• Tidak ada hasil yang ditemukan

hadits tarbawi PESERTA DIDIK DALAM HADIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "hadits tarbawi PESERTA DIDIK DALAM HADIT"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

hadits tarbawi, PESERTA DIDIK DALAM HADITS

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dalam undang-undang No. 20 tahun 2003, dijelaskan bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Abudin nata mengatakan, bahwa peserta didik diartikan dengan orang yang telah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.

Peserta didik adalah ucapan yang bersifat umum untuk orang yang sedang menuntut ilmu. Peserta didik ada juga yang disebut siswa, murid, pelajar, anak didik, mahasiswa.dalam bahasa inggris di sebut student, dalam bahasa arab ada yang disebut thalib, biasanya untuk mahasiswa. Tilmidz, untuk murid tingkat TK sampai SMA.

1.2. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, maka dapat di rumuskan sebagai berikut: 1. Apa yang dimaksud peserta didik dalam hadits?

1.3. Batasan Pembahasan

Dari rumusan diatas, maka dapat di batasi pembahasannya sebagai berikut: 1. menjelaskan peserta didik dalam hadits.

BAB II

PEMBAHASAN

PESERTA DIDIK DALAM HADITS

Peserta didik adalah ucapan yang bersifat umum untuk orang yang sedang menuntut ilmu. Peserta didik ada juga yang disebut siswa, murid, pelajar, anak didik, mahasiswa.dalam bahasa inggris di sebut student, dalam bahasa arab ada yang disebut thalib, biasanya untuk mahasiswa. Tilmidz, untuk murid tingkat TK sampai SMA.

Dalam undang-undang No. 20 tahun 2003, dijelaskan bahwa peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Abudin nata mengatakan, bahwa peserta didik diartikan dengan orang yang telah memerlukan pengetahuan atau ilmu, bimbingan dan pengarahan.

Sehubungan dengan itu, samsul nizar memberikan kriteria peserta didik kepada lima kriteria: 1. Peserta didik bukanlah miniatur orang dewasatetapi memiliki dunia sendiri.

2. Peserta didik memiliki periodesasi perkembangan dan pertmbuhan.

3. Peserta didik adalah makhluk allah yang memiliki perbedaan individu baik di sebabkan oleh faktor bawaan maupun lingkungandimana ia berada.

4. Peserta didik merupakan dua unsur utama jasmani dan rihani, unsur jasmani memiliki daya fisik dan unsur rohani memiliki daya akal, hati nurani dan nafsu.

(2)

Sementara di pihak lain, Oemar Hmalik mengemukakan beberapa aspek yang perlu diketahuiuntuk mengenal peserta didik.

1. Latar belakang masyarakat. 2. Latar belakang keluarga. 3. Tingkat inteligensi. 4. Hasil belajar. 5. Kesehatan badan.

6. Hubungan-hubungan antar pribadi. 7. Kebuthan-kebutuhan emosiional. 8. Sifat-sifat kepribadian.

9. Bermacam-macam minat belajar.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peserta didik adalah setiap orang yang meluangkan waktunya untuk belajar kepada seorang pendidik. Peserta didik adalah orang yang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik maupun psikis. Dengan demikian ia tidak bisa disamakan dengan orang dewasa yang berukuran kecil karena mempunyai spesifikasi tersendiri.

Rasulullah SAW, sangat memberikan perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan. Sehingga ditemukan hadits-hadits yang membicarakan tentang mencari ilmu pengetahuan. Perhatian yang demikian tinggi, karena rasulullah juga menyatakan dirinya sebagai pendidik. Rasulullah lebih mengutamakan majlis orang yang belajar dari pada majlis ahli ibadah. Diantara hadits yang membicarakan tentang peserta didik adalah sebagai berikut.

دري نم" ,يبنلا لاق ... هيبا نع ةركب يبا نب نمحرلا دبع نع ,نيربس نبا نع ,نوع نبا انثدح ,لاق رشب انثدح,لاق ددسم انثدح )يراخبلا هاور( ".ملعتلاب ملعلا امناو ل ها هي اريخ هب ل

Artinya : menceritakan kepada kami musaddad, berkata menceritakan kepada kami bysr, ia berkata, menceritakan kepada kami ibn ‘aub, dari ibn sirin, dari abdurrahman ibn abu bakrah dari ayahnya. Nabi SAW bersabda, “ barang siapa dikehendaki baik dari allah, maka ia dikaruniai kepahaman agama. Sesungguhnya ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar.)HR. Bukhari(

