• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JEN (2)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JEN (2)"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

I. Ruang Lingkup

Dokumen 'DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM DIREKTORAT JEN (2)' ini menetapkan standar geometri untuk ruas jalan bebas hambatan jalan tol, meliputi jalan utama, jalan penghubung, simpang susun, geometri pelataran tol dan gerbang tol, serta tempat istirahat dan pelayanan. Standar ini berlaku untuk jalan tol di perkotaan dan antarkota, memberikan pedoman komprehensif untuk perencanaan dan pembangunan infrastruktur jalan tol yang aman, nyaman, dan efisien.

II. Acuan Normatif

Standar ini merujuk pada berbagai peraturan perundang-undangan di Indonesia, termasuk Undang-Undang RI No. 38 Tahun 2004 dan No. 22 Tahun 2009 tentang jalan, serta Peraturan Pemerintah terkait. Selain itu, standar ini juga mengacu pada panduan internasional seperti AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) tahun 2001. Rujukan-rujukan ini memastikan kesesuaian standar dengan peraturan yang berlaku dan praktik terbaik internasional dalam perencanaan geometri jalan.

III. Istilah dan Definisi

Bagian ini mendefinisikan istilah-istilah teknis yang krusial dalam konteks perencanaan geometri jalan tol, seperti alinyemen horizontal dan vertikal, badan jalan, bahu jalan, drainase jalan, ekivalensi mobil penumpang (emp), faktor K, berbagai jenis gerbang tol, klasifikasi jalan berdasarkan kelas dan fungsi, kapasitas jalan, kecepatan rencana, jenis-jenis lajur, lengkung horizontal dan vertikal, LHR (Lintas Harian Rata-rata), median, V/C Ratio, berbagai komponen ruang jalan tol (ruang manfaat, ruang milik, ruang pengawasan), simpang susun, superelevasi, dan banyak lagi. Definisi yang jelas dan ringkas ini sangat penting untuk pemahaman dan penerapan standar secara konsisten.

3.1 - 3.66 Istilah dan Definisi Detail

Sub-bab ini memberikan definisi terperinci untuk setiap istilah teknis yang digunakan dalam dokumen. Penjelasan yang komprehensif ini memastikan tidak ada ambiguitas dalam interpretasi dan aplikasi standar. Contohnya, definisi untuk 'emp' (Ekivalensi Mobil Penumpang) dan 'LHR' (Lintas Harian Rata-rata) sangat penting dalam perhitungan kapasitas jalan dan perencanaan jumlah lajur yang sesuai. Begitu juga dengan definisi untuk berbagai jenis jalan, lengkung, dan komponen simpang susun yang memastikan keseragaman pemahaman dan implementasi dalam proyek.

IV. Ketentuan Umum

Bagian ini menjabarkan persyaratan umum untuk jalan bebas hambatan jalan tol, menekankan aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas. Pemilihan alinyemen (horizontal dan vertikal) harus mempertimbangkan faktor teknis, ekonomi, finansial, dan lingkungan, memastikan keseimbangan antara kebutuhan fungsional dan keberlanjutan lingkungan. Desain jalan harus mampu melayani arus lalu lintas jarak jauh dengan mobilitas tinggi, dan memperhatikan ketersediaan saluran drainase yang memadai. Hal ini memastikan bahwa desain jalan tol memenuhi standar keselamatan dan efisiensi operasi.

4.1 - 4.4 Ketentuan Umum Detail

Sub-bab ini menjelaskan secara detail persyaratan geometri jalan bebas hambatan untuk jalan tol, termasuk pemilihan alinyemen dan desain jalan yang mempertimbangkan aspek teknis, lingkungan, dan ekonomi. Persyaratan ini meliputi aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, serta kesesuaian dengan topografi dan geologi lokasi proyek. Perincian mengenai jenis desain jalan (di atas tanah, layang, terowongan, jembatan, atau kombinasi) berdasarkan kondisi topografi dan lahan juga dijelaskan secara jelas.

V. Ketentuan Teknis Jalan Utama

Bagian ini membahas standar teknis untuk jalan utama jalan tol, meliputi standar menurut fungsi dan kelas jalan, standar kendaraan rencana, standar jumlah lajur, kecepatan rencana, bagian-bagian jalan (ruang manfaat, ruang milik, ruang pengawasan), penampang melintang, jarak pandang, dan alinyemen horizontal dan vertikal. Tabel dan gambar yang disertakan memberikan panduan visual dan numerik yang praktis untuk para profesional di lapangan.

