• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Manajemen Risiko Di DJP Sosialisa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Proses Manajemen Risiko Di DJP Sosialisa"

Copied!
75
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

2

Deinisi Risiko

Risk =

risque

(bahasa Perancis kuno) “Bahaya, yang didalamnya

mengandung kesempatan.”

Risk =

risque

(bahasa Perancis kuno) “Bahaya, yang didalamnya

mengandung kesempatan.”

Oxford Dictionary: “

The possibility of something bad happening at

some time in the future

”.

Oxford Dictionary: “

The possibility of something bad happening at

some time in the future

”.

ISO/IEC Guide 73: “

The combination of the probability of an

event and its consequences

.”

ISO/IEC Guide 73: “

The combination of the probability of an

event and its consequences

.”

AS/NZS 4360: 2004:

“The Chance of something happening that

will have an impact upon objectives

.”

AS/NZS 4360: 2004:

“The Chance of something happening that

will have an impact upon objectives

.”

Potensi terjadinya suatu peristiwa, baik yang dapat diperkirakan

maupun yang tidak dapat diperkirakan, yang dapat menimbulkan

Dampak Negatif bagi pencapaian visi, misi, tujuan/ sasaran.

(3)

3

MANAJEMEN RISIKO

Pendekatan sistematis untuk

menentukan tindakan terbaik dalam

kondisi ketidakpastian

.

Deinisi Berdasarkan

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.09/2008

RISIKO

Segala sesuatu yang berdampak negatif

terhadap pencapaian tujuan yang

(4)

4

Dasar Hukum

Kebijakan Terkait Manajemen Risiko

Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-7/PJ/2011

tentang Penyampaian Peraturan Menteri Keuangan Nomor

191/PMK.09/2008 tentang Penerapan Manajemen Risiko di

Lingkungan Departemen Keuangan.

Surat Direktur KITSDA nomor S-260/PJ.11/2013 hal

Optimalisasi Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan

Direktorat Jenderal Pajak.

Dicabu

t

Dicabu

t

Surat Direktur KITSDA nomor S-214/PJ.11/2015 tanggal 30

April 2015 tentang Optimalisasi Penerapan Manajemen Risiko

(5)

No

.

Kebijakan

Berdasarkan

S-260/PJ.11/2013 Pokok-Pokok Perubahan

1. Susunan Tim Manajemen

Risiko Kanwil DJP

Koordinator MR di Kanwil DJP: Kepala Bagian Umum dan seluruh Kepala KPP Administrator MR: Kepala Subbagian Bantuan Hukum dan Pelaporan.

KPP

Administrator MR: Kepala Subbagian Umum.

KPDDP/KPDE/KLIP DJP

Belum diatur

Kanwil DJP

Koordinator MR di Kanwil DJP: Nama/NIP dan Jabatan Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan;

Koordinator MR untuk masing-masing KPP: Nama/NIP dan Jabatan Kepala Kantor masing-masing KPP.

Administrator MR di Kanwil DJP: Nama/NIP dan Jabatan Kepala Seksi Administrasi dan

Bimbingan Pemeriksaan.

KPP

Koordinator MR KPP: Nama/NIP dan Jabatan Kepala KPP.

Administrator MR KPP: Nama/NIP dan Jabatan Kepala Seksi Pemeriksaan.

KPDDP/KPDE/KLIP DJP

Koordinator MR KPDDP/KPDE/KLIP DJP: Nama/NIP dan Jabatan Kepala

KPDDP/KPDE/KLIP DJP

Administrator MR KPDDP/KPDE/KLIP DJP: Salah satu Pejabat Eselon IV selain Kepala Subbagian Rumah Tangga, Kepegawaian, dan Kepatuhan Internal.

2. Formulir Laporan

Penerapan Manajemen Risiko

Formulir 1 s.d. 7. Formulir A s.d. E dengan petunjuk teknis

penyusunan laporan penerapan manajemen risiko

3. Pelaporan Loss Event

Database Belum diatur. Penggunaaan formulir Loss Event Database dan

(6)

N

o

Kebijakan

Berdasarkan

S-260/PJ.11/2013 Pokok-Pokok Perubahan

4. Formulir Laporan Pelaksanaan

Penanganan/Mitigasi Risiko

Tidak terdapat kolom

Ukuran Kinerja. Penambahan kolom Ukuran Kinerja. 5. Rapat UPR dan rapat

unit eselon III Belum diatur.

UPR wajib melaksanakan rapat minimal 2 kali dalam 1 periode penerapan MR (semester) yang dipimpin langsung oleh Pemilik Risiko dengan dihadiri oleh minimal perwakilan dari seluruh unit dan/atau unsur di bawah UPR.

6. In-House Training (IHT) Manajemen Risiko

Belum diatur. UPR/KPP/UPT setingkat eselon III wajib

melaksanakan IHT Manajemen Risiko dengan narasumber dari UPR yang bersangkutan minimal satu kali dalam satu periode penerapan MR

(semester) yang mengikutsertakan minimal perwakilan dari seluruh unit dan/atau unsur di bawah UPR.

(7)

N

o

Kebijakan

Berdasarkan

S-260/PJ.11/2013 Pokok-Pokok Perubahan

7. Pelatihan Manajemen Risiko bagi seluruh pegawai

Belum diatur. Pimpinan UPR/KPP/UPT setingkat eselon III harus memastikan bahwa seluruh pegawai telah mengikuti pelatihan/IHT mengenai manajemen risiko.

.

8. Pengintegrasian penerapan

manajemen risiko dalam proses pengambilan keputusan

Belum diatur. Pimpinan UPR/KPP/UPT setingkat eselon III diharapkan untuk mengintegrasikan penerapan manajemen risiko dalam proses pengambilan keputusan di unitnya masing-masing.

9. Pengembangan

Risk Register

Belum diatur. UPR harus mengembangkan risk register yaitu daftar yang berisi seluruh risiko yang telah diidentifikasi dan dinilai sejak manajemen risiko mulai diterapkan

sampai dengan periode berjalan.

10. Mekanisme

penyampaian laporan ke Direktorat KITSDA

Penyampaian laporan dalam bentuk softcopy

tidak diwajibkan

(8)

8

Manajemen

Risiko yang

optimal

SK Tim

Manajemen

Risiko

SK Tim

Manajemen

Risiko

Proses

Penerapan

Manajemen

Risiko

Proses

Penerapan

Manajemen

Risiko

Pelaksanaan

Penanganan/Mitigasi

Risiko

Pelaksanaan

Penanganan/Mitigasi

Risiko

Loss Event

Database

Loss Event

Database

Rapat

manajemen

risiko berkala

Rapat

manajemen

risiko berkala

In-House Training

(IHT) Manajemen

Risiko berkala

In-House Training

(IHT) Manajemen

Risiko berkala

Pelatihan manajemen

risiko untuk seluruh

pegawai

Pelatihan manajemen

risiko untuk seluruh

pegawai

Penerapan MR dalam

proses pengambilan

keputusan

Penerapan MR dalam

proses pengambilan

keputusan

Dokumentasi

proses

manajemen risiko

Dokumentasi

proses

manajemen risiko

Pengembangan

Risk register

Pengembangan

Risk register

1.Pencapai

an tujuan

organisas

i

2.Nilai

TKPMR

(9)

9

Proses Penyusunan

Loss Event Database

(LED)

Proses Pelaksanaan

Penanganan/Mitigasi

Risiko

Tim Manajemen

Risiko

Proses

Penerapan

Manajemen

Risiko

(10)
(11)

11

Pengendalia

n

Tingkat

Kebijakan

Komite

Manajemen Risiko

Ketua Komite : Dirjen Pajak

Anggota I : Sesditjen Anggota II : Dir.

KITSDA

Komite

Manajemen Risiko

Ketua Komite : Dirjen Pajak

Anggota I : Sesditjen Anggota II : Dir.

