BAB II
HASIL PRAKTEK KERJA LAPANGAN
2.1 Gambaran Umum Proyek
2.1.1 Latar Belakang Proyek
Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa salah satu program utama dari PT. Wahana Citra Gemilang , adalah memenuhi kebutuhan akan tempat perbelanjaan, layanan kesehatan, dan tempat penginapan yang layak bagi masyarakat.
Sehubungan dengan ini maka PT. Wahana Citra Gemilang (PT. WCG) yang berkedudukan di Jember bermaksud untuk ikut serta menunjang program pelayanan tersebut dengan membangun suatu kawasan proyek Mix Use Building berupa mall, rumah sakit, dan hotel bagi masyarakat Jember dan di Kabupaten Jember, pada khususnya dan masyarakat di sekitar Jember seperti kota Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi, dan Lumajang pada umumnya. Rencana ini di maksudkan sebagai perwujudan atas partisipasi PT. WCG dalam upaya memenuhi kebutuhan masyarakat secara luas.
Dengan memperhatikan keadaan bahwa kebutuhan masyarakat semakin meningkat dan pula dengan demikian berkembangnya beberapa kota yang ada di Jawa Timur, dan Kabupaten Jember maka PT. WCG bermaksud melaksanakan pembangunan Mix Use Building di Kabupaten Jember, Kecamatan Kaliwates, tepatnya Kelurahan Jember Kidul.
Pemilihan lokasi di wilayah Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates dengan satu pertimbangan bahwa kecamatan tersebut sebagai suatu wilayah Kabupaten Jember yang terletak di kawasan strategis berada di dalam kota yang mempunyai akses keluar masuk dari dan ke kota
meningkat sehingga perlu adanya suatu pembangunan kawasan Mix Use Building.
Untuk mewujudkan maksud pembangunan Mix Use Building tersebut, maka beberapa kebutuhan dasar telah di siapkan oleh PT. WCG, seperti lahan peruntukan dan program pembangunan ini.
Dengan akan terwujudnya rencana program pembangunan Mix Use Building ini, diharapkan dapat membantu mempercepat program pengadaan Mix Use Building bagi kalangan masyarakat di samping ikut menunjang perkembangan kota Kecamatan Kaliwates sesuai rencana induk kota yang ada, dengan mewujudkan suatu kawasan yang representetif. Dalam jangka panjang, dengan adanya kawasan Mix Use Building tersebut diharapkan dapat membantu pelaksanaan kebutuhan masyarakat Kecamatan Kaliwates itu sendiri, sehingga lingkungan di sekitar rencana pembangunan tersebut dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjadi kawasan yang bekembang dan dapat di harapkan.
Pembangunan Mix Use Building yang terletak di Kelurahan Jember Kidul diharapkan dapat dijangkau harganya oleh daya beli dan tingkat kalangan masyarakat sekitarnya, oleh karena itu, pelaksanaan pembangunan Mix Use Building ini sengaja disediakan dengan 3 (tiga) macam fasilitas yaitu mall, rumah sakit, dan hotel agar masyarakat dapat terpenuhi kebutuhannya.
Dengan demikian dapat diharapkan membantu calon konsumen untuk mewujudkan keinginannya memiliki Mix Use Building dengan fasilitas yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
lokasi Multi Building. Kondisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen di sekitar lokasi tersebut.
2.1.2 Tujuan Proyek
Adapun tujuan pembangunan Gedung “Jember Icon” ini adalah sebagai berikut:
a. Memenuhi kebutuhan masyarakat Jember dalam bidang penginapan, kesehatan, dan hiburan
b. Memacu pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jember
c. Memodernkan Kabupaten Jember dengan membangun fasilitas-fasilitas yang dimiliki kota-kota besar lainya
Proyek gedung “Jember Icon” terletak di Jalan Gadjah Mada No. 104,Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Lokasi proyek dapat dilihat pada gambar dibawah ini
