• Tidak ada hasil yang ditemukan

APLIKASI PENDUKUNG GOOD ORGANIZATION GOVERNANCE (GOG) DI LINGKUNGAN STUDENT CREATIVITY DEVELOPMENT CENTER (SCDC) BINUS UNIVERSITY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "APLIKASI PENDUKUNG GOOD ORGANIZATION GOVERNANCE (GOG) DI LINGKUNGAN STUDENT CREATIVITY DEVELOPMENT CENTER (SCDC) BINUS UNIVERSITY"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

APLIKASI PENDUKUNG GOOD

ORGANIZATION GOVERNANCE

(GOG) DI LINGKUNGAN STUDENT

CREATIVITY DEVELOPMENT

CENTER (SCDC) BINUS UNIVERSITY

Vincent

Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Wandi Hardana

Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia dan

Yoppy Kosasih

Binus University, Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah merancang dan mengimplementasi aplikasi pendukung

GOG di lingkungan SCDC Binus University berbasis web. Metode penelitian yang

digunakan dalam skripsi ini meliputi metode analisis dan metode perancangan. Hasil

yang ingin dicapai adalah terciptanya aplikasi yang bisa menyelesaikan permasalahan

yang ada di Student Creativity Development Center saat ini dan mendukung terciptanya Good Organization Governence. Setelah menganalisis kebutuhan, merancang, dan menyusun aplikasi pendukung Good Organization Governence

(2)

mengarsipkan proposal-proposal yang ada, menumbuhkan tata kelola organisasi yang

baik karena transparasi proses terjaga, membantu para stakeholder untuk selalu

terhubung dengan aplikasi ini, dan membantu pembina serta manager untuk mengikuti

perkembangan setiap organisasi yang ada. Adapun saran dari kami adalah agar

disediakan fitur tambahan seperti chat online agar bisa saling terhubung,

ditambahkannya keamanan pada sistem untuk menccegah hal-hal yang tidak

diinginkan, dan dilakukannya back up secara berkala untuk menghindari hal-hal yang

tidak diinginkan.

Kata Kunci : Good Organization Governance (GOG), Student Creativity Development Center (SCDC)

1.

Pendahuluan

Secara umum Good Corporate Governance (GCG) adalah pemahaman aturan yang ditetapkan, sistem hubungan kerja dan prosesnya serta jelas wewenang dan

tanggungjawabnya (UNESCAP, 2012). Hubungan kerja didalam organisasi

perusahaan yang sangat menentukan adalah hubungan antara pemilik, dewan direksi

dan manajer. Tetapi dalam aplikasinya dapat juga dilaksanakan untuk organisasi yang

lain, dimana dalam hal ini menurut United Nation Economic and Social Commission

for Asia and the Pacific (UNESCAP) yang menyatakan bahwa pemerintah adalah

salah satu pelaku governance, sedangkan pelaku lainnya antara lain adalah asosiasi, lembaga swadaya masyarakat, universitas, lembaga penelitian dan pihak yang terkait

(3)

Good Governance, khususnya pada lingkungan organisasi kemahasiswaan universitas Bina Nusantara. Pada kesempatan ini, kami akan membahas lebih lanjut mengenai

Good Organization Governance (GOG) yang akan kami terapkan di lingkungan

Student Creativity Development Center (SCDC) Bina Nusantara. Salah satu asas

dalam Good Governance adalah Transparansi dalam proses.

Dalam dunia organisasi, kegiatan surat-menyurat sudah menjadi hal yang biasa

dilakukan baik dalam bentuk hardcopy maupun e-paper atau e-mail. Kegiatan

surat-menyurat tersebut dilakukan tidak terkecuali oleh organisasi mahasiswa yang ada di

setiap universitas. Kegiatan surat-menyurat sendiri bertujuan untuk memberikan

informasi pada orang/pihak lain. Salah satu bentuk surat-menyurat yang paling sering

dibuat adalah proposal. Proposal seperti yang kita ketahui adalah suatu bentuk

rancangan kegiatan yang dibuat dalam bentuk formal dan standar. Suatu proposal

biasanya berisi ringkasan mengenai kegiatan yang diadakan, waktu dan tempat

pelaksanaan, anggaran dana, susunan kepanitiaan, dan jadwal kegiatan.

