MAKALAH
KAPITALISME DAN SISTEM EKONOMI ISLAM
Makalah ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas pada Mata Kuliah Pengantar Studi Islam
Doesen : Dr.H.Abdurrrohman, LC, M.Si.
Oleh Nur Sholeh,S.Ag NIM : MP-15014
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) KUDUS
PROGRAM PASCA SARJANA PRODI MPI
ABSTRAK
kapitalisme adalah istilah yang dipakai untuk menamai system ekonomi yang mendominasi dunia barat sejak runtuhnya feodalisme. Sebagai dasar bagi setiap system, yang disebut “kapitalis” ialah hubungan-hubungan di antara pemilik pribadi atas alat-alat produksi yang bersifat nonpribadi (tanah, tambang, instalasi industry, dan sebagainya yang secara keseluruhan disebut modal atau kapital). Setiap negara pada dasarnya selalu mempunyai 3 (tiga) permasalahan pokok dalam bidang ekonomi, yaitu berkaitan dengan pertanyaan “What berkaitan barang dan jasa apa yang mau diproduksi atau dibuat, ”How berkaitan dengan bagaimana cara membuatnya” and ”For Whome berkaitan dengan untuk siapa barang dan jasa itu diproduksi dalam pengertian lain siapa yang akan menikmati”. Jawaban atas ketiga permasalahan pokok ekonomi ini sangat tergantung dari sistem ekonomi yang dianut negara tersebut.
Salah satu sistem perekonomian yang ada didunia adalah sistem ekonomi kapitalis, yaitu sistem ekonomi dimana kekayaan produktif terutama dimiliki secara pribadi dan seluruh kegiatan ekonomi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Tujuan dari pemilikan pribadi tersebut adalah untuk mendapatkan suatu keuntungan yang lumayan dari penggunaan kekayaan pruduktif.
Munculnya kapitalisme yang berdampak pada pendidikan adalah akibat dari globalisasi. globalisasi sains sebagai akumulasi capital terhadap dilema pendidikan dan masa depan. Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang bersumber pada modal kepemilikan pribadi atau swasta dengan ciri persaingan pasar bebas.. Pemakalah membatasi pada perspektif islam terhadap issu kapitalise global, kapitalisme dalam kehidupan ekonomi masyarakat muslim dan Bagaimanakah sikap islam terhadap kapitalisme ?
I. PENDAHULUAN
Kapitalisme adalah salah satu ideologi yang saat ini mendominasi dunia. Dominasi kapitalisme sebagai ideologi ini bukan karena kehandalannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan hidup manusia termasuk dunia pendidikan, tetapi lebih karena berbagai manipulasi yang digunakan untuk menutupi kelemahannya. Ketika kaum kapitalis menghadapi serangan para penganut sosialis akibat ketimpangan sosial yang ditimbulkan, ideologi ini segera mengadopsi gagasan keadilan sosial (social justice) . Dengan warisan sistem ekonomi dualistik dan sistem sosial-budaya pluralistik, bangsa Indonesia membangun melalui “eksperimen” sistem sosialis dan sistem kapitalis dalam suasana sistem ekonomi global. Eksperimen pertama berupa sistem ekonomi sosialis (1959-66) gagal karena tidak sesuai dengan moral Pancasila dan pluralisme bangsa, sedangkan eksperimen kedua yang “demokratis” berdasar sistem kapitalisme pasar bebas (1966 – 1998) kebablasan karena paham internasional liberalisme dan neoliberalisme makin agresif menguasai ekonomi Indonesia dalam semangat globalisasi yang garang. Pertanyaan yang timbul kemudian kemana arah sistem ekonomi kita setelah tahun 1998?. 1
Sistem ekonomi liberal kapitalis modern adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah untuk terlibat dalam pengelolaan perekonomian dan perusahaan swasta bebas beroperasi dai pasar terbuka untuk keamanan stabilitas ekonomi. seperti sistem kapitalisme Amerika dan kapitalis revolusi Inggris menjadi negara imperialis modern, yaitu penguasaan politik dengan melakukan eksploitasi ekonomi pasar dengan sistem free market dan penetrasi kebudayaan di negara jajahan antara lain India, Kanada, mesir dan negara-negara afrika2
Globalisasi pendidikan mendapat tantangan, karena pendidikan dapat digunakan untuk mengakumulasi kapital dan mendapatkan keuntungan. di mana dunia secara global telah memihak pada kepentingan pasar. Hal ini dilakukan demi membuka peluang bagi Trans National Corporations (TNCs) untuk ekspansi. Salah satu usaha strategis para investor kapitalis mempengaruhi kebijakan negara-negara Selatan.3
1 Supriyanto,Memahami Cara Bekerja Sistem Perekonomian – journal ekonomi dan Pendidikan vol.6 no.2,2009,hal.193
2 Bahran Basyiran, sistem perekonomian Inggris dalam frre market
http://bahran.blogspot.com/2012/01/sistem-perekonomia-inggris-free-market.html
3 Dr. H. Endang Komara, M.Si. dalam jurnal
Kapitalisme global berimplikasi pada tumbuhnya neo-liberalisme yang menekankan kebebasan pada masing-masing individu dalam segala hal. Dalam menghadapi hal tersebut, pendidikan dituntut untuk mempersiapkan output tenaga kerja yang mampu berinteraksi dengan dunia usaha atau kepentingan pasar. Untuk itu kemudian ideologi pendidikan liberal muncul. Sementara Islam yang sarat dengan nilai-nilai universal dan transedental seharusnya dapat ditawarkan sebagai paradigma ideologi alternatif. Terlebih lagi, pendidikan sebagai wahana sangat strategis dalam membangun peradaban alternatif. 4
Penulis dalam menulis makalah ini membatasi atas beberapa rumusan; Pertama : Apakah pengertian kapitalisme, Kedua: Perspektif Islam tentang sistem ekonomi kapitalisme global, Ketiga, Bentuk-bentuk kapitalisme dalam kehidupan ekonomi masyarakat islam, Keempat : Apakah sikap islam terhadap kapitalisme.