KITSDA

Direktur KITSDA

(

Ketua Manajemen

Risiko

)

Direktur KITSDA

(

Ketua Manajemen

Risiko

)

Pengendalia

n

Tingkat

Operasional

Eselon II

KPDJP

Eselon II

KPDJP

PPDDP

PPDDP

Kanwil

DJP

Kanwil

DJP

Unit

Pemilik

Risiko

KPP

KPP

Struktur Manajemen Risiko

KLIP

KLIP

KPDE

KPDE

KPDDP

KPDDP

Tim

(12)

12

Tim Manajemen Risiko

Melakukan proses manajemen risiko meliputi proses

Penetapan Konteks, Identiikasi Risiko, Analisis Risiko,

Evaluasi Risiko, Penanganan/Mitigasi Risiko, Monitoring dan

Reviu, dan Komunikasi dan Konsultasi.

Dengan surat

keputusan

(SK) pimpinan

unit kerja

Ditetapkan

setiap

Tahun

Tugas Tim Manajemen

Risiko

Tugas Tim Manajemen

Risiko

SK Kepala

KPP/KPDDP/KPDE/KLIP DJP

untuk KPP/KPDDP/KPDE/KLIP

DJP

SK Sesditjen/Direktur/Kepala

PPDDP/Kepala Kanwil DJP

untuk UPR

Diubah/direvisi

jika terdapat

perubahan

nama jabatan

atau

(13)

13

Unit Kepatuhan Internal (UKI) di Kanwil DJP dan KPP

Permenkeu Nomor

206.2/PMK.01/2014

Tentang Organisasi

dan Tata Kerja Instansi

Vertikal Direktorat

Jenderal Pajak

Permenkeu Nomor

206.2/PMK.01/2014

Tentang Organisasi

dan Tata Kerja Instansi

Vertikal Direktorat

Jenderal Pajak

Kanwil DJP

Kanwil DJP

KPP

KPP

Salah satu tugas dan fungsi

UKI adalah melakukan

pemantauan

pengelolaan/manajemen

risiko

Salah satu tugas dan fungsi

UKI adalah melakukan

pemantauan

pengelolaan/manajemen

risiko

Koordinator

Manajemen

Risiko

Peraturan Direktur

Jenderal Pajak Nomor

PER-42/PJ/2013

Peraturan Direktur

Jenderal Pajak Nomor

PER-42/PJ/2013

Kepala Bagian

Umum

Kasubag Bantuan

Hukum, Pelaporan,

dan Kepatuhan

Internal

Kasubag Bantuan

Hukum, Pelaporan,

dan Kepatuhan

Internal

Kasubag Umum

dan Kepatuhan

Internal

Kasubag Umum

dan Kepatuhan

Internal

Administrat

orManajeme

n Risiko

Administrat

orManajeme

(14)

14

Pemilik Risiko Pemilik

Risiko

Koordinator Manajemen Risiko

Koordinator Manajemen Risiko

Administrator Manajemen

Risiko Administrator

Manajemen Risiko Kantor Wilayah DJP

Kepala Kantor Wilayah DJP Kepala Kantor Wilayah DJP

Kepala Bidang

Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan sebagai Koordinator Manajemen Risiko Kepala Bidang

Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen, dan Penyidikan sebagai Koordinator Manajemen Risiko Seluruh Kepala KPP di lingkungan Kanwil DJP sebagai Koordinator Manajemen Risiko di masing-masing KPP (disebut lengkap) Seluruh Kepala KPP di lingkungan Kanwil DJP sebagai Koordinator Manajemen Risiko di masing-masing KPP (disebut lengkap)

Kepala Seksi Administrasi dan Bimbingan

Pemeriksaan Kepala Seksi Administrasi dan Bimbingan

Pemeriksaan

Seluruh

Pejabat Eselon III dan IV

selain yang telah ditunjuk sebagai

Koordinator Manajemen Risiko dan Administrator Manajemen Risiko, serta pegawai pelaksana yang terlibat dalam

penerapan manajemen risiko

Seluruh

Pejabat Eselon III dan IV

selain yang telah ditunjuk sebagai

Koordinator Manajemen Risiko dan Administrator Manajemen Risiko, serta pegawai pelaksana yang terlibat dalam

penerapan manajemen risiko

2.

2. Setditjen/ Direktora t selain P2Humas dan TIP Setditjen/ Direktora t selain P2Humas dan TIP

Sesditjen/ Direktur Sesditjen/ Direktur

Salah satu Pejabat Eselon III yang ditunjuk

Salah satu Pejabat Eselon III yang ditunjuk

Salah satu

Pejabat Eselon IV di bawah Pejabat Eselon III yang ditunjuk sebagai Koordinator Manajemen Risiko

Salah satu

Pejabat Eselon IV di bawah Pejabat Eselon III yang ditunjuk sebagai Koordinator Manajemen Risiko

3.

3. Direktora t

P2Humas dan TIP Direktora t

P2Humas dan TIP

Direktur P2Humas dan TIP Direktur P2Humas dan TIP

Salah satu Pejabat Eselon III yang ditunjuk sebagai Koordinator Manajemen Risiko

Salah satu Pejabat Eselon III yang ditunjuk sebagai Koordinator Manajemen Risiko

Kepala KLIP DJP/Kepala KPDE sebagai Koordinator Manajemen Risiko KLIP DJP/KPDE

Kepala KLIP DJP/Kepala KPDE sebagai Koordinator Manajemen Risiko KLIP DJP/KPDE

Salah satu

Pejabat Eselon IV di bawah Pejabat Eselon III yang ditunjuk sebagai Koordinator Manajemen Risiko

Salah satu

Pejabat Eselon IV di bawah Pejabat Eselon III yang ditunjuk sebagai Koordinator Manajemen Risiko

(15)

15

No

No Unit KerjaUnit Kerja Pemilik Risiko Pemilik

Risiko

Koordinator Manajemen Risiko

Koordinator Manajemen Risiko

Adiministrator Manajemen

Risiko

Adiministrator Manajemen

Risiko

Anggota Anggota

4.

4. Pusat

Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan (PPDDP) Pusat

Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan (PPDDP)

Kepala PPDDP Kepala

PPDDP Salah satu Pejabat Eselon III selain Kepala Bagian Umum dan Kepatuhan Internal sebagai

Koordinator Manajemen Risiko

Salah satu Pejabat Eselon III selain Kepala Bagian Umum dan Kepatuhan Internal sebagai

Koordinator Manajemen Risiko

Seluruh Kepala KPDDP sebagai Koordinator Manajemen Risiko di masing-masing KPDDP (disebut lengkap)

Seluruh Kepala KPDDP sebagai Koordinator Manajemen Risiko di masing-masing KPDDP (disebut lengkap)

Salah satu Pejabat Eselon IV selain Kepala Subbagian Rumah Tangga,

Kepegawaian, dan

Kepatuhan Internal Salah satu Pejabat Eselon IV selain Kepala Subbagian Rumah Tangga,

Kepegawaian, dan

Kepatuhan Internal

Seluruh Pejabat Eselon III dan IV selain yang telah ditunjuk sebagai Koordinator

Manajemen Risiko dan Administrator Manajemen

Risiko, serta pegawai

pelaksana yang terlibat dalam penerapan

manajemen risiko Seluruh Pejabat Eselon III dan IV selain yang telah ditunjuk sebagai Koordinator

Manajemen Risiko dan Administrator Manajemen

Risiko, serta pegawai

pelaksana yang terlibat dalam penerapan

manajemen risiko 5.

5. KPPKPP Kepala Kanwil DJP (tidak perlu disebutkan) Kepala Kanwil DJP (tidak perlu disebutkan)

Kepala Kantor Pelayanan Pajak

Kepala Kantor Pelayanan

Pajak Kepala Seksi Pemeriksaan Kepala Seksi Pemeriksaan

6.

