Lampiran SE BI No. 12/18/DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Lampiran 1
Perhitungan Jangka Waktu SBI
Contoh perhitungan jangka waktu SBI 1 (satu) bulan Data transaksi:
Tanggal lelang : 1 Desember 2010
Tanggal setelmen hasil lelang : 2 Desember 2010 Tanggal setelmen SBI jatuh waktu : 30 Desember 2010
Desember 2010
Senin Selasa Rabu Kamis Jum’at Sabtu Minggu
1 2 31 42 53
64 75 86 97 108 119 1210
1311 1412 1513 1614 1715 1816 1917
2018 2119 2220 2321 2422 2523 2624
2725 2826 2927 3028 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
Tanggal lelang Mulai
hitung hari Tanggal
setelmen hasil lelang Transaksi
Perhitungan Diskonto Murni (true discount) SBI
Tanggal lelang : 1 Desember 2010 Nilai nominal SBI : Rp1.000.000.000,00 Tingkat diskonto : 7,50%
Tanggal jatuh tempo : 30 Desember 2010 Jangka waktu SBI : 1 bulan (28 hari)
Nilai Tunai dapat dihitung sebagai berikut:
Waktu) Jangka
Diskonto (Tingkat
360
360) Nominal (Nilai
Tunai Nilai
× +
× =
28) (7,50% 360
360) 00.000 (Rp1.000.0
× +
× =
= Rp994.200.497,10
Nilai Diskonto = Nilai Nominal – Nilai Tunai
= Rp 1.000.000.000,00 – Rp994.200.497,10 = Rp 5.799.502,90
Lampiran SE BI No. 12/18/DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Lampiran 3a
Contoh Perhitungan Pemenang Lelang SBI / Term Deposit Dengan Metode Lelang Harga Tetap (Fixed Rate Tender)
1. Rencana Lelang
Tanggal lelang : 1 Desember 2010
Metode lelang : Harga tetap (fixed rate tender) Jangka waktu : 28 hari
Tingkat diskonto : 7,50000%
Window time : 12.00-14.00 WIB Tanggal setelmen : 2 Desember 2010 2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp 8 triliun 3. Penetapan Pemenang Lelang
a. Seluruh penawaran dinyatakan menang.
Kuantitas : Rp 8 triliun (full amount)
Tabel 1. Perhitungan Kuantitas dan Nilai Tunai
! " #$$ #$$ %&#$ %&#$$$$ #$$ #$$ %&#$ %&#$$$$ '(%&!$
) !*$$$ !*#$$&$$ %&#$ %&#$$$$ !*$$$ !*#$$ %&#$ %&#$$$$ (('&)$
+ , %#$ )*)#$&$$ %&#$ %&#$$$$ %#$ )*)#$ %&#$ %&#$$$$ %'#&-#
' !*)#$ +*#$$&$$ %&#$ %&#$$$$ !*)#$ +*#$$ %&#$ %&#$$$$ !*)')&%#
# . #$$ '*$$$&$$ %&#$ %&#$$$$ #$$ '*$$$ %&#$ %&#$$$$ '(%&!$
- / !*$$$ #*$$$&$$ %&#$ %&#$$$$ !*$$$ #*$$$ %&#$ %&#$$$$ (('&)$
% " #$$ #*#$$&$$ %&#$ %&#$$$$ #$$ #*#$$ %&#$ %&#$$$$ '(%&!$
%(#&+-Kuantitas : Rp6,5 triliun
Tabel 2. Perhitungan Kuantitas dan Nilai Tunai
Keterangan:
Perhitungan kuantitas pemenang lelang secara proporsional diperoleh sebagai berikut:
diterima
yang SBI lelang Kuantitas ×
masuk yang penawaran
Total
lelang peserta Penawaran
Contoh kuantitas yang dimenangkan penawaran nomor 1 dan 2: Bank A = (500/8.000) × Rp6.500 miliar = Rp406,25 miliar. Bank B = (1.000/8.000) × Rp6.500 miliar = Rp812,50 miliar.
! " #$$ #$$ %&#$ %&#$$$$ '$-&)# '$-&)# %&#$ %&#$$$$ '$+&0(
) !*$$$ !*#$$&$$ %&#$ %&#$$$$ 0!)&#$ !*)!0&%# %&#$ %&#$$$$ 0$%&%(
+ , %#$ )*)#$&$$ %&#$ %&#$$$$ -$(&+%# !*0)0&!+ %&#$ %&#$$$$ -$#&0'
' !*)#$ +*#$$&$$ %&#$ %&#$$$$ !*$!#&-+ )*0'+&%# %&#$ %&#$$$$ !*$$(&%+
# . #$$ '*$$$&$$ %&#$ %&#$$$$ '$-&)# +*)#$&$$ %&#$ %&#$$$$ '$+&0(
- / !*$$$ #*$$$&$$ %&#$ %&#$$$$ 0!)&#$ '*$-)&#$ %&#$ %&#$$$$ 0$%&%(
% " #$$ #*#$$&$$ %&#$ %&#$$$$ '$-&)# '*'-0&%# %&#$ %&#$$$$ '$+&0(
0 0$$ -*+$$&$$ %&#$ %&#$$$$ -#$&$$ #*!!0&%# %&#$ %&#$$$$ -'-&)+
( 1 #$$ -*0$$&$$ %&#$ %&#$$$$ '$-&)# #*#)#&$$ %&#$ %&#$$$$ '$+&0(
!$ 2 %$$ %*#$$&$$ %&#$ %&#$$$$ #-0&%# -*$(+&%# %&#$ %&#$$$$ #-#&'#
!! , #$$ 0*$$$&$$ %&#$ %&#$$$$ '$-&)# -*#$$&$$ %&#$ %&#$$$$ '$+&0(
Lampiran SE BI No. 12/18/DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Lampiran 3b
Contoh Perhitungan Pemenang Lelang SBI / Term Deposit Dengan Metode Lelang Harga Beragam (Variable Rate Tender)
1. Rencana Lelang
Tanggal lelang : 1 Desember 2010
Metode lelang : Harga beragam (variable rate tender) Jangka waktu : 28 hari
Target lelang : Rp 6,5 triliun Window time : 12.00-14.00 WIB Tanggal setelmen : 2 Desember 2010 2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp 8 triliun Tingkat diskonto : 7,25% - 7,55% 3. Penetapan Pemenang Lelang
a. Seluruh penawaran sampai dengan SOR dinyatakan menang. SOR : 7,50% (full amount)