Dalam organisasi mahasiswa khususnya di BINUS UNIVERSITY ini, mereka

biasanya membuat proposal dengan tujuan untuk memberikan rancangan kegiatan

yang akan dilakukan. Satu proposal akan mewakili satu kegiatan yang akan mereka

selenggarakan. Proposal yang sudah dibuat tersebut akan diberikan ke pembina untuk

dilakukan pengecekan dan kemudian akan disahkan oleh manager. Setelah mendapat

pengesahan dari manager barulah kegiatan yang sudah dirancang di proposal tersebut

dapat dilaksanakan.

Masalah timbul ketika proposal yang biasanya berbentuk hardcopy tersebut akan

mengalami kesulitan dalam pengarsipan. Pengarsipan yang baik membutuhkan tempat

yang cukup besar agar proposal-proposal yang akan disimpan dapat tersusun dengan

(4)

organisasi mahasiswa baik UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) maupun HMJ

(Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang aktif serta tidak sedikit proposal-proposal yang

memiliki isi yang tebal kemudian proposal-proposal akan bertambah tiap tahunnya

maka akan dibutuhkan tempat yang sangat besar untuk dapat menampung

proposal-proposal tersebut. Karena di BINUS University ini tidak mempunyai tempat yang

cukup besar untuk menampung proposal tersebut maka akhirnya

proposal-proposal tersebut ditumpuk sedemikian rupa dan kurang terstruktur. Hal ini akan

menyebabkan sulitnya organisasi mahasiswa, ataupun pembina ataupun manager

untuk melakukan pencarian terhadap proposal yang akan digunakan kembali karena

harus ketempat penyimpanan proposal dan mencarinya satu per satu diantara

tumpukan-tumpukan proposal tersebut sehingga akan menyebabkan banyak waktu

yang terbuang hanya untuk mencari proposal. Kemudian jika tempat sudah kepenuhan

maka proposal yang lama akan dibuang untuk dapat menampung

proposal-proposal yang baru.

Masalah berikutnya adalah tidak adanya dokumentasi dari proposal-proposal yang

masih salah karena proposal yang akan disimpan adalah proposal yang sudah benar

dan sudah disahkan oleh manager. Pembuatan proposal biasanya membutuhkan

beberapa perbaikan untuk menyempurnakan proposal yang dibuat. Proposal akan

diperiksa oleh pembina supaya jika ada bagian yang salah maka organisasi mahasiswa

tersebut dapat memperbaikinya. Dengan tidak adanya dokumentasi proposal yang

sebelumnya masih salah maka pembina akan mengalami kesulitan untuk memeriksa

kembali perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan sehingga tidak jarang pembina

harus memeriksa proposal dari awal lagi dan hal tersebut akan mengurangi efisiensi

waktu dari pembina maupun dari organisasi mahasiswa. Selain menyulitkan dalam

(5)

menyebabkan beberapa bagian yang masih salah menjadi terlewatkan sehingga

terkadang proposal yang masih salah sudah disahkan oleh manager. Padahal dengan

adanya dokumentasi dari proposal yang masih salah, selain mempermudah pembina

dalam memerika perbaikan, juga dapat dijadikan pembelajaran bagi organisasi

mahasiswa lainnya untuk dapat membedakan proposal yang sudah baik dan benar

dengan proposal yang masih salah sehingga diharapkan kesalahan dalam pembuatan

proposal dapat dikurangi.

Masalah tidak terjadi hanya pada pembuatan proposal, tetapi juga dalam pemilihan

ketua dari suatu organisasi mahasiswa. Dalam hal pemilihan ketua, pembina dan

manager akan mengalami kesulitan untuk mengetahui calon-calon ketua dari

masing-masing organisasi mahasiswa, profil masing-masing-masing-masing calon ketua, siapa saja yang

melakukan voting, dan sudah sampai sejauh mana proses pemilihan tersebut berlangsung. Selain itu dalam hal pendaftaran anggota baru yang dilakukan secara

manual, manager juga akan mengalami kesulitan untuk mengetahui jumlah pendaftar

tiap-tiap organisasi mahasiswa, siapa organisasi mahasiswa yang paling diminati dan

yang paling kurang diminati, serta berapa banyak organisasi mahasiswa yang diikuti

oleh seorang pendaftar. Laporan-laporan tersebut dibutuhkan manager untuk

memantau perkembangan setiap organisasi mahasiswa agar dapat lebih berkembang

ke depannya.

