• Tidak ada hasil yang ditemukan

REKAYASA POLISI DALAM KASUS NGAWI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "REKAYASA POLISI DALAM KASUS NGAWI"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

REKAYASA POLISI DALAM KASUS

NGAWI?

Di era reformasi sekarang ini ternyata juga melahirkan begitu banyak anak haram, selain merebaknya pornografi lewat berbagai media, juga merebaknya minuman keras dan obat-obat terlarang, kekerasan massal,pencurian, rudapaksa, dan perjudian. Khusus masalah perjudian ini munculnya kasus “Ngawi Kelabu” merupakan puncak dari berbagai kasus perjudian di tanah air yang langsung mendapatkan perlawanan dari kalangan umat Islam yang tergabung dalam FUIN (Forum Umat Islam Ngawi). Sepertinya perjudian bukan hanya sekadar menjadi masalah sosial, tetapi sudah menjadi masalah kultural, bahkan sudah mengarah ke struktural. Karena praktek kemaksiatan, khususnya masalah perjudian tidak hanya melibatkan masyarakat bawah, tetapi kalangan pelajar, pegawai negeri, aparat keamanan, aktivis ormas pemuda, anggota legislative, aktivis parpol dan aparat pemerintah juga terlibat dalam kasus ini. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa jalannya reformasi cenderung mengalami kemunduran. Benarkah demikian berikut kita ikuti wawancara Ton Martono dari SM dengan Eko Prasetyo, SH., Ketua Tim Investigasi kasus Ngawi yang bermuara secara nasional, Kepala Divisi Program Pusat Studi Hak Asasi Manusia.

Apakah benar bahwa masalah kemaksiatan khususnya perjudian sudah merupakan penyakit masyarakat, salah satu contoh misalnya kasus Ngawi yang menjadi barometer secara nasional?

Sebenarnya hasil investigasi yang kami lakukan, bahwa kasus berjudian khususnya di Ngawi yang merebak menjadi kasus nasional sudah berlangsung lama, karena perjudian ini berlangsung dengan marak, ada satu daerah di Ngawi yang kawasan itu merupakan kampung perjudian (Kampung Segaran), Kawasan ini sering disebut dengan Las Vegas mini di Ngawi dan maraknya perjudian di sini karena didukung oleh aparat keamanan kepolisian terutama, karena disamping ada aparat keamanan yang terlibat juga ada indikasi oknum polisi di Ngawi jadi backing. Kasus ini menjadi semakin ramai karena sudah melibatkan banyak unsur yang terlibat di dalamnya.

Perjudian di sini merupakan salah satu sumber yang cukup kuat, misalnya ketika ada anggota yang sakit dengan sangat mudah mereka mengeluarkan uang untuk membiayai rumah sakit. Dan ini sudah berjalan secara sistemik yang melibatkan para aktivis pemuda, parpol tertentu, anggota legislatif, pegawai negeri, pelajar dan preman.

(2)

tidak begitu mengganggu. Ini di Ngawi tingkat kabupaten, berarti sungguh sangat meresahkan masyarakat, terutama kalangan muslim di Ngawi yang tergabung dalam FUIN (forum umat Islam Ngawi).

Kalau begitu masalah perjudian ini sudah merupakan masalah kultural atau kebiasaan yang negatif?

Sudah jelas, saya melihat prakarsa dari kalangan eksekutif, legislatif dan aparat keamanan untuk memberantas judi ini hampir tidak pernah tuntas, karena masalah perjudian ini sudah membudaya di kalangan masyarakat luas.

Apakah perjudian ini sudah mengarah ke struktural, mengingat ada yang terlibat menjadi backing dari aparat keamanan, anggota legislatif, aktivis parpol besar dan kalangan birokrat. Benarkah demikian?

Memang sudah ada indikasi ke sana, tetapi adanya backing dari aparat keamanan, saya belum melihat secara jelas, tetapi dalam investigasi kami menunjukkan secara gamblang bahwa ketika gerakan massa yang bergerak mengobrak-abrik dan membakar rumahnya Muchyi Effendi yang kebetulan dipakai sebagai markas FUIN. Arus massa itu melewati dua pos polisi besar, dan massa preman itu dibiarkan lolos, yang sebenarnya massa itu jumlahnya tidak cukup besar kalau menurut ukuran polisi Ngawi, dia bisa saja dicegah, dihalau dan dibubarkan. Justru Bupati Ngawi Dr.Harsono yang mencegah kebrutalan massa, bukan pihak kepolisian setempat. Jadi nampaknya ada kecenderungan aparat terlibat dalam aksi ini.

