PROPOSAL PENELITIAN
OPTIMALISASI PROSES PEMBUATAN GLISEROL TRIBENZOAT
DARI GLISEROL HASIL SAMPING BIODIESEL DENGAN
VARISASI SUHU DAN PERBANDINGAN RASIO
ANTARA GLISEROL DAN ASAM BENZOAT
Disusun Oleh:
NUR AINI SETIAWATI
1114013
WAHYUDA AUWALANI
1114030
JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL MALANG
LEMBAR PERSETUJUAN
PROPOSAL PENELITIAN
OPTIMALISASI PROSES PEMBUATAN GLISEROL TRIBENZOAT
DARI GLISEROL HASIL SAMPING BIODIESEL DENGAN
VARISASI SUHU DAN PERBANDINGAN RASIO
ANTARA GLISEROL DAN ASAM BENZOAT
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Kimia Jenjang Strata Satu (S-1) Di Institut Teknologi Nasional Malang
Disusun Oleh:
NUR AINI SETIAWATI 1114013 WAHYUDA AUWALANI 1114030
Malang, 17 September 2014 Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Kimia
Jimmy, ST. MT. NIP. Y. 1039900330
Jimmy, ST. MT. NIP. Y. 1039900330
LEMBAR PENGESAHAN
REVISI PROPOSAL PENELITIAN
OPTIMALISASI PROSES PEMBUATAN GLISEROL TRIBENZOAT
DARI GLISEROL HASIL SAMPING BIODIESEL DENGAN
VARISASI SUHU DAN PERBANDINGAN RASIO
ANTARA GLISEROL DAN ASAM BENZOAT
Disusun Oleh:
NUR AINI SETIAWATI 1114013 WAHYUDA AUWALANI 1114030
Malang, 22 September 2014
Telah menyelesaikan revisi proposal penelitian sebagai alah satu syarat untuk melaksanakan Penelitian.
Dosen Penguji:
1. M. Istnaeny Hudha, ST. MT. (...) 2. Elvianto Dwi Daryono, ST. MT. (...)
Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Kimia
Jimmy, ST. MT. NIP. Y. 1039900330
A. JUDUL
Optimalisasi Proses Pembuatan Gliserol Tribenzoat Dari Gliserol Hasil Samping Biodiesel Dengan Variasi Suhu Dan Perbandingan Rasio Antara Gliserol Dan Asam Benzoat.
B. LATAR BELAKANG
Bahan bakar minyak bumi merupakan salah satu kebutuhan utama yang banyak digunakan di berbagai negara. Menurut data autimotive Diesel Oil, konsumsi bahan bakar Indonesia telah melebihi produksi sejak tahun 1995 dan diperkirakan cadangan minyak Indonesia akan habis dalam waktu 10 – 15 tahun mendatang (Anshari et al, 2012).
Pada tahun 2014 produksi biodiesel nasional mencapai 680.000 kilo liter. Namun produksi biodiesel tersebut masih jauh dibawah target sesuai dengan peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, kuota bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel pada tahun 2011-2015 sebesar 3 persen dari konsumsi energi nasional atau setara dengan 1,5 juta kiloliter (Harian Kompas, 2014). Dari produksi biodiesel sebanyak ini akan dihasilkan gliserol yaitu propana dengan gugus hidroksil pada masing-masing atom karbonnya sebanak 10% produksi biodiesel.
Meskipun gliserol bukan merupakan zat yang beracun, buangan limbah gliserol dengan volume yang besar tetap akan menimbulkan dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan dan akan menjadi tidak ekonomis dan efisien bila gliserol hanya dibuang begitu saja. Alternatif yang memungkinkan adalah mengubah gliserol menjadi produk lain yang bernilai ekonomis lebih tinggi dan lebih aman bagi lingkungan (Bajammal et al, 2005).
C. PERUMUSAN MASALAH
Dalam penelitian ini terdapat beberapa perumusan masalah anatara lain: 1. Bagaimana alur penelitian untuk memperoleh kondisi operasi optimal?
2. Bagaimana kondisi operasi optimal esterifikasi gliserol dengan asam benzoat untuk memperoleh gliserol tribenzoat meliputi temperatur dan perbandingan rasio gliserol dengan asam benzoat?
