• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesehatan dan keselamatan kerja (12)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kesehatan dan keselamatan kerja (12)"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA

Mohammad Nasrullah1 Abstract

Health and work is one of the services performed or run by the company to make its employees feel health and really in their work. Health and work is what will discuss the global importance arising from illness, stress, and accidents in the work.

KeywordHealth, Safety, Work Abstrak

Kesehatan dan keselamatan kerja merupakan salah satu layanan yang diadakan atau diselenggarakan oleh perusahaan untuk membuat para karyawannya merasa memiliki jaminan kesehatan dan keselamatan dalam pekerjaannya. Kesehatan dan keselamatan kerja ini kemudian yang akan mengatasi besarnya dampak global yang timbul karena penyakit, stres kerja, dan kecelakaan dalam pekerjaannya.

Kata kunciKesehatan, keselamatan, kerja

Pendahulan

Besarnya dampak global yang ditimbulkan oleh terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat

kerja, demikian juga bencana industri yang besar dalam bentuk penderitaan manusia dan biaya

ekonomi yang terkait dengan hal ini telah sejak lama menjadi sumber keprihatinan di tempat keja,

pada tingkat nasional maupun internasional.

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin

keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani. Dengan keselamatan dan kesehatan

kerja maka para pihak diharapkan dapat melakukan pekerjaan dengan aman dan nyaman.

Pekerjaan dikatakan aman jika apapun yang dilakukan oleh pekerja tersebut, resiko yang mungkin

(2)

muncul dapat dihindari. Pekerjaan dikatakan nyaman jika para pekerja yang bersangkutan dapat

melakukan pekerjaan dengan merasa nyaman dan betah, sehingga tidak mudah capek.

Dengan menerapkan teknologi pengendalian keselamatan dan kesehatan kerja, diharapkan

tenaga kerja akan mencapai ketahanan fisik, daya kerja, dan tingkat kesehatan yang tinggi.

Disamping itu keselamatan dan kesehatan kerja dapat diharapkan untuk menciptakan kenyamanan

kerja dan keselamatan kerja yang tinggi. Jadi, unsur yang ada dalam kesehatan dan keselamatan

kerja tidak terpaku pada faktor fisik, tetapi juga mental, emosional dan psikologi.

Meskipun ketentuan mengenai kesehatan dan keselamatan kerja telah diatur sedemikian

rupa, tetapi dalam praktiknya tidak seperti yang diharapkan. Begitu banyak faktor di lapangan yang

mempengaruhi kesehatan dan keselamatan kerja seperti faktor manusia, lingkungan dan

psikologis. Masih banyak perusahaan yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kesehatan

kerja. Begitu banyak berita kecelakaan kerja yang dapat kita saksikan.

Rumusan masalah dalam artikel ini ialah a). Bagaimana pengertian dari kesehatan

dan keselamatan kerja kerja?, b). Bagaimana tujuan kesehatan dan keselamatan kerja?,

c). Bagaimana Pendekatan dalam Program Kesehatan dan Keselamata Kerja?, d). bagaimana

fungsi dari kesehatan dan keselamatan kerja?, e). Dan Bagaimana Proses Penerapan Sistem

Manajemen Kesehatan dan Keselamatan kerja. sedangkan tujuan dari penulisan artikel ini ialah

ialah a). untuk mengetahui pengertian dari kesehatan dan keselamatan kerja kerja?, b).

untuk mengetahui tujuan kesehatan dan keselamatan kerja?, c). untuk mengetahui

Pendekatan dalam Program Kesehatan dan Keselamata Kerja?, d).untuk mengetahui fungsi dari

kesehatan dan keselamatan kerja?, e). Dan mengetahui Proses Penerapan Sistem Manajemen

(3)

Pembahasan

Kesehatan kerja adalah bagian dari ilmu kesehatan sebagai unsur-unsur yang menunjang

terhadap jiwa raga dan lingkungan kerja yang sehat. Kesehatan kerja disini didukung oleh

Undang-Undang keamanan dan kesehatan kerja pada tahun 1970 untuk memastikan sejauh

mungkin setiap karyawan dalam perusahaan tersebut bekerja secara aman dan memiliki kondisi

kerja yang sehat dan untuk menjaga sumber daya manusia kita. Tujuan dari OSHA (Occupational

safety and Health Administration/ Administrasi Keamanan dan Kesehatan Kerja) adalah untuk

memastikan setiap orang yang bekerja berada dalam tempat kerja yang aman dan sehat.2

Kesehatan pekerja bisa terganggu karena penyakit, stress, maupun kecelakaan, progaram

kesehatan yang baik akan menguntungkan para pekerja selain itu mereka dapat bekerja dalam

lingkungan yang lebih nyaman, sehinga secara keseluruhan para pekerja akan dapat bekerja

secara produktif.