6. KPDDPKPDDP Kepala KPDDPKepala KPDDP Kepala

PPDDP (tidak perlu disebutkan) Kepala PPDDP (tidak perlu disebutkan) 7.

7. KPDEKPDE Direktur TIP Kepala KPDEKepala KPDE (tidak perlu

disebutkan) Direktur TIP (tidak perlu disebutkan)

8.

8. KLIP DJPKLIP DJP Direktur Kepala KLIP DJPKepala KLIP DJP P2Humas

(tidak perlu disebutkan) Direktur P2Humas (tidak perlu disebutkan)

Salah satu Pejabat Eselon IV selain Kepala Subbagian Rumah Tangga,

Kepegawaian, dan

Kepatuhan Internal Salah satu Pejabat Eselon IV selain Kepala Subbagian Rumah Tangga,

Kepegawaian, dan

Kepatuhan Internal

Seluruh Pejabat Eselon IV selain yang telah

ditunjuk sebagai Administrator Manajemen Risiko, serta pegawai

pelaksana yang terlibat dalam penerapan

manajemen risiko Seluruh Pejabat Eselon IV selain yang telah

ditunjuk sebagai Administrator Manajemen Risiko, serta pegawai

pelaksana yang terlibat dalam penerapan

manajemen risiko

(16)

Unit Kerja

Jabatan Pimpinan Unit Kerja

Nomor Surat Keputusan Unit

Kerja Tahun Penerapan

Manajemen Risiko Jabatan Pimpinan Unit

Kerja

Unit Kerja

Jabatan Pimpinan Unit Kerja Unit

Kerja

(17)

Jabatan Pimpinan Unit Kerja

Unit Kerja

Tahun Penerapan Manajemen Risiko Unit Kerja

Tahun Penerapa Manajemen Risik Jabatan Pimpinan Unit

Kerja

Jabatan Pimpinan Unit Kerja

Unit Kerja Tahun Penerapan

Manajemen Risiko

Jabatan dalam tim manajemen risiko unit kerja yang bersangkutan

• Untuk Sekretariat Direktorat Jenderal/Direktorat yang tidak membina UPT setingkat eselon III: 1) Pemilik Risiko;

2) Koordinator Manajemen Risiko; 3) Administrator Manajemen Risiko. 4) Anggota Tim Manajemen Risiko

•) Untuk Direktorat yang membina UPT setingkat eselon III/Kanwil DJP/PPDDP:

1) Pemilik Risiko;

2) Koordinator Manajemen Risiko; 3) Koordinator Manajemen Risiko

KPP/KPDDP/KPDE/KLIP DJP;

4) Administrator Manajemen Risiko. 5) Anggota Tim Manajemen Risiko

•) Untuk KPP/KPDDP/KPDE/KLIP DJP: 1) Koordinator Manajemen Risiko; 2) Administrator Manajemen Risiko. 3) Anggota Tim Manajemen Risiko

(18)

Unit Kerja

Unit Kerja

Tahun

Penerapan Manajemen Risiko

Jabatan Pimpinan Unit Kerja

Lokasi Unit Kerja

Tanggal tanda tangan

Jabatan Pimpinan Unit Kerja

Nama Pimpinan Unit Kerja

(19)

Jabatan Pimpinan Unit Kerja

Nomor SK

Unit Kerja Tahun Penerapan Manajemen

Risiko

Unit Kerja

Tahun Penerapan Manajemen Risiko

Nama pegawai yang termasuk dalam Tim

Manajemen Risiko beserta dengan NIP

Jabatan pegawai yang termasuk dalam Tim

Manajemen Risiko

Jabatan dalam Tim

Manajemen Risiko dengan urutan mulai dari Pemilik Risiko, Koordinator

Manajemen Risiko, Koordinator Manajemen Risiko KPP/KPDDP/KPDE/KLIP DJP Administrator

Manajemen Risiko, sampai dengan Anggota Tim

Manajemen Risiko

(20)

20

Proses

Penerapan

Manajemen

(21)

21

1

2

3

Periode MR DJP adalah enam bulan sekali yaitu Semester I dan

Semester II. Laporan Penerapan MR (Identiikasi, analisis,

evaluasi, rencana mitigasi, dan monitoring) harus selesai disusun

sebelum periode tersebut dimulai.

Proses penilaian risiko dan perencanaan mitigasi risiko harus

melalui koordinasi dengan seluruh Tim MR di masing-masing

UPR/KPP/KPDDP/KPDE/KLIP DJP. Koordinasi harus dalam bentuk

rapat dan didokumentasikan dalam bentuk LHR, nota dinas, dsb.

Laporan penerapan manajemen risiko UPR diterima oleh Direktur

KITSDA paling lama tanggal 15 bulan pertama semester yang

dimaksud, yaitu pada tanggal 15 Januari dan 15 Juli. Softcopy

Laporan Penerapan Manajemen Risiko UPR dengan tipe ile

Microsoft Excel Worksheet (.xlsx) agar disampaikan melalui surat

elektronik ke alamat [email protected].

4

Pemilik risiko mengoptimalkan proses Manajemen Risiko di

lingkungan UPR dan unit vertikal atau UPT yang dibina sesuai

dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 191/PMK.09/2008

tentang Penerapan Manajemen Risiko di Lingkungan Departemen

Keuangan dan menyampaikan laporan penerapan manajemen

risiko kepada Direktur KITSDA.

(22)

22

Dasar Penyusunan Proil Risiko

Sasaran strategis yang

terdapat pada peta

strategi Sekretariat

Direktorat Jenderal.

Sasaran strategis yang

terdapat pada peta strategi

Direktorat dan khusus untuk

Direktorat TIP ditambah

KPDE serta khusus untuk

Direktorat P2Humas

ditambah KLIP DJP.

Sasaran strategis yang

terdapat pada peta

strategi Kanwil DJP dan

KPP yang menjadi unit

vertikal di bawahnya.

Sasaran strategis yang

terdapat pada peta

strategi PPDDP dan

KPDDP.

Setditjen

Direktor

at

(23)

23

Proses Manajemen Risiko

Kanwil DJP

TIM MR KPP

Formulir

Rencana

Penanganan

Risiko

Generik

Kanwil DJP

Risiko

Generik

Kanwil DJP

KPP dapat menamba

h atau menguran

gi risiko /pilihan rencana mitigasi

Melakukan analisis dan kompilasi atas laporan Manajemen Risiko KPP-KPP dibawahnya .

Melakukan analisis dan kompilasi atas laporan Manajemen Risiko KPP-KPP dibawahnya .

TIM MR KANWIL DJP

Melakukan proses manajemen risiko untuk Kanwil DJP itu sendiri.

Melakukan proses manajemen risiko untuk Kanwil DJP itu sendiri.

Apabila terdapat risiko yang sama dari seluruh KPP

dengan perbedaan level risiko maka risiko tersebut menjadi satu risiko di Kanwil DJP dan level risikonya

ditetapkan oleh Kepala Kanwil DJP selaku Pemilik Risiko atau dengan

menghitung rata-rata level risiko dari masing-masing KPP.

Apabila terdapat risiko yang sama dari seluruh KPP

dengan perbedaan level risiko maka risiko tersebut menjadi satu risiko di Kanwil DJP dan level risikonya

ditetapkan oleh Kepala Kanwil DJP selaku Pemilik Risiko atau dengan

menghitung rata-rata level risiko dari masing-masing KPP.

Jumlah rencana mitigasi Kanwil DJP merupakan gabungan dari rencana mitigasi dari Kanwil DJP dan seluruh KPP dibawahnya Jumlah rencana mitigasi Kanwil DJP merupakan gabungan dari rencana mitigasi dari Kanwil DJP dan seluruh KPP dibawahnya LAPORAN

MANAJEMEN RISIKO KANWIL DJP (FORMULIR A s.d.