II. PEMBAHASAN
A Pengertian Kapitalisme
Secara bahasa Kata kapitalisme berasal dari capital yang berarti modal, dengan yang dimaksud modal adalah alat produksi seperti misal tanah, dan uang. Dan kata isme berarti suatu paham atau ajaran. Jadi arti kapitalisme itu sendiri adalah suatu ajaran atau paham tentang modal atau segala sesuatu dihargai dan diukur dengan uang. Dari etimologi kapitalisme terdiri dari dua kata, yaitu capital dan isme. Capital secara umum berarti modal, jadi kapitalisme adalah paham yang berdasarkan modal. Kapitalis dapat kita artikan sebagai suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal melakukan usaha untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya. 5 Dalam paham ini, pemerintah tidak dapat melakukan
intervensi pasar guna mendapatkan keuntungan bersama, namun intervensi pemerintah adalah untuk kepentingan-kepentingan pribadi.
Kapitalisme atau Kapital adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Kapitalisme adalah suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya dimana pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar. 6
4 Imam Machali, Editor, Pendidikan Islam dan Tantangan Globalisasi, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2004). Hal, 112.
Kapitalisme adalah sistem dan paham ekonomi yang mementingkan kepentingan pribadi atau golongan.7 Menurut kamus filsafat, kapitalisme adalah menekankan pandangan
bahwa dalam sistem ini kepentingan jalan sendiri agar perkembangannya berlangsung tanpa kendali pemerintah. 8
Kapitalisme dalam perspektif Barat adalah Kapitalisme merupakan nadi perekonomian mereka secara individu tanpa ada unsur-unsur mengasihi sesama, bagi pemodal yang besar eksistensinya akan terjaga, begitu sebaliknya bagi yang bermodal kecil. Dalam berekonomi tidak dilandasi oleh ajaran agama, sehingga segala cara ditempuh untuk mencari keuntungan yang besar. Mengharapkan keuntungan sesaat.9 Kritik kapitalisme
mengasosiasikannya dengan kesenjangan sosial dan distribusi yang tidak adil dari kekayaan dan kekuasaan; kecenderungan monopoli pasar atau oligopoli (dan pemerintah oleh oligarki), imperialisme, perang kontra-revolusioner dan berbagai bentuk eksploitasi ekonomi dan budaya; materialisme, represi pekerja dan anggota serikat buruh, alienasi sosial, kesenjangan ekonomi, pengangguran, dan ketidakstabilan ekonomi.
Kapitalisme dapat dikatan memiliki lima ciri sebagai berikut 10 :
1. Menganggap ekspansi kekayaan yang dipercepat dan produksi maksimal.
2. Menganggap kebebasan individu tak terhambat dalam mengaktualisasi kepentingan pribadi dan pengelolaan kekayaan pribadi. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi. Pemikiran alat produksi ditangan individu. Individu bebas memilih pekerjaan/usaha yang dipandang baik baginya.
3. Berasumsi bahwa inisiatif individual dan pengambilan keputusan terdesentralisasi dalam suatu pasar kompetitif
4. Tak mengakui ekspansi atau pentingnya peran pemerintah atau penilaian kolektif dalam pemerataan distribusi atau alokasi sumber daya. Perekonomian diatur oleh pasar. Pasar berfungsi memberikan signal kepada produsen dan konsumen dalam membentuk harga-harga. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. Motif yang menggerakkan perekonomian adalah mencari laba.
5. Mengklaim bahwa melayani kepentingan diri sendiri ( self intrest) secara otootis melayani kepentingan sosial kolektif. Manusia dipandang sebagai makhluk homo-economicus yang dipandang bahwa selalu mengejar kepentingan / keuntungan sendiri.
Adapun prinsip dasar dari kapitalisme yaitu :
1. Kapitalisme adalah pengakuan penuh pada hak milik perorangan atau individu tanpa ada batas-batas tertentu.
7 Departeman Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, 389. 8 Loren Bagus, Kamus Filsafat (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996),391 9 Supriyanto, Ibid. Hal.195
2. Kapitalisme merupakan pengakuan akan hak individu untuk melakukan kegiatan ekonomi demi meningkatkan status sosial ekonomi.
3. Kapitalisme mengisyaratkan pengakuan akan adanya dorongan atau motivasi ekonomi dalam bentuk semangat untuk meraih keuntungan semaksimal mungkin (profite oriented).
4. Kapitalisme juga memuat pengakuan akan adanya kebebasan melakukan kompetisi dengan individu lain (freedom for competition).
5. Kapitalisme mengakui berlakunya hukum ekonomi pasar bebas atau mekanisme pasar.11
6. Perfect competition.
7. Price system sesuai dengan tuntutan permintaan dan kebutuhan bersandar pada peraturan harga yang diturunkan dalam rangka mengendalikan komoditas dan penjualannya.
Dalam sejarah Kapitalisme, Adam Smith mengemukakan lima prinsip dasar dari kapitalisme yaitu:12
1. Pengakuan hak milik pribadi tanpa batas-batas tertantu.
2. Pengakuan hak pribadi untuk melakukan kegiatan ekonomi demi meningkatkan status sosial ekonomi.
3. Pengakuan adanya motivasi ekonomi dalam bentuk semangat meraih keuntungan semaksimal mungkin.
4. Kebebasan melakukan kompetisi
5. Mengakui hukum ekonomi pasar bebas atau mekanisme pasar.
Ekonom Marxis Richard D. Wolff mendalilkan bahwa ekonomi kapitalis mem prioritaskan keuntungan dan akumulasi modal atas kebutuhan sosial masyarakat, dan perusahaan kapitalis jarang pernah menyertakan pekerja dalam keputusan-keputusan dasar dari perusahaan.