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan diatas penggunaan aplikasi berbasis

web merupakan salah satu solusi pemecahanya. Penggunaan aplikasi web SCDC

Online ini membuat pembina dan organisasi tidak perlu untuk saling bertemu sehingga

dapat membantu mengefisiensikan waktu pembahasan proposal serta membantu

mengatur penyimpanan proposal-proposal yang sudah dibuat sehingga tidak

(6)

tersebut. Selain itu, adanya laporan-laporan juga dapat membantu pembina dan

manager dalam mengikuti perkembangan setiap organisasi mahasiswa di BINUS

UNIVERSITY ini.

2.

Metodologi

Ruang lingkup dari penelitian mencakup analisa, perancangan, dan implementasi

aplikasi pendukung Good Organization Governance (GOG) di lingkungan Student

Creativity Development Center (SCDC) Binus University. Adapun pembahasan yang

dilakukan meliputi sebagai berikut :

- Perancangan - Implementasi - Evaluasi Internet Modem USB Ponsel Client (Manager, Pembina, Organisasi Kemahasiswaan) SMSC Server Aplikasi PC Client (Manager, Pembina, Organisasi Kemahasiswaan) Intranet Client (Manager) Client (Pembina) SMS Gateway Email Gateway

(7)

2.1.

Perancangan

Dalam merancang aplikasi ini, pertama-tama kami membuat use case, activity

diagram, dan perancangan layar untuk menggambarkan kebutuhan-kebutuhan user

pada sistem, alur proses dari sistem dan gambaran layar yang akan dibuat dimana user

terbagi menjadi 4 yaitu Manager, Pembina, Sekretariat, dan Organisasi Kemahasiswaan.

A. Use Case

A.1 Use Case Sistem Pelaksanaan Event

(8)

A.2 Use Case Sistem Voting

Gambar 3 - Use Case Sistem Voting

B. Activity Diagram

B.1 Activity Diagram Pelaksaan Event

(9)

B.2 Activity Diagram Voting

Gambar 5 - Activity Diagram Voting

C. Perancangan Layar

C.1 Perancangan Layar Index

(10)

C.2 Perancangan Layar Home

Gambar 7 - Perancangan Layar Home

2.2.

Implementasi

Implementasi dilakukan dengan melalui prosedur sebagai berikut :

A. Spesifikasi Sistem

A.1 Spesifikasi Perangkat Lunak untuk Sistem yaitu :

- Apache

- PHP 5.0

- MySQL

- Internet Browser

A.2 Spesifikasi Perangkat Keras untuk Sistem yaitu :

- Intel Core2 Duo T4200 2.00GHz

(11)

- Harddisk 80GB

- Monitor

- Keyboard

- Mouse

B. Tampilan Layar

B.1 Tampilan Layar Index

Gambar 8 - Tampilan Layar Index

B.2 Tampilan Layar Home

(12)

2.3.

Evaluasi

Pengujian (evaluasi) dilakukan melalui beberapa cara, diantaranya :

A. Demo Aplikasi pada Manager dan Pembina.

B. Kuisioner pada Manager dan Organisasi Kemahasiswaan.

Berikut adalah daftar pertanyaan dari kuisioner yang diberikan :

Beri tanda pada kolom yang sesuai

Ket :

A -> Setuju

B -> Biasa saja / tidak tahu

C -> Tidak setuju

Pertanyaan Nilai A B C

Antar muka aplikasi mudah dimengerti

Dalam proses pengelolaan suatu event, aplikasi ini menyediakan informasi yang

jelas

Dokumen-dokumen (proposal, LPJ, flyer) dapat dicari dengan mudah

Transparasi data berhasil diwujudkan dengan dukungan aplikasi ini

Fitur notifikasi melalui sms dan email membantu agar anda tetap terhubung

dengan aplikasi ini

Laporan-laporan yang ada telah memberikan data-data yang dibutuhkan oleh

Manager, Pembina, maupun Sekretariat

Secara keseluruhan aplikasi ini sangat membantu

(13)

.

3.

Kesimpulan

Setelah menganalisis kebutuhan, merancang dan menyusun aplikasi pendukung

Good Organization Governance (GOG), maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

1. Aplikasi ini dapat membantu mahasiswa, pembina, manager serta secretariat dalam

proses proposal, notifikasi sms dan email, voting dan yang lainnya untuk selalu terhubung ke aplikasi ini.

