Jalan Jenderal Sudirman 51, Jakarta 12930 Telp. +62 21 570 3306, 572 7615, Faks. +62 21 574 7912 Website : http:www.atmajaya.ac.id E-mail: baaatmajaya.ac.id

Teks penuh

(1)

BUKU SAKU MAHASISWA

PERATURAN

ADMINISTRASI AKADEMIK DAN

ADMINISTRASI KEUANGAN EDISI TAHUN

2011

Jalan Jenderal Sudirman 51, Jakarta 12930

Telp. +62 21 570 3306, 572 7615, Faks. +62 21 574 7912 Website : http://www.atmajaya.ac.id

(2)

i

KATA PENGANTAR

Seorang mahasiswa wajib mengetahui berbagai peraturan akademik dan keuangan yang berlaku di tempat di mana ia studi. Untuk itu buku saku ini disusun.

Buku saku mahasiswa ini merupakan ringkasan dari peraturan akademik tingkat universitas yang dapat dibaca di web site Unika Atma Jaya

http://www.atmajaya.ac.id. Ringkasan yang terdapat dalam buku ini hanya

berisi peraturan tingkat universitas yang berhubungan dengan peraturan akademik, pendaftaran semester, dan keuangan mahasiswa. Peraturan tingkat fakultas, jurusan, dan program studi dapat dilihat di buku saku fakultas atau melalui pengumuman di fakultas.

Buku ini akan dibagikan secara cuma-cuma kepada setiap mahasiswa baru.

Mahasiswa angkatan sebelumnya dapat membaca di website Unika Atma Jaya. Apabila peraturan berubah setelah buku ini dicetak, maka yang berlaku adalah peraturan terbaru. Kami menyadari tidak ada sesuatu yang sempurna, apalagi peraturan dapat berubah secara berkala sesuai dengan perkembangan kondisi yang ada.

Kami senantiasa terbuka dan sangat menghargai masukan ataupun gagasan yang bersifat konstruktif. Oleh karena itu, Anda dapat menyalurkan masukan ataupun gagasan ke Biro Administrasi Akademik.

Jakarta, Juli 2011

(3)

ii

(4)

iii

CATATAN PERUBAHAN BUKU SAKU MAHASISWA EDISI 2011

No. BUKU SAKU MAHASISWA EDISI 2010 BUKU SAKU MAHASISWA EDISI 2011

Hal. Keterangan Hal. Keterangan

1. 2 Tabel Fakultas/Program Studi

Kode 001 – 003 menjadi sekolah pascasarjana Tambahan kode 014 (Profesi Akuntansi) Tambahan kode 015 (manajemen joint degree) Kode 021 – 023 menjadi FIABIKOM

2. 3 Kehadiran kuliah belum ada Ada tambahan Kehadiran kuliah 3. 5 Mencetak KRS di Fakultas pada poin a dan b Pada poin a dan b: 2.00 menjadi 2.25

4. 10 Pembukaan/Penutupan kelas minimum belum ada Ada tambahan Pembukaan/Penutupan kelas minimum 5. 12 Menunda masuk kepaniteraan maksimal dua semester dua semester menjadi empat semester

6. 16 Komponen biaya kuliah poin 1 Pada poin 1 ada tambahan khusus untuk program studi hospitality ditambahkan biaya seragam

7. 18 Penyesuaian biaya kuliah reguler pada poin 1 dan 3

Poin 1 menjadi: Bagi mahasiswa mulai angkatan tahun akademik 2009/2010 biaya kuliah reguler tetap berlaku sampai dengan semester 10 (tidak termasuk Pendidikan Klinik Fakultas Kedokteran). Pada semester kesebelas dan seterusnya mengikuti tarif biaya kuliah tahun akademik 2014/2015. Untuk angkatan 2010/2011 mengikuti tarif biaya kuliah 2015/2016, angkatan 2011/2012 mengikuti tarif biaya kuliah 2016/2017.

Pada poin 3:

angkatan 2003 angkatan 2004

semester genap 2009/2010 menjadi semester genap 2010/2011 8. 21 Contoh menghitung IP mahasiswa FE Contoh menghitung IP mahasiswa FTB

9. 24 Mahasiswa akan putus studi jika sampai batas akhir seluruh semester maksimumnya belum menyelesaikan seluruh perkuliahannya, kecuali...

Mahasiswa akan putus studi jika sampai batas akhir seluruh semester maksimumnya belum menyelesaikan seluruh perkuliahannya dan tidak ada perpanjangan masa studi.

10. 24 Tabel rumus perhitungan P sks ada pada point 1 Tabel rumus perhitungan P sks dipindahkan setelah poin 6 11. 25 Tanda *) pada poin 5 dan 6 dan keterangan tanda *) [diberlakukan mulai dari

mahasiswa angkatan 2003]

Tanda *) pada poin 5 dan 6 dan keterangan tanda *) [diberlakukan mulai dari mahasiswa angkatan 2003] dihilangkan

12. 26 Biaya Semester Padat Biaya mengikuti semester padat berdasarkan ketentuan yang berlaku 13. 30 Tabel penetapan batas nilai TOEFL/Atma Jaya English Language Test belum ada Ada tambahan tabel penetapan batas nilai TOEFL/Atma Jaya English Language

(5)

4

PIMPINAN UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA

Rektor

Prof. Dr. F. G. Winarno

Wakil Rektor I

Dr. Magdalena Surjaningsih Halim, Psi.

Wakil Rektor II

Dr. Sri Hasnawati

Wakil Rektor III

Drs. Yohanes Temaluru, M.Psi.

Wakil Rektor IV

(6)

5

PEMBANTUPIMPINAN UNIVERSITAS

Pastor Atma Jaya

Rm. V. Adi Prasojo, Pr.

Kepala Biro Administrasi Akademik

dr. Binawati Hadikusuma, M.S.

Kabag. Pendaftaran

Drs. Bambang Heru

Kabag. Pendataan

Winarto, S.Sos.

Kabag. Administrasi Pendidikan

M.F. Kuntjorowati

Kepala Biro Sistem Informasi Manajemen

Maria Virgin Tapoona, S.Kom

Kepala Biro Akuntansi dan Keuangan

Dra. Thio Anastasia Petronila, Akt., M.M.

Kabag. Akuntansi

Pintor P. Siahaan, S.E.

Kabag. Keuangan

Nurjaya, S.E.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia

(7)

6

Kabag. Adm. Kesejahteraan dan Hubungan Industrial

F. Susapto Basuki, S.H., M.H.

Kabag. Rekrutmen, Diklat & Jenjang Karir

Stefanus Sumar, S.Pd.

Kepala Biro Kemahasiswaan, Alumni, dan Pembimbingan Karir Mahasiswa

Kristianto P. Halomoan, S.H., M.H.

Kepala Biro Pengembangan Prasarana dan Sarana

Philipus Novi Purwanto

Kabag.Pengadaan

Yosephine Trimurtini da Gomez, B.Sc.

Kabag. Rumah Tangga

M. G. Widyastuti

Kabag. Pemeliharaan Gedung dan Sarana Fisik

Robertus Suyanto

Kepala Sekretariat Rektorat

(8)

7

Koordinator Perpustakaan

Diao Ai Lien, Ph.D.

Kabag. Perpustakaan Ilmu Sosial Kemasyarakatan

Johana Maria HennyWiludjeng, S.H., M.H.

Kabag. Perpustakaan Ilmu Bahasa dan Budaya

Bida Kus Supartina, S.I.P.

Kabag. Perpustakaan Ilmu Kedokteran dan Kesehatan

Drs. Agustinus Yosef Sugiyanto

Kepala UPT Penerbit Atma Jaya

FelixYoseph Lengkong, Ph.D.

Koordinator UPT Matakuliah Pengembangan Kepribadian

Drs. Kasdin Sihotang, M.Hum.

Kepala UPT Pusat Komputer

Danny Natalies, S.T

Kepala UPT Pusat Pengajaran Bahasa

Paulina Chandrasari Kusuma, M.Hum.