Gambar 2.1 Lokasi proyek menurut citra satelit
2.1.4 Data Kontrak
1. Nama Proyek : Jember Icon
2. Lokasi Proyek : Jember – Jawa Timur
3. Pemilik : PT. Lippo Karawaci Tbk.
4. Konsultan Pengawas : PT. Wahana Citra Gemilang 5. Konsultan Perencana Arsitektur : Konsultan Arkonin
6. Konsultan Perencana Struktur : Ketira Engineering Consultant 7. Konsultan Perencana MEP : Konsultan Arkonin
8. Nilai Kontrak Phase II : Rp
54.782.006.000,-9. Jenis Kontrak : Lump Sum Fixed Price
10. Waktu Pelaksanaan : 11 Bulan (Agustus 2015 s/d Juni 2016)
11. Masa Pemeliharaan : 365 Hari
2.1.5 Lingkup Pekerjaan Proyek
Nama Proyek : Jember Icon
Jawa Timur
Uraian Pekerjaan : - Pekerjaan Struktur - Pekerjaan Arsitektur - Pekerjaan MEP
Berikut adalah struktur organisasi PT. Wahana Citra Gemilang pada proyek Jember Icon sebagai konsultan pengawas.
Gambar 2.2 Bagan Organisasi PT. Wahana Citra Gemilang
b. Tugas Dan Wewenang
Berikut adalah tugas dan wewenang masing-masing koordinator yang ada di struktur organisasi PT. Wahana Citra Gemilang :
Project manager adalah orang yang diberi wewenang dan tanggung jawab untuk mengelola proyek sesuai cakupan tugasnya sehingga target yang direncanakan bisa terealisasi dengan baik.
Adapun beberapa tugas dari project manager, yaitu: Memonitor progres.
Membuat Anggaran dan biaya.
Perencanaan pelaksanaan dan manajemen pelaksanaan.
Mengorganisasikan, memilih dan menempatkan orang-orang dalam tim proyek.
Mengidentifikasi masalah-masalah teknis.
Merekomendasikan penghentian pelaksanaan atau pengerahan kembali sumber daya.
Negotiating/titik temu antara subkontraktor, owner, konsultan, top management.
2. Construction Manager
Construction manager bertugas untuk membantu Project Manager dalam pelaksanaan proyek dengan mengatur dan mengkoordinasi semua aktivitas di lokasi dan memastikanproyek diselesaikan sesuai dengan budget, kualitas, dan jadwal
Site manager memiliki tugas sebagai berikut : Bertanggung jawab terhadap semua aktivitas di proyek
Bertanggung jawab dalam melaksanakan jadwal konstruksi kecil
Bertanggung jawab terhadap kualitas pekerjaan yang sudah diselesaikan
Membantu PM dalam mengatur pembelian di lokasiMembantu PM dalam mengatur cakupan pekerjaan, paket kontrak dan koordinasi terhadap semua pihak
Bertanggung jawab dalam memastikan sumber daya yang disediakan oleh Kontraktor cukup untuk memenuhi target Mempertahankan laporan proyek yang akurat dan terkini
kepada PM untuk menjamin control internal dan pembuatan keputusan dukungan dalam manajemen
3. Project Administration and Document Control
Project Administration and Document Control bertugas untuk mengkoordinasi, menerapkan dan mengurus semua system dokumentasi suatu proyek untuk membantu mengatur dokumen perusahaan, memastikan kelengkapan, mengawasi dan melengkapi.
Adapun beberapa tugas dari Project Administration and Document Control antara lain:
Mengembangkan dan mengurus sistem pengisian yang menyeluruh dan database komputer untuk semua dokumen yang akan dijaga di system kontrol dokumen
Memastikan pemenuhan dokumen kontrol dengan standart dan kebijakan prosedur yang berlaku untuk memenuhi kualitas manajemen
4. Quantity Surveyor
Quantity Surveyor bertugas untuk membantu Project Manager dan tim proyek dengan memberikan bantuan dalam pembelian, proses biaya dan kontrak untuk proyek yang ditugaskan.
Adapun tugas Quantity Surveyor antara lain:
Mengendalikan dan mengawasi bidang pekerjaan, paket kontrak dan koordinasi diantara semua pihak
Melakukan negosiasi dengan supplier/kontraktor
Membantu PM dalam mengatur jumlah dana yang disepakati
5. Quality Control Engineer
Quality Control Engineer bertugas memeriksa proses kerja dari aktivitas kerja di lokasi dalam jangka waktu satu hari dan memastikan proyek sesuai dengan kebutuhan
Quality control engineering dengan tugas sebagai berikut :
Memeriksa proses kerja dan pekerjaan yang diselesaikan setiap hari
Melaporkan ketidak sesuaian
Manajemen kerusakan dan sistem penyerah terimaan Kontrol dokumen
Melakukan pengecekan apakah pelaksanaan pekerjaan dilapangan sudah sesuai dengan gambar pelaksanaan atau shop drawing.