Kuantitas : Rp7,5 triliun
Tabel 1. Perhitungan Kuantitas, Rata-rata Tertimbang dan Nilai Tunai
! " #$$ #$$&$$ %&)# %&)#$$$ #$$&$$ #$$&$$ %&)# %&)#$$$ '(%&)$
) !*$$$ !*#$$&$$ %&+$ %&)0+++ !*$$$&$$ !*#$$&$$ %&+$ %&)0+++ (('&+#
+ , %#$ )*)#$&$$ %&+$ %&)000( %#$&$$ )*)#$&$$ %&+$ %&)000( %'#&%%
' !*)#$ +*#$$&$$ %&'# %&+'-'+ !*)#$&$$ +*#$$&$$ %&'# %&+'-'+ !*)')&0$
# . #$$ '*$$$&$$ %&'% %&+-!00 #$$&$$ '*$$$&$$ %&'% %&+-!00 '(%&!!
SOR : 7,50% (diterima secara proporsional) Rata-rata tertimbang : 7,41500%
Tabel 2. Perhitungan Kuantitas, Rata-rata Tertimbang dan Nilai Tunai
Keterangan:
Perhitungan kuantitas pemenang lelang secara proporsional (penawaran no.6 s/d 10) dihitung sebagai berikut:
- Kuantitas lelang yang diterima : Rp6.500 miliar (penawaran 1 s.d. 5) - Kuantitas yang diterima di bawah SOR : Rp4.000 miliar (penawaran 6 s.d. 10) - Sisa kuantitas yang harus diambil pada level SOR : Rp2.500 miliar
Kuantitas sebesar Rp2.500 miliar diproporsional untuk total penawaran yang berada pada level SOR yang berjumlah Rp3.500 miliar
Contoh kuantitas yang dimenangkan penawaran no.6
Bank F = (1.000/3.500) × Rp2.500 miliar = Rp714,29 miliar.
! " #$$ #$$&$$ %&)# %&)#$$$ #$$&$$ #$$&$$ %&)# %&)#$$$ '(%&)$
) !*$$$ !*#$$&$$ %&+$ %&)0+++ !*$$$&$$ !*#$$&$$ %&+$ %&)0+++ (('&+#
+ , %#$ )*)#$&$$ %&+$ %&)000( %#$&$$ )*)#$&$$ %&+$ %&)000( %'#&%%
' !*)#$ +*#$$&$$ %&'# %&+'-'+ !*)#$&$$ +*#$$&$$ %&'# %&+'-'+ !*)')&0$
# . #$$ '*$$$&$$ %&'% %&+-!00 #$$&$$ '*$$$&$$ %&'% %&+-!00 '(%&!!
- / !*$$$ #*$$$&$$ %&#$ %&+0(#$ %!'&)( '*%!'&)( %&#$ %&+0)0$ %!$&!'
% " #$$ #*#$$&$$ %&#$ %&+((## +#%&!' #*$%!&'+ %&#$ %&+(!$- +##&$%
0 0$$ -*+$$&$$ %&#$ %&'!)+$ #%!&'+ #*-')&0- %&#$ %&'$)$( #-0&!!
( 1 #$$ -*0$$&$$ %&#$ %&'!0%# +#%&!' -*$$$&$$ %&#$ %&'$%() +##&$%
!$ 2 %$$ %*#$$&$$ %&#$ %&')-++ #$$&$$ -*#$$&$$ %&#$ %&'!#$$ '(%&!$
!! , #$$ 0*$$$&$$ %&## %&'+'$- 3
Lampiran SE BI No. 12/18/DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Lampiran 4a
CONTOH TRANSAKSI REPO MENGGUNAKAN SBI DENGAN METODE LELANG FIXED RATE TENDER
1. Rencana Lelang
Metode lelang : Harga tetap (fixed rate tender) Jangka waktu Repo : 7 hari
Repo rate : 7,00%
Window time : 10.30 WIB-11.00 WIB
Setelmen : T+0
Seri dan harga SBI yang dapat direpokan sebagaimana pengumuman di BI-SSSS: - IDBIXX = 99,75892%
- IDBIYY = 99,46661% - IDBIZZ = 98,41481% 2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp 11,35 triliun Tabel 1 - Penawaran Lelang
(dalam miliar rupiah)
4 4 5 6
4 5 7 4 5
! ) + ' #
" !*$$$&$$ !*$$$&$$ %&$$ 5 588 %&)#$$$ 9 4 7 * : !)
#$$&$$ !*#$$&$$ %&$$ 5 588 %&)#$$$ 9 4 7 * : !)
, +*-$$&$$ #*!$$&$$ %&$$ 5 5;; %&+'$$$ 9 4 7 %(
+*)#$&$$ 0*+#$&$$ %&$$ 5 5<< %&!#$$$ 9 4 7 )%
. )*$$$&$$ !$*+#$&$$ %&$$ 5 5;; %&+'$$$ 9 4 7 %(
Kuantitas : Rp 7 triliun (proporsional)
Tabel 2 - Perhitungan Kuantitas, Setelmen First Leg dan Setelmen Second Leg
(dalam miliar rupiah)
6
!
