), amoniak, fenol, alcohol (baunya manis) Pakaian: Penyebaran bercak racun ( Pembunuhan atau bunuh diri)
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
28
Lebam Mayat : merah terang (CO/CN). Luka-luka bakar pada bibir, kulit akibat asam dan basa kuat.
Bekas suntikan ( Narkotik), hiperpigmentasi, keratosis, melanosis.(As,Pb,Hg) Kelainan pada kuku, rambut dan sklera.
PERIKSA DALAM Bau yang tercium dari rongga tengkorak, Rongga perut dan rongga dada.
Kelainan-kelainan yang ditemukan pada organ2 tubuh ( Darah, Salurann pernafasan, Saluran pencernaan, Hati, Paru, Jantung, Ginjal dan otak.)
Kelainan bisa berupa korosif, nekrosis,
Ditemukan sisa2 obat/racun dalam lambung, mulut, eosofagus. Pada umumnya perbendungan pada semua organ2 tubuh.
BAHAN ATAU ORGAN UTK PEMERIKSAAN
Darah ( 30 –50 cc ), Urin (seluruhnya ), Isi lambung( seluruhnya )
Empedu, Hati (500gr), Ginjal (seluruhnya), Otak (500 gr), Usus dan isinya ( 60 cm).
Lemak (200gr), Otot, Rambut dengan akarnya (10 gr), Kuku dengan pankalnya (10gr), jaringan tempat suntikan ( 5-10 cm2). Kadang2 perlu diambil: Paru, jantung dan limpa.
CARA PENGIRIMAN
Botol berisi organ disegel oleh polisi dan dokter. Buat berita acara.
Ringkasan Laporan otopsi
Pemeriksaan Patologik anatomik semua organ (pengawet formalin / alkohol)
Bahan Pengawet untuk Pemeriksaan Racun TIDAK DIBENARKAN, karena formalin merusak racun / menyulitkan pemeriksaan.
UU KUHP KUHP204:1.Sengajamenjual/menawarkan barang berbahaya bagi jiwa ( 15 th), Mati ( 20 th) KUHP 338 : Sengaja meracuni mati(15th)
KUHP 340 : Rencana meracuni mati(20th) KUHP 345 :membantu/hasut bunuh diri (4bln)
KERACUNAN KARBON MONOKSIDA
Tidak berwarna, Tidak berbau, melumpuhkan syaraf Tidak merangsang selaput lendir
Sedikit lebih ringan dari udara sehingga mudah menyebar
SUMBER CO Gas CO ditemukan pd hasil pembakaran yang tidak sempurna.
Sumber terpenting motor yang menggunakan bensin sbg bahan bakar (spark ignition) 3 – 7 % CO. bahan bakar yang terbakar > dari udara. Compression ignition CO yg keluar sedikit, kecuali jika berfungsinya tidak sempurna
Gas arang batu mengandung sekitar 5% CO Alat pemanas berbahan bakar gas
Lemari es gas
Cerobong asap yang bekerja tidak baik Gas alam yang terbakar tidak sempurna Kebakaran
Asap tembakau dalam oropharing menyebabkan konsentrasi yang diinhalasi menjadi kira-kira 500 ppm
FARMAKOKINETIK CO hanya diserap melalui paru
Diikat oleh Hb secara reversible sehingga O2 jadi bebas makanya wrn cherry red
Akut: darah Kronis: empedu
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
29
Afinitas CO terhadap Hb adalah 200 – 300 kali dibanding dengan afinitas terhadap O²TANDA DAN GEJALA KERACUNAN
10% saturasi COHb : masih normal
10-20% saturasi COHb : sakit kepala ringan, rasa berat pd kening, pelebaran pembuluh darah subkutan, dispnoe, gangg.koordinasi 20-30% saturasi COHb : emosional, sakit kepala, berdenyut pada pelipis
30-40% saturasi COHb : mual dan muntah, pengelihatan buram, kollaps, lemah, pusing, sakit kepala keras 40-50% saturasi COHb : kollaps atau sinkop lebih besar, pernafasan dan nadi tambah cepat, ataksia 50-60% saturasi COHb : kejang intermitent, pernafasan Cheyene Stokes, koma
60-70% saturasi COHb : koma dengan kejang, depresi jantung dan pernafasan, mungkin mati 70-80% saturasi COHb : nadi lemah, pernafasan lambat, gagal pernafasan dan mati
TEMUAN OTOPSI Anamnesa, memberi petunjuk akan sebab kematian
Lebam pada mayat berwarna merah muda terang (cherry red pink)
Otot visceral, darah dan organ-organ merah terang.