6. Architecture Engineer
Architecture Engineer bertugas melakukan koordinasi yang berhubungan dengan rincian desain dan masalah teknis untuk pekerjaan arsitektur/interior di lokasi.
Tugas-tugas Architecture Engineer adalah sebagai berikut: Melakukan koordinasi desain dalam masalah arsitektur/interior Melakukan pengendalian terhadap konsultan arsitektur/interior
dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan lainya
Memastikan pekerjaan yang diselesaikan oleh kontraktor sesuai dengan yang direncanakan dengan menerbitkan NCR jika ditemukan ketidak sesuaian berdasarkan desain yang disetujui Membantu Field Design Manager dalam menyarankan solusi
untuk dokumen kontrak yang bertentangan dan permintaan untuk perubahan
MEP Engineer bertugas untuk melakukan koordinasi yang berhubungan dengan detail rancangan dan hal-hal teknis untuk pekerjaan MEP (Mechanical, Electrical, Plumbing) di lokasi proyek.
Adapun tugas dari MEP Engineer adalah sebagai berikut: Melaksanakan koordinasi rancangan yang berhubungan dengan
MEPMengendalikan konsultan proyek MEP dan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait yang lain
Memastikan pekerjaan yang diselesaikan oleh kontraktor sesuai dengan yang direncanakan dengan menerbitkan NCR jika ditemukan ketidaksesuaian berdasarkan rancangan yang disetujui
Membantu Field Design Manager dalam menyarankan solusi untuk dokumen kontrak yang bertentangan dan meminta perubahan kontrak
8. Architecture Supervisor
Architecture Supervisor bertugas mengawasi semua aktivitas kerja di lapangan (untuk arsitektur/interior works) setiap hari dan memastikan proyek diselesaikan sesuan dengan tujuan bisnis
Arch. Supervisor,dengan uraian tugas sebagai berikut.
Mengawasi aktivitas kerja di lapangan setiap hari Mengulas dan mengendalikan jadwal konstruksi mikro
Melaksanakan pemeriksaan kualitas kepada pekerjaan yang diselesaikan (untuk pekerjaan arsitektur/interior)
Mengendalikan dan memastikan pengiriman material (untuk pekerjaan arsitektur/interior)
Memastikan jumlah pekerja di lapangan (untuk pekerjaan arsitektur/interior) sesuai dengan yang dilaporkan oleh kontraktor
Bertanggung jawab dalam mengulas laporan kontraktor (laporan harian, laporan kemajuan, laporan keselamatan, dll)
9. C&S Supervisor
C&S Supervisor bertugas mengawasi aktivitas pekerjaan di lapangan (untuk pekerjaan struktur) setiap hari dan memastikan proyek diselesaikan sesuai dengan tujuan bisnis.
C & S Supervisor, dengan uraian tugas sebagai berikut: Melakukan pengawasan terhadap cara kerja kontraktor dalam
bidang struktur.
Mengawasi serta mengontrol surveyor dan supervisor kontraktor pada pekerjaan struktur dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Memeriksa dan memberikan persetujuan ijin kerja, penggunaan/ pengetesan material, schedule kerja dan berita acara kemajuan pekerjaan kontraktor dibidang struktur, jika sudah sesuai dengan yang telah ditetapkan.
Menghadiri rapat mingguan yang diadakan oleh kontraktor. Memeriksa rencana kerja kontraktor dan sub kontraktor dalam
bidang struktur.
Memberikan teguran kepada supervisor kontraktor pada pekerjaan struktur bila terjadi penyimpangan pekerjaan struktur.
10.MEP Supervisor
MEP Supervisor bertugas mengawasi aktivitas kerja di lokasi (untuk pekerjaan MEP) setiap hari dan memastikan proyek diselesaikan sesuai dengan tujuan bisnis.
