• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAN POLITIK MAHASISWA Studi Kasus Liga

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERAN POLITIK MAHASISWA Studi Kasus Liga"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

1

PERAN POLITIK MAHASISWA

(Studi Kasus Liga Mahasiswa Nasdem Pada Pemilihan Umum 2014

di Kota Malang)

Fikri Ferdiansyah

ABSTRAK

Liga Mahasiswa Nasdem adalah organisasi sayap Partai Nasdem, organisasi ini menjadi fenomena baru dalam tataran mahasiswa, mereka yang terbiasa menjadi

controling dari pemerintah yang mayoritas adalah orang-orang partai politik, namun sekarang mereka menjadi bagian dalam partai politik. Liga Mahasiswa Nasdem Malang bisa dikatakan sebagai salah satu yang terbesar pada awal terbentuknya organisasi tersebut. Berdasarkan sejarah pergerakan kelompok mahasiswa, mereka tidak ada yang menjadi organisasi sayap partai politik, yang ada hanya berafiliasi dengan partai politik. Lantas kenapa mahasiswa tertarik dengan Liga Mahasiswa Nasdem, dan bagaimana peran Liga Mahasiswa Nasdem dalam mendukung partainya pada pemilihan umum 2014 di Malang. Berdasarkan permasalahan tersebut, ada jawaban bahwa mahasiswa yang tertarik dengan Liga Mahasiswa Nasdem ternyata senang dengan partai Nasdem, dan keberadaan Liga Mahasiswa Nasdem berbeda dengan organisasi ekstra mahasiswa yang lain, serta ada juga yang hanya sekedar ikut-ikutan. Untuk perannya sendiri pada pemilihan umum di Kota Malang ternyata Liga Mahasiswa Nasdem mensosialisasikan Partai Nasdem di kalangan mahasiswa. Sehingga ditemukan kesimpulan bahwa dibentuknya Liga Mahasiswa Nasdem tidak semata-mata dimanfaatkan dalam pemilihan umum, sesuai dengan semboyannya, yaitu, Belajar, Berpartai, Berbakti.

Pendahuluan

(2)

2

menjaga kepercayaan masyarakat, dan memenuhi kebutuhan kinerja, partai politik harus bisa mencakup semua kalangan yang ada untuk bergabung di dalam partai politik dari kalangan pemuda, perempuan, buruh, tani, dll. Seperti yang sudah dilakukan hampir setiap partai yang sudah ada di Negara ini, mereka membentuk organisasi-organisasi sayap di dalam partainya dengan berbagai macam kalangan.

Kalangan buruh misalnya; beberapa partai memiliki organisasi sayap pada kalangan ini, seperti Golkar memiliki Sentral Organisasi Karyawan Sosialis Indonesia (SOLSKI), PDI Perjuangan memiliki Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM), PAN memiliki Petani Buruh Reformasi (PBR), Gerindra memiliki Sentral Gerakan Buruh Indonesia Raya (SEGARA), Hanura memiliki Kesatuan Buruh Hanura (KBH), Nasdem memiliki Gerakan Massa Buruh (GEMURUH). Banyak juga partai yang memiliki organisasi sayap kepemudaan seperti Gerindra memiliki Tunas Indonesia Raya (TIDAR), Golkar memiliki Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Demokrat memiliki Angkatan Muda Demokrat (AMD), Nasdem memiliki Gerakan Pemuda

Nasdem (GARDA), PPP memiliki Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK), PDI-P memiliki Taruna Merah Putih (TMP). Dan hampir setiap partai memiliki organisasi kepemudaan untuk regenerasi pengurus partai.