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU Ketua

Ir. St. Nugroho Kristono, M.T.

Kepala Pusat Peningkatan dan Pengembangan Aktivitas

Instruksional (P3AI)

dr. Liliana Sugiharto, M.S, PAK

Kepala Pusat Monitoring dan Evaluasi Internal (Monevin)

(9)

8

Kepala Pusat Eksplorasi dan Pemberdayaan Data

Ir. JosefTjahyo Baskoro, MSE

Kepala Pusat Pengembangan Sistem

(10)

9

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT

Ketua

Dr. A. Prasetyantoko

Wakil Ketua

Lamtiur H. Tampubolon, Ph.D.

Kepala Pusat Kajian Pembangunan Masyarakat

Dr. Clara R.P. Jogyati Ajisuksmo, M.Sc.

Kepala Pusat Pengembangan Etika

Dr. phil. Mikhael Dua

Kepala Pusat Kajian Bahasa dan Budaya

Yassir Nasanius Tjung, Ph.D.

Kepala Pusat Penelitian Kesehatan

dr. Sheella R. Bororing, Sp.PK

Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Dr.phil. Eric Mulyadi Santosa

Kepala Pusat HIV/AIDS

(11)

10

PROGRAM PASCASARJANA

Direktur

Dr.phil. Hana R. G. Panggabean

Ketua Program Studi Linguistik Terapan

Bahasa Inggris

Prof. Bahren Umar Siregar, Ph.D.

Ketua Program Studi Manajemen

Dr. Sofian Sugioko, S.E., M.M.

Ketua Program Studi Magister Profesi Psikologi

(12)

11

FAKULTAS EKONOMI

Dekan Dr. Eddy Haryadi, M.T.M.I.

Wakil Dekan I

Dr. Siti Saadah, M.T.M.I.

Wakil Dekan II

Margaretha Harsono K., S.E., M.E.

Wakil Dekan III

Andreas J. Ata Ujan, M.A., Ph.D.

Ketua Program Studi Manajemen

Dra. Yunia Panjaitan, M.M.

Ketua Program Studi Akuntansi

Loh Wenny Setiawati, S.E., M.Ak.

Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan

(13)

12

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

Dekan

Drs. Dominikus Dolet Unaradjan, M.A.

Wakil Dekan I

Dr. Y.M. Dorien Kartikawangi, M.Si.

Wakil Dekan II

Drs. Sahat Sitohang, M.S.

Wakil Dekan III

(14)

13

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Dekan

Prof. Dr. Laura F.N. Sudarnoto

Wakil Dekan I

Dr. Luciana, M.Ed.

Wakil Dekan II

Dra. Liria Tjahaja, M.Si.

Wakil Dekan III

Dra. V. M. Nilawati Hadisantosa, M.Hum.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris

Dr. Y. M. Harsono

Ketua Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi

Drs. Matheus Beny Mite, M.Hum., Lic.Th.

Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling

P.V. Sriyani Wikarta, S.Pd.

Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

(15)

14

FAKULTAS TEKNIK

Dekan

Prof. Hadi Sutanto, Ph.D.

Wakil Dekan I

Ir. HarliantoTanudjaja, M.Kom.

Wakil Dekan II

Dr. Ir. P.J. Prita Dewi Basoeki

Wakil Dekan III

Drs. Agustinus Silalahi, M.Si.

Ketua Jurusan Teknik Mesin

Ir. Isdaryanto Iskandar, M.Sc.

Ketua Jurusan Teknik Elektro

Ir. Melisa Mulyadi, M.T.

Ketua Jurusan Teknik Industri

(16)

15

FAKULTAS HUKUM

Dekan

Dr. Yanti Fristikawati, SH., M.Hum.

Wakil Dekan I

Johanes Sardadi S., S.H., M.H.

Wakil Dekan II

Asmin Fransiska, S.H., LL.M.

Wakil Dekan III

(17)

16

FAKULTAS KEDOKTERAN

Dekan

dr. Felicia Kurniawan, M.Kes.

Wakil Dekan I

Dr. dr. Soegianto Ali, M.Med.Sc.

Wakil Dekan II

dr. Nanny Djaja, M.S., Sp.GK

Wakil Dekan III

(18)

17

FAKULTAS PSIKOLOGI

Dekan

Dr.phil. Juliana Murniati, M.Si.

Wakil Dekan I

Laurensia Harini Tunjungsari, M.Psi.

Wakil Dekan II

Dr. Margaretha Purwanti, Psi.

Wakil Dekan III

(19)

18

FAKULTAS TEKNOBIOLOGI

Dekan

Dr. Diana Elizabeth Waturangi, M.Si

Wakil Dekan I

Yanti, Ph.D.

Wakil Dekan II

Susan Soka, M.Sc.

Wakil Dekan III

(20)

19

VISI

UNIKA

ATMA

JAYA

Universitas mempunyai visi menjadi perguruan tinggi terkemuka yang memiliki keunggulan akademik dan profesional di tingkat nasional dan internasional dan yang secara konsisten mewujudkan perpaduan antara iman kristiani, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta budaya Indonesia dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

MISI

UNIKA

ATMA

JAYA

Universitas mengemban misi:

1. Menyelenggarakan pendidikan akademik dan profesi untuk pengembangan ilmu, profesionalisme, dan karakter peserta didik; 2. Menyelenggarakan penelitian dasar dan terapan untuk kemajuan

ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya (IPTEKS);

3. Mendarmabaktikan keahlian dalam bidang IPTEKS untuk kepentingan masyarakat;

4. Mengelola pendidikan tinggi secara efektif dan efisien dalam suasana akademikyang beretika dan bermartabat.

TUJUAN

Universitas mempunyai tujuan:

1. Menghasilkan lulusan yang profesional, berintegritas tinggi, peduli pada kepentingan masyarakat, berorientasi global, dan tanggap pada kemajuan IPTEKS;

2. Menghasilkan karya ilmiah dan penelitian yang dipublikasikan dan menjunjung tinggi hak atas kekayaan intelektual (HAKI);

3. Melaksanakan kegiatan pengabdian yang bermanfaat bagi masyarakat;

4. Mengembangkan organisasi yang sehat dan transparan;

5. Mengembangkan sumber daya manusia yang profesional dan yang merasa bangga menjadi bagian dari Unika Atma Jaya.

(21)

20

KLASIFIKASI MAHASISWA

1. Mahasiswa Aktif adalah mahasiswa yang belajar di Unika Atma Jaya untuk mencapai gelar akademik;

Setiap mahasiswa memiliki NIM (Nomor Induk Mahasiswa) yang dibedakan berdasarkan angkatan dan fakultas/program studinya masing-masing, contoh: 2009-012-125

2009 : Angkatan/ tahun masuk

021 : Kode Fakultas/ Program Studi 125 : Nomor urut pendaftaran

Kode Nama Fakultas/Program Studi Kode Nama Fakultas/Program Studi

001 Pascasarjana (S2) - LTBI 033 FKIP - Ilmu Pendidikan Teologi

002 Pascasarjana (S2) - MM 034 FKIP - Bimbingan dan Konseling

003 Pascasarjana (S3) - LTBI 035 FKIP-Pendidikan Guru SD

004 Pascasarjana (S2) - MPsi 041 FT-Teknik Mesin

011 FE - Manajemen 042 FT - Teknik Elektro

012 FE - Akuntansi 043 FT-Teknik Industri

013 FE - Ekonomi Pembangunan 050 FH - Ilmu Hukum

021 FIA - Ilmu Administrasi Niaga 060 FK - Pendidikan Dokter

022 FIA- Ilmu Komunikasi 070 F P - Psikologi

023 FIA - Hospitality (Pariwisata) 080 FTB - Biologi

(22)

21

2. Mahasiswa Pendengar; Seorang mahasiswa aktif dari suatu Program Studi di Unika Atma Jaya bisa mengikuti kuliah di suatu mata kuliah di program studinya atau program studi lain yang bukan merupakan mata kuliah wajib di kurikulum program studi tersebut dengan maksud menambah pengetahuan pribadinya. Mahasiswa ini tidak diwajibkan mengambil ujian dan memenuhi peraturan akademik lainnya karena tidak akan mendapat nilai dari mata kuliah ini. Nilainya akan tercantum dengan Simbol P yang berarti berstatus sebagai mahasiswa Pendengar.