Mengawasi aktivitas kerja di lokasi (untuk pekerjaan MEP) setiap hariMengulas dan mengendalikan jadwal konstruksi mikro (untuk pekerjaan MEP
)Melaksanakan pemeriksaan kualitas untuk pekerjaan yang diselesaikan (untuk pekerjaan MEP)
Mengendalikan dan memastikan pengiriman material (untuk pekerjaan MEP)
Mendukung petugas keselamatan dalam melaksananakan pemeriksaan SHE (selama masa pekerjaan MEP)
Memastikan jumlah pekerja di lokasi (untuk pekerjaan MEP) sesuai dengan yang dilaporkan oleh kontraktor
Bertanggung jawab dalam mengulas laporan kontraktor (laporan harian, laporan kemajuan, laporan keselamatan, dll)
2.2 Aktivitas Selama Praktik
dibawah ini adalah metode pelaksanaan pekerjaan balok dan plat lantai 4 dan 5 zona 15. Berbeda dari pengecoran void pada lantai 3 yang menggunakan tower crane, pada pengecoran void lantai 4 dan 5 menggunakan concrete pump.
Gambar 2.3 Zona 15 atau void yang akan diamati metode pelaksanaanya
2.2.1 Material dan Peralatan yang Digunakan
a. Material
Material yang akan ditampilkan dibawah ini adalah alat yang tidak dapat ditemukan di kampus. Berikut adalah alat-alat tersebut
1. Beton Ready Mix
beton K-350 dengan nilai slump ±12 cm. Semen yang digunakan untuk membuat beton ready mix ini diproduksi oleh Semen Gresik.
Gambar 2.4 Beton Ready Mix ketika Uji Slump
b. Alat
Alat yang akan ditampilkan dibawah ini adalah alat yang tidak dapat ditemukan di kampus. Alat-alat tersebut antara lain:
1. Concrete Vibrator
Concrete vibrator adalah alat yang berfungsi untuk menggetarkan beton pada saat pengecoran agar beton dapat mengisi seluruh ruangan dan tidak terdapat rongga-rongga udara diantara beton yang dapat membuat beton keropos. Concrete vibrator digerakkan oleh mesin listrik dan mempunyai lengan sepanjang beberapa meter untuk dapat menggetarkan beton di tempat yang agak jauh.
beton sehingga mengurangi kekuatan struktur beton itu sendiri. Terutama untuk volume pengecoran yang besar, alat ini sangat penting. Penggunaanya tidak boleh miring dan terlalu lama pada satu tempat saja serta tidak boleh mengenai tulangan yang akan menyebabkan bergesernya letak tulangan.
Gambar 2.5 Concrete Vibrator
2. Concrete Pump
Concrete pump adalah sebuah mesin/alat yang digunakan untuk menyalurkan adonan beton segar dari bawah ke tempat pengecoran atau tempat pengecoran yang letaknya sulit dijangkau oleh truck mixer. Struktur beton bertulang banyak dipilih untuk bangunan tingkat tinggi, maka dari itu diperlukan alat-alat konstruksi yang dapat menunjang proses pembangunan tersebut.
Concrete pump jenis fixed digunakan untuk menyalurkan beton dari bawah ke lokasi pengecoran yang memiliki ketinggian lebih dari 5 lantai, hal ini dikarenakan mobile concrete pump tidak dapat menjangkau ketinggian tersebut. Penggunaan concrete pump jenis fixed untuk pengecoran dengan ketinggian 5 lantai kebawah kurang efektif dari segi instalasi pipa penyalur. Concrete pump jenis fixed membutuhkan instalasi pipa penyalur beton dari lantai dasar ke tempat pengecoran, hal ini membutuhkan lebih banyak waktu dan tenaga dibandingkan dengan concrete pump jenis mobile
Gambar 2.6 Concrete Pump/Pompa Kodok yang digunakan
3. Tower Crane
Tower crane sangat cocok dipakai untuk pelayanan bangunan tingkat tinggi (high rise building) untuk melayani daerah yang cukup luas. Pada proyek ini tower crane menjadi sentral karena dalam proyek gedung bertingkat tinggi transportasi vertikal maupun horizontal yang menentukan kecepatan kerja. Tower crane digunakan untuk mengangkut alat dan bahan untuk mengerjakan proyek ini.
Prinsip kerja tower crane berdasarkan kekuatan mesin, keseimbangan beban, momen dan tegangan tarik kabel, serta sifatnya dapat berputar 360 derajat. Tower crane mampu menjangkau tempat yang jauh, mempunyai kapasitas angkut yang besar, dan dapat diatur mengikuti ketinggian bangunan.