Investigasi kami juga ada indikasi sebuah Parpol besar terlibat dalam pengerahan massa yang merusak, karena ketika terjadi pengrusakan itu salah satu tokoh PDIP kecamatan kota Ngawi nampak memimpin aksi massa. Seharusnya polisi

memberikan tembakan peringatan untuk membubarkan massa tetapi polisi diam saja dan hanya menonton, sehingga kami mencurigai bahwa aparat keamanan terlibat dalam kasus tersebut di samping karena ada yang menerima upeti dari mereka.

Upaya apa yang efektif untuk memberantas judi dan siapakah yang berhak memberantasnya?

Yang harus dilakukan dengan segera untuk memberantas kemaksiatan khususnya masalah judi:

(3)

Ketika FUIN bergerak menegakkan amar makruf nahi munkar di Ngawi yakni memberantas para penjudi di depan masjid pasar gede Ngawi sebenarnya sudah melakukan koordinasi dengan lembaga legislatif dan dari kepolisian Polres Ngawi tetapi nampaknya tidak di gubris, sehingga terjadilah sweeping yang

menyebabkan kasus Ngawi Kelabu itu. Nah mungkin untuk yang akan datang kami sarankan agar koordinasi diperluas melibatkan semua elemen kekuatan yang ada dalam masyarakat sehingga bisa berhasil, terutama minta dukungan dari Muhammadiyah dan NU yang memiliki massa yang lumayan besar jumlahnya.

Sebaiknya melalui pendekatan apa untuk memberantas kemaksiatan yang selama ini meluas, terutama masalah perjudian?

Ada beberapa pendekatan yang bisa efektif untuk memerangi masalah perjudian tersebut misalnya secara preventif tokoh-tokoh kalangan agamawan harus secara rutin melakukan pertemuan untuk bersama-sama bergerak memberantas

perjudian. Yang kedua harus ada ketegasan hukum yang pasti yakni jika ada oknum aparat keamanan yang terlibat harus diberi sanksi yang tegas, dan untuk setiap ada kasus yang mencuat harus ada tim pencari fakta yang netral.

Sebenarnya kedua pendekatan ini sudah cukup efektif antar pendekatan agama dengan pendekatan hukum, tetapi harus ada dukungan-dukungan dari berbagai ormas Islam terutama Muhammadiyah dan NU.

Karena kasus Ngawi ini juga melibatkan salah seorang fungsionaris dari PDIP, maka pimpinan PDIP harus memposisikan diri secara jelas, kalau ada anggotanya yang terlibat dalam kerusuhan di Ngawi ya harus di tindak, terutama Megawati sebagai Ketua Umum PDIP harus mengambil sikap tegas, dan menjatuhkan sangsi kepada anggotanya yang terlibat dalam kasus Ngawi.

Apakah upaya pendekatan hukum dalam kasus Ngawi ini bisa efektif, mengingat kasus lokal ini meluas menjadi kasus nasional?

Kami selaku Tim Pembela Muslim (TPM) dalam kasus Ngawi ini telah

mempraperadilankan kepolisian dari tingkat Polres Ngawi, Polwil Madiun, Polda Jawa Timur dan Kapolri, karena mereka telah melakukan

penangkapan-penangkapan dan penggeledahan tanpa disertai surat tugas, terutama

penggeledahan markas FUIN di Jalan Ahmad Yani dan Markas Lasykar Jihad Ahlussunah wal jamaah.

Karena kasus Ngawi sudah meluas dan secara nasional telah melibatkan beberapa partai politik seperti PAN, PBB,PK dan PDIP apakah ada upaya penyelesaian secara politis?

Kasus ini sesungguhnya pada awalnya adalah kasus criminal murni, yakni masalah perjudian tetapi media massa memblow-up ke politis, sehingga

(4)

yang dirusak milik salah seorang Ketua PAN, otomatis kasus ini melibatkan beberapa parpol, sehingga harus ada penyelesain di tingkat pusat, dan ini merupakan pendidikan politik bagi Parpol di tingkat bawah.

Jadi saya kira pendekatan politik cukup penting apalagi sekarang ini PBB juga terlibat dalam upaya pembebasan para tahanan, PBB menjadi jaminan bagi umat Islam yang ditahan di Polda jatim.

