• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya, khususnya kota Medan sebagai Ibukota

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya, khususnya kota Medan sebagai Ibukota"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 I.1. Latar Belakang

Perkembangan otomotif di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami perkembangan khususnya pada bidang modifikasi. Begitu juga pada wilayah Sumatera Utara dan sekitarnya, khususnya kota Medan sebagai Ibukota Sumatera Utara, kota ini dalam kegiatan otomotif mengalami perkembangan dan juga pada bidang modifikasi. Hal ini dapat ditunjukkan pada event modifikasi yang diselenggarakan oleh perusahaan-perusahaan swasta yang berpartisipasi dalam dunia otomotif di Medan. Yang dimana sejak diadakan event modifikasi pada tahun 2000 hingga 2010 mengalami pelonjakkan jumlah peserta modifikasi yang signifikan. (sumber: majalah motor)

Dengan jumlah kontes modifikasi yang semakin banyak dan disertai perkembangan peserta menjadikan bengkel-bengkel modifikasi semakin banyak dan menjamur di wilayah Medan dan sekitarnya. Hal ini juga disebabkan semakin tingginya minat masyarakat yang menginginkan memodifikasi mobil mereka sebagai suatu identitas dan gaya hidup. Mereka tidak ingin memiliki mobil yang sama dengan orang lain meskipun dengan merk dan jenis sama. Aspek modifikasi mobil yang sangat beragam mulai dari velg dan ban, body, dan penambahan aksesoris modifikasi ringan (seperti penambahan stiker pada body mobil), menjadikan banyaknya jenis bengkel modifikasi yang bermunculan dengan spesialisasi yang berbeda. Hal ini rnenjadi suatu kendala bagi masyarakat yang ingin melakukan ubahan beberapa sektor pada mobilnya (misalnya: ingin

(2)

melakukan ubahan cat body mobil dan velg) dikarenakan letak bengkel yang terpisah. Pada kota-kota yang telah maju sektor otomotifnya seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya telah terdapat bengkel modifikasi yang melayani segala kebutuhan modifikasi dalam satu area.

Konsumen sebagai pelaku modifikasi sangat terfasilitasi dengan bengkel yang bersifat one stop shop for modification semacam ini karena sangat menghemat waktu, tenaga dan biaya serta konsep modifikasi yang ingin diterapkan bisa lebih matang dan optimal dikarenakan dikerjakan dalam satu tempat. Sedangkan di Medan sebagai ibukota propinsi Sumatera Utara dengan populasi penggemar mobil modifikasi yang berjumlah besar dan terus berkembang belum memiliki bengkel modifikasi yang memadai. Terutama masalah modifikasi eksterior mobil yang dimana merupakan item dan point utama dalam sebuah penilaian modifikasi, dikarenakan dalam sebuah konsep modifikasi pada mobil harus terlihat jelas konsepnya terutama dari segi fisiknya atau eksterior. Bila dari kualitas eksterior saja tidak sesuai dengan konsep atau tema yang di tetapkan dalam sebuah event tentu saja poin peserta tersebut berkurang dan tidak menutup kemungkinan akan di diskualifikasi karena tidak sesuai dengan kriteria.

Untuk bengkel di Medan sendiri bengkel yang melayani khusus modifikasi eksterior belum terfasilitasi, yang ada hanya bengkel modifikasi yang melayani satu spesialis saja semisal bengkel spesialis cat, bengkel bodykit, dan bengkel spesialis kaki kaki yang terpisah masing-masing. Cara kerja seperti ini tersebut sangat tidak efisien mengingat waktu, tenaga, BBM dan biaya yang terbuang

(3)

percuma untuk perjalanan dari satu bengkel ke bengkel lain. Selain itu hal ini tidak menutup kemungkinan konsep modifikasi yang ingin diterapkan costumer tidak tercapai dikarenakan proses satu dengan yang lain terpisah tempat dan waktu sehingga hasil yang didapatkan tidak memuaskan. Dengan pertimbangan latar belakang tersebut di atas maka perlu dibangun suatu bengkel modifikasi mobil yang memadai di Medan untuk memfasilitasi segala kebutuhan masyarakat akan modifikasi mobil dalam satu area, baik untuk modifikasi ringan atau memodifikasi total mobil mereka. Khususnya dalam hal ini adalah bengkel modifikasi mobil spesialis eksterior yaitu penambahan aksesoris, painting, dan penggantian velg.