Persyaratan untuk menjadi mahasiswa pendengar adalah: a. Terdaftar sebagai mahasiswa aktif di Program Studinya. b. Mahasiswa harus terlebih dahulu berkonsultasi dengan PA

nya setelah disetujui mahasiswa menghadap pimpinan Fakultas dimana matakuliah yang akan didengar ditawarkan untuk mendapatkan izin.

c. Biaya SKS untuk mata kuliah pendengar ditetapkan sebesar 50% dari Biaya Kuliah SKS (BKS) sesuai dengan program studi dan angkatannya serta diwajibkan membayar Biaya Kuliah Pokok (BKP) apabila pada semester tersebut tidak ada komponen BKP dalam pembayaran biaya kuliahnya.

Rencana Pengambilan Mata kuliah (RPM)

Setiap semester mahasiswa wajib mengisi Rencana Pengambilan Mata Kuliah yang diselenggarakan pada sekitar bulan Mei dan Oktober melalui sistem intranet atau internet. Formulir RPM diambil, diisi, dicatat nomor booking dan dikembalikan ke Bagian Pendaftaran.

RPM akan digunakan untuk memperkirakan jumlah peminat pada setiap mata kuliah yang akan disajikan pada semester yang akan datang sehingga sedapat mungkin penyediaanjumlah kelas dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

(23)

22 Kartu Hasil Studi (KHS)

Kartu Hasil Studi merupakan informasi tentang hasil studi mahasiswa pada semester yang bersangkutan. KHS dibagikan sekitar dua minggu sebelum awal kuliah semester ganjil dan sekitar satu bulan sebelum awal kuliah semester genap.

Pembagian KHS dilakukan selama dua hari yaitu:

1. Hari pertama untuk mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Program Pascasarjana;

2. Hari kedua untuk mahasiswa fakultas lainnya.

Untuk mengambil KHS mahasiswa harus menyerahkan Bukti Pengambilan KHS yang terdapat di Kartu Aktivitas Kuliah.

Pengambilan KHS dapat diwakilkan asalkan disertai dengan Bukti PengambilanKHS.

Mahasiswa yang masih memiliki utang biaya kuliah tidak mendapat KHS yang berisi daftar nilai tetapi tercantum jumlah nilai utangnya. Jadwal lengkap pembagian KHS akan diumumkan melalui pengumuman ketika berlangsung ujian akhirsemester. Mahasiswa yang tidak dapat mengambil KHS sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, masih dapat dilayani setelah semua pembagian KHS terjadwal berakhir.

Penasihat Akademik (PA)

(24)

23

Pendaftaran Semester dan Konsultasi dengan Penasihat Akademik (PA)

Pendaftaran Semester meliputi tahap:

1. Pra KRS

Mahasiswa memperbaiki dan atau menyetujui (approve)

pengambilan matakuliah yang dilakukan pada saat RPM.

Proses ini dilakukan lewat sistem komputer (intranet ataupun internet).

2. Mencetak KRS di Fakultas

Proses pencetakan KRS terbagi:

a. Mahasiswa yang IPS ^ 2,00 tidak wajib berkonsultasi dengan PA untuk approve pengambilan mata kuliahnya (tergantung kebijakan fakultas). Sistem secara otomatis mengapprove (auto approve).

Mahasiswa langsung ke sekretariat fakultas untuk proses pencetakan KRS.

b. Mahasiswa yang IPS < 2,00 wajib bertemu PA untuk konsultasi dan meminta approve pra KRS-nya. Selanjutnya mahasiswa ke sekretariat fakultas untuk proses pencetakan KRS.

c. Mahasiswa S-2 dan S-3 tidak wajib berkonsultasi dengan PA untuk proses approve pengambilan matakuliah, selanjutnya mahasiswa ke sekretariat pascasarjana untuk proses pencetakan KRS.

3. Pembayaran di Bank

Mahasiswa setelah mendapat KRS melakukan pembayaran di Bank. Pembayaran biaya kuliah terbagi menjadi:

a. Pada saat pendaftaran KRS: mahasiswa membayar Biaya Pendaftaran Semester (BPS), Biaya IKM dan Biaya Kuliah Pokok (BKP).

(25)

24

Batas waktu pembayaran tahap a dan b sesuai dengan lembar petunjuk pendaftaran KRS yang dibagikan pada awal semester.

Bagi mahasiswa yang sudah pasti pengambilan SKS nya dan tidak melakukan Batal dan atau Tambah, dapat melakukan pembayaran seluruh Biaya Kuliah saat pendaftaran KRS.

Keterlambatan pembayaran dari tanggal yang telah ditentukan akan dikenakan sanksi denda sebesar 10% darijumlah kewajiban pembayaran.

4. Pendaftaran KRS bagi mahasiswa yang tinggal tunggu ujian/tugas akhir/skripsi/tesis/disertasi

a. Mahasiswa hanya bisa daftar tunggu ujian jika sudah pernah mengambil dan menyelesaikan tugas akhir/ skripsi/tesis/disertasi dengan melampirkan surat yang menyatakan telah selesai skripsi/tesis/disertasi dan siap diuji dari pembimbing.

b. Mahasiswa yang tinggal tunggu ujian/tugas akhir/ skripsi/tesis/disertasi namun belum melakukan pendaftaran KRS sampai Batal Tambah dikenakan denda sebesar biaya IKM + biaya pendaftaran semester.

c. Mahasiswa hanya boleh tunggu ujian maksimal selama satu semester saja, bila lebih dari satu semester akan dikenakan denda sebesar biaya skripsi/tugas akhir/ tesis/disertasi dan mengambil skripsi kembali meskipun skripsi tersebut tinggal diujikan.

(26)

25

5. Penyerahan KRS ke Bagian Pendaftaran

a. Mahasiswa menyerahkan KRS dan bukti pembayaran di Bank yaitu BSM (Bukti Setor Mahasiswa) ke Bagian Pendaftaran. Apabila melakukan pembayaran via ATM, lampirkan strookATM pada BSM;

b. KRS akan diproses menjadi Kartu Aktivitas Kuliah dan secara resmi mahasiswa akan terdaftar pada setiap mata kuliah yang telah tercantum di Kartu Aktivitas Kuliah;

c. Mahasiswa akan menerima Kartu Aktivitas Kuliah, KRS, dan BSM. Periksa kembali apakah mata kuliah yang tercantum di KRS telah sesuai dengan mata kuliah yang tercantum di Kartu Aktivitas Kuliah. Apabila terdapat ketidaksesuaian, mahasiswa wajib segera mengurus di Bagian Pendaftaran. Kelalaian atas hal ini menjadi tanggung jawab mahasiswa sendiri;

d. Proses pendaftaran dinyatakan selesai setelah mahasiswa menerima Kartu Aktivitas Kuliah.

Jadwal pendaftaran semester per angkatan ditetapkan setiap semester melalui "Petunjuk Pendaftaran Semester" yang dibagikan kepada setiap mahasiswa bersamaan dengan pembagian KHS.

Apabila mahasiswa tidak mendapat Petunjuk tersebut, senantiasa dapat diminta di Bagian Pendaftaran. Oleh karena itu, tidak ada alasan apa pun yang dapat dipakai untuk menghindar dari jadwal yang telah ditetapkan.

Terlambat Menyerahkan KRS dan Terkena Sanksi Administrasi

Mahasiswa yang terlambat menyerahkan KRS ke Bagian Pendaftaran, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, akan terkena sanksi berupa denda administrasi sebesar 10% dari jumlah (BPS + IKM + BKP).

(27)

26

Batas akhir keterlambatan ini lihat petunjuk pendaftaran KRS semester. Selewat batas waktu tersebut mahasiswa tidak boleh mendaftar di semester tersebut.

