• Tidak ada hasil yang ditemukan

keracunan logam berat As Hg Pb

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "keracunan logam berat As Hg Pb"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

Logam berat adalah unsur kimia yang termasuk dalam kelompok logam yang beratnya

lebih dari lima gram untuk setiap cm3-nya. Beberapa jenis logam bersifat esensial tetapi dapat menjadi toksik bila berlebihan, misalnya besi (Fe), tembaga (Cu), seng (Zn) yang merupakan

logam yang terikat sistem enzim untuk memetabolisme tubuh. Beberapa jenis logam berat

lainnya bersifat toksik dalam jumlah yang sangat sedikit, misalnya : arsen (As), timbal (Pb),

kadmium (Cd) dan merkuri (Hg) (Darmono,2009).

Logam esensial yang sering menyebabkan toksisitas pada manusia adalah besi (Fe),

sedangkan tembaga (Cu) banyak menyebabkan toksisitas pada hewan/ternak dan seng (Zn)

banyak menyebabkan toksisistas pada tanaman. Di lain pihak kasus defisiensi Fe, Cu dan Zn

sering dilaporkan manusia, sedangkan kasus toksisitas logam tersebut banyak dilaporkan bersifat

individu (Darmono,2009).

Logam berat non esensial seperti As, Pb, Cd dan Hg banyak dilaporkan menyebabkan

toksisitas pada manusia, terutama pengaruh dari pencemaran lingkungan oleh logam yang

bersangkutan. Banyak kasus toksisitas logam seperti “Minamata disease”, “Itai-itai disease”

dilaporkan pertama kali di Jepang, sehingga nama-nama tersebut erat hubungannya dengan kata

bahasa jepang (Darmono,2009).

Logam toksik adalah sekelompok logam berat yang sampai sekarang belum diketahui

kegunaannya bagi tubuh mahluk hidup. Walaupun secara normal logam tersebut ditemukan

dalam jumlah yang sedikit sekali didalam tubuh, tetapi logam tersebut tidak mempengaruhi

sistem fisiologi dari makhluk yang bersangkutan. Tetapi, pada kondisi keracunan baik karena

polusi lingkungan maupun karena keracunan makanan, logam tersebut kandungannya akan

melebihi kandungan normaldlam tubuh. Pada kondisi tersebut logam akan merusak jaringan,

(2)

sehingga menimbulkan gejala keracunan. Logam berat tersebut adalah arsenic (As), timbal (Pb),

kadmium (Cd) dan merkuri (Hg), walaupun logam lain seperti krom (Cr), aluminium (Al) dan

beberapa logam lain pernah dilaporkan menyebabkan keracunan, tetapi frekuensi kejadiannya

sangat jarang (Darmono,2009).

Makalah ini lebih menitikberatkan masalah keracunan logam berat As, Pb dan Hg karena

sebagian besar kasus keracunan logam disebabkan oleh logam-logam tersebut. Logam-logam

berat tersebut juga dapat berpotensi menyebabkan suatu pencemaran lingkungan yang akhirnya

dapat berakibat buruk terhadap penduduk yang tinggal di daerah tercemar. Sehingga, seseorang

yang bertanggung jawab terhadap terjadinya pencemaran lingkungan dianggap sebagai pelaku

tindak pidana kejahatan. Dari hal tersebut maka pemeliharaan lingkungan dan pengawasannya

adalah merupakan tanggung jawab kita semua dan seseorang yang berprofesi sebagai ahli

farmasi forensik bertugas menyelidikinya supaya kita semua dapat hidup nyaman.

1.1 Arsenik (As)

Arsen (As) dalam sistem berkala periodic termasuk kelompok non-metal, dengan nomer

atom 33, berat atom 55.874, titik lebur 1535oC. tetapi beberapa peneliti menyatakan bahwa As termasuk kelompok logam berat yang beracun. Pemaparan arsen kea alam lingkungan dapat

secara antropogenik (ulah manusia) maupun secara alamiah. Arsenik secara alamiah terbebaskan

ke udara melalui gunung meletus dan kedalam air melalui air tanah yang terkontaminasi pada

beberapa sumur dalam (Darmono,2009).

