LAPORAN KEGIATAN
PELAKSANAAN PROGRAM MAGANG III
DI SEKOLAH MENENGAH ATAS SWASTA PGRI MAUMERE
Diajukan untuk Melengkapi Persyaratan
Penyelesaian Program Magang III
Oleh
FRANSISKUS TRISNO WEKO 2014.01.03.015
INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH MAUMERE
▸ Baca selengkapnya: contoh laporan kegiatan pelaksanaan program sekolah/madrasah
(2)HALAMAN PENGESAHAN
Laporan kegiatan Magang III telah diperiksa dan disetujui oleh:
Dosen Pembimbing Magang (DPM), Guru Pembimbing Magang (GPM)
Disetujui,
Dosen Pembimbing Magang III
Dian Ernaningsih, SP, M.Pd
NIDN:
Guru Pembimbing Magang III
Naomi Fanggi, S.Pd
NIP: 19811 201101 2 003
Disahkan,
Mengesahkan
Kepala SMA Swasta PGRI Maumere
Drs. Vebronius Densius Fernandez
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas
rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada
waktunya. Penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini tidak akan terwujud
tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada
kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak H. Rodja Abdul Natzir, selaku rektor IKIPMu Maumere yang bersedia
menerima penulis menimba ilmu di IKIPMu Maumere.
2. Ibu Fitriah, S.Pd, M.Pd, selaku kepala LP3M bersama jajaran.
3. Ibu Dian Ernaningsih, SP, M.Pd, selaku dosen pembimbing yang telah
sepenuhnya membimbing penulis dalam pelaksanaan magang.
4. Bapak Drs. Vebronius Densius Fernandez, selaku kepala sekolah SMA Swasta
PGRI Maumere yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk
melaksanakan magang.
5. Ibu Naomi Fanggi, S.Pd, selaku guru pembimbing magang yang telah
membimbing penulis selama melaksanakan kegiatan.
6. Bapak dan Ibu guru serta staf/karyawan SMA Swasta PGRI Maumere, yang
telah membantu penulis selama melakukan kegiatan magang.
7. Siswa SMA Swasta PGRI Maumere, terlebih khusus kelas XI IPA yang telah
membantu selama kegiatan magang.
Semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis
mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa. Penulis menyadari masih banyak
kekurangan dalam penyusunan laporan ini baik dalam teknik penyajian maupun
pembahasan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang sifatnya membangun sangat
penulis harapkan.
Maumere, September 2017
DAFTAR ISI
Halaman Judul... i
Halaman Pengesahan... ii
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... iv
Bab 1: Pendahuluan A. Latar belakang ... 1
B. Tujuan... 2
C. Manfaat ... 2
D. Metode ... 2
Bab 2: Hasil A. Kesiapan Kemampuan Awal Calin Pendidik ... 3
B. Praktik Langsung Pembelajaran sebagai Asisten Guru dengan Bimbingan Guru... 5
C. Pemantapan Jati Diri sebagai Pendidik ... 8
Bab 3: Penutup A. Kesimpulan ... 13
B. Saran ... 13
Daftar Pustaka... 15
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Guru sebagai tenaga pendidik sekaligus tenaga professional perlu
menguasai keterampilan dasar mengajar. Keterampilan mengajar tersebut
tentunya didukung oleh kompetensi yang dimiliki guru. Sebagaimana yang telah
ditetapkan oleh pemerintah melalui undang-undang, seorang pendidik harus
memiliki empat kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial dan
professional.
Keterampilan-keterampilan tersebut tidak semata-mata dengan mudah
didapat melainkan melalui berbagai pembelajaran dan pengalaman. Proses ini
sebenarnya telah diperoleh semua tenaga pendidik sejak menempuh pendidikan.
Namun, tenaga pendidik cenderung melupakan semua keterampilan yang
menjadi tuntutan agar tujuan pembelajaran tercapai tersebut. Pada kenyataanya
rata-rata tenaga pendidik tidak mempersiap akan diri dengan baik dalam kegiatan
belajar mengajar, contoh kongkritnya banyak diantara tenaga pendidik tidak
menggunakan perangkat pembelajaran dalam proses KBM. Hal ini, sangat
disayangkan mengingat perangkat pembelajaran adalah pedoman dalam
kegiatan belajar mengajar di kelas. Perangkat pembelajaran menjadi kompas
yang akan membawa kearah mana suatu proses pembelajaran.
Menyikapi hal ini, penulis sebagai seorang calon pendidik belajar secara
langsung bagaimana kesiapan awal calon pendidik sebelum menjadi asisten
guru mulai dari proses pertemuan dengan kepala sekolah, guru pamong dan
persiapan untuk praktik langsung menjadi asisten guru dengan bimbingan penuh
guru pamong dimana tuntutan membuat perangkat pembelajaran yang sesuai
dengan standar kompetensi dalam kurikulum KTSP 2006. Perangkat
pembelajaran yang dibuat harus disesuaikan dengan proses pembelajaran dikelas
bukan hanya sekedar formalitas belaka. Semuanya dilaksanakan guna
B. Tujuan
a. Memantapkan kemampuan awal sebagai calon pendidik.
b. Mempersiapkan calon pendidik agar lebih mengenal lingkunga n
profesinya sehingga nanti mampu melakukan kegiatan praktik mengajar.
c. Mempersiapkan calon pendidik untuk lebih memahami dan mampu
membuat atau merancang perangkat pembelajaran dan menyesuaik a n
dengan KBM di kelas.
d. Membangun dan memantapkan jati diri sebagai pendidik.
C.Manfaat
a. Menjadi bahan referensi dalam memahaman tentang jati diri guru,
kesiapan awal calon pendidik dan praktik langsung pembelajaran.
D.Metode
Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif kualitatif dan observasi.
Metode ini menafsirkan dan menuturkan data yang bersangkutan dengan situasi
yang sedang terjadi, sikap serta pandangan penulis. Yang dilakukan penulis
adalah aktif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, wawancara guru pamong
dan siswa untuk mengetahui metode dalam pembelajaran yang telah diterapkan,
diskusi dengan guru pamong maupun dosen pembimbing untuk menentuka n
metode pembelajaran yang tepat dan membuat perangkat pembelajaran, seperti:
RPP, bahan ajar dan penilaian. Kegiatan magang dilaksanakan selama kurang
lebih tiga minggu terhitung dari tanggal 6-30 september 2017 dan bertempat di
SMA Swasta PGRI Maumere, yang meliputi: mengikuti apel pagi, observasi
disekitar lingkungan sekolah untuk mengetahui situasi dan kondisi sekolah
sebelum KBM dimulai, selama KBM berlangsung dan setelah KBM berakhir
BAB II HASIL
A.
Kesiapan Kemampuan Awal Calon PendidikKesiapan awal calon pendidik dalam melakukan pembelajaran harus
direncanakan untuk mempermudah proses belajar mengajar agar menjadi lebih
bermakna. Perencanaan dimaksudkan agar program pembelajaran hendaknya
dapat menjadikan calon pendidik lebih siap dalam mengajar dengan perencanaan
lebih matang. Kesiapan sendiri adalah suatu titik kematangan untuk menerima
atau mempraktekan tingkah laku tertentu. Jadi, siap berarti kondisi atau keadaan
yang sudah terpenuhi.
1. Proses Awal
a. Pertemuan dengan Kepala Sekolah
Kepala sekolah merupakan pemimpin tertinggi dalam sebuah
lembaga pendidikan yang memegang wewenang untuk menerima atau
menolak setiap permohonan dari lembaga mitra yang hendak
melaksanakan program praktek lapangan. Sebelum pelaksanaan langkah
awal ketika tiba di sekolah adalah bertemu dengan kepala sekolah untuk
mendapatkan kepastian penerimaaan peserta magang. Setelah diterima,
selanjutnya kepala sekolah memberikan pengarahan singkat tentang profil
sekolah dan menunjuk masing- masing guru pamong.
Kepala sekolah SMA Swasta PGRI Maumere menerima mahasiswa
magang dari kampus IKIP Muhammadiyah Maumere yang berjumlah 15
orang dengan antusias. Kepala sekolah meminta guru pamong dari setiap
mahasiswa untuk membimbing dengan baik agar setiap calon pendidik
nantinya siap menjadi guru yang proffesional.
b. Pertemuan dengan Guru Pamong
Proses pertemuan dengan guru pamong memerlukan waktu. Hal ini
dikarenakan guru pamong untuk mata pelajaran kimia di SMA Swasta
PGRI Maumere, selain mengajar di sekolah ini beliau juga menjadi
dengan guru pamong terjadi pada hari ketiga. Pada pertemuan ini guru
pamong menyampaikan permohonan maaf dan meminta perangkat
pembelajaran dari sekolah magang sebelumnya yakni SMAN 1 Maumere.