4 4
4 +
4
4 2 4 5 4 5
6 )
! ) + ' - % 0 ( = % > 0 !$ = ( > '
? %@+-$ !! = ( A !$
" -!-&%' -!-&%' %&$$ 5 588 ((&%#0() -!-&%' -!#&)# $&0' -!-&%'
+$0&+% ()#&!! %&$$ 5 588 ((&%#0() +$0&+% +$%&-+ $&') +$0&+%
, )*))$&)- +*!'#&+% %&$$ 5 5;; (0&'!'0! )*))$&)- )*!0#&$% )&(%
)*))$&)-)*$$'&'! #*!'(&%0 %&$$ 5 5<< ((&'---! )*$$'&'! !*((+&%) )&%! )*$$'&'!
. !*)++&'0 -*+0+&)- %&$$ 5 5;; (0&'!'0! !*)++&'0 !*)!+&(+ !&-# !*)++&'0
/ -!-&%' %*$$$&$$ %&$$ 5 5<< ((&'---! -!-&%' -!+&'# $&0+ -!-&%'
Keterangan:
1) Kuantitas yang dimenangkan masing-masing Bank dihitung secara proporsional dengan pembulatan terkecil Rp1 juta.
miliar Rp616,74 =
triliun) 7 (Rp diterima yang
transaksi Kuantitas
x triliun) (Rp11,35 penawaran
Total
triliun) (Rp1 A penawaran
Kuantitas
2) Nilai nominal merupakan nominal Surat Berharga yang akan didebet dari Rekening Surat Berharga pada setelmen first leg dan akan dikredit pada setelmen second leg.
3) Nilai setelmen first leg yang akan dikredit ke Rekening Giro. 4) Nilai setelmen second leg yang akan didebet Bank Indonesia.
Lampiran SE BI No. 12/18/DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Lampiran 4b
CONTOH TRANSAKSI REPO MENGGUNAKAN SBI DENGAN METODE LELANG VARIABLE RATE TENDER
1. Rencana Lelang
Metode lelang : Harga beragam (variable rate tender) Jangka waktu Repo : 7 hari
Target indikatif : Rp 7 triliun
Window time : 15.00 WIB-15.30 WIB
Setelmen : T+0
Seri dan harga SBI yang dapat direpokan sebagaimana pengumuman di BI-SSSS: - IDBIXX = 99,75892%
- IDBIYY = 99,46661% - IDBIZZ = 98,41481% 2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp11,35 triliun Tabel 1 - Penawaran Lelang
(dalam miliar rupiah)
4 4 5 6
4 5 7 4 5
! ) + ' #
" !*$$$&$$ !*$$$&$$ %&)# 5 588 %&)#$$$9 4 7 * !)
#$$&$$ !*#$$&$$ -&(( 5 588 %&)#$$$9 4 7 * !)
, +*-$$&$$ #*!$$&$$ -&($ 5 5;; %&+'$$$9 4 7 %(
+*)#$&$$ 0*+#$&$$ %&#$ 5 588 %&)#$$$9 4 7 * !)
. )*$$$&$$ !$*+#$&$$ %&$$ 5 5;; %&+'$$$9 4 7 %(
SOR : 7,00% Kuantitas : Rp 7 triliun
Tabel 2 - Perhitungan Kuantitas, Setelmen First Leg dan Setelmen Second Leg (dalam miliar rupiah)
6
1) Dihitung secara proporsional dengan pembulatan terkecil Rp1 juta. Contoh Bank E:
2) Nominal SBI yang akan didebet dari rekening Surat Berharga.
3) Nilai setelmen first leg SBI Repo yang akan dikreditkan ke Rekening Giro.
Lampiran SE BI No. 12/18/DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Lampiran 4c
CONTOH TRANSAKSI REPO MENGGUNAKAN SUN DENGAN METODE LELANG FIXED RATE TENDER
1. Rencana Lelang
Metode lelang : Harga tetap (fixed rate tender) Jangka waktu Repo : 7 hari
Repo rate : 7,00%
Window time : 14.00 WIB-14.30 WIB
Setelmen : T+0
Underlying asset : VR 000X harga 101,95000 FR 000Y harga 110,00000
Haircut : 5%, sehingga: Harga VR 000X = 96,95000
Harga FR 000Y = 105,00000
Penerimaan kupon : Pada hari ke-4 transaksi Repo, Bank Indonesia menerima kupon SUN seri VR000x.
2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp 11,35 triliun Tabel 1 - Penawaran Lelang
(dalam miliar rupiah) 4B 6
4
2
2 4B C
! ) + ' #
-" !*$$$&$$ !*$$$&$$ %&$$ D $$$8 (-&(#$$$
#$$&$$ !*#$$&$$ %&$$ D $$$8 (-&(#$$$
, +*-$$&$$ #*!$$&$$ %&$$ D $$$8 (-&(#$$$
" +*)#$&$$ 0*+#$&$$ %&$$ / $$$< !$#&$$$$$
8 )*$$$&$$ !$*+#$&$$ %&$$ / $$$< !$#&$$$$$
Kuantitas : Rp 7 triliun (proporsional)
Tabel 2 - Perhitungan Kuantitas, Setelmen First Leg dan Setelmen Second Leg
(dalam miliar rupiah)
1) Kuantitas yang dimenangkan dihitung secara proporsional dengan pembulatan terkecil Rp1 juta.
Contoh Bank A (SUN seri VR):
2) Nominal SUN yang direpokan yang akan didebet dari Rekening Surat Berharga pada setelmen first leg dan akan dikredit pada setelmen second leg.
3) Dihitung dari tanggal pembayaran kupon terakhir sampai dengan tanggal setelmen first leg.
4) Nilai setelmen first leg yang akan dikreditkan ke Rekening Giro. 5) Nilai setelmen second leg yang akan didebet dari Rekening Giro.
