• Tidak ada hasil yang ditemukan

REV BAB XII AKAR. pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "REV BAB XII AKAR. pdf"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

AKAR

LAPORAN PRAKTIKUM

disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Anatomi Tumbuhan dosen pengampu:

Dr. rer. nat. Adi Rahmat, M.Si.

Dr. Eni Nuraeni, M.Pd.

Disusun oleh:

Kelompok 7

Pendidikan Biologi B 2015

Aldi Slamet Riyaldi 1501824

Dwi Ayu Destiani 1500607

Ismarini Pratami Putri 1504060

Ratih Nur Sholihah 1500981

Siti Safariah 1507517

Sofi Rahmania 1503786

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

A. Judul Akar.

B. Waktu dan Tempat

Hari, Tanggal : Senin, 8 Mei 2017

Waktu : 13.00-15.00 WIB

Tempat : Lab. Struktur Tumbuhan FPMIPA UPI Bandung

C. Tujuan Praktikum

1. Mengidentifikasi karakteristik umum akar monokotil

2. Mengidentifikasi struktur umum akar dikotil muda dan dewasa.

D. Dasar Teori

Akar merupakan bagian bawah dari sumbu tumbuhan dan

umumnya berkembang di bawah permukaan tanah, meskipun ada pula

akar yang tumbuh di luar tanah. Akar pertama pada tumbuhan berbiji

berkembang dari meristem apeks di ujung akar embrio dalam biji yang

berkecambah. Pada gymnospermae dan dikotil, akar tersebut berkembang

dan membesar menjadi akar primer dengan cabang yang berukuran lebih

kecil. Pada monokotil, akar primer tidak lama bertahan dalam kehidupan

tumbuhan dan segera mengering. Dari dekat pangkalnya atau di dekatnya

akan muncul akar baru yang disebut akar tambahan atau adventif.

Berdasarkan asalnya dikenal dua macam akar, yaitu akar primer

yang berasal dari embrio dan akan tetap bertahan sepanjang hidupnya,

serta akar liar yang berasal dari batang atau daun. Peranan akar adalah

untuk menyerap air dan garam-garam dari dalam tanah serta menambatkan

tumbuhan pada tanah atau makanan seperti Daucus, Manihot, Dioscorea,

dan Ipomoea. Peranan akar liar bervariasi, sesuai dengan peranan akarnya.

Akar liar dapat berfungsi sebagai akar tunjang, akar gantung, akar nifas,

(3)

Akar juga merupakan bagian pokok yang nomor tiga (di samping

batang dan daun) bagi tumbuhan yang tumbuhnya telah merupakan

kormus. Bagi tumbuhan, akar berfungsi untuk memperkuat berdirinya

tumbuhan, untuk menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut di dalam

air tadi dari dalam tanah, untuk mengangkut air dan zat-zat makana tadi ke

tempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan dan

kadang-kadang sebagai tempat untuk penimbunan makanan (Estiti, 1985).

Irisan memanjang ujung akar muda menunjukkan 4 daerah

pertumbuhan yang batasnya tidak terlalu jelas, yaitu tudung akar, daerah

pembelahan sel, daerah pemanjangan, dan daerah diferensiasi sel.

Daerah-daerah pertumbuhan ini dapat berhimpitan karena dipengaruhi oleh jenis

tumbuhnya serta keadaan lingkungan yang menentukan aktifitasnya

(Sutrian, 2004).

E. Alat dan Bahan

Pada kegiatan praktikum, berikut alat dan bahan yang diperlukan.

1. Alat

Tabel 1. Alat yang digunakan

No. Nama Alat Jumlah

Tabel 2. Bahan yang digunakan

No. Nama Alat Jumlah

1. Preparat akar Zea mays 1 buah

2. Preparat akar Lilium sp. 1 buah

3. Preparat akar Helianthus sp .muda 1 buah

(4)

5. Preparat akar Ranunculus sp. 1 buah

F. Langkah Kerja

Berikut di bawah ini merupakan langkah kerja dalam pengamatan

jaringan pembuluh:

Diagram 2. Langkah kerja mengidentifikasi akar monokotil (Lilium sp)

Diagram 3. Mengidentifikasi struktur umum akar Helianthus muda Preparat awetan akar Lilium

diamati menggunakan mikroskop

Struktur akar Lilium diidentifikasi

Hasil pengamatan dicatat dan didokumentasikan

Objek dipotret dengan kamera.

