• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N NOMOR 148/PDT/2017/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N NOMOR 148/PDT/2017/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Halaman 1 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG. P U T U S A N

NOMOR 148/PDT/2017/PT.BDG.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung yang memeriksa dan memutus perkara perdata pada tingkat banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut, dalam perkara antara :

I. Tn. AGUS SALIM, Pekerjaan Wiraswasta, beralamat di Jl. Raya Citayam Rt.001 Rw.014, Kelurahan Ragajaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat 16320, Selanjutnya disebut sebagai PEMBANDING semula TERGUGAT II ;

L A W A N :

1.BUDIONO SALIM , Pekerjaan Wiraswasta, beralamat di Jl. Daksa I No.8 Rt.004 Rw.002, Kebayoran Baru Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta, dalam hal ini diwakili oleh Advokat dan Konsultan Hukum pada Law Office M. SOLIHIN HD & PARTNERS, Fully Integrated Legal Services, beralamat di Gedung Wisma Seba, Lantai III, Room 307, Jl. Kramat Kwitang I No. 11 A Jakarta Pusat 10420, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 27 Juni 2015, yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Cibinong dibawah register Nomor : 222/Pdt/G/2015 tanggal 05 November 2015, Selanjutnya disebut sebagai TERBANDING semula PENGGUGAT ;

2. NY. HAMIDAH, Pekerjaan Ibu Rumah Tangga, beralamat di Jalan Raya Citayam Rt.001 Rw.014 Kelurahan Ragajaya

(2)

Halaman 2 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat 16320, dalam hal ini diwakili oleh Pulung Satriatmono berdasarkan Surat Kuasa Khusus (Insidentil), yang telah didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Klas IB Cibinong dan telah diizinkan berdasarkan izin Ketua Pengadilan Negeri Cibinong dengan Surat Izin Insidentil tertanggal 11 Maret 2016 Tentang Izin Khusus Kuasa Insidentil, selanjutnya disebut sebagai TURUT TERBANDING semula TERGUGAT I ;

Pengadilan Tinggi tersebut ;

Setelah membaca berkas perkara Nomor. 222/Pdt.G/2015/PN.Cbi dan surat surat yang berhubungan dengan perkara tersebut ;

TENTANG DUDUK PERKARA :

Menimbang, bahwa Penggugat dengan surat gugatannya tertanggal 3 November 2015 yang diterima dan didaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Cibinong tertanggal 5 November 2015 dalam register Nomor: 222/Pdt.G/2015/PN.Cbi, telah mengajukan Gugatan sebagai berikut :

DALAM POKOK PERKARA

1. Bahwa Penggugat memiliki sebidang tanah seluas 106 M2 (seratus enam meter persegi) terletak di Jl. Raya Citayam Rt.001 Rw.014 Kelurahan Raga Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat, dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor : 582/Raga Jaya atas nama Budiono Salim (Penggugat) Surat ukur tanggal 07-06-2004 Nomor 143/Raga Jaya/2004 ;

2. Bahwa pada tanggal 3 februari Tahun 2006, Ny. Hamidah yang dalam hal ini sebagai Tergugat I bersama dengan suaminya Aspahani (meninggal

(3)

Halaman 3 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

dunia) 17-2-2016, melaksanakan transaksi jual beli tanah dibawah tangan dengan pihak Tergugat II diatas tanah Penggugat, berdasarkan Surat Pernyataan Persetujuan Jual Beli sebidang tanah sebagai Perlengkapan Akta bertanggal 3 Februari 2006, terletak di Jl. Raya Citayam Rt.001 Rw.014 Kelurahan Raga Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, dimana luas tanah yang diperjual belikan adalah seluas 84 M2 (delapan puluh empat meter persegi), selanjutnya didirikan bangunan rumah dan dikuasai fisiknya oleh Tergugat II, padahal tanah yang diperjual belikan tersebut adalah merupakan tanah milik Penggugat yang telah terbit Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor : 582/Raga Jaya atas nama Budiono Salim (Penggugat) Surat Ukur Tanggal 07-06-2004 Nomor : 143/Raga Jaya/2004 ;

3. Bahwa Penggugat sudah berusaha menegur dan meminta Tergugat II untuk pergi meninggalkan dan atau mengosongkan areal tanah Penggugat, namun Tergugat II tidak mengindahkannya dengan alasan Tergugat II membeli tanahnya dibawah tangan dari Tergugat I yaitu atas areal tanah seluas 84 M2 (delapan puluh empat meter persegi) tersebut ;

4. Bahwa menurut hukum transaksi jual beli diatas tanah Penggugat yang dilaksanakan antara Tergugat I dan almarhum suaminya Aspahani dengan Tergugat II yaitu diatas tanah Penggugat yang sudah bersertifikat Nomor : 582/Raga Jaya atas nama Budiono Salim (Penggugat) Surat ukur tanggal 07-06-2004, Nomor : 143/Raga Jaya/2004 milik Penggugat adalah merupakan Perbuatan Melawan Hukum ;

5. Bahwa sebagaimana ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata ditegaskan “tiap tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu mengganti kerugian tersebut, sehingga dengan demikian Penggugat berhak untuk meminta ganti rugi baik secara material dan immaterial kepada

(4)

Halaman 4 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

Tergugat I dan Tergugat II dan oleh karenanya pula sangat beralasan apabila permintaan Penggugat tersebut dapat dikabulkan ;