Terlambat Menyerahkan KRS dan Terkena Sanksi Tidak Boleh Mendaftar

Seperti telah ditetapkan di atas bahwa mahasiswa yang belum menyerahkan formulir KRS ke Bagian Pendaftaran (dan dengan sendirinya belum memiliki Kartu Aktivitas Kuliah pada semester yang berlaku) seperti yang tercantum pada Petunjuk Pendaftaran Semester akan dikenakan sanksi tidak boleh mendaftar KRS di semester tersebut.

Sanksi tersebut merupakan prosedur yang bersifat otomatis dan mahasiswa tidak akan terdaftar pada semester itu atau berstatus bolos.

Mahasiswa dan Masalah Keuangan

Mahasiswa sewaktu-waktu dapat menghubungi Kepala Biro Akuntansi dan Keuangan (BAK) untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan kewajiban keuangannya, misalnya: tertundanya pembayaran karena kiriman uang dari orangtua terlambat, permohonan mengangsur uang kuliah, dll.

Oleh karenanya, alasan keuangan tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk mendapatkan dispensasi pendaftaran KRS.

PROSES BATAL/TAMBAH

Pendaftaran Batal dan atau Tambah sampai dengan cetak KBT di Fakultas, lihat pengumuman menjelang masa KBT.

1 . Penyerahan KBT ke Bagian Pendaftaran

a. Mahasiswa menyerahkan KBT dan Kartu Aktivitas Kuliah yang lama ke Bagian Pendaftaran;

(28)

27

c. Mahasiswa akan menerima Kartu Aktivitas Kuliah, dan KBT. Mahasiswa harus memeriksa kembali apakah mata kuliah yang tercantum di KBT telah sesuai dengan mata kuliah yang tercantum di Kartu Aktivitas Kuliah. Apabila terdapat ketidaksesuaian, mahasiswa wajib segera mengurus di Bagian Pendaftaran. Kelalaian atas hal ini menjadi tanggung jawab mahasiswa sendiri.

2. Terlambat Menyerahkan KBT

Mahasiswa yang telah melakukan proses Batal/Tambah di Fakultas namun terlambat menyerahkan formulir KBT ke Bagian Pendaftaran, status mata kuliahnya akan kembali seperti semula yaitu sesuai dengan pendaftaran KRS-nya.

MUNDUR

Mundur meliputi dua kategori:

1. Mundur Mata Kuliah, yaitu mahasiswa Mundur satu atau beberapa mata kuliah yang telah diambilnya;

2. Mundur Kuliah, yaitu mahasiswa Mundur dari semua mata kuliah yang telah diambilnya tanpa mendapat penambahan masa studi;

Ketentuan Mundur

a. Mahasiswa yang baru mulai kuliah pada semester pertama tidak dapat melakukan Mundur Kuliah.

b. Untuk setiap mata kuliah yang Mundur mahasiswa akan mendapat nilai "M", yang berarti "Mundur" dan nilai ini tidak ikut diperhitungkan dalam perhitungan IPS/IPK;

(29)

28

Masa Mengajukan Mundur

Masa untuk mengajukan Mundur adalah satu hari setelah berakhirnya masa Batal/Tambah hingga dua minggu sebelum dimulainya Ujian Tengah Semester (UTS).

Pengembalian Biaya

a. Mahasiswa yang Mundur Mata Kuliah tidak mendapat pengembalian uang kuliah.

b. Mahasiswa yang Mundur Kuliah mendapat pengembalian biaya kuliah yaitu biaya SKS nya saja.

c. Apabila karena satu dan lain hal mahasiswa semester pertama harus menggunakan fasilitas ini, dia tidak akan mendapat pengembalian uang kuliah apa pun juga.

Prosedur Pengajuan Mundur

a. Mahasiswa mengambil formulir permohonan Mundur di Bagian Pendaftaran (lihat kalender akademik).

b. Mahasiswa mengisi formulir dan minta tanda tangan dari para pejabat yang tercantum di formulir tersebut.

c. Mahasiswa harus melunasi seluruh hutangnya (bila ada). d. Menyerahkan formulir Mundur ke Bagian Pendaftaran.

CUTI KULIAH

1 . Ketentuan Cuti Kuliah

a. Mahasiswa baru di semester pertama tidak dapat mengambil cuti kuliah.

b. Apabila karena satu dan lain hal mahasiswa pada semester pertama tidak dapat mengikuti kuliah sama sekali, kepadanya akan diberikan nilai M (mundur) untuk seluruh mata kuliah yang diambilnya tetapi tidak akan mendapat pengembalian biaya kuliah apa pun dan tidak akan mendapat tambahan masa studi. c. Mahasiswa yang berstatus Cuti Kuliah harus memiliki Kartu

(30)

29

2. Kesempatan Cuti Kuliah

a. Mahasiswa memiliki kesempatan cuti kuliah sebanyak banyaknya 4 (empat) semester untuk S1 dan 2 (dua) semester untuk S2 dan S3, selama masa studinya.

b. Setiap kali SK cuti kuliah hanya dapat diberikan untuk masa satu semester sehingga mahasiswa yang akan mengambil cuti kuliah lebih dari satu semester harus mengajukan kembali formulir cuti kuliah setiap semester sesuai dengan jadwal pendaftaran semester.

c. Mahasiswa dapat mengambil cuti kuliah maksimum 2 semester berturut-turut. Jika diperlukan untuk cuti kuliah lebih dari 2 semester berturut-turut, perlu mendapatkan ijin dari Pimpinan Fakultas.

3. Masa Pengajuan Cuti Kuliah

a. Masa pengajuan cuti kuliah dimulai ketika pendaftaran KRS dan berakhir pada hari terakhir penyerahan formulir KBT ke Bagian Pendaftaran.

b. Mahasiswa yang belum mengajukan cuti kuliah hingga proses KBT berakhir, masih dapat mengajukan cuti kuliah hingga hari terakhir masa Mundur, atau sampai dengan dua minggu sebelum dimulainya UTS, dengan dikenakan sanksi administrasi yaitu membayar denda administrasi sebesar 100% dari biaya cuti kuliah.

c. Mahasiswa yang telah berstatus aktif kuliah tidak dapat meminta cuti kuliah setelah masa Batal Tambah berakhir, dia hanya dapat Mundur Kuliah.

d. Setelah berakhirnya masa Mundur, mahasiswa tidak diperkenankan mengambil cuti kuliah dan akan dikenakan sanksi dengan status membolos.

4. Biaya Cuti Kuliah

a. Biaya cuti kuliah adalah sebesar BPS + IKM.

(31)

30

c. Mahasiswa yang terlambat mengajukan cuti kuliah dikenakan sanksi administrasi sebesar 100% dari biaya cuti kuliah.

5. Prosedur Cuti Kuliah

a. Mahasiswa mengambil formulir permohonan cuti kuliah di Bagian Pendaftaran.

b. Mahasiswa mengisi formulir dan minta tanda tangan dari para pejabat yang tercantum di formulir tersebut;

c. Mahasiswa harus melunasi seluruh utangnya (bila ada); d. Membayar biaya cuti kuliah sebesar BPS + IKM kecuali bagi

mahasiswa yang tinggal menulis skripsi/tesis/disertasi ditambah lagi dengan BKP;

e. Menyerahkan formulir Cuti Kuliah dan BSM ke Bagian Pendaftaran;

f. Kartu Aktivitas Kuliah, dengan status Cuti Kuliah, dan Surat Keputusan Cuti yang dikeluarkan oleh Wakil Rektor I, dapat diambil satu minggu setelah penyerahan formulir cuti kuliah.

g. Khusus mahasiswa FK yang telah lulus SKed dan akan masuk kepaniteraan klinik, boleh mengambil cuti (menunda masuk kepaniteraan) maksimal dua semester, dengan ketentuan:

- Jika mahasiswa cuti satu semester, mahasiswa boleh langsung masuk klinik.