Namun tidak semua partai memiliki organisasi sayap berbasis mahasiswa. Partai Nasdem adalah salah satu partai politik yang memiliki organisasi sayap dengan basis massa dari kalangan mahasiswa yang bernama Liga Mahasiswa Nasdem (LMN), partai Nasdem menyetarakan Liga Mahasiswa Nasdem dengan organisasi mahasiswa ekstra kampus seperti HMI, PMII, GMNI, PMKRI, dll. Meskipun setara dengan organisasi mahasiswa lainnya, namun Liga Mahasiswa Nasdem tidak dapat disamakan dengan organisasi ekstra lainnya, karena Liga Mahasiswa N asdem jelas di bentuk oleh partai politik, kepentingan politiknya juga jelas mengarah pada partai Nasdem, sedangkan organisasi ekstra yang lain tidak memiliki afiliasi yang jelas terhadap partai politik.

(3)

3

Partisipasi Politik

Secara lebih spesifik, Budiarjo (2008.367) mendefinisikan partisipasi politik sebagai kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, yaitu dengan jalan memilih pimpinan negara, dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah (public policy). Kegiatan ini mencakup tindakan seperti memberikan suara dalam pemilihan umum, menghadiri rapat umum, menjadi anggota suatu partai atau kelompok kepentingan, mengadakan hubungan (contacting) dengan pejabat pemerintah atau parlemen dan sebagainya

Partai Politik

Definisi partai politik menurut Carl Friendrich dalam Ramlan (2010.148) adalah kelompok manusia yang terorganisasi secara stabil dengan tujuan unuk merebut atau mempertahankan kekuasaan dalam pemerintahan bagi pemimpin materiil maupun idiil kepada para anggotanya. Semetara itu, Soltau menjelaskan dalam Ramlan (2010.148) partai politik sebagai yang sedikit banyak terorganisasikan, yang bertindak sebagai suatu kesatuan politik, dan yang memanfaatkan kekuasaannya untuk kebijakan umum yang yang mereka buat.

Fungsi utama partai politik adalah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu, Ramlan (2010. 149). Dalam UU No.2 thn 2008, BAB V, Pasal 11 Partai politik berfungsi sebagai sarana pendidikan politik, penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa, penyerap, penghimpun, dan penyalur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan negara, partisipasi politik warga negara, dan yang terakhir adalah rekrutmen politik dalam pengisian jabatan melalui mekanisme demokrasi.

Pemilihan Umum

Menurut Jimly (2013.1) Sistem Pemilihan Umum diartikan sebagai suatu kumpulan metode atau suatu pendekatan dengan mekanisme prosuderal bagi warga masyarakat dalam menggunakan hak pilih mereka. Jimly menambahkan bahwa Pemilihan Umum di era ini memiliki sejarah sendiri dimana pergolakan dan potensi ancaman disintegrasi bangsa serta letupan-letupan kecil di daerah mengarah pada perpecahan dapat teratasi dengan baik melalui sistem pemilu demokratis. Semua pihak turut serta dalam pemilu karena hanya melalui jalur Pemilu semua peserta diberi kesempatan yang adil untuk meraih dukungan rakyat.

(4)

4

Menurut Ramlan (2010. 232) ada tiga tujuan dalam pemilihan umum. Pertama, sebagai mekanisme untuk menyeleksi para pemimpin pemerintahan dan alternatif kebijakan umum, sesuai dengan prinsip demokrasi yang memandang rakyat sebagai yang berdaulat, meski pelaksanaannya dilakukan oleh wakil-wakilnya. Kedua, pemilihan umum juga dapat dikatakan sebagai mekanisme memindahkan konflik kepentingan dari masyarakat kepada badan-badan perwakilan rakyat melalui wakil-wakil rakyat yang terpilih melalui partai-partai yang memenangkan kursi sehingga integrasi masyarakat tetap terjamin. Ketiga, pemilihan umum merupakan sarana memobilisasikan dan atau menggalang dukungan rakyat terhadap negara dan pemerintahan dengan jalan ikut serta dalam proses politik.

