• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kemelut Pembakaran Hutan dan Pemanfaatan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kemelut Pembakaran Hutan dan Pemanfaatan"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Kemelut Pembakaran Hutan dan

Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Indonesia

dengan Analisis Framework Ekonomika Islam

Kebahagiaan merupakan tujuan utama kehidupan manusia. Manusia akan memperoleh kebahagiaan ketika mereka dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya, baik dari aspek material maupun spiritual. Pandangan dari Islam sebagai agama yang diturunkan dari Allah SWT dengan diberikannya pedoman Al Quran dan Hadist mengarahkan kepada umat manusia untuk mengejar kebahagiaan yang tidak hanya berorientasi pada dunia saja tetapi juga sangat perlu memperhatikan orientasinya tentang sebuah akhir setelah kematian yaitu akhirat. Dalam Islam kebahagiaan itu adalah falah, yaitu kemuliaan dan kemenangan dalam hidup baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang (Dunia dan Akhirat).

Ekonomi Islam yang saat ini sudah tidak terdengar asing, merupakan satu kesatuan perwujudan nilai dan ajaran Islam yang mempelajari bagaimana manusia memenuhi kebutuhan materinya di dunia ini sehingga tercapailah kesejahteraan yang akan membawa kepada kebahagiaan di dunia dan akhirat (falah). Jika manusia menyadari pentingnya falah, maka ia akan selalu berusaha mengelola sumber daya yang ada untuk mencapai falah tersebut. Dan ketika manusia berorientasi pada falah maka falah hanya dapat diperoleh jika ajaran agama Islam dapat dilaksanakan secara kaffah.

Ekonomi islam bertujuan untuk memelihara kemaslahatan umat manusia, kemaslahatan hidup yang terus berkembang dan dinamis mengikuti perkembangan dari dinamika hidup umat manusia. Karena itu dibutuhkan alat analisis yang dapat menyesuaikan kondisi factual atau kondisi yang telah berjalan dengan nilai dan ajaran Islam sehingga kondisi factual itu dapat diluruskan dan diterima sesuai dengan syariat. Umer Chapra menjelaskannya dengan analisis framework Ekonomi Islam yang menyebutkan tentang tugas ekonomi islam :

(2)

1. Menunjukkan perilaku ideal yang juga menunjukkan dampaknya kepada masyarakat 2. Evaluasi perilaku aktual

3. Membandingkan yang ideal dan aktual 4. Memberikan saran agar dapat mendekati idea.

Aktual

“ Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari perbuatan mereka, agar mereka kembali” (QS Ar-Ruum: 41).

Isu pembakaran hutan dan asap di sepanjang tahun 2015 menjadi headline besar di pemberitaan berbagai media massa, seperti terdapat salah satu Media Massa besar di Indonesia yang mengkhususkan satu halaman full tulisan-tulisan yang samar sebagai wujud simpatik kepada para korban asap dan bentuk gugatan kepada pihak berwenang untuk terus menindaklanjuti kasus tersebut dan memberikan perhatian kepada korban bencana asap. Pemberitaan asap yang berasal dari pembakaran hutan besar-besaran di kawasan jantung dunia yaitu Kalimantan dan beberapa wilayah Sumatera ini meluas hingga mancanegara dan membuat banyak simpatik masyarakat lain atas kejadian yang bisa disebut sebagai bencana nasional dmana kebakaran hutan dalam skala besar ini berdampak multiplier, baik dalam jangka pendek dan panjang yaitu kerusakan ekosistem, terganggunya siklus alam, dan terganggunya aktivitas maupun kesehatan masyarakat (terutama anak-anak yang belum memiliki kemampuan penjagaan dan penanggulangan sendiri untuk merespon bencana) di kawasan yang terkena dampak asap akibat kebakaran hutan.

Kasus ini masuk dalam proses hukum dan sampai saat ini telah didapatkan tersangka yang terlibat dimana di antaranya merupakan salah satu anak dari perusahaan besar Indonesia dan juga perusahaan asing yang masuk pada jajaran tersangka. Perusahaan-perusahaan besar yang terlibat rata-rata merupakan perusahaan yang bergerak pada perkebunan sawit, produksi pengolahan kayu, dan perkebunan komoditas penting lainnya seperti lada.

(3)

minyak bumi yang tidak atau sangat lama dapat diperbarui seperti minyak bumi. Alhasil pengembangan bahan bakar nabati terus digencarkan dan dilakukan pengembangan-pengembangan besar untuk eksplorasi produk turunan minyak sawit. Dan Sawit merupakan salah satu komoditas yang mampu menjawab kebutuhan itu sehingga memiliki nilai prospek yang sangat tinggi tidak hanya berprospek dalam bentuk produk primer tetapi juga pada turunan lainnya yang bernilai tinggi seperti bahan baku plastic ramah lingkungan dan bahan bakar jet nabati atau bioavtur. Nilai tambah dari produk turunan sawit yang sangat menjanjikan ini sangat berpeluang menarik untuk perusahaan melakukan ekspansi usaha atau bagi perusahaan baru untuk masuk ke usaha tersebut dan menjalakannya, kemudian terciptalah usaha yang berlomba-lomba ekspansi dengan melibatkan banyak orang sebagai pekerja dan perangkat lainnya yang saling memberi manfaat dalam melakukan kegiatan produksi hingga pada proses penjualannya yang menciptakan profit.

