HASIL RAPAT SOSIALISASI SVLK DENGAN BRIK/ISWA DAN APKINDO
Kamis 30 Juli 2009
1. Menteri Kehutanan segera menyurati Menteri Perdagangan sehubungan dengan terbitnya Permenhut Nomor P.38/Menhut‐II/2009 terkait SVLK untuk menyempurnakan Permendag No. 20/M‐DAG/PER/5/2008 tanggal 29 Mei 2008 pasal 9 ayat 2, yaitu bahwa penilaian kinerja dan atau verifikasi legalitas kayu sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dilakukan oleh lembaga penilai dan verifikasi independen yang diakui atau diakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). Ayat 3 endorsement terhadap produk industri kehutanan yang akan diekspor dilakukan oleh LP &VI yang telah diakui atau diakreditasi KAN yang ditetapkan Menteri atas usul Menteri Kehutanan. Ayat 4 bahwa dalam hal izin usaha industri primer hasil hutan kayu atau industri lanjutan yang telah mendapat sertifikat LK, dan pasokan bahan baku yang bersumber dari izin usaha pemanfaatan kayu hutan alam/hutan tanaman/hutan hak yang telah memiliki sertifikat PHPL atau SVLK maka IUIPHHK atau IUI lanjutan tersebut dapat melakukan self endorsement terhadap produknya yang akan diekspor. Ayat 5, Endorsement sebagaimana dimaksud pada ayat 2 dan 3, menjadi salah satu lampiran Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB).
2. Dalam hal sampai dengan 1 September 2009 belum terbit perubahan Permendag sebagaimana butir 1, maka BRIK tetap melaksanakan endorsement sebagaimana diatur
Permendag No. 20/M‐DAG/PER/5/2008 tanggal 29 Mei 2008 dan SK Mendag No. 405/M‐DAG/Kep/7/2008 tanggal 18 Juli 2008 sampai dengan terbitnya perubahan
Permendag No. 20/M‐DAG/PER/5/2008 dan pengganti SK Mendag No. 405/M‐ DAG/Kep/7/2008 yang menetapkan LP & VI sebagai pelaksana endorsement.
3. Dalam hal endorsement dilaksanakan oleh LP & VI, maka format endorsement dibuat dalam format yang baku dan dikenal, misalnya dengan menambahkan logo KAN.
4. LPI yang ada dalam masa transisi selama 1 tahun ditetapkan sebagai lembaga verifikasi oleh KAN dengan :
a. Membuat komitmen ingin menjadi LP&VI
b. Tidak melakukan jasa konsultansi
5. Selama masa transisi akan tersedia LP & VI untuk proses sertifikasi LK kurang lebih sebanyak 15 LPI + BRIK dan kemungkinan LP & VI baru dimulai dari 1 September 2009 ke depan bagi yang memenuhi akreditasi dari KAN.
7. Dalam hal asosiasi yang bergerak di bidang kehutanan ingin mengembangkan divisi/bagian sertifikasi LK, agar mengajukan kepada KAN untuk diakreditasi.
8. KAN bersama Departemen Kehutanan akan mendidik asesor di bidang Kehutanan dan auditor untuk mempercepat proses sertifikat legalitas di mana para auditor akan berada di seluruh pelosok Indonesia.
9. Bagi pelaku usaha yang ingin melakukan inspection service untuk produk‐produknya dalam kerangka mempercepat proses sertifikasi legalitas kayu dapat menjadi lembaga inspeksi dengan mengajukan akreditasi kepada KAN untuk memenuhi sertifikasi sesuai dengan ISO 17020.
10. Departemen Kehutanan bersama KAN dan asosiasi terkait akan melakukan sosialisasi di dalam dan di luar negeri tentang kredibilitas SVLK. Tanggal 2 dan 3 September 2009, Asosiasi dan KAN akan diundang sebagai anggota delegasi Indonesia dalam Regional Dialog on Promoting Trade in Legally Harvested Forest Products dengan US dan akan diundang Australia, Malaysia, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Brunei. Selain itu pada bulan Agustus 2009 juga akan diselenggarakan Expert Meeting antara Indonesia – EU untuk melihat “compatibility” antara SVLK dengan lisensi FLEGT, EU, dilanjutkan dengan Technical Meeting bulan September 2009 dan SOM di Kopenhagen back to back COP 15.
11. Departemen Kehutanan bersama KAN mengundang jajaran Kepolisian dari Pusat hingga tingkat Kapolres bersama dengan Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi Kehutanan untuk sosialisasi SVLK.
12. Edaran dari Menteri Kehutanan tentang industri mebel dan produk kayu yang tidak diatur tata niaganya, belum prioritas dan tergantung kebutuhan.
13. Untuk sertifikasi legalitas bagi hutan rakyat yang dikelola masyarakat atau individu dapat dilakukan secara kelompok dan sertifikat diberikan atas nama kelompok.
14. Bahwa per 1 September 2009 baru mulai proses verifikasi untuk memperoleh sertifikat legalitas kayu dan bagi yang telah memiliki sertifikat VLO, tetap berlaku.
15. Perlu dibentuk Help Desk yang beranggotakan Departemen Kehutanan, Departemen Keuangan (Ditjen Bea & Cukai), Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, dan Asosiasi terkait.
Jakarta, 30 Juli 2009
Dr. Ir. Hadi Daryanto, D.E.A NIP. 19571020 198203 1 002