6. Bahwa sebagai akibat daripada perbuatan melawan hukum yang dilakukan Tergugat I dan Tergugat II atas tanah milik Penggugat, maka Tergugat I dan Tergugat II telah merugikan Penggugat baik secara material maupun immaterial ;

7. Bahwa secara material kerugian Penggugat dapat dihitung berdasarkan harga tanah di pasaran sekitar Kelurahan Raga Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor provinsi Jawa Barat, dan untuk tanah seluas 34 M2 (tiga puluh empat meter persegi) tersebut, maka kerugian Penggugat dihitung dari harga tanah permeter persegi sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) dikalikan dengan luas tanah 84 M2 (delapan puluh empat meter persegi) atau senilai Rp. 84.000.000,- (delapan puluh empat juta rupiah) ; 8. Bahwa selain kerugian material, Penggugat juga menderita kerugian secara

material, Penggugat juga menderita kerugian secara Immaterial yang apabila dinilai dengan uang jumlahnya tidak dapat dihitung, akan tetapi untuk menentukan besarnya nilai ganti rugi immaterial yang harus dibayarkan Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung renteng adalah sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) ;

9. Bahwa apabila Tergugat I dan Tergugat II lalai atau tidak mau menjalankan isi Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong yang memeriksa dan menyidangkan perkara ini, maka Tergugat I dan Tergugat II dapat dihukum pula membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) perhari kepada Penggugat ;

10. Bahwa akibat perbuatan Tergugat I dan Tergugat II telah terbukti melakukan perbuatan melawan hukum, maka Tergugat I dan Tergugat II harus dihukum pula untuk membayar biaya perkara yang timbul ;

(5)

Halaman 5 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

11. Bahwa untuk menjamin terpenuhinya tuntutan Penggugat sebagaimana tersebut diatas, maka Penggugat mohon agar dilakukan sita jaminan (conservatoir beslaag) terhadap harta benda, baik berupa harta benda yang bergerak maupun harta benda yang tidak bergerak milik Tergugat I dan Tergugat II yang akan dimohonkan secara terpisah kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong yang memeriksa dan mengadili perkara aquo ; PERMOHONAN / PETITUM :

Berdasarkan uraian-uraian sebagaimana tersebut diatas, Penggugat mohon agar kiranya Ketua Pengadilan Negeri Cibinong melalui Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong yang memeriksa dan menyidangkan perkara a quo berkenan memberikan putusan dengan amar sebagai berikut :

MENGADILI

1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

2. Menyatakan sah dan berharga Sita Jaminan (Conservatoir Beslaag) dalam perkara ini ;

3. Menyatakan Tergugat I dan Tergugat II telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum ;

4. Menyatakan Penggugat adalah pemilik sah sebidang tanah seluas 106 M2 (seratus enam meter persegi) terletak Jl. Raya Citayam Rt.001 Rw.014 Kelurahan Raga Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor : 582/Raya Jaya atas nama Budiono Salim (Penggugat) Surat Ukur Tanggal 07-06-2004 Nomor : 143/raga Jaya/2004 ;

5. Menyatakan surat Pernyataan / Persetujuan Jual Beli Sebidang Tanah sebagai Perlengkapan Akta diatas segel Tanggal 3 Mei 2006 adalah surat tidak sah dan tidak mengikat ;

(6)

Halaman 6 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

6. Menyatakan surat Pernyataan / Persetujuan Jual Beli Sebidang Tanah sebagai Perlengkapan Akta diatas segel Tanggal 3 Mei 2006 tidak mempunyai kekuatan hukum ;

7. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II untuk mengosongkan areal tanah Penggugat terletak Jl. Raya Citayam Rt.001 Rw.014 Kelurahan Raga Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor : 582/Raya Jaya atas nama Budiono Salim (Penggugat) Surat Ukur Tanggal 07-06-2004 Nomor : 143/raga Jaya/2004 tanpa syarat apapun ;

8. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung renteng membayar ganti rugi material kepada Penggugat sebesar Rp. 84.000.000,- (delapan puluh empat juta rupiah) ;

9. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II secara tanggung renteng membayar ganti rugi immaterial kepada Penggugat sebesar Rp. 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah) ;

10. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II membayar sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) perhari apabila lalai dalam melaksanakan Isi Putusan Pengadilan Negeri Cibinong ini ;

11. Menghukum Tergugat I dan Tergugat II membayar biaya perkara yang timbul ;

Atau apabila Pengadilan Negeri Cibinong berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aquo et bono) ;

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut Tergugat I memberikan jawab pada pokoknya sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI :

a. A. Bahwa Tergugat I (Hamidah( mengenal Penggugat (Bpk. Budiono Salim) pada saat beliau datang ke rumah Tergugat I (Hamidah) untuk bertemu dengan Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) dengan maksud untuk

(7)

Halaman 7 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

memberitahukan kepada kami (Bpk. Aspahani dan Ibu Hamidah) bahwasanya tanah dan bangunan yang tadinya milik Bpk. H.A Sugiono, telah berpindah tangan menjadi milik Penggugat (Bpk. Budiono Salim) pada saat itu. Kemudian Bpk. (Penggugat) diminta untuk menunjukkan tanah dan bangunan beserta batas-batas tanah milik Bpk. H.A. Sugiono saat itu sudah menjadi milik Penggugat. Penggugat juga meminta kepada Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) untuk tetap menjaga dan merawat tanah dan bangunan tersebut dengan dijanjikan akan diberikan upah bulanan ;