Kegiatan belajar mengajar kimia untuk kelas XI selama tiga minggu
menjadi tanggung jawab penulis dengan bimbingan penuh guru pamong.
Hal ini dikarenakan perangkat pembelajaran yang dibuat merupakan
perangkat pembelajaran untuk kelas XI. Perangkat yang dipakai untuk
mengajar disekolah ini merupakan perangkat hasil magang sebelumnya
dengan sedikit perubahan yang disesuaikan dengan kondisi sekolah.
2. Tantangan dan Hambatan
a. Pertemuan dengan Kepala Sekolah
- Dosen pembimbing tidak hadir untuk mengantar peserta
magang disebabkan dosen pembimbing menangani dua sekolah
magang.
- Jumlah peserta magang banyak jika dibandingkan dengan
jumlah siswa.
b. Pertemuan dengan Guru Pamong
- Kesibukan guru pamong yang menyebabkan sulitnya
komunikasi.
- Perbedaan kurikulum pada sekolah magang II dan sekolah
magang III.
3. Solusi
a. Pertemuan dengan Kepala Sekolah
- Meminta dosen pembimbing magang lain untuk mengantar
peserta ke sekolah magang.
- Berkonsultasi dengan masing- masing guru pamong untuk
pembagian tugas mengajar.
b. Pertemuan dengan Guru Pamong
- Berkonsultasi dengan guru pamong, menanyakan jadwal tetap
beliau berada disekolah untuk koordinasi dan komunikas i
- Membuat perangkat sesuai dengan sekolah magang III dengan
berpedoman pada perangkat magang II.
B.
Praktik Langsung Pembelajaran sebagai Asisten Guru dengan Bimbingan GuruDalam pelaksanaan magang, semua peserta magang belajar menjadi asisten
guru di sekolah yang telah ditentukan. Agar menjadi asisten guru yang baik,
maka peserta magang di SMA Swasta PGRI Maumere harus melaksanakan
kegiatan sebagai berikut.
1. Kegiatan Awal
Hasil pertemuan awal peserta magang SMA Swasta PGRI Maumere
program studi pendidikan kimia, guru pamong memperbolehkan mahasisw a
magang memakai perangkat pembelajaran berupa RPP hasil magang di SMA
Negeri 1 Maumere. Namun, harus disesuaikan dengan kurikulum yang
digunakan sekolah ini. Penyesuaian ini diantaranya identitas sekolah, alokasi
waktu dan materi pembelajaran. Penulis diberi kepercayaan untuk mengajar
di kelas XI IPA, dengan bimbingan penuh guru pamong. Penulis dimint a
untuk selalu memberikan RPP hasil cetakkan untuk penyesuaian proses
pembelajaran dengan RPP oleh guru pamong.
2. Pembelajaran di dalam Kelas
Sesuai dengan RPP yang telah disusun, penulis akan menjabarkan kegiatan
pembelajaran yang akan dilaksanakan, dimulai dari kegiatan pendahulua n,
kegiatan inti dan penutup semuanya disesuaikan dengan penggunaan buku
pegangan siswa Kimia SMA/MA kelas XI kurikulum KTSP semester 1 agar
materi pada buku serta latihannya dapat digunakan dengan efektif juga
mendukung kegiatan belajar yang telah disusun dalam RPP, dalam penjelasan
di bawah ini akan dijelaskan secara lebih spesifik.
a. Kegiatan Pendahuluan
- Salam Pembuka
Mengawali kegiatan belajar mengajar, penulis menyapa dengan
menunjukan antusias mereka dalam mengikuti KBM selama alokasi
waktu yang ditentukan.
- Mengecek Daftar Hadir
Hal ini bertujuan untuk mengetahui jumlah siswa yang mengik ut i
KBM. Kehadiran berpengaruhi terhadap ketercapaian tujuan
pembelajaran. Tujuan pembelajaran akan tercapai apabila jumlah siswa
melebihi setengah dari jumlah keseluruhan, agar penulis tidak perlu
mengulang materi yang sama pada pertemuan selanjutnya.
- Menyampaikan SK dan KD
Penyampaian standar kompetensi dan kompetensi dasar kepada
siswa untuk memberikan pemahaman tentang dasar dari materi ajar
pada KBM dikelas dalam satu hingga dua kali pertemuan. Standar
kompetensi dan kompetensi dasar memberikan batas-batas kepada
penulis untuk merancang materi pembelajaran agar sesuai dengan
tuntutan kurikulum KTSP 2006.
- Apersepsi
Memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang
akan diajarkan. Apersepsi merupakan modal awal peserta didik untuk
pembelajaran dalam satu kali pertemuan. Apersepsi biasanya
dirumuskan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Misalkan untuk materi
bentuk molekul, apersepsi yang tepat adalah bagaimana konfiguras i
elektron subkulit?. Apersepsi yang tepat akan memberikan gambaran
umum kepada siswa tentang materi yang akan dipelajari pada satu kali
pertemuan.
- Motivasi
Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yang akan
diajarkan. Motivasi diperlukan untuk menumbuhkan semangat peserta
didik dalam menerima materi pembelajaran. Motivasi dilakukan agar
kejenuhan siswa dalam mengikuti KBM karena materi yang dinila i
abstrak untuk kehidupan dapat teratasi dengan pemberian contoh
termokimia penulis menjelaskan manfaat dari materi ini dalam
kehidupan sehari-hari yakni penemuan AC untuk mobil.
b. Kegiatan Inti
- Menggunakan model pembelajaran inkuiri terstruktur, metode
pembelajaran ceramah, studi pustaka dan pemberian tugas. Media
pembelajaran berupa papan tulis dan sumber belajar yang disesuaika n
dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran kimia yakni buku
pegangan siswa Kimia XI SMA/MA Kurikulum 2006 penerbit
erlangga, tabel sistem periodik dan internet.
- Menggunakan model pembelajaran inkuiri terstruktur dimana penulis
memaparkan materi ajar secara menyeluruh dilengkapi dengan contoh
soal. Siswa diminta menyelesaikan soal latihan secara mandiri agar
penulis dapat mengetahui tingkat pemahaman siswa.
- Pengukuran skala pemahaman siswa dengan pertimbangan “satu tahu untuk semua” yang berarti dalam satu kelas untuk satu soal dari materi
apabila ada siswa yang telah mampu menyelesaikan soal maka dapat
ditarik kesimpulan bahwa pemahaman siswa telah mencapai skala baik
dengan pertimbangan siswa yang paham akan membantu siswa lain
yang belum memahami materi. Sehingga, materi ajar dapat dilanjutka n.
- Memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya tentang hal- hal
yang belum dimengerti.
c. Kegiatan Penutup
- Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran
dengan memberikan pertanyaan kepada siswa tentang kesimpulan dari
materi yang diperoleh.
- Penulis memberikan kesimpulan umum tentang materi untuk
memberikan penguatan.
- Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas tidak
terstruktur misalnya membaca artikel tentang keistimewaan atom
karbon dan tugas terstruktur berupa uji kompetensi yang dikumpulka n
- Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan
berikutnya.
3. Refleksi
a. Tantangan/Hambatan
- Perbedaan alokasi waktu pada sekolah magang II dan magang III.
- Peserta didik belum terlalu menguasai materi apersepsi yang menjadi
modal awal untuk KBM.
- Rendahnya daya tangkap siswa yang menyebabkan materi sulit
berkembang.
b. Solusi
- RPP disesuaikan dengan memodifikasi materi ajar sehingga sesuai
dengan alokasi waktu.
- Menjelaskan materi apersepsi
- Pemberian beberapa contoh soal dengan cara penyelesaian secara
detail, latihan soal dan tugas rumah.
C.