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kondisi operasi optimal pembuatan gliserol tribenzoat dari gliserol dan asam benzoat meliputi suhu dan perbandingan rasio antara gliserol dan asam benzoat.
E. LUARAN YANG DIHARAPKAN
Penelitian ini diharapkan akan memperoleh hasil sebagai berikut:
1. Dipublikasikan sebagai artikel ilmiah atau jurnal ilmiah agar dapat berguna bagi masyarakat.
2. Dijadikan sebagai acuan untuk penelitian selanjutnya.
3. Hasil keseluruhan dari penelitian bisa diterapkan secara nyata dalam produksi skala terbatas maupun kontinyu.
4. Dipresentasikan dalam Seminar Nasional Teknik Kimia di Universitas Pembangunan Nasional Surabaya dan Even-even nasional lainnya.
F. KEGUNAAN
Program penelitian ini memiliki beberapa kegunaan, antara lain:
1. Menemukan teknologi tepat guna untuk memperoleh konsentrasi gliserol tribenzoat yang lebih maksimal.
2. Memanfaatkan gliserol sebagai hasil samping pengolahan biodiesel menjadi produk yang lebih ekonomis dan memiliki nilai guna yang lebih tinggi.
3. Dapat memberikan informasi mengenai peluang keberhasilan sebagai acuan untuk penelitian lebih selanjutnya.
G. TINJAUAN PUSTAKA
Gliserol merupakan hasil samping produksi biodisel dari reaksi transesterifikasi dan merupakan senyawa alkohol dengan gugus hidroksil berjumlah tiga buah. Gliserol (1,2,3 propanetriol) merupakan cairan yang tidak berwarna, tidak berbau dan merupakan cairan kental yang memiliki rasa manis.
khusus produk emulsi, memberikan konstribusi pengendalian atas kelembutan kecantikan dan juga untuk margarin (Prasetyo et al, 2012a).
Konversi gliserol biasanya dilakukan dengan cara esterifikasi gliserol, oksidasi gliserol dan reduksi gliserol. Proses esterifikasi gliserol yaitu mereaksikan gliserol dengan asam organik maupun asam anorganik akan menghasilkan gliserol ester, dari golongan asam organik misalnya dari kelompok asam karboksilat bisa dihasilkan gliserol asetat, gliserol benzoat, gliserol carbonat dan sebagainya. Proses esterifikasi gliserol yaitu mereaksikan gliserol dengan aryl/alkyl alcohol dihasilkan glisrol eter (Abdurrakhman et al, 2013).
Proses esterifikasi gliserol adalah salah satu metode yang banyak digunakan dalam konversi gliserol. Produk dari konversi gliserol ini bersifat ramah lingkungan dan terbarukan karena bukan merupakan turunan dari minyak bumi. Jika menilik pada reaksi esterifikasi gliserol dengan asam karboksilat, gliserol ini dapat diesterifikasi dengan asam benzoat sehingga akan membentuk tribenzoin jika dalam media yang kaya akan solvent. Reaksi esterifikasi adalah reaksi antara asam karboksilat dengan senyawa alkohol yang membentuk ester. Ester asam karboksilat ialah suatu senyawa yang mengandung gugus –CO2 R’ dan R dapat berupa alkil maupun aril. Esterifikasi dapat dilakukan dengan katalis asam dan bersifat reversible (Prasetyo et al, 2012b).
Gambar 1. Persamaan Reaksi
Prasetyo dkk., (2012) melakukan penelitian tentang esterifikasi gliserol dengan asam benzoat menggunakan katalis asam sulfat dengan variable berubah temperature, perbandingan mol asam benzoat dengan gliserol dan waktu operasi. Didapatkan konversi paling baik adalah 64,165% pada rasio mol gliserol dan asam benzoat 1:3 dengan temperatur 60 C dan waktu 30 menit.
tinggi sebesar 71,87 % pada dengan temperatur 65 C, rasio mol antara asam benzoat gliserol 3,5:1 dan konsentrasi katalis terhadap gliserol 7%. Dan dengan menggunakan variable tetap volume sistem 500 ml dan kecepatan pengadukan 100 rpm.
