• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peraturan Dirjen Perbendaharaan | KPPN TANJUNGBALAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peraturan Dirjen Perbendaharaan | KPPN TANJUNGBALAI"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN

PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 41 /PB/2006

TENTANG

PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-29/PB/2005 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN

PENCAIRAN DANA LOAN ADB NO. 2074-INO DAN NO. 2075-INO (SF) (SECOND DECENTRALIZED HEALTH SERVICES PROJECT)

DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN,

Menimbang

bahwa kegiatan yang dibiayai Loan ADB No. 2074-INO dan No. 2075- INO (SF) (Second Decentralized Health Services Project-DHS II) dilaksanakan di tingkat Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota;

bahwa untuk pelaksanaan kegiatan di tingkat Kabupaten/Kota serta untuk mempercepat realisasi penarikannya perlu diatur kembali Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Loan ADB No. 2074-INO dan No. 2075-INO (SF) (Second Decentralized Health Services Project);

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b, perlu menetapkan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan tentang Perubahan Atas Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-29/PB/2005 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran dan Pencairan Dana Loan ADB No. 2074-INO dan No. 2075-INO (SF) (Second Decentralized Health Services Project);

Undang-Undang No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

Undang-Undang No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

Undang-Undang No 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

(2)

5.

Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4214) sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Nomcr 72 Tahun 2004 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4418);

Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 120, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4330), sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2006 tentang Perubahan Keempat atas Keputusan Presiden Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi Pemerintah;

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 486/KMK.04/2000 tanggal 20 November 2000 tentang Perubahan Kedua atas KMK Nomor 239/KMK.01/1996 tanggal 1 April 1996 sebagaimana telah diubah dengan KMK Nomor 463/KMK.01/1998 tanggal 21 Oktober 1998 tentang Bea Masuk, Bea Masuk Tambahan, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah dan Pajak Penghasilan dalam rangka Pelaksanaan Proyek Pemerintah yang dibiayai dengan Pinjaman atau Hibah Luar negeri;

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 302/KMK.01/2004 tanggal 23 Juni 2004 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Keuangan;

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 214/KMK.01/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara;

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.06/2005 tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Nomor 185/KMK.03/1995 dan Kep.031/Ket/5/1995 tanggal 5 Mei 1995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan, dan Pemantauan Pinjaman/Hibah Luar Negeri dalam Rangka Pelaksanaan APBN, sebagaimana telah diubah dengan SKB Nomor 459/KMK.03/1999 dan KEP-264/KET/09/1999 tanggal 29 September 1999 tentang Perubahan atas SKB Menteri Keuangan dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Nomor 185/KMK.03/1995 dan Kep.031/Ket/5/1995 tanggal 5 Mei 1995 tentang Tata Cara Perencanaan, Pelaksanaan, Penatausahaan. dan Pemantauan Pinjaman/Hibah Luar Negeri dalam Rangka Pelaksanaan APBN;

(3)

13.

14.

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 538/KMK.07/2003 tanggal 12 Desember 2003 tentang Peta Kapasitas Fiskal dalam Rangka Penerusan Pinjaman Luar Negeri Pemerintah Kepada Daerah dalam Bentuk Hibah;

Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-66/PB/2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-29/PB/2005 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENGAIRAN DANA LOAN ADB NO. 2074-INO DAN NO. 2075-INO (SF) (SECOND DECENTRALIZED HEALTH SERVICES PROJECT)

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-29/PB/2005, diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 3 diubah, sehingga keseluruhan Pasal 3 berbunyi sebagai berikut:

“Pasal 3

(1) Pemda yang berpartisipasi dalam proyek DHS II meliputi 9 Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota seperti tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini.

(2) Pemerintah Kabupaten/Kota seperti tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini masih bisa bertambah sampai dengan 90 Kabupaten/Kota, apabila ada penambahan Kabupaten/Kota yang baru maka Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini akan disesuaikan kembali."

2. Diantara ayat (2) dan ayat (3) disisipkan ayat baru dan setelah ayat (5) ditambahkan ayat baru, yaitu ayat (2a) dan ayat (6), pada Pasal 5, sehingga keseluruhan Pasal 5 berbunyi sebagai berikut:

“Pasal 5

(4)

(2) Dalam penerbitan SPM dicantumkan nomor pinjaman (No. 2074-INO atau No. 2075-INO (SF)), nomor register, kode kategori, porsi pembiayaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini, nilai, nomor dan tanggal kontrak termasuk addendum, nomor dan tanggal BAP beserta Approval sepanjang dipersyaratkan.