Banyak aspek kapitalisme telah datang di bawah serangan dari gerakan anti-globalisasi, yang terutama menentang kapitalisme korporasi. Para pegiat lingkungan berpendapat bahwa kapitalisme membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, kritik tersebut berpendapat bahwa sementara neoliberalisme ini, atau kapitalisme kontemporer memang meningkatkan perdagangan global, tapi juga memungkinkan meningkat kemiskinan global.13
11 Rita Nur Ikasari, http://ritanur08.blogspot.co.id/2014/12/sejarah-intelektual-kapitalisme.html,diakses
tanggal 22/09/2015 lihat (Seda, 1996:272) 12 https://id.wikipedia.org/wiki/kapitalisme
Perspektif Teori Dasar Kapitalisme Secara Sosiologis Dan Ekonomis
Secara sosiologis paham kapitalisme berawal dari perjuangan terhadap kaum feudal, salah satu tokoh yang terkenal Max Weber dalam karyanya The Protestan Ethic of Spirit Capitalism, mengungkapkan bahwa kemunculan kapitalisme erat sekali dengan dengan semangat religius terutama kaum protestan. Pendapat Weber ini didukung Marthin Luther King yang mengatakan bahwa lewat perbuatan dan karya yang lebih baik manusia dapat menyelamatkan diri dari kutukan abadi. Tokoh lain yang mendukung adalah Benjamin Franklin dengan mottonya yang sangat terkenal yaitu “Time Is Money”, bahwa manusia hidup untuk bekerja keras dan memupuk kekayaan. Pada akhirnya, kondisi menguntungkan tersebut menambah tabungan dan akumulasi modal bagi mereka.14 Weber dalam
menggunakan konsep rasionalisasi. Gagasannya bahwa kapitalisme modern berkembang dari pengejaran kekayaan yang bersifat keagamaan berarti suatu perubahan terhadap cara keberadaan yang rasional, kekayaan. Pada suatu titik tertentu, rasional ini berhenti, mengalahkan, dan meninggalkan gerakan keagamaan yang mendasarinya, sehingga yang tertinggal hanyalah kapitalisme rasional. Jadi intinya, "Semangat Kapitalisme" Weber pada dasarnya adalah Semangat Rasionalisme, dalam pengertian yang lebih luas.
Manusia ekonomi rasional adalah konsep mesin nilai guna dan kepentingan pribadi, bagaimana meningkatkan keuntungan ekonomi maksimal.Teori murni menyesuaikan rasionalitas self-interest.(Adam smith,Friedman,Edgeworth; “prinsip sentral ekonomi modern adalah setiap agen (pelaku) hanya dimotori oleh self interest”. Prilaku ekonomi pada umumnya bersifat rasional, kepentingan diri dilai dengan perhitungan uang dan untuk mengumpulkan kekayaan tak terbatas. Pendapatan dari faktor produksi berdasarkan sumbangannya kepada output dan omset, maka resultan distribusi pendapatan akan memperoleh pemerataan dan kesejahteraan.15
Kapitalisme dan Pengaruhnya di Indonesia
Dampak kapitalisme di Indonesia membuahkan imperialisasi modern yang berasal dari perkembangan perusahaan-perusahaan di Eropa dengan memanfaatkan sumber daya alam dan sumber daya manusia di Indonesia. Mereka berargumen bahwa Indonesia merupakan tempat yang tepat untuk berinvestasi dengan menghasilkan empat macam “kesaktian”. Pertama, Indonesia tetap menjadi pengambilan bekal hidup. Kedua, Indonesia
14 DR.Umer Chapra,ibid.hal 71
menjadi negeri pengambilan bekal-bekal pabrik di Eropa. Ketiga, Indonesia menjadi negeri pasar penjualan barang-barang hasil dari macam-macam industri asing. Keempat, Indonesia menjadi lapangan usaha bagi modal uang jutaan rupiah.
Melihat banyak perusahaan asing yang masuk ke Indonesia, tidak lain akibat dari kebijakan rezim Soeharto yang memberikan kesempatan besar bagi investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia.16
Fokus rezim Soeharto pada era Orde Baru adalah perbaikan dan pengembangan ekonomi melalui struktur administratif yang didominasi militer. Era orde baru adalah era ketika kapitalisme benar-benar berkembang di Indonesia (Robinson, 2004: 48). Adanya penanaman modal asing, munculnya perusahaan-perusahaan asing serta aliansi dan lobi dengan berbagai lembaga internasional seperti IMF, World Bank, dan lain-lain untuk mendapatkan hutang dari luar negeri. Pada akhirnya setelah reformasi 1998, Indonesia terlilit hutang yang besar karena kebijakan rezim Soeharto tersebut.
Perkembangan kapitalisme global di abad ini sudah semakin canggih dan kompleks. Keserakahan kaum kapitalis tidak hanya sampai pada pemerasan kaum buruh, namun keserakahan mereka sudah menerobos dan menjarah di banyak sektor, dan didukung berbagai fasilitas dan lembaga yang mereka ciptakan sendiri. Menurut Triono (2007) 17 berbagai sektor maupun lembaga itu diantaranya adalah :
(1) Sektor keuangan
Kaum kapitalis tidak hanya ingin membesar, tetapi mereka juga ingin membesar dengan cepat. Caranya ialah dengan menciptakan lembaga perbankan dan pasar saham. Fungsi utamanya adalah untuk mengeruk dana masyarakat dengan cepat, sehingga dapat segera mereka manfaatkan untuk menambah modal perusahaannya agar bisa menjadi cepat besar dan cepat menggurita.
(2) Sektor kepemilikan umum
Kaum kapitalis tidak hanya ingin berhenti untuk untuk bermain di wilayah pasar hilir saja, tetapi mereka terus merangsek untuk mencaplok sumber-sumber ekonomi di wilayah hulu. Mereka juga ingin menguasai wilayah-wilayah ekonomi yang seharusnya menjadi milik umum yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Misalnya adalah berbagai macam sektor pertambangan, sumber daya hutan, sumber daya air, minyak bumi, gas, jalan raya, pelabuhan, bandara dan lain sebagainya.
(3) Sektor kepemilikan Negara
Kaum kapitalis juga melirik kepada perusahaan-perusahaan yang banyak dimiliki oleh Negara. Dengan dalih demi efektivitas dan efisiensi perusahaan, mereka akan mendorong perusahaan milik Negara tersebut untuk go public, dengan jalan melego sahamnya ke pasar, privatisasi.