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Lampiran 4d
CONTOH TRANSAKSI REPO MENGGUNAKAN SUN DENGAN METODE LELANG VARIABLE RATE TENDER
1. Rencana Lelang
Metode lelang : Harga beragam (variable rate tender) Jangka waktu Repo : 7 hari
Target indikatif : Rp 7 triliun
Window time : 10.00 WIB - 11.00 WIB
Setelmen : T+0
Underlying asset : VR 000X harga 101,95000 FR 000Y harga 110,00000
Haircut : 5%, sehingga Harga VR 000X = 96,95000
Harga FR 000Y = 105,00000
2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp 11,35 triliun RR-Rate : 6,90% - 7,25% Tabel 1 – Penawaran Lelang
(dalam miliar rupiah)
4B 6
4 4B
2
2 4B C
! ) + ' #
-" !*$$$&$$ !*$$$&$$ %&)# D $$$8 (-&(#$$$
#$$&$$ !*#$$&$$ -&(( D $$$8 (-&(#$$$
, +*-$$&$$ #*!$$&$$ -&($ D $$$8 (-&(#$$$
" +*)#$&$$ 0*+#$&$$ %&#$ / $$$< !$#&$$$$$
8 )*$$$&$$ !$*+#$&$$ %&$$ / $$$< !$#&$$$$$
SOR : 7,00% Kuantitas : Rp7 triliun
Tabel 2 - Perhitungan Kuantitas, Setelmen First Leg dan Setelmen Second Leg (dalam miliar rupiah) perhitungan sebagai berikut :
Bank X
3) Accrued interest dihitung dari tanggal pembayaran kupon terakhir sampai dengan tanggal setelmen first leg transaksi Repo.
4) Nilai setelmen first leg yang akan dikreditkan ke Rekening Giro.
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Lampiran 5a
CONTOH TRANSAKSI REVERSE REPO
DENGAN METODE LELANG FIXED RATE TENDER
A. Single Securities 1. Rencana Lelang
Metode lelang : Harga tetap (fixed rate tender) Jangka waktu : 28 hari
RR-Rate : 7,00%
Underlying asset : Seri VR 000X harga SUN 101,95000% (single securities)
Window time : 09.00 WIB - 10.00 WIB
Setelmen : T+1
2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp11,35 triliun
Tabel 1 – Penawaran Lelang
(dalam miliar rupiah)
4B
4 2
! ) + ' #
-" !*$$$ !*$$$ %&$$ D $$$8 !$!&(#$$$
#$$ !*#$$ %&$$ D $$$8 !$!&(#$$$
, +*-$$ #*!$$ %&$$ D $$$8 !$!&(#$$$
+*)#$ 0*+#$ %&$$ D $$$8 !$!&(#$$$
. )*$$$ !$*+#$ %&$$ D $$$8 !$!&(#$$$
Kuantitas : Rp7 triliun (proporsional)
Tabel 2 - Perhitungan Kuantitas, Setelmen First Leg dan Setelmen Second Leg
(dalam miliar rupiah)
6
1) Kuantitas yang dimenangkan masing-masing Peserta OPT dihitung secara proporsional dengan pembulatan terkecil Rp1 juta.
Contoh Bank A : akan didebet pada setelmen second leg.
3) Accrued interest dari tanggal pembayaran kupon terakhir sampai dengan tanggal first leg.
4) Nilai setelmen first leg yang akan didebet dari Rekening Giro. 5) Nilai setelmen second leg yang akan dikredit Bank Indonesia.
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
4. Apabila Bank Menerima Pembayaran Kupon/Imbalan pada Periode Transaksi Reverse Repo
Tanggal transaksi first leg : 1 Desember 2010 Tanggal setelmen first leg : 2 Desember 2010 Tanggal setelmen second leg : 30 Desember 2010 Tanggal penerimaan kupon : 22 Desember 2010
Nominal kupon : Rp 166,8 miliar untuk nilai nominal Rp 7 triliun
Tabel 3 - Perhitungan Kupon, Bunga RR-Rate dan Nilai Setelmen Second Leg
(dalam miliar rupiah)
<
" -!-&%' 0&0! !'&%$ -+0&#- -)+&0% %&$$ )&'0 $&(% +&'# -)%&+)
+$0&+% '&'! %&+# +!(&)0 +!!&(' %&$$ !&)' $&'( !&%+
+!+&--, )*))$&)- +!&%) #)&(! )*)(0&0+ )*)'#&() %&$$ 0&(' +&'( !)&'+ )*)#0&+#
)*$$'&'! )0&-+ '%&%- )*$%#&++ )*$)%&#% %&$$ (&$% +&!# !!&)) )*$+0&%(
. !*)++&'0 !%&-) )(&+( !*)%%&!+ !*)'%&%' %&$$ '&(% !&(' -&(! !*)#'&-'
/ -!-&%' 0&0! !'&%$ -+0&#- -)+&0% %&$$ )&'0 $&(% +&'# -)%&+)
Keterangan:
1) Nilai kupon sebesar Rp166,8 miliar, dihitung secara proporsional untuk masing-masing pemenang.
2) Nilai kewajiban Bank Indonesia atas transaksi Reverse Repo setelah disesuaikan dengan penerimaan kupon.
3) Penyesuaian perhitungan bunga Reverse Repo setelah penerimaan kupon. 4) Perhitungan bunga Reverse Repo setelah kupon:
1. Rencana Lelang
Metode lelang : Harga tetap (fixed rate tender) Jangka waktu : 28 hari
RR-Rate : 7,00%
Window time : 09.00 WIB - 10.00 WIB
Setelmen : T+1
Haircut : 0%
Underlying asset : Beberapa seri Obligasi Negara (multiple securities)
(dalam miliar rupiah)
4 2
!* / $$$8 '*$$$ !!$&$$$$$ 0!&'$
)* D $$$8 )*$$$ !$!&(#$$$ +!&0$
+* D $$$< !*$$$ (-&$$$$$ !'&0$
2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp 11,35 triliun
Tabel 1 - Penawaran dan Perhitungan Pemenang Lelang
(dalam miliar rupiah) 6
!
