• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mille chemin Creatif pour Enseigner Le Francais is

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Mille chemin Creatif pour Enseigner Le Francais is"

Copied!
107
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dra. Siti Perdi Rahayu, M.Hum
    • Dra. Alice Armini, M.Hum
  • Sekolah: Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Bahasa Prancis
  • Topik: Mille Chemins Créatifs pour Enseigner Le Français
  • Tipe: laporan penulisan buku ilmiah populer
  • Tahun: 2010
  • Kota: Yogyakarta

I. Pendahuluan

Bab ini menjelaskan pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Prancis, dalam era globalisasi. Bahasa Prancis sebagai bahasa internasional memiliki peran penting di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Oleh karena itu, pengajaran bahasa Prancis di Indonesia perlu diarahkan untuk mengembangkan keterampilan siswa dalam menghadapi tantangan global. Pengajar harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memilih metode pengajaran yang efektif, serta menciptakan situasi pembelajaran yang optimal.

1.1 Sejarah Perkembangan Pengajaran Bahasa Asing

Sejak abad ke-17, metode pengajaran bahasa asing telah mengalami perkembangan signifikan. Metode tradisional, seperti grammar terjemahan, mendominasi hingga awal abad ke-20. Namun, dengan munculnya metode baru seperti metode langsung dan pendekatan komunikatif, pengajaran bahasa asing menjadi lebih interaktif dan relevan dengan kebutuhan komunikasi saat ini. Hal ini menunjukkan evolusi dalam cara pengajaran bahasa yang berfokus pada keterampilan berbicara dan mendengarkan.

1.2 Kronologi Munculnya Metode / Pendekatan Pembelajaran Bahasa

Kronologi metode pengajaran bahasa menunjukkan transisi dari metode tradisional ke pendekatan yang lebih komunikatif. Metode grammar terjemahan, yang berfokus pada tata bahasa, kini digantikan oleh pendekatan yang mengedepankan interaksi dan penggunaan bahasa dalam konteks nyata. Ini mencerminkan kebutuhan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa secara praktis dan efektif.

II. Beberapa Metode dan Pendekatan Pembelajaran Bahasa Prancis

Bab ini membahas berbagai metode dan pendekatan yang digunakan dalam pengajaran bahasa Prancis. Setiap metode memiliki karakteristik dan tujuan yang berbeda, mulai dari grammar terjemahan hingga pendekatan actionnelle. Pendekatan ini menekankan pada keaktifan siswa dalam proses belajar, yang dianggap lebih efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran bahasa.

2.1 Metode Grammar Terjemahan

Metode ini berfokus pada penguasaan tata bahasa dan penerjemahan. Meskipun efektif untuk memahami struktur bahasa, metode ini kurang menekankan pada keterampilan berbicara. Pembelajaran lebih banyak dilakukan secara tertulis dan sering kali mengabaikan konteks komunikasi yang nyata.

2.2 Metode Langsung

Metode langsung mengutamakan komunikasi lisan dan melarang penerjemahan. Dalam metode ini, pengajar menggunakan objek nyata dan gambar untuk menjelaskan materi, sehingga siswa dapat belajar bahasa dalam konteks yang lebih hidup dan relevan.

2.3 Metode Audio-Oral

Metode ini bertujuan mengajarkan bahasa secara bertahap melalui mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Pendekatan ini menekankan pada percakapan dan latihan pola, serta penggunaan alat elektronik untuk mendukung pembelajaran.

2.4 Metode Structuraux Global Audio-Visuels (SGAV)

Metode SGAV menggunakan media audio dan visual untuk mengajarkan bahasa. Fokusnya adalah pada kemampuan lisan dan interaksi antara pengajar dan siswa, dengan menghindari penerjemahan langsung.

2.5 Pendekatan Komunikatif

Pendekatan ini berorientasi pada kemampuan siswa untuk berkomunikasi dalam situasi nyata. Pembelajaran lebih berpusat pada siswa, dengan pengajar berperan sebagai fasilitator, sehingga siswa didorong untuk aktif berbicara dan berinteraksi.

2.6 Pendekatan Fonctionnelle-Notionnelle

Pendekatan ini menekankan pada kebutuhan spesifik siswa dalam belajar bahasa. Materi dan aktivitas disesuaikan dengan konteks dan tujuan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan siswa.

2.7 Pendekatan Actionnelle

Pendekatan actionnelle mengedepankan tugas yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga berlatih melakukan tugas-tugas yang mencerminkan penggunaan bahasa dalam konteks sosial.

2.8 Perbedaan Pendekatan Komunikatif dan Pendekatan Actionnelle

Pendekatan komunikatif fokus pada penggunaan bahasa untuk berkomunikasi, sedangkan pendekatan actionnelle lebih menekankan pada tindakan dan interaksi sosial. Keduanya memiliki tujuan yang berbeda dalam pengajaran bahasa.