2. Menumbuhkan tata kelola organisasi yang baik karena transparasi proses yang terjaga

oleh sistem/aplikasi.

3. Dapat menghemat waktu karena informasi mengenai tanggal event, pemberitahuan dan

yang lainnya mengenai Student Creativity Development Center (SCDC) dapat dengan mudah diperoleh melalui website.

4. Aplikasi ini dapat membantu pembina, manager serta secretariat untuk memperoleh

laporan dengan cepat dan membantu dalam mengikuti perkembangan setiap organisasi

(14)

Daftar Pustaka

[1] Anonim (http://wammu.eu/gammu/) Diakses 07 Januari 2012

[2] Castro, E. (2007). HTML, XHTML, & CSS, Sixth Edition: Visual QuickStart Guide. Peachpit Press, Berkeley, CA.

[3] Comer, D. E., (2004). Computer Networks and Internets with Internet Application. (4th edition). Pearson Education, Inc, New Jersey.

[4] Connolly, Thomas M., Begg, Carolyn E. (2002). Database Systems : A practical

Approach to Design, Implementation, and Management. (3th edition).

Addison-Wesley. Publishing Company, Inc, USA.

[5] Gupta, P. Short Message Service: What, How and Where?, http://www.wirelessdevnet.com/channels/sms/features/sms.html

Diakses 10 Januari 2012

[6] NewNet. Wireless Short Message Service Tutorial, www.mobilein.com/SMS_tutorial.pdf Diakses 10 Januari 2012

[7]  Shneiderman, Ben (2010). Designing the User Interface : Strategies for Effective Human

Computer Interaction, Fifth Edition. Addison Wesley Longman, Inc.

[8] Stallings, William. (2003). Cryptography and Network Security Principles and Practice. (3rd edition). Pearson Education, Inc, New Jersey.

[9] Suprianto, Dodit. (2008). Pemrograman PHP. OASE Media, Bandung.

[10] Talukder, A. K., Ahmed, Hasan., Yavagal, Roopa R., (2010). Mobile Computing

Technology, Applications and Service Creation. (2nd edition). Mc-Graw-Hill, United States

(15)

[11] UNESCAP. (2012). What is Good Governance?,

http://www.unescap.org/pdd/prs/ProjectActivities/Ongoing/gg/governance.asp

Diakses 07 Januari 2012

[12] Whitten, Jeffrey L., Bentley, Lonnie D. (2004). System Analysis and Design Methods. (6th edition). Mc-Graw-Hill, United States of America.

[13] Williams, Brian K., Stacey C. Sawyer. (2007). Using Information Technology,

Pengenalan Praktis Dunia Komputer dan Komunikasi. (7th edition). Penerbit Andi,

Gambar

Gambar 1 - Arsitektur Sistem
Gambar 2 - Use Case Sistem Pelaksanaan Event
Gambar 3 - Use Case Sistem Voting
Gambar 6 - Perancangan Layar Index
+3

Referensi

Dokumen terkait

Raya Palembang

Dampak terbesar dari tujuan tergantung pada seberapa besar peningkatan gaji, promosi, dan penghargaan yang didasarkan pada pemenuhan tujuan.Karyawan yang dapat mencapai tujuan

Hanya cukup menentukan tanggal dan jam awal waktu yang diingin untuk terhadap kendaraan dan tanggal beserta jam akhirnya, juga harus memilih kendaraan mana yang

Proses belajar mengajar dengan teknik Think Pair Share (TPS) dan dilengkapi dengan menggunakan media kartu gambar yang telah dirancang dan dibuat dengan memanfaatkan software

Kondisi ini tentunya menarik untuk dikaji bagaimana perilaku penyeberangan pejalan kaki yang menggunakan Zebra Cross dan tidak menggunakan Zebra Cross terhadap pengaruh kinerja

2.a Infrastruktur Air Limbah dengan Sistem Terpusat Skala Kota Pembangunan IPLT. Pembangunan IPLT

Hasil penelitian yang dilakukan peneliti secara langsung dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode example non example dalam pembelajaran PAI dan Budi

Konsistensi Target Luaran yang diharapkan adalah (a) Meningkatnya pengetahuan remaja karang taruna terkait penyalahgunaan NAPZA dan perilaku seks bebas, (b)