• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pedoman Olahraga pada Wanita

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pedoman Olahraga pada Wanita"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PEDOMAN OLAHRAGA PADA

WANITA

Indah Pr

Indah Praasetyawati Tri Purnama Sari,setyawati Tri Purnama Sari, Fakultas Ilmu Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta Universitas Negeri Yogyakarta

[email protected] [email protected]

(2)
(3)

Ciri Wanita

 Anatomi&Faal

Rangka wanita lebih pendek&ringan, Paha lebih ke dalam, tangan lebih pendek, pundak kurang lebar

 Sistem energi

Tidak banyak berbeda dengan pria, jmlh total ATP-PC lebih rendah, glikolisis an aerob lebih rendah.

 Sistem aerobik

VO2 Maks lebih rendah

 Hemoglobin

Hb lebih rendah

 Kekuatan

2/3 dari kekuatan pria

 Anatomi&Faal

Rangka wanita lebih pendek&ringan, Paha lebih ke dalam, tangan lebih pendek, pundak kurang lebar

 Sistem energi

Tidak banyak berbeda dengan pria, jmlh total ATP-PC lebih rendah, glikolisis an aerob lebih rendah.

 Sistem aerobik

VO2 Maks lebih rendah

 Hemoglobin

Hb lebih rendah

 Kekuatan

(4)

Mentruasi

 Positif

Menurut penelitian, mentruasi terlambat menyebabkan atlet akan memiliki kaki lbh panjang, pinggul yang

kurang sempit, lemak berkurang. Pemecahan rekor terjadi saat atlet dalam siklus menstruasi.

 Negatif

Rasa sakit, nyeri prostaglandin yang lebih banyak.

Zat besi berkurang anemia

 Positif

Menurut penelitian, mentruasi terlambat menyebabkan atlet akan memiliki kaki lbh panjang, pinggul yang

kurang sempit, lemak berkurang. Pemecahan rekor terjadi saat atlet dalam siklus menstruasi.

 Negatif

Rasa sakit, nyeri prostaglandin yang lebih banyak.

(5)

Pelaksanaan Olahraga

 Pada anak olahraga tidak perlu dipisahkan

 Remaja putri dapat bertanding dengan remaja

putra yang ukuran, berat dan keterampilan tidak jauh ada perbedaan.

 Olahraga putri harus dipisahkan dalam olahraga

dengan remaja putra, oleh karena kemungkinan timbulnya cedera.

 Remaja putri dapat meningkatkan kesegaran

jasmani, kekuatan, keterampilan, ketahanan dengan latihan sesuai dengan aturan dan tujuannya.

 Pada anak olahraga tidak perlu dipisahkan

 Remaja putri dapat bertanding dengan remaja

putra yang ukuran, berat dan keterampilan tidak jauh ada perbedaan.

 Olahraga putri harus dipisahkan dalam olahraga

dengan remaja putra, oleh karena kemungkinan timbulnya cedera.

 Remaja putri dapat meningkatkan kesegaran

(6)
(7)

TRADISIONAL

Memberikan contoh

Mencoba menirukan Membetulkan

kesalahan menirukanMencoba

Memberikan koreksi mengulangi

(8)

Unsur yang tidak berkembang

 Problem-solving  Discovery

 Inisiatif

 Kreativitas

 Kebebasan melakukan gerak terhambat  Terhambatnya cognitif dan afektif

 Problem-solving  Discovery

 Inisiatif

 Kreativitas

(9)

Kemampuan Gerak Dasar

 Kemampuan menampilkan secara maksimal gerak

dasar yang diperoleh, berhubungan dengan pertumbuhandan perkembangan anak, dalam persiapannya untuk dapat menguasai berbagai gerak bagi keperluan melaksanakan aktifitas sehari-hari.

 Contoh: melompat ke depan

 Kemampuan menampilkan secara maksimal gerak

dasar yang diperoleh, berhubungan dengan pertumbuhandan perkembangan anak, dalam persiapannya untuk dapat menguasai berbagai gerak bagi keperluan melaksanakan aktifitas sehari-hari.

(10)

Keterampilan Gerak Dasar

Keterampilan mengenai titik sasaran di dalam jarak kemampuan maksimal gerak dasarnya (unsur

(11)

Keterampilan Gerak Pembelajaran

 Keterampilan gerak hasil pembelajaran gerak

dalam

aktivitas sehari-hari, pada pekerjaan atau tugas tertentu yang dilakukan seakurat mungkin.