Di dinginkan, keracunan sianida dan mati akibat infeksi dapat memberikan gambaran yang hampir sama. OTAK :
- pada substansia alba dan korteks kedua belah otak, globus palidus ditemukan petekia khas utk keracunan CO.
- Ensefalomalasia simetris juga ditemukan pada globus palidus, arteroskelosis pembuluh darah korpus striatum tidak khas untuk keracunan CO. - terlihat gambaran-gambaran pembuluh darah yang mengandung trombohialin
- nekrosis jaringan halus dengan bagian tengahnya terdapat pembuluh darah mengandung trombo hialin dengan perdarahan sekitarnya (ring hemorrhage)
- nekrosis jaringan halus yang dikelilingi oleh pembuluh darah yang mengandung trombi dan ball hemorrhage. Otot jantung
- Perdarahan dan nekrosis jaringan, paling sering di otot papilaris bilik kiri.
- Bercak-bercak perdarahan atau garis-garis perdarahan tampak pada bagian ujung otot papilaris, seperti kipas - Pemeriksaan mikroskopik pada jantung sesuai dengan ciri-ciri pada IMA
Paru, mudah terjadi pneumonia hipostatik karena gangguan peredaran darah, dapat terjadi trombosis arteri pulmonalis.
Ginjal, terjadi nekrosis tubulus ginjal yang secara mikroskopis seperti payah ginjal.
Pada kulit dada, perut, muka atau anggota gerak : Ditemukan adanya eritema dan vesikel atau bula pada tempat yang tertekan maupun tidak. Kelainan ini
dapat disebabkan oleh hipoksia pada kapiler-kapiler bawah kulit.
Gangguan peredaran darah: akibat perubahan degeneratif miokardium memudahkan terjadinya thrombus. Thrombus di ventrikel dapat mengakibatkan
nekrosis jaringan otak sedangkan thrombus pada arteri femoralis mengakibatkan timbulnya gangren.
LAB Masukin jaringan ke formalin nanti formalinnya berubah merah Kl normal warnanya coklat
PENGOBATAN Oksigen hiperbarik
KERACUNAN ARSEN
ARSEN DALAM MAKANAN
Kerang banyak arsennya
Tanah normal: As sampai 200 ppm tumbuhan hewan herbivora hewan karnivora As dalam tanah air tanah air sungai, danau laut: ikan, kerang
As dalam makanan: arsenobetaine dan arsenocholine (arsen organik, relatif non toksik) 0,5 – 1,0 mg perhari Darah orang normal As 0,002 – 0,062 mg/L
INTOKSIKASI KRONIS ARSEN
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
30
Setelah penghentian paparan As akan dilepas perlahan-lahan dari depotnya dan menimbulkan gejala yang membandel Gejala klinis menetap berminggu-minggu sampai bulanan setelah paparan terhenti
PATOFISIOLOGI As2O3: racun protoplasma
Cara masuk: per-oral, kontak kulit dan per-inhalasi
As masuk ke sirkulasi, mengikat globulin dalam darah dalam 24 jam pasca konsumsi masuk ke dalam jaringan Sebagian As menembus sawar darah-otak dan sawar darah-plasenta
Dalam tulang menggantikan gugus fosfor
Dalam jaringan As mengikat SH pada dihidrolipoat menghambat kerja enzim pada siklus piruvat dan suksinat (reversible) Sebagian As menggantikan gugus fosfat gangguan oksidasi fosforilasi jaringan
Pada pembuluh darah splanknik: As paralisis kapiler, dilatasi dan peningkatan permeabilitas yang patologis Efek lokal pada jaringan: kongesti, stasis dan trombosis iskemi dan nekrosis jaringan
ELIMINASI ARSEN Eliminasi satu dosis terapeutik As dari jaringan (kecuali rambut dan kuku) memerlukan waktu 2 minggu
Arsen dibuang melalui urin (methylated As): puncak pengeluaran dalam beberapa hari, tidak seragam analisis: sampel urin 24 jam Setelah itu sejumlah kecil As tetap ada dalam urin dan feses berbulan-bulan kemudian