Dengan perbesaran tinggi, satu sektor sayatan akar meliputi epidermis, parenkim korteks, endodermis, perisikel, xylem primer, xylem sekunder, phloem primer, kambium vasikuler,

intervasikuler, protoxylem dan metaxylem diamati. Struktur dan letak setiap jaringan yang menyusun akar diamati.

Preparat awetan sayatan melintang akar Helianthus sp. muda diamati dari perbesaran rendah dan perbesaran tinggi.

(5)

Diagram 4. Mengidentifikasi struktur umum Helianthus dewasa

Diagram 5. Langkah kerja mengidentifikasi struktur umum akar Ranunculus sp. Preparat awetan sayatan melintang akar Helianthus sp.

muda disimpan dimeja preparat.

Preparat awetan sayatan melintang akar Helianthus sp. dewasa diamati dari perbesaran rendah dan perbesaran tinggi.

Struktur dan letak setiap jaringan yang menyusun akar diamati.

Dengan perbesaran tinggi, satu sektor sayatan akar meliputi epidermis, parenkim korteks, endodermis, perisikel, xylem primer, xylem sekunder, phloem primer, kambium vasikuler,

intervasikuler, protoxylem dan metaxylem diamati.

Objek dipotret dengan kamera.

Hasil pengamatan didokumentasikan dengan kamera.

Satu sektor sayatan akar meliputi epidermis, eksodermis, parenkim korteks, endodermis dan sel pelalu, sel selubung pati, perisikel, xylem primer dan phloem primer, kambium vasikuler,

xylem sekunder dan phloem sekunder serta protoxylem dan metaxylem diamati dengan perbesaran tinggi.

Struktur dan letak setiap jaringan yang menyusun akar diamati. Preparat awetan sayatan melintang akar Ranunculus sp. muda diamati pada

(6)

G. Hasil Pengamatan

Tabel 3.Identifikasi struktur akar monokotil (Zea mays)

No Objek yang diamati Dokumentasi

1 Penampang melintang akar Zea mays (Perbesaran 40x)

Gambar 1. Penampang melintang akar Zea mays perbesaran 40x (Dokumentasi Kelompok 7B, 2017)

2 Penampang melintang akar Zea mays

Gambar 2. Penampang melintang akar Zea mays perbesaran 100x (Dokumentasi Kelompok 7B, 2017)

X

(7)

Tabel 4. Identifikasi struktur akar Lilium sp

No. Objek yang diamati Dokumentasi

1. Preparat melintang akar Lilium sp.

Gambar 3. Preparat melintang akar Lilium sp. (Dokumentasi kelompok 1B, 2017)

2. Struktur akar Lilium sp.

Gambar 4. Struktur akar Lilium sp. (Dokumentasi kelompok 1B, 2017)

Pembentukan cabang akar

Korteks

Epidermis

Pembentukan cabang akar RAS

Parenkim korteks Persikel

Endodermis Pembentukan

cabang akar Berkas

pembuluh

(8)

3. Berkas pembuluh akar Lilium sp. (Tipe ikatan pembuluh radial)

Gambar 5. Berkas pembuluh akar Lilium sp. (Dokumentasi kelompok 1B, 2017)

Hasil Pengamatan akar Helianthus sp. dewasa

Gambar 6. Penampang melintang akar Helianthus pada perbesaran 10 x 10

(Dokumentasi kelompok 7B, 2017)

Gambar 7. Struktur akar Helianthus (Dokumentasi kelompok 7B, 2017)

Metaxylem Floem

Protoxylem Persikel

Endo- dermis

Kambium

Trakea (Xylem dalam lingkar Kambium)

(9)

Gambar 8. Jari-jari empulur akar Helianthus (Dokumentasi kelompok 7B, 2017)

Gambar 9. Penebalan spiral trakea pada akar Helianthus (Dokumentasi kelompok 7B, 2017)

Hasil pengamatan akar Helianthus sp. muda

Gambar 10. Penampang melintang akar Helianthus muda

Jari-jari yang Berkembang dari Kambium

Intervasikular

(10)

pada perbesaran 10 x 10 (Dokumentasi kelompok 7B, 2017)

Gambar 11. Struktur akar Helianthus muda (Dokumentasi kelompok 7B, 2017)

Gambar 12. Kambium pada akar Helianthus muda (Dokumentasi kelompok 7B, 2017)

Gambar 13. Endodermis dan perisikel pada akar Helianthus muda (Dokumentasi kelompok 7B, 2017)

Jaringan Xylem Jaringan Phloem

Tipe Jaringan Pembuluh: Radial

Kambium

(11)

Tabel 5. Struktur umum akar Ranunculus sp.