Keselamatan kerja adalah perlindungan para pekerja dari luka luka yang diakibatkan oleh

kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan.3 Jadi, keselamatan kerja dapat diartikan sebagai

keadaan terhindar dari bahaya selama melakukan pekerjaan. Dengan kata lain kesalamatan kerja

merupakan salah satu faktor yang harus dilakukan oleh pekerja untuk menghindari dari kecelakaan

kerja, karena tidak ada seorang pun didunia ini yang menginginkan terjadinya kecelakaan kerja.

Keselamatan kerja sangat bergantung pada jenis, bentuk, dan lingkungan dimana pekerjaan itu

dilaksanakan.

Unsur unsur yang harus diperhatikan dalam keseamatan kerja adalah sebagai berikut:

a) Adanya unsur keamanan dan kesehatan kerja

b) Adanya kesadaran dalam menjaga keamanan dan kesehatan kerja

c) Teliti dalam bekerja

(4)

d) Melaksanakan prosedur kerja dengan memperhatikan keamanan dan kesehatan kerja.4

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kesehatan dan keselamatan dan kesehatan kerja

adalah upaya perlindungan bagi tenaga kerja agar selalu dalam keadaan sehat dan selamat

selama bekerja ditempat kerja. sistem manajemen keselamatan dan kesehatn kerja adalah bagian

dari sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan meliputi struktur organisasi, perencanaan,

pelaksanaan, tanggung jawab, prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhka bagi

pengembangan, penerapan, pecapaian, pngkajian, dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan

keselamata kerja dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna

terciptanya tempat kerja yang aman, efisien kerja.

Kesehatan dan keselamatan kerja bertujuan untuk menjamin kesempurnaan atau kesehatan

jasmani dan rohani tenaga kerja serta hasil karya dan budayanya. Secara singkat, ruang lingkup

kesehatan dan keselamatan kerja sebagai berikut:

a) Memelihara lingkungan kerja yang sehat

b) Mencegah dan mengobati kecelakaan yang disebabkan akibat pekerjaan sewaktu bekerja

c) Mencegah dan mengobati keracunan yang ditimbulkan dari kerja

d) Memelihara moral, memncegah, dan mengobati keracunan yang timbul dari kerja

e) Menyesuaikan kemampuan dengan pekerjaan

f) Merehabilitasi pekerja yang cedera atau sakit akibat bekerjaan. 5

Keselamatan kerja mencakup pencegahan kecelakaan kerja dan perlindungan terhadap

tenaga kerja dari kemungkinan terjadinya kecelakaan sebagai akibat dari kondisi kerja yang tidak

aman dan atau tidak sehat.

Pendekatan dalam Program Kesehatan dan Keselamata Kerja

4 Benny permana,utamakan keselamatan dan kesehatan kerja,(indramayu: SMA Negeri 1Sukagumiwang, 2013), hlm. 4

(5)

Program program keselamatan dan kesehatan kerja di maksudkan untuk membantu

melindungi dan memelihara kondisi fisik dan mental para pekerja. Program keselamatan kerja yang

seperti ini di rancang untuk mencapai tujuan di atas melalui dua cara yaitu:

1. Pendekatan pertama yaitu menciptakan lingkungan psikologis dan sikap yang

mendukung bagi keselamatan kerja.

2. Pendekatan kedua terhadap perancang program keselamatan adalah dengan

menciptakan dan memelihara lingkungan kerja yang aman.

Jadi, Oleh karena itu, program kesehatan kerja dirancang untuk memelihara kesehatan fisik

dan mental para pekerja. Dengan catatan melalui program ini, diharaapkan agar masalah masalah

kesehatan dapat diatasi sehingga produktivitas pekerja secara individual tidak terganggu.

