TAMAN NASIONAL MERU BETIRI
Oleh :
Ir. Pratono Puroso
(Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri)
“Disampaikan pada Kunjungan IJREDD dan FRIM
199 Km/ 4 - 5 jam
Visi
"Menjadikan Taman Nasional Meru Betiri sebagai pusat wisata edukasi dengan
biodiversitas terutuh di Indonesia".
Misi
1. Melindungi dan mengawetkan kawasan beserta potensi SDAHE;
2. Pemanfaatan potensi SDAHE secara berkelanjutan; dan
3. Meningkatkan komponen pendukung wisata edukasi.
Tugas Pokok :
Melakukan penyelenggaraan konservasi sumber daya alam hayati dan dan ekosistemnya dan pengelolaan kawasan TN berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku
Fungsi :
1. Melaksanakan penyusunan program pengembangan Taman Nasional Meru Betiri,
2. Melaksanakan pemangkuan, perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan kawasan taman nasional beserta ekosistemnya,
3. Melaksanakan promosi dan informasi, konservasi jenis sumber daya alam hayati dan bina wisata alam, dan
4. Melaksanakan urusan tata usaha
STRUKTUR ORGANISASI BALAI TNMB
Jumlah Pegawai PNS : 90 Terdiri dari Struktural : 5 Non struktural : 35 FungsionalPolhut
: 32PEH
: 16Penyuluh
: 2 Non PNS : 12 Terdiri dari Harian Lepas : 12 LUAS : 58.000 dengan 2 lokasi enclave di dalamnya (Perkebunan PT. Bandealit seluas 1.057Ha dan PT. Sukamade Baru seluas 1.098Ha)
Sebelah Utara
Berbatasan dengan kawasan hutan Perum Perhutani dan Perkebunan PT. Treblasala
Sebelah Barat
Berbatasan dengan Desa
Sanenrejo, Desa Andongrejo, Desa Curahnongko, kawasan
PTPN XII Kalisanen, PTPN XII Kota Blater, dan kawasan hutan Perum Perhutani
Sebelah Selatan
Berbatasan dengan Samudera Indonesia
Sebelah Timur
Berbatasan dengan Desa
Sarongan dan kawasan PTPN XII Sumberjambe
TUTUPAN LAHAN TNMB
Luas(Ha) % 1.581,87 2,8% 34.600,03 61,8% 12.321,92 22,0% 125,57 0,2% 93,57 0,2% 2.792,18 5,0% 129,31 0,2% 2.046,32 894,49 1,6% 1.365,53 2,4% 96,93 0,2% 1.952,31 3,5% 58.000,00Luas Total : 55.845,0 Ha
ZONASI TNMB
DESA PENYANGGA SEKITAR TNMB
WONOASRI CURAHTAKIR SANENREJO CURAHNONGKO ANDONGREJO KANDANGAN SARONGAN KARANGHARJO MULYOREJO KEBUNREJOTerdapat 10 Desa penyangga: Kab.Jember 6 Desa
Kab.Banyuwangi 4 Desa Kelompok masyarakat binaan: SPKP (8 lokasi)
LMDHK (Wonoasri)
Kelpk Tani Rehabilitas 95 klp MMP (40 orang/10 Resort)
POTENSI SUMBERDAYA ALAM
FAUNA
Memiliki 217 jenis satwa yang terdiri dari:
25 jenis Mamalia, 18 jenis diantaranya dilindungi Undang-undang
antara lain Banteng, Landak, Harimau Jawa, Macan Tutul, Kukang, Lutung, Trenggiling, Kucing Hutan, dll;
8 jenis Reptilia, 6 jenis diantaranya dilindungi yaitu 4 jenis penyu
yaitu Penyu Sisik, Penyu Belimbing, Penyu Hijau dan Penyu Slengkrah dan Ular Kobra dan Ular Puspo Kajang
184 jenis Aves dengan 68 jenis yang dilindungi berdasarkan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 7 Tahun 1999 tanggal 27 Januari 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa
Manis javanica Rhinoceros bicornis Bos javanicus Cervus timorensis Pavo muticus Phyton reticulatus
Panthera pardus melas
Nisaetus bartelsi
Nyctisebus coucang
KEGIATAN KONSERVASI PENYU
Chelonia mydas
Dermochelys coriacea
Eretmochelys imbricata
Lephidochelys olivacea
Patroli telur penyu
Pemindahan telur penyu ke penetasan
Tukik baru menetas di penetasan
FLORA
Terdapat 496 jenis tumbuhan (termasuk dalam 98 familia)
5 jenis dilindungi dan 481 jenis tidak dilindungi. Salah satu jenis endemik yang dilindungi