No. Preparat Gambar Keterangan

1. Awetan sayatan Gambar 14. Pentaarch xylem akar Ranunculus (Dokumentasi

(12)

H. Pembahasan

1. Pengamatan struktur akar monokotil pada sayatan melintang preparat

awetan Zea mays.

Akar terbentuk dari 3 macam jaringan diantaranya, jaringan

dermal, jaringan parenkim, dan jaringan pembuluh. Bagian korteks terdiri

dari lapisan epidermis dan parenkim. Bagian terluar dari akar adalah

lapisan epidermis. Pada bagian bawah epidermis terdapat jaringan

sklerenkim yang terwanai merah, dibawahnya terdapat jaringan parenkim

korteks yang memiliki ruang antar sel yang cukup banyak. Sebelum

lapisan pembuluh, diantara korteks dan jaringan pembuluh terdapat satu

lapisan sel yang strukturnya rapat mirip dengan epidermis, yang

dinamakan endodermis. Berdasarkan pengamatan, jaringan pembuluh

terdiri dari berkas xylem dan floem yang saling bergantian yang tersusun

dalam satu lingkaran. Di sebelah luar silinder pembuluh terdapat satu

lapisan sel yang dinamakan perisikel.

2. Pengamatan struktur akar monokotil Lilium sp.

Berdasarkan hasil pengamatan, terdapat beberapa jaringan yang

membentuk organ akar Lilium. Pada lapisan terluar, terdapat jaringan epidermis yang memiliki dinding sel yang tipis. Lebih ke dalam lagi,

terdapat bagian korteks yang terdiri dari sel-sel parenkim berbentuk

polihedral dengan adanya ruang antar sel. Pada bagian pusat terdapat

berkas pembuluh berbentuk lingkaran. Mengelilingi berkas pembuluh

tersebut, terdapat sel endodermis yang memiliki ciri khas dinding sel lebih

tebal serta terwarnai merah. Kandungan suberinlah yang menyebabkan

warna tersebut. Selapis atau lebih sel di dalam endodermis merupakan

persikel, barulah pada bagian pusat terdapat berkas pembuluh. Selain itu,

teramati juga pembentukan cabang akar dimana sel yang berperan ialah

persikel serta floem.

(13)

paling luar dan berukuran paling kecil. Sementara itu, pembuluh xylem

yang lebih besar adalah metaxylem (keduanya merupakan xylem primer

yang terbentuk dari jaringan prokambium. Letak protoxylem yang lebih

luar menunjukkan pembentukan xylem ke arah luar mengingat

protoxylemlah yang pertama kali dibentuk. Berkas floem memiliki ukuran

yang lebih kecil daripada xylem. Floem primer terdiri atas protofloem yang

terbentuk pertama kali serta metafloem yang terbentuk kemudian. Hanya

bagian metafloem saja yang terus menjalankan fungsinya pada berkas

floem. Protoxylem hanya berfungsi selama satu atau dua hari dan

selanjutnya akan semakin terdesak seiring dengan pertumbuhan akar

hingga menjadi rusak dan tidak teramati lagi pada akar yang lebih dewasa.

3. Pengamatan struktur umum Helianthus sp. muda

Pada pengamatan struktur akar Helianthus sp. muda digunakan satu macam preparat awetan, yaitu preparat awetan penampang melintang

akar Helianthus muda. Pada penampang melintang akar Helianthus muda ini ditemukan epidermis, korteks, endodermis, perisikel, kambium, dan

jaringan pembuluh yang terdiri dari jaringan floem dan jaringan xylem.

Endodermis pada Helianthus memiliki fungsi yang sama dengan endodermis pada umumnya, yaitu menghambat masuknya beberapa zat

tertentu dari korteks ke dalam silinder pusat. Endodermis dapat

menghambat masuknya zat karena pada dinding radial dan transversal,

sel-sel endodermis mengalami penebalan suberin yang membentuk pita

kaspari. Pita kaspari inilah yang dapat menghambat masuknya zat

(Nuraeni dan Rahmat, 2017).

Jaringan pembuluh pada Heliantus muda memiliki tipe radial

karena protoxylem tumbuh lebih dulu daripada metaxylem. Protoxylem

yang terus bertambah sedangkan metaxylem tidak dapat mengimbangi

pertumbuhan protoxylem ini menyebabkan terdapatnya ruang yang

seharusnya menjadi tempat metaxylem, masih ditempati oleh floem. Hal

(14)

bersebelahan dengan letak floem karena floem masih mengisi tempat

diantara pertumbuhan protoxylem (Hidayat, 1995).

