• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1. KONVERGENSI DERET

Suatu barisan disebut konvergen jika terdapat bilangan Z yang setiap lingkungannya

memuat semua. Jika bilangan Z itu ada maka dapat ditulis:

sehingga dapat dikatakan bahwa barisan itu konvergen ke limit Z, atau Z adalah limit dari {zn}.

Apabila suatu barisan tidak konvergen maka dinamakan divergen.

Barisan {zn} konvergen jika dan hanya jika terdapat bilangan Z dengan sifat berikut: bila diberikan sembarang terdapat bilangan bulat M (yang biasanya bergantung pada besarnya ) sedemikian sehingga untuk setiap n > M, zn berada di dalam m

Deret dikatakan konvergen bila dan hanya bila barisan yang dibentuk oleh

jumlah bagiannya konvergen.

jika : maka deret konvergen ke S yang kemudian dinamakan jumlah (sum) deret

tersebut. Jika deret tidak konvergen (jika dan hanya jika barisan jumlah bagiannya divergen)

maka ia dikatakan divergen.

contoh:

perhatikan barisan .

Dari suku-sukunya dibangkitkan barisan lain yang suku-sukunya didiferensialkan

sebagai

!"# "$ !"# " # "$

Jelas bahwa merupakan jumlah bagian deret.

(2)

Deret ini konvergen, sebab bagian dalam kurung pada ruas kanan merupakan deret ukur

(geometric) yang suku pertamanya ) (dan perbandingannya * (. Sehingga didapatkan bahwa deret diatas konvergen ke 3i.

Jika setiap suku deret yang diberikan ditulis dalam bentuk + # , , maka kita dapat menulis jumlah bagian dengan:

- # .

dimana - /'(+/ dan . /'(,/

suatu deret sebagai limit barisan jumlah bagiannya dapat ditulis sebagai:

% '(

0- # . 1

Teorema

Andaikan bahwa '( adalah deret dengan jumlah bagian

- # .

maka deret itu konvergen jika dan hanya jika barisan - dan . keduanya konvergen.

teorema

jika suatu deret konvergen maka untuk 2, 3. kontrapositifnya:

andaikan untuk deret yang diberikan untuk 2, 4 3 maka deret itu konvergen.

Suatu deret dikatakan konvergen mutlak jika dan hanya jika 5 5 konvergen.

(3)

jika suatu deret konvergen mutlak maka ia konvergen, artinya jika 5 5 konvergen maka konvergen.

KONVERGEN BARISAN

Sebuah barisan tak terhingga ( dari bilangan kompleks mempunyai limit z

jika setiap bilangan positif , terdapat bilangan bulat positif 6 sedemikian sehingga 5 7 5 8 bilamana 9 6.

Deret ( paling banyak mempunyai 1 limit. Jika limitnya ada maka sebuah

barisan dikatakan konvergen ke , atau dapat dituliskan sebagai

Jika sebuah barisan tidak mempunyai limit maka barisan tersebut dikatakan divergen.

Teorema

diasumsikan bahwa + # , " dan + # , maka

jika dan hanya jika + + dan , ,

bukti:

Untuk membuktikan teorema tersebut, pertama-tama kita asumsikan dengan pedoman

kondisi + +dan , , untuk mendapatkan

(4)

Berdasarkan kondisi + + dan , ,, untuk setiap bilangan positif maka terdapat bilangan bulat ( dan sehingga memenuhi

5+ 7 +5 8 9 (

dan

5, 7 ,5 8 9

oleh karena itu, jika 6 lebih besar dari 2 bilangan bulat ( dan

5+ 7 +5 8: dan 5, 7 ,5 8: dimana 9 6

maka selama

5 + # , 7 + # , 5 5 + 7 + # , 7 , 5

; 5+ 7 +5 # 5, 7 ,5,

< 5 7 5 8 : # : . Jadi terbukti bahwa .

Sebaliknya, dapat pula dibuktikan mulai dari kondisi . Untuk setiap

bilangan positif maka terdapat bilangan bulat positif 6 sedemikian sehingga

5 7 5 8

5 + # , 7 + # , 5 8 9 6

sedangkan

5+ 7 +5 ; 5 + 7 + # , 7 , 5 5 + # , 7 + # , 5

5+ 7 +5 8

dan

5, 7 ,5 ; 5 + 7 + # , 7 , 5 5 + # , 7 + # , 5

(5)

Jadi + + dan , , untuk 9 6.

sehingga terbukti bahwa

+ # , + # ,

Secara umum jika diketahui sebuah deret tak hingga

% (# # & # # & '(

dari bilangan kompleks, akan konvergen ke jumlahan S jika barisan

= % (# # & # = =

'(

"

dari jumlahan parsial konvergen ke S, sehingga dapat dituliskan

% '(

Selama sebuah barisan mempunyai paling banyak 1 limit, maka sebuah deret juga mempunyai

paling banyak 1 jumlahan.

Teorema

Dimisalkan bahwa + # , " dan > # .? maka

% '(

jika dan hanya jika '(+ > dan '(, ? persamaan tersebut dapat pula dituliskan dalam bentuk:

(6)

contoh soal:

barisan (@# " konvergen ke bukti:

(7)

Sumber Pustaka:

Brown, J. W., and R. C. Churchill. “Complex Variables and Applications,” 7th ed. 2003. New York: McGraw-HillCompanies, Inc.

Referensi

Dokumen terkait

misalkan ' adalah fungsi kompleks yang didefinisikan oleh sebuah deret pangkat ' , , yang konvergen di cakram: -.. Dwi Lestari, M.Sc: Diferensial Deret

 Seluruh bilangan prima adalah bilangan ganjil, kecuali 2 yang merupakan bilangan genap..  Bilangan selain prima disebut

– Bila N berada di antara 20-40 rumus kai kuadrat koreksi dapat dipakai jika semua frekuensi. harapan lebih dari atau sama

ANGKA/BILANGAN DISEBUT DATA STATISTIK BILA ANGKA MENUNJUKAN SUATU CIRI DARI SUATU PENELITIAN YG BERSIFAT AGREGATIF... • CIRI PENELITIAN YG

(kornea, humor akuos,lensa, badan kaca)  kemudian sinar dipusatkan di retina  bayangan akan diteruskan ke otak melalui saraf penglihatan.  Bila terdapat kelainan

Jumlah dari dua bilangan adalah 21, dan salah satu bilangan tersebut adalah dua kali

1) Jika hipotesis alternatif (Ha) mempunyai rumusan tidak sama (≠), maka dalam distribusi statistik yang digunakan, normal untuk angka Z, student untukangka t

barisan bilangan real dan bila rangenya bilangan kompleks, maka barisan itu disebut barisan bilangan kompleks.Suatu barisan