• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PERNIKAHAN DAN

PERNIKAHAN DAN

KONTEKSTUALISASINYA

KONTEKSTUALISASINYA

(2)

Pernikahan dalam Islam

 Pengertian dan Dasar Hukum.

 Alquran ( Q.S. Ar-Ruum, 30 :21,

An-Nisa’,4 : 3, An-Nuur, 24 : 32)

 Hadis

 UU No 1 Tahun 1974 tentang

Perkawinan ( pasal 1 ).

(3)

Tujuan dan Fungsi Pernikahan

Menciptakan keluarga sakinah

berlandaskan mawaddah wa rahmah

( Q.S. Ar-Ruum, 30 : 21)

Menjaga pandangan mata dan menjaga kehormatan

( H.R.Bukhori)

(4)

Prinsip pernikahan Islam

Prinsip pernikahan Islam

Kebebasan memilih

Kebebasan memilih

Mawaddah

Mawaddah

Rahmah

Rahmah

Amanah

Amanah

Mu’asyarah bil ma’ruf

(5)

Praktek Perkawinan Sebelum

Praktek Perkawinan Sebelum

Datangnya Islam

Datangnya Islam

Pernikahan dengan ibu tirinya.

( Q.S. An-Nisa,4 : 22-24 )

Pernikahan saling bertukar isteri

Suami mengijinkan isteri bersetubuh dengan pria

lain untuk mendapatkan keturunan yang baik.

Pernikahan dengan tawanan perempuan tanpa

mahar.

(6)

Perbedaan konsep wali dan mahar, sebelum dan sesudah Islam

Konsep Wali

Sebelum Islam wali dianggap sebagai bentuk kuasa dan

wewenang laki-laki atas

perempuan, atau peniadaan hak atas perempuan.

Sesudah Islam, wali sebagai pemandu dan pembimbing

(7)

*************

• Konsep Mahar

Sebelum Islam, Mahar dianggap

sebagai bentuk harga dari seorang pengantin perempuan

Sesudah Islam, mahar adalah

bentuk kesungguhan cinta kasih yang diwujudkan dalam shaduqat

(8)

Kontroversi dalam Praktek Pernikahan

Poligami

Pernikahan Siri

Nikah Mut’ah

(9)

Poligami

Dasar Hukum, Q.S. An-Nisa,4 : 3 dan 129.Latar belakang turunnya ayat :

Pasca perang Uhud, banyak janda dan anak

yatim yang harta bendanya tidak terurus.

Penekanan pada konsep keadilan, bukan pada

bilangan isteri.

Pembatasan jumlah isteri, dari yang tanpa

(10)

…..

Lanjutan ….

Praktek poligami Rasulullah pendekatan

sosial dan pendekatan dakwah, bukan

pendekatan seksual. Selama 28 tahun

Rasulullah menerapkan monogami hanya dengan Siti Khadijah.

Praktek poligami saat ini lebih banyak

(11)

====

lanjutan……..

Surat An-Nisa’,4 : 3  bukan merupakan

anjuran untuk berpoligami apalagi disunahkan. Tetapi merupakan respon atas kondisi dan

situasi yang terjadi pada waktu itu.

Dampak negatif : kecemburuan, persaingan tidak sehat, saling iri, anak-anak terlantar,

(12)

Pernikahan Siri

Pernikahan Siri

Pengertian – Perbedaan dengan Nikah Pengertian – Perbedaan dengan Nikah

resmi

resmi

Hukumnya dalam Islam dan UU NegaraHukumnya dalam Islam dan UU Negara Faktor Penyebab dilangsungkannyaFaktor Penyebab dilangsungkannya

(13)

********

********

 PengertianPengertian : Pernikahan yang meskipun telah : Pernikahan yang meskipun telah memenuhi rukun dan syarat pernikahan sesuai

memenuhi rukun dan syarat pernikahan sesuai

ketentuan syar’i, namun tidak dicatatkan di KUA/

ketentuan syar’i, namun tidak dicatatkan di KUA/

Pegawai Pencatat Nikah.

Pegawai Pencatat Nikah.

 PerbedaanPerbedaan : : Nikah Resmi

Nikah Resmi  mempunyai akta nikah, mempunyai akta nikah,

sah secara agama dan secara hukum

sah secara agama dan secara hukum

Nikah Siri

Nikah Siri  Tidak ada akta nikah, Tidak ada akta nikah,

sah secara agama, tidak sah secara

(14)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 Status HukumnyaStatus Hukumnya

Secara Hukum Islam

Secara Hukum Islam, nikah siri adalah , nikah siri adalah sah

sah dimata Allah selama pelaksanaannya dimata Allah selama pelaksanaannya memenuhi ketentuan-ketentuan syar’i,

memenuhi ketentuan-ketentuan syar’i,

seperti adanya calon mempelai, wali,dua

seperti adanya calon mempelai, wali,dua

orang saksi, mahar, ijab dan qabul.