(4) Sektor kekuasaan
Kaum kapitalis juga ingin memiliki rasa aman terhadap keberadaan perusahaanperusahaan mereka. Jaminan rasa aman hanya dapat diperoleh jika mereka bisa merambah ke wilayah kekuasaan, 16 Tan Malaka,2008, Kapitalisme Indonesia, hal. 63
maka mereka akan dengan mudah untuk dapat melahirkan berbagai produk hukum dan kebijakan yang dapat menguntungkan.
(5) Sektor moneter
Kapitalis menciptakan sebuah mekanisme ekonomi dengan mewujudkan sebuah sistem moneter dengan menggunakan basis utama uang kertas. Dengan berbasiskan pada uang kertas, mereka akan mendapatkan tiga keuntungan sekaligus, yaitu; keuntungan dari seignorage, keuntungan dari suku bunga dan keuntungan dengan mempermainkan kurs bebas (Sejak 14 Agustus 1997 Indonesia menganut Freely Floating Exchange Rate System).
(6) Sektor pendidikan
Kepentingan kaum kapitalis, yaitu kebutuhan untuk memperoleh tenaga kerja yang sangat professional, memiliki skill yang tinggi dan mau digaji dengan sangat murah. Caranya adalah dengan melemparkan dunia pendidikan ke pasar bebas.
B. Kapitalisme dalam kehidupan ekonomi masyarakat muslim
Menurut Samsul Hadi, ekonom dari Universitas Indonesia, krisis kapitalisme global saat ini menandai kegagalan free-market. Ia, dengan mengutip Joseph Stiglitz, ekonom peraih nobel itu, bahwa “the fall of Lehman Brothers is a fall free-market capitalism”. 18
“Dengan kejadian krisis global, kita melihat pasar menjadi sumber masalah, sedangkan negara menjadi solusi. Negara didorong memberi paket-paket stimulus,” ujar Samsul Hadi saat menjadi pembicara dalam diskusi “Krisis Ekonomi Global Dan Pasal 33” di Galeri Kafe, Taman Ismail Marzuki, 12 Oktober 2011. Di mata Samsul Hadi, ancaman nyata terhadap ekonomi nasional justru berasal dari dampak kerjasama FTA dengan China. “Sektor industri kehilangan 20% lapangan kerja, kapasitas produksi nasional menurun 25%,” ungkapnya.19
Kebangkitan kapitalisme global menggelorakan perang terhadap fundamentalisme, ekstrimisme negara-negara muslim arab. Munculnya kekuatan baru, dan generasi muda Muslim, yang sekarang ini memperjuangkan nilai-nilai Islam, dan ingin menjadikan Islam sebagai sistem kehidupan, diberi lebel atau stempel sebagai ‘teroris’, Para pemimpin Eropa, Amerika dan Barat, membuat opini bahwa Muslim yang ingin menegakkan nilai-nilai Islam dalam sistem kehidupan mereka, dituduh sebagai fundamentalis, ekstrimis, dan teroris. Mereka diperangi bersama-sama. Inilah hakekat perang peradaban yang sekarang terjadi.20 Pemikir Arab Samir Amin mengatakan bahwa revolusi Arab dihadapkan dengan ‘kapitalisme global” yang menginginkan tetap ‘stagnan’ (tidak ada perubahan) di dunia Arab. Kekuatan kapitalisme global, sangat menentang munculnya demokrasi baru dan transfer kekuasaan secara damai di negara-negara Arab. “Kapitalisme ini menyimpang dari jalur revolusi di sejumlah negara-negara Arab," katanya dikutip oleh Anadolu, Jum’at, 29/2/2015. Amin berbicara
18 Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com/lipsus/20111015/krisis-kapitalisme-dan-dampaknya-di-indonesia.html#ixzz3lUmpiyDaSistem Kapitalisme di Ambang Kehancuran
Kamis, 22 November 2012 (8:20 am) / Ekonomi Syari'ah
19 Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com/lipsus/20111015/krisis-kapitalisme-dan-dampaknya-di-indonesia.html#ixzz3lUmpiyDa,lihat komentar Fadli Zon, salah satu pimpinan partai Gerindra, kapitalisme sebagai sebuah ‘sistim yang gagal” sudah terjadi sejak lama. Selain krisis ekonomi global saat ini, krisis ekonomi 1996/7 di Asia adalah juga buah dari ‘krisis kapitalisme global’. “Krisis Asia itu juga disebabkan oleh adanya global capital movement,”
pada Forum Hak Ekonomi dan Sosial Tunisia dengan judul : “Geopolitik dan Ekonomi Taruhan Dalam Revolusi Arab".21.
Krisis ekonomi yang makin parah menjadi fenomena paling mencolok. Mekanisme pasar bebas yang terdiri atas permintaan dan penawaran (supply and demand) yang dipercaya mampu mengatur kegiatan masyarakat ekonomi dengan sebaik-baiknya, ternyata tidak terwujud. Sistem ini telah menimbulkan masyarakat yang tidak egalitarian dan menciptakan keserakahan bagi masyarakat banyak, disamping itu muncul keserakahan dari para pendukung kapitalisme yang disertai individualisme.22
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali karena tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ada empat faktor yang menyebabkan anomali tersebut. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh akumulasi utang luar negeri yang terus meningkat hingga mencapai Rp 2.870 triliun. Kedua, pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat akibat naiknya harga sandang dan pangan, serta ditopang oleh pertumbuhan kredit konsumsi. Ketiga, pertumbuhan ekonomi didorong oleh ekspor bahan mentah seperti bahan tambang, migas, hasil perkebunan dan hutan, yang tidak banyak menciptakan nilai tambah dan lapangan pekerjaan.