4. Pengamatan struktur umum Helianthus sp. Dewasa

Pada pengamatan struktur akar Helianthus sp. dewasa digunakan satu macam preparat, yaitu preparat awetan. Preparat awetan yang

digunakan adalah penampang melintang akar Helianthus sp. dewasa. Pada penampang melintang akar Helianthus dapat dilihat epidermis, korteks,

kambium, trakea, jaringan floem, trakea, jaringan xylem, dan jari-jari

empulur. Kambium yang terdapat pada akar muda Helianthus sp. ini adalah kambium vaskular dan kambium intervaskular. Kambium vaskular

adalah kambium yang terletak diantara jaringan xylem dan floem, dan

akan membentuk xylem sekunder dan floem sekunder. Sedangkan jaringan

intervaskular merupakan jaringan empulur yang tidak terletak diantara

jaringan vaskuler, dan jaringan inilah yang akan membentuk jari-jari

empulur pada tumbuhan dikotil.

Jaringan pembuluh pada Helianthus sp. ini terdiri dari jaringan floem dan jaringan xylem. Seperti pada tumbuhan dikotil lainnya, floem pada akar

Helianthus sp. dewasa ini terletak di sebelah luar xylem dan dibatasi oleh kambium. Berdasarkan letak xylem dan floemnya, akar Helianthus dewasa ini memiliki tipe ikatan pembuluh kolateral (Nuraeni dan Rahmat, 2017).

5. Pengamatan struktur akar Ranunculus sp.

Berdasarkan hasil pengamatan, akar Ranunculus bertipe radial. Pada preparat dapat dilihat adanya penjuluran xylem, tepatnya protoxylem

yang membentuk penta arch. Kambium terletak mengelilingi xylem

dengan bentuk pipih. Xylem sekunder pertama dibentuk pada daerah

lekukan, di dekat metaxylem. Pada preparat ini terlithat adanya

endodermis yang berfungsi untuk menyeleksi bahan asing yang masuk ke

dalam jaringan pembuluh, dan juga mengatur cara air untuk masuk ke

(15)

endodermis, terdapat selapis perisikel. Pada sel endodermis akar

Ranunculus, terdapat sel yang tidak mengalami penebelan oleh suberin. Sel ini biasa disebut dengan sel pelalu. Fungsi dari sel pelalu adalah untuk

melalukan air menuju xylem. Epidermis pada akar Ranunculus tidak memiliki lapisan kutikula dan juga stomata, namun terbentuk buluh akar

yang merupakan pelebaran sel epidermis yang memanjang. Buluh akar ini

berfungsi untuk memperluas permukaan akar dalam menyerap air dan

mineral dari dalam tanah.

I. Jawaban Pertanyaan

1. Pada seluruh preparat akar yang diamati, di bagian mana Anda

menemukan sklerenkim?

Jawab : Tidak semua preparat ditemukan sklerenkim dan jika ada

sklerenkim terdapat bagian luar korteks.

2. Pada seluruh preparat akar yang diamati, apakah Anda menemukan sel

endodermis? Apakah terjadi penebalan sel? Apakah seluruh endodermis

mengalami penebalan? Pada bagian mana letak penebalannya? Tersusun

atau apakah penebalan tersebut? Apa fungsi penebalan endodermis

tersebut?

Jawab : Tidak semua preparat akar ditemukan endodermis. Seluruh sel

yang terdapat endodermis mengalami penebalan pada tangensial bagian

dalam, penebalan tersusun atas suberin dan lignin. Fungsi penebalan

endodermis yaitu untuk mengatur pemasukan air kedalam jaringan angkut

(xylem).

3. Apakah Anda menemukan kambium? Pada preparat apa Anda menemukan

kambium dan cambium intervasikuler? Apa fungsi kambium tersebut?

Jawab : Ya, preparat yang kami amati ditemukan kambium. Fungsi

kambium yaitu untuk menghasilkan xylem dan floem pada tumbuhan

berkayu sehingga dapat memperbesar diameter batang

4. Bagaimana susunan xilem dan floem pada seluruh preparat yang Anda

(16)

Jawab : Susunan pada Zea mays adalah radial sedangkan pada Ranunculus sp. Adalah kolateral

5. Berapa jumlah bagian floem pada Zea mays, Helianthus, dan Rannuculus?

Disebut akar apakah dengan jumlah floem tersebut?