Berdasarkan uraian di atas penulis mencoba membantu bengkel modifikasi mobil dalam melakukan memodifikasi mobil dari melakukan painting

(penggantian cat body mobil), penggantian velg mobil dan penambahan aksesoris kecil seperti penambahan stiker pada body mobil. Penulis ingin membuat suatu aplikasi yang dapat membantu bengkel – bengkel modifikasi dalam melakukan simulasi modifikasi mobil sebelum langsung mengerjakan pemodifikasian mobil.

I.2. Ruang Lingkup Permasalahan I.2.1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukan oleh penulis, sehubungan dengan judul yang penulis angkat dalam laporan skripsi ini, penulis membahas mengenai perancangan aplikasi visualisasi modifikasi mobil dan software yang penulis gunakan untuk merancang aplikasi tersebut yaitu menggunakan Visual Studio 2008 dan 3D Max.

(4)

I.2.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ada di atas maka akan dicari pemecahannya melalui penulisan laporan skripsi ini, antara lain :

1. Bagaimana perancangan aplikasi visualisasi modifikasi mobil tersebut ? 2. Bagaimana cara kerja aplikasi visualisasi modifikasi mobil tersebut?

I.2.3. Batasan Masalah

Adapun hal-hal yang akan dilakukan pada perancangan aplikasi ini, maka penulis memberikan batasan masalah yang akan dibahas pada laporan skripsi ini, yaitu : 1. Perancangan aplikasi visualisasi modifikasi mobil ini penulis buat dengan

menggunakan software Visual Studio 2008 dan 3D Max, Visual Studio 2008 sebagai editor bahasa pemogramannya sedangkan 3D Max sebagai editor pendesainannya.

2. Aplikasi modifikasi mobil ini hanya melakukan modifikasi pada body mobil yaitu dengan penggatian cat mobil, penambahan stiker atau air brush pada

body mobil dan melakukan penggantian pada velg mobil.

(5)

I.3. Tujuan dan Manfaat I.3.1. Tujuan

Berikut ini merupakan beberapa tujuan dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut :

1. Untuk merancang dan membuat sebuah aplikasi visualisasi modifikasi mobil sebagai fasilitas dalam pendesainan mobil.

2. Untuk mempermudah montir-montir bengkel mobil dalam melakukan modifikasi mobil (seperti: mengubah warna cat mobil, memberi desain tambahan atau menambahakan aksesoris mobil tertentu).

3. Merupakan salah satu syarat yang diwajibkan bagi setiap mahasiswa STMIK Potensi Utama untuk menyelesaikan jenjang pendidikan Stara Satu ( S1 ).

I.3.2 Manfaat

Adapun manfaat yang akan di kemukakan dari penanganan masalah yang ada, yaitu:

1. Memberikan tambahan pengetahuan terhadap dunia modifikasi mobil.

2. Memberikan kemudahan kepada montir bengkel dalam melakukan modifikasi mobil menggunakan aplikasi ini.

3. Memberikan suatu hasil gambaran atau simulasi mobil yang akan di modifikasi kepada konsumen agar pelanggan langsung tahu sebelum mobilnya di modifikasi.

(6)

I.4. Metodologi Penelitian

Metode merupakan suatu cara atau teknik yang sistematik untuk mengerjakan suatu kasus. Untuk itu penulis menggunakan beberapa cara untuk memperolehnya, diantaranya :

I.4.1 Analisa Tentang Sistem Yang Ada

Software yang digunakan dalam pembuatan aplikasi ini yaitu menggunakan aplikasi 3D Max sebagai pendesainan objeknya dan Visual Studio 2008 nya sebagai bahasa pemogramannya. Sedangkan dalam pengambilan data-datanya penulis mencari buku-buku tentang modifikasi mobil, dan mencari di internet yaitu browsing mengenai modifikasi mobil sehingga penulis dapat membuat aplikasi modifikasi mobil yang bermanfaat untuk masyarakat khususnya untuk bengkel mobil.

Berikut ini penjelasan tahapan rancangan aplikasi dimulai dari pengumpulan data, menganalisis sistem yang ada yang masih manual, merancang ataupun mendesain model mobilnya menggunakan aplikasi 3D Max dan mengimplementasikan menjadi sebuah aplikasi menggunakan Visual Studio 2008, kemudian baru dilakukan percobaan terhadap aplikasi ini, maka akan keluar hasil mobil yang dimodifikasi melalui visualisasi yang ada, sehingga dapat menghasilkan aplikasi yang bermanfaat untuk user.

