TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Kopi (Coffea sp.)

12  35  Download (1)

Teks penuh

(1)

TINJAUAN PUSTAKA Tanaman Kopi (Coffea sp.)

Genus Coffea termasuk ke dalam keluarga Rubiaceae, yang terdiri atas 103 jenis. Tanaman ini dibagi ke dalam Eucoffea, Mascarocoffea, Argocoffea dan Paracoffea, jenis yang pertama hingga yang ketiga berasal dari Afrika dan yang terakhir dari Asia. Hanya jenis Eucoffea satu-satunya memiliki nilai ekonomi dan dibudidayakan meliputi kopi arabica dan robusta. Pada kondisi alami, kebanyakan jenis coffea tercipta di daerah tropis afrika, terutama sekali di negeri Madagaskar dan lahan yang dicakup oleh negara tersebut, beberapa jenis tercipta di India (Vieira, 2008).

Kopi arabika berasal dari hutan pegunungan Ethiopia. Tumbuh di bawah naungan kanopi hutan. Arabika asli adalah tipe tumbuhan yang menyukai naungan. Namun, pemuliaan bertahun-tahun telah menciptakankan varietas yang memberikan hasil yang baik dalam kondisi cahaya penuh seperti Catimor. Arabika ditanam di daerah tropis dengan ketinggian lebih dari 500 m, tetapi sebaiknya dari 1000-1500 m. Daerah yang ketinggiannya lebih tinggi umumnya menghasilkan tanaman yang kualitasnya lebih baik. Curah hujan dari 1200-2000 mm harus terdistribusi sepanjang tahun (Kuit et al., 2004).

(2)

nutrisi yang tersedia, kisaran pH optimum untuk tanaman kopi adalah 5,4-6,0 (Kuit et al., 2004).

Struktur pohon kopi mengacu pada bentuk pertumbuhan pohon. Batang tumbuh lurus ke atas dan disebut orthotropic (yang berarti vertikal). Cabang lateral tumbuh di sisi berlawanan dari batang dan disebut plagiotropic (yang berarti horisontal). Tunas auxiliary (tunas yang tersusun di sekitar poros batang atau cabang), dari batang terdiri dari tunas primer yang dapat tumbuh menjadi cabang lateral, dan beberapa tunas yang berkembang menjadi anakan dan perbungaan (tempat tumbuhnya bunga). Cabang primer dapat dibagi lagi dalam cabang sekunder dan tersier (Gambar 1) (Kuit et al., 2004).

Gambar 1.Struktur Tanaman kopi . Sumber : (Vieira, 2008)

(3)

lanset, bervariasi sesuai dengan spesies kopi, ukuran buah dan endosperm ('biji') bervariasi sesuai dengan kultivar atau varietas yang ditanam dan kondisi lingkungan dan teknik budidaya. Biasanya dihasilkan dua biji / buah, sebagian besar biji mengandung protein, kafein, minyak, gula, dekstrin, asam chlorogenik dan beberapa hal lain yang menentukan karakteristik dari kopi dipengaruhi oleh aspek pemanenan, pengolahan dan pemanggangan biji (Vieira, 2008).

Kebanyakan kopi komersial ditanam dari benih, dan bibit dibesarkan di pembibitan baik disemai atau polybek atau material lainnya. Perkecambahan memakan waktu 5-10 minggu dan bibit dapat ditransplantasikan ke lapangan ketika berusia 6-10 bulan. Perbanyakan vegetatif dengan stek dapat dilakukan pada kopi, tetapi jarang di praktekkan di seluruh dunia. Di Brazil, di daerah yang populasi Meloidogyne incognita dan M. paranaensis sangat tinggi terutama di São Paulo dan Parana Serikat, okulasi menggunakan kopi canephora sebagai batang bawah dan kultivar kopi arabica sebagai batang atas merupakan bibit yang digunakan untuk perkebunan produktif. Jarak tanam bervariasi antara daerah,

biasanya 2-4 m antara baris dan 0.5-1 m antara tanaman (Campos & Villain 2005).

Nematoda

(4)

Nematoda adalah binatang yang bergerak aktif, lentur dan berbentuk seperti pipa, hidup pada permukaan yang lembab atau lingkungan yang berair. Nematoda memiliki sistem organ yang lengkap sebagaimana binatang yang mempunyai organ kompleks, tetapi mereka tidak memiliki sistem peredaran darah. Nematoda terbagi dua jenis yaitu memiliki stilet dan tidak. Nematoda yang memiliki stilet menjadi perhatian lebih dikarenakan merupakan nematoda parasit. (Dropkin, 1992).