Pemaparan arsen sering terjadi pada lingkungan pekerjaan seperti industri peleburan

logam timbal, emas, seng, kobalt dan nikel, dimana arsen terbuang melalui limbah dari industri

peleburan logam tersebut diatas. Arsen juga dapat terbuang pada industry mikroelektrik yaitu

(3)

herbisida, fungisida, melalui asap rokok dan juga minyak bumi yang terkontaminasi arsen. Arsen

juga dapat ditemukan dalam bentuk arsen-organik dalam makanan yang biasa dikonsumsi oleh

manusia dalam bentuk arsenobetaine dan arsenocholin. Kandungan yang tinggi dari kedua

bentuk arsen organic tersebut adalah didalam jenis hewan air seperti kerang, cod, haddock dan

algae. Setelah kedua bentuk arsen organic tersebut termakan, mereka biasanya langsung terbuang

melalui urine dan terbuang semuanya selama sekitar 1-2 hari. Kedua bentuk arsen tersebut tidak

beracun dan tidak ada kasus keracunan pada orang yang mengkonsumsi ikan yang mengandung

kedua jenis arsen organic tersebut dalam bentuk metabolitnya. Waktu paruh biologik dari bentuk

arsen organic tersebut adalah 4-6 jam (Darmono,2009). 1.1.1 Sifat kimia

Bentuk garam dari arsen adalah : - Oksida dari arsen : As2O3 - Arsenit

- Senyawa organik

Arsen dalam bentuk metal tidak beracun, tetapi yang beracun adalah dalam bentuk garam.

Arsen mengiritasi jaringan, menekan sistem saraf dan menghalangi respirasi sel (Chadha,1995). 1.1.2 Sifat fisika

Arsen tidak berwarna, tidak berbau (As2O3) dan tidak berasa. Bentuknya seperti bubuk

giling, tidak larut dalam air. Jumlah yang sangat sedikit sudah dapat membunuh seorang manusia

(30-300mg). Oksida arsen sebanyak 1 jumputan sudah bisa membunuh 6-7 orang (Chadha,1995). 1.1.3 Penggunaan Arsen

a. Pada berbagai percetakan dan pabrik cat

b. Sebagai insektisida, terutama untuk membunuh tikus

c. Pada obat-obatan (Chadha,1995).

1.1.4 Bentuk Racun

Bentuk arsen yang digunakan sebagai racun: a. Oksida arsen atau arsen dalam dalam bentuk asam b. Natsium dan kalium arsenit

(4)

Arsen sudah dikenal sejak zaman dahulu sebagai bahan obat yang sangat beracun. Arsen

ditemukan dalam berbagai bentuk menurut status jumlah valensinya (valensi 0,3 dan 5). Bentuk

pentavalen atau bentuk arsen organic kurang toksik daripada bentuk trivalent atau bentuk

inorganic, berdasarkan kelarutannya yang rendah dalam air. Pada umumnya bentuk garam arsen

seperti arsen trioksida, Pb arsenat, dan bentuk alkalin organic kurang toksik daripada bentuk

mudah larut seperti asam inorganic. Bentuk gas arsen (AsH3) adalah bentuk arsen yang paling

toksik. Kejadian toksisitas akut arsen pada anak-anak relatif jarang dilaporkan, tetapi anak umur

sekitar 16 bulan yang mengkonsumsi secara tidak sengaja 9-4mg arsen trioksida, segera

menunjukkan gejala muntah dan diare, bila segera diketahui dan diobati dengan bahan khelat

pengikat As, penderita akan dapat sembuh (Darmono, 2009).

Gas arsine sangat berbahaya dan dapat menimbulkan kematian dengan segera, gas arsine

tersebut mencemari udara sekitarnya karena terjadinya kebocoran silinder pada pabrik

semikonduktor. Gas tersebut bersifat tidak berwarna, tidak mengiritasi, tidak berbau dan tanpa

reaksi dari saluran pernafasan bagian atas, sehingga korban tidak menyadari akan adanya bahaya

tersebut. Badan keselamatan kerja (Occupational Safety and Health Administration=OHSA)

menetapkan batas pencemaran udara di sekitar lingkungan pekerjaan untuk bahan kimia harus

dibawah limit TLV (Threshold Limit Value), untuk arsine adalah 0,05 ppm. Bila kandungannya

25-50 ppm, kematian karena hemolisis terjadi dalam waktu 30 menit dan pada kandungan arsine

di udara sekitar 100ppm, kematian korban terjadi dalam kurang dari 30 menit, sedangkan bila

kandungannya mencapai 150 menit kematian korban terjadi segera setelah mengisap gas tersebut

(Darmono, 2009).

1.1.6 Keracunan Subakut

Munculnya gejala-gejala lebih lambat dan gejala pada sistem saraf lebih menonjol,

misalnya neuritis perifer multiple, nyeri pada otot-otot betis dan paralisis otot. Berkaitan dengan

(5)

berwarna gelap dan mengandung darah. Kulit berwarna kuning mungkin akan muncul kemudian.

