• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan - Pusbindiklat BPPT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan - Pusbindiklat BPPT"

Copied!
164
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi
  • Mata Pelajaran: Teknologi
  • Topik: Peraturan - Pusbindiklat BPPT
  • Tipe: peraturan
  • Tahun: 2016
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bab ini memberikan latar belakang pentingnya Jabatan Fungsional Perekayasa dalam konteks administrasi publik. Sejak diperkenalkan pada tahun 1991, jabatan ini telah mengalami berbagai perubahan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing industri nasional. Penjelasan tentang sejarah ini sangat relevan bagi pengembangan kebijakan dan prosedur dalam organisasi pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia yang berkualitas.

1.1 Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa

Sejarah Jabatan Fungsional Perekayasa menunjukkan evolusi yang signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia di sektor teknologi. Perubahan yang terjadi dari Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara ke Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mempertegas pentingnya pembinaan karier dan pengembangan kompetensi Perekayasa. Ini memiliki implikasi langsung terhadap kebijakan administrasi dan tata kelola organisasi, karena menekankan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan.

1.2 Maksud dan Tujuan

Tujuan dari Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Perekayasa adalah untuk menyediakan panduan yang jelas bagi semua pihak yang terlibat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua instansi memiliki acuan yang sama dalam pengelolaan pembinaan Perekayasa. Dalam konteks administrasi, tujuan ini mendukung keselarasan kebijakan dan prosedur di berbagai level organisasi, yang pada gilirannya meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja.

1.3 Pengertian

Definisi yang jelas mengenai Jabatan Fungsional Perekayasa dan istilah terkait lainnya memberikan landasan yang kuat untuk pemahaman dan pelaksanaan tugas. Ini penting dalam konteks administrasi karena membantu dalam pengembangan kebijakan yang relevan dan penegakan regulasi yang konsisten di seluruh instansi.

II. KEREKAYASAAN

Bab ini membahas berbagai aspek kerekayasaan yang menjadi dasar bagi pelaksanaan tugas Perekayasa. Pemahaman yang mendalam tentang kerekayasaan sangat penting untuk pengembangan kebijakan yang mendukung inovasi dan teknologi. Dengan adanya klasifikasi bidang keilmuan dan keahlian, organisasi dapat lebih mudah menentukan kebutuhan sumber daya dan mengalokasikan tugas secara efektif.

2.1 Bidang Keilmuan untuk Perekayasa

Kegiatan kerekayasaan yang dilakukan oleh Perekayasa harus didasarkan pada bidang keilmuan yang jelas. Ini tidak hanya memastikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan oleh individu yang kompeten, tetapi juga mendukung pengembangan kebijakan yang berbasis pada keahlian yang relevan. Dalam konteks administrasi, hal ini penting untuk memastikan bahwa keputusan yang diambil didasarkan pada pengetahuan dan data yang valid.

2.2 Bidang Keahlian untuk Perekayasa

Klasifikasi bidang keahlian Perekayasa memberikan panduan yang jelas untuk pengembangan karier dan penugasan tugas. Dalam administrasi, ini penting untuk menciptakan struktur yang memungkinkan pengembangan profesional berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya manusia secara optimal.

2.3 Tahap Kegiatan Kerekayasaan

Tahapan kegiatan kerekayasaan yang terstruktur membantu dalam pengelolaan proyek secara efektif. Dalam konteks administrasi, pemahaman tentang tahapan ini memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik dan perencanaan yang lebih tepat, serta meminimalkan risiko dalam pelaksanaan proyek.

III. SISTEM TATA KERJA KEREKAYASAAN

Sistem tata kerja yang jelas dan terstruktur adalah kunci untuk mencapai tujuan organisasi. Organisasi Fungsional Kerekayasaan (OFK) menjelaskan bagaimana tugas dan tanggung jawab dibagi, yang penting untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam administrasi publik.

3.1 Organisasi Fungsional Kerekayasaan (OFK)

OFK berfungsi sebagai struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan tugas Perekayasa. Dengan adanya hierarki yang jelas, setiap anggota tim mengetahui peran dan tanggung jawabnya, yang penting untuk meningkatkan efisiensi kerja dan memudahkan pengawasan dalam administrasi.

3.2 Manfaat OFK

Manfaat dari OFK termasuk pertanggungjawaban yang jelas dan ketertelusuran dalam penggunaan sumber daya. Dalam konteks administrasi, ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua kegiatan dapat dipantau dan dievaluasi, serta untuk memperkuat akuntabilitas publik.

3.3 Karakteristik OFK

Karakteristik OFK yang bersifat ad hoc memungkinkan fleksibilitas dalam pelaksanaan program. Ini penting dalam administrasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika yang berkembang di lapangan, serta untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia.

Gambar

Gambar. 2.1. : Lima Unsur Utama Teknologi
Gambar 2.2. : Kegiatan Kerekayasaan
Gambar 3.4a: Pola Matriks Organisasi, WBS: Kegiatan kerekayasaan: WP; bidang keilmuan
Gambar 3.4.b. : Pola Matriks Organisasi, WBS: bidang keilmuan; WP: kegiatan kerekayasaan
+7

Referensi

Dokumen terkait