6 2.1. Konsep Dasar Sistem
Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Penulis menggunakan beberapa pengertian dasar yang diambil dari buku-buku, jurnal dan sumber-sumber catatan lain yang berhubungan dengan judul penelitian. Berikut beberapa pengertian yang mendukung penulisan ini adalah:
2.1.1. Pengertian Sistem
Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak. Hal ini sejalan dengan penelitian (Tyoso, 2016) menyimpulkan bahwa “Sistem merupakan suatu kumpulan dari komponen-komponen yang membentuk satu kesatuan. Sebuah organisasi dan sistem informasi adalah sistem fisik dan sosial yang ditata sedemikian rupa untuk mencapai tujuan tertentu”.
Hasil tersebut diperkuat oleh penelitian menurut (Susanto, 2017) mengungkapkan bahwa “Sistem sebagai kumpulan/group dari bagian/komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu”. Dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah sekumpulan komponen-komponen apapun baik fisik ataupun non fisik yang digabungkan menjadi satu bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
2.1.2. Pengertian Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang. Berdasarkan temuan (Tyoso, 2016) menunjukkan bahwa “Informasi adalah data informasi sering diberikan pengertian yang sama walaupun ada kecenderungan anggapan bahwa data adalah fakta yang belum dievaluasi sebagai bahan mentah informasi”.
Menurut (Susanto, 2017) yang menunjukkan bahwa “Informasi merupakan hasil dari pengolahan data, akan tetapi tidak semua hasil dari pengolahan tersebut bisa menjadi informasi, hasil pengolahan data yang tidak memberikan makna atau arti serta tidak bermanfaat bagi seseorang bukanlah merupakan informasi bagi orang tersebut”. Beberapa data diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian informasi adalah hasil dari pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang penting bagi penerimanya yang telah dikelola dan menghasilkan informasi bagi seseorang.
2.1.3. Pengertian Sistem Informasi
Sistem informasi adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi. Tujuan dari sistem informasi adalah untuk menghasilkan informasi, sistem informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna bagi para pemakainya. Data yang diolah saja tidak cukup dapat dikatakan sebagai suatu informasi.
Berdasarkan penelitian (Anggreni & Irviani, 2017) menunjukkan hasil bahwa “Sistem Informasi adalah suatu sistem dalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung fungsi operasi organisasi yang bersifat manajerial dengan kegiatan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan”.
Sejalan dengan penelitian menurut (Mulyani, 2018) menyatakan bahwa “Sistem Informasi adalah sistem yang terdiri dari orang-orang dan komputer yang memproses atau menafsirkan informasi”. Berdasarkan hal tersebut jelas bahwa pengertian sistem informasi adalah suatu sistem yang mendukung fungsi operasi, yang memproses atau menafsirkan menjadi informasi yang berguna dalam proses pengambilan keputusan.
2.1.4. Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi berbasis komputerisasi yang mengolah data keuangan yang berhubungan dengan data transaksi dalam siklus akuntansi dan menyajikan dalam bentuk laporan keuangan kepada manajemen perusahaan. Sistem informasi akuntansi dirancang untuk mendukung semua fungsi akuntansi dan berbagai kegiatan termasuk auditing, akuntansi keuangan dan pelaporannya, manajemen akuntansi dan pajak.
Hal serupa diungkapkan oleh (Susanto, 2017) mengungkapkan bahwa “Sistem informasi akuntansi dapat didefinisikan sebagai kumpulan (integrasi) dari sub-sub sistem atau komponen baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan dan bekerjasama satu sama lain secara harmonis untuk mengolah data transaksi yang berkaitan dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan”.
Penelitian lain oleh (Fauzi, 2017) dalam George H. Bodnar dan William S. Hopwood: “Sistem Informasi Akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti
manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data ekonomi menjadi informasi yang berguna”. Sebagai mana yang telah dipaparkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah kumpulan data yang terintegritasi dan saling melengkapi dengan menghasilkan output yang baik guna untuk memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
2.1.5. Pengertian Akuntansi
Akuntansi adalah suatu proses mencatat, meringkas, mengklasifikasikan, mengolah, dan menyajikan data transaksi, serta berbagai aktivitas yang terkait dengan keuangan. Pendapat lain oleh (Susanto, 2017) American Accounting Association (1966), Wilkinson (2000), Warren dan Fess (1996), mendefinisikan bahwa “Akuntansi sebagai sistem informasi yang menghasilkan informasi atau laporan untuk berbagai kepentingan baik individu atau kelompok tentang aktivitas/operasi/peristiwa ekonomi ekonomi atau keuangan suatu organisasi”.