Keempat, pertumbuhan ekonomi didorong oleh investasi asing yang membuat sumber daya alam semakin dikuasai pihak asing.23
Amien Rais secara lebih rinci memberikan sejumlah kritik terhadap kapitalisme dalam Jurnal Inovasi yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), di antaranya: 24
1. Kapitalisme melahirkan ketidaksamaan (inequality), atau kesenjangan ekonomi dalam masyarakat. Umumnya orang mengakui bahwa kapitalisme memang dapat mendorong produktivitas tinggi, tetapi tidak dapat menghilangkan ketimpangan. 2. Kapitalisme yang secara teoritis memberikan kesempatan yang sama (equality of
apportunity) kepada setiap anggota masyarakat, dalam kenyataannya bersifat diskriminatif. Hanya mereka yang dekat dengan sumber dana, sumber informasi, atau dekat dengan penguasa saja yang sering mendapat kesempatan.
3. Semboyan kapitalisme yang berupa “berproduksi untuk dapat berproduksi lebih besar” (to produce, to produce, and to produce) menyebabkan keserakahan dan berkembangnya kehidupan yang materialistis.
4. Akibat dari semboyan di atas, akan mengakibatkan pola hidup yang konsumeris. Konsumerisme sengaja didorong untuk menyerap produksi, akhirnya akan melahirkan “masyarakat pembosan” (throw-away society).
5. Kapitalisme menimbulkan gejala alienasi dan anomi dalam masyarakat. Lapisan tertentu dalam masyarakat yang terlempar dalam kompetisi itu (yang tidak fit menghadapi hukum survival of the fittest) akan merasa menjadi bukan apa-apa (no
21 http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/03/02/35938/kapitalisme-global-memerangi-bangkitnya-kekuatan-kaum-islamis-di-arab/diunduh tgl 12/09/2015;10:30
22 Akar Krisis Keuangan Global : Dekonstruksi Kapitalisme dan Rekonstruksi Ekonomi Syariah (Bagian 2) Posted on : 06-04-2011 | By : Agustianto | In : Artikel, Islamic Economics
23 Akhmad Khoiruddin, prisma vol.32 no.i,2013, Indonesia dipersimpangan jalan. Lihat Buku terjemahan Indonesia: The Rise of Capital karya Richard Robison dengan judul Soeharto dan Bangkitnya Kapitalisme Indonesia
body), sehingga dicekam oleh perasaan terasing dan anomi, akhirnya memunculkan fenomena lonely crowd dan one-dimensional man di tengah masyarakat.
Islam dan Sistem ekonomi kapitalis
Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ini sesuai dengan ajaran dari Adam Smith, dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.”
Ciri dari sistem ekonomi kapitalis:
1. Setiap orang bebas memiliki barang, termasuk barang modal 2. Setiap orang bebas menggunakan barang dan jasa yang dimilikinya 3. Aktivitas ekonomi ditujukan untuk memperoleh laba
4. Semua aktivitas ekonomi dilaksanakan oleh masyarakat (Swasta) 5. Pemerintah tidak melakukan intervensi dalam pasar
6. Persaingan dilakukan secara bebas 7. Peranan modal sangat vital
Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar yaitu :
1. Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi
2. Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber produksi
3. Munculnya persaingan untuk maju
4. Barang yang dihasilkan bermutu tinggi
5. Efisiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan atas motif mencari laba
Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar :
1. Sulitnya melakukan pemerataan pendapatan
2. Cenderung terjadi eksploitasi kaum buruh oleh para pemilik modal
3. Munculnya monopoli yang dapat merugikan masyarakat
4. Sering terjadi gejolak dalam perekonomian
kekayaan harta seperti dalam kapitalisme, pola hidup berlebih-lebihan dan berfoya-foya ( Qs. 11 Hud : 16 ), orang- orang kapitalisme memproduksi barang-barang mewah disertai iklan besar-besaran dalam persaingan pasar bebas dengan mematikan pelaku bisnis usaha kecil dan produksi masyarakat.
Dalam pola ekonomi kapitalis dikenal adanya prinsip-prinsip kebebasan individu tanpa batas, adanya kelas-kelas dan eksploitasi kaum proletar yang berlebih, kebijakan pemerintah yang memberi kebebasan swasta dalam produksi barang serta adanya pasar bebas sedangkan Islam mempunyai sistem ekonomi yang berbeda meskipun negara-negara muslim tidak menolak eksistensi pengaruh kapitalisme global.
Kapitalisme pendidikan adalah ideologi individualisme, kapitalisme telah menjamin kebebasan yang terlepas dari berbagai ikatan, agama, sistem, adat, nilai, tujuan tertinggi (high goal) ataupun hal-hal lain. Dalam masyarakat kapitalis, begitu mudahnya suatu kelas soaial dengan setrata tertentu semakin mudah mendapatkan kebutuhan yang mendasar ( foad, shelter, clothes) dan kehendak bebasnya dalam pemilihan status pendidikan sesuai setruktur sosialnya.
Mengapa manusia menjadi serakah pada era globalisasi ini ? dari uraian psikologi sosial, erich Fromm mendifinisikan masyarakat modern adalah produk kapitalisme sebagai manusia yang berorientasi pasar ( markeeting character type ), manusia modern memandang hubungannya dengan manusia lain dan alam sebagai produk dan obyek.Kritisme terhadap kapitalisme mengacu pada issu-issu politik ekonomi kapitalis. Pendidikan dan ilmu pengetahuan dijadikan alat bagi eksistansi kekuasaan kapitalis, pembagian wilayah, hirarki dan eksploitasi.
Pendidikan sebagai salah satu system social, juga mengalami dampak yang sama. Konsekuensi yang harus dibayar oleh lembaga pendidikan adalah perubahan logika pendidikan yakni lembaga pendidikan berupa sekolah dan perguruan tinggi yang semula merupakan pelayanan public (public servant) dengan memposisikan siswa dan mahasiswa sebagai warga Negara (citizein) yang berhak mendapat pendidikan yang layak. 25 Seperti
halnya perusahaan, sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. Privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Dengan begitu, nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan.
