• Tidak ada hasil yang ditemukan

Abstrak EFEK DIURETIK EKSTRAK DAUN BAYAM DURI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Abstrak EFEK DIURETIK EKSTRAK DAUN BAYAM DURI"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

EFEK DIURETIK EKSTRAK DAUN BAYAM DURI (Amaranthus spinosus L) PADA VOLUME URINE TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus ) JANTAN

Oleh : Tri Harjana

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek diuretika ekstrak daun Bayam duri terhadap volume urine tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 25 ekor, terbagi dalam 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok perlakuan dengan masing –masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus sebagai ulangan. Variabel bebas adalah konsentrasi ekstrak daun bayam duri yaitu kelompok kontrol (K O) diberi air saja, kelompok 1 (K 1) konsentrasi 2,5 %, kelompok 2 (K 2) konsentrasi 5 %, kelompok 3 ( K 3) konsentrasi 7,5 % dan kelompok 4 (K 4) diberi ekstrak daun bayam duri dengan konsentrasi 10 %. Sebagai variabel tergantung adalah volume urin tikus putih jantan selama 24 jam. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, data dianalisis dengan analisis varian dan dilanjutkan dengan uji DMRT.Hasil penelitian

menunjukkan adanya beda nyata (P<0,05) antara kelompok kontrol dan perlakuan, uji DMRT menunjukkan kelompok 4 (K 4) berbeda nyata (P<0,05) dengan kelompok yang lain

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian eksperimental semu, dengan menggunakan 25 ekor mencit putih jantan, yang terbagi dalam 5 kelompok, masing- masing terdiri dari 5

Subjek penelitian terdiri dari 16 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi empat kelompok: kelompok I tanpa perlakuan (kelompok kontrol negatif); kelompok II dengan diet lemak

Pada penelitian ini digunakan 50 ekor mencit yang terbagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor yaitu: kontrol yang diberi suspensi CMC-Na, uji yang

Sebanyak 9 ekor kelinci dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan, yaitu kelompok pertama sebagai kontrol normal yang tidak mendapatkan perlakuan apapun, kelompok kedua

Penelitian ini dilakukan dengan memakai hewan uji mencit sebanyak 24 ekor yang terbagi dalam 6 kelompok.Masing-masing kelompok diberikan perlakuan yang berbeda untuk melihat

Hewan uji yang digunakan sebanyak 15 ekor yang dibagi dalam 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok I (kontrol) diberikan Na.CMC, kelompok II (pembanding) diberikan salep

Tikus yang digunakan sebanyak 20 ekor yang terbagi menjadi 5 kelompok yaitu satu kelompok kontrol positif, kelompok kontrol negatif, dan 3 perlakuan dengan pemberian

Tikus dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan dengan masing-masing kelompok terdiri atas 3 ekor tikus yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif merupakan kelompok hewan percobaan yang