B. Bahwa selama ini sebelum Bpk. Budiono Salim (Penggugat) datang untuk memberitahukan tentang status kepemilikan tanah dan bangunan di kp. Citayam Ds. Ragajaya Rt.001 Rw.04 Tergugat I (Hamidah) hanya mengetahui jika tanah dan bangunan bekas milik Bpk. H.A. Sugiono yang didalam pagar tembok dan sebagian yang berada di belakang pagar tembok dekat sungai tanpa tahu batasan-batasannya dikarenakan hanya Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) lah yang mengetahui tanah-tanah milik Bpk. H.A Sugiono yang saat ini sudah berpindah kepemilikannya menjadi milik Penggugat. Disamping tidak bisa membaca dan menulis, Tergugat I juga tidak pernah tau letak-letak tanah bekas milik Bpk. H.A Sugiono ;

b. A. Bahwa benar pada tanggal 3 Mei 2006, Tergugat I (Hamidah) mengetahui dari suaminya (Bpk. Aspahani) telah terjadi transaksi jual beli tanah milik Ny. Odah binti Covong (Ibu kandung Tergugat I) dengan luas tanah 34 m2 yang terletak di Kp. Citayam Ds. Ragajaya Rt.001 Rw.04 dengan Bpk. Agus Salim (Tergugat II) yang mana menurut Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) uang hasil transaksi tanah tersebut akan digunakan oleh Baph. H.A Sugiono, dimana beberapa hari sebelumnya. Menurut suami Tergugat I Bpk. H.A Sugiono menelpon Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) untuk mencarikan uang dan disuruhlah untuk menjual sebagian tanah milik Bpk. H.A Sugiono dikarenakan hanya Tergugat II yang pada saat itu mau

(8)

Halaman 8 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

membeli tanah, maka terjadilah transaksi jual beli tanah tersebut. Uang hasil dari transaksi tanah dengan luas 34 m2 tersebut langsung diserahkan kepada supir pribadi Bpk. H.A Sugiono tanpa disertai dengan bukti serah terima oleh Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) dikarenakan menurut supir tersebut, dia (supir) sedang terburu-buru karena sudah ditunggu Bpk. H.A Sugiono baik Ny. Odah Binti Cocong sebagai penjual dan Bpk. Aspahani sebagai turut menjual tidak sama sekali menikmati hasil dari penjualan tanah tersebut diatas.

B. Bahwa kemudian terjadi transaksi kembali pada tanggal 15 Oktober 2009 dengan luas tanah 25 m2 dengan Tergugat II tepat di belakang lokasi tanah yang sama. Beberapa hari sebelumnya suami Tergugat I (Bpk. Aspahani) mengatakan kepada Tergugat I (Hamidah) kalau Bpk. H.A Sugiono menelponnya minta untuk dicarikan uang lagi dan disuruh menjual tanahnya kembali kepada siapa saja yang minat. Maka ditawarkanlah kembali kepada Tergugat II dimana antara keluarga dari Tergugat II kenal baik dengan keluarga Tergugat I dikarenakan Tergugat II sebelumnya membeli tanah seluas 100 m2 milik Ibu Odah Binti Cocong yang tiada lain adalah orang tua dari Tergugat I (Hamidah) melalui Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I). maka dari itu Tergugat mau untuk membeli kembali tambahan tanah seluas 25 M2 milik Ibu Odah Binti Cocong orang tua Tergugat I (Hamidah). Pada saat transaksi ke-2 tanggal 15 Oktober 2009 Tergugat I (Hamidah) dibangunkan oleh Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) untuk mengecap jempol dengan kapasitas sebagai turut menjual di dalam kwitansi pelunasan pembayaran tanah dengan luas 25 m2 atas perintah Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) dan kembali supir pribadi Bpk. H.A Sugiono yang mengambil uang hasil transaksi tersebut atas perintah Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) menyerahkan uang tersebut di jalanan bukan di rumah Tergugat I

(9)

Halaman 9 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

(Hamidah) lantaran supir tersebut buru-buru dan kembali tanpa ada tanda bukti penerimaan uang dalam bentuk apapun ;

C. Bahwa dalam setiap hal Bpk. H.A Sugiono selalu menelpon atau mengirimkan surat (Memo) kepada Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) baik untuk menjual, membeli tanah, membayar tagihan listrik, telpon, pajak atas tanah dan bangunan semua diserahkan kepada Bpk. Aspahani. Di sini dapat dilihat dari bukti beberapa lembar Memo, bukti rekening listrik dan bukti pembayaran PBB yang ada pada Tergugat I (Hamidah). Bpk. H. A Sugiono pun sempat diberitahukan dan melihat sendiri bangunan Tergugat II saat sedang membuat pondasi pelebaran Toko Tergugat II pada saat itu. Untuk itu waktu Bpk. Budiono Salim (Penggugat) datang ke rumah Ibu Hamidah (Tergugat I) untuk memberitahukan bahwa kepemilikan tanah dan bangunan yang dulunya milik Bpk. H.A Sugiono telah berpindah tangan menjadi milik Penggugat (Bpk. Budiono Salim). Semua sudah nampak seperti sekarang ini sampai pada akhirnya Bpk. Aspahani meninggal dunia pada tanggal 15 September 2011, tanah dan bangunan bekas milik Bpk. H.A Sugiono tidak terurus lagi dikarenakan Tergugat I (Hamidah) tidak tahu batas-batas dan mana saja bekas tanah milik Bpk. H.A Sugiono yang saat ini menurut Penggugat adalah milik beliau. Tergugat I (Hamidah) hanya sering membersihkan dan mengepel halaman dan rumah yang dulunya milik Bpk. H.A Sugiono yang berada di dalam pagar tembok untuk tanah-tanah di luar pagar tembok yang dimiliki oleh Bpk. H.A Sugiono yang saat ini menurut Penggugat sudah menjadi miliknya. Tergugat I (Hamidah) tidak mengetahui dikarenakan semua batas-batas tanah tersebut hanya Almarhum Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) yang mengetahui, demikian pula untuk masalah surat-surat tanah baik itu sertifikat, AJB maupun surat pernyataan / persetujuan jual beli, Tergugat I (Hamidah) tidak mengetahui