E)

Apabila terdapat risiko dari suatu KPP tetapi tidak

terdapat di KPP lain maka risiko tersebut dapat

dimasukkan sebagai risiko Kanwil DJP.

Apabila terdapat risiko dari suatu KPP tetapi tidak

terdapat di KPP lain maka risiko tersebut dapat

dimasukkan sebagai risiko Kanwil DJP.

Dalam hal tidak ada arahan lain dari Pemilik Risiko, penerapan MR dilakukan berdasarkan laporan yang disusun masing-masing unit.

Dalam hal tidak ada arahan lain dari Pemilik Risiko, penerapan MR dilakukan berdasarkan laporan yang disusun masing-masing unit.

(24)

24

Proses MR Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP

TIM MR KLIP/KPDE/KPDDP

Formulir

A s.d. E

Formulir

A s.d. E

Melakukan analisis atas laporan Manajemen Risiko UPT yang dibina. Melakukan analisis atas laporan Manajemen Risiko UPT yang dibina.

TIM MR Dit. P2Humas/Dit

TIP/PPDDP

Melakukan proses manajemen risiko untuk Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP itu sendiri.

Melakukan proses manajemen risiko untuk Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP itu sendiri.

Apabila terdapat risiko yang sama dari seluruh UPT yang dibina dengan perbedaan level risiko maka risiko tersebut menjadi satu risiko di Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP dan level risikonya ditetapkan oleh Dir. P2Humas/Dir. TIP/Kepala PPDDP selaku Pemilik Risiko atau dengan menghitung rata-rata level risiko dari masing-masing UPT.

Apabila terdapat risiko yang sama dari seluruh UPT yang dibina dengan perbedaan level risiko maka risiko tersebut menjadi satu risiko di Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP dan level risikonya ditetapkan oleh Dir. P2Humas/Dir. TIP/Kepala PPDDP selaku Pemilik Risiko atau dengan menghitung rata-rata level risiko dari masing-masing UPT.

Jumlah rencana mitigasi Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP merupakan gabungan dari rencana mitigasi dari Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP dan seluruh UPT yang dibina. Jumlah rencana mitigasi Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP merupakan gabungan dari rencana mitigasi dari Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP dan seluruh UPT yang dibina. LAPORAN

MANAJEMEN RISIKO DIT. P2HUMAS/DIT.

TIP/PPDDP

(FORMULIR A s.d. E)

Apabila terdapat risiko dari suatu UPT tetapi tidak terdapat di UPT lain maka risiko tersebut dapat dimasukkan sebagai

risiko Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP.

Apabila terdapat risiko dari suatu UPT tetapi tidak terdapat di UPT lain maka risiko tersebut dapat dimasukkan sebagai

risiko Dit. P2Humas/Dit. TIP/PPDDP.

Dalam hal tidak ada arahan lain dari Pemilik

Risiko, penerapan MR dilakukan berdasarkan

laporan yang disusun masing-masing unit.

Dalam hal tidak ada arahan lain dari Pemilik

Risiko, penerapan MR dilakukan berdasarkan

laporan yang disusun masing-masing unit.

(25)

25

Proses Manajemen Risiko

Penetapan Konteks

Penetapan Konteks

Identiikasi Risiko

Identiikasi Risiko

Analisis Risiko

Analisis Risiko

Evaluasi Risiko

Evaluasi Risiko

Penanganan Risiko

Penanganan Risiko

(26)

26

Dokumentasi Penerapan

Manajemen Risiko

di Lingkungan DJP

Formulir E - Pelaporan Hasil Monitoring

Formulir D - Monitoring Penanganan Risiko

Formulir C - Rencana Penanganan Risiko

Formulir B - Proses Identiikasi, Analisis, dan Evaluasi Risik

Formulir A - Piagam Manajemen Risiko

(27)

27

Penyederhanaan Formulir Laporan Penerapan

MR

Formulir 1.0

Piagam Manajemen Risiko

Formulir 1.0

Piagam Manajemen Risiko

Formulir A

Piagam Manajemen

Risiko

Formulir A

Piagam Manajemen

Risiko

Formulir 3.0

Risk Register B - Proses

Analisis Risiko

Formulir 3.0

Risk Register B - Proses

Analisis Risiko

Formulir B

Proses Identiikasi,

Analisis, dan Evaluasi

Risiko

Formulir B

Proses Identiikasi,

Analisis, dan Evaluasi

Risiko

Formulir 2.0

Risk Register A - Proses

Identiikasi Risiko

Formulir 2.0

Risk Register A - Proses

Identiikasi Risiko

Formulir 4.0

Risk Register C - Proses

Evaluasi Risiko

Formulir 4.0

Risk Register C - Proses

Evaluasi Risiko

Formulir 5.0

Rencana Penanganan

Risiko

Formulir 5.0

Rencana Penanganan

Risiko

Formulir 6.0

Monitoring Penanganan

Formulir 6.0

Monitoring Penanganan

Formulir 7.0

Pelaporan Hasil

Monitoring

Formulir 7.0

Pelaporan Hasil

Monitoring

Formulir C

Rencana Penanganan

Risiko

Formulir C

Rencana Penanganan

Risiko

Formulir D

Monitoring Penanganan

Risiko

Formulir D

Monitoring Penanganan

Risiko

Formulir E

Pelaporan Hasil

Monitoring

Formulir E

(28)
(29)

29

Lembar Persetujuan

Formulir A

Piagam Manajemen Risiko

Nomor Dokumen:

Disiapkan oleh: Diperiksa oleh: Disetujui oleh:

Jabatan: Jabatan: Jabatan:

... ... ...

Tanggal: Tanggal: Tanggal:

diisi dengan penomoran untuk laporan

sebagaimana telah diatur dalam tata naskah

dinas.

diisi dengan penomoran untuk laporan

sebagaimana telah diatur dalam tata naskah

dinas.

Administrat

or

Manajemen

Risiko

Administrat

or

Manajemen

Risiko

Koordinator

Manajemen

Risiko

Koordinator

Manajemen

Risiko

-

Pemilik Risiko untuk UPR

-

Koordinator Manajemen

Risiko untuk

KPP/KPDDP/KPDE/KLIP DJP

-

Pemilik Risiko untuk UPR

-

Koordinator Manajemen

Risiko untuk

KPP/KPDDP/KPDE/KLIP DJP

Nama

jabatan

struktural

Tanda

tangan

Tanggal

(30)

30

1. Data Umum Penerapan Proses Manajemen Risiko

Informasi mengenai proil Unit Pemilik Risiko (UPR) dan

penerapan proses manajemen risiko pada UPR tersebut.

2. Identiikasi Sasaran

Sasaran yang hendak dicapai organisasi dengan

menggunakan Sasaran Strategis (SS) dalam Peta Strategi DJP.

3. Komposisi Anggota Tim

Berdasarkan surat keputusan tentang Tim Manajemen Risiko.

4. Daftar Pemangku Kepentingan (

stakeholders

)

Eksternal

Pihak-pihak di luar DJP yang memiliki kepentingan dan

berhubungan dengan tugas dan fungsi yang dijalankan UPR.

Formulir A - Piagam Manajemen

(31)

31

5. Daftar Pemangku Kepentingan (

stakeholders

)

Internal

Pihak-pihak di dalam DJP yang memiliki kepentingan dan

berhubungan dengan tugas dan fungsi yang dijalankan

UPR.

6. Daftar regulasi, kebijakan, peraturan, prosedur

terkait

Dasar pelaksanaan tugas dan fungsi UPR untuk

mencapai tujuan.

7. Struktur organisasi Unit Pemilik Risiko

Nama-nama pejabat yang menjadi Pemilik Risiko,

Koordinator MR, dan Administrator MR.