Sedangkan menurut (Bahri, 2016) menunjukkan hasil “akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan atas suatu transaksi dengan cara sedemikian rupa, sistematis dari segi isi, dan berdasarkan standar yang diakui umum”. Dapat disimpulkan bahwa pengertian akuntansi adalah suatu proses yang terdiri dari pengikhtisaran, dan pelaporan keuangan suatu perusahaan untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan.
2.1.6. Pengertian Pendapatan
Pendapatan adalah jumlah uang yang diterima oleh perusahaan dari aktivitasnya, kebanyakan dari penjualan produk dan atau jasa kepada pelanggan. bagi investor, pendapatan kurang penting dibanding keuntungan, yang merupakan jumlah uang yang diterima setelah dikurangi pengeluaran. Pendapatan sangat berpengaruh bagi kelangsungan suatu usaha, semakin besar pendapatan yg diperoleh maka semakin
besar kemampuan suatu usaha untuk membiayai segala pengeluaran dan kegiatan-kagiatan yang akan dilakukan. Berdasarkan temuan PSAK No. 23 paragraph 07(2015) menunjukkan hasil Pendapatan adalah “arus kas bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama satu periode jika arus tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”.
Temuan lain oleh (Herlindawati, 2017) yang mengungkapkan bahwa “Pendapatan dapat didefinisikan sebagai jumlah seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun)”. Dengan demikian apat disimpulkan bahwa dari kedua kutipan pengertian tersebut pengertian pendapatan adalah manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu.
2.1.7. Pengertian Jurnal
Jurnal merupakan pencatatan yang lengkap, terperinci, artinya semua transaksi keuangan suatu badan usaha atau organisasi yang dicatat secara kronologis harus dicatat tanpa ada yang ketinggalan dan bertujuan untuk pendataan, termasuk didalamnya jumlah transaksi, nama-nama transaksi baik memengaruhi atau dipengaruhi, dan waktu transaksi berjalan. Menurut penelitian (Bahri, 2016) yang mengungkapkan bahwa “Jurnal adalah pencatatan yang sistematis dan kronologis atau transaksi keuangan yang terjadi pada suatu perusahaan. Jurnal merupakan langkah awal dalam siklus akuntansi”.
Menurut pendapat (Shatu, 2016) menunjukkan hasil bahwa “Jurnal yaitu transaksi-transaksi keuangan suatu badan usaha yang dicatat berdasarkan dokumen-dokumen pembukuan yang bertujuan untuk pendataan”. Dapat ditarik kesimpulan
bahwa pengertian jurnal adalah suatu proses pencatatan transaksi pertama yang lengkap, terperinci, sistematis dan dicatat berdasarkan transaksi yang terjadi pada suatu perusahaan, yang dicatat berdasarkan dokumen-dokumen pembukuan yang bertujuan untuk pendataan.
Contoh jurnal zakat:
1. Jurnal mencatat penerimaan dana zakat Kas Zakat XXX
Penerimaan Dana Zakat XXX 2. Jurnal mencatat penerimaan dana infak
Kas Infak XXX
Penerimaan Dana Infak XXX 3. Jurnal pembayaran sewa kantor
Sewa Dibayar Dimuka XXX Kas XXX
4. Jurnal pembelian alat tulis untuk keperluan lembaga
ATK XXX
Kas XXX
5. Jurnal Penyaluran Fakir Miskin Penyaluran Fakir Miskin XXX
Kas Zakat XXX
2.1.8. Pengertian Siklus Akuntansi
Pengertian siklus akuntansi adalah proses penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterima. Banyak sekali perusahaan terutama untuk perusahaan kecil dan menengah yang mencatat keuangan hanya sebatas
mencatat jumlah pengeluaran dan pemasukan secara sederhana. Sejalan dengan penelitian (Bahri, 2016) mengungkapkan bahwa “siklus akuntansi adalah tahapan-tahapan mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk pencatatan berikutnya”.
Penelitian lain menurut (Pujiyanti, 2015) yang menjelaskan bahwa “siklus akuntansi merupakan proses penyusunan suatu laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan serta diterima secara umum prinsip-prinsip dan kaidah akuntansi, prosedur-prosedur, metode-metode, serta teknik-teknik dari segala sesuatu yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dalam suatu periode tertentu”.
Beberapa data diatas menunjukkan bahwa pengertian siklus akuntansi adalah suatu proses tahapan-tahapan mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan yang dicakup dalam ruang lingkup akuntansi dalam suatu periode tertentu.