Tabel 1. Penelitian Terdahulu
Judul PengarangNama BahanBaku Kondisi Operasi Hasil Proses Reaksi
Gliserol dan Asam Benzoat dengan reaksi 30 menit ; Katalis 0,3 mL.
Studi Awal Proses Pembuatan Gliserol Tribenzoat dari Gliserol dan Asam Benzoat dengan reaksi 60 menit ; Katalis terhadap reaktan masih dalam fase cair (Gunawan et al, 2013).
Kegunaan tribenzoin sangat banyak, baik untuk keperluan bahan makanan maupun non makanan. Aplikasi pemanfaatan tribenzoin antara lain digunakan sebagai bahan plasticizer pada edibel coating makanan, bahan plasticizer yang aman pada pewarna kuku, bahan untuk meningkatkan sifat adhesive dan water resistance pada tinta printer (Prasetyo et al, 2012a).
Gliserol (bahasa Inggris: glycerol, glycerin, glycerine) adalah senyawa gliserida yang paling sederhana, dengan hidroksil yang bersifat hidrofilik dan higroskopik. Gliserol merupakan komponen yang menyusun berbagai macam lipid, termasuk trigliserida. Gliserol terasa manis saat dikecap, namun bersifat racun. Gliserol dapat diperoleh dari proses saponifikasi dari lemak hewan, transesterifikasi pembuatan bahan bakar biodiesel dan proses epiklorohidrin serta proses pengolahan minyak goreng.
2.
Asam BenzoatAsam benzoat, C7H6O2 atau C6H5COOH adalah padatan kristal berwarna putih dan merupakan asam karboksilat aromatik yang paling sederhana. Nama asam ini berasal dari gum benzoin (getah kemenyan), yang dahulu merupakan satu-satunya sumber asam benzoat. Asam lemah ini beserta garam turunannya digunakan sebagai pengawet makanan. Asam benzoat adalah prekursor yang penting dalam sintesis banyak bahan-bahan kimia lainnya.
3.
MethanolMetanol, juga dikenal sebagai metil alkohol, wood alcohol atau spiritus adalah senyawa kimia dengan rumus kimia C H3OH. Ia merupakan bentuk alkohol paling sederhana. Pada "keadaan atmosfer" ia berbentuk cairan yang ringan, mudah menguap, tidak berwarna, mudah terbakar, dan beracun dengan bau yang khas (berbau lebih ringan daripada etanol). metanol digunakan sebagai bahan pendingin anti beku, pelarut, bahan bakar dan sebagai bahan additif bagi etanol industri.
4. Asam Klorida
Asam klorida adalah larutan akuatik dari gas hidrogen klorida (H Cl) yang termasuk asam kuat dan merupakan komponen utama dalam asam lambung. Senyawa ini juga digunakan secara luas dalam industri. Asam klorida harus ditangani dengan wewanti keselamatan yang tepat karena merupakan cairan yang sangat korosif. (wikipedia)
H. METODE PELAKSANAAN
alat, bahan, variabel tetap, berubah, dan prosedur yang dijelaskan dalam poin-poin, dilanjutkan dengan diagram alir dan gambar rancangan penelitan.