! ) + ' #
" !*$$$ !*$$$ %&$$ -!-&%'
#$$ !*#$$ %&$$ +$0&+%
, +*-$$ #*!$$ %&$$
)*))$&)-+*)#$ 0*+#$ %&$$ )*$$'&'!
. )*$$$ !$*+#$ %&$$ !*)++&'0
/ !*$$$ !!*+#$ %&$$ -!-&%'
Keterangan:
1) Kuantitas yang dimenangkan dihitung secara proporsional dengan pembulatan terkecil Rp1 juta.
Contoh Bank A :
miliar Rp616,74 =
triliun) (Rp7 diterima yang
Kuantitas ×
miliar Rp11.350
miliar Rp1.000
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 --- 3. Penetapan Pemenang Lelang
Kuantitas : Rp7 triliun (proporsional)
Tabel 2 - Perhitungan Kuantitas, Setelmen First Leg dan Setelmen Second Leg (dalam miliar rupiah)
+$0&+% ()#&!! %&$$ / $$$8 !!$&$$$$$ +$0&+% ++(&)! -&)0 +'#&'0 !&00
+'%&+-, )*))$&)- +*!'#&+% %&$$ / $$$8 !!$&$$$$$ )*))$&)- )*'')&)( '#&!0 )*'0%&'% !+&#' )*#$!&$!
!*%%(&%' #*!'(&%0 %&$$ / $$$8 !!$&$$$$$ 0#'&-+ ('$&$( !%&+( (#%&'0 #&)! (-)&%$
%&$$ D $$$8 !$!&(#$$$ !*!'(&%0 !*!%)&)$ !0&)0 !*!($&'0 -&'0
!*!(-&(-. !*)++&'0 -*+0+&)- %&$$ D $$$8 !$!&(#$$$ 0#$*)) 0--&0$ !+&#) 00$&+) '&%( 00#&!!
%&$$ D $$$< (-&$$$$$ +0+&)- +-%&(+ #&-% +%+&-$ )&$+ +%#&-'
/ -!-&%' %*$$$&$$ %&$$ D $$$< (-&$$$$$ -!-&%' #()&$% (&!+ -$!&)$ +&)% -$'&'%
Keterangan:
1) Kuantitas dan seri SUN yang dimenangkan dihitung secara proporsional dengan pembulatan terkecil Rp1 juta.
miliar
2) Nominal alokasi SUN merupakan nominal SUN yang akan dikreditkan ke Rekening Surat Berharga pada setelmen first leg dan akan didebet pada setelmen second leg.
3) Nilai setelmen first leg yang akan didebet dari Rekening Giro.
Lampiran 5b
CONTOH TRANSAKSI REVERSE REPO
DENGAN METODE LELANG VARIABLE RATE TENDER
A. Single Securities 1. Rencana Lelang
Metode lelang : Harga beragam (variable rate tender) Jangka waktu : 28 hari
Target indikatif : Rp2 triliun
Window time : 09.00 WIB-10.00 WIB
Setelmen : T+1
Underlying asset : Seri VR000X sebesar Rp7 triliun (single securities)
Harga 101,95000%
Haircut : 0%
2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp 11,35 triliun RR-Rate : 6,90% - 7,05% Tabel 1 - Penawaran Lelang
(dalam miliar rupiah)
4B
4 2
! ) + ' #
-" !*$$$ !*$$$ -&($ D $$$8 !$!&(#$$$
#$$ !*#$$ -&(# D $$$8 !$!&(#$$$
, +*-$$ #*!$$ -&(% D $$$8 !$!&(#$$$
+*)#$ 0*+#$ %&$$ D $$$8 !$!&(#$$$
. )*$$$ !$*+#$ %&$$ D $$$8 !$!&(#$$$
/ !*$$$ !!*+#$ %&$# D $$$8 !$!&(#$$$
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 --- 3. Penetapan Pemenang Lelang
Kuantitas : Rp7 triliun
Tabel 2 - Perhitungan Kuantitas, Setelmen First Leg dan Setelmen Second Leg (dalam miliar rupiah) perhitungan sebagai berikut :
Contoh Bank D: Rekening Surat Berharga pada setelmen first leg dan akan didebet pada setelmen second leg.
1. Rencana Lelang
Metode lelang : Harga beragam (variable rate tender) Jangka waktu : 28 hari
Target indikatif : Rp7 triliun
Window time : 09.00 WIB-10.00 WIB
Setelmen : T+1
Haircut : 5%
Jenis underlying asset : Beberapa seri Obligasi Negara (multiple securities)
4 2
!* / $$$8 '*$$$ !!$&$$$$$ 0!&'$
)* D $$$8 )*$$$ !$!&(#$$$ +!&0$
+* D $$$< !*$$$ (-&$$$$$ !'&0$
2. Penawaran Lelang
Kuantitas : Rp11,35 triliun RR-Rate : 6,90% - 7,05% Tabel 1 - Penawaran dan Pemenang Lelang
(dalam miliar rupiah)
6
! ) + ' #
" !*$$$ !*$$$ -&($ !*$$$&$$
#$$ !*#$$ -&(# #$$&$$
, +*-$$ #*!$$ -&(% +*-$$&$$
+*)#$ 0*+#$ %&$$ !*!%-&!(
. )*$$$ !$*+#$ %&$$ %)+&0!
/ !*$$$ !!*+#$ %&$# $
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 --- 3. Penetapan Pemenang Lelang
SOR : 7,0%
Kuantitas : Rp7 triliun (proporsional)
Tabel 2 - Perhitungan Kuantitas, Setelmen First Leg dan Setelmen Second Leg
(dalam miliar rupiah)
1) Kuantitas yang dimenangkan masing-masing Bank dihitung secara proporsional dengan pembulatan terkecil Rp1 juta.
Contoh Bank E akan didebet pada setelmen second leg.