Para tahanan dari FUIN yang berada di sel Polda Jatim itu statusnya sebagai saksi atau tersangka?

Sampai saat ini statusnya belum jelas, karena sejak mereka ditahan semenjak awal bulan Ramadhan hingga sekarang tidak ada pemeriksaan lagi, walaupun polisi mengalihkan mereka sebagai tersangka kasus sajam (senjata tajam) dan senpi (senjata api), tetapi nampaknya polisi juga mengalami kesulitan karena alat buktinya sangat lemah. Investigasi kami menunjukkan bahwa bukti-bukti yang ada di tangan penyidik kurang kuat. Apalagi sekarang ini ada kasus pelanggaran HAM dalam penjara Polda Jatim, misalnya ketika Idul Fitri mereka tidak

diperkenankan ikut shalat Idul Fitri, gerakan mereka dibatasi seperti penjahat dan sebagainya, nampaknya beberapa kasus pelanggaran HAM ini menjadikan mereka sulit dijadikan tersangka. Bahkan bulan ini Komnas HAM di Jakarta sedang membentuk Tim Pencari Fakta untuk menuntaskan kasus Ngawi, kita tunggu saja hasilnya.

Kenapa Komnas HAM melibatkan diri, karena ada pihak ketiga yang masuk dan mensponsori, siapa pihak ketiga itu sekarang sedang kita selidiki.

Sebab sekarang yang sedang kita selidiki adalah, karena ada beberapa pakaiannya anggota laskar jihad yang diperciki darahnya Yuwono, mobilnya anggota FUIN juga diperciki darahnya Yuwono, sarungnya Heri Riswanto ketua FUIN yang ditahan di Polda Jatim juga diperciki darahnya Yuwono. Nampaknya ada skenario baru yang dibuat aparat kepolisian agar mereka bisa dijadikan sebagai tersangka, karena bukti-bukti terdahalu sangat lemah, nah ini harus diusut tuntas dan kasus ini harus dibongkar sampai tingkat pusat, karena aparat kepolisian sudah

kehabisan akal, dan kerja-kerja polisi sudah nggak beres lagi.

Apakah ada pesan sponsor dalam kasus ini?

(5)

Dan perlu diketahui bahwa perjudian ini merupakan lahan bisnis yang sangat menggiurkan bagi kalangan tertentu karena bisa memasok ratusan juta rupiah dan menguntungkan kelompok sosial tertentu, dan perjudian ini juga bisa dijadikan sebagai bemper untuk mengadu domba antar kepentingan di arena perpolitikan nasional.

Bergeraknya kalangan Islam garis keras dalam memberantas perjudian ini apakah disebabkan oleh gagalnya kelompok besar Umat Islam seperti Muhammadiyah dan NU yang selama ini agak apatis terhadap masalah tersebut?

Ya, saya kira ini merupakan kritikan bagi NU dan Muhammadiyah, karena mereka tidak bisa mengambil posisi yang tegas dalam berbagai kasus perjudian. Padahal sebenarnya NU dan Muhammadiyah bisa memback-up himbauan lima Menteri dan Kapolri tentang pemberantasan kemaksiatan yang sudah ada dasar legalnya.

SM-02-2003

Referensi

Dokumen terkait

Keterampilan berpikir tingkat tinggi merupakan tuntutan zaman jika seseorang ingin bersaing dalam dunia kerja sekarang ini. Setiap guru diharapkan mampu untuk

Menurut UU44 pasal 4 ayat 1 (2008) Pornografi adalah materi seksualitas yang dibuat oleh manusia dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar

Melalui pengamatan literature dan data sekunder, dengan teori komunikasi instruksional, komunikasi interpersonal, mediated interpersonal communication dan pendidikan untuk

Ber- dasarkan hal tersebut PT Jasa Marga (Persero) Tbk membagi risiko operasional yang berkaitan dengan jalan tol menjadi tiga bagian, yang terdiri dari risiko

Dikotomi pendidikan umum dan pendidikan agama dalam arti kelembagaan yang dimana hal ini merupakan warisan dari zaman kolonial Belanda, karena anak-anak yang bisa

Evaluasi Kualitas Lingkungan Permukiman di Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu.. DAFT AR

Metode ini dilakukan dengan menginput citra biner dan citra kontur karbon aktif tandan sawit pada program analisis fraktal.. Program analisis berdasarkan metode

Demikian Daftar Riwayat hidup ini dibuat dengan sebenar-benarnya dan dapat dipertanggungjawabkanI.