Pemantapan Jati Diri sebagai Pendidik1. Pengertian
Kamus besar bahasa indonesia mengartikan jati diri sebagai
gambaran yang menjadi identitas diri dengan semangat yang digerakan dari
dalam diri. Sedangkan kata guru menurut Undang-undang No. 14 tahun
2005 adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta
didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan
dasar dan pendidikan menengah. Jadi, jati diri guru berarti identitas diri
sebagai pendidik yang profesional. Agar pemantapan jati diri guru dapat
tercapai perlu pemahaman tentang peran guru, yakni:
a. Guru sebagai Fasilitator
Menjadi fasilitator, guru berperan dalam memberikan pelayanan
untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran.
dengan materi. Juga, kemampuan komunikasi guru dengan siswa agar
materi yang dijelaskan dapat dimengerti oleh siswa.
b. Guru sebagai Motivator
Terdapat kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa
peran ini tidak mudah. Sebagai motivator, pribadi dan perilaku guru akan
mendapat sorotan peserta didik serta orang disekitar lingkungannya. Ada
beberapa hal yang harus diperhatikan oleh guru: sikap dasar, bicara dan
gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap melalui pengalaman dan kesalahan,
pakaian, hubungan kemanusiaan dan proses berfikir.
c. Guru sebagai Sumber Belajar
Peran guru sebagai sumber belajar, merupakan peran yang sangat
penting. Peran sebagai sumber belajar berkaitan erat dengan penguasaan
materi pelajaran. Dikatakan guru yang baik jika menguasai materi
pelajaran dengan baik, sehingga benar-benar berperan sebagai sumber
belajar bagi siswa. Untuk menjadi sumber belajar guru perlu memilik i
banyak referensi dan melakukan pemetaan terhadap materi yang wajib
dipelajari siswa serta materi tambahan.
d. Guru sebagai Demonstator
Peran guru sebagai demonstrator adalah peran untuk
mempertunjukkan kepada siswa segala sesuatu yang dapat membuat
siswa lebih mengerti dan memahami setip pesan yang disampaika n.
Konteks utama sebagai demonstrator yakni harus dapat menunjukka n
cara agar setiap materi pelajaran dapat lebih dipahami dan dihayati oleh
setiap siswa. Misalnya dengan memberian cara cepat untuk penyelesa ia n
soal.
2. Tanggung Jawab
Guru bertanggung jawab untuk menyalurkan pengetahuan dan
melaksanakan pembinaan kepada diri siswa baik kepribadian, watak serta
jasmaniah. Tanggung jawab guru dalam bidang pendidikan di sekolah
bisa menjadi model bagi murid, bisa memberi nasihat, menguasai teknik
bimbingan serta layanan dan bisa membuat serta melaksanakan evaluasi.
Penulis sebagai seorang calon guru diberikan tanggung jawab untuk
mengajar dan mendidik siswa kelas XI IPA SMA Swasta PGRI Maumere.
Selama proses ini berlangsung banyak menemui tantangan dan hambatan
baik dari dalam diri seperti rasa egoisme dan tidak peduli dengan orang lain
juga dari luar diri seperti tuntutan penyelesaian penulisan laporan yang
menyebabkan kurang fokus dalam persiapan pengajaran di kelas. Namun,
menyikapi semua hai ini penulis tetap berusaha belajar untuk lebih
mengutamakan pelayanan agar tanggung jawab yang diberikan dapat
dijalankan sesuai dengan keinginan pihak yang memberikannya.
3. Komitmen dan Loyalitas
Komitmen guru merupakan kekuatan bathin yang datang dari dalam
hati seorang guru dan kekuatan dari luar itu sendiri tentang tugasnya yang
dapat memberi pengaruh besar terhadap sikap guru berupa tanggung jawab
dan responsive (inavotif) terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Jadi, didalam komitmen terdapat beberapa unsur antara lain
adanya kemampuan memahami diri dan tugas, pancarian sikap bathin
(kekuatan bathin) dan tanggap terhadap perubahan. Unsur-unsur inilah yang
melahirkan tanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban yang menjadi
komitmen seseorang sehingga tugas tersebut dilakukan dengan penuh
keikhlasan.
Loyalitas memiliki kata dasar loyal yang berasal dari bahasa Prancis
kuno loial.Jika diartikan secara bebas, pengertian loyalitas adalah mutu dari
sikap setia (loyal), sedangkan loyal didefinisikan sebagai tindakan memberi
atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang teguh dan konstan kepada
seseorang atau institusi. Sementara itu, kamus besar bahasa Indonesia
menerangkan pengertian loyalitas sebagai kepatuhan atau
kesetiaan. Seorang guru yang baik harus memiliki loyalitas yang tinggi
terhadap lembaga tempat mengabdinya. Loyalitas itu dapat ditunjuka n
tanggung jawab, kemauan untuk bekerja sama, rasa memiliki dan kesukaan
terhadap pekerjaan. Namun, banyak faktor yang dapat menurunkan loyalitas
guru. Faktor rasionalitas seperti gaji, bonus, jenjang karir, dan
fasilitas-fasilitas yang diberikan sekolah dan faktor emosional seperti pekerjaan yang
dinilai kurang menantang, lingkungan kerja yang tidak kondusif,
ketidakcocokan guru dengan pemimpin, pekerjaan yang dinila i
tidak prestige, serta kurangnya penghargaan terhadap prestasi kerja guru.
Solusi tepat diperlukan untuk mengembalikan loyalitas guru. Semua
usaha harus dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Usaha-
usaha tersebut seperti memberikan gaji yang cukup, sesekali perlu
menciptakan suasana santai, menempatkan guru sesuai keahlian dan
melaksanakan rapat evaluasi setiap akhir pekan.
4. Kerjasama dan Komunikasi
Guru dan orang tua pada hakekatnya memiliki tujuan yang sama
dalam pendidikan anak yaitu mendidik, membimbing, membina serta
memimpin anak. Untuk dapat mewujudkan harapan tersebut, tentunya harus
ada kerjasama yang baik antara guru dan orang tua. Kerja sama yang baik
antara guru dan orangtua sangat penting karena dua pihak inilah yang setiap
hari berhadapan langsung dengan siswa. Kerjasama antara orang tua dan
guru akan mendorong siswa untuk senantiasa melaksanakan tugasnya
sebagai pelajar, yakni belajar dengan tekun dan bersemangat. Selanjutnya,
Interaksi yang baik antara orang tua dan guru yang benilai informasi tentang
situasi dan kondisi setiap siswa, akan melahirkan suatu bentuk kerja sama
yang dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa baik di sekolah maupun di
rumah.
Dunia Pendidikan membutuhkan pemahaman yang komperhens if,
holistik mendasar dan sistematis tentang pemanfaatan komunikasi dalam
proses pembelajaran. Tanpa komunikasi yang baik, pendidik akan
kehilangan cara dan orientasi dalam membangun kualitas output yang
diharapkan. Seorang guru yang mengajar di kelas harus memikirkan bentuk
dan mencapai hasil optimal sebagaimana diharapkan. Oleh karena itu, guru
dapat menggunakan bahasa yang sesederhana mungkin dan menghind ar i
bahasa ilmiah yang sulit dipahami dan juga kata-kata yang multitafs ir.
Dengan demikian para murid akan memperoleh pemahaman sebagaimana
yang dimaksud oleh guru.
Guru juga harus menjalin kerjasama melalui komunikasi yang baik
dengan siswa agar dapat mengetahui kesulitan-kesulitan siswa dalam
menerima pelajaran. Selain itu, komunikasi yang baik juga akan
menciptakan suatu kondisi yang nyaman bagi siswa untuk berbagi segala
hal yang menjadi penyebab kesulitan-kesulitan yang terjadi teutama dalam
pelajaran atau tidak taatnya mereka dalam mengikuti peraturan sekolah.
Pendekatan ini harus digalakan oleh semua guru untuk menciptakan jalan
keluar bagi permasalahan yang dihadapi siswa. Misalnya, penulis
melakukan pendekatan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa
tentang materi yang diajarkan. Hal ini, dapat menjadi bahan refleksi penulis
untuk mendesain metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan
tingkat kognitif siswa.
5. Kedisiplinan
Disiplin adalah suatu pilihan di dalam hidup untuk mendapatkan apa
yang diinginkan dengan cara menjalankan apa yang sebenarnya tidak
diinginkan. Unsur yang terikat di dalam disiplin kerja guru adalah adanya
peraturan, pedoman pelaksanaan, sanksi dan hukuman, kesadaran serta
kesediaan untuk mentaati dan memperteguh pedoman organisasi.
Disiplin merupakan syarat yang harus ada bagi semua yang ingin
membangun sebuah kebiasaan yang baru. Penulis sebagai seorang calon
guru melihat kedisiplinan menjadi sesuatu yang sangat sulit untuk
diterapkan disekolah ini. Hal ini dikarenakaa tingginya angka keterlambatan
dan ketidaktaatan terhadap peraturan sekolah. Tapi, tidak ada kata terlambat
untuk memulai sesuatu yang baik. Untuk mengubah kebiasaan ini perlu ada
solusi bersama dan menyeluruh baik guru, orang tua maupun siswa sebagai
BAB III PENUTUP
A.Kesimpulan
Calon guru perlu belajar cara membangun jati diri sebagai pendidik,
memantapkan kemampuan awal calon guru dan praktik langsung pembelajaran
di kelas yang sangat diperlukan untuk menjadi guru yang proffesio na l.