(32)

32

8. Kriteria Risiko

Dasar pengukuran

tingkat konsekuensi dan tingkat

kemungkinan terjadinya risiko (

likelihood

) pada periode MR

yang akan dilalui

Acuan untuk menentukan level risiko (dasar untuk

menganalisis dan mengevaluasi risiko)

Ukuran dapat berupa kuantitatif dan/atau kualitatif

Kriteria konsekuensi risiko

sesuai dengan “deskripsi

konsekuensi risiko”

Kriteria risiko diusahakan bertahan lama (

tidak

berubah-ubah

)

Dasar pengukuran

tingkat konsekuensi dan tingkat

kemungkinan terjadinya risiko (

likelihood

) pada periode MR

yang akan dilalui

Acuan untuk menentukan level risiko (dasar untuk

menganalisis dan mengevaluasi risiko)

Ukuran dapat berupa kuantitatif dan/atau kualitatif

Kriteria konsekuensi risiko

sesuai dengan “deskripsi

konsekuensi risiko”

Kriteria risiko diusahakan bertahan lama (

tidak

berubah-ubah

)

Dibuat untuk

masing-masing risiko

Dibuat setelah seluruh risiko diidentiikasi (sub-kolom

Identiikasi Risiko dalam Formulir B selesai disusun)

Formulir A - Piagam Manajemen

(33)

33

8. Kriteria Risiko

A1. Kriteria Konsekuensi Risiko

No

Level

Konsekuensi

Kriteria Kuantitatif

Kriteria Kualitatif

1.

Rendah

2.

Sedang

dst.

Tinggi

Ukuran dalam bentuk

angka

Ukuran dalam

bentuk

narasi/pernyataan

A2. Dasar Penentuan Kriteria Konsekuensi Risiko

-- dst.

Penjelasan faktor yang menjadi dasar penentuan

kriteria

Misal: FGD, data periode sebelumnya, analisis

subyektif,

benchmarking

DIREKTORAT KEPATUHAN INTERNAL DAN TRANSFORMASI SUMBER DAYA APARATUR

Formulir A

(34)

34

8. Kriteria Risiko

B1. Kriteria Kemungkinan Terjadinya Risiko

No

Level

Kemungkinan

Kriteria Kuantitatif

Kriteria Kualitatif

1.

Rendah

2.

Sedang

dst.

Tinggi

Ukuran dalam bentuk

angka

Ukuran dalam

bentuk

narasi/pernyataan

B2. Dasar Penentuan Kriteria Kemungkinan Terjadinya Risiko

-- dst.

Penjelasan faktor yang menjadi dasar penentuan

kriteria

Misal: FGD, data periode sebelumnya, analisis

subyektif,

benchmarking

DIREKTORAT KEPATUHAN INTERNAL DAN TRANSFORMASI SUMBER DAYA APARATUR

Formulir A

(35)

35

Contoh Tabel Kriteria Konsekuensi

Contoh Tabel Kriteria Konsekuensi

Level

Konsekuensi

Kriteria Kuantitatif

Kriteria

Kualitatif

Rendah

95% dari target

penerimaan pajak

realisasi penerimaan

pajak

-Sedang

90% ≤ realisasi

penerimaan pajak < 95%

dari target penerimaan

pajak

-Tinggi

realisasi penerimaan

pajak < 90% dari target

penerimaan pajak

-DIREKTORAT KEPATUHAN INTERNAL DAN TRANSFORMASI SUMBER DAYA APARATUR

Risiko: “Tingkat kepatuhan Wajib Pajak rendah”

Deskripsi konsekuensi risiko: “Realisasi

penerimaan pajak tidak sesuai dengan target”

Risiko: “Tingkat kepatuhan Wajib Pajak rendah”

Deskripsi konsekuensi risiko: “Realisasi

(36)

36

Contoh Tabel Kriteria Kemungkinan

Terjadinya Risiko

Contoh Tabel Kriteria Kemungkinan

Terjadinya Risiko

Level

Konsekuensi

Kriteria

Kuantitatif

Kriteria Kualitatif

Rendah

-

Jarang terjadi

Sedang

-

Kemungkinan

terjadinya sedang

Tinggi

-

Kemungkinan

terjadinya tinggi

DIREKTORAT KEPATUHAN INTERNAL DAN TRANSFORMASI SUMBER DAYA APARATUR

Risiko “Tingkat kepatuhan Wajib Pajak

rendah”

(37)

37

8. Kriteria Risiko

C. Matrik Analisis untuk menentukan tingkat risiko

No

Konsekuensi

Risiko

Kemungkinan terjadinya risiko

Rendah

Sedang

Tinggi

1.

Tinggi

Sedang

Tinggi

Tinggi

2.

Sedang

Sedang

Sedang

Tinggi

3.

Rendah

Rendah

Rendah

Sedang

* Asumsi bobot konsekuensi (dampak) lebih tinggi

dari kemungkinan terjadinya (frekuensi)

DIREKTORAT KEPATUHAN INTERNAL DAN TRANSFORMASI SUMBER DAYA APARATUR

Formulir A

(38)

38

9. Selera Risiko

Selera risiko adalah t

ingkat

risiko yang bersedia

diambil

oleh sebuah

organisasi (instansi) dalam

upaya mewujudkan tujuan/

sasaran yang telah ditetapkan

Risiko yang berada dalam

batas selera risiko

tidak

perlu dimitigasi

(cukup

dimonitoring)

Ditetapkan oleh Komite

Manajemen Risiko

Dipengaruhi oleh

sikap/persepsi terhadap

risiko:

Risk Averse vs Risk

Taker

Formulir A

Piagam Manajemen Risiko

Ti

Rendah Sedang Tinggi

Kemungkinan

Risk Appetite

Level risiko yang dapat diterima adalah pada level risiko rendah. Apabila level

risikonya adalah sedang atau tinggi maka harus dilakukan mitigasi.

(39)

39

Identii

kasi

Risiko

Identii

kasi

Risiko

Analisis

Risiko

Analisis

Risiko

Evaluas

i Risiko

Evaluas

(40)

40

Formulir B

Proses Identiikasi, Analisis, dan Evaluasi Risiko

Jumlah revisi laporan penerapan manajemen risiko yang telah dilakukan

Jumlah revisi laporan penerapan manajemen risiko yang telah dilakukan

Nama unit kerja penyusun laporan penerapan manajemen risiko, mulai dari unit eselon I sampai dengan unit eselon III secara berurutan dari atas ke bawah.

Nama unit kerja penyusun laporan penerapan manajemen risiko, mulai dari unit eselon I sampai dengan unit eselon III secara berurutan dari atas ke bawah.

(Unit Kerja Eselon II atau Eselon III) (Jangka waktu berlakunya laporan) (Identiikasi, Analisis, dan Evaluasi Risiko)

(41)

41

Tahap awal dan kritis

Menjadi dasar seluruh proses manajemen risiko

Abaikan materialitas

Menggunakan pemahaman mendalam, imajinasi, pendekatan

sistematis dan komprehensif

Identifikasi seluruh risiko yang akan menghambat pencapaian

tujuan

(42)

42

Pedoman Pernyataan

Risiko

Kata Benda

Spesiik

dan Jelas

Dapat

Dipahami

Tidak

Mengandun

g

Jargon/Tekn

is

Tidak Boleh

Dalam

(43)

43

Komponen Risiko

Kapan dan dimana:

waktu & tempat

terjadinya risiko

Kejadian : peristiwa

yang mungkin terjadi &

berdampak pada

pencapaian tujuan

Konsekuensi: akibat

dari terjadinya risiko

Penyebab: faktor yang

menyebabkan/memicu

terjadinya risiko.

Digunakan dalam

menentukan kategori

risiko.