- Jika mahasiswa cuti dua semester, mahasiswa harus mengulang OSCE dan SOCA Komprehensif.

- Jika mahasiswa cuti 3 sampai 4 semester, mahasiswa harus mengulang dan lulus ujian teori blok sistem secara komprehensif dan mengulang OSCE dan SOCA komprehensif. Biaya ujian dibebankan kepada mahasiswa.

(32)

31 MEMBOLOS KULIAH

1. Mahasiswa dinyatakan Membolos Kuliah apabila tidak terdaftar pada suatu semester, termasukyang terlambat mendaftar KRS dan terlambat mengajukan Cuti Kuliah;

2. Semester pada saat mahasiswa membolos, diperhitungkan sebagai masa studi;

3. Bila Mahasiswa yang membolos kuliah ingin mendaftar kembali, harus mengajukan permohonan aktif kembali kepada pimpinan fakultas. Apabila pimpinan fakultas menyetujui permohonan tersebut, mahasiswa dapat melakukan pendaftaran kembali, pada masa pendaftaran KRS;

4. Mahasiswa angkatan 2007 dan sebelumnya, apabila membolos lebih dari 2 semester; untuk permohonan aktif kembali harus mengajukan ke Warek I melalui pimpinan fakultas.

5. Mahasiswa yang permohonan aktif kembalinya disetujui, dikenakan sanksi denda membolos sebagai berikut:

a. mahasiswa yang masih mengambil matakuliah/skripsi/tesis/ disertasi, dikenakan denda sebesar: BPS + IKM + BKP untuk setiap semester yang bersangkutan membolos, sesuai dengan biaya kuliah di program studi dan angkatannya;

b. mahasiswa yang tinggal tunggu ujian dan baru pertama kali terdaftar tunggu ujian dikenakan sanksi denda sebesar: BPS + IKM + BKP dan biaya skripsi/tesis/disertasi untuk setiap semester yang bersangkutan membolos, sesuai dengan biaya kuliah di program studi dan angkatannya;

6. Mahasiswa S1 (mulai angkatan 2008) yang membolos kuliah berturut-turut selama 2 (dua) semester dianggap telah mengundurkan diri sebagai mahasiswa Unika Atma Jaya; Sedangkan untuk angkatan 2007 dan sebelumnya yang membolos 4 semester berturut-turut dianggap mengundurkan diri.

7. Untuk mahasiswa S2 semua angkatan yang membolos berturut turut selama 2 (dua) semester dianggap telah mengundurkan diri sebagai mahasiswa Unika Atma Jaya.

(33)

32

KREDIT LEWAT UJIAN PENYETARAAN/UJIAN KHUSUS

1. Pengertian

Kredit melalui Ujian Penyetaraan/Ujian Khusus adalah kredit yang diperoleh melalui pembuktian kemampuan dan kompetensi yang dimiliki mahasiswa yang diakui kesetaraannya dengan kompetensi yang akan dicapai dalam sasaran belajar dari mata kuliah tertentu.

2. Tujuan

Memberi kesempatan kepada mahasiswa yang telah memiliki pengalaman akademik dalam bidang tertentu yang mendukung perkuliahan di program studinya sehingga mahasiswa dapat mempercepat penyelesaian studi.

Syarat-syarat Pengajuan Kredit Melalui Ujian Penyetaraan/ Ujian Khusus

a. Jumlah kredit yang diambil dalam satu semester maksimal 24 SKS termasuk kredit melalui ujian penyetaraan/ujian khusus.

b. Mata kuliah yang dimintakan untuk kredit melalui ujian penyetaraan/ujian khusus harus didaftar dalam KRS dan tercantum dalam Kartu Aktivitas Kuliah semester berjalan.

c. Hasil ujian pada kredit melalui ujian penyetaraan/ujian khusus minimal B. Jika tidak mencapai nilai tersebut, mahasiswa wajib mengikuti mata kuliah tersebut dalam kelas reguler.

Waktu Pengajuan, Pelaksanaan dan Pengumuman Kredit Melalui Ujian Penyetaraan/ Ujian Khusus

1. Mahasiswa mengajukan permohonan kepada Pimpinan Fakultas sebelum pendaftaran KRS. Jika Pimpinan Fakultas setuju, permohonan tersebut diteruskan kepada Wakil Rektor

I.

2. Pelaksanaan ujian kredit melalui ujian penyetaraan/ujian khusus harus selesai sebelum masa Batal Tambah.

(34)

33

3. Pembayaran

Pembayaran kredit melalui ujian penyetaraan/ujian khusus seperti pengambilan mata kuliah reguler.

BIAYA KULIAH

Terdiri dari:

1. Sumbangan Pengembangan Pendidikan (SPP): hanya diwajibkan satu kali ketika mahasiswa diterima sebagai mahasiswa Unika Atma Jaya, baikdia sebagai mahasiswa baru atau sebagai mahasiswa pindahan dari internal UAJ (pindah antar Prodi dan atau fakultas) maupun perguruan tinggi lain;

2. Biaya Kuliah Pokok (BKP): biaya kuliah yang dibayarkan untuk setiap semester; kecuali mahasiswa yang sedang cuti, skripsi, tunggu ujian/wisuda;

3. Biaya Kuliah SKS (BKS): tarif perhitungan per SKS untuk setiap matakuliah yang diambil mahasiswa pada suatu semester yang berjalan. Biaya kuliah SKS: jumlah SKS yang diambil pada semester yang berjalan dikalikan dengan tarif per SKS;

4. Biaya Kuliah Paket (Paket): biaya kuliah yang berlaku secara paket bagi program studi tertentu untuk setiap satu semester tanpa memperhitungkan jumlah SKS mata kuliah yang diambil pada semesteryang bersangkutan;

5. Biaya Pendaftaran Semester (BPS): merupakan biaya wajib untuk mendaftar pada setiap semester;

6. Iuran Kegiatan Mahasiswa (IKM): merupakan iuran untuk kegiatan ekstra kurikuler mahasiswa dan wajib dibayar setiap semester;

(35)

34

Komponen Biaya Kuliah yang Harus Dibayar Oleh Mahasiswa

1. Mahasiswa baru pada semester pertama harus membayar: (a) SPP, (b) BPS, (c) IKM, (d) BKP, (e) BKS/Paket, sesuai dengan jumlah SKS yang diambil pada semester yang bersangkutan, dan (f) biaya Pengenalan Kampus.

2. Mulai semester kedua mahasiswa harus membayar: (a) BPS, (b) IKM, (c) BKP, dan (d) BKS/ Paket, sesuai dengan jumlah SKS yang diambil pada semesteryang bersangkutan;

3. Mahasiswa yang telah menyelesaikan dan lulus seluruh mata kuliah dan hanya tinggal menulis skripsi atau tugas akhir saja membayar: (a) BPS, (b) IKM, (c) BKS skripsi;

4. Mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliah dan lulus seluruh perkuliahannya termasuk skripsi/tugas akhir dan hanya tinggal menunggu pelaksanaan ujian skripsi/tugas akhir atau ujian komprehensif diwajibkan membayar: (a) BPS dan (b) IKM. Mahasiswa wajib melampirkan bukti telah selesai penulisan skripsi/Tugas Akhirnya;

5. Mahasiswa program studi Profesi Dokter diwajibkan membayar: (a) BPS, (b) IKM, (c) BKP, (d) Paket selama 4 semester berturut-turut, kecuali mengambil cuti kuliah;

6. Mahasiswa program studi Profesi Dokter yang belum dapat menyelesaikan kepaniteraan dalam jangka waktu empat semester,

mulai semester ke-5 dan seterusnya, untuk setiap semester,

diwajibkan membayar: (a) BPS (b) IKM (c) BKP;

7. Komponen biaya kuliah mahasiswa pascasarjana ditetapkan dengan peraturan tersendiri.

(36)

35

Biaya Lain-lain

1. Khusus mahasiswa Program Studi Ilmu Pendidikan Teologi tidak lagi dikenakan BKS skripsi karena sudah termasukdalam biaya kuliah Paket namun hanya berlaku untuk satu semester saja. Apabila dalam waktu satu semester skripsinya belum selesai maka mahasiswa harus membayar biaya kuliah Paket lagi walaupun (misalnya) pada semester tersebut tidak ada mata kuliah lainnya. Pembayaran biaya kuliah paket ini harus disertai dengan pembayaran BPS, IKM.