مزاح يبا نب سيق نب تعمس ,لاق يرهزلا هانثدح ام ريغ ىلع دلاخ ىبا نب ليعامسا ينثدح ,لاق نايهس انثدح ,لاق ديمحلا انثدح هتكله ىلع طلسف ام ل هااا لجر :نيتنثا يف ل دسح ",ملسو هيلع ل ىلص يبنلا لاق ,لاقدوعسم نب ل دبع تعمس ,لاق )يراخبلا هاور( ".ااملعيو ااب ىض يواف ةمكحلا ل هااا لجرو ,قحلا يف

Artinya : menceritakan kepada kami humaid, ia berkata, menceritakan kepada kami sufyan, ia berkata, menceritakan kepadaku isma’il ibn abu khalid atas selain yang kami ceritakan olehnya al-zuhriy, ia berkata, “ aku mendengar ibn qais ibn abu hazim, ia berkata, aku mendengar ‘abdullah ibn mas’ud berkata, nabi SAW bersabda,” tidak boleh iri hati kecuali dua hal, yaitu seorang laki-laki yang diberi harta oleh allah lalu harta itu di kuasakan penggunaannya dalam kebenaran, dan seorang laki-laki di beri hikmah oleh allah dimana ia memutuskan perkara dan mengajar dengannya.” )HR. Bukhari(

,ملسو هيلع ل ىلص يبنلا ةجوز ةشئاع نا ,ةكيلم يبا نبا ىنثدح ,لاق ,رمع نب عفانفان انربخا ,لاق ةيرم ىبا نب ديعس انثدح )ىراخبلا هاور( ... هفرعا ىتج هيف تعجار ل اايي عفانمسا تنان

Artinya : menceritakan kepada kami sa’id ibn abi maryam, ia berkata, memberitakan kepada kami na’fi ibn umar, ia berkata, menceritakan kepadaku ibn abu mulaikah, bahwasanya ‘Aisyah istri Nabi SAW, tidak pernah mendengar sesuatu yang tidak diketahuinya melainkan ia

mengulangi lagi sehingga ia mengetahuinya benar-benar )HR. Bukhari(.

(3)

نم ةعلس اايف ملسو هيلع ل ىلص ل اوسرل لات ل صخرا دحا نإف ,ةرجي ااب دضعي و ,امد هسي نا رخ ا مويلاو هاب نم )ىراخبلا هازر( ".بئاغلا دهاشلا غلبيلو ,سمماب ااتمرحن مويلا ااتمرح تداع مث ,راان.

Artinya : menceritakan kepada kami ‘Abdullah ibn yusuf, ia berkata, menceritakan kepadaku laits, ia berkata, menceritakan kepadaku sa’id dari abu suraih, bahwanya ia berkata, kepada amr bin sa’id, ketika ia mengirim pasukan ke makkah, “izinkanlah saya wahai amir untuk

menyampaikan kepadamu suatu pekerjaan yang di sabdakan nabi SAW. Pada pagi hari pembebasan )mekah(. Sabda beliau itu terdengar oleh kedua telinga saya, dan hati saya memeliharanya, serta dua mata saya melihat ketika beliau menyabdakannya. Beliau memuja allah dan menyanjungNya, kemudian beliau bersabda, “sesungguhnya makkah itu di mulyakan oleh allah ta’ala dan manusia tidak memulyakannya, maka tidak halal bagi seseorang yang beriman kepada allah dan hari akhir menumpahkan darah di makkah, dan tidak halal menebang pepohonan di sana. Jika seseornag memandang ada kemurahan )untuk berperang( berdasarkan peperangan rasulullah SAW. Disana, maka katakanlah [kepadanya], sesungguhnya allah telah mengizinkan bagi rasulNya, tetapi tidak mengizinkan bagimu, dan allah hanya mengizinkan bagikusesaat di suatu siang hari, kemudian kembali kemuliaannya )diharamkannya( pada hari itu seperti haramnya kemarin.” Orang yang hadir hendaklah menyampaikannya kepada yang tidak hadir )ghaib(. )HR. Bukhari(

,لو ي ةريره ابا تعمس ,لاق هيخا نع ,هبنم نب بهو ينربخأ ,لاق ورمع انثدح ,لاق نايهس انثدح ,لاق ل دبع نب يلع انثدح ".بتنأ و بتكي نان هنإف ,ىرمع نب ل دبع نم نلن ام ل ,ينم هنع اثيدحرثنا دحا ملسو هيلع ل ىلص يبنلا احصأ نمام" )ىراخبلا هاور(.