Membangun jati diri sebagai pendidik harus dimulai dengan bertanggung jawab
pada profesi, memiliki komitmen dan loyalitas yang tinggi bagi lembaga,
mampu menjalin komunikasi dan kerjasama dengan semua pihak baik orang tua,
sesama guru dan dengan siswa sebagai objek pembelajaran juga mempunya i
kedisiplinan.
Kemampuan awal sebagai calon guru perlu direncanakan untuk
mempermudah proses belajar mengajar. Secara prosedural kelembagaan proses
awal dimulai dengan bertemu dengan kepala sekolah dan guru pamong. Cara
pendekatan yang tepat diperlukan untuk menciptakan kondisi yang nyaman bagi
calon guru sendiri selama berada dilembaga pendidikan. Praktik langsung
pembelajaran diwujudkan dengan menjadi asisten guru. Sebelum, mengajar
perlu ada persiapan yang matang mulai dari persiapan perangkat pembelajaran
yang sesuai dengan kurikulum serta situasi dan kondisi siswa, penyesuaia n
materi serta model dan metode pembelajaran yang tepat agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai. Semuanya, ini diperlukan untuk memantapkan
calon guru agar siap menjadi guru yang bertanggung jawab pada profesinya.
B. Saran
Dari kegiatan Magang yang telah dilaksanakan dan laporan Magang yang
telah dibuat, penulis memberikan beberapa saran yaitu:
1. Bagi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Maumere
- Memonitoring kegiatan magang secara lebih baik lagi agar mahasis wa
- Memberikan sanksi yang tegas kepada mahasiswa peserta magang yang
tidak mengikuti aturan yang berlaku
- Konsisten dalam menentukan sekolah penerima peserta magang
- Memberikan pembekalan yang lebih relevan dengan kegiatan magang III.
2. Bagi Sekolah Magang
- Mempertahankan keramahtamaan kepada peserta magang.
3. Bagi Pembaca
- Menjadikan laporan ini sebagai salah satu referensi dalam penulisa n
DAFTAR PUSTAKA
Fatonah, siti (2005) Aplikasi Aspek Kognitif (Teori Bloom) dalam Pembuatan Soal
Kimia. Yogyakarta: UIN Kalijaga No.2 Vol 5.
Oktaviani, choirunisa laela (2012) SKRIPSI: Pengembangan Instrumen Penilaian
Sikap Peserta Didik SMA/MA Pada pembelajaran Kimia Materi Pokok Asam Basa dan Koloid. Yogyakarta: UIN Kalijaga
Jami, irvance daniel (2016) Laporan Kegiatan Pelaksanaan Program Magang III
di SMA St. Petrus Kewapante.Maumere: IKIP Muhammadiyah.
Departemen Pendidikan Nasional (2006) Rancangan Penilaian Hasil Belajar.
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (2017) Panduan Magang III IKIP
Muhammadiyah Maumere .
Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (2007) Kamus Besar Bahasa Indonesia
edisi ke-Tiga.Jakarta: Balai Pustaka.
Ratnasari, Amelia (2012) Makalah Guru Profesional.(online).(http://amal
ia-ratnasari.blogspot.com/2012/06/makalah-
TAHUN PELAJARAN 2017/2018
HARI WAKTU JAM KE X XI IPA XI IPS XII IPA XII IPS
SENIN 08.00-08.40 1. KETRAMPILAN 7 BIOLOGI 6 BHS.INGGRIS 12 MATEMATIKA 5 B. INDONESIA 8 08.40-09.20 2. KETRAMPILAN 7 BIOLOGI 6 BHS.INGGRIS 12 MATEMATIKA 5 B. INDONESIA 8
09.20-10.00 3. KIMIA 4 B. INDONESIA 8 KETERAMPILAN 7 MATEMATIKA 5 BHS.INGGRIS 12 10.15-10.55 4. KIMIA 4 B. INDONESIA 8 KETERAMPILAN 7 BHS.INGGRIS 12 MATEMATIKA 16 10.55-11.35 5. BAH.INDONESIA 8 KETERAMPILAN 7 TIK 9 BHS.INGGRIS 12 MATEMATIKA 16 11.50-12.30 6 BAH.INDONESIA 8 KETERAMPILAN 7 TIK 9 AGAMA 11 SOSIOLOGI 10
12.30-13.10 7 SEJARAH 7 BP/BK 1 9 AGAMA 11 SOSIOLOGI 10
SELASA 07.15-07.55 1. FISIKA 11 KIMIA 4 SEJARAH 7 PENJASKES 14 TIK 9
07.55-08.35 2. FISIKA 11 KIMIA 4 SEJARAH 7 PENJASKES 14 TIK 9
08.35-09.15 3. `B.INDONESIA 8 TIK 9 SEJARAH 7 MULOK 6 SENI BUDAYA 10
09.30-10.10 4. B. INDONESIA 8 FISIKA 11 BHS.INGGRIS 12 KIMIA 4 SENI BUDAYA 10
10.10-10.50 5. SOSIOLOGI 10 FISIKA 11 BHS.INGGRIS 12 KIMIA 4 SEJARAH 7
10.50-11.30 6. SOSIOLOGI 10 B.INGGRIS 12 EKONOMI 2 FISIKA 11 SEJARAH 7
11.45-12.25 7. PKN 15 B.INGGRIS 12 EKONOMI 2 FISIKA 11 SEJARAH 7
12.25-13.10 8 PKN 15 5 BP/BK 1 BHS.INGGRIS 12
RABU 07.15-07.55 1. EKONOMI 2 BHS.INDONESIA 8 PENJASKES 14 KIMIA 4 KETERAMPILAN 7
07.55-08.35 2. EKONOMI 2 BHS.INDONESIA 8 PENJASKES 14 KIMIA 4 KETERAMPILAN 7
08.35-09.15 3. AGAMA 15 TIK 9 MULOK 6 B.INDOESIA 8 SOSIOLOGI 10
09.30-10.10 4. AGAMA 15 KIMIA 4 MATEMATIKA 16 B. INDONESIA 8 B.INGGRIS 12
10.10-10.50 5. TIK 9 KIMIA 4 MATEMATIKA 16 BIOLOGI 6 BHS.INGGIS 12
10.50-11.30 6. TIK 9 B.INGGRIS 12 BHS.INDONESIA 8 BIOLOGI 6 BP/BK 1
11.45-12.25 7. MULOK 6 B.INGGRIS 12 BHS.INDONESIA 8 TIK 9 EKONOMI 2
12.25-13.10 8. SEJARAH 7 BP/BK 1 MULOK 6 EKONOMI 2
KAMIS 07.15-07.55 1. PENJASKES 14 PEND.AGAMA 15 SENIBUDAYA 10 KETERAMPILAN 7 EKONOMI 2 07.55-08.35 2. PENJASKES 14 PEND.AGAMA 15 SENIBUDAYA 10 KETERAMPILAN 7 EKONOMI 2
08.35-09.15 3. B.INGGRIS 12 SENI BUDAYA 10 AGAMA 15 BIOLOGI 6 B. INDONESIA 8
09.30-10.10 4. B.INGGRIS 12 SENI BUDAYA 10 AGAMA 15 BIOLOGI 6 B. INDONESIA 8
10.10-10.50 5. MATEMATIKA 5 BIOLOGI 6 SOSIOLOGI 10 TIK 9 PEND.AGAMA 15
10.50-11.30 6. MATEMATIKA 5 BIOLOGI 6 SOSIOLOGI 10 B. INDONESIA 8 PEND.AGAMA 15 11.45-12.25 7. MULOK 6 MATEMATIKA 5 SOSIOLOGI 10 B. INDONESIA 8 MATEMATIKA 16
12.25-13.10 8 BP/BK 1 MATEMATIKA 5 MULOK 6 SEJARAH 7 MATEMATIKA 16
JUMAD 07.15-07.55 1. SENI BUDAYA 10 MATEMATIKA 5 GEOGRAFI 3 PKN 15 PENJASKES 14
07.55-08.35 2. SENI BUDAYA 10 MATEMATIKA 5 GEOGRAFI 3 PKN 15 PENJASKES 14
08.35-09.15 3. BIOLOGI 6 (MATEMATIKA) 5 GEOGRAFI 3 FISIKA 11 BHS.INGGRIS 12
09.30-10.10 4. BIOLOGI 6 (MATEMATIKA) 5 EKONOMI 2 FISIKA 11 BHS.INGGRIS 12
10.10-10.50 5. GEOGRAFI 3 FISIKA 11 EKONOMI 2 B.INGGRIS 12 PKN 15
10.50 -11.30 6. GEOGRAFI 3 FISIKA 11 MATEMATIKA 16 B.INGGRIS 12 PKN 15
7. ₋ − ₋ ₋
SABTU 07.15-07.55 1. EKONOMI 2 PENJASKES 14 PKN 15 MATEMATIKA 5 MULOK 6
07.55-08.35 2. EKONOMI 2 PENJASKES 14 PKN 15 MATEMATIKA 5 MULOK 6
08.35-09.15 3. BAH.INGGRIS 12 MULOK 6 BHS.INDONESIA 8 MATEMATIKA 5 GEOGRAFI 3
09.30-10.10 4. BAH.INGGRIS 12 MULOK 6 BHS.INDONESIA 8 SENI BUDAYA 10 GEOGRAFI 3
10.10-10.50 5. MATEMATIKA 12 PKN 15 BHS.INGGRIS 12 SENI BUDAYA 10 GOGRAFI 3
11.05-11.45 6. MATEMATIKA 5 PKN 15 BHS.INGGRIS 12 KIMIA 4 EKONOMI 2
11.45-12.25 7. 5 MATEMATIKA 16 KIMIA 4 EKONOMI 2
10. Rofinus Rasa, S.Fil
2. Fidelis Jaga, A.Ma 11. Maria Natalia, S.Pd Maumere, 19 juli 2017 3. Emirensiana D.N.Bela, S.Pd 12. Yohanes Samson, S.Pd Kepala SMA PGRI Maumere 4. Naomi Fanggi, S.Pd 13. Marselinus Wihelmus, S.Pd
5. Lucia Tri Wijayanti, S.Pd 14. Yaser Arafat, S.Pd 6. Maria Fatima Karwayu, S.Pd 15. Maria Wilianti, S. Ag
7. Petrus Nggubhu, SM 16. Matilda Too, S.Pd
8. Gaspar Genetrix, SM 17. DRS. VEBRONIUS D. FERNANDEZ
9. Sumarni Saduk, A.Md NIP. 19630302 198703 1 025
ROSTER HARIAN SEMESTER GANJIL
SILABUS
Nama Sekolah : SMA Swasta PGRI Maumere
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/Semester : XI/1
Standar Kompetensi : 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan
berdasarkan
gaya antar
molekul melalui diskusi kelas.