Tower crane harus ditempatkan sebaik mungkin agar dapat menjangkau seluruh wilayah proyek dengan menggunakan panjang lengan yang sependek mungkin tanpa harus melakukan pekerjaan bongkar pasang tower crane. Semakin panjang lengan tower crane, maka kemampuan angkat semakin menurun.
Jenis tower crane yang dipakai di proyek ini adalah static base crane, yaitu tower crane berdiri secara tetap pada pondasi, dan untuk menambah kekakuanya dapat diangkurkan ke struktur gedung yang telah selesai dibangun. Terdapat 3 tower crane di proyek Jember Icon dengan 2 daya angkat yang berbeda.
Gambar 2.8 Tower Crane dengan daya angkat 1,2 ton
4. Trowel Machine
Concrete trowel machine atau concrete power trowel adalah alat atau mesin yang digunakan untuk meratakan dan menghaluskan permukaan beton yang masih dalam proses pengerasan.
Mesin trowel mempunyai dasar yang terdiri dari beberapa daun pelat baja yang dapat berputar dan menghaluskan permukaan beton. Permukaan yang diselesaikan dengan mesin trowel lebih kuat dan awet dibandingkan dengan pekerjaan tangan. Mesin trowel ini juga digunakan untuk meratakan/ mengamplas/ menghaluskan permukaan lantai andhesit atau batuan keras lainnya.
Gambar 2.9 Trowel Machine ketika digunakan
2.2.2 Pekerjaan Balok dan Plat
a.Pengetahuan Dasar
1. Balokvertikal berupa : berat balok itu sendiri, beban plat lantai, berat dinding dan juga beban hidup yang terdiri dari beban yang berpindah-pindah, seperti orang yang berada di dalam bangunan. Adapun fungsi balok antara lain :
Meneruskan beban dinding ke kolom
Sebagai pengikat kolom
Menambah kekuatan lentur plat
Menambah kekuatan horizontal pada struktur
Bahan yang biasa digunakan adalah beton bertulang, tetapi dapat pula digunakan bahan lain, misalnya baja profil yang dibungkus beton (balok komposit). Di lokasi yang diamati balok yang digunakan terdiri dari balok induk (balok struktur) dan balok anak (diafragma)
Balok terbagi menjadi tiga jenis yaitu :
Balok induk adalah balok utama yang penempatannya tepat pada kolom memanjang sebagai panghubung antar kolom dan memiliki dimensi lebih besar. Balok induk adalah balok yang dianggap satu kesatuan dengan kolom dalam perhitungan satu portal. Balok induk/balok utama mempunyai fungsi menahan beban dari balok anak ke kolomBalok anak adalah balok yang menyokong atau mendukung beban dan menghubungkan antar balok induk biasanya dimensinya lebih kecil dibanding balok induk.
Balok pendukungnya antara lain : ring balk, latei-L (balok yang tertumpu tanpa penyangga) dan balok selasar. Ring balk adalah balok yang penempatannya pada ujung atas bangunan dan melingkar mengikuti kontur bangunan, dimensinya lebih kecil dibanding balok anak. Terkadang pada suatu bangunan ring balk tidak dipakai.
2. Plat
Plat lantai adalah lantai yang tidak terletak di atas tanah langsung, merupakan lantai tingkat pembatas antara tingkat yang satu dengan tingkat yang lain. Plat lantai didukung oleh balok-balok yang bertumpu pada kolom-kolom bangunan. Ketebalan plat lantai ditentukan oleh :
· Besar lendutan yang diinginkan
· Lebar bentangan atau jarak antara balok-balok pendukung · Bahan konstruksi dan plat lantai
Plat lantai harus direncanakan: kaku, rata, lurus dan waterpas (mempunyai ketinggian yang sama dan tidak miring), agar terasa mantap dan enak untuk berpijak kaki. Ketebalan plat lantai ditentukan oleh : beban yang harus didukung, besar lendutan yang diijinkan, lebar bentangan atau jarak antara balok-balok pendukung, bahan konstruksi dari plat lantai.
Pada plat lantai hanya diperhitungkan adanya beban tetap saja (penghuni, perabotan, berat lapis tegel, berat sendiri plat) yang bekerja secara tetap dalam waktu lama. Sedang beban tak terduga seperti gempa, angin, getaran, tidak diperhitungkan.
b.