Artinya : menceritakan kepada kami ali ibn abdullah, ia berkata, menceritakan kepada kami sufyan, ia berkata, menceritakan kepadaku umar, ia berkata, memberitakan kepadaku wahabibn munabbih, ia berkata, aku mendengar abu hurairat berkata, “ tiads eorangpun dari sahabat nabi SAW yang lebih banyak meriwayatkan hadits yang diterima dari beliau SAW dari pada saya, melainkan apa yang didapat dari abdullah bin amr, sebab ia mencatat hadits sedang saya tidak mencatatnya,” )HR. Bukhari(

,لا ف ,نميلا لها نم لجر ءاجف ... : ةريره ىبا نع ,هماس ىبا نع ىيحي نع ,نابيي انثدح ,لاق نيند نب لضهلا ميعن وبا انثدح )ىراخبلا هاور( ".ن ف يب ا وبتنا " ,لا ف ل لوسراي يل بتنا

Artinya : menceritakan kepada kami abu nu’aim fadhlu ibn dukain, ia berkata, menceritakan kepada kami syaiban dari yahya, dari abi salamat, dari abu hurairat:.... seorang laki-laki datang dari yaman, dan berkata, “tuliskan untukku ya rasulullah! Rasulullah SAW bersabda,

“tuliskanlah untuk ayah si fulan.” )HR. Bukhari(.

ا يرط لس نم ... هيبا نع ةركب يبا نب نمحرلا دبع نع ,نيريس نبا نع ,نوع نبا انثدح ,لاق رشب انثدح ,لاق ددسم انثدح )ىراخبلا هاور( ةنجلا ىلا ا يرط هل ل لاس املع هيف سمتلي

Artinya : menceritakan kepada kami musaddad, ia berkata, menceritakan kepada kami bisyr, ia berkata, menceritakan kepada kami ibn ‘Aub, dari Ibn sirin, dari abdurrahman ibn abu bakrah dari ayahnya... rasulullah bersabda, “ siapa yang berusaha mencari ilmu, allah akan memudahkan baginya jalan menuju syurga.” )HR. Bukhari(

يبا نع ,يرب ملا ديعس نع ,بئذ يبا نب نع ,رانيد نب ميهاربا نب دمحم انث دح ,لاق بعام وبا ركب يبا نبا دمحاانث دح ,ةممضف "همض" :لاق مث .... هتطسبف ."كءادر طسبا " ,لاق ؟هاسنا اريثن انث دح نم عفانمسا ينا ل لوسر اب ,تلق ,لاق ةريره )ىراخبلا هاور( ".هدعب اايي تيسن امف

(4)

SAW bersabda, “ hapalkanlah,” lalu aku menhapalkannya,” setelah itu aku tidak melupakan suatu hadits pun setelah itu,” )HR. Bukhari(.

ل ىلص ل لوسر نم ةضهح" ,لاق ةريره يبا نع ,يرب ملا ديعس نع ,بئذ يبا نبا نع ,ىخا ىنثدح لاق ليعامسا انثدح )يراخبلا هاور(,موعلبلا اذه عفانطق هتثثب ولف رخ ااماو ,هتثثبف امهدحا اماف ,نيءاعوملسو هيلع.

Artinya : menceritakan kepada kami isma’il, ia berkata, menceritakan kepadaku saudaraku, dari ibn abi dazi’bu, dari sa’id al-maqburiy, dari abu hurairat, ia berkata, “saya hafal dari nabi dua tempat. Adapun salah satu dari keduanya, maka saya siarkan )hadits itu(. Seandainya yang lain saya siarkan, niscaya terputuslah tenggoro’an ini”. )HR. Bukhari(

".نيدلا يف نا هتي نا ءاحلا ناعنمي مل ,راان ا ءاسن ءاسنلا معن" ,ةشئاع تلاقو ,ربكتسم و ىحتسم ملعتي "ودهاجم لاقو )ىراخبلا هاور(

Artinya : berkata mujahid, “pemalu dan sombong tidak akan dapat mempelajari pengetahuan agama.”aisyat berkata, “sebaik-baik kaum wanita adalah kaum wanita anshar, mereka tidak di halang-halangi rasa malu untuk mempelajari pengetahuan yang mendalam tentang agama. )HR. Bukhari(.