Sebagian lainnya ditimbun dalam kulit, kuku dan rambut
GEJALA KLINIS Sindrom paralitik akut:
- Terjadi jika menelan As yang cepat diabsorbsi dalam dosis besar - Kolaps sirkulasi, stupor, kejang
- Kematian dalam beberapa jam karena efek pada pusat di medulla - Muntah dan diare mungkin tak ada
- Patologi: tidak khas, kecuali hiperemi GI Kelainan neurologis: menyerupai lepra kaya panu
- Kelainan mulai di perifer, meluas secara sentripetal
- Neuropati perifer motoris: paralisis, parese (pada otot halus tangan dan kaki, sering disertai kelainan tropik) - Neuropati perifer sensoris: anestesi, parestesi (gatal, geli)
- Ambliopia Kelainan kulit
- Kelainan eksimatoid, dermatitis eksfoliatif
- Melanosis (pigmentasi coklat) dengan spotty leucoderma (rain-drop hyperpigmentation) dan keratitis punktata pada telapak tangan dan kaki. - Keganasan: Ca sel skuamosa, Ca sel basal superfisial pada daerah unexposed
- Kuku: rapuh, garis Mees - Kerontokan rambut
PEMERIKSAAN Bahan: urin, isi lambung (muntahan), darah tepi (10 cc), rambut (dari pangkal) Sebagai pembanding: makanan, minuman, obat-obatan, dsb
Metode pemeriksaan: - Kolorimetrik,
- Atomic Absorbtion Spectroscopy (AAS) total As - Neutron Activation Analysis (NAA)
TERAPI Suportif
Antidotum: BAL Mencegah redistribusi tidak efektif utk kelainan neurologis Penicilamin
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
31
RAPE INVESTIGATION
MITOLOGI
Knp banyak yg gak lapor?
Robekan selaput dara tidak bisa diterima di pengadilan manapun jd dianggap persetubuhan hukumannya jd ringan Perkosaan banyak yg berencana, terutama yang Gank rape
uncontrollable urge jarang
kenapa wanita tdk berteriak takut di mutilasi
PRINSIP PELAYANAN
Korban jangan menunggu tll lama
tentukan jenis kasus yang akan dihadapi: perkosaan/pencabulan/kdrt Periksa korban dengan atau tanpa SPV (Surat Permintaan Visum) izin tertulis dari semua pemeriksaan
dokter didampingi perawat perempuan pada wkt melakukan pemeriksaan Dokter segera mencatat dalam MR
Serahkan VER hanya kepada polisi
Memberikan konseling psikologi dan menawarkan bantuan hukum (kerjasama dengan Lembaga Bantuan Hukum yang ada) dan rumah aman
Shelter: utk org2 yang terancam utk dibunuh
PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL THD WANITA (RAPE INVESTIGATION
Pahami definisi rape, pencabulan (molestation), sexual harassment (pelecehan seksual), overspel (perzinahan yang melaporkan harus istri dan setelah 3 bulan harus cerai) , incest
Definisi Rape
Perkosaan adalah persetubuhan (genitogenital, kl orogenital & anogenital pencabulan) diluar nikah (dalam nikah/incest pencabulan) dengan kekerasan atau dibawah ancaman kekerasan 12 th(ps 285).
UU perlindungan Anak tidak ada kata2 perkosaan, adanya kekerasan sex UU HAM no 26/2000 tidak ada kata2 perkosaan, adanya kekerasan sex UU KDRT no 23/2004 tidak ada kata2 perkosaan, adanya kekerasan sex Three elements are necessary to constitute the crime: di Australia
- Sexual intercourse (Carnal knowledge) ada hubungan sexual - Failure to seek or to obtain the consent of the victim dipaksa - Force kekerasan, membuat org tak berdaya termasuk toksikologi
Carnal knowledge: slightest penetration of of the labia minor by the penis hanya nempel saja sudah termasuk persetubuhan robekan hymen, ejakulasi tdk harus ada (sperma harus ketemu kepala)
Force may involve the use of violence, threat of violence or coercion.