Metode Pelaksanaan Begisting
membutuhkan penyokong yang lebih kuat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di tahap-tahap pemasangan bekisting balok berikut :
1) Komponen bangunan yang harus diselesaikan lebih awal adalah kolom dan shear wall, yang nanti akan berfungsi sebagai pendukung komponen balok
2) Kemudian scaffolding dipasang. Scaffolding yang digunakan pada lokasi yang ditinjau dipasangi main frame setiap setengah bracing. Jadi jarak antar main frame yang awalnya 180 cm menjadi 90 cm. Dipasang scaffolding seperti itu karena ukuran balok yang besar sehingga membutuhkan penyokong yang lebih kuat. Lihat gambar 3.11 dibawah ini
Gambar 2.10 Scaffolding dipasang setiap 90 cm
Dapat dilihat bahwa satu buah main frame diletakkan di tengah-tengah cross brace. Kemudian disambungkan dengan cross brace lainya yang ditengahnya juga terdapat mainframe
3) Ketinggian scaffolding disesuaikan dengan mengatur base jack dan U-head jack
4) Pada U-head dipasang balok pikul dengan paku sejajar dengan arah cross brace dan diatasnya dipasang balok suri dengan arah melintang. Balok suri dpasang dengan cara dipaku ke balok kayu
5) Diatas balok suri dipasang bracing dari besi siku sebagai alas multiplek yang akan digunakan untuk membuat begisting balok
Gambar 2.11 Besi siku dipasang diatas balok suri
6) Bodeman atau begisting sisi bawah dipasang sebagai alas dari balok yang terbuat dari multiplek. Multiplek yang digunakan harus yang halus karena akan mempengaruhi permukaan balok nantinya.
7) Setelah itu pembesian balok dilakukan
8) Setelah pembesian balok selesai kedua tembereng dipasang. Tembereng atau begisting sisi samping dipasang dengan cara dipaku Bracing
Balok Suri
9) Tembereng diperkuat dengan menggunakan Beam Clamp Type C. Tembereng diberi perkuatan supaya mampu menahan beton ready mix.
Gambar 2.12 Pemasangan Beam Clamp untuk tembereng
10) Setelah begisting balok terpasang, kemudian dimulai pemasangan begisting plat. Begisting plat bertumpu Leader frame yang dipasang bertumpu pada balok suri begisting balok
11) Lalu balok suri dipasang diatas leader frame sebagai tumpuan untuk bracing diatasnya
12) Setelah balok suri terpasang, dipasang bracing diatasnya
Gambar 2.13 Begisting plat dilihat dari bawah
14) Celah antara satu multiplek dengan multiplek lainya ditutup menggunakan solasi, supaya bisa menghasilkan plat sebaik mungkin
Gambar 2.14 Celah antar multiplek ditutup dengan solasi Bracing
Balok Suri
Pekerjaan pembesian dilakukan dengan cara memasang tulangan terlebih dahulu baru kemudian tembereng dipasang. Urutan dalam proses penulangan balok dan plat beton adalah sebagai berikut:
1) Tulangan lapangan di letakkan di tempat pembesian
2) Tulangan lapangan atas, diangkat kemudian disatukan dengan tulangan tumpuan atas yang berasal dari balok sebelahnya menggunakan kawat bendrat
Gambar 2.15 Pemasangan tulangan lapangan
3) Setelah tulangan lapangan atas, kemudian tulangan lapangan bawah disambungkan dengan tulangan tumpuan bawah yang juga berasal dari balok sebelah dengan menggunakan bendrat.
4) Setelah itu, sengkang dimasukkan ke dua tulangan dengan cara merapatkan tulangan atas dan tulangan bawah, sehingga sengkang mudah masuk. Sambungan sengkang ditempatkan bersilang seperti gambar dibawah ini.
Gambar 2.16 Letak sambungan sengkang
5) Setelah semua sengkang masuk, sengkang mulai disatukan dengan menggunakan bendrat. Penyatuan sengkang dengan tulangan utama dimulai dari kedua tumpuan kemudian ke tengah
6) Setelah semua sengkang terikat ke tulangan, beton decking dipasang dibawah sengkang supaya tebal selimut beton yang direncanakan tercapai.