Mengetahui,
Guru Pembimbing Magang III
Naomi Fanggi, S.Pd NIP: 19811 201101 2 003
Maumere, 12 september 2017 Mahasiswa Magang III
Fransiskus Trisno Weko NIM: 2014.01.03.015 Mengesahkan,
Kepala SMA Swasta PGRI Maumere
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Nama Sekolah : SMA Swasta PGRI Maumere
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas /Semester : XI / 1
A. Standar Kompetensi :
1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik unsur,
struktur molekul, dan sifat-sifat senyawa.
B. Kompetensi Dasar :
1.2Menjelaskan teori jumlah pasangan elektron di sekitar inti atom dan teori
hibridisasi untuk meramalkan bentuk molekul.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi :
1. Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron.
2. Menentukan molekul polar dan nonpolar.
3. Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.
D. Alokasi Waktu : 2 x 45 menit
E. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, diharapakn siswa dapat:
1. Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron
2. Menentukan molekul polar dan nonpolar
3. Menentukan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.
F. Materi Pembelajaran
- Bentuk molekul adalah kedudukan atom atom dalam molekul.
- Betuk molekul dapat ditentukan dengan teori domain elektron dan teori
- Teori domain elektron adalah suatu cara meramalkan geometri molekul
berdasarkan tolak – menolak elektron – elektron pada kulit luar atom pusat.
- Prinsip dasar teori domain elektron adalah kulit luar atom pusat saling tolak
– menolak, dan pasangan elektron bebas mempunyai gaya tolak yang sedikit
lebih kuat dari pada pasangan elektron ikatan.
- Pengaruh bentuk molekul terhadap sifat zat adalah pada kepolaran molekul.
- Molekul bersifat polar jika distribusi rapatan elektronnya lebih besar,
sementara sisi lainnya lebih rendah.
- Molekul bersifat nonpolar jika distribusi rapatan elektron dalam molekul
tersebar secara merata.
- Molekul bersifat polar jika memenuhi dua syarat, yaitu ikatan dalam
molekul bersifat polar, dan bentuk molekul tidak simetris.
- Hibridisasi adalah peleburan peleburan orbital – orbital dari tingkat energy
yang berbeda menjadi orbital – orbital yang energinya setingkat.
G. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Diskusi kelas
3. Pemberian Tugas
H. Langkah – langkah Pembelajaran
Pertemuan 1 (2 jam pelajaran) 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
- Salam pembuka
- Mengecek daftar hadir siswa
- Guru menanyakan apa itu molekul, unsur, senyawa, atom dan
ion ?
- Guru mengingatkan siswa kembali tentang cara menuliska n
2. Kegiatan Inti (70 menit)
Eksplorasi (40 menit)
Guru menjelaskan pada siswa tentang:
- Contoh geometri molekul pada molekul diatomik, triatomik, dan
tetratomik.
- Menjelaskan teori domain elektron.
- Menjelaskan prinsip – prinsip dasar teori domain elektron.
- Menentukan tipe molekul.
- Menentukan geometri molekul
- Menjelaskan molekul polar dan nonpolar.
- Menjelaskan pengaruh bentuk molekul terhadap kepolaran.
Karakter siswa yang di harapkan :
- jujur
- kerja keras
- toleransi
- rasa ingin tahu
- komunikatif
- menghargai prestasi
- peduli lingkungan
Elaborasi (20 menit)
- Guru memfasilitasi siswa agar pemahaman siswa tentang materi
yang sedang dibahas menjadi lebih baik dengan cara memberika n
latihan soal uji kepahaman anda no 38 halaman 29 buku Kimia
kelas XI Michael Purba.
- Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal
Konfirmasi (10 menit)
- Guru memberikan soal berkaitan dengan materi yang dibahas dan
siswa diminta untuk menjawab dengan benar.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
- Guru membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan tentang
bentuk molekul berdasarkan teori domain elektron dan
pengaruhnya terhadap kepolaran.
- Guru memberikan tugas rumah untuk mengetahui ketercapain
indikator dan kompetensi. Pertemuan 2 (2 jam pelajaran)
1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
- Salam pembuka
- Mengecek daftar hadir siswa
- Memeriksa PR sepintas,mencatat siswa yang tidak membuat PR
- Guru mengingatkan siswa kembali tentang materi bilanga n
kuantum
2. Kegiatan Inti (70 menit)
Eksplorasi(40 menit)
Guru menjelaskan pada siswa tentang:
- Teori hibridisasi.
- Menjelaskan macam – macam tipe hibridisasi.
- Menjelaskan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.
- Menggambarkan bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi.
Karakter siswa yang di harapkan :
- jujur
- kerja keras
- toleransi
- rasa ingin tahu
- komunikatif
- peduli lingkungan
Elaborasi (20 menit)
- Guru memfasilitasi siswa agar pemahaman siswa tentang materi
yang sedang dibahas menjadi lebih baik dengan cara memberika n
latihan soal uji kepahaman anda no 43 halaman 38 buku Kimia
Kelas XI Michael Purba.
- Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya hal
– hal yang belum dimengerti.
Konfirmasi (10 menit)
- Guru memberikan soal berkaitan dengan materi yang dibahas dan
siswa diminta untuk menjawab dengan benar.
3. Kegiatan Penutup (10 menit)
- Guru membimbing siswa untuk memberikan kesimpulan tentang
bentuk molekul berdasarkan teori hibridisasi dan perbedaannya
dengan teori domain elektron.
- Guru memberikan tugas rumah untuk mengetahui ketercapain
indikator dan kompetensi.
I. Alat, bahan dan sumber 1. Alat dan bahan
LCD, Komputer, dan sistem periodik unsur.
2. Sumber belajar
a. Buku Penuntun Belajar Kimia untuk SMA Kelas XI Michel Purba Jilid
2 penerbit Erlangga.
b. Buku-buku yang relevan
J. Penilaian
Indikator Jenis Tugas Bentuk Tugas Instrument
1. Menentukan bentuk molekul
berdasarkan teori domain elektron.
2. Menentukan molekul polar
dan nonpolar.
3. Menjelaskan proses
hibridisasi CH4.
4. Menentukan bentuk molekul
berdasarkan teori hibridisas i.