هل لاق ملسو هيلع ل ىلص يبنلا نأ " ,ريرج نع ,ةعرز يبا نع ,كردم نب يلع ينربخا ,لاق ةبعي انثدح ,لاق جاجحلا انثدح )ىراخبلا هاور( ".ضعب اقر مكضعب رضي ,اراهن يدعب اوعجرا " ,لا ف ",انلا تانتسا " ,عادولا ةجح يف

Artinya : menceritakan kepada kami hajjaj, berkata, menceritakan kepada kami syu’bat berkata, menceritakan kepadaku ‘Ali ibn mudrik, dari abi zur’ah, dari jarir bin abdullah, mengatakan bahwa Nabi SAW bersabda kepadanyapada waktu mengerjakan haji wada’, “diamkanlah manusia!” lalu beliau bersabda, “sesudahku nanti janganlah kamu menjadi kafir, dimana sebagian kamu memotong leher sebagian yang lain.” )HR. Bukhari(.

Dari uraian hadits diatas, untuk mewujudkan peserta didikyang berkualitas berdasarkan tinjauan hadits dapat dikemukakan sebagai berikut:

a. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar. Artinya, seseorang tidak bisa hanya bercita-cita, akan tetapi harus di iringi dengan ikhtiar. Orang-orang yang berikhtiar untuk belajar, kelak akan dikaruniai kepahaman agama yang pada akhirnya akan menghantarnya menuju kemuliaan dan kebaikan.

b. Peserta didik diperbolehkan iri hati kepada orang lain yang memiliki ilmu pengetahuan yang luas, sebagai cambuk untuk rakus dalam menuntut ilmu pengetahuan, sehingga dengan semangat menuntut ilmu itu, diharapkan akan menyebar ilmu pengetahuan di muka bumi.

c. Peserta didik hendaknya selalu menghafal dan mengulangi pelajarannya, sehingga betul-betul menguasai materi yang telah disampaikan oleh pendidik. Hal ini bertujuan agar ia dapat menggunakan ilmu tersebut kapanpun dibutuhkan, sesuai dengan kondisi yang ada.

d. Peserta didik yang hadir menuntut ilmu tidak boleh kikir, untuk menyampaikan ilmu kepada orang-orang yang tidak hadir. Hendaknya dengan hati-hati yang tulus mengajarkan ilmu tersebut kepada orang yang tidak sempat hadir.

e. Peserta didik hendaknya menuliskan, ilmu yang disampaikan oleh pendidik, sehingga terjaga. Sekiranya terlupakan masih bisa dilihat catatannya dan mengulangi kembali pelajaran yang telah diberikan pendidik meskipun dalam jangka waktu yang lama.

f. Peserta didik hendaknya menyadari bahwa dalam menuntut ilmu tersebut, ia berada dalam ridho allah SWT, dan mempermudah baginya jalan menuju syurga.

(5)

i. Peserta didik hendaknya diam dan tenang, tidak ribut pada saat belajar, karena dapat mengurangi ketenangan belajar dan mengganggu konsentrasi guru pada saat mengajar. Berkaitan dengan sifat-sifat peserta didik, al-ghazali merumuskan adab peserta didik dalam menuntut ilmu sebagai berikut:

1. Mengawali langkah dengan menyucikan hati dari prilaku yang buruk dan sifat-sifat tercela. 2. Mengurangi dari segala keterkaitan dengan kesibukan-kesibukan duniawi dan menjauhkan dari keluarga dan kota tempat tinggal.

3. Hendaknya ia tidak bersikap angkuh terhadap ilmu dan tidak pula menonjolkan kekuasaan terhadap guru yang mengajarinya, tetapi menyerahkan bulat-bulat kendali dirinya kepadanya dan mematuhi segala nasihatnya.

4. Bagi seorang pemula dalam upaya menuntut ilmu, ialah tidak memalingkan perhatiannya sendiri untuk mendengar pendapat-pendapat manusia yang bersimpang siur, baik ilmu yang sedang ia pelajari termasuk ilmu-ilmu dunia atau ilmu-ilmu umum.

5. Menunjukkan perhatiannya yang sungguh-sungguh kepada tiap-tiap disiplin ilmu yang terpuji, agar dapat mengetahui tujuan masing-masing.

6. Hendaknya ia tidak melibatkan diri didalam berbagai macam ilmu pengetahuan secara bersamaam, melainkan melakukan dengan menjaga urutan posisinya, yakni melalui ilmu yang paling penting.

7. Hendaknya ia tidak melibatkan diri dalam suatu bagian ilmu sebelum menguasai bagian yang sebelumnya. Sebab, semua ilmu berurutan secara teratur.

8. Hendaknya ia berusaha mengetahui apa kiranya yang menjadi sesuatu menjadi semulia-mulia ilmu. Hal ini dapat diketahui dengan memperhatikan dua hal;

a. Kemuliaan buah dari ilmu tersebut.

b. Kemantapan dan kekuatan dalil yang menopangnya.

