• Tidak ada hasil yang ditemukan

SINDU 2015 BUKU SAKU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SINDU 2015 BUKU SAKU"

Copied!
80
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Laurentius Tarpin, OSC., Dr.
    • Fabianus S. Heatubun Pr., Drs., LSL
    • Stephanus Djunatan, Dr.
    • Fransiskus Xaverius Rudi Setiawan, S.Ag., M.M.
    • Andreas Doweng Bolo, SS., M.Hum.
    • Hendrikus Endar Suhendar, SS., M.Hum.
    • Bartolomeus Samho, SS., M.Pd.
    • Yohanes Bosco Anggono, S.Psi.
    • Sylvester Kanisius Laku, SS., M.Pd.
    • Bernardus Ario Tejo Sugiarto, SS., M.Hum.
    • Diyanto, S.Sn
  • Pengajar:
    • Prof. Robertus Wahyudi Triweko, Ph.D.
  • Sekolah: Universitas Katolik Parahyangan
  • Mata Pelajaran: Humaniora
  • Topik: Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar Universitas Katolik Parahyangan
  • Tipe: buku saku
  • Tahun: 2015
  • Kota: Bandung

I. Sumber Spiritualitas dan Nilai Dasar Universitas Katolik Parahyangan

Bagian ini menguraikan cita-cita dua tokoh pendiri Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) yang berfokus pada kepedulian terhadap pendidikan, semangat kebangsaan, dan katolisitas. Ketiga pilar ini menciptakan landasan bagi komunitas akademik yang berkomitmen pada dialog, saling menghormati, dan interaksi positif antar disiplin ilmu. Selain itu, sesanti UNPAR, Bakuning Hyang Mrih Guna, menekankan pentingnya pengetahuan yang bijaksana dan pengabdian kepada masyarakat, terutama kepada kaum marjinal. Hal ini mencerminkan tujuan pendidikan tinggi yang tidak hanya mengutamakan akademik tetapi juga nilai-nilai moral dan sosial.

1.1 Cita-Cita Pendiri

Cita-cita pendiri UNPAR menekankan pentingnya pendidikan tinggi bagi masyarakat dan pengembangan karakter yang berlandaskan pada cinta kasih dan belarasa. Pendiri berharap UNPAR dapat menjadi tempat di mana pengetahuan dan iman saling melengkapi, serta menciptakan komunitas yang saling menghormati. Hal ini menjadi dasar bagi pengembangan nilai-nilai akademik yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

1.2 Sesanti UNPAR

Sesanti UNPAR, Bakuning Hyang Mrih Guna, merupakan rumusan yang menekankan pengetahuan, pengabdian, dan kepedulian terhadap masyarakat. Ini menunjukkan bahwa pendidikan di UNPAR tidak hanya berfokus pada aspek akademik tetapi juga pada pengembangan karakter dan tanggung jawab sosial. Hal ini penting untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga peka terhadap kebutuhan masyarakat.

1.3 Magisterium Gereja

Dokumen-dokumen Gereja seperti Ex Corde Ecclesiae dan Fides et Ratio memberikan panduan bagi universitas katolik dalam menjalankan misi pendidikan. Prinsip-prinsip tersebut menekankan pentingnya integrasi antara iman dan ilmu, serta perlunya dialog antara sains dan spiritualitas untuk mencapai kebenaran sejati. Ini menjadi acuan bagi civitas akademika dalam menjalankan tugas mereka.

II. Rumusan Spiritualitas dan Nilai-Nilai Dasar Komunitas Akademik

Di bagian ini, rumusan spiritualitas dan nilai-nilai dasar UNPAR dijabarkan menjadi tiga nilai fundamental: manusia yang utuh, cinta kasih dalam kebenaran, dan hidup dalam keberagaman. Nilai-nilai ini berfungsi sebagai pedoman moral dan etika bagi civitas akademika dalam menjalankan aktivitas akademik dan sosial. Dengan demikian, nilai-nilai ini sangat relevan untuk membangun karakter mahasiswa dan menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

2.1 Manusia yang Utuh

Konsep manusia yang utuh mengacu pada pengembangan spiritual dan moral individu. Ini menekankan pentingnya keseimbangan antara hubungan dengan Tuhan, sesama, dan alam. Pendidikan di UNPAR bertujuan untuk membentuk individu yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual yang tinggi.

2.2 Cinta Kasih dalam Kebenaran

Cinta kasih dalam kebenaran mencerminkan komitmen untuk mencari dan menerapkan kebenaran dalam tindakan sehari-hari. Ini berarti bahwa mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori tetapi juga mengimplementasikannya dalam kehidupan nyata dengan cara yang etis dan bertanggung jawab. Hal ini sangat penting dalam menghadapi tantangan sosial dan moral di masyarakat.

2.3 Hidup dalam Keberagaman

Hidup dalam keberagaman mengakui dan menghargai perbedaan sebagai bagian dari ciptaan Tuhan. Ini menciptakan suasana inklusif di UNPAR, di mana setiap individu merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Prinsip pluralisme ini sangat penting dalam membangun masyarakat yang harmonis dan saling menghormati.

III. Paradigma Pendidikan di Universitas Katolik Parahyangan

Paradigma pendidikan di UNPAR berlandaskan pada nilai-nilai spiritualitas dan etika yang telah dibahas sebelumnya. Pendidikan di UNPAR berfokus pada pengembangan cendekiawan yang religius, berbelarasa, dan mampu berkontribusi pada masyarakat. Melalui pendekatan ini, UNPAR berusaha untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik tetapi juga memiliki komitmen sosial yang tinggi.