Faktor Mahasiswa tertarik pada Liga Mahasiswa Nasdem

Pada awal kemunculan Liga Mahasiswa Nasdem di Malang, organisasi ini mampu mendapatkan anggota sebanyak 400 mahasiswa dari berbagai kampus yang berada di Malang Raya. Dan secara otomatis jumlah anggota Partai Nasdem juga ikut bertambah, karena mahasiswa yang masuk dalam Liga Mahasiswa Nasdem secara otomatis telah resmi bergabung sebagai anggota Partai Nasdem. Kenapa mahasiswa tertarik dengan Liga Mahasiswa Nasdem, padahal banyak organisasi mahasiswa yang tidak berhubungan langsung dengan partai politik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh pengurus Liga Mahasiswa Nasdem Malang kepada calon anggota baru yang telah di screaning untuk mengikuti pelatihan tingkat dasar di LMN, menurut Gilang, mayoritas mereka mengatakan ketertarikannya bergabung dengan Liga Mahasiswa Nasdem adalah;

1. Karena senang dengan Partai Nasdem

Hadirnya partai baru dalam perpolitikan di Indonesia ternyata dapat menjadi daya tarik mahasiswa, melihat partai-partai pendahulunya yang sudah terlibat berbagai masalah, nampaknya partai Nasdem memberikan harapan baru atas kondisi perpolitikan yang telah di nilai buruk oleh masyarakat terutama mahasiswa.

Dengan Visi memantapkan eksistensi Negara, memperkuat persatuan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, mendorong keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan Misi dari Partai Nasdem, Gerakan mengembalikan Indonesia kepada tujuan dan cita-cita Proklamasi 1945, yaitu Indonesia yang berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian secara kebudayaan. Membuat mahasiswa yang memiliki pemikiran sama dengan Partai Nasdem langsung tertarik dengan Liga Mahasiswa Nasdem.

2. Berbeda dengan organisasi mahasiswa yang lain

(5)

5

partai politik, tidak munafik, dan berani berterus terang menyatakan keberpihakannya untuk melangkah bersama Partai Nasdem di bawah naungan gerakan perubahan restorasi Indonesia.

3. Wadah bagi para mahasiswa yang senang dan yang ingin berkarir di bidang politik

Banyak mahasiswa yang berharap dapat menjadi politisi ketika tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasdem, karena kader dari Liga Mahasiswa Nasdem memang sengaja dipersiapkan oleh partai untuk nantinya menempatkan posisi di partai sesuai dengan bidang keilmuannya.

Peran LMN untuk Partai Nasdem pada Pemilu 2014

Setelah 16 tahun reformasi, yang dinilai hanya melahirkan demokrasi prosedural karena tidak berimbas pada kesejahteraan rakyat banyak, kini menjadi tantangan berat yang harus diselesaikan oleh mahasiswa dengan solusi berbeda dari pola pikir mainstream yang ada. Selain tantangan eksternal tadi, mahasiswa pun mempunyai tantangan secara internal, yakni gaya hidup yang bertentangan dengan nilai kepribadian bangsa sudah semakin dalam mengakar di tengah budaya organisasi yang berpura-pura ideal. Sehingga tak dapat ditawar lagi, bahwa hal terpenting yang harus dilakukan sekarang adalah mewujudkan gerakan perubahan baru dan maju

Berbicara mengenai peran politik mahasiswa tentu tidak lepas dari Pemilu yang ada di Negara ini. Seperti yang dikatakan Ramlan (2010, 233) bahwa Pemilu memiliki makna yang strategis dalam proses berdemokrasi, antara lain: 1) Pemilu menunjukan seberapa besar dukungan rakyat kepada pejabat atau partai politik. 2) Sarana bagi rakyat untuk melakukan kesepakatan politik baru dengan partai, wakil rakyat dan penguasa. 3) Sebagai sarana mempertajam kepekaan pemerintah dan anggota legislatif terhadap aspirasi rakyat. Berdasarkan pemahaman Ramlan di atas mengenai makna Pemilu, keterlibatan mahasiswa dalam Pemilu khususnya bagi mahasiswa yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasdem adalah sebuah keharusan. Artinya dalam Pemilu ini Liga Mahasiswa Nasdem dapat menunjukan perannya sebagai kaum intelektual dan yang paling dekat hubungannya dengan masyarakat untuk membawa kepentingan rakyat yang sesuai dengan visi misi partainya.