(15)

~~~~~~

~~~~~~

Secara Hukum Nasional

Secara Hukum Nasional, nikah siri , nikah siri tidak sahtidak sah secara hukum, karena merupakan

secara hukum, karena merupakan

pelanggaran terhadap UU no.1 Tahun

pelanggaran terhadap UU no.1 Tahun

1974 tentang perkawinan pasal 2:

1974 tentang perkawinan pasal 2:

(1)

(1) Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut

hukum masing-masing agamanya dan

hukum masing-masing agamanya dan

kepercayaannya itu

kepercayaannya itu

(2)

(2) Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan

perundang-undangan yang berlaku

(16)

****************

****************

Faktor Penyebab dilangsungkannya Faktor Penyebab dilangsungkannya ::

 Menghindari zinaMenghindari zina

 Belum ada kesiapan moril dan materiilBelum ada kesiapan moril dan materiil

 Menghindari prosedur yang berbelitMenghindari prosedur yang berbelit

 Tidak ada biaya untuk administrasi Tidak ada biaya untuk administrasi

pernikahan

pernikahan

 Alasan untuk bisa berpoligamiAlasan untuk bisa berpoligami

(17)

---Dampak PositifDampak Positif

 sah secara agamasah secara agama

 terhindar dari pergaulan bebas dan terhindar dari pergaulan bebas dan

dosa

dosa

(18)

……

……

..

..

 Dampak NegatifDampak Negatif

 tidak ada kepastian hukumtidak ada kepastian hukum 

 status anak tidak jelas, karena tidak ada bukti status anak tidak jelas, karena tidak ada bukti autentik dari pernikahan orang tuanya.

autentik dari pernikahan orang tuanya.

 bila terjadi perceraian,isteri dan anak tidak bila terjadi perceraian,isteri dan anak tidak akan akan mendapatkan

mendapatkan hak-hak yang hak-hak yang seharusnya didapatkan seharusnya didapatkan

misalnya, hak

misalnya, hak waris, hak waris, hak asuh,hak pendidikan asuh,hak pendidikan

anak dan

anak dan sebagainya. sebagainya.

 memunculkan imej negatif di kalangan memunculkan imej negatif di kalangan masyarakatmasyarakat 

 memicu terjadinya kekerasan dalam rumah memicu terjadinya kekerasan dalam rumah tangga.

(19)

======

======

SolusiSolusi

 Segera lakukan Segera lakukan Itsbat NikahItsbat Nikah

Pengajuan ke Pengadilan Agama agar

Pengajuan ke Pengadilan Agama agar

memperoleh penetapan pernikahan

memperoleh penetapan pernikahan

dengan akta nikah sebagai buktinya.

dengan akta nikah sebagai buktinya.

Walimatul Ursy Walimatul Ursy jika dimungkinkan. jika dimungkinkan.

Menghindari pandangan negatif

(20)

Pernikahan Mut’ah

• Pengertian :

Pernikahan yang didasarkan pada jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

• Hukumnya:

Pernikahan tersebut pernah terjadi pada masa

(21)

```````

• Kalangan Syiah Isna Asyariyah sepakat bahwa nikah mut,ah diperbolehkan atas dasar Q.S. An-Nisa’,4 : 24.

• Jumhur ulama melarang praktek nikah tersebut,

karena hanya didasarkan pada kesenangan semata dan dalam jangka waktu tertentu.

(22)

Penutup

Penutup

Perkawinan merupakanPerkawinan merupakan penyatuan dua penyatuan dua

manusia pada bentuk asal yang paling

manusia pada bentuk asal yang paling

hakiki

hakiki ( nafsun wahidah – Q.S. Al-A’raf,7: ( nafsun wahidah – Q.S. Al-A’raf,7:

189),

189), juga merupakan juga merupakan bentuk bentuk

keterkaitannya dalam satu kesatuan

keterkaitannya dalam satu kesatuan

(

(min anfusikummin anfusikum- Q.S. Ar-Ruum, 30 : 21), - Q.S. Ar-Ruum, 30 : 21),

yang akan dijadikan landasan dalam

yang akan dijadikan landasan dalam

mewujudkan

mewujudkan rasa cinta kasih, saling rasa cinta kasih, saling menyayangi, saling menghargai dan

menyayangi, saling menghargai dan

saling memotivasi

saling memotivasi menuju terciptanya menuju terciptanya rumah tangga yang bermartabat di

rumah tangga yang bermartabat di

hadapan Allah swt.

Referensi

Dokumen terkait

¤   Merupakan tindakan ekonomi yang disituasikan secara sosial dan melekat dalam jaringan sosial personal yang sedang berlangsung di antara para aktor, tidak terbatas pada

Taklik-talak adalah perjanjian yang diucapkan mempelai pria setelah akad nikah, yang tercan- tum dalam Akta Nikah..

Bahasa khusus merupakan bahasa alami yang digunakan secara wajar para pemakaianya/ tidak diketahui siapa penciptanya, kapan mulai ada, digunakan pertama kali oleh siapa.. Objek

Strain mekanis juga mempengaruhi pengukuran suhu dengan RTD karena mengubah nilai hambatan. secara tidak sengaja terjadi pada pengukuran suhu permukaan dengan sensor

 Atau dengan kata lain ilmu adalah pengetahuan yang didapatkan berdasarkan metode ilmiah..  Tidak semua pengetahuan dapat disebut sebagai ilmu, karena ilmu merupakan

dalam pelayanan makanan, tangan kita mungkin merupakan peralatan yang paling tidak aman terkait dengan infeksi, karena suhu kulit kita sangat ideal bagi berkembang biaknya

bertujuan utk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu dlm klp mata pelajaran IPTEK, dan dilakukan dlm bentuk Ujian Nasional...

Paham ideologi ini memandang, bahwa ketidaksederajatan masyarakat merupakan suatu hukum alami, suatu hal yang mustahil bisa dihindari serta sudah merupakan