III. Pengajaran Bahasa Prancis dengan Mengacu CECR

Bab ini membahas pentingnya CECR (Cadre Européen Commun de Références) dalam pengajaran bahasa Prancis. CECR menyediakan kerangka acuan untuk belajar, mengajar, dan mengevaluasi kemampuan bahasa. Dengan mengacu pada CECR, pengajaran bahasa Prancis dapat distandarisasi dan diakui secara internasional.

3.1 Pendekatan Pembelajaran Bahasa dengan Acuan CECR

Pendekatan ini mengutamakan pengembangan kemampuan komunikasi siswa dalam konteks sosial. Proses pembelajaran dirancang untuk memenuhi kebutuhan siswa sebagai pengguna bahasa dalam situasi nyata.

3.2 Peringkat Kemampuan Berbahasa menurut CECR

CECR mengklasifikasikan kemampuan berbahasa menjadi enam peringkat, dari A1 hingga C2. Setiap peringkat menggambarkan kemampuan komunikasi yang berbeda, yang dapat digunakan sebagai acuan untuk evaluasi.

IV. Tugas-tugas dalam Pembelajaran Bahasa Prancis dengan Pendekatan Berbasis Tindakan

Bab ini menjelaskan berbagai tugas yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Prancis dengan pendekatan berbasis tindakan. Tugas-tugas ini dirancang untuk mendorong siswa berinteraksi dan berkomunikasi dalam bahasa Prancis.

4.1 Premier Contact

Tugas ini melibatkan siswa dalam situasi perkenalan, di mana mereka harus menggunakan bahasa Prancis untuk berkomunikasi dengan orang lain.

4.2 Jouez la Scène

Siswa diminta untuk berperan dalam skenario tertentu, yang memungkinkan mereka untuk berlatih berbicara dalam konteks yang realistis.

4.3 Faire une lettre

Tugas ini mengajak siswa untuk menulis surat dalam bahasa Prancis, sehingga mereka dapat berlatih keterampilan menulis secara praktis.

4.4 La Publicité

Siswa belajar membuat iklan dalam bahasa Prancis, yang mendorong mereka untuk berpikir kreatif dan menggunakan bahasa secara efektif.

4.5 Exercice en Interaction

Tugas ini berfokus pada interaksi antara siswa, di mana mereka harus berkomunikasi dan saling bertukar informasi.

4.6 Debat

Siswa terlibat dalam debat yang memungkinkan mereka untuk berlatih berbicara dan menyampaikan pendapat dalam bahasa Prancis.

4.7 Remplir la Formulaire

Tugas ini melibatkan pengisian formulir, yang membantu siswa memahami penggunaan bahasa dalam konteks administratif.

4.8 L’identité

Siswa mendiskusikan identitas mereka dalam bahasa Prancis, yang mendorong mereka untuk menggunakan bahasa dalam konteks pribadi.

4.9 Les Armoire d’Indonésie

Tugas ini mengajak siswa untuk mengeksplorasi budaya Indonesia melalui bahasa Prancis, memperkaya pemahaman mereka terhadap kedua budaya.

4.10 Imaginez et Evrivez

Siswa diminta untuk berimajinasi dan menulis cerita dalam bahasa Prancis, yang merangsang kreativitas mereka.

4.11 Debat sur L’environnement

Debat tentang isu lingkungan yang relevan, memungkinkan siswa untuk berlatih berbicara dan berpikir kritis.

4.12 Recette pour des gens pressés

Siswa belajar membuat resep masakan dalam bahasa Prancis, yang menggabungkan keterampilan berbicara dan menulis.

4.13 L’arbre Généalogique de Napoléon

Siswa mempelajari sejarah melalui peta keluarga Napoléon, yang mengaitkan bahasa dengan konteks sejarah.

4.14 La Grammaire

Tugas ini berfokus pada penguasaan tata bahasa, yang penting untuk meningkatkan kemampuan berbahasa siswa.

V. Evaluasi Pembelajaran Bahasa Prancis dengan acuan CECR

Bab ini membahas pentingnya evaluasi dalam pembelajaran bahasa Prancis. Evaluasi dilakukan untuk mengukur kemampuan siswa sesuai dengan standar CECR.

5.1 Auto-evaluasi

Siswa didorong untuk mengevaluasi kemampuan mereka sendiri, yang membantu mereka memahami kemajuan yang telah dicapai.

5.2 Evaluasi dengan Mengikuti Ujian Formal

Evaluasi formal dilakukan melalui ujian yang mengikuti standar CECR, memberikan pengakuan internasional terhadap kemampuan berbahasa siswa.

Referensi

Dokumen terkait