Peringatan dan Pengesampingan
Presentasi ini disusun oleh PT Bakrie Telecom Tbk (“Perseroan”) dan hanya dipergunakan sebagai informasi kepada publik. Tidak satupun dari informasi yang disampaikan dalam presentasi ini boleh disebarluaskan kepada pers atau media lain atau diperbanyak atau disebarluaskan kembali baik sebagian maupun seluruhnya setiap waktu dalam bentuk apapun, kecuali pers atau media mendapatkan informasi tersebut dari Perseroan.
Presentasi ini dapat memuat proyeksi dan estimasi yang berkaitan dengan operasional dan kinerja Perseroan di masa mendatang.
Kami mengingatkan bahwa proyeksi, estimasi, ataupun jadwal yang dimuat dalam presentasi ini didasarkan pada berbagai asumsi, resiko dan ketidakpastian, yang banyak diantaranya sulit untuk diprediksi dan secara umum berada di luar kemampuan pengendalian Perseroan. Asumsi-asumsi, resiko-resiko dan ketidakpastian tersebut dapat menyebabkan perbedaan antara hasil aktual dengan proyeksi, estimasi, ataupun jadwal yang disampaikan dalam presentasi ini.
Oleh karenanya tidak ada pernyataan dan jaminan dari Perseroan baik secara tegas maupun tersirat sehubungan dengan keakuratan, kelengkapan dari informasi yang disampaikan dalam presentasi ini.
Baik Perseroan, Direksi dan karyawan tidak dapat dimintakan pertanggungjawaban atas keakuratan dan kelengkapan dari proyeksi dan estimasi yang disampaikan dalam presentasi ini.
Proyeksi, estimasi, ataupun jadwal dibuat pada tanggal presentasi. Perseroan tidak berkewajiban atas pemuktakhiran, estimasi, ataupun jadwal setelah tanggal presentasi.
3
Rekam Jejak BTEL
BTEL telah menjalankan layanan FWA sejak tahun 1993, kemudian sejak tahun 2003 dengan teknologi CDMA dan EVDO Rev-A (2010), menyediakan layanan FWRev-A dengan merek “Esia” dan layanan BWRev-A dengan merek “Esia Max-D”.
Dengan lisensi Jaspondas seluler sejak 2015, BTEL dimungkinkan untuk beroperasi pada bisnis mobile seluler MVNO. Mulai tahun 2016 dan 2017 BTEL berfokus melayani pelanggan korporat dan pelanggan yang berada di gedung tinggi.
Meluncurkan layanan SLI Hemat 009
Diberikan tambahan layanan frekuensi di area JBJB Finalisasi transaksi penjualan dan sewa kembali 543 tower Rights Issue senilai Rp 3 triliun
Vendor financing senilai US$150 juta Pertama di dunia: SMS per karakter Rp 1,- Produk layanan data -“Wimode”
Penghargaan “Best CDMA Operator 2007” Menerbitkan obligasi rupiah senilai Rp 650
miliar
Menerima lisensi FWA nasional IPO Rp 605 miliar
Peluncuran “Wifone”
2012: Melunasi Obligasi yang terbit 2007 senilai Rp 650 miliar Penghargaan “Indonesia Most
Promising Broadband Service Provider of The Year” Mencapai kesepakatan
Restrukturisasi di tahun 2014 Mendapatkan lisensi Jaspondas
seluler 2015. Wesel Senior senilai US$250 juta
Produk broadband wireless access dengan merk “AHA”
Meluncurkan skema tarif Rp. 1 per detik dan data Rp2kb
Peluncuran merk “Esia”
Menerbitkan tambahan Wesel Senior senilai US$130 juta
Menerima lisensi full
mobility 130,000 1,548,000 3,821,000 7,305,000 10,607,000 13,027,000 14,635,000 11,663,000 12,042,000 11,648,000 267 920 1,672 2,805 3,436 3,477 3,195 2,973 2,435 1,454 2003 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014
5
Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan internet tercepat di
dunia, dengan perkiraan 215 juta pengguna pada 2020
Layanan seluler merupakan sarana utama untuk mengakses internet di
Indonesia:
Total pengguna mobile internet aktif: 64 juta
Internet di Indonesia diakses melalui smartphone: 3.5 jam/hari
70% trafik internet melalui smartphone
Sumber: (survei Globalwebindex Q4 2015, StatCounter Q1 2016, Wearesocial) Sumber: Worldbank, Google & Temasek research
Seiring pertumbuhan Smartphone dan koneksi internet, Aplikasi Data
mengalami perkembangan, untuk komunikasi dan juga untuk layanan konten
22% menonton video
di perangkat mobile
27% menggunakan
mobile messenger
19% memainkan games
di perangkat mobile
Berdasarkan Survei GlobalWebIndex
dalam laporan wearesocial:
Potensi di bisnis
Triple Play dan OTT
7
Sumber: Laporan keuangan operator
Pertumbuhan revenue operator telekomunikasi tidak dapat menutupi
peningkatan kebutuhan capex untuk penyediaan jaringan data
Pertumbuhan revenue industri diperkirakan sebesar lebih dari IDR 12 T dari tahun 2015-2016, dimana proporsi terbesar diperkirakan dari TSEL (lebih dari 85% pertumbuhan).