Karena itu, produsen atau dalam hal ini perusahaan memerlukan potensial sumber daya yang terus ada untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi. Dengan potensial atau ekspektasi keuntungan yang semakin besar di kemudian hari membuat perusahaan-perusahaan ini semakin berlomba menciptakan hasil produksi yang semakin besar dan tentu saja perlu ditopang dengan sumber bahan baku yang juga dapat memenuhi kebutuhan ekspansinya dengan semakin meningkatnya keinginan perusahaan untuk menghasilkan hasil produksi Sawit dalam jumlah besar.

Dengan insentif keuntungan yang besar di kemudian hari itu, maka perusahaan juga berlomba untuk mengoptimalkan produksinya dengan berbagai cara untuk menekan biaya cost-production

seminimal-minimalnya. Salah satunya adalah dengan membuka lahan baru untuk segera ditanami pohon Sawit. Membuka lahan memerlukan cost atau beban biaya yang harus ditanggung perusahaan sehingga untuk dapat melakukannya dan untuk mencapai tujuan itu ada berbagai macam cara untuk melakukannya. Dari berbagai macam cara itu kemudian dipilah atau dipertimbangkan, mana cara yang dapat dilakukan untuk membuka lahan dengan syarat : cost yang ditanggung relative kecil dibandingkan dengan cost dari cara-cara lainnya.

(4)

agresif menjawab peluang dan memaksimasi usahanya akan membuat pertimbangan-pertimbangan yang kalkulatif sehingga hal itu sangat memengaruhi keputusan pengusaha dalam melakukan sesuatu.

Karena itu pembakaran hutan dianggap sebagai solusi pas untuk pembukaan lahan yang low cost

dan cepat untuk segera dilakukan step berikutnya.

Namun ternyata cost yang dihitung hanya sebatas cost produksi. Cost yang berkaitan dengan cost kerusakan lingkungan tidak dihitung dimana kerusakan yang ada bukan hanya membicarakan hanya tentang saat ini tetapi juga dampak kerugian di masa depan. Hingga akhirnya dampak global adalah dampak asap yang tidak hanya merusak ekosistem secara besar tetapi juga kesejahteraan masyarakat yang terganggu karena gangguan kesehatan akibat asap dan aktivitas ekonomi yang terhambat dengan adanya bencana asap.

Ideal

“ … apa yang Dia ciptakan untuk kamu di bumi ini dengan berlain-lainan macamnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda bagi kaum yang mengambil pelajaran” (QS. An Nahl : 31)

Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, di dalam air, di permukaan tanah, di udara, dimana pun yang ada di bumi. Namun amanah yang disampaikan untuk umat manusia yaitu sebagai khalifah di muka bumi, yang diamanahkan untuk mencegah kerusakan yang ada di bumi, akan memiliki kebijaksanaan dan perhatian yang sangat besar dalam melakukan kegiatan pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam. Pertimbangan itu didasari oleh sikap proaktif produsen yaitu :

- Menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat bagi masa depan

(5)

Dengan memahami sikap proaktif produsen yang berorientasi pada kondisi masa depan, maka konteks kegiatan produksi yang dilakukan adalah sustainable development, pembangunan yang berkelanjutan. Ajaran Islam memberikan peringatan yang keras terhadap perilaku manusia yang gemar membuat kerusakan dan kebinasaan, termasuk kerusakan lingkungan hidup, demi mengejar kepuasan.

Sawit memang berpotensi besar untuk mendukung kemajuan ekonomi tidak hanya dalam lingkup individu tetapi juga kemajuan ekonomi suatu negara yang memiliki kemampuan untuk melakukan produksi dan memperluas kegiatan produksinya. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah perusahaan hanya selalu berorientasi pada maximizing profit dan ekspansi dengan tanpa memperdulikan dampak-dampak dari usahanya?

Pertanyaan ini kemudian dikembalikan pada motivasi produksi, dimana isunya adalah masalah etika dan tanggung jawab social produsen. ketika motivasi atas keuntungan terlampau sangat besar maka akan menyebabkan produsen dapat mengabaikan etika dan tanggung jawab sosialnya, meskipun tidak melakukan pelanggaran formal.

Friedman menyampaikan jika dunia usaha ikut memikirkan dan mengambil tindakan dalam usaha mengatasi masalah social dan etika akan bisa merusak mekanisme alokasi yang dipunyai oleh pasar, sama sekali tidak berdasar.