(6)

6

Berikut perolehan suara Partai Nasdem di Malang Raya; a. Kota Malang

Sumber: Hasil olah penulis (2014)

Pada Pemilu di Kota Malang, Partai Nasdem mendapatkan suara sebanyak 364.793 atau sekitar 5% dari total pemilih. Angka tersebut terbilang sangat baik untuk ukuran partai baru. Nasdem mampu mengimbangi perolehan suara partai-partai besar yang sudah cukup lama mengikuti Pemilu seperti PKS, PAN, PPP, yang masing- masing memperoleh suara 5% dari total pemilih.

a. Kota Batu

Hasil Pemilu 2014 Kota Batu

Sumber: Hasil olah penulis (2014)

Sedangkan di Kota Batu Partai Nasdem memperoleh suara sebanyak 104.702 atau 4% dari jumlah pemilih. Pemilihan di Kota Batu perolehan suara Partai Nasdem mampu mengimbangi perolehan suara PKS dan Hanura, namun masih belum mampu melewati perolehan PDI-P dan PKB yang notabene adalah basis massa mereka di Kota ini, meskipun belum mampu menempati lima besar namun perolehan suara tersebut harus di apresiasi.

(7)

7 a. Kabupaten Malang

Hasil Pemilu 2014 Kab. Malang

Sumber: Hasil olah penulis (2014)

Dan perolehan suara Partai Nasdem terbanyak di dapatkan di Kabupaten Malang. Partai Nasdem memperoleh suara sebanyak 1.234.093 suara atau 8%, Partai Nasdem mampu melewati perolehan partai Demokrat yang hanya memperoleh suara 6%, Hanura 4%, PKS 4%, PAN 5%, PPP 3%. Partai Nasdem menempatkan posisi keempat setelah PDI-P, Golkar, PKB, dan Gerindra.

b. Total Malang Raya

Hasil Pemilu 2014 Malang Raya

Sumber: Hasil olah penulis (2014)

Total suara Partai Nasdem di Malang Raya sebanyak 1.703.588 atau 4% dari jumlah pemilih. Banyaknya suara yang di peroleh Partai Nasdem di Malang Raya membuktikan keseriusan Partai dalam mewujudkan cita-citanya. Seperti yang

(8)

8

dikatakan oleh Ramlan (2010,149) bahwa fungsi utama partai politik adalah mencari dan mempertahankan kekuasaan guna mewujudkan program-program yang disusun berdasarkan ideologi tertentu. Dalam Pemilu 2014 ini Partai Nasdem begitu serius menjalankan fungsinya sebagai partai politik. Dilihat dari persiapan yang begitu matang, mempersiapkan kader-kader partai dari berbagai kalangan seperti pemuda, perempuan, buruh, dan mahasiswa yang di bentuk dan dijadikan organisasi sayap partainya untuk menunjang kebutuhan partai.

Kekuatan Liga Mahasiswa Nasdem pada 2014 memang sudah tidak begitu kuat seperti pada saat baru berdiri di Malang, ini diakibatkan oleh kaderisasi yang buruk di internal Liga Mahasiswa Nasdem sendiri, banyaknya jumlah anggota yang menghilang dan mengundurkan diri menjadi kelemahan bagi Liga Mahasiswa Nasdem untuk mendukung Partai Nasdem, mereka tidak dapat berbuat banyak dalam Pemilu 2014 di Malang. Hanya ada beberapa anggota yang tersisa untuk mendukung Partai Nasdem di Malang.