a. Variabel tetap
- Jenis katalis : HCl 32% - Jumlah katalis : 7 % (6,77 mL) - Tekanan reaktor : 3 atm
- Waktu reaksi : 60 menit - Volume reaktor : 500 ml - Pengadukan : 100 rpm - Volume gliserol : 34,3941 ml b. Variabel berubah
- Temperatur : 50, 60, 70, 80, 90 C
- Ratio mol : 1:3, 1:3,5 1:5, 1:7 (146,544 gram; 171,08 gram; 244,4 gram; 342,16 gram)
c. Alat dan Bahan - Beakerglass
- Statif dan Klem - Termometer - Timbangan digital d. Bahan yang digunakan:
- Aquadest
- Menimbang 146,544 gr asam benzoat yang dibutuhkan untuk perbandingan rasio 1:3
- Menambahkan asam benzoat yang telah dilarutkan dalam methanol kedalam reaktor no 5
- Menambahkan gliserol 34,3941 ml kedalam reaktor no 5
- Menambahkan katalis asam klorida sebanyak 6,7 ml kedalam reaktor no 5 - Menutup valve vakum pada reaktor no 16, dan valve pengaman no 9
- Mengkondisikan tekanan didalam reaktor hingga 3 atm dengan membuka valve pompa bertekanan no 17 dan menutupnya kembali ketika kondisi tersebut sudah tercapai
- Mengatur saklar heater 14-3 dan mengkondisikan suhu didalam reaktor sesuai dengan variable yang telah ditentukan melalui temperatur indikator no 13 - Melakukan pengadukan dengan kecepatan 100 rpm dengan meyalakan saklar
pengaduk no 14-4
- Mengatur kecepatannya dengan pengatur kecepatan pengadukan no 12 selama 60 menit pada penunjuk waktu
- Mengeluarkan larutan dalam reaktor
- Mengambil sampel sebanyak 20 ml untuk dilakukan analisa alkalimetri - Melakukan pencucian dengan menggunakan aquadest
- Memisahkan gliserol tribenzoat, methanol dan air dengan menggunakan corong pemisah
- Masukkan ke dalam botol sampel sebanyak 50 ml - Melakukan analisa FTIR
3. Prosedur analisa alkalimetri
A. Membuat larutan standard NaOH 0,1 N 500 mL - Menimbang 2 gram NaOH Kristal
- Melarutkan dengan aquadest dalam labu ukur 500 mL
- Mengocok pelan-pelan sampai larut, kemudian mengencerkan sampai tanda batas
B. Menentukan kadar asam sebelum bereaksi
- Mengambil 10 ml larutan yang akan dimasukkan ke dalam reaktor dan memasukkannya ke dalam erlenmeyer
- Menambahkan 3 tetes indikator PP - Melakukan titrasi dengan NaOH 0,1 N - Melakukan percobaan tersebut sebanyak 2 C. Menentukan kadar asam yang tersisa dari reaksi
- Mengambil 10 ml larutan setelah reaksi berlangsung - Menambahkan 3 tetes indikator PP
- Melakukan titrasi dengan NaOH 0,1 N
Set Tekanan 3 atm dan Suhu sesuai dengan variabel
Hentikan Pengadukan + 7% HCl Larutkan Asam Benzoat +
Methanol
Larutan Asam Benzoat + Gliserol
Reaktor
Reaksi 100 rpm, 60
menit
Analisa Alkalimetri
Pencucian
Botol Sampel
Analisa FTIR f. Diagram alir penelitian
g. Deskripsi Peralatan Utama
I. JADWAL KEGIATAN
Tabel 2. Jadwal Kegiatan No
. Kegiatan
Bulan - 2014
1 2 3 4 5 6 7
1. Studi Literatur
2. Persiapan bahan baku dan alat 3. Persiapan penelitian
4. Tahap pelaksanaan
5. Pengolahan data
J. RANCANGAN BIAYA
Tabel 3. Biaya Bahan Habis Pakai No
analisa 60 L 1.000/L 60.000
2. Asam Benzoat Bahan baku
penelitian
1000
gram 200/gram 200.000
3. Asam Sulfat Katalis 1 L 30.000/L 30.000
4. Asam Klorida 32% Katalis 1 L 25.000/L 25.000