1. Tugas Tugas Pertemuan 1
NILAI=SKOR YANG DI PEROLEH x 100 SKOR TOTAL
Mengetahui,
Guru Pembimbing Magang III
Naomi Fanggi, S.Pd NIP: 19811 201101 2 003
Maumere, 12 september 2017 Mahasiswa Magang III
Fransiskus Trisno Weko NIM: 2014.01.03.015 Mengesahkan,
Kepala SMA Swasta PGRI Maumere
BAHAN AJAR
Pertemuan 1
IKATAN KIMIA
Atom-atom sejenis bergabung membentuk molekul unsur, sementara
atom-atom yang berbeda jenis bergabung membentuk molekul senyawa. Selain molekul
banyak juga zat yang terdiri dari ion-ion. Ion adalah atom atau kumpulan atom yang
bermuatan listrik. Jadi, partikel materi ada yang berupa atom, molekul dan ion.
Partikel unsur ada yang berupa atom atau molekul, sementara partikel senyawa ada
yang berupa molekul atau ion.
1. Bentuk Geometri Molekul
Bentuk molekul berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul.
Bentuk molekul diatomik adalah linear, molekul triatomik dapat linear atau
bengkok, molekul tetratomik ada yang planar (datar sebidang) ada pula yang
berbentuk piramida.
a. Teori Domain Elekron
Teori domain elektron adalah suatu cara meramalkan bentuk
molekul berdasarkan tolak-menolak elektron-elektron pada kulit luar atom
pusat. Jumlah domain elektron ditentukan sebagai berikut :
Setiap elektron ikatan (tunggal, rangkap atau rangkap tiga) berarti 1
domain.
Setiap pasangan elektron bebas berarti satu domain.
Prinsip-prinsip dasar dari teori domain elektron adalah sebagai berikut:
1. Antardomain elektron pada kulit luar atom pusat saling tolak-meno lak
sehingga domain elektron akan mengatur diri (mengambil formasi)
sedemikian rupa sehingga tolak-menolak diantaranya menjadi
minimum.
2. Urutan kekuatan tolak-menolak diantara domain elektron adalah
sebagai berikut: tolakan antar domain elektron bebas > tolakan antar
domain elektron bebas dengan domain elektron ikatan > tolakan antar
3. Bentuk molekul hanya ditentukan oleh pasangan elektron terikat.
b. Merumuskan Tipe molekul
- Atom pusat dinyatakan dengan lambang A
- Domain elektron ikatan dinyatakan dengan X
- Domain eketron bebas dinyatakan dengan E
Langkah-langkah menentukan tipe molekul:
1. Tentukan jumlah elektron valensi atom pusat (EV)
2. Tentukan jumlah domain elektron ikatan (X)
3. T entukan jumlah domain elektron bebas (E)
E = ��−�
Selanjutnya langkah-langkah yang ditempuh untuk menentuka n
geometri molekul adalah sebagai berikut:
1. Menentukan tipe molekul
2. Menggambar susunan ruang domain-domain elektron disekitar atom
pusat yang memberi tolakan minimum
3. Menetapkan pasangan terikat dengan menuliskan lambang atom
yang bersangkutan
4. Menetukan geometri molekul setelah mempertinbangkan pengaruh
pasangan elektron bebas.
2. Molekul Polar dan Non-polar
Suatu molekul akan bersifat polar jika memenuhi dua syarat berikut :
a. Ikatan dalam molekul bersifat polar. Secara umum, ikatan antaramolek ul
yang berbeda dapat dianggap polar.
b. Bentuk molekul tidak simetris, sehingga pusat muatan positif tidak berimpit
dengan pusat muatan negatif.
Pertemuan 2
TEORI HIBRIDISASI
Teori ini dijelaskan berdasarkan proses penggabungan (hibridisasi ) orbital –
orbital atom yang digunakan electron – electron yang saling berkaitan . Teori ini
a. Orbital hibrida sp
Konfigurasi 4Be : [ He ]
Konfigurasi 17CI : [ Ne ]
Ikatan antara Be dan CI dapat terjadi jika electron Be pada orbital 2s
menglami promosi ke orbital 2p. Dengan demikian elekron atom Be dapat
membentuk ikatan kovalen dengan 2 atom CI orbital 2s dabn 2p
Kedua orbital 2s dan 2p atom Be akan membentuk dua orbital yang disebut
orbital hibrida . Hibridisasi orbital sp ini menghasilkan bentuk molekul linear.
b. Orbital sp2
Penggabungan antara satu orbital s dengan dua orbital p menghasilkan tiga
orbital hibrida sp2, missalnya :
Konfigurasi: 5B [ He ]
Konfigurasi : 9F [ He ]
Elektron B pada orbital 2s dipromosikan pada orbital 2p : 5B : [ He ]
Setelah menglami promosi, electron B dapat membentuk tiga ikatan dengan
atom F. Ketiga orbital hibrida sp2 ini membentuk molekul segitiga datar
dengan sudut 1200 .
c. Orbital sp3
Penggabunga satu orbital s dengan tiga orbital p membentuk empat orbital
hibrida sp3. missal atom C berikatan dengan empat atom H melalui promosi
hibridisasi. Hibridisasi sp3 ini membentuk molekul tetrahedral dengan sudut
109,50.
d. OrbitaL sp3 dan sp3d2
Penggandaan satu orbital s, tiga orbital p dan satu orbital d menghasilk a n
lima orbital hibrida sp3. missal atom P berikatan dengan atom S dan atom
F. Orbital hirida sp3d memiliki bentuk molekul trigonal bipiramida.
sementara itu, orbital sp3d2 dibentuk dari satu orbital s, tiga orbital p dan
Pertemuan 3
GAYA ANTAR MOLEKUL
Kepolaran suatu senyawa dipengaruhi oleh adanya perbedaan
keelekktronegatifan antara atom – atom yang berikatan dann bentuk molekul.
Senyawa dikatakan bersifat polar jika selisih keelektronegatifan antaratom
penyusunnya semakin besar. Bentuk molekul juga menyebabkan senywa bersifat
polar.Adanya muatan electron yang tidak seimbang antaratom dalam senyawa polar
mengakibatkan terjadinya suatu kutub ( dipol) Senyawa dikatakan bersifat nonpolar
jika terbentuk dari atom sejenis atau senyawa yang distribusu muatannya simetris,
contoh H2 atau CH4. Harga atom – atom dalam molekul nonpolar sama, sehingga
muatan elktronnya terdistibusi merata. Oleh kaerna itu, molekul nonpolar tidak
membentuk kutub. Pasangan electron senyawa nonpolar mengakibatkan bentuk
molekul simetris sehingga dipol – pol ikatannya saling meniadakan.
Interaksi antara atom – atom dalam senyawa atau kumpulan molekul dalam
senyawa yang menalami tarik menarik di sebut Gaya Antarmolekul. Kuat lemahnya
gaya tarikmenarik antarmolekul akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya titik
didih suatu zat. Jenis gaya tarik menarik antarmolekul di antaranya gaya Van der
Wals dan ikatan hydrogen.
1. Gaya Van Der Waals
Gaya ini merupakan gaya antarmolekul yang sangat lemah . Gaya
ini di bagi menjadi 2 :
a. Gaya London
Gaya ini ditemukan oleh fisikawan jerman yang bernama Fritz
London. Gaya London merupakan gaya tarik menarik antar molekul
nonpolar akibat adanya dipole terimbas yang ditimbulkan oleh
perpindahan alektron dari satu keorbital yang lain membentuk dipole
sesaat.
Kemudahan suatu molekul menghasilkan dipole sesaat yang dapat
mengimbas ke molekul di sekitarnya di sebut polarisabilit as.
Polarisabilitas berkaitan dengan massa molekul relative (Mr) dan
semakin mudah mengalamipolarisasi sehingga gaya London semakin
kuat, molekul mengalami polarisasi semakin tinggi titik ddihnya dan
titik lelehnya .
b. Gaya tarik dipol
Molekul – molekul polar cenderung menyusun diri dengan cara
saling mendekati kutub positif dari suatu molekul dengan kutub
negative molekul yang lain.Gaya tarik menarik ini disebut gaya tarik
dipol. Semakin besar momen dipole yang dimilki suatu senyawa ,
semakin besar gaya tarik dipol yang dihasikan .
2. Ikatan Hidrogen
Merupakan ikatan antarmolekul yang sangat polar dan mengandung
atom hydrogen . ikatan hydrogen disebabkan oleh gaya tarik menarik antara
atom mhidrogen dari molekul yang satu dengan atom molekul lain yang
sangat eletronegatif (F, O atau N). Dalam keadaan cair , atom hydrogen
dalam molekul air yang parsial positif (+) ditarik oleh pasangan electron
atom O molekul lain yang elektronegatif, sehingga terbentuk ikatan
hydrogen.