(10)

Halaman 10 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

sama sekali, dikarenakan Tergugat I (Hamidah) buta huruf atau tidak bisa membaca dan menulis ;

3. Bahwa di sini Penggugat dalam gugatannya pun salah dalam objek yang disengketakan. Dimana objek tanah dan bangunan bekas milik Bpk. H.A Sugiono yang sekarang menurut Penggugat adalah miliknya, bukan terletak di Rt.001 Rw.014 melainkan di Rt.001 Rw.04. Disamping itu juga untuk ukuran luas tanah yang dibeli oleh Tergugat II (Bpk. Agus Salim) bukan 84 m2 seperti yang tertulis dalam gugatan oleh Penggugat dikarenakan menurut keterangan Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) pernah mengatakan kepada Tergugat I bahwa jumlah keseluruhan tanah orang tua dari Tergugat I (Hamidah) yang dibeli oleh Tergugat II (Bpk. Agus Salim) seluas 59 m2. Bpk. Aspahani mengatakan hal tersebut kepada Tergugat I (Hamidah) setelah transaksi jual beli tanah yang terakhir dengan Tergugat II ;

4.A. Bahwa berdasarkan hal-hal yang telah dipaparkan di atas Tergugat I (Hamidah) ingin menegaskan kembali telah memberikan cap jempol di kwitansi pelunasan pembayaran tanah, hanya berkapasitas sebagai turut menjual dan atas dasar perintah Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) yang mana menurut Bpk. Aspahani bahwa tanah tersebut milik dari Ny. Odah Binti Cocong yang tiada lain adalah Ibu kandung dari Tergugat I (Hamidah); B. Tergugat I (Hamidah) juga ingin menegaskan bahwa dikarenakan

keterbatasan Tergugat I yang tidak bisa membaca dan menulis sehingga Tergugat I (Hamidah) tidak pernaj diikut sertakan dalam proses jual beli tanah yang berada di Kampung Citayam Desa Ragajaya Rt.001 Rw.04 oleh Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) dan H.A Sugiono yang pada saat ini sudah menjadi milik Penggugat (Bpk. Budiono Salim) adapun tugas Tergugat I hanya sebatas menyapu dan membersihkan rumah Bpk. H.A Sugiono di kala beliau ingin datang untuk beristirahat di kampung Citayam

(11)

Halaman 11 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

yang pada saat ini rumah dan tanah tersebut sudah menjadi milik Penggugat ;

B. Dalam Pokok Perkara :

1. Bahwa Tergugat I (Hamidah) mohon kiranya hal-hal yang telah disampaikan / diuraikan dalam bagian Eksepsi di atas menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bagian pokok perkara ini ;

2. Bahwa Tergugat I dengan tegas menolak seluruh dalil-dalil Penggugat pada gugatan kecuali terhadap hal-hal yang diakui secara tegas tentang kebenarannya ;

3. Bahwa Tergugat I hanya mengetahui bahwa tanah dan bangunan yang dulunya milik Bpk. H.A Sugiono hanya sebatas di pagar tembok sekelilingnya serta sebagian tanah yang ada di belakang tembok dekat sungai yang mana batasan-batasannya juga tidak diketahui oleh Tergugat I 4. Bahwa Tergugat I disini sungguh heran kenapa baru saat ini Tergugat I

(Hamidah) dan suaminya (Bpk. Aspahani) disebut telah melakukan perbuatan melawan hukum, sedangkan jika memang Tergugat I bersama dengan suaminya (Alm. Bpk. Aspahani) telah melakukan perbuatan melawan hukum seperti apa yang tertera dalam gugatan Penggugat, kenapa tidak diilakukan pada saat itu dimana Bpk. Aspahani dan Bpk. H.A Sugiono masih hidup. Saat setelah Tergugat II (Bpk. Agus Salim) membeli tanah dengan luas 34 m2, Tergugat II langsung mendirikan bangunan untuk memperluas tokonya dan itu pula diketahui oleh Bpk. H.A Sugiono. Jika memang tanah tersebut milik Bpk. H.A Sugiono semestinya dari awal Bpk. H.A Sugiono melarang Tergugat II untuk membangun di atas tanahnya tanpa seizin Bpk. H.A Sugiono. Begitu pula Penggugat (Bpk. Budiono Salim), pada saat Penggugat datang ke rumah Tergugat I, Penggugat juga telah melihat bangunan yang Tergugat II buat, serta ditunjukkan batas-batas tanah bekas milik Bpk. H.A Sugiono oleh Almarhum Bpk. Aspahani (Suami

(12)

Halaman 12 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

Tergugat I). Kenapa baru sekarang, jauh setelah Bpk. Aspahani (Suami Tergugat I) meninggal dunia juga Bpk. H.A Sugiono yang mana tertulis dalam pokok perkara gugatan Penggugat (Bpk. Budiono Salim) juga sudah meninggal baru ada gugatan dimana sebenarnya Bpk. Aspahani dan Bpk. H.A Sugiono lah yang lebih mengetahui sejarah lokasi yang menjadi sengketa saat ini, dibandingkan Tergugat I (Hamidah) yang tidak mengerti apa-apa ;