7) Tembereng dan begisting plat kemudian dipasang sesuai dengan yang ada di shop drawing
8) Setelah tembereng dan begisting plat terpasang, penulangan plat dan pemasangan sengkang sepihak dilaksanakan
Gambar 2.18 Pemasangan tulangan plat
9) Dibawah tulangan plat juga dipasang beton decking supaya tebal selimut beton yang direncanakan dapat dipenuhi
Gambar 2.19 Pemasangan Beton Decking
Pengawasan pada pekerjaan pembesian dilakukan secara visual dengan membandingkan hasil pekerjaan di lapangan dengan shop drawing. Pengawasan dilakukan terhadap jumlah tulungan tumpuan dan lapangan, diameter tulangan, diameter sengkang, jarak antar sengkang, perletakan sambungan sengkang,
d.
Metode Pelaksanaan Pengecoran
Gambar 2.20 Pembagian Zona Lantai 5
Urutan pekerjaan pengecoran balok dan plat adalah sebagai berikut:
1) Area sambungan beton dirapikan dengan menggunakan gerinda terlebih dahulu
Gambar 2.21 Pembersihan lokasi pengecoran
3) Langkah selanjutnya adalah instalasi pipa untuk mengalirkan beton ready mix dari concrete pump ke area pengecoran. Tinggi pipa dari permukaan adalah 20-30 cm
4) Sesaat sebelum dicor, bagian dari beton lama yang akan mengalami kontak langung dengan beton baru diberikan bonding agent supaya beton lama dengan beton baru dapat merekat sempurna
5) Ketika truk ready mix datang, dilakukan pengujian slump dan pengambilan sample. Pengujian slump dilakukan setiap 30 m3. Di
setiap 30 m3 diambil 3 buah benda uji berbentuk kubus.
7) Beton ready mix yang keluar dari pipa langsung diratakan oleh 4-5 orang pekerja menggunakan alat semacam cangkul. Bagian pertama yang ditutupi beton adalah bagian tumpuan
8) Alat ukur yaitu waterpass digunakan untuk memeriksa kedataran pengecoran, apakah sudah sama tinggi dengan plat yang sudah selesai di cor. Salah satu tukang memegang rambu ukur sedangkan surveyor bertugas untuk memeriksa apakah perataan sudah cukup tinggi atau belum
Gambar 2.22 Perataan beton ready mix untuk menutupi tulangan
Gambar 2.23 Pekerjaan floor hardener
Pada lokasi yang diamati terdapat 2 jenis balok yaitu B7 dan BA1. Untuk plat hanya terdapat satu jenis plat yaitu S2. Tulangan yang digunakan pada lokasi yang diamati dapat dilihat di tabel dibawah ini:
Tabel 3.1 Tulangan yang digunakan pada balok di lokasi yang ditinjau
Kode Dimensi (mm)
Tul. Atas Tul. Bawah Sengkang Sepihak
Tum Lap Tum Lap Tum Lap Tum Lap
B7 500 x 1000 14D2
5 6D25 7D25 12D25 D13-125 D13-200
2 D13-125
1 D13-125
BA1 200x400 3D19 3D19 3D19 3D19 D10-125 D10-125 -
-(Sumber : Shop Drawing)
Gambar 2.24 Shop Drawing Balok B7 dan Balok BA1
Tabel 3.2 Tulangan yang digunakan di plat S2
Letak Φ Tulangan
Tulangan Vertikal D10-200
Tulangan Horizontal D10-300
Gambar 2.25 Shop Drawing Plat Lantai S2
2.3 Masalah Yang Dihadapi
Beberapa permasalahan terjadi ketika pekerjaan balok dan plat zona 15 lantai 4 dan 5 dilaksanakan, diantaranya :
1. Pada saat akan dilakukan pengecoran lantai 5, pihak batching plant menginformasikan bahwa persediaan fly ash tidak mencukupi untuk membuat beton ready mix yang dibutuhkan untuk melakukan pengecoran pada hari itu.
2. Pada saat hendak memasang sengkang lantai 4, dapat dilihat bahwa tulangan utama tidak benar-benar lurus. Hal ini dapat berpengaruh kepada kekuatan struktur bila sudah dicor nanti.
2.4 Pemecahan Masalah Yang Diambil
Dari masalah-masalah tersebut diatas, penyelesaian yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
yang dibutuhkan pada hari selanjutnya karena pada hari selanjutnya juga dilakukan pengecoran.