2.1.9. Pengertian Basis Data (Database)
Basis data adalah kumpulan informasi yang disimpan secara sistematis di dalam komputer yang dapat diolah atau dimanipulasi menggunakan perangkat lunak (program aplikasi) untuk menghasilkan informasi. Penelitian lain menutut (Sukamto & Shalahuddin, 2015) yang mengungkapkan bahwa “Basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan. Pada intinya basis data adalah media untuk menyimpan data agar dapat diakses dengan mudah dan cepat. Diperkuat dengan penelitian (Indrajani, 2015) yang menunjukkan bahwa “sebuah basis data adalah sebuah kumpulan data yang saling berhubungan secara logis,
dan merupakan sebuah penjelasan dari data tersebut, yang didesain untuk menemukan data yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi”.
Berdasarkan hal tersebut jelas bahwa dapat disimpulkan pengertian basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan organisasi.
2.1.10. Pengertian MySQL
Mysql adalah aplikasi database server sebuah perangkat lunak atau software sistem manajemen basis data SQL, Mysql merupakan salah satu aplikasi standar dalam pengembangan web, bersama dengan web server, apache, dan bahasa pemrograman php. Temuan menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015) yang mengungkapkan bahwa “SQL (Structured Query Language) adalah bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS”.
Hal serupa diungkapkan (Fridayanthie, 2016) menunjukkan hasil bahwa “MySQL merupakan aplikasi database server. Pengembangnya disebut Structured Query Language (SQL)”. Sebagai mana yang telah dipaparkan dapat diambil kesimpulan dari kutipan pengertian MySQL tersebut, MySQL adalah salah satu aplikasi database server, untuk mengolah data yang berbeda dalam database dan bahasa yang digunakan untuk mengelola data pada RDBMS.
2.2. Peralatan Pendukung (Tools System)
Peralatan Pendukung (Tools System) merupakan alat yang dapat digunakan untuk menggambarkan bentuk logika model dari suatu sistem. Adapun Tools System yang digunakan penulis untuk merancang model sistem ini adalah:
2.2.1. Unified Modeling Languange (UML)
UML adalah himpunan struktur dan teknik untuk pemodelan desain program berorientasi objek serta aplikasinya, bahasa untuk menspesifikasi, memvisualisasi, membangun sistem perangkat lunak, juga untuk mengembangkan sistem dan sekelompok perangkat tool untuk mendukung pengembangan sistem tersebut. Menurut penelitian (Sukamto & Shalahuddin, 2015) yang menunjukkan hasil bahwa “UML merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung.
UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan. Jadi penggunaan UML tidak terbatas pada metodologi tertentu, meskipun pada kenyataannya UML paling banyak digunakan pada metodologi berorientasi objek”.
1. Use Case Diagram
Use Case Diagram adalah gambaran graphical dari beberapa atau semua actor, use case, dan interaksi diantaranya yang memperkenalkan suatu sistem. Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015) “use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat”.
Sumber: (Lubis & Salim, 2016)
Gambar II.1.
2. Activity Diagram
Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015) “diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak”.
Sumber: (Lubis & Salim, 2016)
Gambar II.2.
Activity Diagram
3. Sequence Diagram
Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015) “diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dengan massage yang dikirimkan dan diterima antar objek”.
Sumber: (Welim & Sakti, 2017)
Gambar II.3.
Sequence Diagram
4. Deployment Diagram
Menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015) “diagram deployment atau deployment diagram menunjukan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi”.
Sumber: (Sukamto & Shalahuddin, 2015) Gambar II.4.
2.2.2. Entity Relationship Diagram (ERD)
ERD atau diagram hubungan entitas merupakan suatu model data untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi, untuk memodelkan kebutuhan data dari suatu organisasi. Penelitian menurut (Sukamto & Shalahuddin, 2015) ERD adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data relasional. Jika menggunakan OODBMS maka perancangan ERD tidak perlu dilakukan.
Penelitian lain menurut (Mulyani, 2016) “ERD merupakan tools yang digunakan untuk memodelkan struktur data dengan menggambarkan entitas (relationship) secara abstrak (konseptual)”. Maka dapat disimpulkan bahwa ERD adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan atau memodelkan struktur data dengan menggambarkan entitas.
Sumber: (Lubis & Salim, 2016)
Gambar II.5.
2.2.3. Logical Record Structure (LRS)
LRS adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas. Berdasarkan temuan (AS & Septiani, 2016) “Logical Record Structure (LRS) dapat dikatakan sebagai bentuk representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas”.