Maka :

1. Sudah sepatutnya apabila seluruh gugatan yang diajukan oleh Penggugat ini untuk ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima ;

2. Sudah sepatutnya tuntutan serta merta yang diajukan oleh Penggugat untuk tidak dipertimbangkan dan ditolak oleh Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini ;

Berdasarkan uraian-uraian dan bukti-bukti tersebut di atas, Tergugat I (Hamidah) memohon dengan hormat kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini berkenan untuk memutuskan hal-hal sebagai berikut :

A. DALAM EKSEPSI :

1. Menerima Eksepsi yang diajukan Tergugat I untuk seluruhnya ;

2. Menolak gugatan Penggugat, setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ;

B. DALAM POKOK PERKARA :

1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ;

2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul ; Atau

Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) ;

(13)

Halaman 13 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut, Tergugat II memberikan Jawaban tertanggal 24 Februari 2016, sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI :

I. Para Pihak Tidak Lengkap ;

1. Bahwa riwayat hukum kepemilikan tanah Tergugat II terhadap tanah dan bangunan dengan Surat Pernyataan dan Persetujuan Jual Beli tanggal 3 Mei 2006 yang terletak di Kampung Citayem Rt.01/Rw.04 Desa Ragajaya Kecamatan Bojong Gede Bogor, Jawa Barat adalah sebagai berikut :

a. Bahwa berdasarkan Surat Pernyataan dan Persetujuan Jual Beli tanggal 3 Mei 2006, dimana Saudari Ny. Odah Binti Cocong mengalihkan Hak Kepemilikannya atas tanah seluas 34 M2 (tiga puluh empat meter persegi) yang tercatat dalam leter C SPPT No.32.03190.014.009-0030.0 Blok 009 Persil 161 D II, dalam hal ini mengetahui Kepala Desa Ragajaya, Ketua Rt.01/04 dan Ketua RT, dimana pihak Penjual adalah Ny. Odah Binti Cocong dan Turut menjual Aspahani ;

b. Bahwa kemudian pada tanggal 15 Oktober 2009, Saudara Ny. Hamidah dan suaminya Aspahani mendapat Kuasa dari orang tua kandung Ny. Hamidah yaitu Ny. Odah Binti Cocong telah menjual kembali tanah seluas 25 M2 (dua puluh lima meter persegi) kepada Tergugat II dengan lengkap Kwitansi Pelunasan atas tanah tersebut. Dan bila dijumlahkan luas tanah yang dibeli Tergugat II hanya 59 M2 (lima puluh sembilan meter persegi) bukan 84 M2 sebagaimana didalilkan oleh Penggugat ;

2. Bahwa berdasarkan riwayat hukum kepemilikan Tergugat II terhadap tanah tersebut, maka sudah seharusnya Ny. Odah Binti Cocong, ikut serta digugat karena menurut hukum Ny. Odah Binti Cocong yang

(14)

Halaman 14 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

memiliki tanah yang diperjual belikan kepada Tergugat II dan Kepala Desa Ragajaya harus ikut serta sebagai para pihak dalam perkara No.222/Pdt.G/PN.Cbn ;

3. Bahwa oleh karena yang melakukan jual beli Ny. Odah Binti Cocong dan Kepala Desa Ragajaya, yang membuat dan mengeluarkan Surat Pernyataan / Persetujuan Jual Beli tanggal 3 Mei 2006 dalam perkara ini berakibat menjadi tidak tuntas, karena berakibat lebih fatal lagi yakni pemeriksaan hanya dilakukan berdasarkan fakta hukum yang sangat minim padahal tujuan dari proses perkara adalah agar persoalan yang ada menjadi tuntas ;

4. Hal ini sesuai dengan Yurisprudensi MARI No.1078K/Sip/1972 tanggal 11 November 1975 yang menyatakan “Syarat Formil dalam mengajukan gugatan atas jual beli tanah adalah pihak penjual harus diikut sertakan dalam perkara ;

5. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut diatas, terbukti dan tidak terbantah lagi bahwa gugatan yang diajukan Penggugat adalah kabur (obskur libel) dan kurang pihak sehingga sudah sepatutnya untuk ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima ;

II. GUGATAN KABUR ;

1. Bahwa dalil-dalil penggugat dalam gugatannya yang menyatakan bahwa Tergugat II telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum adalah dalil yang mengada-ada dan harus dibuktikan oleh Penggugat, kalau tidak hanya merupakan fitnah semata karena dalam gugatannya Penggugat tidak dapat menguraikan dan membuktikan pasal berapa dari ketentuan hukum apa dan unsur-unsurnya yang dilawan oleh Tergugat II ;

2. Bahwa disamping itu, gugatan Penggugat tidak jelas dan tidak saling bersesuaian antara posita dan petitum serta telah salah alamat, dan salah Obyek yang menjadi sengketa, mengajukan gugatan Perbuatan

(15)

Halaman 15 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

Melawan Hukum kepada Tergugat II, berdasarkan fakta-fakta sebagai berikut :

 Pokok Surat Gugatan pada butir 1, secara tegas mencantumkan : Penggugat memiliki sebidang tanah seluas 106 M2 terletak di Jl. Raya Citayem Rt.001 Rw.016, Kelurahan Raga Jaya, Kecamatan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Padahal Tanah yang dibeli Tergugat II terletak di Rt.001 Rw.04 Desa Raga Jaya, Kecamatan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat ;

