• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KENYAMANAN TERMAL MATERIAL SELUBUNG BANGUNAN RUANG LABORATORIUM KOMPUTER SMK NEGERI 2 SURAKARTA MENGGUNAKAN AUTODESK ECOTECT ANALYSIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS KENYAMANAN TERMAL MATERIAL SELUBUNG BANGUNAN RUANG LABORATORIUM KOMPUTER SMK NEGERI 2 SURAKARTA MENGGUNAKAN AUTODESK ECOTECT ANALYSIS"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Hasil Observasi
Gambar 1. Analisis Mean  Radian  Temperatur  (MRT) Brick  Plaster Bukaan  Tertutup  Simulasi  ruang  existing  menghasilkan  nilai  Predicted  Mean  Vote  (PMV)  ruang  adalah  0.00
Gambar 3. Analisis Precent  Dissatifaction  (PPD) Brick  Plaster Bukaan  Tertutup
Gambar 6. Analisis Precent  Dissatifaction  (PPD) Brick  Plaster Bukaan  Terbuka
+4

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Prasarana ruang laboratorium dalam kondisi layak dan sesuai standar, namun penggunaan ruang melebihi kapasitas dan rasio yang

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Prasarana ruang laboratorium dalam kondisi layak dan sesuai standar, namun penggunaan ruang melebihi kapasitas dan rasio

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Prasarana ruang laboratorium dalam kondisi layak dan sesuai standar, namun penggunaan ruang melebihi kapasitas dan rasio

Laporan Penelitian Evaluasi Kenyamanan Termal Pada Ruang Dalam Bangunan Gading Nias Residence (Studi kasus: Tower Crysant).. Program Studi Arsitektur - Universitas Mercu Buana | i

Dilakukan pengukuran faktor yang berpengaruh terhadap kenyamanan termal: suhu udara (Ta), dan kelembaban udara (RH) didalam ruang kelas.. Teknik pengumpulan data dengan

Tingkat kenyamanan termal pada bangunan perpustakaan Universitas Bandar Lampung dapat disimpulkan nyaman. Berdasarkan hasil pengukuran suhu, kelembaban, dan kecepatan

Aspek-aspek yang mempengaruhi kenyamanan termal pada bangunan perpustakaan Universitas Bandar Lampung berdasarkan hasil pengukuran menggunakan alat ukur dan nilai persepsi menggunakan

Data penelitian menunjukkan bahwa belum tercapai kenyamanan termal dikarenakan kurangnya sirkulasi udara dalam ruang yang ditandai dengan minimnya bukaan yang menghubungkan ruang dalam