2. BKS mahasiswa pendengar ditetapkan sebesar 50% dari BKS mata kuliahnya sesuai dengan Program Studi dan angkatannya. Apabila mahasiswa hanya mengambil mata kuliah sebagai pendengar diwajibkan membayar BKP walaupun pada semester tersebut dia hanya mengambil mata kuliah sebagai pendengar saja tanpa ada mata kuliah lainnya atau pun skripsi/tugas akhir.

3. Biaya pembuatan transkrip ditetapkan sebesar Rp 25.000 (Bahasa Indonesia)/Rp. 40.000 (Bahasa Inggris) untuk setiap kali permohonan dan pada saat itu sekaligus akan diberikan satu lembartranskrip asli dan 4 (empat) lembar legalisisr. Biaya dan peraturan tentang ini dapat berubah sewaktu-waktu dan akan diumumkan di Bagian Pendaftaran.

4. Biaya pembuatan ijazah mulai 1 Agustus 2008 ditetapkan sebesar Rp 75.000,00 (tujuh puluh lima ribu rupiah) untuk program Sarjana Strata Satu dan Rp 125.000,00 (seratus dua puluh lima ribu rupiah) untuk program Pascasarjana. Biaya ini meliputi: biaya pembuatan dan pengurusan ijazah, folder ijazah, plastik pelindung ijazah, dan transkrip nilai berbahasa Indonesia serta berbahasa Inggris).

5. Biaya cetak ulang Kartu Aktivitas Kuliah dan atau Kartu Identitas Mahasiswa saat ini ditetapkan masing-masing sebesar Rp 25.000, (dua puluh lima ribu rupiah) untuksetiap kali permohonan.

6. Biaya ujian skripsi/komprehensif, tesis dan disertasi ditetapkan dengan peraturan tersendiri.

(37)

36

Penyesuaian Biaya Kuliah

Pada dasarnya biaya kuliah diusahakan tidak mengalami perubahan dalam kurun waktu tertentu asalkan situasi dan kondisi perekonomian atau moneter nasional dalam keadaan stabil. Namun demikian, mengingat adanya faktor inflasi yang akan berakibat pada meningkatnya biaya pelaksanaan pendidikan maka perlu ditetapkan peraturan khusus mengenai penyesuaian biaya kuliah sebagai berikut:

1. Bagi mahasiswa mulai angkatan tahun akademik 2009/2010 biaya kuliah tetap berlaku sampai dengan semester 10. Pada semester kesebelas dan seterusnya mengikuti tarif biaya kuliah tahun akademik 2014/2015.

2. Dalam keadaan darurat (force majeur) Pimpinan Universitas dapat melakukan penyesuaian biaya kuliah dengan pertimbangan faktor inflasi yang berakibat pada meningkatnya biaya pelaksanaan pendidikan. Penyesuaian ini tidak berlaku otomatis dan hanya akan dilakukan apabila dianggap perlu.

Besarnya penyesuaian biaya kuliah akan ditetapkan sesuai dengan perkembangan situasi ekonomi nasional namun demikian diusahakan seminimal mungkin dengan memperhatikan kepentingan mahasiswa dan kelangsungan hidup lembaga.

3. Khusus mahasiswa angkatan 2003 masa berlaku biaya kuliah adalah 7 tahun atau 14 semester terhitung sejak tahun pertama. Angkatan 2003 berakhir pada semester genap 2009/2010, mulai tahun ke-8 apabila mahasiswa mendapatkan perpanjangan studi (maksimal 2 semester) biaya kuliah naik setingkat ke tahun angkatan berikutnya.

MAHASISWA PINDAHAN

1. Mahasiswa pindahan program S-1 yang berasal dari:

a. Unika Atma Jaya dapat pindah ke program studi yang diminati di lingkungan Unika Atma Jaya (satu kali saja) dengan syarat memenuhi ketentuan dari program studi yang dituju;

(38)

37

2. Status akreditasi program studi asal mahasiswa pindahan, minimal harus sama dengan program studi yang dituju, kecuali untuk pindahan intern Unika Atma Jaya.

3. Proses penerimaan mahasiswa pindahan program S-1 dilakukan hanya pada semester ganjil. Waktu pendaftaran bagi mahasiswa pindahan disesuaikan dengan jadwal penerimaan mahasiswa baru. 4. Mahasiswa pindahan wajib mengikuti dan lulus tes masuk mahasiswa

baru dan jumlah kredit yang dapat disetarakan maksimal 60 SKS. 5. Nilai mahasiswa pindahan yang diakui (penyetaraan) harus

diserahkan ke Universitas (Warek I) paling lambat sebelum UTS semester I.

6. Besarnya SPP (Sumbangan Pengembangan Pendidikan) adalah sesuai tarif mahasiswa baru kelompok C, sebagai berikut:

a. Untuk mahasiswa pindahan antar program studi di lingkungan Unika Atma Jaya diwajibkan membayar SPP dengan persentase sebagai berikut:

- Tahun angkatan > satu tahun dan < dua tahun diwajibkan membayar SPP sebesar 40% dari SPP mahasiswa baru di program studi yang dituju;

- Tahun angkatan > dua tahun diwajibkan membayar SPP sebesar 60% dari SPP mahasiswa baru di program studi yang dituju.

b. Untuk mahasiswa pindahan dari luar Unika Atma Jaya diwajibkan membayar SPP sesuai dengan tarif SPP untuk mahasiswa baru di program studi yang dituju;

MACAM-MACAM NILAI

Dalam sistem kredit semester nilai hasil evaluasi diberikan dalam bentuk huruf dengan pengertian sebagai berikut:

(39)

38

Di samping itu terdapat pula simbol-simbol H, M, dan P, yang semuanya tidak ikut dihitung dalam Indeks Prestasi, dengan penjelasan berikut:

H= Hutang, nilai ini diberikan kepada mahasiswa karena dia belum memenuhi semua syarat yang diharuskan oleh dosen yang bersangkutan.

Mahasiswa wajib menghubungi dosennya untuk melengkapi kekurangan tersebut. Batas akhir perbaikan nilai H adalah hari pertama perkuliahan semester berikutnya. Setelah batas akhir dilampaui, nilai H yang belum diubah akan otomatis menjadi E. Tanggung jawab untuk memperbaiki nilai H ini terletak pada mahasiswa, dosen, dan fakultas.

M = Mundur, nilai ini diberikan kepada mahasiswa yang mundur dari mata kuliah yang bersangkutan.

P= Pendengar, nilai ini diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti suatu mata kuliah dengan status sebagai Pendengar pada program studi yang sama dalam peminatan berbeda.

Ujian Susulan

Mahasiswa yang karena sakit dan atau mendapat musibah pada hari pelaksanaan Ujian dapat mengajukan permohonan ujian susulan kepada Pimpinan Fakultas dengan menyertakan bukti-bukti pendukung dan sesuai dengan peraturan di fakultas masing-masing.

Indeks Prestasi

Indeks prestasi adalah nilai rata-rata dari seluruh mata kuliah yang telah diambil oleh mahasiswa. Indeks prestasi dibedakan antara Indeks Prestasi Semester (IPS), yaitu nilai rata-rata dari satu semester, dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), yaitu nilai rata-rata dari seluruh mata kuliah yang pernah diambil. Untuk menghitung IPS digunakan seluruh nilai pada semester yang bersangkutan sedangkan untuk menghitung IPKdigunakan (hanya) nilai tertinggi dari setiap mata kuliah yang pernah diambil.