Implikasi dari privatisasi pendidikan yang mana pendidikan difungsikan untuk mencari keuntungan sebanyak-banyaknya : 26
1. Tujuan pendidikan dimakanai proses pemebentukan manusia siap pakai untuk mengisi ruang-ruang usaha public.
2. Peserta didik dianggap sebgai konsumen pembeli produk pendidikan sebagai syarat masuk memasuki dunia kerja.
3. Fungsi Pendidik atau guru dianggap sebagai pekerja.
4. Pengelola pendidikan dianggap sebagai manajer bisnis pendidikan.
5. Yayasan pendidikan, sekolah atau perguruan tinggi dianggap sebagai investor.
6. SPP dianggap sebagai Income dan sumber penghasilan.
7. Kurikulum dianggap pesanan dari pemilik modal.27
Ada beberapa dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya kapitalisme pendidikan ini. Kebanyakan dampak yang ditimbulkan adalah dampak negatif. Di bawah ini beberapa dampak dari kapitalisme pendidikan yaitu sebagai berikut:
1. Berkurangnya subsidi dana pendidikan,hilangnya peran negara dalam pendidikan 2. Kapitalisme masyarakat terbentuk berdasarkan status sosial-ekonomi.
3. Indonesia juga akan tetap berada dalam kapitalisme global. 4. Dalam sistem kapitalis, negara hanya sebagi regulator/ fasilitator 5. Pendidikan hanya bisa diakses golongan menengah ke atas.
6. Praktik KKN tumbuh pesat dalam praktek penyelenggaraan pendidikan. 7. Kapitalisme pendidikan sebagai komoditas akumulasi kekayaan.
Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini, diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalis yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik, termasuk pendanaan pendidikan.
Maka sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi islam yang menyebutkan bahwa pemerintahlah yang akan menanggung segala pembiayaan negara. Seperti yang tercantum pada Undang-undang dasar 1945 pasal 31 ayat 2 yang berbunyi “setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya”, begitu juga dengan Undang-undang nomor 20 tentang Undang-undang sistem pendidikan nasional (USPN) pasal 46 yang menyatakan bahwa “pendanaan
26 DR.Endang Komara,M.Si. dalam jurnal
pendidikan menjadi tanggungjawab bersama pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat”.
Bahwa secara tegas, pemerintah harus mempunyai komitmen untuk mengalokasikan dana pendidikan nasional dalam jumlah yang memadai yang diperoleh dari hasil-hasil eksploitasi sumber daya alam yang melimpah. Dengan adanya ketersediaan dana tersebut, maka pemerintahakan dapat menyelesaikan permasalahan pendidikan dengan memberikan pendidikan gratis kepada seluruh masyarakat pada usia sekolah.28
Di tengah rasa frustasi dan kebingungan masyarakat Barat untuk mengatasi krisis global yang mereka alami, Sikap masyarakat muslim dunia menyambut era kehancuran sistem kapitalisme barat sebagai kebangkitan ideologi sistem ekonomi syari’ah. Pertama: secara teologis, sebagai Muslim tentu kita wajib meyakini kemampuan syariah Islam dalam mengelola konsep kemakmuran, kesejahteraan, keadilan dan kedamaian hidup. Kedua: Liberalisasi pendidikan merupakan salah satu aliran dalam pendidikan dewasa ini yang mulai menjadi mainset berfikir dalam memahami makna dari pendidikan itu sendiri baik dikaji dari makna filosofosnya maupun makna normatifnya. Ciri utama pendidikan yang berideologi liberal adalah selalu berusaha menyesuaikan pendidikan dengan keadaan ekonomi dan politik di luar dunia pendidikan. Hal ini terlihat pada benang merah kebijakan Mendiknas beberapa tahun terakhir. Oleh karenanya kompetensi yang harus dikuasai peserta didik merupakan upaya untuk memenuhi dan menyesuaikan tuntutan dunia kerja sebagaimana dikemukakan dalam setiap pergantian kurkulum baru kita.29
Perspektif Islam tentang Issu Kapitalisme Global
Menurut Dr. Monzer Kahf, Ph.D bahwa pola kehidupan sistem ekonomi Islam bertolak adanya ajaran keadilan, kesejahteraan sosial, kerjasama, saling tolong menolong, pemenuhan kebutuhan kolektif tidak bergerak dari perjuangan individu dan perlawanan antar kelas. Penerapan Sistem Ekonomi Islam secara kafah. Dalam hal ini kepemilikan harta kekayaan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu kepemilikan individu, negara, dan umum. Hanya harta dengan kepemilikan individu yang masuk mekanisme pasar (syariah), sementara dua jenis harta yang lain mengalir ke lembaga baitul mal. Lembaga inilah yang akan mengelola keuangan masyarakat untuk pendanaan kepentingan bersama, seperti pendidikan,
28 Aini yatuz Zulfa di 05.39 http://momobungahitam.blogspot.co.id/2012/05/kapitalisme-pendidikan.html.diakses 02/10/2015
kesejahteraan, dan pengembangan usaha. Harta kepemilikan individu pun pada akhirnya juga akan menetes ke baitul mal melalui mekanisme zakat, infak, dan sedekah.30
Dalam bukunya Nizhamul Iqtishadi fil Islam, Taqiyuddin An Nabhani 31 menjabarkan pemikiran dan pandangannya seputar sistem ekonomi Islam. Menurutnya sistem ekonomi Islam berangkat dari sebuah pandangan bahwa seluruh harta yang ada di dunia ini (bahkan seluruh alam semesta ini) adalah milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdasarkan firman Allah.
“Dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakannya kepadamu” (Q.S. 24 An-Nuur: 33)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa harta yang dikaruniakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia sesungguhnya merupakan pemberian Allah yang dikuasakan kepadanya. Hal ini sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang lain.
“Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu
menguasainya” (Q.S. 57 Al-Hadid: 7).
Syariat telah menjelaskan dan mengatur tentang pemanfaatan harta yang dibolehkan (halal) dan yang tidak diperbolehkan (haram).
Syariat mengharamkan pemanfaatan harta untuk membeli minuman keras, menyuap, menyogok, berfoya-foya, dan sebagainya.