Temuan lain menurut (Lubis & Salim, 2016) dalam (Riyanto, 2005) “LRS (logical record structure) adalah “representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas”. Menurut pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa LRS adalah representasi dari struktur record pada table yang terbentuk dari hasil antar himpunan entitas.
Sumber: (Lubis & Salim, 2016)
Gambar II.6.
2.2.4. Pengertian Black Box Testing
Black Box Testing adalah pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. Menurut pendapat (Indriyani & Wahyu, 2018) dalam [5] “black box testing adalah metode dimana penguji atau tester hanya mengetahui apa yang harus dilakukan suatu software. Penguji tidak mengetahui bagaimana software tersebut beroperasi”.
Hal serupa diungapkan (Fridayanthie, 2016) dalam Rosa dan Shalahuddin (2014:275-276), menunjukkan bahwa “Black-box testing adalah perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian blackbox testing adalah metode penguji desain dan kode program untuk mengetahui bagaimana software tersebut beroperasi.
2.2.5. Metode Air Terjun (Waterfall)
Metode air terjun atau yang sering disebut metode waterfall adalah suatu proses pengembangan perangkat lunak berurutan, dimana kemajuan dipandang sebagai terus mengalir ke bawah (seperti air terjun) melewati fase-fase perencanaan, pemodelan, implementasi (konstruksi), dan pengujian.
Hal serupa diungkapkan (Susilowati, 2017) “Model Air Terjun (Waterfall) sering disebut juga dengan model sekuensial linier (sequential linier) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengodean, pengujian dan tahap pendukung (support)”.
Pendapat lain menurut (Indriyani & Wahyu, 2018) dalam [3] “Waterfall adalah alur hidup klasik dimana pendekatan alur hidup secara terurut dengan fase analisa, desain, pengkodean, pengujian dan pendukung”. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa pengertian metode waterfall adalah model air terjun alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dengan fase analisa, desain, pengkodean, pengujian dan pendukung.
Sumber: (Septiani & Azni, 2016)
Gambar II.7.
Waterfall / Metode Air Terjun
2.2.6. Pengertian Java
Java adalah sebuah bahasa pemrograman dasar dalam sebuah pembuatan aplikasi. Java juga merupakan bahasa pemrograman yang dapat dijalankan diberbagai komputer ataupun berbagai telepon genggam. Java dirancang agar mudah dipelajari dan digunakan secara efektif, memori pada java secara otomatis dilengkapi garbage collector yang berfungsi mendealokasi memori yang tidak diperlukan. hal ini dibuktikan oleh (Pratama & Hermawan, 2016) “Java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer termasuk telepon genggam”.
Penelitian menurut (Enterprise, 2015) dalam hasil studinya menyebutkan bahwa java merupakan pemrograman yang sangat populer karena rentang aplikasi yang bisa dibuat menggunakan bahasa ini sangatlah luas, mulai dari komputer hingga smartphone. Dapat disimpulkan dari kedua kutipan tersebut bahwa pengertian java adalah bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer dan termasuk telepon genggam.
2.2.7. Pengertian Netbeans IDE
Netbeans IDE adalah suatu serambi pengembangan perangkat lunak yang ditulis dalam bahasa pemrograman java. Namun hasil studi (Hanif & Fitriani, 2015) menunjukkan bahwa “NetBeans adalah salah satu aplikasi IDE yang digunakan programmer untuk menulis, mengompile, mencari kesalahan, dan menyebarkan program”.
Pendapat lain menurut (Putera & Ibrahim, 2018) yang menunjukkan bahwa Netbeans adalah “sebuah aplikasi Integrated Development Environment (IDE) yang berbasiskan java dari sun microsystems yang berjalan di atas swing”. Sebagaimana yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa pengertian Netbeans adalah salah satu aplikasi berbasis java yang digunakan programmer untuk menyebarkan program.
2.2.8. Pengertian XAMPP
Xampp adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri. Namun hasil studi (Putera & Ibrahim, 2018) yang menunjukkan bahwa “XAMPP merupakan paket php berbasis open source yang dikembangkan oleh sebuah komunitas Open Source”.
Hal serupa diungkapkan (Hanif & Fitriani, 2015) yang menunjukkan bahwa “Xampp adalah sebuah paket kumpulan software yang terdiri dari apache, mysql, phpmyadmin, php, Perl, Freetype2, dan lain-lain”. Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik seimpulan bahwa pengertian Xampp adalah perangkat lunak yang mendukung banyak sistem atau sebuah paket kumpulan software berbasis open source.