(40)

39

HURUF ANGKA RENTANG NILAI

A 4 8 0 - 1 0 0

Indeks Prestasi (IP) dihitung dengan formula sebagai berikut:

£ N X K =

E

K

di mana:

K = kredit mata kuliah

N = nilai setelah dikonversikan ke angka

Contoh: Menghitung IP mahasiswa Fakultas Ekonomi program studi Akuntansi pada semester 1

(41)

40

Batasan Pengambilan Kredit per Semester

Jumlah kredit yang boleh diambil oleh mahasiswa tiap semester ditentukan oleh Indeks Prestasi Semester (IPS). Mulai semester ganjil 2008/2009 pedoman pengambilan kredit ditentukan sebagai berikut:

Indeks Prestasi Semester (IPS)

Jangkauan Jumlah KreditYang Dapat Diambil

Penghargaan Akademik (hanya untuk program Sarjana)

Mahasiswa yang memiliki prestasi akademik yang tinggi akan diberikan penghargaan akademik. Penghargaan ini diberikan berdasarkan persyaratan: memiliki IPK minimal 3,50 dari sejumlah kredit minimum yang telah diperolehnya pada suatu semester sebagai berikut:

(42)

41

1 . Perhitungan potongan penghargaan akademik berdasarkan KHS terakhir semester ganjil dan semester genap. Bagi mahasiswa yang mengambil Semester Padat, IPKakan diperhitungkan pada semester genap.

2. Mahasiswa yang mengambil cuti kuliah tetap mendapatkan potongan penghargaan akademik pada waktu aktif kuliah kembali. Mahasiswa yang membolos/mendapat sangsi akademik akan kehilangan hak mendapatkan potongan penghargaan akademik.

3. Penghargaan yang diberikan berupa sertifikat dan potongan uang kuliah untuksemester berikutnya sebesar:

a. 10% (BKP+BKS/Paket) bila IPKnya 3,50 - 3,74 b. 25% (BKP+BKS/Paket) bila IPKnya 3,75 - 3,89 c. 50% (BKP+BKS/Paket) bila IPKnya 3,90 - 4,00

4. Pemberian penghargaan cincin kepada lulusan S1, S2 dan S3 dengan kriteria:

a. Memiliki IPK > 3,71 untuk S1 dan IPK > 3,80 untuk S2 dan S3

b. Lama studi = lama studi tepat waktu + 1 semester, yaitu maksimal 9 semester(S1), 5 semester (S2), 7 semester (S3). Apabila mahasiswa pernah mengambil cuti, maka cuti tidak diperhitungkan sebagai masa studi.

c. Tidak pernah mendapat nilai D dan E untuk tiap mata kuliah d. Aktif dalam organisasi kemahasiswaan, dll

e. Memiliki kepribadian yang baik

f. Mendapat persetujuan dari Dekan Fakultas (S1)/Direktur Pascasarjana (S2 & S3) untukditetapkan sebagai penerima cincin penghargaan

g. Pemberian cincin penghargaan hanya diberikan kepada 3 (tiga) orang mahasiswa tiap program studi, setiap wisuda.

Batas Waktu Studi

(43)

42

Mahasiswa akan putus studi jika sampai batas akhir seluruh semester maksimumnya belum menyelesaikan seluruh perkuliahannya, kecuali untuk S1 angkatan 2003 yang masih dimungkinkan diberikan perpanjangan masa studi maksimal 2 semester. Permohonan perpanjangan masa studi disampaikan kepada Warek I dan belum pasti disetujui. Mulai angkatan > 2003 tidak ada perpanjangan masa studi lagi.

Apabila mahasiswa mengambil cuti kuliah sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku maka masa cuti kuliah tersebut tidak diperhitungkan sebagai bagian dari masa studinya.

Evaluasi Keberhasilan Studi dan Putus Studi

(khusus mahasiswa FKangkatan > 2006 berlaku ketentuan tersendiri).

Untuk menghindari kegagalan setelah bertahun-tahun belajar dengan biaya yang cukup besar, maka diciptakan suatu mekanisme di mana mahasiswa diberikan peringatan-peringatan mengenai hasil studinya sebelum mereka dinyatakan putus studi; Walaupun dapat terjadi mahasiswa dinyatakan putus kuliah tanpa pernah mendapatkan peringatan sebelumnya karena justru dia "jatuh" pada saat evaluasi.

Evaluasi keberhasilan studi untuk mahasiswa program Sarjana dilakukan secara bertahap sebagai berikut:

1 . Evaluasi Pertama, berupa teguran lisan oleh PA apabila pada akhir semester satu IPK dari minimal P SKS terbaiknya tidak mencapai 2,00;

E SKS untuk menempuh S-1 Program Studi

P = ---

E semester maksimum untuk menyelesaikan program studi

Untuk bilangan pecahan > 0.5 dibulatkan keatas dan < 0.5 dibulatkan kebawah

(44)

43

3. Evaluasi Ketiga, berupa teguran tertulis dari pimpinan Fakultas apabila pada akhir semester tiga IPK dari 3 x P SKS terbaiknya tidak mencapai 2,00;

4. Evaluasi Keempat, berupa keputusan putus studi secara tertulis dari pimpinan Universitas berdasarkan usulan dari Dekan Fakultas yang bersangkutan, apabila pada akhir semester empat (termasuk semester padat), IPK dari 4 x P SKS terbaiknya tidak mencapai

2,00;

5. Evaluasi Kelima*), berupa pernyataan putus studi secara tertulis

dari pimpinan Universitas berdasarkan usulan dari Dekan Fakultas yang bersangkutan, apabila pada akhir semester enam (termasuk semester padat), IPK dari 6 x P SKS terbaiknya tidak mencapai

2,00;

6. Evaluasi Keenam*), berupa pernyataan putus studi secara tertulis dari pimpinan Universitas berdasarkan usulan dari Dekan Fakultas yang bersangkutan, apabila pada akhir semester delapan (termasuk semester padat), IPK dari 8 x P SKS terbaiknya tidak mencapai 2,00;

[*) diberlakukan mulai dari mahasiswa angkatan 2003]

Contoh: Menentukan P SKS bagi mahasiswa Fakultas Psikologi

Jumlah SKS untuk menempuh S1 di Fakultas Psikologi adalah 144 SKS dan jumlah semester maksimum program studi Ilmu Psikologi adalah 1 4 semester sehingga perhitungannya sebagai berikut:

1 4 4 SKS

--- = 1 0 , 2 9 SKS 1 4 semester

(45)

44

Mahasiswa Pascasarjana Mengambil Mata

Kuliah di S-1

Mahasiswa Program Pascasarjana yang diwajibkan mengambil mata kuliah di program S-1 dikenakan pembayaran SKS mata kuliah S-1 sesuai dengan tarif SKS yang berlaku di program S-1 tersebut sedangkan untuk BKP dan SKS mata kuliah S-2 sesuai dengan tarif yang berlaku di Program Pascasarjana.

Apabila mahasiswa ini pada suatu semester hanya mengambil mata kuliah S-1 saja maka BKP-nya tetap mengikuti tarifyang berlaku di Program Pascasarjana.

SEMESTER PADAT Pengertian

a. Semester Padat adalah semester sisipan antara semester ganjil dan genap pada program S-1 yang kegiatan pelaksanaannya dipadatkan menjadi 2 (dua) kali tatap muka dalam satu minggu selama 2 (dua) bulan.

b. Semester Padat tidak selalu diselenggarakan. Penyelenggaraan Semester Padat tergantung pada kebutuhan dan kondisi dari masing-masing program studi.

c. Karena merupakan semester sisipan dan tidak selalu diselenggarakan, maka semester padat bukan suatu kewajiban untuk diikuti oleh semua mahasiswa melainkan sebagai penawaran yang dapat mempercepat kelulusan.

Tujuan Penyelenggaraan

Tujuan penyelenggaraan Semester Padat adalah:

a. Untuk mempersingkat masa studi mahasiswa b. Untukmemperbaiki nilai mahasiswa.

Waktu Penyelenggaraan Semester Padat

a. Semester Padat diselenggarakan pada jeda waktu antara 2 semester regular (ganjil dan genap) selama 2 (dua) bulan.