Mahkamah pidana internasional (ICC): apbl ada 2 negara yang saling konflik biasanya perempuan dl yg dihancurkan
- ICTR: diruanda, persetubuhan pd situasi koersif (mencekam) krn di sana banyak perempuan dengan payudara lecet smp putting lepas
- ICTY: benda apa saja masuk vagina atau anal disebut persetubuhan Pahami aspek medikolegal termasuk VeR
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
32
Pahami cara melakukan anamnesa pemeriksaan fisik dan laboratorik berdasarkan kasus yang adaANAMNESA Riwayat kejadian
- Sebelum
Kenal dengan pelaku? Diberi minuman? Diberi iming2/janji2
Diancam? Dengan kata2 atau dengan senjata? bentuk ancamannya spt apa - Selama
Melawan? Pelaku menggunakan kekerasan? Berteriak? Pelaku menggunakan kondom? Terjadi penetrasi? Terjadi ejakulasi?
- Sesudah
Membasuh diri? Mandi? Ganti pakaian? Kencing? Bab? Minum? Sikat gigi? sulit dilakukan krn sudah bersih
Riwayat seksual - Menarche, menstruasi, sudah menikah atau belum? KB yang dipakai? Jumlah anak? Pernah aborsi? Dll
HARUS DICARI
Tanda
persetubuhan
- Adanya robekan hymen (tidak selalu)
Robekan akut: ada bitnik perdarahan, ada memar
Robekan selaput dara sembuh dalam 3-5hari, >5hari robekan lama
Menetukan robekan baru/lama cari bitnik perdarahan, dan perkiraan waktu Robekan pada jam 1 hati2 bedakan dengan lipatan,
Kalau dianus luka sembuh >2minggu krn tdk steril
Pada anak jangan lakukan insepkulo, kl dilakukan inspekulo harus di OK Anus corong: diameter/kripte ani bukan bukti ada kekerasan sex Pada anus jika ditemukan sperma/pelican bs jd bukti
- Adanya sperma dan cairan sperma (tidak selalu) Cairannya: Fosfatase asam, Berberio, Florence Selnya
Dari swab Vagina : Malachite Green Terjebak dalam kain: Baechi
DNA Pada kasus-kasus Paternitas dan Salome (satu lobang rame2) - Kehamilan dengan USG, test pack (pasti)
- PMS : GO, HIV, Sifilis, condyloma dll (pasti: pada dws, pada anak blm tentu) Tanda kekerasan - Cari luka luka memar biasanya mempunyai tempat predileksi
-
Ambil darah atau urine untuk toksikologi dan mikrobiologi
Umur - bila klien tidak mengetahui umurnya dengan pasti: Dari gigi, Radiologis Pantas kawin
atau tidak
- Menarche pertama umur berapa?
- Tanda kelamin sekunder ada atau tidak dan sudah berkembang atau belum
PEMERIKSAAN
Kumpulkan barang bukti, semua harus di label Baju diambil
Barang bukti lain, spt daun kering, tanah yang melekat
Periksa memar pada mulut dan langit-langit pada persetubuhan oral
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
33
Bila ada bercak sperma pada tubuh, bila kering kerok dengan skalpel, bila basah gunakan kapas lidi dan masukkan dalam amplop Status ginekologis: dengan posisi litotomi (dws), knee chest position (anak)DESKRIPSI LUKA
Contoh kesimpulan
- Pada pemeriksaan terhadap wanita berusia dua puluh tiga tahun ini ditemukan robekan baru pada selaput dara pada posisi jam tujuh sampai dasar karena kekerasan tumpul yang menembus liang senggama (penetrasi). Selanjutnya pada pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya tanda-tanda persetubuhan. Selain itu pada pemeriksaan fisik ditemukan adanya memar-memar pada badan dan anggota gerak karena kekerasan tumpul yang menurut sifat dan polanya sesuai dengan luka tangkis.
- Untuk pemasitian dianjurkan pemeriksaan DNA Pahami Pendokumentasian Kasus
PEMERIKSAAN THDP KASUS KDRT (DOMESTIC
VIOLENCE INVESTIGATION)
Lingkup KDRT: fisik, psikis, ekonomi
Tanda2 perempuan yang mengalami KDRT: Kurang pe de, merasa bodoh, tampak tua dari umurnya, nyeri tanpa tahu sebabnya, cemas Tanda-tanda kekerasan (plg sering di wajah): memar, cekik, gigi tanggal, patah tulang hidung, perdarahan pervaginam
Bila darurat berikan terapi sesuai dengan lukanya, ke poli mata? Poli THT? Bedah? Kebidanan?
