DEPARTEMEN PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DIREKTORAT JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI
Nomor : 621/DJPDN/X/2001 Jakarta, 17 Oktober 2001
Lampiran : 1 (satu) berkas
Perihal : Pelaksanaan UU-WDP Kepada :
Yth. Sdr. Para Gubernur di
Seluruh Indonesia
Sehubungan dengan masih banyaknya pertanyaan dari Kabupaten dan Kota di Seluruh Indonesia mengenai pelaksanaan pendaftaran perusahaan berdasarkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (UU-WDP), terutama kaitannya dengan Undang-Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. UU-WDP bertujuan untuk menghimpun data dan informasi perusahaan melalui kegiatan pendaftaran perusahaan yang ada di Seluruh Indonesia. Data dan Informasi perusahaan tersebut disatukan dalam Database Perusahaan Nasional pada Kantor Pendaftaran Perusahaan (KPP) Pusat dalam hal ini Direktorat Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan -Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Depperindag.
2. Pelaksanaan pendaftaran perusahaan dilakukan oleh Dinas/Kantor Kabupaten/Kota, yang membidangi kegiatan perdagangan, selaku Kantor Pendaftaran Perusahaan (KPP) Kabupaten/Kota, dengan koordinasi Dinas yang membidangi bidang perdagangan di tingkat Propinsi selaku KPP Propinsi.
3. Pengadaan Formulir Pendaftaran Perusahaan dan Blanko Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dilakukan oleh KPP Kabupaten/Kota dengan Kop sesuai nomenklatur Pemerintah Daerah masing-masing (contoh terlampir).
4. Pelaporan atas pelaksanaan pendaftaran perusahaan KPP Kabupaten/Kota dilakukan setiap bulan, dengan :
a. Mengirimkan Laporan statistik penerbitan, pembaharuan (1, 2, 3) dan penghapusan TDP.
b. Mengirimkan copy formulir yang telah disahkan atau disket hasil entry data perusahaan bagi yang telah menggunakan program aplikasi komputer.
Laporan disampaikan kepada KPP Propinsi dan Direktorat Bina Usaha dan Pendaftaran Perusahaan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri.
5. Terhadap penerimaan Biaya Administrasi Perusahaan (BA-WDP) diberlakukan ketentuan : a. Sejak tanggal 1 Maret 2001 ditetapkan sebagai Pendapatan Asli Daerah, sebagaimana diatur Surat Dirjen Lembaga Keuangan No. S-3156/LK/2001 tanggal 4 Juli 2001 dan Surat Sekretaris Jenderal Depperindag No. 457/SJ/VII/2001 tanggal 19 Juli 2001.
kembali setoran melalui KPP Propinsi yang kemudian menyampaikan kepada Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri cq. Sekretaris Ditjen PDN dengan melampirkan bukti transfer.
c. Kabupaten/Kota yang tidak menyampaikan permohonan penarikan kembali hingga akhir TA 2001, dananya akan disetorkan ke Kas Negara.
6. Apabila Kabupaten/Kota terjadi pemekaran wilayah, diharapkan segera menyampaikan kepada KPP Pusat guna pemberian kode wilayah baru untuk memudahkan pengintegrasian informasi perusahaan dalam Database Perusahaan Nasional.
7. Hal-hal yang berkaitan dengan teknis penyelenggaraan pendaftaran perusahaan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik diucapkan terima kasih.
DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI
TEDDY SETIADI
Tembusan :
1. Menperindag, sebagai laporan 2. Sesjen Depperindag
3. Dirjen Otoda Depdagri
CONTOH
BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DAN UNDANG NOMOR 1 TAHUN 1995 TENTANG PERSEROAN TERBATAS.
NOMOR TDP BERLAKU S/D TANGGAL
PERSETUJUAN MENTERI KEHAKIMAN ATAS AKTA PERUBAHAN ANGGARAN DASAR NOMOR : TANGGAL :