5.1 - 5.10 Ketentuan Teknis Jalan Utama Detail

Sub-bab ini memberikan penjelasan yang detail mengenai berbagai aspek teknis perencanaan jalan utama tol, mulai dari klasifikasi jalan berdasarkan fungsi dan kelasnya, hingga perencanaan geometri jalan yang meliputi penampang melintang, jarak pandang, alinyemen horizontal dan vertikal, dan pertimbangan superelevasi. Tabel-tabel dan gambar-gambar yang disertakan memberikan data numerik dan visual yang penting untuk memastikan perencanaan yang tepat dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Misalnya, Tabel 4 memberikan dimensi kendaraan rencana yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan geometri jalan, dan Gambar 7 hingga 10 memberikan ilustrasi tipikal penampang melintang untuk berbagai kondisi jalan.

VI. Ketentuan Teknis Jalan Penghubung

Bagian ini membahas standar teknis untuk jalan penghubung antara jalan tol dan jalan umum, meliputi standar geometri, pengendalian jalan masuk dan keluar, serta persyaratan tempat istirahat dan pelayanan. Bagian ini penting untuk memastikan integrasi yang lancar antara jalan tol dengan jaringan jalan umum sekitarnya.

VII. Ketentuan Teknis Simpangsusun

Bagian ini merinci standar teknis untuk simpang susun, termasuk persyaratan teknis, standar tipe dan bentuk persimpangan, jarak persimpangan, kecepatan rencana, penampang melintang, perencanaan ramp (termasuk tipe hubungan langsung, setengah langsung, dan tidak langsung), lajur percepatan dan perlambatan, serta taper. Standar ini memastikan keselamatan dan efisiensi lalu lintas di simpang susun.

VIII. Ketentuan Teknis Geometri Pelataran Tol dan Gerbang Tol

Bagian terakhir membahas persyaratan perencanaan geometri pelataran tol dan gerbang tol, menekankan kelancaran arus lalu lintas, keamanan dan efisiensi pengoperasian, serta pandangan bebas. Perencanaan yang tepat untuk area ini sangat penting untuk meminimalkan kemacetan dan meningkatkan efisiensi sistem pengumpulan tol.

Gambar

Gambar 1 .  Dimensi mobil penumpang
Gambar 4 .  Kendaraan truk 3 as
Gambar 10 .  Tipikal potongan melintang jalan bebas hambatan untuk jalan tol layang (elevated)
Gambar 18 .  Diagram ilustrasi komponen untuk menentukan daerah bebas samping
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penyusunan kebijakan teknis, perencanaan, pemrograman, pelaksanaan, evaluasi kegiatan Penelitian dan Pengembangan, layanan Teknologi terapan bidang Sumber Daya Air, Jalan dan

INFORMASI PERSIAPAN JALUR LEBARAN JALAN LINTAS SUMATERA PROVINSI LAMPUNG KETERANGAN RAWAN KEMACETAN RAWAN LONGSOR RAWAN BANJIR ALAT BERAT Jalur Utama Jalur Alternatif Jalan

(2) Pengusahaan jalan tol sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kegiatan pendanaan dan/atau perencanaan teknis dan/atau pelaksanaan konstruksi serta pengoperasian dan

(2) Pengusahaan jalan tol sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi kegiatan pendanaan dan/atau perencanaan teknis dan/atau pelaksanaan konstruksi serta pengoperasian

Pedoman atau tata cara administrasi maupun teknis dalam melaksanakan penetapan fungsi jalan sebagaimana amanat PP No.34 tahun 2006 tentang Jalan Pasal 61 ayat (1)

Rencana umum jaringan jalan tol disusun berdasarkan rencana umum tata ruang wilayah yang mengacu pada sistem transportasi nasional dan terintegrasi dengan rencana

Bangkitan lalu lintas, dampak kebisingan, getaran, emisi yang tinggi, gangguan visual dan dampak sosial. Bangkitan lalu lintas, dampak kebisingan, getaran, emisi yang

jalan nasional dan propinsi dan yang mengalami tingkat kemiskinan tinggi, seperti terlihat pada Gambar 5.13, maka dukungan pengembangan yang tepat diperlukan untuk mendapatkan