“ ... orang – orang yang dlalim hanya mementingkan kehidupan mereka yang mewah, dan merekalah orang-orang yang berdosa” ( Qs. 11 hud: 16)
H. Dwi Condro Triono, M.Ag. Ph.D.32. yang merupakan dosen Pascasarjana IAIN Surakarta memaparkan bahwa krisis finansial global yang terjadi bermula dari penerapan sistem ekonomi kapitalisme. Secara umum, sistem ekonomi ini berfokus pada akumulasi kapital sehinga menciptakan lembaga-lembaga keuangan seperti perbankan, pasar modal, dan pasar derivatif. Lembaga-lembaga inilah yang memungkinkan perilaku mencari keuntungan secara rakus dan berlebihan, sehingga berujung pada krisis.
Adapun solusi ekonomi Islam terhadap krisis yang terjadi ada 2, yaitu solusi yang bersifat parsial dan komprehensif (kafah). Dalam solusi parsial, Ekonomi Islam berusaha mengganti bunga sebagai faktor produksi dengan bagi hasil, menghapus pasar sekunder dan pasar derivatif, dan memunculkan pasar modal dan perbankan syariah. Akan tetapi, menurutnya, cara ini tidak akan
30 DR.Monzer Kahf,Ph.D., Telaah analisis terhadap Fungsi Sistem Ekonomi Islam, 1995, hal. 15-29 31 Taqiuddin An-Nabhani, The Economic Sistem of Islam, Al Khilafah Publications, London, 1997
efektif karena sistem ekonomi tersebut sebenarnya tetap berjalan di atas rel sistem ekonomi kapitalisme dan hanya berbeda kemasannya saja.
C. Sikap Islam terhadap Sistem Ekonomi Kapitalisme Global
Rasionalisme ekonomis,
Teori perilaku konsumen Barat adalah watak kultur kapitalisme eropa muncul sebagai sumber dualitas, “rasionalisme ekonomik” dan “utilitarianisme”, rasio ekonomi menafsirkan perilaku manusia sebagai sesuatu yang dilandasi keberhasilan memperoleh uang. Etika filsafat uang dan utility sikap moral seperti ketepatan waktu kerja, kejujuran dan sikap hemat, sebagai pemanfaatan maksimal sumberdaya manusia dalam produktifitas barang dan jasa dengan kepuasan ekonomi atas kesadaran nilai tinggi uang dan materi.33 Orang-orang
kapitalisme memproduksi barang-barang mewah disertai iklan besar-besaran tanpa perduli kebutuhan pokok masyarakat. Sebab yang mereka cari keuntungan belaka.
Dalam system nilai tukar.
System kapitalis sebagai suatu system yang mayoritas diterapkan dibebagai Negara termasuk Indonesia, menempatkan uang sebagai sesuatu nilai yang berbeda karena perbedaan waktu, tempat, kekuatan daya beli masyarakat, dan sebagainya. Perbedaan ini akan mendorong spekulan untuk mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa peduli terhadap nasib orang banyak.
Konsep waktu perilaku konsumen dan manusia ekonomis,
Islam memandang bahwa manusia adalah mekhluk yang memiliki kehendak bebas Manusia adalah makhluk yang sadar (berpikir) sebagai karakteristik manusia yang paling menonjol. Manusia adalah makhluk yang sadar atas dirinya sendiri, artinya dia adalah makhluk hidup satu-satunya yang memuliki pengetahuan budaya dan kemampuan membangun perasadaban. Manusia adalah makhluk kreatif, yang menyebabkan manusia mampu menjadikan dirinya makhluk sempurna didepan alam dan dihadapan tuhan. Manusia makhluk yang punya cita-cita dan merindukan sesuatu yang ideal, artinya dia tidak menyerah dan menerima ‘apa yang ada’, tetapi selalu berusaha megubahnya menjadi ‘apa yang semestinya’. Manusia adalah makhluk moral, yang hal ini berkaitan dengan masalah nilai (value). Konsep harta islam menganggap sebagai amanah, karena islam tidak membenarkan
adanya kemiskinan dan eksploitasi individu.(Qs.2 Al Baqarah :261),Konsumsi dan pemuasan kebutuhan diperbolehkan dalam islam asal tidak menyebabkan madlarat atau pemborosan (Qs.7 Al A’araf ;32, Qs.17 Al Isra’;29, Qs.6 Al an’am ;141)
Kosep kebebasan ekonomi
sistem ekonomi islam dilandasi tanggungjawab individu dan kolektis sosial, seperti infaq, menabung di bank syari’ah, tidak ada konsep dosa dalam harta warisan, setiap individu berhak penuh untuk berkonsultasi bidang ekonomi.34Dengan demikian, karena pendidikan Islam adalah upaya normatif yang berfungsi untuk memelihara dan mengembangkan fitrah manusia, maka harus didasarkan pada nilai-nilai tersebut di atas baik dalam menyusun teori maupun praktik pendidikan. Dasar pendidikan Islam adalah yang tergolong intrinsik, fundamental, dan memiliki posisi paling tinggi adalah tauhid karena merupakan seluruh fondasi seluruh bangunan ajaran Islam. Pandangan hidup tauhid bukan sekedar pengakuan akan keesaan Allah, tetapi juga meyakini kesatuan penciptaan ‘unity of creation’, kesatuan kemanusiaan ‘unity of mankind’, kesatuan tuntunan hidup (unity of guidance), dan kesatuan tujuan dari kesatuan hidup ‘unity of Godhead’.35
Konsep Ribawi, Konsumerisme dan Pola Hidup Mewah ( Boros ),
Kapitalisme tegak diatas landasan riba, penindasan dan memiskinkan masyarakat, kapitalisme mengikat pola hidup mewah dan sosialita yang berkelas. Islam menegakkan praktek ekonomi secara halal dan terbebas dari riba.36 Islam tidak mau menerima kedaulatan
yang tidak dapat diganggu gugat dari perilaku yang mementingkan diri sendiri dalam dunia ekonomi.37 Islam lebih mementingkan sifat lebih banyak memberi dari pada meminta, hal ini
didasarkan pada firman Alloh QS: at-Taubah: 105 “Beramallah tuhan akan melihat tingkah laku kalian”
III. Kesimpulan
Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem ekonomi kapitalis atau sistem ekonomi pasar ini mempunyai ciri-ciri, kelebihan dan kekurangan.