 Pada No 2 halaman 2 gugatan secara tegas mencantumkan : “ bahwa pada tanggal 3 Pebruari 2006 bersama Ny. Hamidah dalam hal ini Tergugat I bersama suaminya Aspahani dan H.A Sugiono melaksanakan transaksi jual beli dibawah tangan dengan Pihak Tergugat II, berdasarkan Surat Pernyataan dan Persetujuan Jual Beli pada tanggal 3 Pebruari 2006, yang terletak di Jl. Raya Citayem, Rt.001 Rw.014, Kelurahan Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Dimana tanah yang dijual belikan seluas 84 M2 )delapan puluh empat meter persegi). Bahwa padahal kenyataan yang sebenarnya adalah Jual Beli yang dilakukan seluas 34 M2 (tiga puluh empat meter persegi) dan bukan 84 M2 (delapan puluh empat meter persegi) serta tanggal Pernyataan / Persetujuan Jual Beli tanggal 3 Mei 2006 dan bukan tanggal 3 Pebruari 2006, serta alamat obyek sengketa salah bukan di Rt.01/ Rw.04 tetapi di Rt.001 Rw.04, sehingga secara hukum obyek sengketa yang diajukan oleh Penggugat salah alamat ;

 Butir 5 Petitum Gugatan, secara tegas mencantumkan : “Menyatakan Surat Pernyataan / Persetujuan Jual Beli sebidang Tanah sebagai Pelengkap Akta Diatas Segel tanggal 3 Mei 2006 surat tidak sah dan tidak mengikat. Padahal dalam pokok perkara pada butir 1 dan 2

(16)

Halaman 16 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

disebutkan oleh Penggugat Surat Pernyataan / Persetujuan Jual Beli tanggal 3 Pebruari 2006 ;

 Butir 6 Petitum Gugatan, secara tegas mencantumkan : “Menyatakan Surat Pernyataan / Persetujuan Jual Beli sebidang tanah sebagai Pelengkap akta diatas segel 3 Mei 2006 tidak mempunyai kekuatan hukum. Bahwa antara pokok perkara dengan petitum tidak saling bersesuaian dan tidak pula mencantumkan luas tanah yang dinyatakan tidak mengikat ;

3. Bahwa dengan demikian menjadi terbukti dengan jelas dan terang benderang serta tidak terbantahkan lagi bahwa gugatan Penggugat kabur dan tidak jelas ;

4. Bahwa oleh karenanya gugatan Penggugat haruslah ditolak atau setidak-tidaknya tidak dapat diterima karena gugatan kabur (obscur libel), tidak berdasarkan fakta-fakta dan bukti yang sebenarnya menurut hukum, sehingga gugatan yang demikian tidak memenuhi asas jelas dan tegas (ern duidelijke en bepaalde counclusie) oleh karenanya sudah sepatutnya untuk dinyatakan tidak dapat diterima ;

5. Berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Tergugat II mohon agar Majelis Hakim yang memeriksa dan memutuskan perkara ini berkenan untuk menerima Eksepsi Tergugat II dan menolak gugatan Penggugat, atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima; B.DALAM POKOK PERKARA ;

1. Bahwa Tergugat II mohon kiranya hal-hal yang telah dikemukakan dalam bagian Eksepsi di atas termasuk dan demikian juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari bagian pokok perkara ini ;

2. Bahwa Tergugat II dengan tegas menolak dalil-dalil Penggugat pada gugatan kecuali terhadap hal-hal yang diakui secara tegas tentang kebenarannya ;

(17)

Halaman 17 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

3. bahwa Tergugat II dengan tegas menolak seluruh dalil-dalil Penggugat yang menyatakan sebagai pemilik atas tanah dan bangunan yang terletak di Kp. Citayem Rt.01/Rw.04 Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, karena Tergugat II telah membeli dengan itikad baik tanah seluas 34 M2 (tiga puluh empat meter persegi) berdasarkan Surat Pernyataan / Persetujuan Jual Beli sebidang tanah sebagai pelengkap akta pada tanggal 3 Mei 2006 kepada Ny. Odah Binti Cocong. Dan bukan kepada Ny. Hamidah (Tergugat I) bersama suaminya Aspahani dan H.A Soegiono (meninggal dunia) sebagaimana yang didalilkan oleh Penggugat. Adapun tanah yang dibeli oleh Tergugat II dari Ny. Odah Binti Cocong, dengan batas-batas : - Sebelah Utara : berbatasan dengan tanah Milik H. Sainih ; - Sebelah Timur : berbatasan dengan tanah Soegiono.H ; - Sebelah Selatan : Tanah Agus Salim ;

- Sebelah Barat : Jalan ;

4. Bahwa dan tanah yang dibeli Tergugat II bukan kepada H.A Sugiono, dan luasnya pun berbeda Penggugat dalilkan 84 M2 (delapan puluh empat meter persegi) dan letak tanah salah, dan surat Pernyataan / Persetujuan jual beli salah bukan tanggal 3 Pebruari 2006, karena dalil Penggugat tersebut adalah dalil yang mengada-ada dan tidak didukung oleh fakta-fakta serta ketentuan hukum yang berlaku ;