(6)

Motivasi produsen ini akan mengalir terus dengan melakukan penjagaan dari input-proses-output yang benar-benar harus diperhatikan agar dapat menciptakan kualitas produk yang terjaga dan baik. Sehingga tujuan produksi yang dilakukan produsen adalah untuk memperoleh mashlahah maksimum melalui aktivitasnya. Maslahah maksimum ini memang tidak diketahui secara nyata, namun mashlahah akan dapat dirasakan tidak selalu nampak dengan mata tetapi juga dengan rasa yang berbeda dan dirasakan tidak hanya dunia tetapi juga akhirat. Karena itu pertimbangannya bukan hanya tentang yang bersifat materialistic dan teknis namun pertimbangannya juga ada pada non teknis dimana produsen dapat mempertimbangkan kandungan berkah di setiap aktivitasnya dari awal sampai mengakhirinya.

Dari Input, kegiatan produksi membutuhkan berbagai jenis sumber daya untuk melakukan suatu kegiatan produksi. Dimulai dari awal, konsep mashalahah yang merupakan gabungan dari nilai manfaat dan berkah harus diterapkan sebagai tujuan produksi, dari awal proses hingga konsisten sampai pada mengakhirinya (output). Karena itu, proses awal yang dimulai dengan aktivitas yang berkah akan melekat pada input yang digunakan untuk kemudian diproduksi dalam proses produksi yang berkah hingga menghasilkan output diproduksi yang juga mengandung berkah.

Dan segala apapun yang mendukung terwujudnya keberkahan akan dipenuhi, termasuk pemerolehan sumber daya atau bahan baku. Dalam Islam memanfaatkan sumber daya alam itu dibolehkan, “Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia…” (Q.S Al Hadid : 25).

(7)

Maka proses yang diharapkan dalam kegiatan produksi yang melakukan pemanfaatan sumber daya alam adalah

Saran

Pembukaan lahan untuk berbagai macam kebutuhan seperti Sawit, Kayu, dan perkebunan komoditas penting lainnya merupakan bagian dari proses produksi yang perlu diperhatikan baik dari kehalalan sumber daya maupun proses mendapatkan dan memerolehnya. Dua perhatian tersebut diupayakan tidak hanya untuk mencapai tujuan kemashlahatan yang diharapkan oleh

In

(8)

produsen tetapi juga keberlanjutan pemanfaatan sumber daya alam yang sesuai dan menyeimbangkan (kebutuhan manusia dengan keberlanjutan keseimbangan alam).

Pemanfaatan sumber daya alam sangat boleh dilakukan, namun ketika pedayagunaannya hingga merusak keseimbangan alam seperti halnya pembakaran hutan, karena tentu saja hal itu dapat merugikan tidak hanya beberapa pihak tetapi juga keberlangsungan kegiatan produksi maupun kehidupan si produsen. Karena motivasi produsen dihitung bukan hanya tentang motivasi si produsen melakukan kegiatan produksi tetapi juga selaras dengan motivasi ia hidup.

Islam yang mengatur kehidupan manusia secara menyeluruh, menguatkan aktivitas umat manusia untuk terus beraktivitas dengan orientasi yang tidak hanya sekedar dunia atau sekedar kesenangan sesaat tetapi juga akhirat kebahagiaan yang abadi.

Referensi :

BBC Indonesia. (2015). Tersangka Pembakaran Hutan.

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/10/151012_indonesia_tersangka_pembakaran

Islam.pos. (2014). Islam dan Sumber Daya Alam. https://www.islampos.com/islam-dan-sumber-daya-alam-146572/

Kompas. (2015). Sinergi Dua Kekuatan. Koran Kompas-Edisi Selasa 27 Oktober 2015

P3EI UII. (2011), Ekonomi Islam, Jakarta: Rajagrafindo Persada

Tempo.co. (2015). Kabut Asap, Tiga Perusahaan Diduga Membakar Lahan di Sumatera.

Referensi

Dokumen terkait

Tamu yang telah tinggal di rumah tangga 6 bulan atau lebih dan tamu yang tinggal di rumah tangga kurang dari 6 bulan tetapi akan bertempat tinggal 6 bulan atau lebih dianggap

Untuk itu, dapat dirumuskan tema sentral yaitu pengaruh kemampuan manajemen dan kualitas jasa auditor internal terhadap efektivitas pengendalian intern dan

Definisi Untuk sebuah variable acak diskrit X dengan nilai-nilai yang mungkin x 1, x 2, …, x n, sebuah fungsi probabilitas massa adalah sebuah fungsi sehingga

Nasih, SE., MT., Ak., CMA, berkesempatan untuk bertemu dengan alumni Ilmu Komunikasi UNAIR yang telah sukses dalam merambah dunia profesi.. Setidaknya ada tiga alumni

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Pengembangan

langkah-langkah pengerjaan aktivitas kerja, termasuk pengendalian spesifikasi teknis untuk material, proses dan produk. • Membuat peta kerja keseluruhan

Muhammad Arif Maulana dan Muhammad Solich Wicaksono, 2013, Prarancangan Pabrik Metanol dari Batubara dengan Proses Gasifikasi, Kapasitas 500.000 Ton/Tahun, Program

[r]