9. Hendaknya penuntut ilmu menjadikan tujuannya yang segera, demi menghiasi batinnya dengan segala aspek kebijakan. Sedangkan tujuan selanjutnya, demi mendekatkan diri kepada allah.

10. Hendaknya ia mengetahui hubungan antara suatu ilmu dengan tujuannya, agar yang demikian ia dapat mendahulukan yang dekat dan perlu, sebelum yang jauh.

BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. peserta didik adalah setiap orang yang meluangkan waktunya untuk belajar kepada seorang pendidik. Peserta didik adalah orang yang berada dalam fase pertumbuhan dan perkembangan, baik secara fisik maupun psikis. Dengan demikian ia tidak bisa disamakan dengan orang dewasa yang berukuran kecil karena mempunyai spesifikasi tersendiri.

2. Dari uraian hadits diatas, untuk mewujudkan peserta didikyang berkualitas berdasarkan tinjauan hadits dapat dikemukakan sebagai berikut:

a( Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ilmu itu hanya diperoleh dengan belajar.

(6)

c( Peserta didik hendaknya selalu menghafal dan mengulangi pelajarannya, sehingga betul-betul menguasai materi yang telah disampaikan oleh pendidik.

d( Peserta didik yang hadir menuntut ilmu tidak boleh kikir, untuk menyampaikan ilmu kepada orang-orang yang tidak hadir.

e( Peserta didik hendaknya menuliskan, ilmu yang disampaikan oleh pendidik, sehingga terjaga.

f( Peserta didik hendaknya menyadari bahwa dalam menuntut ilmu tersebut, ia berada dalam ridho allah SWT, dan mempermudah baginya jalan menuju syurga.

g( Peserta didik hendaknya berniat untuk mengajarkan ilmu yang diperolehnya untuk disebarkan dan diajarkan kepada orang lain agar bermanfaat bagi dirinya dan bagi orang lain. h( Peserta didik tidak boleh malu belajar, karena orang yang malu dan sombong tidak akan dapat mempelajari ilmu agama.

i( Peserta didik hendaknya diam dan tenang, tidak ribut pada saat belajar.

DAFTAR PUSTAKA

Badawi, A. Zaki, Mu’jam Musthalahat al-‘Ulum al-Ijtima’iyat, Beirut: Maktabah Libnan, 1982. Baihaqi, H., Mendidik Anak Dalam Kandungan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996.

Arifin, M. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara, 1996.

Asqalâni, Ahmad ibn Ali ibn Hajar Abu al-Fâdhil. Fâthul Bâri Syarah Shahih al-Bukhâri. Beirut: Dâr al-Ma’rifah, 1379

H. Bukhâri, Abu Abdullah bin Muhammad Ismâil. Al-Jâmi’ al-Shahĩh al-Mukhtasar, Juz 1. Beirut: Dâr Ibnu Kaşir al-Yamâmah, 198.

Grendler, Bell E. Margaret. Belajar dan Membelajarkan, terj. Munandir. Jakarta: Rajawali, 1991.

Referensi

Dokumen terkait

Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Salim dari

Muh{ammad ibn Bashsha>r Bunda>r telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Yah{ya> telah menceritakan kepada kami, dari ‘Ubayd Allah, ia berkata: Khubayb

Artinya:Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdullah bin Numair berkata, telah menceritakan kepada kami Bapakku berkata, telah menceritakan kepada kami Isma'il dari

Menceritakan kepadaku Muhammad ibn Sahl ibn ‘Askar At-Tamimi menceritakan kepada kami Yahya ibn Hasan (ganti guru dari jalan lain), dan menceritakan kepada kami

"Dari  Abu  Amir  Abdullah  bin  Luhai,  dari  Mu'awiyah  bin  Abi  Sufyan,  bahwasanya  ia  (Mu'awiyah)  pernah  berdiri  dihadapan  kami,  lalu  ia  berkata 

Dari Yahya bin Yaman, dia berkata, "Sufyan menceritakan kepada kami bahwa Isa bin Maryam ملاسلا هيلع telah berkata, 'Bertaqarrublah kalian kepada Allah dengan

Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah memberitakan kepadaku Salamah bin Kuhail berkata; aku mendengar Abu Salamah bin Abdurrahman di Mina

130 Hadits Ahmad Telah menceritakan kepada kami 'Affan telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah memberitakan kepadaku Salamah bin Kuhail berkata; aku mendengar Abu Salamah bin