Kesehatan karyawan mencakup kesehaan fisik dan mental. Kesehatan pekerja bisa terganggu

karena penyakit, stres, maupun karena kecelakaan. Program kesehatan kerja dapat dilakukan

melalui penciptaan lingkungan kerja yang sehat. Penciptaan lingkungan kerja yang sehat secara

tidak langsung akan mempertahankan atau bahkan meningkatkan produktivitas. Pandangan

tradisional yang menganggap bahwa kesehatan bergantung pada pemeliharaan kesehatan dan

semata mata berupa ketiadaan penyakit, telah berubah. Maka dari itu, kesehatan yang optimal

dapat diperoleh melalui keamanan lingkungan, dan gaya hidup yang bebrbeda.

Lingkungan kerja yang aman tidak di peroleh begitu saja melainkan harus diciptakan.

Organisasi dengan reputasi terbaik atas keselamatan dan kesehatan kerja membuat program

program kesehatan dan keselamatan keraja yang cermat dan terencana dengan baik.

Tujuan program kesehatan dan keselamatan kerja yaitu:

a. Menciptakan lingkungan psikologis dan sikap yang mendukung keselamatan dan

(6)

b. Menciptakan memelihara lingkungan kerja yang aman sehingga bisa terciptanya

kesehatan kerja.

Sedangkan fungsi dari kesehatan dan keselamatan kerja antara lain, yaitu:

1) Fungsi dari kesehatan kerja sebagai berikut.

a) Identifikasi dan melakukan penilaian terhadap risiko dari bahaya kesehatan di

b) tempat kerja.

c) Memberikan saran terhadap perencanaan dan pengorganisasian dan praktik

d) kerja termasuk desain tempat kerja.

e) Memberikan saran, informasi, pelatihan, dan edukasi tentang kesehatan kerja dan APD.

f) Melaksanakan survei terhadap kesehatan kerja.

g) Terlibat dalam proses rehabilitasi.

h) Mengelola P3K dan tindakan darurat.

2) Fungsi dari keselamatan kerja seperti berikut.

a) Antisipasi, identifikasi, dan evaluasi kondisi serta praktik berbahaya.

b) Buat desain pengendalian bahaya, metode, prosedur, dan program.

c) Terapkan, dokumentasikan, dan informasikan rekan lainnya dalam hal

d) pengendalian bahaya dan program pengendalian bahaya.

e) Ukur, periksa kembali keefektifan pengendalian bahaya dan program

f) pengendalian bahaya.

3) Peran Kesehatan dan keselamatan kerja dalam ilmu K3

Peran kesehatan dan keselamatan kerja dalam ilmu kesehatan kerja berkontribusi dalam

upaya perlindungan kesehatan para pekerja dengan upaya promosi kesehatan, pemantauan, dan

survailan kesehatan serta upaya peningkatan daya tahan tubuh dan kebugaran kerja .6

(7)

Proses Penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan kerja

1. Membangun komitmen dan Membuat Kebijakan

Yaitu pihak yang bertugas memimpin langsung tempat kerja harus menunjukkan

kepeimpinan dan komitmen terhadap kesehatan dan keselamatan kerja dengan

menyediakan sumber daya yang memadai. Jadi demi terjalinnya suatu kebijakan dan

terciptanya komitmen maka suatu pemimpin yang bertugas harus teguh pendirian

terhadap komitmen yang di buat.

2. Membuat Perencanaan

Perusahaan harus membuat perencanaan efektif guna mewujudkan keberhasilan

penerpan da kegiatan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan dengan sasaran

yang jelas dan terukur. perencanaan hendaknya dibuat dengan tujuan untuk membuat

sistem manajemen yang mendukung a. Kepatuhan atas, sekurang kurangnya, peraturan

perundangan nasional, b. Unsur unsur sistem manajemen kesehataan keselamatan

organisasi, c. Perbaikan berkelanjutan atas kinerja kesehatan dan keselamatan kerja. Jadi

dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwasannya, seorang pemimpin di dalam

instansi atau perkantoran harus mempunyai perencanaan yang matang agar sebuah

program yang di rencanakan berjalan sesuai rencana.