Ikatan hidrgen jauh lebih kuast daripada gaya – gaya Vasn der
Waals. Zat ini mempunyai ikatan hydrogen memerlukan energi yang besar
untuk memutuskan . OIleh karena itu . titik didih dan titik lelehnya sangat
tinggi .Adanya ikatan hydrogen dalam senyawa yang mengadung hydrogen
menimbulkan penyimpangan sifat atom umum beberapa senyawa dari
unsure – unsure segolongan . Contoh dertan H2, O, HS, H2Se dan H2Te.
Meningkatnya titik didih H2S, H2Se dan H2Te. Disebabkan naiknya Mr
molekul sehingga gaya Van der Waals. Semakin kuat. Penyimpangan tejadi
pada titik didih H2O karena adanya ikatan hydrogen. Hal ini terjadi karena
ikatan hydrogen antara molekul – molekul H2O lebih kuat daripada ikatan
Pertemuan 4
PENGERTIAN TERMOKIMIA
Termokimia merupakan suatu cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang
suatu perubahan kalor atau energi yang menyertai suatu reaksi kimia, baik yang
diserap maupun yang dilepaskan. Hukum kekekalan energi menyatakan bahwa
energi tidak bisa diciptakan atau dimusnahkan. Energi hanya bisa diubah dari satu
bentuk ke bentuk yang lain. Energi juga bisa mengalami suatu perpindahan dari
sistem ke lingkungan atau sebaliknya. Sistem adalah segala hal yang ditelit i
perubahan energinya. Sementara itu, lingkungan adalah segala sesuatu di luar
sistem. Contoh sistem dan lingkungan bisa diamati pada air teh panas dalam gelas.
Air teh panas merupakan sistem, sementara gelas sebagai wadahnya termasuk
lingkungan.Interaksi antara sistem dan lingkungan bisa berupa pertukaran energi
atau materi. Pertukaran energi ini bisa berupa kalor atau bentuk energi lain. Adanya
suatu pertukaran energi tersebut menyebabkan terjadinya perubahan jumlah energi
yang terkandung dalam sistem. Berdasarkan interaksinya dengan lingkunga n,
sistem digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu sistem terbuka, sistem tertutup, dan
sistem terisolasi atau tersekat.
1. Sistem dan Lingkungan Termokimia
Segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian dalam mempelajari suatu
perubahan energi dan berubah selama proses itu berlangsung disebut dengan
sistem. Sedangkan hal-hal yang tidak berubah selama proses berlangsung dan
yang membatasi sistem dan juga bisa mempengaruhi sistem disebut dengan
lingkungan
Berdasarkan interaksinya dengan lingkungan, sistem dibagi menjadi tiga
macam, yakni sebagai berikut:
1. SistemTerbuka
Sistem terbuka yaitu suatu sistem yang memungkinkan terjadi suatu
perpindahan energi dan zat (materi) antara lingkungan dengan sistem.
Pertukaran materi artinya ada suatu reaksi yang bisa meninggalkan wadah
2. Sistem tertutup
Suatu sistem yang mana antara sistem dan lingkungan bisa terjadi
suatu perpindahan energi, tapi tidak terjadi pertukaran materi
3. Sistem terisolasi
Sistem teriolasi yaitu Suatu sistem yang memungkinkan terjadinya
perpindahan energi dan materi antara sistem dengan lingkungan
2. Reaksi Termokimia
Reaksi pada termokimia terbagi atas reaksi eksoterm dan reaksi endoterm
yaitu sebagai berikut:
1. Reaksi Eksoterm
Reaksi yang terjadi saat berlangsungnya pelepasan panas atau kalor.
Reaksi panas ditulis dengan tanda negatif.
Contoh : N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) – 26,78 Kkal
Perubahan entalpi pada reaksi ini digambarkan sebagai berikut:
Menurut hukum kekekalan energi :
2. Reaksi Endoterm
Reaksi yang terjadi ketika berlangsungnya penyerapan panas atau
kalor, maka suatu perubahan entalpi reaksi bernilai positif.
Contoh : 2NH3 N2 (g) + 3H2 (g) + 26,78 Kkal
Perubahan entalpi pada reaksi endoterm dirumuskan yaitu sebagai
Kesimpulan : Besarnya perubahan entalpi (ΔH) sama dengan besarnya panas reaksi, tapi dengan tanda berlawanan.
Pertemuan 5
JENIS PERUBAHAN ENTALPI
1. Perubahan Entalpi Pembentukan (ΔHf)
Merupakan suatu perubahan entalpi pembentukan 1 mol senyawa dari
unsur-unsur penyusunnya pada keadaan standar. Nilai entalpi pembentukan
standar ditentukan memakai tabel data entalpi pembentukan standar. Nilai
entalpi pembentukan standar:
Bernilai negatif karena melepas energi
Bernilai nol, bila unsur tersebut sudah terdapat di alam secara alami
Bentuk unsur yang sudah di alam terbagi atas monoatomik dan poliatomik.
Poliatomik berarti unsur pembentuknya lebih dari 1 unsur.
Contoh monoatomik : C(s), Fe(s), H+(aq), Ba(s), Ca(s), Mg(s), Na(s), Al(s),
B(s), Zn(s), P(s). Monoatomik termasuk golonga gas mulia dan logam lainnya.
Contoh poliatomik : O2(g), Cl2(g), P4(s), H2(g), Br2(l), N2(g), I2(g), F2(g).
Poliatomik termasuk halogen dan gas selain gas mulia.
2. Perubahan entalpi penguraian (ΔHd)
yaitu ΔH untuk menguraikan 1 mol suatu senyawa menjadi unsur-uns ur
penyusunnya pada keadaan standar. Nilai entalpi penguraian standar berlawanan
dengan nilai entalpi pembentukan standar. Pada reaksi penguraian reaktan
berpindah ke kanan dan produk berpindah ke kiri.
3. Perubahan entalpi pembakaran (ΔHc)
yaitu ΔH dalam pembakaran sempurna 1 mol suatu senyawa pada keadaan
standar. Nilai entalpi pembakaran standar ditentukan menggunakan tabel data
entalpi pembakaran standar
Ciri utama dari reaksi pembakaran yaitu sebaagi berikut :
Merupakan reaksi eksoterm
Melibatkan oksigen dalam reaksinya
Karbon terbakar menjadi CO2, hidrogen terbakar menjadi H2O dan belerang
4. Perubahan entalpi netralisasi (ΔHn)
Termasuk reaksi eksoterm. yaitu suatu kalor yang dilepas pada
pembentukan 1 mol air dan reaksi asam-basa pada suhu 25 derjat celsius dan
tekanan 1 atmosfer.
Mengetahui,
Guru Pembimbing Magang III
Naomi Fanggi, S.Pd NIP: 19811 201101 2 003
Maumere, 12 september 2017 Mahasiswa Magang III
Fransiskus Trisno Weko NIM: 2014.01.03.015 Mengesahkan,
Kepala SMA Swasta PGRI Maumere
DAFTAR HADIR
NO. NAMA LENGKAP Hari/tanggal
Selasa NIP: 19811 201101 2 003
Maumere, 30 september 2017 Mahasiswa Magang III
Fransiskus Trisno Weko NIM: 2014.01.03.015 Mengesahkan,
Kepala SMA Swasta PGRI Maumere
DAFTAR NILAI
Nama Sekolah : SMA Swasta PGRI Maumere
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas /Semester : XI / 1
NO. NAMA LENGKAP NILAI
Tgs.1 Tgs.2 Tgs.3 Tgs.4 Tgs.5 Tgs.6
1 Emerensiana P. Orsela 60 80 60 100 100 100
2 Herman Soni Yosef 40 60 40 100 100 100
3 Maria Henelci Moa 40 80 60 - 100 100
4 Maria Yuvita Meti 40 60 40 100 100 100
5 Magdalena Nurak Linda 60 80 70 100 100 100
6 Putri A. J. E Rahmawati 60 80 60 - 100 100
7 Rikardus Nong Yalis 40 60 40 - - 100
8 Susana Ventriana Sedhu 60 80 70 100 100 100
9 Yufrida Nona 40 60 40 100 - -
10 Faustina Tua - - - -
Mengetahui,
Guru Pembimbing Magang III
Naomi Fanggi, S.Pd NIP: 19811 201101 2 003
Maumere, 12 september 2017 Mahasiswa Magang III
Fransiskus Trisno Weko NIM: 2014.01.03.015 Mengesahkan
Kepala SMA Swasta PGRI Maumere
LEMBAR KERJA SISWA
Nama Sekolah : SMA Swasta PGRI Maumere
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas /Semester : XI / 1
JENIS PERUBAHAN ENTALPI
Persamaan yang mengikutsertakan perubahan entalpi disebut persamaan termokimia. Nilai ΔH yang dituliskan pada persamaan termokimia disesuaikan dengan stoikiometri reaksi, artinya jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi sama
dengan koofisien reaksinya. Selanjutnya, karena entalpi reaksi tergantung pada
wujud zat yang terlibat dalam reaksi, maka wujud atau keadaan zat harus
dinyatakan, yaitu dengan membubuhkan indeks s untuk zat padat, l untuk zat cair,
g untuk gas dan aq untuk larutan.