5. Asam Periodat Analisakadar gliserol
100 gram
2.000.000/100
gram 2.000.000
6. Kertas Saring Wathman Penyaring lembar4 4.000/lembar 16.000 7. Minyak goreng untuk pembuatan gliserol
(bahan baku penelitian)
Bahan baku pembuatan
gliserol
2 L 20.000/L 40.000
8. Metanol Solvent 6 L 18.000/L 108.000
9. Natrium Hidroksida AlkalimetriAnalisa gram21 1.000/gram 21.000 10. Analisa Gliserol Tribenzoat dengan FTIR AnalisaProduk sampel15 125.000/sampel 1.875.000
Jumlah 4.375.000
Tabel 4. Biaya Peralatan Penunjang
No Alat Justifikasi 1. Sewa Reaktor Bertekanan Alat Utama 15 kali 150.000/kali 2.250.000 2. Sewa Glassware PendukungAlat bulan4 80.000/bulan 320.000 3. Sewa Neraca Digital Menimbang
bahan 1 buah 50.000/buah 50.000
4. Sewa Termometer Pengukur
suhu 3 buah 30.000/buah 90.000 5. Botol Sampel Tempatsampel buah20 5.000/buah 100.000 6. Beli Gas LPG 3 kg (baru) Bahan
Bakar Reaktor
1 buah 120.000/buah 120.000
7. Isi Ulang Gas LPG 3 kg 3 buah 15.000/buah 45.000
9. Masker
Melindungi saluran pernafasan
selama penelitian
15
buah 2.500/buah 37.500
10. Tissue sekali pakaiPembersih 1 pack 13.000/pack 13.000
11. Lap meja Pembersih 2 buah 12.500/buah 25.000
Jumlah 3.095.500
Tabel 5. Biaya Operasional
No Nama Jumlah Satuan SatuanHarga
(Rp)
Biaya (Rp) 1. Perjalanan membeli bahan baku 2 kali/pp 120.000 240.000 2. Perjalanan membeli bahan kimia 2 kali/pp 222.500 445.000 3. Perjalanan membeli peralatan
penelitian 2 kali/pp 120.000 240.000
4. Perjalanan Analisa ke Universitas Airlangga Surabaya 3 kali/pp 550.000 1.650.000 5. Perjalanan Publikasi ke UPN Surabaya 1 kali/pp 550.000 550.000
Jumlah 3.125.000
Tabel 6. Biaya Lain-lain
No Nama PemakaianJustifikasi Jumlah Harga Satuan(Rp) Biaya 1. Sewa Laboratorium Tempat
Penelitian 4 bulan 200.000/bulan 800.000
2. Kertas A4 Pembuatan
Laporan 2 rim 30.000/rim 60.000 3. Tinta Printer Infus PembuatanLaporan 3 buah 27.000/buah 81.000 4. Jilid Laporan PembutanLaporan 3 buah 3.000/buah 9.000 5. Pendaftaran Publikasi 2 paket 300.000/paket 600.000 6. Seminar di UPN Surabaya 2 paket 125.000/paket 250.000
7. ATK 75.000 75.000
Tabel 7. Rekapitulasi Rancangan Biaya
No Keterangan Pengeluaran(Rp)
1. Biaya Bahan Habis Pakai 4.375.000 2. Biaya Peralatan Penunjang 3.095.500
3. Biaya Operasional 3.125.000
4. Biaya lain-lain 1.875.000
Total 12.470.500
K. DAFTAR PUSTAKA
Abdurrakhman., Rifianto, Y., dan Widayat. (2013) “Studi Awal Proses Pembuatan Glycerol Tribenzoat Dari Gliserol Dan Asam Benzoat Dengan Menggunakan Katalis Asam Klorida.” Jurnal Teknologi Kimia dan Industri Vol 2, No 3, 30-36 Anshari, M. I., Damayanti, O., dan Roesyadi, A. (2012). “Pembuatan Biodiesel Dari
Minyak Kelapa Sawit Dengan Katalis Padat Berpromotor Ganda Dalam Reaktor Fixed Bed.” Jurnal Teknik POMITS Vol 1, No 1
Bajammal, F., Subianto, E. I., dan Setiadi, T. (2005) “Kajian Awal Produksi Etanol Dari Gliserol Sebagai Hasil Samping Industri Biodiesel.” Jurnal Teknik Kimia ITB 1-5 Direktur Frontier Research Center for Smart Energy and Eco-efficiency. (2014).
Produksi Biodiesel Dalam Negeri Jauh Di Bawah Target. http://www.kompas.com/read. Diakses tanggal 4 September.