Liga Mahasiswa Nasdem Malang tidak memiliki peran signifikan pada pemilihan umum 2014, menurut Dedi, gerakan mereka tidak terorganisir dengan baik, dan tidak ada intruksi dari Liga Mahasiswa Nasdem pusat untuk bergerak pada pemilihan umum 2014 lalu. Namun mahasiswa yang tersisa di Liga Mahasiswa Nasdem memiliki inisiatif untuk mensosialisasikan partai Nasdem kepada teman-teman mahasiswa di kampusnya masing-masing. Tidak salah juga ketika Liga Mahasiswa Nasdem tidak bergerak pada pemilihan umum 2014 di Kota Malang, dalam anggaran dasar sudah jelas tertulis bahwa tujuan Liga Mahasiswa Nasdem adalah untuk mendidik mahasiswa Indonesia menjadi tulang punggung bagi gerakan perubahan restorasi Indonesia dalam mewujudkan masyarakat Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Pada anggaran dasar Liga Mahasiswa Nasdem, organisasi ini terbentuk dengan fungsi; mewadahi kebutuhan mahasiswa dalam bidang akademis, sebagai alat perjuangan mahasiswa dalam membela kepentingan pendidikan, sosial, ekonomi, dan politiknya, menumbuhkan kesadaran politik mahasiswa, dan mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi kader yang ahli di bidangnya. Ini yang menjadi alasan bahwa anggota Liga Mahasiswa Nasdem tidak memiliki tanggung jawab dalam hal mobilisasi massa pada saat Pemilu. Tugas utama anggota Liga Mahasiswa Nasdem adalah belajar, sesuai dengan semboyannya, yaitu Belajar, Berpartai, Berbakti. Belajar adalah tugas utama, kemudian setelah tugas akademisnya tuntas barulah berpartai dan kemudian mengabdi. Dan kegiatan Liga Mahasiswa Nasdem sudah bisa dikatakan sebagai partisipasi politik, karena organisasi tersebut termasuk organisasi politik yang memiliki sumbangsih terhadap Partai Nasdem terutama dalam hal kaderisasi.

Meskipun tidak memiliki kewajiban untuk melaksanakan kegiatan pada waktu pemilihan umum, seharusnya Liga Mahasiswa Nasdem bisa memanfaatkan moment

(9)

9

Malang untuk sekedar menjadi saksi perhitungan suara di tempat pemungutan suara. Banyak sekali yang seharusnya bisa dilakukan oleh Liga Mahasiswa Nasdem di Kota Malang, namun memang anggota Liga Mahasiswa Nasdem di Kota Malang pada waktu itu tidak terorganisir, jadi mereka tidak dapat berbuat apa-apa.

Kesimpulan

Dari penelitian yang dilakukan mengenai peran politik mahasiswa dalam Pemilu legislatif 2014 di Kota Malang, dapat disimpulkan bahwa:

1. Faktor penyebab mahasiswa tertarik mengikuti Liga Mahasiswa Nasdem adalah:

a. Liga Mahasiswa Nasdem berbeda dengan organisasi mahasiswa lain dalam menentukan afiliasinya. Hingga saat ini belum ada organisasi massa kemahasiswaan yang berani secara sadar dan terbuka menjadi bagian dari gerakan politik untuk melakukan perubahan baru dan maju. Perbedaan Liga Mahasiswa Nasdem dengan organisasi mahasiswa lain adalah salah satu penyebab tertariknya mahasiswa ingin bergabung dengan Liga Mahasiswa Nasdem

b. Karena senang dengan partai Nasdem. Hadirnya partai baru dalam perpolitikan di Indonesia dapat menjadi daya tarik bagi kaum intelek seperti mahasiswa, melihat partai-partai pendahulunya yang sudah terlibat berbagai masalah, nampaknya partai Nasdem memberikan harapan baru atas kondisi perpolitikan yang telah di nilai buruk oleh masyarakat terutama mahasiswa.

c. Hanya ikut-ikutan teman. Mahasiswa yang tergolong dalam golongan ini adalah mahasiswa dari Indonesia timur yang berada di Malang, pergerakan meraka tergantung pada sosok yang ditokohkan dalam kelompoknya. Dan beberapa mahasiswa daerah lainnya.

d. Wadah bagi para mahasiswa yang senang dan yang ingin berkarir di bidang politik

Banyak mahasiswa yang berharap dapat menjadi politisi ketika tergabung dalam Liga Mahasiswa Nasdem, karena kader dari Liga Mahasiswa Nasdem memang sengaja dipersiapkan oleh partai untuk nantinya menempatkan posisi di partai sesuai dengan bidang keilmuannya

2. Sistem kaderisasi di Liga Mahasiswa Nasdem tidak berjalan dengan baik. Dari jumlah anggota pada angkatan pertama sekitar 400 orang, menyusut begitu cepat dan tersisa hanya tidak 47 orang. Ini membuktikan bahwa sistem kaderisasi Liga Mahasiswa Nasdem tidak mengakar kuat di dalam diri anggotanya.