Kejadia

n

Penyeb

ab

Konsekue

nsi

Kapan

dan di

mana

(44)

44

Kategori Risiko

Perubahan kebijakan, baik dari

lingkungan eksternal maupun internal

organisasi

STRATEGIS

DAN

KEBIJAKAN

Kegagalan pada orang, proses, dan

sistem dalam organisasi

OPERASIONA

L

Pelanggaran atau tidak dipatuhinya

ketentuan yang berlaku

KEPATUHAN

Kecurangan

FRAUD

Kegagalan pihak ketiga dalam

memenuhi kewajibannya kepada

organisasi

FINANSIAL

(45)

45

Identiikasi Risiko

Identiikasi Risiko

Identiikasi Risiko

Analisis Risiko

Evaluasi Risiko

N

o

Sasaran

UPR

Kategor

i risiko

Risiko

Deskripsi

konsekue

nsi risiko

Apa yang

mungkin

terjadi

Penyebab

terjadinya

Kapan

terjadiny

a

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan jumlah risiko yang berhasil diidentiikasi, bukan berdasarkan jumlah sasaran strategis (SS).

Berdasarkan jumlah risiko yang berhasil diidentiikasi, bukan berdasarkan jumlah sasaran strategis (SS).

Sasaran strategis dalam peta

strategi DJP.

Sasaran strategis dalam peta

strategi DJP.

Fraud/ Strategis& Kebijakan/ Operasion al/

Kepatuhan / Finansial

Fraud/ Strategis& Kebijakan/ Operasion al/

Kepatuhan / Finansial

 Kejadian atau keadaan yang bertendensi sebagai risiko.

 Relevan dengan sasaran

 Kejadian atau keadaan yang bertendensi sebagai risiko.

 Relevan dengan sasaran

 Faktor pemicu (trigger) langsung – akar masalah.

 Berlaku decomposition of risk

 Diurutkan dari yang paling signiikan dan besar

pengaruhnya terhadap risiko.

 Penyebab yang paling utama (paling atas) dijadikan dasar dalam

menentukan kategori risiko.

 Acuan rencana penanganan risiko.

 Faktor pemicu (trigger) langsung – akar masalah.

 Berlaku decomposition of risk

 Diurutkan dari yang paling signiikan dan besar

pengaruhnya terhadap risiko.

 Penyebab yang paling utama (paling atas) dijadikan dasar dalam

menentukan kategori risiko.

 Acuan rencana penanganan risiko.

 Periode waktu di mana masing-masing risiko biasanya terjadi.

 Diisi waktu yang spesiik (tanggal, bulan, tahun, atau proses/tahapan kegiatan).

 Periode waktu di mana masing-masing risiko biasanya terjadi.

 Diisi waktu yang spesiik (tanggal, bulan, tahun, atau proses/tahapan kegiatan).

 Dampak atau akibat dari risiko apabila risiko terjadi, memiliki kaitan langsung (yang paling dekat) dan siginiikan.

 Dipergunakan dalam penyusunan kriteria konsekuensi risiko.

 Relevan dengan sasaran.

 Dampak atau akibat dari risiko apabila risiko terjadi, memiliki kaitan langsung (yang paling dekat) dan siginiikan.

 Dipergunakan dalam penyusunan kriteria konsekuensi risiko.

 Relevan dengan sasaran.

(46)

46

Analisis Risiko

Analisis Risiko

Dilakukan

dengan:

Dilakukan

dengan:

menentukan kriteria

konsekuensi dan

kemungkinan

masing-masing risiko

mencermati komponen

risiko

mempertimbangkan

sistem pengendalian

yang ada

menilai risiko dari sisi

konsekuensi dan

(47)

47

Penentuan Kriteria Risiko

Penentuan Kriteria Risiko

Untuk

memperoleh

indikasi umum

Tidak

memungkinkan

dilakukan

analisis rinci

Data numerik

tidak memadai

Menggunakan

data numerik

Umumnya dari

data masa

lampau

kuantitatif

kualitatif

Kriteria konsekuensi risiko dan kriteria kemungkinan

terjadinya risiko untuk masing-masing risiko disusun

(48)

48

Tabel Penentuan Level Risiko

Tabel Penentuan Level Risiko

Level

Konsekuen

si

Level Kemungkinan

Rendah

Sedang

Tinggi

Tinggi

Sedang

Tinggi

Tinggi

Sedang

Sedang

Sedang

Tinggi

Rendah

Rendah

Rendah

Sedang

Catatan: Bobot konsekuensi (dampak) terhadap level risiko

diasumsikan

lebih tinggi

daripada bobot kemungkinan

(frekuensi).

Level dapat dinotasikan dengan angka: (1) untuk level

rendah; (2) untuk level sedang; (3) untuk level tinggi.

Kemungkina

n

K

o

n

s

e

k

u

e

n

s

(49)

49

Proses Analisis Risiko

Proses Analisis Risiko

Identiika

si Risiko

Analisis Risiko

Evaluasi

Risiko

Sistem

pengendali

an yang

ada

Tingkat

konsekuen

si risiko

Tingkat

kemungkin

an

terjadinya

risiko

Level

risik

o

Tren risiko

Kons Prob Level

 

 

 

 

 

 

 

Regulasi, kebijakan, peraturan, dan prosedur terkait yang

mendasari dan/atau digunakan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi unit kerja/UPR.

Regulasi, kebijakan, peraturan, dan prosedur terkait yang

mendasari dan/atau digunakan dalam pelaksanaan tugas dan

fungsi unit kerja/UPR. Diisi dengan membandingkan hasil

estimasi konsekuensi dan

kemungkinan terjadinya dengan kriteria konsekuensi dan kriteria kemungkinan terjadinya risiko yang telah disusun pada formulir A dengan mempertimbangkan sistem

pengendalian yang ada.

 Dapat dilakukan secara subyektif atau berdasarkan focus group discussion

(FGD).

 Menggunakan notasi angka, yaitu angka 1 untuk rendah, angka 2 untuk sedang, dan angka 3 untuk tinggi.

 Diisi dengan membandingkan hasil estimasi konsekuensi dan

kemungkinan terjadinya dengan kriteria konsekuensi dan kriteria kemungkinan terjadinya risiko yang telah disusun pada formulir A dengan mempertimbangkan sistem

pengendalian yang ada.

 Dapat dilakukan secara subyektif atau berdasarkan focus group discussion

(FGD).

 Menggunakan notasi angka, yaitu angka 1 untuk rendah, angka 2 untuk sedang, dan angka 3 untuk tinggi.

 Hasil dari fungsi (penggabungan) antara tingkat konsekuensi dengan tingkat

kemungkinan terjadinya risiko

 Berpedoman pada Matriks Analisis untuk Menentukan Tingkat Risiko pada Formulir A.

 Menggunakan notasi angka, yaitu angka 1 untuk rendah, angka 2 untuk sedang, dan angka 3 untuk tinggi.

 Hasil dari fungsi (penggabungan) antara tingkat konsekuensi dengan tingkat

kemungkinan terjadinya risiko

 Berpedoman pada Matriks Analisis untuk Menentukan Tingkat Risiko pada Formulir A.

 Menggunakan notasi angka, yaitu angka 1 untuk rendah, angka 2 untuk sedang, dan angka 3 untuk tinggi.

 Hasil perbandingan antara tingkat konsekuensi,

tingkat kemungkinan

terjadinya, dan level risiko periode saat dilakukannya penilaian risiko dengan periode sebelumnya.

 Menggunakan notasi “turun”, “naik”, atau “stabil”.

 Untuk risiko baru, diisi dengan tanda “-“.

 Hasil perbandingan antara tingkat konsekuensi,

tingkat kemungkinan

terjadinya, dan level risiko periode saat dilakukannya penilaian risiko dengan periode sebelumnya.

 Menggunakan notasi “turun”, “naik”, atau “stabil”.

 Untuk risiko baru, diisi dengan tanda “-“.