(Chadha,1995).

Pada beberapa kasus, periode fatal ini bisa sangat pendek yaitu ½ jam karena dosis yang

tinggi akan mengakibatkan efek kardiotoksik dan menyebabkan syok tanpa adanya gejala

gastroenteritis (Chadha,1995).

1.1.7 Keracunan Akut Cara kerja :

a. Metabolisme seluler terganggu karena hambatan pada sistem enzim sulfidril

b. Arsen dianggap merupakan racun kapiler dan menyebabkan dilatasi pembuluh darah

kapiler.

Timbulnya gejala biasanya dalam waktu 2 jam setelah masuknya racun. Arsen

menyebabkan :

- Rasa terbakar pada tenggorokan, retrosternum dan epigastrium - Rasa sangat haus disertai dengan mual, muntah dan diare

- Nyeri yang akut pada abdomen, mungkin karena adanya perforasi lambung

- Tenesmus yang disertai dengan tinja yang berwarna hitam karena mengandung darah

dan banyak mengandung cairan seperti diare pada kolera

Hal ini adalah akibat dari robeknya pembuluh darah yang terdapat dibawah mukosa usus

halus yang disertai dengan transudasi dari kapiler.

- Ginjal dipengaruhi sehingga mengakibatkan berkurangnya produksi urine,

terdapatnya sel darah merah dalam urine dan selanjutnya akan mengalami kegagalan

ginjal

- Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit mengakibatkan dehidrasi dan kejang

otot. Pasien menjadi gelisah.

- Tanda-tanda syok akan menonjol pada tahap menjelang kematian - Koma, kejang-kejang dan meninggal

(6)

- Pada kasus dimana racun arsen dalam bentuk serbuk arsen, pasien akan batuk dengan

dahak yang berbusa, gangguan pernafasan dan sianosis. Selanjutnya mungkin

mengalami edema paru akut

- Kematian mendadak akibat syok mungkin terjadi karena arsen dalam dosis tinggi.

Tetapi pada beberapa kasus,arsen dalam jumlah besar menyebabkan muntah sehingga

mengeluarkan sebagian besar racun tersebut dan pasiennya selamat

- Pada beberapa kasus gejala-gejala pada sistem pencernaan sangat minimal bahkan

tidak ada sama sekali. Pasien merasa pusing, nyeri pada prekordium, delirium,

kehilangan kesadaran dan meninggal. Paralisis seluruh anggota badan mungkin bisa

terjadi sebelum kematian. Keadaan ini disebut juga dengan bentuk narkotik dari

keracunan arsen (Chadha, 1995). Cara kematian :

1. Dehidrasi-syok

2. Kejang-kejang-kegagalan ginjal

3. Edema paru-paru (Chadha, 1995)

1.1.7 Penatalaksanaan

1. Mencegah pemaparan lebih lanjut terhadap racun. Pasien tidak diperkenankan berada

dekat dengan sumber racun

Referensi

Dokumen terkait

“Pemanfaatan Backing Track pada Pembelajaran Gitar Elektrik di Starmoon Music School Semarang” saya tulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk

g) Kepala satuan pendidikan/kepala sekolah diwajibkan mengajar minimal 6 (enam) jam tatap muka per minggu di satminkal atau sekolah induk sesuai dengan sertifikat pendidik

Singkatnya Film kini diartikan sebagai suatu cabang (genre) seni yang menggunakan suara (audio) dan gambar (visual) sebagai medianya.Istilah Film pada mulanya mengacu pada

yang terkait dengan penyebab, pola, dan dampak alih fungsi lahan pertanian itu dan (c) sumber daya yang dimiliki yang diperkirakan dapat dipergunakan untuk mendukung

Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu ekstraksi buah dan kulit pisang jarum dengan metode refluks menggunakan tiga pelarut, yaitu metanol, etanol, dan

Pada konsep ini, arsitektur aplikasi dibuat menjadi tiga lapis yaitu lapisan Model yang menangani data, lapisan View yang menangani antarmuka pengguna, dan lapisan

4.3.2 Diagram Jalur Pengaruh Sikap, Norma Subjektif, Perceived Behavior Control dan Intensi terhadap Kunjungan Balita ke Posyandu di Kecamatan Sei Balai Kabupaten Batu Bara

Terkait penerimaan informan mengenai pemberitaan pemberian kartu kuning Jokowi oleh Ketua BEM UI dalam media online Line Today yakni berdasarkan wawancara dengan