(2a) Untuk pencairan dana porsi Loan ADB No. 2074-INO atau ADB NO.2075-INO yang memerlukan dana pendamping dari APBD, SPM dimaksud harus dilampiri dokumen pendukung dan sesuai dengan kategori dan persentase porsi pembiayaan, diantaranya:

a. Fotokopi SPM (porsi APBD) dana pendamping, yang telah dilegalisir oleh Kuasa Pengguna Anggaran;

b. Faktur pajak dan SSP yang telah dikonfirmasi dengan KPPN berkenaan;

(3) Kontrak-kontrak untuk konsultan dalam valuta asing yang harus dibayar dalam valuta asing yang bersangkutan, tidak diperkenankan dirupiahkan (sesuai SE DJA No. SE-43/A/61/0392 tanggal 26 Maret 1992 tentang Pembayaran Mata Uang Asing/Valuta Asing atas beban Rekening Khusus jo SE DJA No. 32/A/63/0295 tanggal 27 Pebruari 1995 dan SE DJA No. SE-130/A/1989 tanggal 28 Oktober 1989).

(4) Kontrak-kontrak yang nilainya di atas ekuivalen USD 100.000 dilakukan dengan tata cara Pembayaran Langsung (Direct Payment).

(5) SPM untuk pelaksanaan pembayaran dalam valuta asing dan Pembayaran Langsung sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dan (4) disampaikan kepada KPPN Khusus Jakarta VI.

(6) Pencairan dana loan kabupaten/kota dari Bank Pembangunan Asia merupakan realisasi hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten/Kota pada tanggal yang sama dalam mata uang rupiah."

3. Mengubah dan menambah ketentuan pada Pasal 9, sehingga keseluruhan Pasal 9 berbunyi sebagai berikut:

“Pasal 9

(1) Executing Agency/CPIU menyusun dan menyiapkan Financial Statement of Special Account (FISSA) yaitu laporan keuangan tentang penggunaan dana rekening khusus untuk masa satu tahun anggaran, sebagai bahan audit oleh Auditor/BPKP.

(2) Dalam rangka pengisian kembali Rekening Khusus, KPPN mengirimkan fotokopi SP2D dan SPM berkenaan yang membebani Rekening Khusus beserta dokumen pendukungnya, yaitu:

a. Berita Acara Pembayaran

(5)

c. Rekapitulsi Pengeluaran per Kategori NPLN.

(3) Dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (2), disampaikan pada alamat sebagai berikut:

Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri Subdit Pinjaman dan Hibah Luar Negeri III

Gedung Perbendaharaan I lantai 5

Jalan Lapangan Banteng Timur NO.2-4 Jakarta 10710."

4. Mengubah ketentuan ayat (1) dan menambah ketentuan baru yaitu ayat (4) dan (5) pada Pasal 10, sehingga keseluruhan Pasal 10 berbunyi sebagai berikut:

(1) Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini berlaku untuk Pusat dan Provinsi, serta Kabupaten/Kota yang sudah menandatangani Naskah Perjanjian Hibah (NPH) dengan Pemerintah Pusat.

(2) PPN, PPnBM, dan PPh yang terutang untuk porsi Pinjaman/Hibah Luar Negeri dilaksanakan menurut ketentuan yang berlaku.

(3) Pengesahan Faktur Pajak dan SSP PPh tetap dilakukan oleh Seksi Perbendaharaan pada KPPN.

(4) Guna evaluasi dan monitoring pelaksanaan kegiatan DHS II, Executing Agency/CPIU mengadakan koordinasi dan menyampaikan laporan kemajuan kegiatan/disbursement kepada Direktorat Jenderal Perbendaharaan c.q. Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri setiap tiga bulan (triwulanan).

(5) Executing Agency/CPIU bersama Direktorat Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Luar Negeri dapat melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke daerah pelaksanaan kegiatan DHS II.”

5. Mengubah lampiran III Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-29/PB/2005 sehingga menjadi sebagaimana terlampir.

Pasal II

Perubahan sebagaimana dimaksud pada Pasal I merupakan satu kesatuan dengan Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER-29/PB/2005.