(50)

50

Evaluasi Risiko

Evaluasi Risiko

menilai risiko

kedalam urutan

prioritas risiko

Apa?

melalui proses

sesuai

kaidah yang

sistematis

Cara

?

daftar urutan

prioritas risiko

dan daftar risiko

yang akan

ditangani

(51)

51

Kaidah Penentuan Prioritas Risiko

Kaidah Penentuan Prioritas Risiko

Level Risiko

Level Risiko

Tingkat Konsekuensi

Tingkat Konsekuensi

1

Kategori Risiko

Kategori Risiko

Tingkat Kemungkinan

Terjadinya

Tingkat Kemungkinan

Terjadinya

Kapan Terjadinya

Kapan Terjadinya

Subjective Judgement

Subjective Judgement

1. Fraud

1. Fraud

2.

Strategis

2.

Strategis

3.

Operasion

al

3.

Operasion

al

4.

Kepatuha

n

4.

Kepatuha

n

5.

Finansial

5.

Finansial

2

3

4

5

(52)

52

Proses Evaluasi Risiko

Proses Evaluasi Risiko

Identiikasi

Risiko

Analisis Risiko

Evaluasi Risiko

Prioritas risiko

 

Diisi dengan nomor yang menunjukkan prioritas dari

setiap risiko yang telah diidentiikasi. Merupakan kode

angka (numeris) yang menunjukkan risiko dengan

prioritas tertinggi (angka paling kecil yaitu 1) hingga risiko

dengan prioritas terendah (angka urutan paling besar).

Diisi dengan nomor yang menunjukkan prioritas dari

setiap risiko yang telah diidentiikasi. Merupakan kode

angka (numeris) yang menunjukkan risiko dengan

(53)

53

(54)
(55)

55

Penanganan/Mitigasi

Risiko

Apa?

Apa?

Cara?

Cara?

Hasil?

Hasil?

Mengidentifikasi dan memilih opsi penanganan risiko,

langkah penanganan dan jadwal pelaksanaannya.

Jenis penanganan yang efektif dan efisien untuk suatu

risiko dan jadwal implementasinya.

(56)

56

Konsep Penanganan

Risiko

Risiko

tidak

dipahami

Mitigasi tidak tepat

Ancama n organisa

si

(57)

57

Opsi Penanganan

Risiko

Menghind

ari

Menerim

a

Membagi

3.Mengalihka

n sebagian

risiko

kepada

pihak lain

1.

Tidak memulai

atau

meneruskan

satu aktivitas

yang

meningkatkan

risiko

2.Memutusk

an untuk

tidak

melakukan

langkah

mitigasi

risiko

5.Menguran

gi peluang

terjadinya

risiko

Menguran

gi

Frekuensi

Mengurangi

Konsekuensi

4.Mengurangi

potensi

(58)

58

Jumlah revisi laporan penerapan manajemen risiko yang telah dilakukan

Jumlah revisi laporan penerapan manajemen risiko yang telah dilakukan

Nama unit kerja penyusun laporan penerapan manajemen risiko, mulai dari unit eselon I sampai dengan unit eselon III secara berurutan dari atas ke bawah.

Nama unit kerja penyusun laporan penerapan manajemen risiko, mulai dari unit eselon I sampai dengan unit eselon III secara berurutan dari atas ke bawah.

Mengikuti ketentuan pengisian dalam lembar persetujuan

Mengikuti ketentuan pengisian dalam lembar persetujuan

(Unit Kerja Eselon II atau Eselon III)

(Jangka waktu berlakunya laporan)

(Rencana penanganan risiko)

(Nama Pejabat Eselon II atau Eselon III)

(Tanggal pembuatan formulir)

(59)

59

Prioritas No Risiko

Risiko sebelum penanganan

Opsi penanganan yang mungkin

Opsi yang dipilih

Dasar pemilihan opsi penanganan

Kons Prob Level

 Menurunkan konsekuensi risiko.

 Mengurangi kemungkinan terjadinya risiko.

 Menurunkan konsekuensi risiko.

 Mengurangi kemungkinan terjadinya risiko.

Berdasarkan hasil Analisis Risiko pada

Formulir B

Berdasarkan hasil Analisis Risiko pada

Formulir B

Sesuai kolom “Apa Yang Mungkin Terjadi” pada

Formulir B

Sesuai kolom “Apa Yang Mungkin Terjadi” pada

Formulir B

Urutan penomoran hasil identiikasi risiko pada

Formulir B

Urutan penomoran hasil identiikasi risiko pada

Formulir B

Urutan prioritas berdasarkan hasil evaluasi risiko pada

Formulir B

Urutan prioritas berdasarkan hasil evaluasi risiko pada

Formulir B

 Diisi dengan menurunkan konsekuensi risiko dan/atau mengurangi

kemungkinan terjadinya risiko.

 Opsi penanganan risiko yang dipilih sedapat mungkin diarahkan untuk mampu menekan risiko hingga tingkat risiko residual yang diharapkan setelah penanganan berada pada level yang lebih rendah dibandingkan dengan

sebelum penanganan atau berada pada level yang sesuai dengan selera risiko dari UPR.

 Penentuan opsi penanganan yang dipilih juga harus mempertimbangkan rincian rencana penanganan/mitigasi risiko yang dapat dilaksanakan berdasarkan kewenangan unit kerja dan sumber daya yang tersedia.

 Diisi dengan menurunkan konsekuensi risiko dan/atau mengurangi

kemungkinan terjadinya risiko.

 Opsi penanganan risiko yang dipilih sedapat mungkin diarahkan untuk mampu menekan risiko hingga tingkat risiko residual yang diharapkan setelah penanganan berada pada level yang lebih rendah dibandingkan dengan

sebelum penanganan atau berada pada level yang sesuai dengan selera risiko dari UPR.

 Penentuan opsi penanganan yang dipilih juga harus mempertimbangkan rincian rencana penanganan/mitigasi risiko yang dapat dilaksanakan berdasarkan kewenangan unit kerja dan sumber daya yang tersedia.

Alasan pertimbangan yang digunakan

untuk memilih opsi penanganan risiko yang telah dipilih.

Alasan pertimbangan yang digunakan

untuk memilih opsi penanganan risiko yang telah dipilih.

Formulir C - Rencana Penanganan Risiko

(60)

60

 Merupakan tingkat konsekuensi, tingkat kemungkinan, dan level risiko yang diharapkan setelah adanya langkah aksi penanganan risiko

 Harus sesuai dengan opsi

penanganan risiko yang dipilih.

 Merupakan tingkat konsekuensi, tingkat kemungkinan, dan level risiko yang diharapkan setelah adanya langkah aksi penanganan risiko

 Harus sesuai dengan opsi

penanganan risiko yang dipilih.

Jumlah penanganan risiko yang

direncanakan

berdasarkan ukuran kinerja

Jumlah penanganan risiko yang

direncanakan

berdasarkan ukuran kinerja

Satuan yang menjadi ukuran bagi penilaian keberhasilan rencana penanganan risiko.

Harus relevan, konsisten, valid, reliabel dan benar-benar bisa mengukur secara tepat dan sahih atas rencana aksi

kegiatan yang hendak dijalankan.

Satuan yang menjadi ukuran bagi penilaian keberhasilan rencana penanganan risiko.

Harus relevan, konsisten, valid, reliabel dan benar-benar bisa mengukur secara tepat dan sahih atas rencana aksi

kegiatan yang hendak dijalankan. Jadwal pelaksanaan

penanganan risiko

Jadwal pelaksanaan penanganan risiko

Rincian rencana penanganan risiko

Ukuran Kinerja

Target kinerja

Risiko residual yang diharapkan

setelah penanganan Jadwal

implementasi

Penanggung jawab

Kons Prob Level

Nama jabatan

pejabat yang dapat

memastikan terselenggara nya kegiatan mitigasi

risiko.