3. Perolehan suara sebanyak 4% di Malang ternyata tidak ada sumbangsih yang signifikan dari Liga Mahasiswa Nasdem pada Pemilu 2014 di Malang.

4. Peran Liga Mahasiswa Nasdem pada Pemilu 2014 di Kota Malang hanya sebatas mensosialisasikan partai Nasdem di kalangan mahasiswa.

(10)

10

(11)

11

DAFTAR PUSTAKA Buku:

Anwar, Yozar. Protes Kaum Muda!. Jakarta. PT. Variasi Jaya – Kartini Group. 1982 Anwar, Yozar. Pergolakan Mahasiswa Abad ke-20: Kisah Perjuangan Anak-Anak

Muda Pemberang. Sinar Harapan, 1981

Asshiddiqie, Jimly. Menegakkan Etika Penyelenggara Pemilu. Jakarta. PT. RajaGrafindo Persada. 2013

Burhan, Bugin. Analisis Data Penelitian Kualitatatif.Jakarta : PT.Remaja Rosda Karya.2003

Budiarjo, Miriam. Dasar Dasar Ilmu Politik. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Utama. 2008

K,Yin, Robert. Studi Kasus Desain & Metode. Jakarta. Raja Grafindo Persada. 2013 Moleong, Lexy. J. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

2005

Raillon, Francois. Politik dan Ideologi Mahasiswa Indonesia. Jakarta. CV. Teruna Grafica. 1985

Salim Agus. Teori Dan Paradigma Penelitian Social: Buku Sumber Untuk Penelitian Kualitatif. Yogyakarta : Tiara Wacana. 2006

Surbakti, Ramlan. Memahami Ilmu Politik. Jakarta. PT. Grasindo. 2010

Website:

Tinjauan Partai Nasdem. Diakses melalui http://www.partainasdem.org (Pada tanggal 20 April 2014 pukul 20:00 WIB)

Fasilitas Pendidikan di Kota Malang. Diakses melalui http://jurnalmalang.com (Pada tanggal 18 Agustus 2014 pukul 19:00 WIB)

Referensi

Dokumen terkait

(2) Bagan Struktur Organisasi Dinas Pekerjaan Umum sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Daerah ini adalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan

Pendekatan yang paling mudah di terapkan dalam pembelajaran di studio perancangan produk dan jasa ini adalah dengan mengintegrasikan cara berpikir Design Thinking

Binatang yang menyukai biji kopi dan kotorannya bisa dijadikan kopi adalah… Luwak 54. Burung yang menjadi lambang kantor pos Indonesia

yaitu kepemilikn asing sehingga menghasilkan kesimpulan yang terbatas hanya mengenai pengaruh struktur kepemilikan terhadap nilai perusahaan, 2) Penelitian ini dibatasi

menghadapi ujian karena relaksasi dapat digunakan pada saat stressor yang. muncul mulai mengganggu

Prosedur penelitian: Mengumpulkan responden kelompok eksperimen pada tanggal 28 Februari 2011 di SD N Tunjungan, memberi penjelasan kepada responden tentang tujuan

seharusnya  pula  warga  Universitas  Gadjah  Mada  yang  telah  mencapai  kenyataan  dan  kebenaran  ini .. memiliki  kebebasan  untuk  menyatakan  kenyataan 

Tinggi dan rendahnya tingkat inflasi yang ada pada tahun 2013 dan 2014 tidak berpengaruh terhadap tabungan perbankan syariah, ini memperkuat teori para ekonom Islam