Pasal III

(6)

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

(7)

LAMPIRAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-41/PB/2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-29/PB/2005 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA LOAN ADB NO. 2074-INO DAN NO. 2075-INO (SF) (SECOND DECENTRALIZED HEALTH SEVICES PROJECT)

DAFTAR PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA YANG BERPATISIPASI DALAM

SECOND DECENTRALIZED HEALTH SERVICES PROJECT LOAN ADB NO. 2074-INO / 2075-INO (SF)

NO. PROVINSI NO. KABUPATEN/KOTA

I Provinsi Sumatera Selatan 1 Kabupaten Lahat

2 Kabupaten Musi Banyu Asin

3 Kabupaten Banyu Asin

4 Kabupaten Musi Rawas

5 Kabupaten Komering Ilir

6 Kabupaten Ogan Kemiring Ulu

7 Kabupaten Muara Enim

8 Kota Palembang

9 Kota Prabumulih

10 Kota Lubuk Linggau

11 Kota Pagar Alam

II Provinsi Bangka Belitung 12 Kabupaten Bangka

III Provinsi Kalimantan Tengah 13 Kabupaten Barito Selatan

14 Kabupaten Barito Utara

15 Kabupatean Barito Timur

16 Kabupaten Kapuas

17 Kabupaten Gunung Mas

18 Kabupaten Pulang Pisau

19 Kabupaten Katingan

20 Kabupaten Seruyan

IV Provinsi Kalimantan Selatan 21 Kabupaten Banjar

22 Kabupaten Barito Kuala

23 Kabupaten Tapin

24 Kabupaten Hulu Sungai Selatan 25 Kabupaten Hulu Sungai Tengah 26 Kabupaten Hulu Sungai Utara

27 Kabupaten Tabalong

28 Kabupaten Tanah Laut

29 Kabupaten Tanah Bumbu

30 Kabupaten Balangan

31 Kabupaten Kota Baru

32 Kota Banjar Baru

(8)

V Provinsi Gorontalo 34 Kabupaten Boalemo

35 Kabupaten Bone Bolango

36 Kabupaten Gorontalo

VI Provinsi Sulawesi Selatan 37 Kabupaten Gowa

38 Kabupaten Jeneponto

39 Kabupaten Luwu

40 Kabupaten Maros

41 Kabupaten Takalar

42 Kabupaten Tana Toraja

43 Kabupaten Bone

44 Kabupaten Pangkep

45 Kabupaten Barru

46 Kabupaten Bulukumba

47 Kabupaten Enrekang

48 Kabupaten Pinrang

49 Kabupaten Selayar

50 Kabupaten Sinjai

51 Kota Pare-Pare

52 Kota Makassar

53 Kabupaten Bantaeng

54 Kabupaten Luwu Utara

55 Kabupaten Sidenreng Rappang

56 Kabupaten Wajo

VII Provinsi Sulawesi Barat 57 Kabupaten Mamuju

58 Kabupaten Majene

59 Kabupaten Polewali Mandar

VIII Provinsi Nusa Tenggara Barat 60 Kabupaten Bima

61 Kabupaten Lombok Barat

62 Kabupaten Lombok Tengah

63 Kabupaten Lombok Timur

64 Kabupaten Sumbawa

65 Kabupaten Dompu

66 Kota Bima

67 Kota Mataram

IX Provinsi Nusa Tenggara Timur 68 Kabupaten Ende

69 Kabupaten Kupang

70 Kabupaten Manggarai

71 Kabupaten Sumba Barat

72 Kabupaten Sumba Timur

73 Kabupaten Timor Tengah Selatan

74 Kabupaten Rote Ndao

75 Kota Kupang

76 Kabupaten Belu

(9)

78 Kabupaten Ngada

79 Kabupaten Sikka

80 Kabupaten Timor Tengah Utara

81 Kabupaten Lembata

Referensi

Dokumen terkait

Pada akhir 1996 menjadi Kantor Inspeksi Pajak Surakarta A berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 94/KMK.01/1994 tanggal 29 Maret 1994 tentang

Analisis penilaian menunjukkan tingkat penilaian responden ahli terhadap teknik sinematografi yang digunakan pada video pertama (long shot, eye level, panning, low angle

Dengan adanya kawasan perdagangan bebas yang merupakan bagian dari perdagangan internasional ikutsertanya Indonesia dalam perdagangan bebas ACFTA diharapkan Indonesia

Adapun pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu metode penelitian yang menekankan pada fenomena-fenomena yang obyektif dalam hal ini fenomena yang diteliti

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga fraksi ekstrak etanol kelopak bunga rosella ini mempunyai rata-rata volume urin yang sama, namun fraksi yang paling aktif

Analisis usaha tani pada induk sapi perah sedang laktasi dengan perlakuan perbaikan pakan yaitu pemberian hijauan rumput Gajah disubtitusi dengan jerami jagung fermentasi

Nomor 133b/KMK.04/2000 tanggal 28 April 2000 tentang Pelunasan Bea Meterai Dengan Menggunakan Cara Lain dan Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-122c/PJ/2000 tanggal 1

(1) Pengeluaran mesin dan/atau peralatan pabrik dari EPTE ke dalam DPIL atau EPTE lainnya atau Kawasan Berikat dengan tujuan reparasi dan/atau dipinjamkan kepada perusahaan