Namun demikian, belanja modal para operator selama tahun 2016 berkisar antara Rp. 1.7 – 13 T, lebih besar dibandingkan peningkatan revenue masing-masing operator pada periode tersebut. BTEL berupaya untuk mengoptimalkan revenue berdasarkan asset yang ada saat ini.
Rp 'Tn REVENUES 2011 2012 2013 2014 2015 2016 Capex 2016 TELKOMSEL 48.7 54.5 60.0 66.3 76.0 86.7 12.6 XL AXIATA 18.9 21.0 21.4 23.6 23.0 21.3 5.6 INDOSAT 21.5 22.7 23.9 23.6 26.7 29.2 6.4 SMARTFREN 1.0 1.7 2.3 2.6 3.0 3.6 1.7 TOTAL 90.1 99.8 107.6 116.0 128.7 140.9 26.2
NET INCOME 2011 2012 2013 2014 2015 2016 % to revenue
TELKOMSEL 12.8 15.7 17.4 19.4 22.3 28.2 32.5% XL AXIATA 2.8 2.8 1.0 -0.9 0.0 0.4 1.9% INDOSAT 0.9 0.4 -2.8 -1.7 -1.2 1.3 4.4% SMARTFREN -2.4 -1.6 -2.1 -1.3 -1.6 -2.0 -54.1% TOTAL 14.2 17.4 13.5 15.6 19.5 27.9
Aktivitas Bakrie Telecom tahun 2016-2017
Awal transformasi dari penyelenggara jaringan dan jasa telefoni dasar menuju
ke penyelenggara jasa telefoni dasar secara kemitraan dengan menggunakan
jaringan milik penyelenggara jaringan telekomunikasi.
9
Akibat industri CDMA yang tidak lagi dikembangkan, jumlah pelanggan ritel/perorangan
BTEL mengalami penurunan pada akhir tahun 2015. Mulai tahun 2016, BTEL mengalihkan
fokus kepada pelanggan korporat dan pelanggan di gedung-gedung tinggi.
Pada tanggal 17 April 2015, BTEL mendapatkan Ijin Penyelenggaraan Jasa Teleponi Dasar
Melalui Jaringan Bergerak Seluler, melalui Kep. Dirjen Penyelenggaraan Postel
No.
186/2015.
Dengan lisensi tersebut, BTEL dapat menyelenggarakan layanan telekomunikasi dengan
konsep Mobile Virtual Network Operator (MVNO) dan dapat menggunakan teknologi yang
ada termasuk LTE.
Dengan konsep MVNO, BTEL tidak perlu membangun atau memiliki jaringan
telekomunikasi sendiri melainkan melakukan kerjasama dengan operator pemilik jaringan,
sehingga tidak perlu mengeluarkan belanja modal yang terlalu besar.
Dikarenakan perkembangan handset berbasis CDMA tidak optimal, sehingga berimbas
negatif kepada bisnis retail. Oleh sebab itu BTEL lebih berfokus kepada pasar B2B.
Sejak tahun 2016 hingga tahun 2017, BTEL menyongsong era baru
sebagai penyedia jasa layanan teleponi dasar
Grup BTEL menawarkan berbagai layanan dan pengembangan
aplikasi sebagai nilai tambah untuk pelanggan korporat
Beberapa macam aplikasi dan software yang ditawarkan
kepada pelanggan:
• E-Commerce apps • Delivery Service Apps
• SiMaTa – Social Media Monitoring and Tool Analytics • Voucher/Coupon Management
• Approval Online • Traveler Mobile Apps
• Promo Application Mobile Apps
IT & engineering services
• IT Infrastructure & managed services • Email system
• Automatic gate system installation
11
Grup BTEL memiliki infrastruktur yang terintegrasi untuk dapat
menawarkan layanan Voice Solution dan Contact Center
Access Number
Virtual PBX
Contact Center
Application
Contact Center
as BPO
14080
1500108
14001
14098
Solusi Layanan Fleet Management sebagai sarana untuk membantu
meningkatkan manajemen operasional pelanggan korporat
Fitur-fitur fleet management:
• Sarana pengelolaan dan pengawasan
armada perusahaan klien seperti: mobil,
truk, dan kendaraan lainnya.