Gunawan, F., Gunawan, I., Palinggi, S., Ayucitra, A., dan Ismadji, S. (2013) “Konversi Lumpur Aktif Menjadi Biodiesel Dengan Proses Subkritis Tanpa Katalis Secara Insitu”Jurnal Teknik Kimia Universitas Widya Mandala Surabaya
Prasetyo, A. E., Widhi, A., dan Widayat. (2012a) “Potensi Gliserol Dalam Pembuatan Turunan Gliserol Melalui Proses Esterifikasi.” Jurnal Ilmu Lingkungan vol 10, Issue 1:26-31
Prasetyo, A. E., Widhi, A., dan Widayat. (2012b) “Proses Reaksi Gliserol dan Asam Benzoat dengan Menggunakan Katalis Asam Sulfat.” Jurnal Teknologi Kimia dan Industri Vol 1, No 1, 118-123
Sigma-Aldrich., (2011). Material Safety Data Sheet version 4.0. http:/www.sigma-aldrich.com. Diakses tanggal 6 juni 2014.
L. LAMPIRAN
Malang, 25 Mei 1993 Islam
Jl. bangil 02/08 Dsn. Lowokwaru, Ds. Tawang Rejeni, Turen, Malang
SDN Tawang Rejeni 02, 1999-2005 SMP Bhakti Turen, 2005-2008 SMA Negeri 1 Turen. 2008-2011
Institut Teknologi Nasional Malang Jurusan Teknik Kimia, 2011-sekarang
Malang, 22 September 2014
Wahyuda Auwalani NIM. 1114030
Nama
Tarakan, 14 April 1994 Islam
Jl. Bendungan Sigura-gura VI No. 20 Malang 087859091026
SDN UTAMA 2 Tarakan 1999-2005 SMP Negeri 1 Tarakan, 2005-2008 SMA Negeri 1 Tarakan. 2008-2011
Institut Teknologi Nasional Malang Jurusan Teknik Kimia, 2011-sekarang
Malang, 22 September 2014
Nur Aini Setiawati NIM. 1114013
Nama Lengkap dan gelar Jimmy, ST, MT
Jabatan Fungsional Lektor
Jabatan Struktural Ketua Jurusan Teknik Kimia
NIP/NIK Y 1039900330
NIDN 0718017602
Tempat dan Tanggal Lahir Malang, 18 Januari 1976
Alamat rumah Jl. Ikan Nus II/ 17 kav 2 Malang 65142 Nomor Telepon/Faks/HP 0341-8108018/ 0811363906
Alamat kantor Jl. Bendungan Sigura-gura No. 2 Malang Nomor Telepon/Faks 0341-551431/ 0341-553015
Alamat e-mail [email protected]
Riwayat Pendidikan
S1 S2
Perguruan Tinggi Institut Teknologi
Nasional Malang Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya
Bidang Ilmu Teknik Kimia Teknik Kimia
Tahun Masuk-Lulus 1998 - 1998 2005 - 2007 Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir
No Tahun Judul Penelitian Sumber Dana
1 2008 Sistesis Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Tanah Dari Minyak Jarak Pagar Dan Dengan Penambahan Aditif
UBER HKI
2 2009 Penjernihan minyak goreng bekas menggunakan karbon aktif, zeolit dan bentonit dengan variasi massa dan komposisi bahan penyerap
Swadana
3 2010 Potensi Pemanfaatan Biogas di Kota Batu, Jawa Timur
Swadana 4 2010 Kajian Penggunaan Minyak Nyamplung
Dengan Aditif Etanol Dan Etil Laktat Sebagai Bahan Bakar Alternatif Pengganti Minyak Tanah
LPPM ITN Malang
5 2011 Ammobilisasi Lipase Dari Bacillus subtillis Sebagai Biokatalisator Pada Pembuatan Biodiesel
Swadana
6 2011 Kultivasi Makro-Alga Ulva lactuca sebagai Sumber Energi Biofuel
LPPM ITN Malang 7 2012 Cultivation of Caulerpa Taxifolia as
Feedstock of Bioenergy
8 2012 Kinetika Reaksi Transesterifikasi Minyak Kelapa Sawit
Swadana 9 2013 Pembuatan Gliserol Karbonat dari Gliserol
Hasil Samping Industri Biodiesel
Swadana
Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima resikonya.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam pengajuan Hibah Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi.
Malang, 22 September 2014 Dosen Pendamping,