3.1 Berintikan Ketuhanan

Pendidikan di UNPAR berakar pada penghayatan religiositas, yang bertujuan membentuk individu yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki integritas moral. Ini mencakup pembelajaran yang menghubungkan iman dengan ilmu, serta membangun kesadaran akan tanggung jawab sosial. Melalui pendekatan ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi positif dalam masyarakat.

3.2 Cendekiawan yang Berbelarasa

UNPAR mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam pembelajaran seumur hidup dan mengembangkan kepedulian sosial. Pendidikan yang berbelarasa berarti memahami dan merespons kebutuhan masyarakat, terutama yang kurang beruntung. Ini penting untuk membangun karakter yang peduli dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

3.3 Transformasi Diri

Transformasi diri menjadi tujuan utama pendidikan di UNPAR. Melalui berbagai proses pembelajaran, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai dasar UNPAR. Ini mencakup pengembangan karakter, kejujuran, dan integritas, yang semuanya sangat penting dalam membentuk pemimpin masa depan yang bertanggung jawab.

IV. Lambang, Hymne dan Mars Universitas Katolik Parahyangan

Bagian ini menjelaskan makna lambang, hymne, dan mars UNPAR sebagai simbol identitas dan nilai-nilai universitas. Lambang UNPAR tidak hanya merupakan representasi visual tetapi juga mencerminkan komitmen universitas terhadap pendidikan berkualitas dan pelayanan kepada masyarakat. Hymne dan mars juga berfungsi sebagai pengingat akan visi dan misi universitas dalam membangun karakter dan kebersamaan di antara civitas akademika.

4.1 Lambang UNPAR

Lambang UNPAR terdiri dari elemen-elemen yang menggambarkan nilai-nilai inti universitas, termasuk komitmen terhadap pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Setiap elemen dalam lambang memiliki makna yang dalam, mencerminkan identitas dan tujuan UNPAR sebagai lembaga pendidikan tinggi Katolik.

4.2 Hymne UNPAR

Hymne UNPAR berfungsi sebagai ungkapan rasa bangga dan identitas civitas akademika. Melalui lirik dan melodi, hymne ini mengajak setiap anggota untuk bersatu dalam visi dan misi universitas, serta berkomitmen untuk mewujudkan nilai-nilai yang telah ditetapkan.

4.3 Mars UNPAR

Mars UNPAR menjadi simbol semangat dan kebersamaan civitas akademika dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Melodi yang energik dan lirik yang penuh semangat menginspirasi anggota universitas untuk terus berkontribusi secara positif dalam masyarakat.

V. Norma-Norma Praksis

Norma-norma praksis di UNPAR mengatur perilaku dan etika setiap anggota civitas akademika dalam menjalankan tugasnya. Norma ini berlandaskan pada nilai-nilai dasar dan prinsip etis yang telah dibahas sebelumnya, memastikan bahwa setiap tindakan mencerminkan komitmen terhadap keadilan, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat. Dengan norma ini, UNPAR berusaha untuk menciptakan lingkungan akademik yang sehat dan produktif.

5.1 Norma bagi Individu

Setiap anggota komunitas akademik UNPAR diharapkan untuk mengembangkan diri menjadi pribadi yang paripurna, dengan kematangan dan keselarasan dalam aspek kemanusiaan. Ini mencakup komitmen untuk menjadi insan religius yang menghormati keberagaman dan berkontribusi secara positif dalam masyarakat.

5.2 Norma Pengelolaan Organisasi

Pengelolaan UNPAR harus berorientasi pada nilai-nilai dasar dan prinsip etis, memastikan bahwa semua keputusan dan kebijakan mendukung pengembangan spiritualitas dan keberagaman. Hal ini penting untuk menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif di dalam organisasi.

5.3 Norma Pelaksanaan Tridarma

Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi di UNPAR harus mencakup pembelajaran yang menyeluruh dan berkesinambungan. Ini berarti bahwa pendidikan harus menekankan keseimbangan antara pengembangan akademik dan karakter, serta membangun kesadaran sosial di kalangan mahasiswa dan tenaga pendidik.

Referensi Dokumen

  • Caritas in Veritate ( Dokumen Gereja )
  • Ex Corde Ecclesiae ( Dokumen Gereja )
  • Fides et Ratio ( Dokumen Gereja )

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Buku saku inj dltujukan kepada petugas kesehatan dan masyatllkat khusus sebagai panduan dan Informasl tentang faktor rislko terjadinya tenggelam yang harus dihindarl, serta

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) dongeng Hänsel und Gretel dan Dornröschen memiliki 8 jenis nilai-nilai kemanusiaan yang terdiri dari a) Manusia dan cinta kasih

“Gereja, yang diutus oleh Kristus untuk memperlihatkan dan menyalurkan cinta kasih Allah kepada semua orang dan segala bangsa, menyadari bahwa karya misioner yang

Kasih sayang berarti cinta kasih yang merupakan kebutuhan pokok individu. Kasih sayang merupakan nilai dasar dari karakter yang akan menjadi fondasi dalam proses

Berikut adalah petikan yang diambil daripada buku perakaunan Kelab Cinta Kasih. Perbelanjaan berikut berlaku dalam Persatuan

berbahasa Inggris dan tes kemampuan Dasar Akademik ( TKBI dan TKDA) yang dapat disubstitusi

43 Atas dasar konsep tersebut maka dalam diri tiap pribadi Jawa hendaknya menanamkan sikap cinta kasih tidak hanya pada sesama manusia melainkan terhadap semua

Nilai-nilai Moral dan “Gurindam 12” Cinta kasih atau kasih sayang adalah perasaan yang tumbuh dari dalam hati manusia untuk mencintai dan menyayangi seseorang kepada orang lain..