• Monitoring secara real-time terhadap:
lokasi,
status,
penggunaan,
kondisi
mesin, dan sebagainya.
• Mengendalikan
beban
operasi
perusahaan dalam hal konsumsi bahan
bakar dan biaya perawatan kendaraan.
• Memonitor KPI karyawan dan organisasi
Grup BTEL bekerjasama dengan pengembang aplikasi untuk menawarkan
layanan fleet management.
13
Rencana BTEL sebagai penyedia solusi infrastruktur media
• BTEL memiliki rencana untuk melakukan kerjasama untuk menjadi penyedia
solusi infrastruktur untuk media, terutama di era digitalisasi siaran televisi
free-to-air (FTA TV).
• BTEL akan bersinergi dengan perusahaan lainnya baik yang bergerak di bidang
infrastruktur maupun media.
15
Ikhtisar Laporan Laba Rugi Perseroan tahun 2017
Pendapatan kotor di kuartal 3 tahun 2017 menurun sebesar 96% terutama disebabkan oleh pendapatan layanan telekomunikasi yang lebih rendah dibanding kuartal 3 tahun 2016.
Beban operasi di kuartal 3 tahun 2017 (di luar penyusutan) menurun sebesar Rp 166,7 miliar atau turun sebesar 82% dibanding kuartal 3 tahun 2016.
Perusahaan berusaha untuk mencapai tingkat operasional yang ideal dan mempersiapkan diri untuk memenuhi permintaan di masa mendatang. Di dalam kategori utama beban operasi:
Operasi & pemeliharaan berkurang sebesar 99% akibat dari penurunan beban frekuensi. Beban umum & administrasi naik sebesar 60%
akibat rugi penurunan nilai piutang usaha. Beban karyawan turun sebesar 55% sebagai
akibat turunnya jumlah karyawan.
Pendapatan & beban lain-lain pada kuartal 3 tahun 2017 berasal dari beban keuangan sebesar Rp 377 miliar sehubungan dengan kewajiban wesel senior yang masih dalam proses penyelesaian exchange offer.
2017 2016
Net Operating Revenue 2,6 70,5 -96% Operating Expenses 646,4 814,4 -21%
Depreciation 610,2 611,5 0% Operating & Maintenance 1,0 122,1 -99% General & Administrative 7,0 17,3 -60% Personnel 27,9 62,3 -55% Sales & Marketing 0,3 1,2 -75%
Operating Incom e (Loss) (643,8) (743,9) -13% EBITDA (33,6) (132,4) -75% Other Incom e/ (Charges) (374,9) (39,8) 842% Financing cost - Net (377,2) (588,0) -36% Gain (Loss) in Forex (36,8) 548,7 -107% Others 39,1 (0,5) -7920%
Net Loss Before Tax (1.018,7) (783,7) 30% Net Loss (968,9) (751,2) 29% Change Profit & Loss (in IDR billion) 9M
Posisi Neraca pada tanggal 30 September 2017
Aktiva
lancar
mengalami
penurunan sebesar 77% dibanding
tahun 2016 karena banyaknya
penurunan pada berbagai akun
seperti kas dan setara kas, piutang
usaha, persediaan, uang muka dan
biaya dibayar di muka, yang
menunjukkan
indikasi
adanya
upaya efisiensi biaya.
Aset tidak lancar turun 40%
dibandingkan tahun lalu
karena
depresiasi dan pengakuan lanjutan
dari penurunan nilai aset atas
jaringan CDMA, sedangkan belanja
modal tidak signifikan.
Akun-akun
Kewajiban
telah
diklasifikasikan
sesuai
dengan
penyelesaian melalui PKPU.
Balance Sheet (in IDR bn) 9M 17 FY 16 Change
Current Assets 10,1 43,5 -77%
Non-Current Assets 916,7 1.526,3 -40%
Fixed Assets - Net 206,2 816,3 -75%
Other Non-current assets 710,5 710,0 0%
Total Assets 926,8 1.569,8 -41%
Current Liabilities 8.559,6 8.191,0 5%
Non-Current Liabilities 5.995,0 7.276,3 -18%
Settlement of payables through PKPU 5.925,4 7.157,0 -17%
Other Non-current liabilities 69,6 119,3 -42%
Total Liabilities 14.554,6 15.467,3 -6%
Total Equity (13.627,8) (13.897,5) -2%
Total Liabilities And Equity 926,8 1.569,8 -41%
Net Revenue Margin -52% 63% -183%
EBITDA Margin -83% -76% 9%
Current Ratio 0,0 0,0 -78% Debt to equity (1,1) (1,1) -4%
17