3) Accrued interest dari tanggal pembayaran kupon terakhir sampai dengan tanggal first leg.
CONTOH PERHITUNGAN PEMENANG LELANG PENJUALAN SUN
SOR dan Multiple Yield untuk SUN INDOGB 12 10/10 Target Indikatif : Rp 6 Triliun
Target Yield : 12% (99,962%) Rincian Penawaran :
. ":" " 2"45
I I35 " B3B " 5/ B3B " 5/ !
!
I35 "
53. " 1 " B3B " 5/
3 3 3 3
! )#$ )#$ +&+- !!&0# !$$&-'$ !!&0# !$$&-' )#$ )#$ ) '#$ %$$ (&'$ !!&($ !$$&-'$ !!&00 !$$&-' '#$ %$$ + )#$ (#$ !)&%# !!&(# !$$&!0% !!&($ !$$&#) )#$ (#$
' !*)#$ )*)$$ )(&#+ !)&$$ ((&(-) !!&(- !$$&)$ !*!'0 )*$(0 # #$$ )*%$$ +-&)' !)&$$ ((&(-) !!&(- !$$&!- '#( )*##% - )*$$$ '*%$$ -+&$( !)&$$ ((&(-) !!&(0 !$$&$% !*0+- '*+(+ % )#$ '*(#$ --&'' !)&$$ ((&(-) !!&(0 !$$&$% )+$ '*-)+ 0 !*#$$ -*'#$ 0-� !)&$$ ((&(-) !!&(( !$$&$' !*+%% -*$$$ ( %#$ %*)$$ (-&-' !)&!$ ((&#!+ !)&$$ ((&(( $ -*$$$ !$ )#$ %*'#$ !$$&$$ !)&!# ((&)($ !)&$$ ((&(% $ -*$$$
Jumlah penawaran yang masuk melebihi target indikatif, maka tidak semua peserta memenangkan lelang. Pemenang lelang ditentukan sebagai berikut : 1. Pemenang lelang adalah peserta yang mengajukan penawaran dengan yield
yang sama atau lebih kecil dari SOR (Stop Out Rate) yaitu 12% (harga = 99,962%). Dengan demikian pemenang lelang adalah peserta yang mengajukan penawaran yield lebih kecil dari 12%, yaitu peserta 1 s.d. peserta 8;
2. Peserta 4 s.d. peserta 8 memenangkan lelang secara proporsional sesuai bobot jumlah penawaran masing-masing dibandingkan jumlah penawaran untuk yield 12%. Rincian jumlah yang dimenangkan secara proporsional dapat dilihat pada tabel di atas. Contoh perhitungan untuk nilai nominal yang dimenangkan peserta 4 adalah sebagai berikut:
Peserta 4 = (1.250 : (6.450 - 950)) x (6.000 - 950) = Rp1.148 miliar.
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Lampiran 6b
CONTOH PERHITUNGAN PEMENANG LELANG PEMBELIAN SUN
SOR dan Multiple Yield untuk SUN INDOGB 12 10/10 Target Indikatif : Rp 6 Triliun
Target Yield : 12% (99,962%) Rincian Penawaran :
. ":" " 2"45
I I35 " B3B " 5/ B3B " 5/ <5. 5,. <5. 5,. 53. " 1 "I35 " B3B " 5/
3 3 3 3
! )#$ )#$ +&'# !)&)$ ((&$-% !)&)$ ((&$% )#$ )#$
) %#$ !*$$$ !+&%( !)&!# ((&)($ !)&!- ((&)+ %#$ !*$$$ + !*#$$ )*#$$ +'&'0 !)&!$ ((&#!+ !)&!+ ((&'$ !*#$$ )*#$$ ' )#$ )*%#$ +%&(+ !)&$# ((&%+% !)&!) ((&'+ )#$ )*%#$ # )*$$$ '*%#$ -#&#) !)&$$ ((&(-) !)&$% ((&-- !*%++ '*'0+ - #$$ #*)#$ %)&'! !)&$$ ((&(-) !)&$- ((&-0 '++ '*(!% % !*)#$ -*#$$ 0(&-- !)&$$ ((&(-) !)&$# ((&%' !*$0+ -*$$$
0 )#$ -*%#$ (+&!$ !!&($ !$$&'!