 Keterampilan gerak hasil pembelajaran gerak

dalam

(12)

Dasar Pendidikan Gerak di Sekolah

1. Pendidikan gerak dalam pembelajaran memberikan

kemungkinan yang luas bagi pemupukan problem solving

2. Pendidikan gerak mendorong inisiatif dan kreativitas

anak

3. Pendidikan gerak memungkinkan anak untuk

melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan dan kecepatan masing-masing

4. Pendidikan gerak memberikan kebebasan yang luas

untuk memilih sesuai kebutuhan.minat, dan tingkat kemampuan

1. Pendidikan gerak dalam pembelajaran memberikan

kemungkinan yang luas bagi pemupukan problem solving

2. Pendidikan gerak mendorong inisiatif dan kreativitas

anak

3. Pendidikan gerak memungkinkan anak untuk

melakukan kegiatan sesuai dengan kemampuan dan kecepatan masing-masing

4. Pendidikan gerak memberikan kebebasan yang luas

(13)

Pendidikan Gerak

 Cara pengajaran pendidikan jasmani di sekolah  Kruger (1977) pendidikan gerak meliputi isi,

metode dan obyektif dari pengalaman belajar yang berorientasi pada kreativitas dan bertujuan untuk mengembangkan kesadaran/pengertian

siswa tentang ke mana dan bagaimana tubuh

bergerak, serta untuk memenuhi tujuan-tujuan gerak yang ekspresif dan fungsional.

 Cara pengajaran pendidikan jasmani di sekolah  Kruger (1977) pendidikan gerak meliputi isi,

metode dan obyektif dari pengalaman belajar yang berorientasi pada kreativitas dan bertujuan untuk mengembangkan kesadaran/pengertian

siswa tentang ke mana dan bagaimana tubuh

(14)

Karakteristik pendidikan gerak

1. Proses oriented: mengutamakan proses daripada

produk

2. Pendidikan gerak lebih pada child centered

daripada activity centered. (memodifikasi daripada menyesuaikan diri)

3. Siswa secara kognitif terlibat secara langsung 4. Memberikan aktivitas gerak secara maksimal 5. Pendekatan gerak secara eksplorasi dengan

problem solving

1. Proses oriented: mengutamakan proses daripada

produk

2. Pendidikan gerak lebih pada child centered

daripada activity centered. (memodifikasi daripada menyesuaikan diri)

3. Siswa secara kognitif terlibat secara langsung 4. Memberikan aktivitas gerak secara maksimal 5. Pendekatan gerak secara eksplorasi dengan

(15)

Komponen Gerak

 Lokomotor

(16)

 Pengenalan dan penguasaan berbagai potensi dari

aspek aktivitas fisik.

 Aspek fisik pola pertumbuhan tubuh meningkat

kesehatan, efisiensi motorik dan usia lanjut.

 Pengenalan dan penguasaan berbagai potensi dari

aspek aktivitas fisik.

 Aspek fisik pola pertumbuhan tubuh meningkat

(17)

Daftar Pustaka

 Moeljono&Slamet (1994) Kesehatan Olahraga. Jakarta: DepDikBud, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

 Santoso G (2007) Ilmu Kesehatan Olahraga (Sport Medicine) untuk Kesehatan dan untuk Prestasi Olahraga. Bandung: FPOK UPI

 .. (2010) Kesehatan Olahraga Panduan untuk Pelatih Olahraga untuk Usia Dini.

 Moeljono&Slamet (1994) Kesehatan Olahraga. Jakarta: DepDikBud, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.

 Santoso G (2007) Ilmu Kesehatan Olahraga (Sport Medicine) untuk Kesehatan dan untuk Prestasi Olahraga. Bandung: FPOK UPI

(18)

Referensi

Dokumen terkait

Pada kondisi fraktur 1/3 distal radius dextra akan menimbulkan problematika yaitu oedem, nyeri, keterbatasan gerak dan gangguan aktifitas sehari-hari sepe rti makan, memakai

Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan post op Sectio Caesaria hari ke 2 ditandai dengan ketidakmampuan klien melakukan aktivitas dasar sehari-hari, ditandai dengan

Data hasil pengukuran jangkauan gerak RoM bagi orang Indonesia saat melakukan dua aktifitas yang banyak dijumpai dalam kegiatan sehari-hari, yaitu gerakan duduk

Mata kuliah Biomekanika Olahraga mengkaji berbagai aspek mekanika yang terkait dengan aktifitas olahraga mencakup gerak lurus, vektor, dan skalar, gerak dalam bidang datar

Belanja langganan surat kabar dapat dicatat menggunakan Akun 521111 (Belanja Keperluan Perkantoran). Akun tersebut digunakan untuk mencatat biaya keperluan

Pada akhir Capaian Pembelajaran jenjang SD (Fase A), peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam menirukan berbagai pola gerak dasar dan keterampilan gerak secara

Buatlah klipping tentang kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan tulang dan otot yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari?. gerak, carta sistem

Energi dan Perubahannya Memahami berbagai cara gerak, sumber energi dan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. 4.1 Mengidentifikasi berbagai gerak benda