3. Menerapkan kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja

Agar dapat mengimplementasikan kebijakan kesehatan dan keselamatan secara efektif,

perusahaan harus menetapkan persyaratan kompetensi kesehatan dan keselamatan

kerja. Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwasannya, untuk

mengimplementasikan sebuah kebijakan di butuhkan sebuah persyaratan kompetensi

agar kesehatan dan keselamatan dan kesehatan pekerjaan bisa berjalan dengan efektif

(8)

4. Melakukan Pengukuran dan Evaluasi

Perusahaan harus memiliki sistem untuk mengukur memantau dan mengevaluasi kinerja

sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja oleh karena itu sebuah perusahaan

harus mengadakan evaluasi secara agar kesehatan dan keselamatan kerja sesuai

dengan standart nasional.

5. Melakukan Tinjauan Ulang dan Peningkatan

Pimpinan unit kerja yang ditinjau harus malaksanakan tinjauan ulang sistem manajemen

kesehatan dan keselamatan kerja secara berkala untuk menjamin kesesuaian dan

efektifitas berkesinambungan dalam pencapaian kebijakan dan tujuan kesehatan dan

keselamatan kerja.7

Jadi, dalam penerapan kesehatan dan keselamatan kerja memang harus melakukan tahapan

tahapan dimana agar tercapainya kegiatan kesehatan dan keselamatan kerja yang terorganisir.

Kesimpulan

Kesehatan dan keselamatan dan kesehatan kerja adalah upaya perlindungan bagi tenaga

kerja agar selalu dalam keadaan sehat dan selamat selama bekerja ditempat kerja. sistem

manajemen keselamatan dan kesehatn kerja adalah bagian dari sistem manajemen perusahaan

secara keseluruhan meliputi struktur organisasi, perencanaan, pelaksanaan, tanggung jawab,

prosedur, proses, dan sumber daya yang dibutuhka bagi pengembangan, penerapan, pecapaian,

pngkajian, dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan keselamata kerja dalam rangka

pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang

aman, efisien kerja.Program program keselamatan dan kesehatan kerja di maksudkan untuk

membantu melindungi dan memelihara kondisi fisik dan mental para pekerja.Proses Penerapan

Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan kerja yaitu membangun komitmen dan membuat

(9)

kebujakan, membuat perencanaan ,membangun kebijakan kesehatan dan keselamatan kerja,

melakukan pengukuran dan evaluasi, serta melakukan tinjauan ulang dan motivasi. Yangn mana

dari beberapa proses atau tahapan dari kesehatan dan keselamatan kerja disini bertujuan untuk

memberikan motivasi kerja agar karyawan merasa terdorong dan mendapat jaminan kesehatan

dari perusahaannya.

Daftar Pustaka

Gary dessler, Manajemen Sumber Daya Manusia,(jakarta: PT. Indeks, 2009)

Marwansyah,Manajemen sumber Daya Manusia,(Bandung: alfabeta, 2012)

Benny permana,utamakan keselamatan dan kesehatan kerja,(indramayu: SMA Negerii 1

Sukagumiwang, 2013)

Referensi

Dokumen terkait

Siswa mempelajari ilmu pengetahuan, mengalaminya (mengamati, mengobservasi, mempraktekkan, dan menganalisis). Menemukan pengetahuan maksudnya selama proses

Mangle ini kita perlukan untuk melabeli paket sehingga simple queue dapat menangkap traffic dari IP-IP yang telah terdapat pada address list “downloads”..

Divisi Jejaring: berfokus pada kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan perluasan kerjasama dengan berbagai pihak yang memiliki visi dan misi yang

Tabel 2 menunjukkan perlakuan K+, T1, T2 dan T3 tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P>0,05) sehingga dapat diketahui bahwa penggunaan ekstrak daun belimbing

berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial... Pemerintah Pusat dimaknai sebagai

 Guru menjelaskan tema dan sub tema yaitu tema Aku dan kebutuhanku dengan sub-sub tema adalah kebersihan, kesehatan dan keamanan (mencegah dari virus corona)..  Guru

Tergantung pada kategori dampak sub proyek yang dimaksud. AMDAL harus dilihat sebagai alat peningkatan kualitas lingkungan. Format AMDAL atau UKL/ UPL merupakan bagian tidak

(Djaali, 2000: 86) menyatakan bahwa koefisien reliabilitas konsistensi gabungan item (butir diskor dikotomi dan sebagian butir diskor politomi) dapat dihitung dengan