(7)

I.4.2. Bagaimana Sistem Yang Akan Dirancang

Biasanya montir-montir bengkel mobil dalam melakukan pendesainan mobil masih melakukan secara manual dalam memberikan gambaran kepada konsumennya mengenai mobilnya yang ingin di modifikasi yaitu dengan cara menggambarkan mobil tersebut yang ingin di modif sebelum langsung di kerjakan. Aplikasi yang di rancang oleh penulis dapat mempermudah user khususnya montir-montir bengkel mobil dalam melakukan modifikasi mobil. Aplikasi ini bekerja sesuai dengan tahap-tahap yang ada yaitu pertama, tahap pemilihan mobil kemudian tahap pemodifikasian mobil dalam tahap ini mobil yang ingin di modif yaitu harus sesuai dengan fitur aplikasi ini yaitu perubahan warna body mobil, penambahan aksesoris seperti penambahan stiker, penggantian

velg mobil, dan yang terakhir tahap finising yaitu tahap modifikasi mobil selesai.

Aplikasi ini pun dapat digunakan oleh konsumen dalam melakukan simulasi pendesainan mobilnya sesuai dengan keinginannya sebelum langsung mobilnya di modifikasi. Karena aplikasi yang penulis buat ini berbasis 3D.

I.4.3. Pengujian / Uji Coba Sistem Yang Sudah Dibuat

Setelah melalui tahapan perancangan sistem maka pada tahap implementasi dilakukan perancangan aplikasi untuk menghasilkan sebuah software yang bermanfaat. Pada tahap ini, dilakukan pemilihan bahasa pemrograman yang akan digunakan sekaligus penerapannya sampai menghasilkan aplikasi yang diinginkan. Pengujian aplikasi yang dibuat antara lain adalah :

(8)

1. Pengujian rule-rule yang digunakan apakah sesuai dengan konsep yang di buat oleh penulis.

2. Pengujian aplikasi yang dibuat dengan melakukan percobaan, apakah aplikasi tersebut berfungsi dengan baik atau tidak.

I.5. Sistematika Penulisan

Yang menjadi sistematika dalam skipsi ini sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan tentang prihal latar belakang masalah, ruang lingkup permasalahan, tujuan dan manfaat, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini berisikan penjelasan tentang teori/metodologi/komponen yang digunakan.

BAB III ANALISI DAN PERANCANGAN SISTEM

Menjelaskan teori yang menerangkan komputer beserta bagian bagiannya dan membahas tentang gejala gejala kerusakan pada komputer, perancangan proses, datacontext diagram, dataflow diagram, perancagan struktur data, perancangan entityrelationship diagram, perancangan struktur program serta perancangan antar muka.

(9)

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Menjelaskan mengenai spesifikasi program, tampilan antar muka program.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Memberikan kesimpulan dari program dan analisis yang telah di buat, serta memberikan saran saran mengenai Perancangan Aplikasi Visualisasi Modifikasi Mobil Menggunakan Visual Studio 2008 dan 3D Max.

Referensi

Dokumen terkait

BAB I.: Pendahuluan. Dalam bab ini penulis kemukakan mengenai latar belakang masalah, pokok permasalahan, tujuan penulisan skripsis, telaah pustaka, metode

Analisis data berisi uraian data yang diolah untuk proses pemilihan strategi permesinan (toolpath strategy), penentuan cutter yang digunakan, feedrate, spindel speed, plungerate

Masalah paling mendasar dari model data panel dinamis adalah adanya korelasi antara variable lag endogen (yang berposisi sebagai variabel eksplanatori) dengan

! Pem!erian !im!ingan dan nasiat kepada i!u dalam usaa menum!ukan perilaku gi1i yang positi/ yang diperlukan dalam kegiatan posyandu , Pelayanan pertolongan gi1i

Dari peristiwa yang terjadi diatas dapat kita ketahui bahwa aplikasi caring dalam kehidupan mahasiswa Fkep sudah cukup baik, tetapi kita juga perlu meningkatkannya kembali, karena

Pihak sekolah menganggap bahwa layanan kesehatan mental bagi anak berkebutuhan khusus sangat penting diselenggarakan di sekolah dan perlu adanya suatu perencanaan

Menurut Kotler (2001:298) kepuasan pelanggan adalah sejauh mana kinerja yang diberikan oleh sebuah produk sepadan dengan harapan pembeli. Jika kinerja produk kurang dari

245 TK MARDIRINI 1 WONOSALAM KECAMATAN WONOSALAM 246 TK MARDIRINI 2 WONOSALAM KECAMATAN WONOSALAM 247 TK MARDISIWI MRANGGEN KECAMATAN MRANGGEN 248 TK MARGO UTOMO