(46)

45

Syarat Mengikuti Semester Padat

a. Terdaftar sebagai mahasiswa Unika Atma Jaya.

b. Mahasiswa yang sedang cuti kuliah atau dalam status membolos dapat mengikuti Semester Padat.

c. Mahasiswa dapat mengambil maksimum 4 (empat) mata kuliah dan atau jumlah SKS tidak lebih dari 1 0 SKS. Mata kuliah skripsi dan tugas akhir tidak disajikan dalam semester padat.

d. Mahasiswa diijinkan untuk melakukan batal atau mundur, tetapi tidakdiijinkan untukmenambah mata kuliah.

Biaya Mengikuti Semester Padat

a. Biaya Kuliah Pokok (BKP) sebesar 25% dari tarif di Semester Reguler. b. Biaya SKS Semester Padat sama dengan Biaya SKS Semester Reguler. c. Khusus bagi mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Teologi

dibebaskan dari kewajiban membayar BKP, hanya membayar uang kuliah paket saja.

Nilai

Pada Semester Padat tidak ada nilai H.

UJIAN ULANGAN KHUSUS Tujuan

Untuk membantu mahasiswa mempercepat penyelesaian studinya.

Mata Kuliah yang dapat diambil

1. Semua mata kuliah yang pernah diambil tapi tidak lulus kecuali skripsi, tugas akhir, mata kuliah yang membutuhkan pengalaman lapangan, dan keterampilan khusus.

2. Ujian Ulangan Khusus tetap dapat dimintakan meskipun mata kuliah tersebut tidak ditawarkan pada semester berjalan atau semester yang akan datang.

(47)

46

Syarat-syarat Pengajuan Ujian Ulangan Khusus

1 . Mahasiswa telah menyelesaikan skripsi atau tugas akhir. 2. Mahasiswa masih memiliki mata kuliah yang belum memenuhi

persyaratan kelulusan di program studinya.

3. Bila masa studi masih ada, mahasiswa dapat mengusulkan Ujian Ulangan Khusus maksimal 2 mata kuliah.

4. Bila masa studi telah habis, mahasiswa dapat mengusulkan Ujian Ulangan Khusus maksimal 5 mata kuliah.

5. Ujian Ulangan Khusus hanya boleh dimintakan satu kali dan

dilaksanakan pada semester yang diminta, selama berstatus sebagai mahasiswa.

Waktu Pengajuan, Pelaksanaan dan Pengumuman Ujian Ulangan Khusus

1 . Permohonan Ujian Ulangan Khusus diajukan oleh Pimpinan Fakultas kepada Wakil Rektor I sebelum KRS sampai dengan masa KRS.

2. Ujian Ulangan Khusus dilaksanakan sebelum masa Batal Tambah. 3. Hasil Ujian Ulangan Khusus diumumkan kepada mahasiswa dan

diserahkan kepada BAA sebelum masa Batal Tambah.

4. Jika tidak lulus mahasiswa masuk ke kelas reguler untuk mata kuliah yang ditawarkan atau cuti kuliah bila mata kuliah tersebut tidak ditawarkan, apabila masih mempunyai masa studi.

5. Jika tidak lulus, sedangkan masa studi telah habis maka dianjurkan untuk mengundurkan diri.

Pembayaran

Mahasiswa wajib membayar biaya Ujian Ulangan Khusus sesuai dengan pengambilan mata kuliah reguler, yaitu:

a. Biaya Pendaftaran b. IKM

c. Biaya Kuliah Pokok

(48)
(49)

48

Predikat Kelulusan Program Sarjana

IPK sebagai dasar penentuan predikat kelulusan program sarjana adalah:

a. 2,00 - 2,75 memuaskan

b. 2,76 - 3,50 sangat memuaskan

c. 3,51 - 4,00 dengan pujian

Predikat kelulusan "dengan pujian" ditentukan juga dengan memperhatikan masa studi maksimum yaitu 9 (sembilan) semester. Mereka yang IPKnya antara 3,51-4,00 namun masa studinya melampaui 9 (sembilan) semester, predikat kelulusannya menjadi

"sangat memuaskan" saja.

Predikat Kelulusan Program Pascasarjana

Predikat kelulusan/yud/c/um untuk program magister adalah seperti berikut:

a. 2,75-3,40 memuaskan

b. 3,41 - 3,70 sangat memuaskan c. 3,71 - 4,00 dengan pujian

Nilai minimal untuk tesis pada jenjang magister adalah 2.70 (B-). Untuk mendapatkan predikat "dengan pujian" (cum laude) masa studi mahasiswa tidak boleh lebih dari 5 (lima) semester

Predikat kelulusan/yudicium untuk program doktor adalah seperti berikut:

a. 3,00 - 3.40 memuaskan

b. 3,41 - 3.70 sangat memuaskan c. 3,71 - 4.00 dengan pujian

(50)

49

PENGATURAN JAM AWAL KULIAH

Jam awal kuliah mahasiswa program sarjana (S1) pada tiap Program Studi adalah pukul 07:00 dengan pengaturan sebagai berikut:

1 . Program Studi yang kurikulumnya mayoritas 2 sks, mengatur waktu kuliah berdasarkan kelipatan 2, yaitu mulai kuliah awal pukul 07:00 - 08:40, selanjutnya pukul 09:00 - 10:40 dan seterusnya.

2. Program Studi yang kurikulumnya mayoritas 3 sks, mengatur waktu kuliah berdasarkan kelipatan 3, yaitu mulai kuliah awal pukul 07:00 - 09:30, selanjutnya pukul 10:00 - 12:30 dan seterusnya. Untuk kuliah jam (IV) dan jam (V) maju 1 5 menit lebih awal.

Untuk jam kuliah mahasiswa Program pascasarjana dapat dilihat di sekretariat Program Pascasarjana.

JAM MATAKU Ll AH

2 SKS 3 SKS

1 07:00 s.d. 08:40 07:00 s.d. 09:30

II 09:00 s.d. 10:40 10:00 s.d. 12:30

III 11:00 s.d. 12:40 13:00 s.d. 15:30

IV 13:00 s.d. 14:40 15:45 s.d. 18:15

V 15:00 s.d. 16:40 18:30 s.d. 21:00

VI 17:00 s.d. 18:40

VII 19:00 s.d. 20:40

(51)

50 PERATURAN LAIN-LAIN

Kalender Akademik dapat dilihat pada Kalender Akademik Saku yang dibagikan pada setiap Mahasiswa.

Dilarang Merokok:

Unika Atma Jaya menetapkan peraturan dilarang merokok di lingkungan kampus Unika Atma Jaya. Peraturan pelaksanaan larangan merokok di lingkungan Kampus disajikan dalam bentuk pelanggaran dan sanksi, seperti:

Merokok pada tempat yang tidak diizinkan:

- Kampus semanggi dan Pluit, seperti ruang kuliah, ruang kerja ruang laboratorium, selasar gedung, ruang parkir, kantin dan semua area di dalam kampus.

Sanksi bagi mahasiswa:

1 . Pelanggaran pertama, mendapat teguran lisan dan dicatat nomor mahasiswanya.

2. Pelanggaran kedua, berupa peringatan tertulis.

3. Pelanggaran ketiga, dikeluarkan dari seluruh kegiatan akademik (perkuliahan, praktikum, responsi atau ujian) pada semester berjalan.

4. Pelanggaran keempat, dihentikan sementara statusnya sebagai mahasiswa (skorsing) dan dikenakan pidana seperti yang diatur dalam SK Gubernur No.75 tahun 2005 tentang Kawasan dilarang merokok, yaitu pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 50.000.000,- (limapuluh juta rupiah).

(52)

51

Dilarang Memakai Sandal Jepit:

Figur

Tabel Fakultas/Program Studi

Tabel Fakultas/Program

Studi p.4
Tabel 1

Tabel 1

p.38
Tabel pengaturanjam kuliah:

Tabel pengaturanjam

kuliah: p.50

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :
Outline : MACAM-MACAM NILA