• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS IV DENPASAR SELATAN TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP KADAR GULA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS IV DENPASAR SELATAN TAHUN 2014"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

v PENGARUH TERAPI TERTAWA TERHADAP KADAR GULA DARAH

PASIEN DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS IV DENPASAR SELATAN TAHUN 2014

I Wayan Candra, I Nengah Sumirta, dan IGNP Putra Jurusan Keperawatan Poltekkes Denpasar

Email: [email protected]

ABSTRAK

Gangguan utama yang terjadi pada pasien diabetes melitus adalah kadar gula darah meningkat dari batas normal akibat dari tidak adekuatnya insulin di dalam tubuh pasien.Peningkatan kadar gula darah terus menerus yang terjadi pada pasien diabetes mellitus dapat mengganggu kesehatan tubuh pasien. Satu diantaranya upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar gula darah agar dapat terkontrol adalah dengan terapi tertawa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi tertawa terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus di puskesmas IV Denpasar selatan tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu: non randomized group pre-test post-test design.Populasi penelitian adalah pasien diabetes mellitus yang menjalani rawat jalan di Puskesmas IV Denpasar selatan tahun 2013.Sample penelitian berjumlah 30 orang pasien diabetes mellitus yang terdiri dari 15 orang kelompok perlakuan dan 15 orang kelompok kontrol. Teknik sampling dengan menggunakan quota sampling dan teknik analisa data menggunakan uji statistik non parametrik Wilcoxon dan Mann-Whitney test pada taraf kepercayaan maksimal 95 %. Hasil penelitian diperoleh kadar gula darah sebelum diberikan perlakuan (pre-test) pada kelompok perlakuan yang terendah adalah 240 mg/dl dan yang tertinggi adalah 553 mg/dl dan meannya 372,47 mg/dl, pada kelompok kontrol kadar gula terendah adalah 310 mg/dl dan tertinggi adalah 440 mg/dl, dan meannya 376,73 mg/dl. Setelah diberikan perlakuan terapi tertawa kadar gula darah terendah subyek penelitian pasien diabetes mellitus pada kelompok perlakuan adalah 90 mg/dl, dan tertinggi adalah 220 mg/dl, dan meannya 120,20 mg/dl, sedangkan pada kelompok kontrol kadar gula darah terendah adalah 125 mg/dl dan tertinggi adalah 235 mg/dl, dan meannya 142,33. Ada pengaruh yang sangat signifikan (p=0.001) terapi tertawa pre-test dengan pos-test pada kelompok perlakuan kadar gula darah pasien diabetes mellitus, ada pengaruh yang sangat signifikan (p=0.001) pre-test dengan pos-test kelompok kontrol kadar gula darah pasien diabetes mellitus.Ada pengaruh yang sangat signifikan (p=0.001) terapi tertawa terhadap kadar gula darah pasien diabetes mellitus di Puskesmas IV Denpasar selatan tahun 2013. Disarankan agar mempertimbangkan alternatif terapi tertawa dalam manajemen penanganan yang menyeluruh terhadap pasien diabetes mellitus di Puskesmas IV Denpasar selatan.

(2)

vi ABSTRACT

The main problem in the patient of diabetes mellitus is the increasing of blood sugar levels from the normal standard which is caused by inadequate of insulin in the body of the patient. The regular increasing of the blood sugar levels occurrence in the patient of diabetes mellitus could be the trigger of patient’s health problem. One of the efforts which can be done to decrease the blood sugar levels is through the practice of laughter therapy. The aim of this study is to recognize the influence of laughter therapy towards the blood sugar levels of diabetes mellitus patient at Puskesmas IV (health center) South Denpasar in 2013. This study is a quasi eksperimental research: non randomized group pre-test post-test design. The population of the research is the patients of diabetes mellitus who were taken care at the Puskesmas IV (health center) South Denpasar in 2013. The sample of this research were 30 patients of diabetes mellitus which consist of 15 patients in treatment group and 15 patients for the control group. Sampling techniques by using quota sampling and non-parametric statistical test of Wilcoxon and Mann-Whitney test at maximum 95% accuracy level for the data analysis techniques. The result showed that blood sugar levels before being given treatment (pre-test) in the lowest treatment group was 240 mg/dl and the highest was 553 mg/dl, and mean 372,47 mg/dl,the lowest glucose of control group was 310 mg/dl and the highest was 440 mg/dl, and mean 376,73. After being given the treatment of therapy laughter, the lowest blood sugar levels of diabetes mellitus patients in the treatment group was 90 mg/dl, and the highest was 220 mg/dl, and mean 120,20mg/dl, whereas in the control group the lowest blood sugar level was 125 mg/dl and the highest was 235 mg/dl, and mean 142,33 mg/dl.There is a significant effect (p=0.001) of laughter therapeutic pre-test with post-test treatment group on blood sugar level of patients with diabetes mellitus. There is a significant effect (p=0.001) pre-test with post-test control group on blood sugar level of patients with diabetes mellitus.There is a significant effect (p = 0.001) of laughter therapy on blood sugar levels of patients with diabetes mellitus at Puskesmas IV (health center) South Denpasar in 2013. It is recommended that consideration of alternative therapies in the management of laughter and comprehensive response to patients with diabetes mellitus at Puskesmas IV (health center) South Denpasar in.

Referensi

Dokumen terkait

Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap kadar Gula darah Lansia dengan Diabetes Mellitus Data nilai delta kadar gula darah pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dilakukan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar gula darah sewaktu pada penderita diabetes mellitus sebelum dan sesudah dilakukan terapi bekam basah

Pengaruh Terapi Akupresur Terhadap Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Poliklinik Penyakit Dalam RS Tingkat II dr.. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan,

Hasil ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak jadi ada Pengaruh diet DM terhadap penurunan gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe II di Puskesmas

Diah Ratnawati, Tatiana Siregar, Chandra Tri Wahyudi, Terapi Relaksasi Benson Termodifikasi Efektif Mengontrol Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Mellitus 89 Tabel 2 Perbedaan

Kelebihan atau pembeda dari penelitian ini tentang pengaruh senam aerobik low impact terhadap kadar gula darah puasa klien diabetes mellitus dengan penelitian sebelumnya, pada

PENGARUH TERAPI PSIKORELIGIUS MURROTAL SURAT AR-RAHMAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS KALIJAMBE ABSTRAK Kata kunci: Diabetes

Penelitian ini bertujuan untuk mengiden- tifikasi pengaruh relaksasi otot progressif terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di puskesmas pondok jagung