+ !)&$' ((&%- $ -*$$$
( '#$ %*)$$ ((&+! !!&0# !$$&-'
$ !)&$+ ((&0) $ -*$$$
!$ #$ %*)#$ !$$&$$ !!&0$
!$$&0-0 !)&$+ ((&0) $ -*$$$
Jumlah penawaran yang masuk melebihi target indikatif, maka tidak semua peserta memenangkan lelang. Pemenang lelang ditentukan sebagai berikut :
1. Pemenang lelang adalah peserta yang mengajukan penawaran dengan yield yang
sama atau lebih besar dari SOR (Stop Out Rate) yaitu 12% (harga = 99,962%). Dengan demikian pemenang lelang adalah peserta yang mengajukan penawaran
yield lebih besar dari 12%, yaitu peserta 1 s.d. peserta 7;
PERHITUNGAN HARGA SETELMEN PEMBELIAN/PENJUALAN SBN
I. Rumus perhitungan Harga Setelmen per unit :
A. Dalam hal SUN berupa Obligasi Negara dengan Kupon (termasuk ORI) Ps = P + AI
C. Dalam hal SUN berupa SPN
AI = Bunga Berjalan (accrued interest) per unit SUN c = Tingkat kupon (coupon rate) dalam persentase
i = Imbal hasil sampai jatuh tempo (yield to maturity) dalam persentase sampai dengan 5 (lima) desimal
n = Frekuensi pembayaran kupon dalam setahun
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
D = Jumlah hari sebenarnya (actual days) yang dihitung sejak 1 (satu) hari sesudah tanggal setelmen sampai dengan tanggal jatuh tempo
a = Jumlah hari sebenarnya (actual days) yang dihitung sejak 1 (satu) hari sesudah tanggal dimulainya periode kupon sampai dengan tanggal setelmen
d = Jumlah hari sebenarnya (actual days) yang dihitung sejak 1 (satu) hari sesudah tanggal setelmen sampai dengan tanggal pembayaran kupon berikutnya
E = Jumlah hari sebenarnya (actual days) yang dihitung sejak 1 (satu) hari sesudah tanggal dimulainya periode kupon sampai dengan tanggal pembayaran kupon berikutnya, dimana pelaksanaan setelmen terjadi
F = Jumlah frekuensi pembayaran kupon yang tersisa dari tanggal setelmen sampai dengan tanggal jatuh tempo
k = 1, 2, 3, …, F
II.Contoh perhitungan Harga Setelmen per unit :
A. SUN berupa Obligasi Negara dengan Kupon (termasuk ORI)
Pada tanggal 14 Juli 2010 dengan penyelesaian pada hari yang sama, Bank Indonesia membeli/menjual Obligasi Negara dengan nilai nominal per unit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) dengan kupon sebesar 12,125% (dua belas koma seratus dua puluh lima persen) per tahun. Obligasi Negara ini jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2012 dan kupon dibayarkan di belakang pada tanggal 15 Februari dan 15 Agustus setiap tahunnya. Jika yield yang ditawarkan sebesar 8,21000% (delapan koma dua puluh satu ribu persen) dan setelmen dilakukan pada tanggal 14 Juli 2010, maka harga setelmen per unit SUN dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut :
N = Rp 1.000.000,00 (satu juta Rupiah)
c = 12,125% (dua belas koma seratus dua puluh lima persen) i = 8,21000% (delapan koma dua puluh satu ribu persen)
n = 2 (dua) kali dalam satu tahun (semi annually) yaitu setiap tanggal 15 Februari dan 15 Agustus
dimulainya periode kupon sampai dengan tanggal pembayaran kupon berikutnya, dimana pelaksanaan setelmen terjadi (16 Februari 2010 sampai dengan 15 Agustus 2010)
F = 4 (empat) kali, yaitu jumlah pembayaran kupon yang tersisa dari tanggal setelmen sampai dengan tanggal jatuh tempo
k = 1, 2, 3,…, F
Harga bersih per unit dihitung sebagai berikut :
Dimana bunga berjalan (accrued interest) per unit dihitung sebagai berikut:
AI = Rp 1.000.000 x 12,125%/2 x 149/181 = Rp 49.906,77
Harga Setelmen per unit dihitung sebagai berikut : Ps = P + AI
B. SUN berupa Obligasi Negara tanpa kupon (zero coupon bond)
Pada tanggal 14 Juli 2010 dengan penyelesaian pada hari yang sama, Bank Indonesia membeli/menjual Obligasi Negara dengan nilai nominal per unit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah). Obligasi Negara ini jatuh tempo pada tanggal 15 Februari 2012. Jika yield yang ditawarkan sebesar 12,50000% (dua belas koma lima persen) dan setelmen dilakukan pada tanggal 14 Juli 2010, maka harga setelmen per unit Obligasi Negara dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
N = Rp 1.000.000,00 i = 12,50000%
D = 581 (lima ratus delapan puluh satu) hari, yaitu jumlah hari sebenarnya (actual days) yang dihitung sejak 1 (satu) hari sesudah tanggal setelmen (15 Juli 2010) sampai dengan tanggal jatuh tempo (15 Februari 2012)
( + )
=
Ps = Rp 829.041,74 = Rp 829.042,00 C. SUN berupa SPN
Pada tanggal 13 Juli 2010 dengan penyelesaian pada hari yang sama, Bank Indonesia membeli/menjual SPN dengan nilai nominal per unit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah). SPN ini jatuh tempo pada tanggal 18 Maret 2011. Jika yield yang ditawarkan sebesar 12,00000% (dua belas persen) dan setelmen dilakukan pada tanggal 13 Juli 2010, maka harga setelmen per unit SPN dihitung dengan langkah-langkah sebagai berikut:
N = Rp 1.000.000,00 i = 12,00000%
D = 248 (dua ratus empat puluh delapan) hari, yaitu jumlah hari sebenarnya (actual days) yang dihitung sejak 1 (satu) hari sesudah tanggal setelmen (14 Juli 2010) sampai dengan tanggal jatuh tempo (18 Maret 2011)
+ =
CONTOH PENGENAAN SANKSI KARENA PEMBATALAN TRANSAKSI OPERASI MONETER ---
Kasus 1
Terdapat 6 (enam) kali pembatalan transaksi Operasi Moneter dalam kurun waktu 6 (enam) bulan, yaitu 1 (satu) kali transaksi pembelian SUN oleh BI di pasar sekunder, 1 (satu) kali transaksi lelang SBI 1 (satu) bulan, 1 (satu) kali transaksi deposit facility, 1 (satu) kali transaksi penjualan SUN oleh BI di pasar sekunder, 1 (satu) kali transaksi Term Deposit tenor 3 (tiga) hari dan 1 (satu) kali transaksi Repo tenor 7 (tujuh) hari.
Tanggal Pembatalan
Transaksi 13 Jul 2010 16 Sep 2010 9 Des 2010
Transaksi Batal Pembelian SUN oleh BI di pasar sekunder
Lelang SBI 1 bulan 1) Deposit facility
2) Penjualan SUN oleh BI di pasar sekunder 3) Term Deposit tenor 3 (tiga) hari
4) Repo tenor 7 (tujuh) hari
Jumlah Pembatalan 1 1 4
Akumulasi Pembatalan 1 2 6 1)
Tanggal Pengenaan Sanksi 14 Jul 2010 17 Sep 2010 10 Des 2010
Sanksi a. Teguran tertulis; dan a.Teguran tertulis; dan a. Teguran tertulis;
b. Kewajiban membayar 0,01%
(satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta.
b.Kewajiban membayar 0,01% (satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta.
b. Kewajiban membayar 0,01% (satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta; dan
c. Penghentian sementara mengikuti kegiatan Operasi Moneter selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut, yaitu tanggal 10, 13,14, 15 dan 16 Desember 2010.