STANDAR KOMPETENSI:
2. Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia dan cara pengukurannya
KOMPETENSI DASAR:
2.1 Mendeskripsikan perubahan entalpi suatu reaksi, reaksi eksoterm dan reaksi
endoterm.
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI:
5. Peserta didik dapat menentukan jenis-jenis perubahan entalpi.
INFORMASI PENDUKUNG DAN LANGKAH KERJA:
Petunjuk: Bacalah dengan cermat dan selesaikan latihan soal!
5. Perubahan Entalpi Pembentukan (ΔHf)
Merupakan suatu perubahan entalpi pembentukan 1 mol senyawa dari
standar ditentukan memakai tabel data entalpi pembentukan standar. Nilai
entalpi pembentukan standar:
Bernilai negatif karena melepas energi
Bernilai nol, bila unsur tersebut sudah terdapat di alam secara alami
Bentuk unsur yang sudah di alam terbagi atas monoatomik dan poliatomik.
Poliatomik berarti unsur pembentuknya lebih dari 1 unsur.
Contoh monoatomik : C(s), Fe(s), H+(aq), Ba(s), Ca(s), Mg(s), Na(s), Al(s),
B(s), Zn(s), P(s). Monoatomik termasuk golonga gas mulia dan logam lainnya.
Contoh poliatomik : O2(g), Cl2(g), P4(s), H2(g), Br2(l), N2(g), I2(g), F2(g).
Poliatomik termasuk halogen dan gas selain gas mulia.
Contoh : 1.
6. Tentukan entalpi pembentukan standar (ΔHf) dari CaCO3 (s) = -1207
kJ/mol, jika di ketahui persamaan termokimianya:
2Ca (s) + 2C (s) + 3O2 (s) 2CaCO3 (s) ΔHf = -1207 kJ/mol
Jawab:
Karena 1 mol CaCO3 (s), maka pada persamaan termokimia koofisien
CaCO3 (s) dibagi dengan 2 juga nilai entalpi pembentukan standar (ΔHf)
dibagi 2.
Ca (s) + C (s) + 3/2O2 (s) CaCO3 (s) ΔHf = -603,5 kJ/mol
Latihan soal 1:
Petunjuk: selesaikan latihan soal berikut!
1) Diketahui entalpi pembentukan standar dari beberapa zat berikut:
a. HNO3 (g) = -135 kJ/mol
b. CH3NO2 (l) = -1134 kJ/mol
c. Na3PO4 (s) = -1917,4 kJ/mol
Tentukan persamaan termokimianya ?
2) Diketahui persamaan termokimia:
N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3 (g) ΔHf = -92,22 kJ/mol
Tentukan entalpi pembentukan standar 1 mol NH3 ?
2. Perubahan entalpi penguraian (ΔHd)
yaitu ΔH untuk menguraikan 1 mol suatu senyawa menjadi unsur-uns ur
penyusunnya pada keadaan standar. Nilai entalpi penguraian standar berlawanan
dengan nilai entalpi pembentukan standar. Pada reaksi penguraian reaktan
berpindah ke kanan dan produk berpindah ke kiri. Besar entalpi penguraia n
bernilai positif karena menerima energi.
Contoh:
- Diketahui persamaan termokimia:
2Ca (s) + 2C (s) + 3O2 (s) 2CaCO3 (s) ΔHf = -1207 kJ/mol
Tentukan entalpi penguraiannya?
Jawab:
Latihan soal 2:
1. Diketahui entalpi pembentukan standar (ΔHf) NH3(g)= -46,1 kJ/mol.
Dengan persamaan termokimianya sebagai berikut:
N2 (g) + 3H2 (g) 2NH3(g) ΔHf = -46,1 kJ/mol
Tentukan entalpi penguraiannya?
7. Perubahan entalpi pembakaran (ΔHc)
yaitu ΔH dalam pembakaran sempurna 1 mol suatu senyawa pada keadaan
standar. Nilai entalpi pembakaran standar ditentukan menggunakan tabel data
entalpi pembakaran standar
Ciri utama dari reaksi pembakaran yaitu sebaagi berikut :
Merupakan reaksi eksoterm, sehingga ΔHc bernilai negatif.
Melibatkan oksigen dalam reaksinya.
Karbon terbakar menjadi CO2, hidrogen terbakar menjadi H2O dan belerang
terbakar menjadi SO2.
Contoh:
- Pembakaran bensin adalah suatu proses eksoterm. Apabila bensin dianggap
terdiri dari isooktana, C8H18 (sebenarnya isooktana hanyalah salah satu
komponen bensin), tentukanlah jumlah kalor yang dibebaskan pada
pembakaran 1 liter bensin. Diketahui entalpi pembakaran isooktana = -5460
kJ/mol dan massa jenis isooktana = 0,7 kg/L (Ar H=1, C=12).
Jawab:
Entalpi pembakaran isooktana yaitu -5460 kJ/mol
Jadi, yang diperlukan adalah menentukan jumlah mol isooktana dalam 1 liter
bensin tersebut.
Massa 1 liter bensin = 1 L x 0,7 kg/L = 0,7 kg = 700 gram
Mr C8H18=(8 x Ar C) + (18 x Ar H)
= 96 + 18 = 114
Mol isoktana = 7 ���
4 ��� / � = 6,14 mol
Jadi, kalor yang dibebaskan pada pembakaran 1 liter bensin adalah:
= mol C8H18 x ΔHc C8H18
= 6,14 mol x 5460 kJ/mol
= 33524,4 kJ
Latihan Soal 3:
1. Tuliskan persamaan termokimia reaksi pembakaran C2H2 (g). Jika diketahui
nilai ΔHc = -2599,1 kJ ?
2. Pembakaran sempurna 1 gram CH4 (g) membentuk gas kabon dioksida dan
air pada keadaan standar menghasilkan 55,625 kJ. Tentukan entalpi
PENILAIAN:
Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1. Tulislah persamaan termokimia untuk proses berikut :
a. Pembentukan CH3COOH (l) dari unsurnya jika diketahui ΔH0f CH3COOH =
-487 kJ/mol
b. Penguraian NH4NO3menjadi unsurnya jika diketahui ΔH0f NH4NO3 = -365,6
kJ/mol
c. Pembakaran sempurna C2H6 (g) jika diketahui kalor pembakaran C2H6 (g) =
-1560 kJ/mol
2. Entalpi pembentukan amonia (NH3) adalah -46 kJ/mol. Berapa kalor diperlukan
untuk menguraikan 1 gram amonia menjadi gas hidrogen dan gas nitrogen?
(H=1, N=14).
Mengetahui,
Guru Pembimbing Magang III
Naomi Fanggi, S.Pd NIP: 19811 201101 2 003
Maumere, 12 september 2017 Mahasiswa Magang III
Fransiskus Trisno Weko NIM: 2014.01.03.015 Mengesahkan,
Kepala SMA Swasta PGRI Maumere
KISI-KISI SOAL UJIAN TENGAH SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2017/2018
Nama Sekolah : SMA Swasta PGRI Maumere
Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Program : XI/IPA
Semester : 1 (ganjil)
Tahun Pelajaran : 2017/2018
unsur golongan VII A.
terbesar ke terkecil ! (Ar H=1, Cl=35, F=19, Br=80, I=127)
a. HF, HI,
HCl, HBr
b. HCl, HBr,
HI, HF
c. HF, HI,
HBr, HCl
d. HCl, HBr,
HF, HI
e. HF, HCl,
HI, HF
Mengetahui,
Guru Pembimbing Magang III
Naomi Fanggi, S.Pd
NIP: 19811 201101 2 003
Maumere, 30 september 2017
Mahasiswa Magang III
Fransiskus Trisno Weko
NIM: 2014.01.03.015
Mengesahkan,
Kepala SMA Swasta PGRI Maumere
Drs. Vebronius Densius Fernandez
DOKUMENTASI
1. Perkenalan di kelas XI IPA (selasa, 12 september 2017)
2. Mengajar: Pertemuan 1 (selasa, 12 september 2017)
3. Mengajar: Pertemuan 2 (rabu,13 september 2017)
5. Mengajar: Pertemuan 4 (rabu, 20 september 2017)
6. Mengajar: Pertemuan 5 (selasa, 26 september 2017)