5. Bahwa jauh sebelum Penggugat mengakui membeli tanah dilokasi yang menjadi sengketa sudah terlebih dahulu Tergugat II membeli dari Ny. Odah Binti Cocong tanah seluas 100 M2 (seratus meter persegi) terletak di Rt.01/Rw.04 Kp. Citayem, Kelurahan Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat dengan Akta Jual Beli No.2886/663/Bojonggede/1998 dihadapatn PPAT Miranti Tresnaning Timur, SH di Bogor. Adapun batas-batas :

(18)

Halaman 18 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG. - Sebelah Timur : Tanah milik Juhanda ;

- Sebelah Selatan : Tanah milik Odah Cocong ; - Sebelah Barat : Jalan ;

7. Bahwa mulai dari Tergugat II membeli tanah tersebut Penggugat tidak pernah datang apalagi dari BPN Bogor untuk minta persetujuan tentang batas-batas tanah untuk pembuatan sertifikat tanah yang diakui oleh Penggugat, sehingga secara hukum dan menurut Tergugat II, dimana Penggugat telah salah alamat mengajukan gugatan kepada Tergugat II ;

8. Bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan hukum tersebut di atas, terbukti dengan jelas dan terang benderang serta tidak terbantahkan lagi bahwa dalil-dalil Penggugat yang menyatakan sebagai pemilik atas tanah dan bangunan yang dimiliki oleh Tergugat II berdasarkan Akta Pernyataan / Persetujuan Jual Beli tanggal 3 Mei 2006 seluas 34 M2 (tiga puluh empat meter persegi) adalah dalil yang mengada-ada dan kabur ;

9. Bahwa dalil-dalil Penggugat dalam gugatannya yang menyatakan bahwa Tergugat II telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum adalah dalil yang mengada-ada dan harus dibuktikan oleh Penggugat, kalau tidak hanya merupakan fitnah semata karena dalam gugatannya Penggugat tidak dapat menguraikan secara jelas luas tanah dan membuktikan pasal berapa dari ketentuan hukum apa dan unsur-unsurnya yang dilawan oleh Tergugat II ; 10. Bahwa oleh karena dalam gugatan Penggugat terbukti dengan jelas dan

terang benderang serta tidak terbantahkan lagi fakta-fakta hukum sebagai berikut :

a. Gugatan yang diajukan oleh Penggugat telah salah alamat, luas tanah tidak jelas, obyek yang menjadi sengketa tidak jelas, yang digugat tidak lengkap, serta tidak berdasarkan bukti yang kuat dan meyakinkan, tidak didasari oleh fakta-fakta hukum yang sebenarnya dan peraturan

(19)

Halaman 19 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

perundang-undangan yang berlaku sehingga gugatan Penggugat ini cenderung mengada-ada ;

b. Tergugat II tidak pernah melakukan Perbuatan Melawan Hukum terhadap Penggugat sehingga Penggugat tidak dapat menguraikan dan membuktikan unsur-unsur Perbuatan Melawan Hukum yang telah dilakukan oleh Tergugat II ;

c. Antara pokok gugatan, posita dan petitum dalam gugatan Penggugat tidak saling mendukung ; maka :

a. Penggugat sepatutnya apabila seluruh gugatan yang diajukan oleh Penggugat ini untuk ditolak atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima ;

b. Sudah sepatutnya tuntutan serta merta yang diajukan oleh Penggugat untuk tidak dipertimbangkan dan ditolak oleh Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini ;

Berdasarkan uraian-uraian dan bukti-bukti tersebut di atas, Tergugat II mohon dengan hormat kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini berkenan untuk memutuskan hal-hal sebagai berikut :

A. DALAM EKSEPSI ;

1. Menerima Eksepsi yang diajukan Tergugat II untuk seluruhnya ;

2. Menolak gugatan Penggugat, setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ;

B. DALAM POKOK PERKARA ;

1. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima ;

2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul ;

Atau Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono) ;

(20)

Halaman 20 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

Negeri Cibinong telah menjatuhkan putusan tanggal 22 Agustus 2016 Nomor.222/Pdt.G/2015/PN.Cbi, yang amarnya sebagai berikut :

DALAM EKSEPSI :

- Menyatakan menerima eksepsi Para Tergugat ; DALAM POKOK PERKARA :

- Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima (Niet Ont Vankelijk

Verklaard) ;

- Menghukum Penggugat untuk membayar biaya yang timbul dalam perkara ini

sebesar Rp 2.201.000,- (dua juta dua ratus satu ribu rupiah) ;

Menimbang, bahwa Pengadilan Negeri Cibinong pada tanggal 5 September 2016 telah memberitahukan isi putusan kepada Tergugat I dan Tergugat II berdasarkan Surat Pemberitahuan isi putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor.222/Pdt.G/2015/PN.Cbi, tanggal 5 September 2016 ;

Menimbang, bahwa berdasarkan Akta Permohonan Banding Nomor.222/Pdt.G/2015/PN.Cbi tanggal 15 September 2015 yang dibuat oleh Drs.JUNAEDI,SH,MH Panitera Pengadilan Negeri Cibinong yang menerangkan bahwa Pembanding Semula Tergugat II telah menyatakan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor 222/Pdt.G/2015/PN.Cbi tanggal 22 Agustus 2016, dan telah diberitahukan kepada Terbanding semula Penggugat pada tanggal 2 Desember 2016 dan kepada Turut Terbanding semula Tergugat I pada tanggal 21 September 2016 ;

Menimbang, bahwa Pembanding semula Tergugat II didalam perkara ini tidak mengajukan memori banding sampai perkara ini dikirim dan diperiksa di Pengadilan Tinggi Jawa Barat ;