1) Akumulasi pembatalan transaksi Operasi Moneter sebanyak 6 (enam) kali sejak 13 Juli 2010.
Selanjutnya awal periode 6 (enam) bulan akan mulai dihitung kembali sejak terjadinyapembatalan berikutnya.
Lampiran SE BI No. 12/ 18 /DPM tgl. 7 Juli 2010 ---
Kasus 2
Terdapat 5 (lima) kali pembatalan transaksi Operasi Moneter dalam kurun waktu 6 (enam) bulan, yaitu 1 (satu) kali transaksi pembelian SUN oleh BI di pasar sekunder, 1 (satu) kali transaksi lending facility, 1 (satu) kali transaksi penjualan SUN oleh BI di pasar sekunder, 1 (satu) kali transaksi
Term Deposit tenor 3 (tiga) hari dan 1 (satu) kali transaksi Repo tenor 7 (tujuh) hari.
Selanjutnya, terdapat 3 (tiga) kali pembatalan transaksi Operasi Moneter dalam kurun waktu 6 (enam) bulan, yaitu 1 (satu) kali transaksi deposit
facility dan 2 (dua) kali transaksi lelang SBI (lelang SBI 1 (satu) bulan dan lelang SBI 3 (tiga) bulan).
Tanggal Pembatalan
Transaksi 13 Jul 2010 9 Agt 2010 9 Des 2010 16 Des 2010
Transaksi Batal Pembelian SUN oleh BI di pasar sekunder
1) Lending facility
2) Penjualan SUN oleh BI di pasar sekunder
3) Term Deposit tenor 3 (tiga) hari 4) Repo tenor 7 (tujuh) hari
Deposit Facility 1) Lelang SBI 1 bulan
2) Lelang SBI 3 bulan
Jumlah Pembatalan 1 4 1 2
Akumulasi Pembatalan 1 5 2) 1 3 3)
Tanggal Pengenaan Sanksi 14 Jul 2010 10 Agt 2010 10 Des 2010 17 Des 2010
Sanksi a.Teguran tertulis; dan a.Teguran tertulis; a.Teguran tertulis; dan a. Teguran tertulis;
b.Kewajiban membayar
0,01% (satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta.
b.Kewajiban membayar 0,01% (satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta; dan
c.Penghentian sementara untuk mengikuti kegiatan Operasi Moneter
b.Kewajiban membayar 0,01% (satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta.
b. Kewajiban membayar 0,01% (satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta; dan
Pada tanggal 13 Juli 2010, terdapat 1 (satu) kali pembatalan transaksi pembelian SUN oleh BI di pasar sekunder.
Pada tanggal 9 Agustus 2010, terdapat 1 (satu) kali pembatalan transaksi Deposit Facility. Sehingga akumulasi pembatalan adalah 2 (dua) kali yang dihitung sejak 13 Juli 2010 (masih dalam kurun waktu 6 (enam) bulan).
Pada tanggal 24 Januari 2011, terdapat 1 (satu) kali pembatalan transaksi Deposit Facility. Akumulasi pembatalan tidak dihitung sejak pembatalan tanggal 13 Juli 2010 karena telah melewati kurun waktu 6 (enam) bulan, namun dihitung sejak pembatalan tanggal 9 Agustus 2010. Sehingga akumulasi jumlah pembatalan adalah sebanyak 2 (dua) kali.
Selanjutnya, pada tanggal 3 Februari 2011 terdapat 1 (satu) kali pembatalan transaksi lelang SBI 1 (satu) bulan. Akumulasi pembatalan adalah sebanyak 3 (tiga) kali yang dihitung sejak pembatalan tanggal 9 Agustus 2010 (masih dalam kurun waktu 6 (enam) bulan).
Tanggal Pembatalan
Transaksi
13 Jul 2010 9 Agt 2010 24 Jan 2011 3 Feb 2011
Transaksi Batal Pembelian SUN oleh BI di pasar sekunder
Deposit Facility Deposit Facility Lelang SBI 1 bulan
Jumlah Pembatalan 1 1 1 1
Akumulasi Pembatalan 1 2 2 4) 3 5)
Tanggal Pengenaan Sanksi
14 Jul 2010 10 Agt 2010 25 Jan 2011 4 Feb 2011
Sanksi a. Teguran tertulis; dan a.Teguran tertulis; dan a.Teguran tertulis; dan a. Teguran tertulis;
b.Kewajiban membayar
0,01% (satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta.
b.Kewajiban membayar 0,01% (satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 juta dan paling banyak Rp100 juta.
b.Kewajiban membayar 0,01% (satu per sepuluh ribu) dari nilai nominal transaksi yang dinyatakan batal, paling sedikit Rp10 paling banyak Rp100 juta; dan
c. Penghentian sementara untuk mengikuti kegiatan Operasi Moneter selama 5 (lima) hari kerja berturut-turut, yaitu tanggal 4, 7,8,9 dan 10 Februari 2011.
4) Akumulasi pembatalan transaksi OPT sebanyak 2 (dua) kali sejak 9 Agustus 2010. Pembatalan tanggal 24 Januari 2011 berada di luar kurun waktu 6 bulan sejak
pembatalan tanggal 13 Juli 2010, namun masih dalam kurun waktu 6 bulan sejak pembatalan tanggal 9 Agustus 2010.
5) Akumulasi pembatalan transaksi OPT sebanyak 3 (tiga) kali sejak 9 Agustus 2010. Pembatalan tanggal 3 Februari 2011 berada di luar kurun waktu 6 bulan sejak