Siklus hidup nematoda sangat sederhana sekali yaitu betina meletakkan telur kemudian telur-telur tersebut menetas menjadi larva. Dalam banyak hal, larva-larva ini menyerupai nematoda, hanya ukurannya lebih kecil. Selain nematoda dewasa dan telur, dalam siklus hidup nematoda terdapat 4 stadia larva dan empat kali pergantian kulit. Stadia larva pertama berkembang dalam telur dan pergantian kulit pertama biasanya terjadi di dalam telur. Dari pergantian kulit pertama muncul stadia larva dua, yang bergerak bebas ke dalam tanah dan masuk ke dalam jaringan tanaman. Apabila nematoda stadia larva dua tersebut mulai makan pada jaringan inang yang cocok, terjadi pergantian kulit kedua, ketiga dan keempat dan lima atau stadia dewasa. Secara umum, siklus hidup nematoda parasit berlangsung selama 25-35 hari, bergantung pada jenis nematoda, tanaman inang, keadaan lingkungan tanah (suhu, kelembaban, tekstur) (Mustika, 2003).

(5)

Permasalahannya adalah nematoda parasit tumbuhan hidup pada semua areal pertanaman, kerusakan yang paling nyata terjadi di daerah tropis atau sub-tropis berhubungan erat dengan temperatur yang tinggi, masa tanam dan sebagian besar tanaman rentan, sehingga akan meningkatkan populasi nematoda tiap-tiap tahunnya (Zuckerman et al., 1971).

Dalam budidaya kopi terdapat faktor pembatas diantaranya adalah serangan hama dan penyakit. Hama utama yang menyerang tanaman kopi antara lain yaitu : Nematoda luka akar (Pratylenchus coffae), nematoda pelubang akar (Radopholus similis) (Izhar dan Yardha, 2001).

Nematoda parasit pada tanaman kopi

Ada beberapa jenis nematoda parasit yang menyerang tanaman kopi, antara lain : 1. Pratylenchus sp.

Biologi nematoda Pratylenchus sp.

Adapun klasifikasi nematoda Pratylenchus sp menurut literatur

Dropkin (1992) adalah sebagai berikut :

(6)

a b

Nematoda luka akar (Pratylenchus spp.) adalah yang paling umum dan merusak tanaman kopi (Coffea sp.). Genus Pratylenchus terdiri dari 97 spesies yang dikenal dari distribusi di seluruh dunia dan penting secara ekonomi. Anggota dari genus ini disebut nematoda luka akar karena mereka menghasilkan luka pada akar tanaman sebagai hasil dari aktifitas mereka memakan akar (Handoo et al, 2008).

Pratylenchus sp mempunyai lebar tubuh antara 40 μm hingga 160 μm, dengan panjang tubuh antara 0,4-0,7 mm, sedangkan diameter tubuh

20 - 25 μm. Bentuk nematoda ini pada umumnya memanjang, bagian ujung anterior kepala mendatar, dengan kerangka kepala yang kuat (Gambar 2), mempunyai stilet pendek dan kuat, panjangnya 14-20 μm dengan basal knop yang jelas (Dropkin 1992).

Gambar 2. Fotomikrograf Pratylenchus betina (400 x) (a), Pratylenchus jantan (400 x) (b).

Pratylenchus tergolong kedalam endoparasit migratory dengan

(7)

terbentuk akan menjadi 'sarang' atau koloni nematoda dari semua tahap. Perubahan warna jaringan yang terkena dampak biasanya jelas. Di atas permukaan tanah gejala serangan meliputi klorosis dan kerdil. Beberapa spesies bereproduksi secara seksual sementara yang lain partenogenesis. Siklus kehidupan dapat diselesaikan dalam 3-4 minggu dan nematoda dapat bertahan hidup tanpa adanya tanaman inang selama beberapa bulan. Hal yang paling penting spesies bersifat polifagus, meskipun P. goodeyi hanya terbatas pada tanaman pisang. Spesies utama dalam genus ini adalah: P. brachyurus, P. coffeae, P. goodeyi, P. penetrans, dan P. zeae (Hunt et al., 2005).

Untuk P. coffeae dan P. brachyurus, telur diletakkan dalam jaringan akar. Telur P. coffeae menetas dalam 6-8 hari pada suhu 28-30 ° C, pertama kali munculnya nematoda dewasa dapat diamati 15 hari setelah menetas pada suhu 25-30 ° C pada kentang di bawah kondisi ini, lamanya waktu siklus rata-rata adalah 27 hari. Untuk P. brachyurus, di bawah kondisi suhu optimum (30 atau 35 ° C), satu siklus hingga dewasa memerlukan waktu 4 minggu pada jagung, sementara pada suhu 10 ° C siklus tidak selesai dalam 14 minggu (Campos & Villain 2005).

(8)

serangan pada permukaan tanah adalah layu, daun menguning, cabang mati muda dan kerdil. Serangan parah dapat mematikan tanaman (Dropkin, 1992).