Menimbang, bahwa Terbanding semula Penggugat dan Turut Terbanding semula Tergugat I tidak mengajukan kontra memori banding sampai perkara dikirim ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat ;

Menimbang, bahwa Pengadilan Negeri Cibinong pada tanggal 20 Oktober 2016 telah memberitahukan kepada Pembanding semula Tergugat II dan Kepada turut Terbanding semula Tergugat I, serta kepada Terbanding semula Penggugat pada tanggal 25 Januari 2017 untuk diberi kesempatan mempelajari berkas perkara ( inzage) dalam tenggang waktu 14 ( empat belas )

(21)

Halaman 21 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

hari setelah diterimanya pemberitahuan ini sebelum berkas perkatra dikirim ke Pengadilan Tinggi ;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa permohonan banding dari Pembanding semula Tergugat II telah diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta syarat-syarat yang ditentukan oleh Undang-Undang, oleh karena itu permohonan banding tersebut secara formal dapat diterima ;

Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Tingkat Banding membaca, meneliti dan mempelajari dengan seksama berkas perkara dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini, turunan putusan Pengadilan Negeri Cibinong No.222/Pdt.G/2015/PN.Cbi tanggal 22 Agustus 2016, maka Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa alasan dan pertimbangan hukum yang telah diambil oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama dalam putusannya berkenaan dengan hal-hal yang di persengketakan oleh kedua belah pihak yang berperkara telah tepat dan benar, sehingga oleh karena itu, maka Majelis Hakim Tingkat Banding diambil alih dan dijadikan sebagai pertimbangannya sendiri dalam memutus perkara a quo di tingkat banding ;

Menimbang, bahwa Pembanding semula Tergugat II tidak mengajukan memori banding secara tertulis, sehingga Majelis Hakim Tingkat Banding tidak mengetahui keberatan-keberatan apa Pembanding semula Tergugat II terhadap putusan Pengadilan Negeri Cibinong tersebut diatas ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut diatas, maka Majelis Hakim Tingkat Banding berkesimpulan bahwa putusan Pengadilan Negeri Cibinong Nomor.222/Pdt.G/2015/PN.Cbi tanggal 22 Agustus 2016 dapat dipertahankan untuk di Kuatkan ;

Menimbang, bahwa oleh karena putusan Tingkat Pertama dikuatkan sehingga Terbanding semula Penggugat berada di pihak yang kalah, maka harus dihukum membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan ;

Memperhatikan undang Nomor 20 tahun 1947 jo Undang-undang Nomor 49 tahun 2009, HIR dan peraturan PerUndang-undang-Undang-undangan lain yang bersangkutan ;

M E N G A D I L I

 Menerima permohonan banding dari Pembanding semula Tergugat II tersebut ;

 Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Cibinong tanggal 22 Agustus 2016 Nomor : 222/Pdt.G/2015/PN.Cbi. yang dimohonkan banding tersebut ;

(22)

Halaman 22 dari 22 Putusan Perkara No.148/PDT/2017/PT.BDG.

 Menghukum Terbanding semula Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam dua tingkat peradilan yang dalam tingkat banding ditetapkan sebesar Rp. 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah) ;

Demikian diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat pada hari ini : SENIN tanggal 17 April 2017 oleh kami : DALI ZATULO ZEGA, S.H. sebagai Hakim Ketua Majelis, NELSON PASARIBU, S.H.,M.H. dan AGUS HARIYADI. S.H.MH masing-masing sebagai Hakim Anggota, yang ditunjuk berdasarkan surat Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor.148/PEN/PDT/2017/PT.BDG tanggal 16 Maret 2017, putusan tersebut pada hari KAMIS tanggal 20 April 2017 diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dengan didampingi oleh para Hakim Anggota tersebut, TATA KURNIA SA, S.H. Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi tersebut tanpa dihadiri oleh kedua belah pihak yang berperkara.

Rincian biaya perkara :

- Redaksi : Rp. 5.000,- - Materai : Rp. 6.000,- - Pemberkasan : Rp. 139.000,-

Rp. 150.000,00

HAKIM ANGGOTA HAKIM KETUA

T.t.t.

NELSON PASARIBU, S.H., M.H.

T.t.d.

AGUS HARIYADI. S.H.MH.

DALI ZATULO ZEGA, S.H.

PANITERA PENGGANTI T.t.d.

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan kegiatan operasional yang mempergunakan peralatan produksi yang disusun dan diatus sedemikian rupa, yang dapat dimanfaatkan untuk secara fleksible untuk

• Pengeluaran kas untuk pembayaran biaya • Pembayaran angsuran atau pelunasan utang • Penarikan kembali saham yang beredar. • Pembelian saham atau aktiva

monomernya 1:1, pada Buna-N perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah 3:1, sedangkan Buna-S perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah 7:3. polimer tersebutb

1 Rehabilitasi Sedang/ Berat Saluran Drainase/Gorong- Gorong Wilayah Kecamatan Prabumulih Timur. Rehabilitasi Sedang/ Berat Saluran Drainase/Gorong-Gorong Wilayah Kecamatan

Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada guru BK atau psikolog dan guru agama untuk mendapatkan keterangan

[r]

The students’ success in mathematics exam, in the Linear function unit, was evaluated in two groups of 7 th grade students of the primary school Josip Juraj Strossmayer in

Muhammadiyah agar masyarakat bisa masuk dan bisa mengikuti ajaranya tetapi ajaran yang di pakai sudah seperti Muhammadiyah Tokoh yang membawa saat itu Kyai Muhammad