Anamnesa: cari faktor latar belakang dan pencetus: sosek? Obat? PIL? WIL? Tekanan pekerjaan? Kejadian yang keberapa? Apakah sesuai dengan siklus KDRT Pemeriksaan korban dengan konsen: Prinsip menjaga rahasia, kepercayaan dan membatu pelayanan klien
Pembuatan visum, konseling, merujuk ke tkt advokasi yang terkait Perlukah KDRT di laporkan?
MANDATORY REPORTING FACULTATIVE REPORTING
- Yg mengetahui WAJIB lapor ke instansi penegak hukum, instansi perlindungan sipil untuk mencegah kekerasan yg berkelanjutan - Efek : resiko kekerasan lanjutan, Resiko krn ketidakberdayaan dari
korban
- Dilaporkan bila ada izin langsung / permintaan korban.
- UU no. 23 tahun 2004, pasal 15:
setiap orang yang mendengar, melihat, atau mengetahui terjadinya KDRT WAJIB melakukan upaya-upaya sesuai dengan batas kemampuannya untuk Mencegah berlangsungnya TP
Memberikan perlindungan kepada korban Memberikan pertolongan darurat
Membantu proses pengajuan permohonan penetapan perlindungan Sanksi pidana KDRT UU no.23 tahun 2004
- Kekerasan fisik: 5 tahun atau denda maksimal 15 juta pasal 44(1)
- Kekerasan fisik menyebabkan jatuh sakit atau luka berat: 10 tahun atau denda maks 30 juta pasal 44(2) - Kekerasan fisik menyebabkan meninggal: 15 tahun atau denda maks 45 juta ps. 44(3)
- Dilakukan oleh pasangan, luka ringan: 4 bulan atau denda maks 5 juta ps. 44(4) - Kekerasan psikis: 3 tahun atau denda maks 9 juta ps. 45(1)
- Dilakukan oleh pasangan, luka ringan: 4 bulan atau denda maks 3 juta ps. 45(2) - Kekerasan seksual: 12 tahun atau denda maks 36 juta ps. 46
- Memaksa orang serumah melakukan hubungan seksual (incest): 4 tahun – 15 tahun atau denda 12 – 300 juta ps. 47 - Kekerasan seksual menyebabkan luka berat: 5 tahun – 20 tahun atau denda maks 25 – 500 juta ps. 48
- Menelantarkan orang serumah atau menyebabkan ketergantungan ekonomi dengan cara membatasi dan atau melarang bekerja yang layak di dalam atau diluar rumah tangga sehingga korban berada dibawah kendali orang tersebut: 3 tahun atau denda maks 15 juta ps. 49
RANGKUMAN BLOK MEDIKOLEGAL | S.F.A
34
Tugas dokter- Pemeriksaan, pengobatan (asas rujukan) - Diskripsi luka
- Pencatatan dan pendokumentasian - Pembuatan visum
- Menentukan derajad luka karena ini berhubungan dengan hukuman pelaku
PEMERIKSAAN THDP KASUS CHILD ABUSE AND NEGLECT
(CAN)
Korban datang sering datang diantar orang tua,dengan keluhan “anak terjatuh dari tangga” pada pemeriksaan banyak memar yang berwarna warni, pada pemeriksaan Radiologis sering ditemukan multiple fraktur
Penemuan dokter saat pemeriksaan (accidental): pengetahuan, kepekaan dokter, kelengkapan sarana diagnosis, SOP RS
Pelaku : orang tua atau pengasuh yang sengaja, kebablasan karena tidak tahu akibatnya,atau sakit jiwa atau pelaku dulunya korban child abuse juga Pelaporan “iceberg phenomena” oleh karena dianggap disiplin keluarga (discipline killing) atau cara mendidik anak
Kadang pelaporan sudah terlambat: bahkan si anak sudah meninggal baru dilaporkan Battered Child syndrome:
- Fraktur
- Perdarahan Subdural - Memar jaringan lunak - Hematom pada kulit - Malnutrisi
Pemeriksaan fisik:
- Cedera intra kranial (termasuk mata) dan spinal: whiplash, shaken, hematom subdural, perdarahan otak, kontusio atau edema, cedera medulla spinalis - Asfiksia, tenggelam dan keracunan