adalah bunga Padmosari/Rafflesia (
Rafflesia zollingeriana
). 239 jenis telah teridentifikasi memiliki khasiat obat
77 jenis telah dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan obat-obatan tradisional
antara lain: Kemukus (
Piper cubeba
), Kedawung (Parkia roxburghii
), Pakem (Pangium
edule
),Joho Lawe
(Terminalia
ballerica),
Cabe Jawa (Piper retrofractum
)Padmosari/Rafflesia
Anggrek Tanah
Pule Pandak
Kemaitan
JENIS-JENIS
TUMBUHAN OBAT
Cabe Jawa
Meniran
Kemukus
Kapulogo
No. Variabel Pengukuran Nilai Sungai
Sumberlangsep Sumbersari Bandealit Sanen
1. Luas Penampang vertikal 0,91 m2 0,18 m2 2,57m2 4,82 m2
2. Kecepatan Aliran Sungai 1,451 m/s 0,769 m/s 1,505 m/s 0,372 m/s 3. Debit Air 1,320 m3/s 0,138 m3/s 3,867 m3/s 1,793 m3/s
POTENSI SUMBER DAYA AIR
Kawasan TNMB merupakan daerah hulu (
daerah tangkapan air
) 4 sungai
besar, yaitu : Kali Sanen, Kali Bandealit, Kali Sumbersari dan Kali Sukamade
BEBERAPA PERMASALAHAN DI TNMB :
1. Illegal Logging
2. Perambahan Hutan
3. Perburuan Liar
4. Kebakaran Hutan
5. Pertambangan Liar
6. Pengambilan HHBK
0 2 4 6 8 10 12
Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Peb Mar Apr eiM Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des
2010 2011 2012 2013 2014
Illegal Logging Perburuan Satwa Liar Perambahan Kawasan Kebakaran Hutan dan Lahan Pencurian HHBK
Penambangan Liar
REKAP TIPIHUT 2010 – SEPTEMBER 2014
0 5 10 15 Ja n Pe b M ar Apr Mei Ju n Jul
Ags Sep Okt Nop Des Jan bPe Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Peb arM Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des
2010 2011 2012 2013 2014
LAJU KERUSAKAN HUTAN TNMB
DARI TAHUN 1997 S/D 2010
Period
Annual Deforestation rate (%)
1997-2001
0.30
2001-2005
0.07
2005-2007
-0.08
2007-2010
-0.03
Average deforestation rate
0.065
Rata-rata Kerusakan Hutan/Tahun
37,7 Ha
UPAYA PERLINDUNGAN DAN PENGAMANAN HUTAN TNMB :
1. Pre-emtif (Sosialisasi Peraturan Perundangan Kehutanan)
2. Preventif (Penyuluhan, Patroli Rutin, Anjangsana, Penjagaan)
3. Represif (Operasi Fungsional dan Operasi Gabungan)
4. Operasi Yustisi (Penyelidikan, Penyidikan, Penuntutan)
5. Kooordinasi dan Konsultasi (Kepolisian dan Kejaksaan)
6. Peningkatan kesadaran masyarakat tentang fungsi dan manfaat hutan
bagi kehidupan
7. Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas kelembagaan,
bantuan modal usaha dan pendampingan
DA-REDD +
Di Taman Nasional Meru Betiri
Pembuatan PSP (Permanent Sample Plot) dengan mempertimbangkan
keterwakilan zona, tipe vegetasi dan kategori lahan menurut IPCC GL.
Untuk keperluan inventarisasi karbon, petak ukur permanen (PSP) berukuran
100 x 20 meter
Dibuat 40 PSP dengan penyebaran : 17 PSP terdapat di zona inti, 14 PSP di
zona rimba, 3 PSP di zona rehabilitasi, 4 PSP di zona pemanfaatan dan 2 PSP
di zona pemanfaatan khusus.
KEGIATAN DA-REDD+ DI TNMB
2. PEMBUATAN SISTEM INFORMASI BERBASIS GIS
P 30
P 30
FORESTLAND CROPLAND GRASSLAND
Cadangan Karbon (Ton/Ha/Th) 166,6 28,7 24,08
Luas Area (Ha) 47.761,0 3213,7 1701,1
Total Cadangan Karbon (Ton/Th) 7.956.982,6 92.233,2 40.962,5 8.090.178,3 Total Serapan CO2 (Ton/Th) 29.690.954,3
Berdasarkan Perhitungan Cadangan Karbon Above Ground tahun 2011,
Potensi Cadangan Karbon dan Serapan CO2 dari Hutan TN. Meru Betiri adalah :
4. PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT
MELALUI SOSIALISASI & PENYULUHAN
Th. 2011
Th. 2012 Th. 2013