Jawab : Akar Ranunculus terdapat 5 xilem yang menjorok ke arah perisikel sehingga disebut pentark. Akar Helianthus terdapat 8 xilem yang

menjorok ke arah perisikel sehingga disebut oktark. Akar Rannunculus terdapat lebih dari 5 xilem yang menjorok ke arah perisikel sehingga

disebut poark.

6. Tentukan jaringan apa yang membentuk akar lateral?

Jawab : Jaringan vasikuler yang berasal dari dalam lingkaran vaskular

yang terdapat di jaringan parenkim yang disebut perisikel akar lateral, atau

dapat dikatakan juga berasal berasal dari primordial di dalam perisikel akar

primer. Perkembangan ujung akar muda dengan cara mendorong jaringan

cortikal yang ada di sekeliling akar primer.

7. Setelah mengalami penampang melintang akar jagung dan Lilium sp. Bagaimana pola umur akar monokotil?

Jawab : Persamaan yang dapat ditemukan dengan pola akar monokotil

yaitu tipe jaringan pembuluh radial (xylem dan phloem berdampingan dan

bergantian), adanya perisekel, tidak ditemukannya kambium, adanya

endodermis dengan penebalan pada bagian dindng selnya atau tidak terjadi

penebalan.

8. Tentukan perbedaan antara struktur akar Helianthus sp. Muda dan dewasa

berdasarkan :

a. Jumlah floem

b. Struktur kambium

c. Struktur xylem

d. Struktur floem

(17)

Jawab : Pada Helianthus muda terdapat 8 floem, Kambium baru mulai terbentuk sehingga belum terlihat jelas pada saat pengamatan, Xylem

tersusun berdampingan dan bergantian dengan phloemnya dan xylem

sekunder belum terlihat jelas karena kambium baru dibentuk, Phloem

tersusun berdampingan dan bergantian dengan xylemnya dan phloem

sekunder belum terlihat jelas karena kambium baru dibentuk, Empulur dan

jari-jarinya tidak ditemukan.

Pada Helianthus dewasa terdapat 13 floem, Kambium sudah

terbentuk dengan sempurna sehingga terlihat jelas pada saat pengamatan,

Xylem terdapat di bagian dalam lingkar kambium dan xylem sekunder

sudah terlihat jelas karena kambium sudah terbentuk sempurna, phloem

terletak di luar lingkar kambium dan phloem sekundernya sudah terlihat

jelas karena kambium sudah terbentuk sempurna, Empulur ada dan

jari-jari empulur sudah terbentuk, terlihat seperti adanya penghubung antara

lingkaran yang dalam dan luar.

9. Berdasarkan pola struktur akar Helianthus sp. Muda dan Rannuculus sp.,

sebutkan persamaannya dengan pola umum dikotil !

Jawab : Pola struktur akar Helianthus cenderung teratur membulat sedangkan akar pada akar Ranunculus berbentuk bintang dan teratur. Persamaan keduanya dengan pola umum dikotil adalah xylem dan

phloemnya teratur dan umumnya bersifat kolateral dimana xylem terletak

didalam dan phloem diluar (xylem dikelilingi floem) dan adanya

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, E. B.1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung : ITB

Sumardi, I. 1993. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta : UGM

Gambar

Tabel 2. Bahan yang digunakan
Gambar 1.  Penampang melintang akar perbesaran 40x
Gambar 3. Preparat melintang akar Lilium sp.
Gambar 5. Berkas pembuluh akar Lilium sp.
+4

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Apabila kita membuat sayatan melintang, kemudian kita amati dengan mikroskop, nampak jaringan pengangkut pada akar terdiri atas pembuluh tapis dan pembuluh kayu, baik akar

Pada kebanyakan tumbuhan dikotil, baik epidermis akar maupun tudung akar berasal dari lapisan paling luar sel-sel meristem ujung.. Pada jaringan muda tumbuhan dikotil

Sel-sel sklerenkim yang membentuk penguatan jaringan struktur arsitektur batang epidermis, banyak lubang korteks (ruang antar sel), xilem dan floem merupakan pusat

Dari hasil penilitian diperoleh data pada penampang melintang daun kamboja jepang (Adenium obesum) pembesaran 40x terdapat epidermis, korteks, xilem, floem, berkas

Gambar 8. Sayatan melintang akar Dioscorea bulbifera. A) Penampang melintang akar keseluruhan; B) Sayatan melintang melalui epidermis dan korteks; C) Sayatan melintang