Di lahan, gejala kerusakan tersebut terjadi secara setempat – setempat yang dapat mengurangi hasil berdasarkan berat ringannya serangan. Luka yang terjadi pada akar berakibat merusak seluruh sistem perakaran tanaman kopi. Akar kopi terinfeksi oleh Pratylenchus menguning kemudian coklat, dan akar lateral menjadi busuk. Tanaman yang terinfeksi terlihat kerdil dan memiliki daun kecil beberapa klorosis. Gejala awal dari infeksi di pohon yang baru ditransplantasikan menguning daun, hilangnya cabang primer muda dan pengerdilan tunas (Gambar 3). Layu bertahap diikuti oleh kematian seluruh pohon. Tanaman yang terserang berat akan mati sebelum dewasa (Campos & Villain 2005).

Gambar 3. Gejala serangan nematoda di atas permukaan tanah di Kecamatan Pantan Cuaca.

(9)

jangka waktu yang lama P. brachyurus merupakan satu – satunya spesies

Pratylenchus yang menyerang tanaman kopi di Amerika Selatan. P. coffeae terdapat di pertanaman kopi di India dan Pulau Jawa (Campos & Villain 2005).

Rotasi tanaman adalah cara lama dan masih paling banyak digunakan untuk kontrol nematoda lapangan. Penggunaan varietas tahan merupakan salah satu cara praktis untuk mengendalikan nematoda menyerang tanaman dengan tingkat serangan yang rendah perhektar (Zuckerman et al., 1971).

Fumigasi tanah meskipun umumnya dianggap sebagai teknik modern, digunakan pada awal 1884 ketika karbon disulfida diterapkan pada lebih dari satu juta hektar untuk mengontrol kutu Phylloxera pada anggur. Prosedur ini tidak diragukan lagi juga dapat mengendalika nematoda. Karbon disulfida tidak banyak digunakan saat ini karena biaya tinggi per hektar dan sulit dalam aplikasi (Zuckerman et al., 1971).

(10)

dari beberapa tanaman hidup. Bahan kimia ini dapat membunuh nematoda lebih tinggi dari dichloropropene atau etilen dibromida yang sifat nematisidanya lebih rendah (Zuckerman et al., 1971).

2. Radopholus sp

Biologi nematoda Radopholus sp

Adapun klasifikasi nematoda Radopholus sp menurut literatur

Dropkin (1992) adalah sebagai berikut :

Kingdom : Animalia Phylum : Nematoda Class : Secernentea Subclass : Diplogasteria Ordo : Tylenchida Family : Pratylenchidae Genus : Radopholus Spesies : Radopholus sp

Radopholus spp. adalah nematoda penggali akar endoparasit

migratory, menyebabkan luka kortikal dan kerusakan akar yang luas. Sistem perakaran yang diserbu oleh nematoda berkurang dan menjadi coklat tua mengakibatkan pertumbuhan yang buruk. Mereka berbentuk cacing 0,5-0,8 mm, dengan stylets pendek tapi kuat dan vulva pada pertengahan tubuh (Bridge dan James, 2007).

(11)

kurang berkembang dan kepala berbentuk seperti tombol disebabkan oleh tonjolan daerah bibir mengerut. Kedua nematoda jantan dan betina memiliki ekor panjang meruncing dengan bulat atau menjorok. Nematoda jantan memiliki spicula (organ reproduksi laki-laki) yang tajam, melengkung, tertutup dalam suatu bursa. panjang Betina antara 550 dan 880 mm (0,55-0,88 mm) dan dengan diameter sekitar 24 μm, stylets berkembang dengan baik dengan panjang 16-21 μm (rata-rata 18 μm). Nematoda jantan lebih kecil dibandingkan betina, dengan panjang 500 sampai 600 μm (Brooks, 2008).

Panjang nematoda jantan rata-rata 0,58 mm dan mengalami degenerasi, esofagus dan styletnya tidak berkembang sempurna. Kepala nematoda jantan berbentuk membulat dan berlekuk sama dengan nematoda betina. Mempunyai testis tunggal dan bursa meluas sampai dua per tiga ekor (Dropkin,1992). Panjang spikula 18-22 μm berbentuk slindris dan melengkung (gambar 4 a & b).

Gambar 4. Fotomikrograf Radopholus jantan (400 x) (a), Radopholus betina (400 x) (b).

Setelah telur menetas, muncul juvenil tahap kedua dapat bermigrasi dalam akar dan menyelesaikan seluruh siklus hidup di dalam jaringan akar,

v

(12)

atau dapat meninggalkan akar mencari akar host lain yang sehat. Keturunan satu individu telah diamati berkumpul dalam jalur migrasi ibu dan menyebabkan daerah lokal kerusakan berat yang sering menyebabkan kematian dari akar yang terinfeksi. Gejala nematoda pelubang akar yang paling mudah diamati adalah luka gelap dan neurotik pada sistem akar (Sekora and William, 2012).

Figur

Gambar 1.Struktur Tanaman kopi .

Gambar 1.Struktur

Tanaman kopi . p.2
Gambar 2. Fotomikrograf Pratylenchus betina (400 x) (a), Pratylenchus jantan     (400 x) (b)

Gambar 2.

Fotomikrograf Pratylenchus betina (400 x) (a), Pratylenchus jantan (400 x) (b) p.6

Referensi

Memperbarui...