34 DR.Monzer Kahl.Ibid. hal.51-69
35 https://www.facebook.com/permalink.php?id=465930916800736&story_fbid=480055742054920
Globalisme dan kapitalisme.diposting oleh diah-n-f-fisip08 pada 07 June 2012 di globstra – diakes 02/10/2015 36 Syed Nawab Haider Nagwi, terjemah M. Syaiful Anam, Mengagas Ilmu Ekonomi Islam (Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2003), 80
Tahap dalam sistem ekonomi kapitalis yang pertama adalah kapitalisme awal yang berlangsung sekitar abad ke-XVII sampai menjelang abad ke-XX dimana individu/swasta mempunyai kebebasan penguasaan sumber daya maupun pengusaan ekonomi dengan tanpa adanya campur tangan pemerintah berbeda pada tahap kapitalisme modern yang diterimanya peran pemerintah dalam pengelolaan perekonomian.
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa:
(1) Nilai-nilai kultural bangsa, pluralisme budaya yang kompleks menjadi modal dasar stabilitas sosial ekonomi.Kontrol impor dan promosi ekspor dengan daya saing pasar akan menekan ongkos beaya produksi dan laju inflasi
(2) Determinisme mengandung arti kondisi manusia tidak berubah kecuali kekuatan psikis, struktur sosial,gaya hidup yang dikehendaki. Islam memamndang manusia bertanggungjawab atas apa yang dikerjakan, setiap orang harus mencari sumber daya yang benar sebagai amanah (Qs.Al an’am:164,Al isra’:15,Nisa’:78,Albaqarah:29
(3) Gaya hidup sederhana, persaudaraan, ekonomi atas dasar kerakyatan serta keadilan yang merta adalah karakteristik utama sistem ekonomi islam, Islam dan sistem ekonomi ini meletakkan asas kemanfaatan bersama dan membebaskan manusia dari belenggu kapitalisme(Qs.Al a’raf:157)
(4) Pendidikan sangat menjunjung tinggi sebuah hukum casualitas yakni: orang yang pandai seharusnya lebih mudah dalam mencari rizki (nafkah) yang halal ”Tuhanmu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya.(QS: al-Isra: 66), “ Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian karunia-Nya.” (QS: ar-Ruum: 23) “Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebarlah di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung” (QS: al-Jum;ah: 10)
(5) Pendekatan islam secara komprehensif dalam “maqashid assyari’ah” mwnghapus segala bentuk kezaliman, ketidak adilan,eksploitasi,penindasan dan perbudakan sebagaimana dalam variasi eksplisit Alqur’an tentang ‘adl, qisth, mizan seperti ditegaskan dalam missi risalah rasul (Qs.Hadid: 25)38
DAFTAR PUSTAKA
Amien Rais, Kritik Islam terhadap Kapitalisme dan Sosialisme, Jurnal Inovasi UMY
Adi Sasono, Liberalisasi Ekonomi, Pemerataan dan Kemiskinan, Tiara Wacana, Yogyakarta. Al-Ghazali, terjemah. Moh. Zuhri. ‘Ihya’Ulumiddin: Menghidupakan Ilmu-ilmu Agama Aslam. Semarang: Asy-Syifa’, 1990.
An Nabhani, Taqyuddin, 1996, Membangun Sistem Ekonomi Alternatif – Perspektif Islam, Alih Bahasa Muh. Maghfur, Risalah Gusti, Surabaya,
Bachriar, Asep Purmana, The Power of Relegion: Agama Untuk Kemanusiaian dan Peradaban. Bantul: Pondok Edukasi, 2005.
Bagus, Loren. Kamus Filsafat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1996.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1989.
Johan Norberg Membela Kapitalisme Global Diterjemahkan dan disunting oleh Sukasah Syahdan, Jakarta,1992
---, Jurnal 9 Th 2008 Ekonomi Ideologis, Cengkraman Kapitalisme Global di Indonesia
Supriyanto, Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, vol.6,no.2, 2009, Memahami Cara Bekerja Sistem Ekonomi,FISE UNY
Taqiuddin An-Nabhani, The Economic Sistem of Islam, Al Khilafah, London, 1997
Fakih, Mansour. 2001. “Runtuhnya Teori Pembangunan dan Globalisasi”. Yogyakarta: Insist Press
Samekto, Aji. 2005. Kapitalisme Modernisasai dan Kerusakan Lingkungan.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Lekachman, Robert dan Van Lonn, Boriin. 2010. Kapitalisme, Teori dan Perkembanganya. Bandung: Resist Book
Hisyam, amdya. Amerika Serikat: Liberalisme dalam Ekonomi Politik Internasional. (diakses melalui http://deedde.wordpress.com/2011/03/07/amerika-serikat-liberalisme-dalam-ekonomi-politik-internasional/)
http://luluadzanaa.blogspot.co.id/2014/12/ makalah-kapitalisme.html
Robinson, William. 2004. “Global Class Formulation and the Rise of a Transnational Capitalist Class”, dalam A Theory of global Capitalism: Preduction, Class, and State in a Transnational World. Baltimore: The John Hopkins University Press.
http://www.stainkudus.ac.id/berita-membumikan-ekonomi-syariah-menangkal-ekonomi-kapitalis.html#ixzz3lV9E024M. Dekonstruksi Kapitalisme dan Rekonstruksi Ekonomi Syariah (Bagian 2) Agustianto | In : Artikel, Islamic Economics
http://www.voa-islam.com/read/opini/2015/02/22/35818/presiden-barack-obama-
menyerukan-melawan-ekstrimisme-dan-fundamentaisme-
http://diah-n-f-fisip08.web.unair.ac.id/artikel_detail-47832-globstra-http://asfahani0.blogspot.co.id/2013/11/perspektif-islam-tentang-pendidikan.html
Nagwi, Syed Nawab Haider, terjemah M. Syaiful Anam. Mengagas Ilmu Ekonomi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.