Nama jabatan

pejabat yang dapat

memastikan terselenggara nya kegiatan mitigasi

risiko.

 Selaras dengan opsi penanganan yang dipilih dan deskripsi apa yang mungkin terjadi,

penyebab, dan/atau konsekuensinya;

 Merupakan inovasi baru;

 Jelas ukuran kinerjanya dan terukur target penanganannya sehingga mudah untuk dimengerti; dan

 Sesuai dengan target dan ukuran kinerja.

 Selaras dengan opsi penanganan yang dipilih dan deskripsi apa yang mungkin terjadi,

penyebab, dan/atau konsekuensinya;

 Merupakan inovasi baru;

 Jelas ukuran kinerjanya dan terukur target penanganannya sehingga mudah untuk dimengerti; dan

 Sesuai dengan target dan ukuran kinerja.

Formulir C - Rencana Penanganan Risiko

(61)

61

(62)
(63)

63

Jumlah revisi laporan penerapan manajemen risiko yang telah dilakukan

Jumlah revisi laporan penerapan manajemen risiko yang telah dilakukan

Nama unit kerja penyusun laporan penerapan manajemen risiko, mulai dari unit eselon I sampai dengan unit eselon III secara berurutan dari atas ke bawah.

Nama unit kerja penyusun laporan penerapan manajemen risiko, mulai dari unit eselon I sampai dengan unit eselon III secara berurutan dari atas ke bawah.

Formulir D - Monitoring Penanganan Risiko

(Unit Kerja Eselon II atau Eselon III)

(Periode manajemen risiko yang dimonitoring/semester sebelumnya)

(Monitoring penanganan risiko)

(Nama Pejabat Eselon II atau Eselon III)

(Tanggal pembuatan formulir)

Mengikuti ketentuan pengisian dalam lembar persetujuan

(64)

64

No Risiko Kategori

Risiko

Tren risiko

Risiko residual aktual (pada periode

berjalan)

Risiko residual yang diharapkan (pada periode

sebelumnya)

Kesenjangan

atau deviasi Langkah korektif dan rekomendasi Kons Prob Level Kons Prob Level Kons Prob Level Kons Prob Level

Urutan berdasarkan prioritas risiko sebagaimana yang tercantum pada Formulir C (lihat Formulir 5B) di semester sebelumnya

Urutan berdasarkan prioritas risiko sebagaimana yang tercantum pada Formulir C (lihat Formulir 5B) di semester sebelumnya

Risiko-risiko yang telah dilakukan penanganan/mitigasi di

semester sebelumnya (lihat Formulir 5B)

Risiko-risiko yang telah dilakukan penanganan/mitigasi di

semester sebelumnya (lihat Formulir 5B)

Kategori risiko untuk risiko yang telah dilakukan

penanganan/mitigasi di semester sebelumnya (Formulir 5B dan Formulir 3-nya untuk cari kategori)

Kategori risiko untuk risiko yang telah dilakukan

penanganan/mitigasi di semester sebelumnya (Formulir 5B dan Formulir 3-nya untuk cari kategori)

Sesuai dengan tren risiko pada Formulir B semester

saat ini

Sesuai dengan tren risiko pada Formulir B semester

saat ini

Mengacu pada Formulir C (Form 5B) di semester

sebelumnya

Mengacu pada Formulir C (Form 5B) di semester

sebelumnya

 Diperoleh dari nilai risiko residual yang diharapkan dikurangi risiko residual aktual. Contoh:

 Tanda Negatif (-) menunjukkan bahwa deviasi itu tidak sesuai dengan keinginan (harapan tidak sesuai kenyataan)

 Diperoleh dari nilai risiko residual yang diharapkan dikurangi risiko residual aktual. Contoh:

 Tanda Negatif (-) menunjukkan bahwa deviasi itu tidak sesuai dengan keinginan (harapan tidak sesuai kenyataan)

Risiko residual aktual (pada periode

berjalan)

Risiko residual yang diharapkan (pada periode

sebelumnya)

Kesenjangan atau deviasi

Kons Prob Level Kons Prob Level Kons Prob Level

3 2 3 2 2 2 -1 0 -1

Sesuai dengan hasil analisis risiko pada Formulir B semester

saat ini

Sesuai dengan hasil analisis risiko pada Formulir B semester

saat ini

Formulir D - Monitoring Penanganan Risiko

(65)

65

Langkah Korektif dan Rekomendasi

Langkah Korektif dan Rekomendasi

Hasil

Analisis

dari

adanya

kesenjang

Mengapa

terjadi

deviasi

negatif?

Apakah

langkah

mitigasi

risiko

telah

benar?

Jika terjadi

deviasi

negatif,

maka

menunjukk

an

langkah

mitigasi

risiko

gagal dan

harus

dicari

penyebab

nya

Langkah

korektif

diperluk

an untuk

perbaika

n

langkah

mitigasi

risiko

Langkah

rekomend

asi

diperlukan

untuk

pengemba

ngan

(66)

66

Pokok-pokok Pembelajaran dari Hasil Implementasi

Sarana untuk

penyempurnaan

langkah implementasi

penanganan risiko

Diisi dengan hal-hal

penting yang menjadi

perhatian dan catatan

Sarana untuk

pengembangan proses

manajemen risiko

Hal-hal yang

dikemukakan bersifat

jelas dan mudah

dipahami

Pen

ang

ana

n r

(67)

67

(68)
(69)

69

Jumlah revisi laporan penerapan manajemen risiko yang telah dilakukan

Jumlah revisi laporan penerapan manajemen risiko yang telah dilakukan

Nama unit kerja penyusun laporan penerapan manajemen risiko, mulai dari unit eselon I sampai dengan unit eselon III secara berurutan dari atas ke bawah.

Nama unit kerja penyusun laporan penerapan manajemen risiko, mulai dari unit eselon I sampai dengan unit eselon III secara berurutan dari atas ke bawah.

Formulir E - Pelaporan Hasil Monitoring

Mengikuti ketentuan pengisian dalam lembar persetujuan

Mengikuti ketentuan pengisian dalam lembar persetujuan

(Unit Kerja Eselon II atau Eselon III)

(Jangka waktu berlakunya laporan)

(Pelaporan Hasil Monitoring)

(Nama Pejabat Eselon II atau Eselon III)

Gambar

Tabel Penentuan Level RisikoTabel Penentuan Level Risiko

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian yang akan dilakukan dapat memberikan gambaran kepada pekerja, pengelola maupun pihak lainnya mengenai penilaian risiko kebakaran, terutama pada bagian Spinning

Risiko terbesar pada proses merebus tahu adalah panas yang dapat menyebabkan dehidrasi dan luka bakar dengan nilai risiko sebesar 900 (very high) disini

Dengan menetapkan konteks, organisasi akan jelas dalam tujuan, mendefinisikan parameter eksternal dan internal yang perlu diperhitungkan ketika mengelola risiko, dan memilih

Setiap insiden yang mengakibatkan risiko di unit filing selalu dilaporkan oleh kordinator unit iling dengan mengisi lembar insiden internal dan menulis kronologisnya

Cara yang dilakukan dalam pengadaan sarana dan prasarana sekolah menurut keterangan dari wakil kepala sekolah yang bertindak sebagai koordinator bidang sarana dan

Risiko operasional adalah risiko yang berdampak pada operasi, merupakan risiko yang timbul akibat tindakan manusia. Oleh karena itu, kecurangan, ketidakjujuran, kegagalan manajemen,

• Menentukan konteks penelitian pada kegagalan pada proses produksi dengan manajemen risiko di UKM Bonassa Collection. • Konfirmasi rating S, O, D &amp; kriteria risiko

iv KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat dan rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan tugas akhir yang berjudul “Penerapan Manajemen Risiko